Chapter 9 [My Angel]
Happy Reading^^
Sudah 3 hari ini Baekhyun terlihat sangat murung membuat Joonmyun khawatir melihatnya. Biasanya adik perempuan satu-satunya ini sangat aktif dan tidak bisa diam, dia juga tidak biasa untuk berdiam diri dirumah setahu Joonmyun Baekhyun itu selalu pergi ke apartemen Chanyeol, apartemen Luhan atau ke rumah Kyungsoo dia tidak akan betah diam di rumah karena tidak ada teman karena bibi Jung juga sering pulang ke rumahnya jika pekerjaan nya untuk membereskan rumah ini sudah selesai.
Tapi sekarang apa yang terjadi ? Baekhyun lebih senang berdiam diri di kamar dia hanya akan keluar jika di panggil oleh Joonmyun atau Yixing. Joonmyun benar-benar khawatir melihatnya maka dari itu ia meminta istrinya untuk mengajak Baekhyun berbincang dia pikir adiknya itu pasti sedang ada masalah, Yixing kan seorang psikiater siapa tahu dia bisa membantu meringankan masalah Baekhyun.
"jadi apa kau mau berbagi cerita dengan eonni?" tanya yixing lembut sambil mengelus sayang puncak kepala Baekhyun. Mereka sedang berada di kamar Baekhyun sekarang.
Baekhyun masih terdiam di tempatnya, dia duduk bersila di atas kasur dengan yixing yang duduk disampingnya. Dia memandang lurus kedepan dengan tatapan kosong. Haruskah ia menceritakan semuanya pada Yixing ?
"eonni tidak akan memaksa jika kau belum siap bercerita, kalau begitu eonni keluar dulu ya" yixing tersenyum lembut lalu berniat beranjak dari kasur baekhyun.
"tunggu eonni" Baekhyun mencegahnya. Sepertinya tidak ada salahnya jika ia berbagi cerita dengan yixing siapa tahu itu bisa sedikit meringankan bebannya.
Yixing kembali tersenyum dan mendudukan dirinya di samping Baekhyun "ayo kita mulai, eonni akan mendengarkannya dengan baik"
Baekhyunpun memulai semua cerintanya. Cerita yang sebenarnya terjadi karena selama ini ia selalu berusaha menutupi semuanya mulai dari fakta jika Chanyeol itu adalah seorang Gay, tentang perasaannya pada Chanyeol, tentang Chanyeol yang meminta bantuannya agar bisa sembuh, Chanyeol yang berjanji akan belajar mencintainya, sampai dimana Kris datang dan Chanyeol malah kembali bersama pria itu, bermain api di belakang Baekhyun, dan seolah melupakan semua janji-janjinya yang pernah ia katakan pada Baekhyun, dan yang terakhir adalah tentang perasaannya sekarang rasa kecewa, sedih, kesal, marah dan terluka semuanya bercampur aduk menjadi satu.
Baekhyun bercerita sambil menangis tersedu-sedu di pelukan Yixing. Istri Joonmyun itu benar-benar mendengarkannya dengan baik, ia sama sekali tidak berniat untuk menyela cerita Baekhyun sedikitpun. Ia mengerti bagaimana sakit hatinya Baekhyun saat ini jadi tidak heran jika Baekhyun jadi murung seperti beberapa hari terakhir ini.
"eonni aku ingin pulang saja" ucap Baekhyun, nadanya terdengar sangat putus asa.
"Pulang ? bukankah kau bilang kau mau melanjutkan kuliahmu diSeoul?" yixing mencoba untuk membujuknya dulu.
Baekhyun menggeleng di dalam pelukan yixing "iya tapi setelah aku pikir-pikir lebih baik aku kembali kuliah di Pohang saja, karena jika aku masih tetap disini aku pasti akan terus teringat si keparat itu eonni"
Yixing tersenyum mendengar umpatan Baekhyun andai saja Baekhyun tidak sedang kacau seperti sekarang ia pasti sudah menegur adik iparnya ini untuk menggunakan bahasa yang lebih sopan.
"kau tidak mau menunggu Luhan pulang dari paris dulu?"
"tidak, aku mau pulang sebelum Luhan eonni kembali ke Korea. Aku takut bertemu dengannya, aku tidak mau ia kecewa karena aku tidak bisa membantunya lagi, aku takut tidak bisa menolak permintaannya jika ia memintaku untuk tetap tinggal disini, aku tidak mau melihat wajah Luhan eonni sedih"
"oke eonni mengerti, kau pulang lusa saja ya ? besok eonni dan oppamu masih harus bekerja kita akan mengambil cuti lusa untuk mengantarmu kembali ke Pohang" yixing melepaskan pelukannya lalu menggerakkan tangannya untuk merapikan rambut Baekhyun yang sedikit berantakan.
"terima kasih eonni, maaf sudah merepotkan kalian" ucap Baekhyun lirih sambil menundukkan kepalanya.
"tidak usah berterima kasih begitu sayang, kau kan adik eonni juga. Sudah ya sekarang tidur dan beristirahatlah. Eonni tidak mau tahu besok kau harus terlihat lebih segar atau eonni dan oppa tidak akan membiarkanmu kembali ke Pohang, mengerti?" ucap Yixing sambil membantu Baekhyun berbaring di atas kasurnya lalu menyelimuti gadis mungil itu sampai dadanya.
"siap eonni"
"selamat malam sayang"
"selamat malam Yixing eonni"
.
.
.
Chanyeol merasa semuanya kacau, benar-benar kacau tidak ada yang lebih menyedihkan dari ini. Chanyeol tidak bisa mengerti dirinya sendiri, antara otak dan hatinya tidak sejalan. Dia bahkan membenci dirinya sendiri, dia tidak percaya telah melakukan ini semua. Menyakiti hati seorang gadis yang bahkan telah membantunya sejauh ini, telah mengorbankan banyak hal untuknya. benar-benar keterlaluan.
Chanyeol sadar semuanya sudah terlalu jauh tapi dia masih tidak bisa menghentikannya. Dia memang tidak mau menghancurkan hati Baekhyun tapi di lain sisi dia juga tidak mau mengahancurkan hati Kris ataupun dirinya sendiri. Terkadang Chanyeol berusaha untuk melawan dirinya sendiri, melawan keegoisannya dan belajar untuk memikirkan perasaan orang lain. tapi semuanya hanya berakhir sia-sia.
Hari ini Chanyeol memutuskan untuk memeriksakan diri, dia merasa sedang sakit. Bukan tubuhnya yang sakit tapi pikiran dan perasaannya, Jiwanya. Dia telah memutuskan untuk mengunjungi Cho Kyuhyun, teman dari Heechul dan dia cukup kenal baik dengan pria itu. Dia bukannya mau memulai 'permainan' baru dengan Cho Kyuhyun itu dia hanya ingin menyembuhkan jiwanya yang mungkin sedang terganggu. Cho Kyuhyun adalah seorang psikolog.
Sudah 3 hari sejak kejadian Baekhyun marah-marah di apartemennya gadis itu tidak pernah bicara dengannya lagi, jangankan bicara untuk menunjukkan batang hidungnya di depan Chanyeol saja tidak pernah. Dan bodohnya lagi Chanyeol malah ikut diam, tidak pernah sekali pun ia berani menghubungi Baekhyun lagi. Chanyeol terlalu takut untuk mengajaknya bertemu atau sekedar bicara.
Chanyeol sengaja mematikan handphonenya, dia tidak mau ada yang mengganggu, bahkan Kris sekali pun. Dia hanya sedang membutuhkan waktu untuk sendiri dan mencoba untuk mencari pemecahan masalah.
Sesampainya di tempat praktek Kyuhyun, Chanyeol langsung melakukan registrasi pada umumnya dia harus mengisi lembaran kertas dulu baru di beri nomor antri. Dan untungnya antriannya tidak terlalu banyak. Tentu saja, orang 'sakit jiwa' kan tidak banyak. Chanyeol memang belum menghubungi Kyuhyun sebelumnya dia hanya tidak mau di istimewakan dia ingin mengantri juga seperti yang lain.
Chanyeol duduk di deretan kursi paling ujung di ruang tunggu disampingnya ada seorang wanita yang terus memperhatikannya membuat Chanyeol menarik topi hitamnya lebih rendah untuk menutupi wajahnya ia juga tidak lupa memakai masker dan jaket tebal agar tidak ada orang yang menyadari keberadaannya. Wanita muda itu nampak sedang menemani anaknya yang duduk disebelah kanan sang wanita, anak itu terus menundukkan kepalanya sepertinya anak itu juga sedang 'sakit'.
"Tuan Piao Chan Lie" Resepsionis memanggil sebuah nama China dan Chanyeol langsung berdiri. Piao Chan Lie adalah nama Chinanya. Dia tidak mungkin menggunakan nama Park Chanyeol, bagaimana jika ada wartawan yang tahu ia mengunjungi psikolog. Itu akan menjadi berita yang sangat besar.
Resepsionis tadi mengantarkan Chanyeol menuju ruang dokter. Begitu masuk Chanyeol melihat seorang pria bertubuh tinggi tegap sedang menulis sesuatu. Chanyeol pun segera masuk kedalam ruangan itu setelah resepsionis itu pergi.
"Hay Hyung?" sapa Chanyeol membuat dokter itu mendongkakkan kepalanya
"Chanyeol?" Kyuhyun langsung mengerutkan keningnya, Chanyeol sudah mepelas topi dan maskernya sehingga Kyuhyun bisa mengenalinya "apa yang kau lakukan disini?"
"aku sakit Hyung" jawab Chanyeol lirih
Kyuhyun tersenyum padanya "Sakit apa?"
Chanyeol tiba-tiba bingung sendiri, apa yang harus ia jawab ? Chanyeol baru sadar ini adalah hal yang memalukan, dia malu untuk bercerita. Harus mulai dari mana ia bercerita ? Dari kenapa ia bisa berpacaran dengan Kris ? Astaga, itu akan menghabiskan waktu berjam-jam. Semua orang akan bosan dan mungkin muak mendengarnya.
"Ah… aku bingung harus menceritakannya dari mana." Chanyeol pikir Kyuhyun akan menertawakannya tapi ternyata tidak. Psikolog tampan itu hanya mengganggukan kepalanya seakan mengerti.
"Hampir semua orang yang datang kemari memang bingung akan bicara apa. Bahkan banyak yang bingung kenapa mereka harus pergi ke sini. Tugasku adalah membantu mereka termasuk kau mungkin. Ceritakan apa saja. Apa yang membuatmu datang ke hadapanku." Dia tersenyum lagi, membuat Chanyeol sedikit lega.
"Aku bermasalah hyung, Aku merasa sedang sakit dan penyakitku ini agak rumit. Hyung tahu aku sudah memiliki kekasih ?" Kyuhyun menangguk.
"semua orang juga tahu kau sudah memiliki kekasih, bahkan setiap kali aku bertemu Heechul dia pasti menceritakan tentang kekasihmu itu" Kyuhyun kembali tersenyum entah untuk keberapa kalinya. "lalu apa masalahnya?"
"aku... aku tidak benar-benar mencintainya..." mulut Chanyeol berhenti sendiri dia terlalu risih untuk memberitahu Kyuhyun, dia malu.
"Kenapa? Ceritakan saja padaku, jangan khawatir aku tidak akan memberitahu kepada siapa pun."
"Tapi-" Kyuhyun tersenyum, bukan senyum yang mengejek. Dia tersenyum seolah mengerti keadaan Chanyeol.
"Kita sudah kenal lama kan Chan? santai saja. Katakan apa yang menurutmu harus kau katakan, tidak harus semuanya."
Baik, Chanyeol tahu ini sangat memalukan. Tapi mau tidak mau dia harus bicara pada Kyuhyun, "anggap saja aku hanya curhat padanya" batin Chanyeol
"Kurasa karena aku mencintai orang lain juga, dia itu-" Chanyeol berhenti lagi, dan Kyuhyun memintanya untuk jangan berhenti bicara. "Hyung pasti akan menertawakanku jika mendengarnya. Orang yang aku cintai itu seorang Pria, dia kekasihku juga. akhir-akhir ini aku tidak bisa mengerti diriku sendiri. Aku ingin menghentikan permainan gila ini tapi aku tidak mampu Hyung. Apalagi sekarang Baekhyun sudah tahu permainanku ini, dia benar-benar marah. Aku sama sekali tidak ingin menyakitinya tapi aku juga tidak bisa meninggalkan pria itu, aku juga mencintainya" Chanyeol menghentikan ucapannya dengan menunduk, dia benar-benar malu.
"Bagus." Chanyeol langsung menatap Kyuhyun dengan tatapan heran "Setidaknya kau sudah berani mengatakannya. Kau cukup hebat untuk menceritakannya padaku. Sekarang aku tanya kenapa kau bisa memiliki hubungan dengan pria itu ?" Kyuhyun bertanya dengan nada tenang.
"aku memiliki masa lalu yang buruk dalam berhubungan dengan wanita hyung" jawab Chanyeol tanpa pikir panjang sepertinya ia mulai nyaman bercerita dengan Kyuhyun.
"jadi dulu kau sempat menjalin hubungan dengan wanita lalu kau merasa di kecewakan sehingga mengalami trauma untuk kembali menjalin hubungan dengan wanita dan ketika kau bertemu dengan seorang pria kau merasakan kenyaman dan kebahagiaan sehingga kau memutuskan menjadi seorang gay, apa aku boleh menarik kesimpulan seperti itu?"
Chanyeol mengangguk men'iya'kan "percis seperti itu"
"lalu kenapa sekarang kau bisa berhubungan dengan Baekhyun juga? bukankah dia seorang wanita ?"
"Ini mungkin terdengar jahat tapi jujur hyung awalnya aku hanya menjadikan Baekhyun sebagai tamengku untuk menghilangkan berita skandal ku tentang Gay yang dulu sempat tersebar, tapi dengan melihat orang-orang disekitarku terutama Luhan Noona begitu bahagia melihat kebersamaanku dengannya hatiku sedikit bergerak untuk ingin berubah, ingin kembali normal dan belajar untuk mencintainya... " Kyuhyun mendengarkan cerita Chanyeol dengan seksama tanpa berniat untuk menyelanya sedikitpun.
Chanyeol meneruskan ceritanya "... hingga akhirnya aku dan Baekhyun sepakat untuk menjalin hubungan sungguhan, Baekhyun setuju dan mau menungguku untuk berubah dan membalas perasaannya. aku menjalani hubungan dengan nyaman bersama Baekhyun, dia gadis yang menyenangkan dan dari situ juga aku bisa merasakan jika aku mulai menyukainya aku juga yakin dia tidak akan mengecewakanku seperti mantan kekasihku yang dulu. Tapi semua perasaanky padanya seakan lenyap begitu saja saat Pria yang menjadi kekasihku itu kembali ke Korea... "
"... aku malah kembali berhubungan dengan pria itu, aku sering membohongi keduanya aku tahu ini salah tapi aku tidak bisa menghentikan semuanya. Aku tidak bisa tegas memilih salah satu diantara mereka hingga akhirnya Baekhyun mengetahui semuanya dan ia sangat kecewa. Aku sangat menyesal telah melakukan semua ini padanya Hyung"
Chanyeol menundukkan kepalanya, bahunya sedikit bergoncang dan Kyuhyun tahu aktor tampan itu tengah menangis meski tanpa suara. Sepertinya dia benar-benar menyesali perbuatannya. Kyuhyun mengerti Chanyeol pasti sedang dalam masa yang benar-benar sulit, semuanya serba salah.
Kyuhyun menyodorkan kotak tissu pada Chanyeol. Setelah melihat Chanyeol sedikit tenang Kyuhyun pun kembali melontarkan pertanyaan selanjutnya "boleh aku tahu siapa orang yang lebih kau cintai?"
Chanyeol kembali terdiam. Dia bahkan tidak mampu menjawabnya. Dia memang mencintai Kris tapi semenjak melihat wajah kecewa Baekhyun 3 hari yang lalu dia merasa perasaan lain. Merasa jika ia juga tidak mau jika Baekhyun benar-benar pergi darinya, dia tidak rela.
"Kau harus memilih salah satu dari mereka, bukan? Jika kau lebih mencintai pria itu, maka kau bisa memilihnya. Jika tidak, kau harus mengobati kelainan pada dirimu itu lalu kembali bersama Baekhyun dan menjelaskan semuanya secara baik-baik" Chanyeol bengong.
"aku ingin memilih Baekhyun. Tapi aku tidak bisa melupakan Pria itu begitu saja, Hyung"
"jangan terlalu dipaksakan. Lakukan apa yang kau bisa dulu, kenali dirimu. Siapa yang lebih baik untuk mu dan orang-orang sekitarmu"
"aku tidak bisa memilih..."
"bukan tidak bisa, hanya belum bisa. Tapi kau harus ingat jika semakin lama kau menunda-nunda waktu untuk memilih salah satu diantara mereka maka kau akan semakin menyakiti keduanya"
Chanyeol menghempaskan tubuhnya pada punggung kursi yang ia duduki. Ia mengacak rambutnya frustasi. Ujungnya pasti begini lagi, ia akan di hadapkan dengan dua pilihan yang tidak bisa Ia pilih salah satunya.
"Kumohon tolong aku hyung…"
Kyuhyun menepuk-nepuk pundak Chanyeol pelan "Yang bisa menolongmu hanya dirimu sendiri Chan. Aku hanya mencoba untuk memberi pemecahan masalah. Sekarang, kau harus pastikan kau nyaman dengan pilihanmu. Kau yang lebih tau dengan pasti mana yang terbaik untukmu dan orang-orang sekitarmu, kau hanya perlu mengenali dirimu sendiri. Tapi jangan terlalu dipaksakan, karena jika dipaksakan kau akan tambah sakit. Ikuti kata hatimu, kau pasti tahu mana yang terbaik."
"Tapi aku merasa bersalah. Aku tidak ingin menyakiti siapa pun, sungguh. Aku tidak mau Baekhyun meninggalkanku tapi aku juga belum bisa mencintainya. Semuanya serba salah aku mohon tolong aku Hyung..."
"semuanya ada ditanganmu, kau harus menenangkan pikiranmu dulu. Berpikirlah dengan jernih siapa yang sebaiknya kau pilih, pikirkan juga dampak positif dan negatif dari pilihanmu itu. aku yakin kau pasti bisa, sekarang aku tanya dampak positif dan negatif apa yang kau dapat jika kau memilih kekasih pria mu?"
"aku akan hidup bahagia bersamanya karena kami saling mencintai, tapi semua orang di sekitarku akan sangat kecewa, mereka mungkin akan meninggalkanku dan aku tidak mau itu terjadi" Chanyeol kembali menundukkan kepalanya
"lalu bagaimana dampaknya jika kau memilih Baekhyun?"
"semua orang di sekitarku pasti sangat bahagia, mereka semua mendukung hubunganku dengan Baekhyun. Terutama Luhan Noona, Heechul hyung dan orang tuaku"
"bukankah mereka semua adalah orang-orang penting di kehidupanmu?" Chanyeol mengangguk pasti.
"lalu apa dampak negatifnya ?"
"aku... aku tidak tahu pasti tapi aku rasa masalahnya ada padaku. Aku belum bisa mencintainya sepenuh hati aku takut mengecewakannya lagi" Kyuhyun tersenyum mendengarnya.
"kau bahkan bisa menjawab pertanyaanku tentang kedua orang itu dengan lancar, kau sebenarnya sudah tahu mana yang terbaik kau hanya takut untuk mengambil keputusan itu, jadi apa kau bisa memutuskan pilihanmu sekarang?"
Chanyeol memejamkan matanya selama beberapa saat. Mencoba untuk berpikir jernih sebelum ia mengambil keputusan yang mungkin sangat penting bagi hidupnya. Ia tidak bisa main-main, ini urusan hati. Dan bukan hanya hatinya yang menjadi taruhan tapi dua hati lain yang sudah atau mungkin akan tersakiti.
"tidak usah memaksakan diri, kau bisa menjawabnya nanti. Pikirkan dulu semuanya baik-baik jangan tergesa-gesa"
"aku memang belum bisa memutuskannya sekarang, Hyung" jawab Chanyeol lirih. Dia merasa sangat lemah.
Kyuhyun mengangguk-anggukan kepalanya "jika kau memerlukan bantuanku lagi kau bisa mengubungiku secara langsung, kau bisa menelponku. Kau tidak perlu datang kemari karena itu sangat beresiko aku khawatir ada wartawan yang memergokimu. Kita bisa membuat janji di tempat lain jika kau mau"
"aku mengerti, terima kasih banyak Hyung"
"itu sudah tugasku" Kyuhyun kembali tersenyum.
.
.
.
Pagi ini Chanyeol tidak memiliki jadwal apapun dia masih terduduk di atas kasurnya sambil memikirkan apa yang ia bicarakan dengan Kyuhyun kemarin, tentang pillihan. Ya Kyuhyun benar dia harus cepat memilih salah satu dari mereka atau dia akan terus menyakiti keduanya.
Chanyeol bisa mendengar ada yang membuka pintu apartemennya, dia tidak terlalu memusingkan hal itu, paling juga Heechul karena yang tahu password apartemennya hanya Heechul, Baekhyun dan Luhan. Dan yang datang itu tidak mungkin Luhan apalagi Baekhyun kan?
Sepupu sekaligus managernya itu memang mendiamkannya selama beberapa hari semenjak kejadian Baekhyun yang marah-marah disini, Heechul bahkan tidak menemani Chanyeol menjalani pekerjaannya Heechul hanya sekedar mengiriminya pesan singkat untuk memberi tahu dan mengingatkan jadwalnya. Sepertinya Pria itu juga ikut marah padanya.
BRAK
Sekarang pintu kamar Chanyeol terbuka lebar, menampakkan sosok Heechul yang sedikit terengah-engah di ambang pintu membuat Chanyeol mengerutkan keningnya.
"hyung ad-"
"Park Chanyeol jika kau masih mau bertemu dengan Baekhyun dan menyelesaikan semuanya secara baik-baik cepat datangi rumah Joonmyun SEKARANG JUGA" ucapnya dalam satu tarikkan nafas.
"hyung ak-"
"BAEKHYUN AKAN KEMBALI KE POHANG HARI INI CEPAT DATANGI DIA ATAU KAU TIDAK AKAN PERNAH MELIHATNYA LAGI" Heechul sudah kehilangan kesabaran menghadapi otak udang Chanyeol.
"a-apa? Bukankah dia akan melanju-"
"Astaga Park Chanyeol, SEKARANG ATAU TIDAK SAMA SEKALI"
"baiklah baiklah" Chanyeol pun segera mengikuti Heechul untuk pergi ke rumah Joonmyun.
Mereka langsung turun dari dalam mobil setelah tiba di depan rumah Joonmyun. Chanyeol terus mengigit bibir bawahnya, kakinya bergemetaran hebat. Sebenarnya ia masih belum siap untuk bertemu Baekhyun ia masih gugup dan... takut mungkin?
"Cepat masuk!" Heechul berujar kesal, tapi Chanyeol hanya berdiri mematung.
Setelah di maki oleh Heechul akhirnya Chanyeol pun memberanikan diri untuk menekan bel meski dengan tangan yang sedingin es. Dia memang tidak sendirian di sampingnya ada Heechul tapi dia tetap harus menyelesaikan semua ini sendirian. Heechul mana mau membantunya lagi.
Chanyeol hampir tersenyum saat melihat Joonmyun dan Yixing membuka pintu. Tapi ternyata dibelakang mereka juga ada Baekhyun yang sedang menarik koper dengan tangan kanannya. Gadis itu berjalan keluar rumah dan melewati Chanyeol begitu saja.
"Baek" panggil Chanyeol tapi Baekhyun tidak mendengarnya atau memang tidak mau mendengarnya.
Chanyeol tidak tahu apa yang harus ia lakukan kecuali segera mengejar Baekhyun sebelum dia benar-benar menghilang dari pandangannya. Baekhyun tidak berjalan terlalu cepat, sehingga Chanyeol dapat mengimbanginya. Tapi Baekhyun sama sekali tidak menoleh sedikitpun padanya.
"Baekhyun…" panggil Chanyeol tapi tetap tidak ada respon.
Wajah Baekhyun begitu datar sampai-sampai Chanyeol takut melihatnya. Chanyeol akan merasa lebih baik jika Baekhyun mengamuk padanya. Melakukan apapun seperti menampar, menendang atau bahkan membantingnya asal jangan hanya diam seperti ini.
Chanyeol terus memanggil namanya sampai gadis itu gerah sendiri. Baekhyun pun berhenti berjalan, dia menatap Chanyeol dengan tatapan tajam. Chanyeol tidak apa-apa, sungguh. walau sekarang baekhyun menatapnya muak seperti sekarang ini.
"apa?" tanya gadis itu datar. Chanyeol tahu Baekhyun sedang pura-pura kuat tapi itu malah membuatnya terlihat jauh lebih lemah. Suaranya bergetar membuat Chanyeol semakin merasa bersalah.
"kau mau kemana?" tanya Chanyeol lembut
"pulang" jawab Baekhyun ketus
"kenapa? Bukankah kau bilang akan melanjutkan kuliahmu disini?"
"terserah aku saja, kau pikir kau siapa?"
"aku kekasih mu" jawab Chanyeol sedikit ragu
Baekhyun tersenyum sinis ke arahnya "apa kau bilang ? lalu Kris itu siapamu ? bukankah dia yang sebenarnya kekasih yang kau cintai, sudah lah Chanyeol-ssi aku tahu kau menahanku hanya karena kau tidak ingin Luhan eonni tahu semuanya kan? Kau hanya mau menjadikanku tamengmu lagi, dan mulai sekarang aku ingatkan jangan pernah berharap aku mau jadi tameng mu lagi"
Chanyeol terdiam, dia bahkan tidak pernah menyangka Baekhyun akan memanggil namanya dengan embel-embel '-ssi' lagi.
"Baekhyun, aku tidak mempermasalahkan tentang Luhan Noona, sungguh. Aku hanya tidak mau kau pergi, ini permintaan pribadiku Baekhyun ini sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan Luhan Noona. aku mohon jangan pergi" Chanyeol berusaha meraih lengan Baekhyun tapi Gadis itu langsung menepisnya.
"terus saja membual, kau pikir aku masih mau percaya padamu? Aku memang bodoh pernah mempercayaimu tapi aku tidak sebodoh itu sampai masih mau mendengarkan kata-kata dari pembual hebat sepertimu! Kau kemari karena Luhan Noona akan kembali ke Korea kan ? kau tidak mau dia tahu apa yang sebenarnya terjadi dan memintaku untuk tetap disini lalu kembali menyembunyikan semuanya. Hah kau pikir aku sudi ? Aku sudah muak, ini sudah cukup. aku memang mencintaimu tapi itu dulu sebelum aku tahu semua kelakuan bejatmu sekarang perasaan itu sudah hilang. Aku membencimu Chanyeol-ssi"
Baekhyun kembali menarik kopernya menjauh, tapi Chanyeol segera menahannya. "Baekhyun aku tidak sedang membual, aku mohon jangan pergi"
Baekhyun menepis tangan Chanyeol dari kopernya. "Kau tidak mengerti bahasa manusia ya? Aku sudah lelah, jangan ganggu aku lagi. Aku tidak mau lagi berurusan denganmu." Baekhyun kembali pergi meninggalkannya.
"Baekhyun, aku mohon sekali ini saja dengarkan aku, jangan pergi Baek aku tidak mau kau pergi.. aku mohon sekarang aku mengemis padamu" entah mengapa mata Chanyeol mulai memanas. Dia tidak mungkin menangiskan ? tapi hatinya benar-benar sesak dia tidak bisa membayangkan jika Baekhyun benar-benar pergi dari kehidupannya.
"Oh… baguslah akhirnya kau tahu bagaimana rasanya kan? Baru tahu bagaimana rasanya selama ini aku mengemis cintamu? Setiap hari aku menunggu dengan sabar berharap agar kau bisa membalas perasaanku. Kau tahu selama ini aku selalu membodohi diriku sendiri dengan sejuta harapan palsu. Kau seharusnya katakan semua yang sejujurnya padaku! Katakan padaku jika kau tidak menyukaiku, aku akan pergi tanpa harus merasa sakit hati terlebih dulu seperti ini. Kau senang kan melihatku seperti ini!? puas kau keparat!"
Baekhyun langsung memalingkan wajahnya menyembunyikan air mata yang sudah tidak bisa ia tahan lagi. Demi apapun juga Chanyeol tidak ingin membuatnya menangis lagi, Chanyeol sudah terlalu sering menyakitinya. Dan dia tidak bisa membiarkan Baekhyun pergi darinya.
"Astaga, baekhyun aku tidak pernah sedikitpun berniat untuk menyakitimu ataupu―"
"Kau bilang tidak berniat menyakitiku? Kau tidak berniat tapi kau melakukannya. Mau kusebut satu persatu? Kau telah memberikan ku harapan semu, kau telah membuatku seperti orang bodoh, kau sudah terlalu sering membohongiku, kau mengkhianati kepercayaanku, kau telah membuatku malu pada diriku sendiri, kau membuatku berharap terlalu tinggi dan menghempasku sesuka hatimu, kau telah membuatku malu dengan keluarga dan teman-temanku. Kau tahu bagaimana aku berbohong pada mereka selama ini? Kau tahu bagaimana reaksi Jongdae Oppa jika ia tahu yang sebenarnya? Kau tidak tahukan nanti bagaimana jika Tao tahu semuanya ? kau sudah lebih dari sekedar menyakitiku Chanyeol-ssi kau sudah keterlaluan"
"sesakit itukah ?" lirih Chanyeol
PLAK
Tangan Baekhyun reflek menampar Chanyeol membuat aktor tampan itu meringis karena pipinya terasa memanas, perih. Baekhyun keras sekali menamparnya hingga meninggalkan jejak telapak tangannya yang memerah di pipi kiri Chanyeol. Chanyeol tidak apa-apa sungguh inilah yang ia inginkan ia ingin Baekhyun meluapkan kemarahannya, Chanyeol tidak mau Baekhyun menyimpannya sendiri.
Dan bukannya kasihan Baekhyun malah menatapnya berang. Air matanya menggantung di bawah wajah, bibirnya bergetar sama seperti Chanyeol. Heechul yang melihat nasib Chanyeol hari ini ikut meringis dia tidak bisa membayangkan bagaimana perihnya pipi Chanyeol itu. Joonmyun juga sudah mau berniat untuk menghampiri Baekhyun tapi Yixing mencegahnya, Yixing mau Baekhyun menyelesaikan semuanya dulu disini agar saat di Pohang ia bisa sedikit lebih tenang.
"Sakit ? begitu saja kau sudah merasa sakit ?" bentak Baekhyun saat mendengar ringisan Chanyeol "Park Chanyeol sialan kau harusnya tahu seberapa sakitnya aku, sakitmu tidak ada apa-apanya dibandingkan sakitku selama ini. perih di pipimu itu mungkin akan menghilang dalam beberapa jam tapi perih di hatiku ? aku sendiri bahkan tidak yakin bisa melupakan perihnya sampai kapanpun" Baekhyun kembali emosi wajahnya kembali memerah karena marah.
"aku tidak minta banyak darimu keparat. Apa sesulit itu untuk membalas perasaanku? Aku selalu merasa iri dengan pasangan lain, aku iri pada Luhan eonni yang sangat di cintai Sehun Oppa aku iri pada Kyungsoo dan Kai Oppa yang selalu romantis dan bahagia. Aku iri pada Heechul Oppa dan Puff eonni yang selalu ceria, aku iri pada Joonmyun Oppa dan Yixing Noona yang saling melengkapi. Sedangkan aku ? bahkan hubungan yang aku jalani selama ini hanya sepihak, hanya aku yang mencintaimu sedangkan kau malah bersenang-senang dengan orang lain di belakangku. aku tidak mau peduli lagi ! Aku akan mengubur semua perasaanku sesakit apapun itu, dari pada aku harus terus berharap pada Pria tanpa otak sepertimu"
Chanyeol kehilangan kata-kata, sekarang Baekhyun kembali menangis hingga sesegukan. Sekarang pria itu benar-benar merasa buruk. Ia tahu Baekhyun tidak butuh kata maaf. Semuanya sudah hancur, Chanyeol tahu kesalahan sudah terlalu fatal.
Baekhyun kembali berjalan menuju mobil Joonmyun meninggalkan Chanyeol yang terpaku ditempatnya dengan wajah sendu. Joonmyun dan Yixing memang sudah menunggunya di depan mobil, merekapun mendengar semua yang dibicarakan oleh Chanyeol dan Baekhyun. Begitu pula dengan Heechul yang sedari tadi ada di belakang kedua orang yang entah masih sepasang kekasih atau bukan.
Heechul berjalan menghampiri Baekhyun, sebelum gadis itu masuk kedalam mobil. Sekedar untuk mengucapkan kata dan pelukan perpisahan dan Baekhyun sama sekali tidak menolaknya membuat Chanyeol sedikit iri.
"Maafkan aku. Kami hanya membawa masalah padamu. Semua ini pasti sangat berat untukmu tapi aku yakin kau bisa melewatinya kau gadis yang kuat Baek" Heechul mengelus pundak Baekhyun.
"tidak usah minta maaf Oppa, ini bukan salahmu" Baekhyun membalas pelukan Heechul.
"hati-hati dijalan, jangan pernah melupakanku kau bisa menghubungiku kapan pun kau mau" Ucap Heechul setelah melepaskan pelukannya.
"mana mungkin aku melupakan Oppa" Baekhyun membalasnya dengan senyuman kecil. Senyuman yang sudah lama tidak Chanyeol lihat. "yasudah aku pergi dulu ya Oppa, Oppa juga bisa menghubungiku kapanpun Oppa mau"
"terima kasih Baek, hati-hati"
Baekhyun mengangguk sambil tersenyum kembali lalu segera masuk kedalam mobil Joonmyun. Heechul menatap Joonmyun yang masih berdiri di depan mobilnya.
"Joonmyun-ssi aku minta maaf, aku tidak berniat unt-"
"tidak apa Hyung-nim jangan terlalu dipikirkan, Baekhyun akan baik-baik saja" ucap Joonmyun sambil tersenyum mengerti. Untung saja di depannya ini Joonmyun kakak Baekhyun yang dewasa dan bijaksana coba bayangkan jika yang di depannya ini Jongdae, Heechul yakin Chanyeol tidak akan bisa pulang dengan badan yang utuh.
"maafkan aku tapi kami harus pergi sekarang Hyung-nim" ucap Joonmyun sopan
"ah ya silakan, maaf sudah menghambat waktu kalian" balas Heechul tak kalah sopan.
"haha tidak apa kami mengerti, kalau begitu kami pamit ya Hyung-nim" Heechul mengangguk mempersilakan Joonmyun pun langsung masuk kedalam mobil dan langsung melajukannya dengan kecepatan sedang.
Heechul menghela nafas panjang lalu membalikan badannya ke arah Chanyeol yang masih terpaku di tempatnya. Aktor itu menatap kosong pada mobil Joonmyun yang semakin menjauh. Raganya memang berada disini tapi sepertinya setengah jiwanya telah pergi bersama seorang gadis yang berada didalam mobil Joonmyun.
Kadang kala kita tidak menghargai orang yang mencintai kita sepenuh hati,
Sehingga kita kehilangannya,
Pada saat itu tiada guna penyesalan,
Karna perginya tanpa berkata lagi.
"kau puas ? semuanya sudah selesai Park" ucap Heechul dengan nada sinis.
"belum hyung, semuanya masih bisa di perbaiki" elak Chanyeol meski dengan nada kurang yakin.
.
.
.
Ini adalah hari ke empat belas semenjak Baekhyun pergi, dan mungkin hari ini gadis itu sudah memulai kembali aktivitas lamanya menjadi seorang mahasiswi di Handong Global University. Chanyeol mencoba menyibukkan diri dengan pekerjaannya agar tidak terus teringat Baekhyun tapi semuanya sia-sia karena dimanapun dan dalam keadaan apapun dia selalu mengingat gadis yang telah ia sakiti itu. Dia bahkan terkadang lupa pada Kris apalagi sekarang Kris sedang keluar kota. Berkat wajah dan bentuk tubuh yang tidak usah diragukan lagi Pria Kanada-China itu mendapat banyak tawaran menjadi bintang iklan, ia juga menjadi brand ambassador salah satu produk kesehatan yang mengharuskannya untuk ikut mempromosikan produk tersebut keberbagai kota di Korea Selatan seperti Seoul, Daegu, Daejon, Gwangju, Busan dan lain-lain termasuk kota tempat Baekhyun tinggal, Pohang. Kris benar-benar sangat sibuk akhir-akhir ini.
Luhan juga sudah kembali ke Korea tepat sehari setelah Baekhyun pergi. Dia tentu menanyakan keberadaan Baekhyun pada Chanyeol dan dengan berat hati ia berbohong pada Luhan dengan mengatakan jika Baekhyun harus segera kembali ke Pohang karena harus mengurus administrasi di universitasnya. Untung saja Luhan tidak tahu jika Baekhyun sempat bilang akan melanjutkan kuliahnya di Seoul, karena jika ia tahu ia pasti akan kembali bertanya kenapa Baekhyun tidak jadi melanjutkan kuliahnya disini.
Hari ini Chanyeol sedang shooting film terbarunya dengan Ren sebagai lawan mainnya. Dia kembali teringat pada Baekhyun, gadis itu sempat cemburu pada Ren karena melihat keakraban mereka sampai membuat Chanyeol pusing menghadapi kelakuannya yang tiba-tiba badmood.
"CUT, oke semuanya aku beri waktu break 15 menit" pekik sang sutradara saat Chanyeol berhasil melalukan suatu adegan di tengah hujan bersama Ren.
"Chanyeol-ssi tolong lebih konsentrasi dan hafalkan dialogmu dengan benar" ucap Sutradara itu saat Chanyeol berjalan melewatinya. Chanyeol memang kurang konsentrasi malam ini hingga mereka harus mengulang satu adegan beberapa kali.
"baik, maafkan aku" Chanyeol sedikit membungkukkan badannya ke arah sutradara itu lalu berjalan menuju kursi kosong yang berada di sebelah Heechul.
"ini" Heechul menyodorkan handuk kecil pada Chanyeol saat sang aktor sudah merebahkan diri di kursi kosong sebelahnya.
Chanyeol mengusap rambut dan wajahnya yang basah dengan handuk yang di berikan Heechul, entahlah hari ini ia merasa sangat lemas, kepalanya pun terasa sedikit berat. Sepertinya ia demam apalagi ia baru saja melakukan adegan di bawah guyuran hujan ditambah tengah suhu tengah malam yang sangat dingin dengan waktu yang cukup lama karena harus mengulang adegan beberapa kali yang diakibatkan oleh dirinya juga, Chanyeol memang kurang fokus hari ini.
Ia juga baru ingat jika ia melewatkan sarapan dan makan siangnya Chanyeol memulai shooting pada pukul 4 sore jadi siangnya ia masih berada di apartemen tapi ia sama sekali lupa dengan makan siangnya. Dia memang bisa memasak sendiri tetapi semenjak ada Baekhyun gadis itulah yang sering memasak atau membawakan makanan untuknya, ini mungkin menjadi sebuah kebiasaannya, Ia jadi tergantung pada Baekhyun dia keenakan karena Baekhyun juga lah yang selalu mengingatkannya makan. Tetapi sekarang Baekhyun sudah tidak ada disampingnya seharusnya ia kembali membiasakan diri untuk hidup mandiri lagi seperti dulu sebelum gadis itu datang.
Heechul memperhatikan artisnya yang sedang memejamkan mata dengan alis yang sedikit mengerut seperti menahan sakit. Wajah dan mulutnya nampak pucat. Ia juga sedikit heran bukankah tadi rambut dan wajah Chanyeol sudah kering ? tapi kenapa sekarang jadi basah lagi ? dan Heechul sadar itu bukan air hujan yang tadi membasahi tubuh Chanyeol itu adalah keringat. Tapi kenapa Chanyeol berkeringat sebanyak itu? suhu disini bahkan sangat dingin dan ia tidak sedang beraktivitas yang melelahkan bukan?
Heechul menempelkan punggung tangannya kedahi Chanyeol dan Heechul langsung terkejut saat merasakan kulit Chanyeol yang sangat panas "kau demam?" tanya Heechul dengan nada khawatir.
Dengan setengah kesadaran Chanyeol berusaha membuka matanya yang terasa sangat berat dan mencoba mengambil posisi duduk dengan benar sambil memegang kepalanya yang terasa semakin pusing.
"hanya sedikit pusing hyung, tidak usah khawatir" ucapnya dengan nada yang sangat lemah.
"sedikit pusing apanya wajahmu pucat begitu. Chanyeol kau sakit lebih baik kita ke rumah sakit saja aku akan bicara pada sutradara" ujar Heechul yang hendak berdiri dari posisi duduknya tapi Chanyeol langsung menahannya.
"tidak usah Hyung, aku harus menyelesaikan satu scene lagi"
"kau mau mati di lokasi Shooting? Sudah aku mau bicara dulu pada sutradara"
"tidak usah berlebihan Hyung aku hanya sedikit pusing" Chanyeol masih saja bersikeras
"astagaa kau benar-benar keras kepala Park" Heechul mengeram kesal "kau itu sakit. Lihat wajah mu sudah sangat pucat seperti hantu, suhu tubuhmu juga sangat panas saking panasnya aku bahkan sempat berpikir untuk merebus telur dijidatmu itu. Luhan juga bisa mencekikku jika aku membiarkanmu bekerja dengan kondisi seperti ini"
Chanyeol malah terkikik mendengar omelan Heechul, ternyata Heechul masih sangat memperdulikannya padahal managernya itu pernah bilang tidak akan pernah mau memperdulikannya lagi.
"kau ternyata masih sangat memperhatikanku hyung hehe" ucapnya cengengesan. Heechul sudah sangat ingin menjitak kepala Chanyeol andai saja ia tidak ingat jika artisnya itu sedang sakit.
"biarkan aku menyelesaikan scene terakhir ini setelah itu hyung bebas membawaku ke rumah sakit manapun" ucapnya sambil berusaha berdiri dan tersenyum pada Heechul.
"terserah kau saja, aku tidak akan peduli jika nanti kau tiba-tiba mati saat pengambilan gambar biar kau kubur sendiri saja mayatmu itu. dan jika ternyata kau masih hidup aku akan membawamu ke rumah sakit jiwa" cibir Heechul lalu kembali duduk di tempatnya tadi dengan wajah kesal.
"haha ide bagus hyung, aku shooting dulu ya do'akan aku" Chanyeol pun berusaha berjalan dan berusaha terlihat sehat saat Sutradara kembali memanggilnya untuk melakukan scene terakhir di Film terbarunya ini.
"tidak akan ku do'akan, dasar orang gila" Heechul kembali mencibir. Chanyeol yang baru berjalan beberapa langkah pun bisa mendengar cibiran heechul yang berhasil membuatnya sedikit tertawa.
.
.
.
Sesuatu yang berlebihan memang tidak baik, seperti bekerja keras mungkin ? Bekerja keras memang salah satu sifat yang baik tapi jika sampai tidak memperhatikan kesehatan sendiri itu tentu salah. Seperti Chanyeol contohnya karena ia terlalu bekerja keras sampai mengabaikan kesehatan diri sendiri akhirnya ia terkena dampaknya juga, sekarang ia hanya bisa terbaring lemas di atas kasur rumah sakit.
Aktor tampan itu langsung tidak sadarkan diri sesaat setelah ia menyelesaikan scene terakhir di film terbarunya itu. Bohong jika Heechul tidak peduli buktinya ia langsung panik dan heboh sendiri untuk mencari bantuan agar bisa membawa Chanyeol ke Rumah Sakit.
"Chanyeol tidak bisa pemotretan hari ini dia sedang sakit" ucap heechul yang kini sedang berdiri di samping jendela kamar rawat Chanyeol sepertinya ia sedang menelpon seseorang.
"dia sedang sakit, dia bahkan belum sadarkan diri sampai saat ini" pria itu sedikit menaikkan nada bicaranya.
"kalau begitu batalkan saja kontraknya, aku sama sekali tidak masalah. sudah ku bilang Chanyeol tidak bisa melakukannya hari ini dia sedang sakit kau pikir artisku itu robot dia juga butuh istirahat, sudahlah terserah kau saja" Heechul langsung memutuskan sambungan telpon itu sambil mendengus kesal.
Tanpa ia sadari Chanyeol sudah membuka matanya sejak ia menaikan nada suaranya yang terdengar sangat bising. Chanyeol masih terbaring di atas kasur rumah sakit sambil memijat pelan kepalanya yang masih terasa sedikit pusing.
"kau sudah sadar?" Heechul langsung menghampirinya
"iya hyung, tapi pusing nya masih sedikit terasa" ucapnya sedkit serak.
"rasakan ! sudah ku bilang jangan memaksakan diri. Itulah imbalan untuk orang yang keras kepala sepertimu" cibir Heechul tapi Chanyeol malah tersenyum mendengarnya "kau tunggu sebentar aku akan memanggil dokter"
Setelah memanggil dokter untuk memeriksa keadaan chanyeol heechul pun pamit untuk pergi ke kantor agensi, ia ingin memperbaharui jadwal Chanyeol dia akan lebih 'melonggarkan' jadwal Chanyeol agar artisnya bisa banyak beristirahat dan itu berarti dia harus berurusan dengan beberapa pihak untuk membatalkan beberapa kontrak. Ini tidak akan terlalu sulit untuknya, Heechul terkenal sebagai manager yang 'berani' sehingga beberapa produser akan tunduk padanya ia bahkan berani mengancam untuk melaporkan pemilik managemen yang menaungi Chanyeol ke kepolisian jika orang itu memaksa Chanyeol bekerja 'seperti kuda'.
Sekarang Chanyeol hanya sendiri di ruang rawatnya, Luhan masih ada beberapa urusan di butiknya dia sedang sangat sibuk apalagi setelah menikah ia jadi semakin sibuk karena harus mengurus keluarga kecilnya bersama Sehun sehingga ia hanya bisa menelpon Chanyeol untuk menanyakan keadaannya. Chanyeol merasa sangat kesepian, tidak ada seorang pun yang menemainya, semuanya memiliki kesibukan sendiri-sendiri.
Pikirannya melayang pada sosok gadis yang sudah 2 minggu ini tidak ia ketahui kabarnya. Baekhyun mengganti no handphonenya jadi ia tidak bisa menghubungi gadis itu lagi. Heechul sebenarnya punya no handphone baru Baekhyun tapi dia tidak mau memberi tahukannya pada Chanyeol saat pria itu memintanya, biar tahu rasa katanya.
Andai saja hubungannya dengan Baekhyun baik-baik saja mungkin gadis itu sekarang berada disini, menemaninya, merawatnya, menghiburnya dengan segala tingkah laku ataupun lelucon dan celetukan-celetukan yang selalu terlontar dari mulut mungilnya. Jujur saja Chanyeol sangat merindukan keberadaan gadis itu, dia baru sadar jika Baekhyun sangat berpengaruh dalam kehidupannya. Hah kemana saja kau Park Chanyeol ?
Hanya dengan memikirkan gadis itu, dunia chanyeol seketika serasa penuh dengannya. Hingga setiap tetesan air hujan yang ia lihat dari balik jendela kamar rawatnya ini terlihat seperti air mata Baekhyun yang mengalir karenanya. Chanyeol memang Selebritis terkenal dia memiliki banyak penghasilan dari itu dia bisa membeli apapun yang ia mau dengan uangnya, dia mendapatkan banyak kasih sayang dari keluarga, kerabat dan fans-fans nya dia bisa meminta apapun dengan mudah pada mereka tapi hanya satu hal yang tidak bisa dia lakukan untuk saat ini yaitu membawa Baekhyun kembali padanya. Sekarang ia hanya bisa berharap dapat menghilangkan semua perasaan ini, perasaan yang begitu menyesakkan dadanya setiap ia mengingat Baekhyun.
Keegoisannya yang hanya memperdulikan diri sendiri telah membawanya menjadi seperti ini. Ia baru sadar betapa kejamnya dia yang seolah tidak menyadari semua perasaan Baekhyun padanya. Chanyeol bahkan tidak percaya bisa menjadi kacau seperti sekarang ini. Cinta Baekhyunlah yang senantiasa mengubahnya.
Cinta memang dapat mengubah pahit menjadi manis, debu berubah menjadi emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat dan kemarahan menjadi rahmat tapi kita juga harus berhati-hati dengan cinta karna cinta juga dapat membuat orang sehat menjadi sakit, orang gemuk menjadi kurus, orang normal menjadi gila, orang kaya menjadi miskin, raja menjadi budak, Jika kita tidak memperlakukan cinta itu dengan baik dan semuanya hanya akan berujung pada penyesalan.
Seperti yang sedang Chanyeol rasakan saat ini. Ingin rasanya ia menghentikan waktu dan mencoba kembali pada masa dimana gadis itu masih berada disini, disini bersamanya. Chanyeol mencoba mengingat kembali Baekhyun dalam setiap lembar memorinya, semua kenangan itu benar-benar menyenangkan hubungannya dengan Baekhyun benar-benar harmonis meski sering di hiasi oleh pertengkaran-pertengkaran kecil yang malah menjadi pemanis dalam hubungan mereka sebelum adanya pertengkaran hebat diantara keduanya yang disebabkan oleh perlakuan Chanyeol sendiri yang mungkin menjadi pengakhir hubungan mereka. tunggu ini semua belum berakhir, Ya setidaknya itulah harapan Chanyeol.
Cinta Baekhyun hanya seperti manusia kecil yang lemah namun mampu merubah semuanya. Merubah seluruh hidup Chanyeol, Seluruh isi dunianya. Chanyeol tidak tahu bagaimana cara berterimakasih atas cinta yang telah Baekhyun berikan padanya.
Chanyeol fikir, semua akan berhenti hanya dengan dia berhenti memikiran Baekhyun, dia bekerja keras sampai jatuh sakit seperti saat ini juga hanya untuk berusaha mengalihkan pikirannya dari Baekhyun. Tetapi disadari atau tidak hari demi hari Chanyeol juga mencoba untuk memperbaiki dirinya dan berharap agar Baekhyun bisa kembali padanya. Sepertinya, perasaannya terhadap Baekhyun mulai kembali bersemi tanpa batas.
Chanyeol kembali memejamkan matannya mencoba menemukan Baekhyun, gadis yang mungkin tidak dapat ia lihat lagi. Mencoba menajamkan pendengarannya untuk mendegar suara Baekhyun, suara gadis yang mungkin tidak dapat ia dengar lagi.
"Baekhyun-ah.." lirihnya
Boiji anheun neol chajeuryeogo aesseuda
deuliji anhneun neol deureulyeo aesseuda
Chanyeol terperanjat kaget mendengar lantunan lagu yang terdengar jelas di telinganya dengan suara yang cukup keras. Pria itu langsung membuka mata dan ia melihat Heechul sedang berdiri disamping ranjangnya sambil memegang handphone yang ia tempelkan tepat di telinga Chanyeol handphone itu tengah memutar lagu dari boyband ternama EXO dengan judul Miracle in December, Chanyeol merasa lagu ini sangat menyindir keadaanya saat ini.
"Hyung apa yang kau lakukan?" tanya Chanyeol dengan nada sedikit ketus sambil menjauhkan handphone Heechul dari telinganya.
"aku hanya ingin melengkapi kegalauan mu dengan lagu yang sesuai, kau sedang memikirkan Baekhyun kan?" tebak Heechul dengan nada mengejek.
Chanyeol menghela nafas panjang "hyung mengintipku yah? Sejak kapan hyung berada disini?"
"eiiyyy percaya diri sekali kau, aku baru saja datang dan aku melihatmu sedang memejamkan mata sambil terus menggumamkan nama Baekhyun, kau pasti sedang merindukannya kan sudahlah jujur saja padaku"
"sejak kapan aku bisa menyembunyikan sesuatu dari mu, hyung pasti selalu bisa menebaknya"
"hahaha RASAKAN, saat ini kau pasti sedang menyesalkan ? hahahahaha rasakan Park" Heechul terlihat senang sekali melihat penderitaan Chanyeol kali ini.
"aisshhh kenapa Hyung terlihat puas sekali melihatku seperti ini" Chanyeol langsung menarik selimutnya hingga batas leher lalu mengubah posisinya menjadi membelakangi Heechul.
Heechul terkikik geli melihat Chanyeol yang marah padanya, pria itu mengeluarkan handsfree dari tas kecil yang ia bawa lalu menyambungkannya pada handphone putih miliknya, dia memasangkan salah satunya ke telinga kirinya lalu memasangkan satunya lagi ke telinga kanan Chanyeol.
"Hyung kau mau apa lagi, jangan mencekokiku dengan lagu-lagu yang-"
"Hallo?" Chanyeol langsung mematung saat mendengar suara yang saat ini sedang ia rindukan.
Pria itu langsung mengambil posisi duduk sambil menghadap Heechul yang kini sudah duduk di atas kursi yang ia simpan di samping kanan ranjang Chanyeol. Chanyeol baru mau membuka mulutnya tapi Heechul langsung menempelkan jari telunjuknya di depan mulut menyuruh Chanyeol agar tetap diam. Baekhyun pasti akan langsung memutuskan sambungan telponnya jika ia tahu Chanyeol juga sedang mendengarnya.
"Hallo? Heehul Oppa? Halloooo?" Baekhyun mengulang-ulang sapaannya saat dia tidak juga mendengar balasan dari Heechul.
Chanyeol mengigit bibir bawahnya sambil mengepalkan tangan gemas, ia sangat ingin bicara pada Baekhyun. Ingin mengatakan betapa rindunya ia pada gadis itu tapi ia tidak mungkin melakukannya. Setidaknya untuk saat ini.
"Hallo Baek, apa kabar?" tanya Heechul ceria. Ia puas sekali melihat ekspresi Chanyeol yang seolah sangat iri melihatnya yang bisa dengan bebas berbicara dengan Baekhyun.
"aku baik-baik saja Oppa, bagaimana dengan Oppa?"
"aku juga baik-baik saja, bagaimana dengan kuliahmu manis?"
"kuliahku juga baik-baik saja Oppa semuanya berjalan dengan lancaaar kkk~" Baekhyun menjawab dengan nada imut yang sangat menggemaskan. Jika saja Chanyeol sudah kehilangan seluruh akal sehatnya mungkin pria itu sudah pergi menyusul Baekhyun ke Pohang sekarang juga.
"hahaha baguslah jika begitu, Baekkie sebenarnya ada yang ingin Oppa katakan padamu. Ini mungkin tidak penting untukmu tapi aku rasa aku harus mengatakannya" ucap Heechul membuat Chanyeol yang berada disampingnya mengerutkan kening, apa yang akan Heechul katakan ?
"ada apa Oppa?"
"ini tentang Chanyeol" ucap Heechul tanpa pikir panjang dan Chanyeol hanya bisa membelalakan matanya.
"..." Baekhyun tidak menjawab apapun, raut wajah Chanyeol langsung meredup. Apa Baekhyun tidak mau tahu apapun tenangnya lagi ?
"ah maaf-maaf aku tidak akan mengatakan apapun tentangnya jika kau tidak mau tahu. kita bahas yang lain saj-"
"katakan saja"
"ya?"
"katakan saja apa yang ingin Oppa beritahukan padaku"
"ah baiklah, begini baek sebenarnya aku hanya ingin memberitahumu jika Chanyeol sedang sakit sekarang ia sedang di rawat di rumah sakit"
"sakit apa?"
"dia terlalu kelelahan, dia juga sering melewatkan waktu makannya dokter juga bilang ia mengalami gejala stress karena terlalu banyak pikiran"
"hhhhhhh" Baekhyun menghela nafas panjang "Oppa~"
"ya?"
"aisshh kenapa dia bisa seceroboh itu sampai lupa makan, dia pikir dia superhero yang begitu kuat dia jugakan butuh asupan makanan apalagi jadwalnya sangat padat. dia benar-benar bodoh" gerutu Baekhyun di sebrang sana
"kau seperti baru tahu saja, Chanyeol kan memang bodoh" ucap Heechul sedikit bercanda dan Chanyeol langsung memelototinya tapi ia senang juga mendengar gerutuan Baekhyun, ia bahkan sangat merindukan gerutuan yang sebenarnya sarat akan perhatian seperti yang biasa Baekhyun berikan untuknya "tapi kau tenang saja aku sudah berusaha untuk sedikit melonggarkan jadwalnya untuk beberapa minggu kedepan, dia butuh banyak waktu untuk istirahat"
"baguslah, suruh ia istirahat yang banyak jika tidak dia akan mati muda. Dan... ngg Oppa boleh aku minta sesuatu?"
"tentu katakan saja"
"tolong ingatkan ia untuk makan, jangan sampai ia kembali jatuh sakit karena lupa makan" senyuman Chanyeol langsung mengembang saat mendengar kan ucapan baekhyun yang ini. Gadis ini ternyata masih sangat mengkhawatirkannya.
"oke, kau serahkan saja padaku jika ia susah di suruh makan aku akan menyuapinya secara paksa dengan sendok semen agar ia kapok kkk~"
"hahhaha" Baekhyun tertawa lepas di sebrang sana. Astaga chanyeol benar-benar ingin menyusulnya ke Pohang sekarang juga.
"Oppa sebentar lagi aku harus masuk kelas aku tutup dulu telponnya tidak apa kan?"
"ah ya tidak apa-apa, belajar yang rajin anak manis"
"hehe tentu, Bye Oppa~"
"Bye bye Baekkie"
Heechul pun memutuskan sambungan telponnya. Ia melepaskan handsfree yang ada di telinganya dan telinga Chanyeol.
"Bagaimana? Sudah sedikit terobatikah rasa rindumu pada Baekhyun?" tanya Heechul sambil kembali memasukkan handphone dan handsfree nya kedalam tas kecil yang ia bawa.
"sangat hyung, terima kasih banyak" Chanyeol tersenyum penuh arti pada Heechul. Heechul benar-benar sudah banyak membantunya selama ini.
Sebenarnya ia merasa sangat menyedihkan, dia hanya bisa mendengar suara Baekhyun tanpa bisa bicara padanya. Tetapi dia bersyukur juga karena setidaknya Heechul mau membantunya untuk sedikit mengobati rasa rindunya pada Baekhyun.
"kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kita inginkan dan menyayat sedalam yang kita ijinkan, yang berat bukan bagaimana cara menangani kesedihan dan kerinduan kita itu tapi bagaimana cara belajar darinya" Heechul menepuk bahu Chanyeol pelan mencoba memberi nasehat pada sepupunya meski ia tahu Chanyeol belum tentu mau mendengarkan setiap nasehatnya.
Chanyeol mengangguk sambil tersenyum entah ia mengerti atau tidak dengan apa yang di katakan Heechul barusan "ya terima kasih Hyung"
"kau harusnya sadar diri. Kau banyak hutang budi padaku" ucap Heechul dengan nada bercanda.
"aku tahu, kau yang terbaik Hyung"
"tentu saja, sudah cepat istirahat sana aku masih ada urusan dengan beberapa orang untuk membatalkan kontrakmu"
"baiklah, aku akan istirahat seperti apa yang Baekhyun katakan tadi" ucap Chanyeol kegirangan
"cih menggelikan. Putuskan dulu Krismu itu baru kau bisa berharap Baekhyun mau kembali padamu" cibir heechul
"ya aku akan memikirkannya nanti" Chanyeol langsung merebahkan kembali badannya di atas kasur.
"terus saja di nanti-nanti, bersiaplah dari sekarang kau tetap harus menghadapi Kris juga nanti. Sekarang mungkin kau bisa bebas memikirkan Baekhyun karena Kris sedang tidak ada disini tapi jika Kris kembali ? kau bisa apa? Kau kan uke labil paling juga kau kembali lagi padanya"
"Hyung kau membuatku kembali pusing"
"cih alasan, yasudah istirahat lagi sana, aku pergi dulu masih ada beberapa urusan yang harus aku urus"
"tunggu Hyung" Heechul menghentikan langkahnya lalu menunggu Chanyeol melanjutkan ucapannya "nanti jika kau mau menelpon Baekhyun lagi beritahu aku ya, aku ingin mendengarkan suaranya lagi hehe"
"tidak akan ! kecuali kau benar-benar sudah putus dengan Kris"
"HYUUUNG~"
.
.
.
Baekhyun menghela nafas panjang setelah memutus sambungan telponnya dengan Heechul. Dia sedang berjalan menuju kelas bersama Zitao mereka baru keluar dari kantin kampus, Baekhyun juga sudah menceritakan semuanya pada sahabatnya itu.
Tao memandang penasaran kearah Baekhyun dia heran melihat Baekhyun yang terlihat tiba-tiba murung setelah bertelpon dengan Heechul. Tao tahu Baekhyun sedang dalam mood yang kurang baik beberapa hari ini, lebih tepatnya semenjak ia menginjakkan kaki di Pohang, moodnya sama sekali belum membaik. Sebenarnya ia sangat penasaran tapi dia urungkan niatnya untuk bertanya, dia tidak mau kena semprot dari anak nakal yang sedang badmood.
"kau tidak mau bertanya apa-apa padaku?" tanya Baekhyun tanpa menatap Tao gadis itu malah menyibukkan diri dengan handphonenya
"bolehkah?"
Baekhyun sedikit tersenyum "pertanyaan bodoh apa itu Zitao? Sejak kapan aku melarangmu untuk bertanya?"
Tao mengusap tengkuknya sambil meringis "kau begitu sensitif akhir-akhir ini Baek, aku hanya tidak mau kena semprot saja jika aku bertanya tentang hal yang akhir-akhir ini kau hindari"
Baekhyun terdiam beberapa saat lalu memandang Tao dengan tatapan bersalah "maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu hanya saja beberapa hari kebelakang aku sedang dalam mood yang buruk tapi sekarang sudah tidak, kau bebas bertanya apapun padaku aku akan menjawab semuanya" gadis ini kembali menunjukkan senyumannya. Tao sudah lama sekali tidak melihat Baekhyun tersenyum.
"hehe benarkah?" Baekhyun mengangguk mengiyakan. "baiklah, tadi jika aku tidak salah dengar kau bicara tentang sakit kau juga terlihat sangat khawatir memangnya siapa yang sakit?"
"Chanyeol" jawab Baekhyun langsung membuat Tao membelalakan matanya.
"APA? ASTAGA CHANYEOL OPPA SAKIT APA BAEKKIE ? CEPAT BERITAHU AKU" Tao tiba-tiba memekik dengan cukup keras. Dia memang ikut kesal pada Chanyeol yang sudah berani-beraninya menyakiti hati sahabatnya itu tapi disisi lain jiwa Fangirl nya masih saja belum hilang, dia masih sangat mengagumi sosok Chanyeol sebrengsek apapun dia.
"tutup mulutmu Zitao atau aku tidak akan mau berteman denganmu lagi" ancam Baekhyun, dia hanya tidak ingin ada fans Chanyeol yang mendengar pekikkan Tao barusan dia tidak mau kembali di todong berbagai pertanyaan yang membuat nya pusing seperti tadi pagi.
Tadi pagi saat ia baru menginjakkan kembali kakinya di kampus ini, rombongan fans Chanyeol langsung mengerubunginya dengan berbagai macam pertanyaan. Berita tentang hubungannya dengan Chanyeol pasti sudah di ketahui oleh mereka semua mereka terus menanyai Baekhyun tentang banyak hal yang membuat Baekhyun sangat pusing, mereka memang tidak berniat menyakiti Baekhyun tapi Tao mengerti jika mereka cukup membuat Baekhyun terganggu dan membuat moodnya semakin memburuk jadi Tao langsung menempatkan diri sebagai tameng Baekhyun untuk menghadapi fans-fans labil itu dengan ancaman akan me-wushu mereka satu per satu jika mereka masih terus mengganggu ketenangan Baekhyun. Tao memang sahabat yang baik meski terkadang menyebalkan.
"oke maafkan aku, aku tidak sengaja. Jadi... Chanyeol Oppa sakit apa?" Tao kembali bertanya.
Bukankah dia adalah salah satu fans yang beruntung ? ia bisa mendapatkan info-info terbaru dari idolanya dengan mudah dan dari sumber yang sangat di percaya.
"dia hanya kelelahan, lupa makan dan sedikit stress" Jawab Baekhyun.
"stress ? sepertinya dia stress memikirkanmu Baek"
"omong kosong, dia mana ingat padaku paling dia sedang bersenang-senang dengan pria bernama Kris itu"
"jangan berprasangka buruk, aku yakin salah satu penyebab dia stress adalah kau"
"jadi menurutmu itu salahku begitu? kau pikir siapa yang membuatku seperti ini ? yang ada aku yang stress karenanya" Tao menghela nafas saat mendengar jawaban ketus dari Baekhyun. Dia sudah mulai terbiasa dengan mood baekhyun yang sangat mudah berubah.
Tao tiba-tiba berhenti berjalan lalu memperhatikan Baekhyun dengan intens membuat Baekhyun menatap heran ke arahnya. Tao memicingkan matanya sambil terus memperhatikan Baekhyun seolah sedang meneliti sesuatu.
"ishh Tao apa yang kau lakukan?" Baekhyun menggeram kesal dengan kelakuan Tao yang aneh itu.
Tao mengangguk-anggukan kepalanya sambil menempelkan jari telunjukknya di dagu seolah telah mendapat jawaban dari acara 'mari meneliti baekhyun' itu.
"Kau nampaknya masih mencintai Chanyeol Oppa, bohong sekali jika kau bilang kau membencinya sedangkan kau masih sangat mengkhawatirkan keadaannya. Cinta dan benci itu memang beda tipis" ucap Tao yang mengambil kesimpulan sendiri lalu berjalan duluan meninggalkan Baekhyun yang terdiam sambil membelalakan matanya.
Baekhyun akhirnya sampai di kelas, dia langsung mendudukkan dirinya di bangku yang biasa ia duduki tepat di sebelah Tao. Dia memperhatikan Gadis Cina itu yang kini nampak sedang sibuk sendiri dengan handphonennya.
"Baek lihatlah aku menemukan kata-kata bijak di Internet, coba kau baca" Tao lalu menyodorkan handphonenya pada Baekhyun. Baekhyun pun menerima handphone Tao dan langsung membacanya.
Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal
Jika kita masih mau mencoba
Jangan sesekali menyerah
Jika kita masih merasa sanggup
Jangan sesekali mengatakan kita tidak mencintainya lagi
Jika kita masih tidak dapat melupakannya
"APA KAU SEDANG BERUSAHA MENYINDIRKU HUANG ZITAO?" Baekhyun mengeram kesal sedangkan Tao hanya tersenyum mesem. Gadis China ini di kasih hati minta jantung, sudah syukur Baekhyun mau menjawab semua pertanyaannya tadi, sekarang malah melunjak.
.
.
.
Pagi ini Luhan sedang sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuknya dan sang suami. Dia sudah tidak lagi tinggal di apartemennya dulu begitupun dengan Sehun, semenjak menikah mereka langsung pindah ke rumah baru yang sudah di beli oleh Sehun dari sebelum mereka menikah.
Sehun duduk di atas sofa ruang tv sambil menonton berita pagi ini sambil menyesap kopi buatan Luhan. Sehun sedikit mengerutkan kening saat melihat sebuah tanyangan iklan produk kesehatan pria dengan model iklannya yang terlihat cukup familiar. Dia memutar otaknya mencoba untuk mengingat siapa model iklan itu tapi ingatannya sedang sangat buruk. Entah kenapa dia penasaran sekali dengan model pria itu.
"Luu~ sayang kemarilah" panggilnya
"ada apa Hun ? aku sedang menyiapkan sarapan untuk kita dulu" jawab Luhan yang masih berkutat di dapur.
"sayang kau harus melihat ini, cepat kemarilah" ujar Sehun tidak sabaran.
Luhan pun segera menyusul Sehun ke ruang TV dia penasaran juga kenapa Sehun menyuruhnya cepat-cepat siapa tahu memang ada yang penting.
"ada apa sih Hun?" tanyanya setelah ia berdiri di samping sofa yang Sehun duduki.
"apa kau tahu siapa pria yang menjadi model iklan itu ? aku rasa aku pernah melihatnya tapi aku lupa dimana tepatnya" tanya Sehun membuat Luhan mengalihkan pandangannya pada televisi layar datar yang tertempel di dinding rumah mereka. televisi itu sedang menampilkan seorang pria yang tengah mempromosikan produk kesehatan di alam terbuka dan Luhan sangat tahu jika iklan itu di ambil di Korea. Ini berarti...
PRANGG
Gelas berisi susu coklat yang Luhan bawa itu langsung jatuh ke lantai dan pecah berkeping-keping Sehun juga ikut kaget melihat reaksi Luhan barusan.
"Lu-"
"Sehun tolong antarkan aku ke rumah sakit sekarang juga aku ingin bicara dengan chanyeol" ucap Luhan dengan nada datar, Sehun tahu pasti ada yang tidak beres. Ia menyesal juga sudah bertanya pada Luhan tentang model iklan itu, tahu begini ia tidak akan memanggil Luhan tadi.
"kita sarapan dulu ya sayang tadi kau kan sudah memasak, bukankah kita akan ke rumah sakit nanti siang?" Sehun mencoba untuk membujuk Luhan yang sekarang terlihat sedang tidak baik-baik saja. Dia mengusap-usap punggung Luhan dengan penuh sayang.
Luhan langsung menggeleng kencang "tidak Hun, aku ingin ke rumah sakit sekarang juga"
"iya iya tapi kita sarapan dulu yaa sayang ya, ayo-ayo kita ke meja makan sekarang" sehun berusaha untuk menuntun luhan menuju meja makan tapi Luhan langsung menolaknya.
"Tidak sehun ! aku ingin ke rumah sakit sekarang, terserah jika kau mau sarapan dulu biar aku kesana sendirian saja" Luhan beranjak menuju pintu namun sehun segera menahannya dia mana bisa membiarkan Luhan pergi sendiri dengan keadaan sekacau ini.
"oke oke kita pergi sekarang aku bawa dulu kunci mobil di kamar kau tunggu dulu disini ya sayang ya jangan kemana-mana" Luhan mengangguk lemah.
Sehun segera berlari menuju kamar mereka di lantai dua, dia harus bergerak cepat sebelum Luhan bosan menunggu dan memutuskan untuk pergi sendiri ke Rumah Sakit.
.
.
.
Sepasang pengantin baru itu sudah sampai di Rumah Sakit, sesaat setelah Sehun memakirkan mobilnya mereka langsung masuk kedalam gedung yang di dominasi warna putih itu. Luhan berjalan dengan tergesa-gesa sedangkan Sehun hanya mengikutinya dari belakang. Mereka sedang berjalan menuju kamar rawat Chanyeol.
Luhan menghentikan langkahnya saat melihat ada dua orang Pria yang salah satunya sangat ia kenal sedang bicara di depan kamar rawat adiknya, salah satu Pria itu adalah Heechul. Siapa orang yang berada di depan Heechul itu ? kenapa Heechul serius sekali bicara dengannya. Pria di depan Heechul itu berbadan menjulang tinggi, bentuk tubuh nya sangat profesional dan potongan rambutnya sama percis seperti potongan rambut model iklan yang tadi Luhan lihat di televisi. Tunggu, apa mungkin pria itu adalah...
"Kris, sudah kubilang berapa kali jangan temui Chanyeol kesini Luhan akan kemari hari ini kau mau ketahuan olehnya ?" Heechul berujar pelan dengan nada gemas tapi Luhan masih bisa mendengarnya.
Ternyata benar, Pria itu adalah Pria yang paling Luhan benci di dunia ini. Luhan mengepalkan kedua tangannya menahan amarah. Nafas nya memburu, nafsu nya lansung melonjak sampai ubun-ubun ia sangat ingin meledak sekarang juga. Ada urusan apa Pria itu kembali lagi ke Korea ? Luhan memang tidak tahu sejak kapan Kris kembali ke Korea ini adalah kali pertamanya melihat pria itu lagi setelah terakhir kali pertemuan mereka yang amat sangat tidak baik.
Sehun yang paham situasi langsung mengelus-elus punggung Luhan berusaha untuk meredakan emosinya. Ia sudah sangat mengerti, istrinya ini memang tipe gadis yang lembut tapi jika ia sudah marah maka ia akan berubah menjadi singa betina yang siap mencabik-cabik mangsanya.
"Hyung aku mengkhawatirkannya. Aku hanya ingin menengok kekasihku dan aku tidak peduli apapun yang terjadi meski Luhan akan membunuhku sekali pun aku sangat mengkhawatirkan Chanyeol" Pria itu masih bersikeras untuk masuk kedalam ruang rawat Chanyeol dan Heechul pun tidak menyerah untuk menahannya.
Emosi Luhan semakin membara saat mendengar ucapan Kris. Kekasih dia bilang? jadi selama ini Chanyeol masih berhubungan dengannya? Keparat ini benar-benar keterlaluan, Luhan telah dibohongi oleh adiknya sendiri, dia akan membuat perhitungan pada Chanyeol lihat saja nanti. Dia tidak akan memaafkan Chanyeol jika adiknya itu masih tidak mau melepaskan Kris. Chanyeol bilang padanya jika ia sudah berpacaran sungguhan dengan Baekhyun lalu kenapa Pria ini masih mengatakan jika ia juga kekasih Chanyeol, Luhan benar-benar tidak menyangka jika Chanyeol sudah berani berbohong padanya.
"astaga Kris kenapa kau keras kepala bagaimana jika lu- LUHAN?" Heechul membelalakan matanya saat menyadari Luhan sudah berada di belakang mereka dengan ekspresi yang menunjukkan jika dia benar-benar sedang tidak baik-baik saja.
Kris membalikkan badannya mengikuti arah pandangan Heechul dan matanya langsung terbelalak saat melihat Luhan sudah berdiri beberapa meter darinya. Luhan sudah sangat ingin menghajar pria di depannya ini tapi ia sadar mereka masih berada di rumah sakit dia tidak mau membuat keributan disini.
"bisa kita bicara di tempat lain?" tanyanya sambil mencoba sekuat tenaga untuk menahan amarahnya.
"baiklah" jawab Kris. Dia bukan pengecut, dia tidak akan kabur lagi dari Luhan.
"kita bicara di apartemen Chanyeol" Kris mengangguk mengiyakan.
Apartemen Chanyeol memang yang paling dekat dari rumah sakit. Luhan melangkahkan kakinya menjauh dari depan kamar rawat adiknya itu di ikuti Sehun yang masih berusaha menenangkannya. Sehun benar-benar menyesal telah menanyakan model iklan yang ternyata Kris itu pada Luhan tadi saat di rumah.
"Kris kau jangan macam-macam" ucap Heechul berusaha menahan Kris untuk mengikuti Luhan. Dia tidak mau melihat perang dunia ke 3 setelah ini.
"aku tidak akan macam-macam Hyung, Luhan lah yang akan macam-macam padaku" ucap Pria itu sedikit tersenyum "aku hanya ingin menunjukkan pada Luhan jika aku benar-benar serius pada Chanyeol. Aku harus menghadapinya jika aku masih mau bersama Chanyeol" Kris kembali tersenyum sambil menepuk bahu Heechul lalu segera berjalan mengikuti Luhan yang sudah mulai menjauh.
Heechul menghela nafas panjang melihat mereka semakin menjauh, sesuatu yang buruk pasti akan terjadi setelah ini entah itu pada Kris ataupun pada Luhan. Pria itu langsung masuk kedalam ruang rawat Chanyeol. Heechul bisa melihat Chanyeol yang tengah terduduk anteng bermain psp di atas ranjangnya. Sepertinya ia tidak mendengar perbincangan mereka di luar tadi.
Heechul merampas psp milik Chanyeol itu membuat pemiliknya mendengus kesal "Hyung apa-apaan sih?"
"aku membawa kabar buruk tentang kekasihmu" ucap Heechul dengan nada datar
"kabar buruk? Apa? Apa terjadi sesuatu pada Baekhyun ? Hyung cepat katakan padaku" tanyanya dengan nada Khawatir
Heechul merasa sedikit senang mendengar Chanyeol menganggap kata 'kekasih' yang Heechul ucapkan tadi adalah Baekhyun. Apa dia sudah mulai melupakan Kris? Bukankah Kris juga adalah kekasihnya ? dia juga senang mendengar Chanyeol begitu khawatir pada Baekhyun. Dia sangat ingin menggoda Chanyeol tapi ia tahu ini bukan waktu yang tepat.
"bukan Baekhyun, memangnya kau pikir dia masih kekasihmu? cih. Ini tentang kekasih Pria mu" ucap Heechul dengan nada malas.
"Kris Hyung? Ada apa dengannya?" ternyata sama saja. Dia juga masih mengkhawatirkan Kris. Buktinya nada bicaranya sama dengan tadi saat ia menanyakan tentang Baekhyun. Tapi setidaknya nama Baekhyun lah yang pertama kali ia tanyakan.
"tadi dia bertemu Luhan di depan"
"APA?"
.
.
.
Suasana apartemen Chanyeol terasa sangat dingin. Luhan, Sehun dan Kris sedang berada di ruang tamu. Kris menundukkan kepalanya dia tidak berani melihat Luhan yang kini tengah memandangnya dengan tatapan tajam seolah ia ingin sekali menguliti kulit Kris dengan tatapannya itu.
Ruangan yang tadinya terlihat rapi sekarang sudah berubah seperti kapal pecah. Kris sudah menjelaskan semuanya, menjelaskan jika ia masih berhubungan dengan Chanyeol bahkan dengan beraninya ia meminta restu Luhan terhadap hubungan mereka. tapi bukan restu yang luhan berikan gadis ini malah menamparnya dengan keras sambil terus memakinya. Luhan tentu sangat marah ia mengamuk seperti orang kesurupan dengan membanting benda apapun yang ada di dekatnya. Sehun sudah berusaha menenangkannya tapi semuanya sia-sia Luhan sudah kepalang emosi.
Luhan benar-benar tidak habis pikir Chanyeol bisa melakukan semua ini di belakangnya. Lalu bagaimana dengan Baekhyun ? Luhan benar-benar tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Baekhyun jika gadis itu mengetahui semuanya. Oh Luhan seharusnya kau tahu bagaimana reaksi Baekhyun waktu itu.
Luhan menangis tersedu-sedu di pelukan suaminya, Sehun terus mengusap punggung Luhan sambil terus membisikkan kata-kata menenangkan untuk istrinya. Penampilan Kris saat ini juga sangat jauh berbeda dari penampilannya sebelum datang kemari. Rambutnya sudah tidak berbentuk karena Luhan menjambakkinya tadi, badannya juga terasa remuk karena Luhan juga memukulinya membabi buta Luhan memang seorang wanita tapi tenaganya tidak bisa diragukan.
"maaf kan aku Lu, aku hany-"
"DIAM KAU"
PRANG
Luhan kembali emosi mendengar suara Kris. Dia mengambil sebuah hiasa di atas meja sebelahnya yang terbuat dari keramik lalu melemparkannya pada Kris. Anarkis memang, untung saja Kris bisa menghindari lemparan Luhan itu. Sehun jadi gemas sendiri kenapa Kris harus bicara lagi, membuat Luhan kembali emosi saja padahal tadi Luhan sudah mulai tenang.
Luhan kembali menangis, tubuhnya merosot kebawah ia menyembunyikan wajahnya yang penuh air mata di balik kedua lututnya, bahunya pun berguncang keras. Kris menatapnya sendu, apa ia salah jika ia ingin memperjuangkan hubungannya dengan Chanyeol ? lagi pula ia dan Chanyeol kan saling suka kenapa dunia begitu tidak adil pada mereka? kenapa pasangan lain bisa bersama tetapi dia dan Chanyeol tidak boleh ? ia tahu dan sangat tahu hubungan ini memang tidak benar. Tapi siapa juga yang mau seperti ini ? dia juga sebenarnya tidak mau, tapi hatinyalah yang menuntun dirinya untuk mencintai Chanyeol. Apa ia harus menyalahkan perasaan cintanya ini ? tapi bukankah cinta itu adalah anugrah dari Tuhan ? lalu kenapa Tuhan memberinya perasaan seperti ini jika orang lain menganggap perasaannya ini salah?
Luhan mendongkakkan wajahnya yang dipenuhi airmata, mata dan hidungnya sudah memerah karena kebanyakan menangis.
"Kris" panggilnya lirih. Ini adalah kali pertamanya Kris mendengar Luhan memanggil namanya lagi. Kris tahu Luhan sangat membencinya bahkan untuk menyebut namanya saja kakak Chanyeol ini tidak akan sudi.
"aku mohon, aku mohon dengan sangat tolong tinggalkan Chanyeol" ucapnya sedikit bergetar, suaranya juga terdengar agak serak khas orang yang habis menangis.
"tidak Lu, aku tidak bisa meninggalkannya" Kris menggeleng pelan. Niatnya sudah kuat, dia akan mempertahankan hubungannya dengan Chanyeol apapun yang terjadi.
Luhan berdiri lalu berjalan mendekati Kris dengan lunglai. Kris sudah memejamkan matanya bersiap untuk mendapat pukulan, tamparan atau jambakan lagi dari Luhan tapi ia sama sekali tidak merasakan apa-apa.
"Luhan~" hingga panggilan dengan nada lirih Sehun pada istrinya itu membuatnya penasaran dan membuka mata.
Kris langsung terperanjat kaget melihat Luhan yang tengah berlutut di depannya. Alisnya menyatu menatap heran pada Luhan "Lu-Luhan apa yang kau lakukan?"
"Aku tidak pernah berlutut di depan siapapun termasuk orang tuaku maupun Sehun, suamiku hiks Kuharap kau bisa mengerti betapa memohonnya aku padamu Kris... hiks aku mohon dengan amat sangat, demi Tuhan Kris tolong tinggalkan Chanyeol, hubungan kalian tidak benar, aku mohon~"
Kris tidak menjawab ia terpaku di tempatnya, ia tidak menyangka Luhan akan sampai berlutut padanya sambil menangis dan terlihat sangat lemah seperti ini. Kenama perginya Luhan yang tadi mengamuk seperti orang kesurupan ? kenapa sekarang di depannya malah Luhan yang lemah dan seperti orang yang sangat putus asa. Jujur saja Kris lebih suka Luhan yang mengamuk padanya daripada seperti ini, karena hatinya bisa saja luluh melihat seorang wanita berlutut sambil menangis begini padanya.
"Aku mohon Kris... hiks aku akan melakukan apapun dan memberikan apapun yang kau mau asal pergilah dari kehidupan Chanyeol... hiks aku mohon~"
BRAK
Pintu apartemen Chanyeol terbuka lebar menunjukkan Chanyeol dan Heechul yang tengah terengah-engah, Chanyeol terlihat sangat panik ia bahkan masih menggunakan pakaian pasien. Mata bulatnya langsung terbelalak kaget, ia bukan kaget melihat keadaan apartemennya yang nampak seperti bagunan bekas kena gempa bumi ia kaget karena melihat Noona kesayangannya berlutut di depan Kris, ia tidak menyangka Luhan akan sampai seperti ini.
"aku akan pergi jika Chanyeol yang memintaku untuk pergi dari kehidupannya" ucap Kris.
Luhan menghela nafas panjang, bibirnya masih bergetar. Ia berdiri lalu memandang Chanyeol dengan tatapan memohon. Berharap agar adiknya itu akan meminta Kris untuk pergi dari kehidupannya. Tapi apa yang ia dapat ? Chanyeol malah ikut diam di depannya, Luhan masih menunggunya hingga beberapa menit terlewati dan Chanyeol masih diam membuat emosinya kembali memuncak. Chanyeol benar-benar tidak punya otak, Heechul yang berada di belakangnya sudah sangat ingin membenturkan kepala Chanyeol ke tembok dengan keras agar otaknya bisa sedikit berfungsi. Apa masih kurang pengorbanan orang-orang disekitarnya ini untuknya ?
"kau tidak mau melakukannya? Kau tidak mau memintanya untuk pergi dari kehidupanmu ?" tanya Luhan lirih sambil menggeleng-gelengkan kepalanya lemah dia tidak habis pikir Chanyeol bisa seperti ini.
Chanyeol masih diam, dia bukannya tidak mau tapi ia masih tidak bisa membayangkan bagaimana jika Kris benar-benar pergi dari kehidupannya. Dia masih membutuhkan Pria itu, Kris juga banyak berjasa dalam hidupnya, dia tidak mungkin meminta orang yang sudah banyak membantunya untuk pergi dari hidupnya kan ?
"Noon-"
"JANGAN PANGGIL AKU NOONA" Luhan berteriak histeris "aku tidak mau memiliki adik sepertimu jadi jangan pernah memanggilku Noona lagi, aku bukan kakakmu" matanya nyalang menunjukkan kemarahan, dia benar-benar marah.
Luhan berjalan dengan cepat menuju Sehun lalu merebut kunci mobil yang tengah di genggam suaminya itu "Lu kau mau kemana ?" tanya Sehun khawatir.
"aku mau menemui Baekhyun"
"Baekhyun berada di pohang sayang. biar aku antar ya, sini kembalikan kunci mobilnya" bujuk Sehun sambil mengikuti langkah Luhan.
"aku tidak peduli aku akan tetap menemuinya dan aku mau menemuinya sendiri"
"sayang kau tidak boleh menyetir dengan keadaan seperti ini, Pohang itu jauh. biar aku antar ya aku akan mengantarmu ke rumah Baekhyun aku janji"
"Sehun aku sedang ingin sendiri" Luhan menaikkan nada bicaranya. Sehun tidak menyerah meski ia tidak bicara lagi tapi ia tetap mengikuti langkah Luhan yang tergesa-gesa.
Chanyeol mencegahnya di depan pintu bersama Heechul "jangan halangi aku Oppa" ucap Luhan dengan nada dingin pada heechul ia sama sekali tidak memperdulikan keberadaan Chanyeol sedikitpun.
Chanyeol berusaha meraih tanggan Luhan untuk mencoba mencegahnya tapi hal itu malah membuat Luhan tambah emosi "JANGAN SENTUH AKU aku tidak sudi di sentuh olehmu" teriaknya membuat Chanyeol langsung menjauhkan kembali tangannya dari Luhan lalu menatap sedih pada kakaknya itu.
"Noona aku akan mem-"
"AKU BILANG JANGAN PANGGIL AKU DENGAN PANGGILAN ITU LAGI KAU BUKAN ADIKKU" teriak Luhan membuat Chanyeol semakin menunduk sedih. Bahkan ia belum sempat menyelesaikan ucapannya.
"menyingkir atau aku akan lompat dari balkon" ucap Luhan dingin. Mereka semua tahu Luhan tidak pernah main-main dengan ucapannya apalagi jika ia sedang emosi begini. Heechul dan Chanyeol pun mengalah dan membiarkan Luhan keluar dari apartemen ini tapi mereka masih mengikutinya dari belakang.
Luhan berjalan cepat menuju lift yang kebetulan tengah terbuka dan setelah berada di dalam lift ia langsung menutup pintunya dengan tombol otonatis. Dia tidak akan membiarkan Heechul, Sehun apalagi Chanyeol dan Kris untuk mengikutinya.
Chanyeol, Kris, Sehun dan Heechul tidak kehabisan akal mereka langsung berlari menuju tangga darurat untuk menyusul Luhan yang sepertinya sedang menuju basement. Mereka terus menuruni tangga itu dengan cepat.
"Kris sebaiknya kau tidak usah ikut, Luhan akan semakin emosi jika melihatmu"
"tapi aku-"
"kau juga Park idiot, kau masih sakit kau tunggu saja di apartemen biar aku dan Sehun yang mengurus Luhan"
"Tidak, aku tidak mau terjadi sesuatu pada Noona"
"ishhh dasar pasangan keras kepala, kalian harusnya tahu diri, kalianlah yang membuat Luhan seperti ini" Heechul terus saja berbicara sambil berlari menuruni tangga.
"Hyung apa kau bisa diam dulu aku pusing mendengarnya, aku benar-benar sangat khawatir pada Luhan" Sehun berujar kesal dan Heechul langsung meminta maaf lalu diam tanpa berbicara lagi.
Ke empat pria itu pun akhirnya sampai di basement dengan nafas terengah-engah oh ayolah mereka baru saja turun dari lantai 12 dengan menuruni tangga sambil berlari tidakkah itu menyiksa? Sehun langsung berlari lagi menuju tempat ia menakirkan mobil tadi sedangkan ke tiga pria lainnya hanya mengikutinya dari belakang. tapi mereka tidak menemukan apa-apa disana, Luhan pasti sudah pergi meninggalkan gedung apartemen ini.
"hyung mobilmu mobilmu" Chanyeol berkata dengan kurang jelas saking khawatirnya dia hanya bisa menunjuk-nunjuk mobil heechul yang terparkir beberapa meter dari mereka dan mereka langsung mengerti lalu berlari menuju mobil Heechul dan pergi mencari Luhan dengan mobil itu.
Heechul langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, mobil hitam metalic itu melaju kencang membelah padatnya kota seoul siang ini. keadaan di dalam mobil itu sangat bising membuat Heechul sedikit pusing. Sehun yang duduk di sebelahnya terus mengoceh dia terlihat sangat khawatir pada istrinya belum lagi suara baritone Chanyeol yang duduk di jok belakang bersama Kris yang tidak kalah cerewetnya dari mulut Sehun.
"Hyung tambah lagi kecepatannya"
"Hyung kau bisa menyetir tidak sih"
"astaga aku berasa seperti naik kura-kura saja"
"hyung cepatlah aku tidak mau terjadi sesuatu pada Luhan"'
"itu mobilnya terhalang oleh beberapa mobil di depan kita, ya Hyung cepatlah tambah lagi kecepatannya"
"hyung ayolah ka-"
"YAAK TERUS SAJA BICARA APA KALIAN MAU KITA SEMUA MATI KARENA KECELAKAAN KALIAN SUDAH MENGGANGGU KONSEN-"
CKIIIIIIITTTTT(?)
BRAAAKKK
TBC
Gimana-gimana ? *nanya ala mas danang the coment* kkk~
Kalian pasti sebel banget kan karena ff ini harus kembali tbc dengan tidak elit hehe maapin :(
Chapter 9 ini panjangnya 10.833 kata loh, ceritanya doang belum sama bacotan plus balesan review gimana ga keriting jari gue wkwk tapi gapapa lah buat kalian semua reader-reader tercinta ;;)
Maapin juga kalau makin sini ceritanya malah makin sinetron banget ya maklumin ajalah ya namanya juga orang Indonesia, kebanyakan nonton mba hana sama hellokitty nih :(
Oh ya di chanpter ini aku masukin beberapa kata-kata punya Om Mario Teguh, aku juga masukin terjemahannya lagu exo yang miracle in december disini tapi kata-katanya aku kembangin lagi, maaf kalau malah ga nyambung hiks TAT
Tapi aku seneng banget banyak yang kesel sama Chanyeol di chap kemaren *yesss* itu emang tujuan aku biar pada ga ngebias dia biar aku aja yang ngebias sama dia hahaha *becanda deng* banyak yang bilang juga feelnya kerasa hiks terharu banget aku, emang aku nulis apa di chap kemaren kkk~
Oya hampir lupa aku mau mengucapkan HAPPY IED MUBARAK BAGI SEMUA YANG MERAYAKANNYA MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN, SALAM BUAT KELUARGA KALIAN SEMUA YAH AYANG-AYANGKU MUAAACCHH
Wkwkwk Udah ah langsung bales review aja, wiihh seneng banget makin banyak aja yang review udah 100 lebih di chap kemaren kaya yg ff nya bagus aja :'D *peyuk atu-atu*
younlaycious88 : Makasih udah review^^ udah tuh baeknya udha pulang hihi tuh Luhan juga udah bereaksi(?) kkkk~
mrs jang : Makasih udah review^^ maafin udah bikin mewek ga sengaja cungguh :3 kkk~ emang juara banget dia kurang ajarnya :D
nelishawolslockets : Makasih udah review^^ wah wah nangis juga maapin :( ini udah ada lanjutannya semoga suka ya hehe
YJYSCKCBShipper : Makasih udah review^^ iya udah tuh baek nya udah balik, jangan suka sama heechul dia om aku :( wkwk ini udah di next kkk~
cheinnfairy : Makasih udah review^^ belum waktunya mereka bertemu dan cakar-cakaran nanti pasti ada waktunya wkwkwk ini udah lanjut semoga suka, Hwaiting !
atikasepti1: Makasih udah review^^ ada dong dia suka kok sama baekhyun, tapi sama kris lebih suka wkwkwk
followbaek : Makasih udah review^^ udah udah baeknya udah pergi kok :') hwaiting !
fitriariadna : Makasih udah review^^ kerasa gimana feelnya ? emang aku nulis apa ? *sendirinya aja lupa* wkwkwk iya dia pulang, urusan kristao gimana ntar aja ye hiihi
fafifufefoo : Makasih udah review^^ juara banget kan emang dia labilnya wkwk udeeeeh udeh di bawa balik si baeknya mau lebaran dulu katanya kkk~
VelanditaSelly: Makasih udah review^^ dia juara 1 uke labil se dunia kan wkwk, ini udah lanjut semoga suka yaaa :D
dandelionleon : Makasih udah review^^ udah udah aku balikin dia, chanyeolnya belum ngenes banget disini ntar deh kalau mood dibikin tambah ngenes wkwk~ wihiiii maaciw :3 ini udah apdet aku apdetnya tiap sabtu/minggu ya :D
byun nova : Makasih udah review^^ kok kesel sama baek ? kan yg kampret si chan :( dia udah bertindak kok dia udah balik kkk~ ini udah ada lanjutannya maaciw qaqa :3
rachel suliss : Makasih udah review^^ duh maap udah bikin sedih, chanyeol sih ya dasar kelakuan *toyorchan* wkwk kris ga salah salah amat sih, si kampret chanyeol tersangka banget nya mah *ikut emosi padahal sendirinya yang bikin* *sungkem sama Chanyeol*
HunHanCherry1220 : Makasih udah review^^ bagus bagus yuk bikin gerakan dukung baekhyun wkwkwk chap ini gimana apa masih kurang panjang (?) kkk ini udah dilanjutkan semoga suka, FIGHTINGGG !
baexian ree : Makasih udah review^^ udah balik dia, biar si chan tau rasa kkk ga mungkin kris punya pacar di kanada dia kan cinta mati sama chanyeol, seandainya iya punya juga ga mungkin Tao si panda kan tinggalnya di Pohang ketemu aja mereka belum pernah hihi
Park Changyi: Makasih udah review^^ setuju banget itu bahasanya pabo maximal wkwk udah udah tenang aja baek udah aman di pohang kok kkk
im kirin : Makasih udah review^^ udah bejek bejek aja gpp kok wkwk dan sekarang tbc nya juga ga elit maapin TAT apa chapter ini udah cukup panjang ? :D
Anggi32897 : Makasih udah review^^ kris ngasih kasih sayang yang tulus dong :3 *muntah* twitter ? ada sih tapi jarang bahas (?) atau yg beginiian di twitter kkk kalau mau pin bb aja biar ngobrolnya bisa lebih enak *apanya* wkwk kamu nanti PM aja yaaachhh ntar aku kasih kalau mau hihi ;) ini udah lanjut semoga suka :D
lativaakatsuki : Makasih udah review^^ kan disini dia emang jaid uke wkwk ini udah lanjut aku apdet sesuai jadwalkan ? kkk fighting !
LynKim: Makasih udah review^^ ini udah lanjut, ayo silakan tabok aja chanyeol nya jangan sungkan wkwkw
melissaluph : Makasih udah review^^ yah kok pada nangis sih ? maapin :( kkk~ ia meski udah ngeluarin unek-uneknya kalau aku jadi baek sih tetep aja gedeg wkwkwk aku apdet sesuai jadwal aja yaaah :D
rikamaulina94: Makasih udah review^^ ya dari dulu juga emang udah babo kan dia mah *ditabokchan* wkwk dia belum nyesek-nyesek amat di chap ini besok-besok deh ya kita kasih pelajaran sama si chanyeol itu hihi
devrina : Makasih udah review^^ | Chan : gue suka sama Baek, tapi sama kris lebih suka weeek :p | wkwkwk
exoel : Makasih udah review^^ ya semuanya kan pasti ada balasannya ya jadi tenang aja, ya tapi ga sejahat itu juga :( wkwkwk ini udah lanjut semoga makin suka hihi
rillakuchan : Makasih udah review^^ yaaaah jangan pada mewek dong :( wkwk
KaiSooLovers : Makasih udah review^^ maaf ya bikin sedih :'( buang ke kandang buaya aja sekalian wkwk
RLR14: Makasih udah review^^ udeh tuh udah balik si baeknya. Ohhh tidak bisa aku tetep apdet seminggu sekali ya soalnyaotak aku kadang gabisa di ajak konpromi suka tiba-tiba ga punya ide hihi
AegyaCho : Makasih udah review^^ ya kan ya kan kadang sebenernya aku juga bingung siapa yang salah di ff ini wkwk jangan coba macem-macem sama chan ya tolong hargai aku sebagai calon istrinya kkk~ ini udah di lanjut yaa :D
fxjnriw : Makasih udah review^^ gpp silakan gigit aja jangan sungkan :3 penantianmu terbalas nak ini udah hari minggu kkk~ fighting!
cho fikyu : Makasih udah review^^ ff ANTIFAN yang buatan author MissXoxo ya ? ga ada kok ga ada yg komentar ceritanya mirip, coba deh kamu baca dulu sampai chapter terakhir ceritanya beda kok kamu kan ini komennya di chap 1 ya jadi silakan baca kelanjutannya dulu deh hehe mungkin samanya karena baekhyun-pohang dan chanyeol-artis tapi ceritanya bener-bener beda kok ciyusan deh di ff ANTIFAN kan Chanyeolnya ga Gay hehe silahkan lanjutin baca dulu kalau mau kalau gamau juga gapapa hihi :D
dearodultdeer : Makasih udah review^^ manis asem asin dong nano nano mah wkwk,apdetnya menuruti jadwal aja yachhhh kkk~
amalia1993 : Makasih udah review^^ maapin aku jangan apa-apain aku :( *apaan wkwk]
sarimulyani94 : Makasih udah review^^ emang benerkan ? cape sendiri nasehatin orang yang jatuh cinta mah wkwkwk ini udah lanjut semoga suka dan ga bosen ya hihi :D
KimKyungIn1214 : Makasih udah review^^ yah yah yah kok pada mewek sih maapin sih yak TAT wkwk udah lanjut nih semoga suka yachhh :3
IYou: Makasih udah review^^ tuh kan kenape pada nangis sih emang aku nulis apa :( *purapurabego* wkwkw maapin yak. Aku apdet seminggu sekali tiap hari sabtu/minggu . iya aku juga ga nyangka dapet review banyak gini, ganyangka terharu beut *mulailebay* wkwk
Ririn Cross : Makasih udah review^^ kris hanya di butakan oleh cinta yang membara *muntah* wkwk tuh denger chan dapet karma lu entar wkwk ini udah lanjuut semoga suka eaaaccc :3
Dhita: Makasih udah review^^ hay dhita gpp yang penting udha niat mau review kkk, waaah makasih banget dimasukin list ff favorit terharu nih hiks *lebay* ini udah lanjut semoga suka yaah :D
blackwhite1214 : Makasih udah review^^ iya chanyeol kamu bener-bener abnormal ya wkwk udah sedikit nyesel sih dia tapi belum nelangsa-nelangsa amat kkk iyaa baek udah balik kok tenang aja ;)
indaaaaaahhh : Makasih udah review^^ dia balik kok ke Pohang udah gedeg katanya ama si Chan mau cari pacar baru aja disana wkwk . ini udah dilanjut semoga suka yaah :D
tinkaibell : Makasih udah review^^ udah baek nya udah pergi ceritanya juga udah di lanjut semoga suka yaaa :D
Haru3173: Makasih udah review^^ ah si baek mah kan orangnya emosian mana bisa dia lemah gitu wkwk tuh ada lagi baektaonya tapi dikit doang hihi HWAITING *ketjupbalik
Re-Panda68 : Makasih udah review^^ nanti tunggu aja semua indah pada waktunya kok :')
PCYloveBBH: Makasih udah review^^ baek kuat kok tenang aja :') APAAAA ? kamu jangan macem macem sama Heechul ya dia Om kesayangan aku :3 seginiudah panjang belum? Kkk~
lalaafanessaagustin : Makasih udah review^^ aku apdet sesuai jadwal aja yaa, Fighting ! :D
indrisaputri : Makasih udah review^^ boleh boleh silakan jangan sungkan bakar aja :') wkwk
exindira: Makasih udah review^^ chan bakal sembuh sebelum kristao ketemu kok tenang aja ;') mereka kan baru banget nikah masa langsung punya anak aja wkwk
kyungexo: Makasih udah review^^ maaf ya aku ga sengaja kok nyiksa dia :')
Parkbyunnie: Makasih udah review^^ ini udah di next next
Hwang Yumi : Makasih udah review^^ kapan kapan aja ya dia sadarnya kkk *canda bentar lagi kok tungguin aja ya, baek udah pulang juga ke pohang dan chan ga sejahat hellokitty :(
kaysaiko : Makasih udah review^^ iya ntar giliran Kris, liat aja dia ngamuk kaya baek apa ngga wkwk
Kachimato : Makasih udah review^^ emang udah juara beut itu dia uke labilnya wkwk
park sehan: Makasih udah review^^ aku juga gatau ini mereka putus apa ngga kkk baek emang pulang ke pohang, tapi kalau urusan kris mencampakan chan itu kayanya sulit *elaaah muntah deh* wkwkw ini udah lanjut semoga suka ;)
Andiani9: Makasih udah review^^ bunuh aja chan nya sekalian bunuh ;')
mrblackJ : Makasih udah review^^ kalau gemes ya di cubit dong jangan dibunuh wkwk ini udah di lanjuuuuttt :3
lolitasylva23 : Makasih udah review^^ iya baek mau pulang ke pohang dulu mau lebaran dulu katanya *apaan wkwk aku apdetnya tiap jadwal aja yaaa ;;)
Ikki Ka Jung99: Makasih udah review^^ sekarang gedeng nya sama siapa hayo ? kkk dia udah nyesel tapi belum terlalu hehe. udah di next nih, FIGHTING!
ViviPExotic46 : Makasih udah review^^ udah aku balikin ke pohang nih baeknya :D see you too ;)
90Rahmayani : Makasih udah review^^ eaaaa bisa aja deh nih bahasanya wkwk hin udah di next Fighting!
LuXiaoLu : Makasih udah review^^ yaaah jangan nangis dong :( ayo silakan bejek bejek aja ga usah sungkan wkwk tunggunya tiap seminggu sekali yaah :D
byunyeolliexo: Makasih udah review^^ waaaah maaciw ;;) aku apdetnya seminggu sekali ya, fighting !
Choi Hyun Young : Makasih udah review^^ | Chanyeol : kamu asdfghjk%^&* wkwkwk |
ByunBina : Makasih udah review^^ abis ini dia pasti sengsara kok tenang aja ;')
hunhanrakaisoo: Makasih udah review^^ iya kasian beut ya si baek wkwk semangaaat ini udah di next ;)
anisyawurjaning : Makasih udah review^^ yaaah jangan mewek :( emang aku nulis apa kok kalian ngefeel gitusih wkwk fighting :D
nur991fah: Makasih udah review^^ iya baek nya sengaja dibalikin ke pohang biar cari pacar baru wkwk
doremifaseul : Makasih udah review^^ udah udah baeknya udah pulang kok jangan bawa aku ke kantor polisi :')
Guest : Makasih udah review^^ ya aku apdetnya seminggu sekali aja yah hihi baek emang udah dibalikin ke pohang kok tenang aja ;)
Guest : Makasih udah review^^ aku apdetnya seminggu sekali ajaya jadi tungguin aja wkwk
Guest : Makasih udah review^^ aku lanjut seminggu sekali yaa ;)
Guest : Makasih udah review^^ aku lanjut seminggu sekali hehe Hwaiting '_')9
Parklili : Makasih udah review^^ udah aku balikin ke pohang kok dia nanti tinggal tunggu chan tau rasa wkwk
Guest : Makasih udah review^^ emangnya dia ayam potong wkwk geli kan ? aku aja yg ngetik geli beut wkwk
Luhannieka : Makasih udah review^^ gpp telat dari pada ngga sama sekali hihi itu udah ada hunhannya tapi ga ada manis manis nya ya maapin soalnya luhan lagi gedeg ama krisyeol wkwk YOYOYO MAN INI UDAH DI NEXT... FIGHTING!
Dobichan : Makasih udah review^^ emang idiot sejati kan dia wkwk apdetnya seminggu sekali yachh fighting !
BBH : Makasih udah review^^ yaah jangan nangis :(
Nia : Makasih udah review^^ sesak sih sesak tapi gausah butuh nafas buatan dari chanyeol juga keles *pundung* wkwk
KimChanBaek : Makasih udah review^^ iye tuh INGAT PARK.. PENYESALAN SELALU DATANG DI AKHR.. BKN DI AWAL... hihihihi nafsu banget kamu nak
Sonia : Makasih udah review^^ beneran idiot kok bukan akting wkwk yakali apdet dua hari sekali gundul pala gue harus mikir keras terus wkwkwk
Oh Lana : Makasih udah review^^ kudu kumaha atuh sok kumaha ? :( wkwkwkw ini udah di next semoga suka :D
Ghj : Makasih udah review^^ hahay readers baru *lambailambai* ayoo gabung gerakan dukung baekhyun wkwkwk yaaah jangan nangis dong :( hihi
Baekkiechan : Makasih udah review^^ yaaah jangan nangis :( ya liat aja ntar pasti ada balesannya kok buat chan hihi
ByunAud : Makasih udah review^^ tuhkaaan jangan pada nangis dong :( baek malah udah niat mau bakar apartemennya chanyeol tapi dia lupa bawa korek *apaan* wkwkwk
Stephanie : Makasih udah review^^ waah apa kamu punya pongalaman gini juga ? O.O iya dong om kesayangan aku –heechul- selalu keren wkwkwk tunggu seminggu sekali aja yak :D
Chanbaekalwayshee : Makasih udah review^^ tunggu terus yaaa *apanya* wkwkw
Kyungie Baby : Makasih udah review^^ baek emang mudik ke pohang mau lebaran dulu katanya wkwkwk
Zahee : Makasih udah review^^ gpp muak ama chan asal jangan sama aku wkwkwk ini udah apdet lagi semoga suka yaaa :D
Guest : Makasih udah review^^ bukan oon dia mah idiot wkwkwk
kyunginkim : Makasih udah review^^ siap laksanakan tunggu aja tanggal mainnya wkwk
Kai4do : Makasih udah review^^ nahloh awas batal puasanya hihi siap laksanakan tunggu aja penderitaan dia wkwkwk
ParkByun : Makasih udah review^^ waaaaah maaciww :3 iya aku lanjut terus kok ampe tamat *Aamiin kkk* Fighting !
AuliaPutri14 : Makasih udah review^^ iya tunggu ya abisnya susah nih cinta mereka lengket banget *muntah* wkwkwk
Syifa Nurqolbiah : Makasih udah review^^ semuanya aja dah biar greget wkwk aku lanjutnya seminggu sekali yaa :D
Blingblingdino : Makasih udah review^^ Luhan udah bantai Kris meski dia tetep ga berhasil dan Baek udah nampar Chanyeol, keinginanmu terkabulnak :')
Biezzle : Makasih udah review^^ ini udah di lanjut lagi semoga suka yaa :D
GalaxYeol : Makasih udah review^^ gpp muak ama chan asal jangan sama aku wkwkwk tuh kan bukan Baek aja yg kasian kris juga kasian loh kalau ntar dia tau dia juga di boongin :( ini udah lanjut loh, SEMANGAAAT '-')9
Byunbaek : Makasih udah review^^ baru kamu doang yang bilang Chan menderita, tapi emang ia sih beban dia berat banget susah loh milih gitu, iya gak ? hihi di usahain happy ending kok aku soalnya ga terlalu suka sama sad ending hehe
Chanbaekship : Makasih udah review^^ iya tenang aja chan pasti nyesel kok :') ini udah lebih panjang dari chap kemaren kok. Aku apdetnya seminggu sekali ya :D
ChanBaekLuv : Makasih udah review^^ waaah kamu bijak banget bisa ngerti keduanya :') ga shanggup aku kalau 20word segini aja udah lelah :') wkwkwk
KaiSoo Daughter : Makasih udah review^^ tampar aja gpp gausah sungkan wkwkwk, ini udah dilanjutkan semoga suka yak :D
chanbaek shipper : Makasih udah review^^ chap 7-8 emang paling greger kayanya soalnya aku aja yg nulisnya greget(?) wkwk
Yehorat : Makasih udah review^^ ini udah dilanjut lagi semoga suka ya :D
hunhan aegy : Makasih udah review^^ tunggu ya nanti sampai waktunya tepat *apaan* wkwk
FindingNome : Makasih udah review^^ aku gatau lagunya masa ._. wkwkwk ntar aku coba cari deh. Emang idiot kan dia hihi.
Alhamdulillah ya Allah akhirnya beres juga *lapkeringet* ga telat kan ? ini masih hari minggu kan ? meski cuman sisa 10 menit wkwkwk yg penting masih hari minggu yaak
sekali lagi makasih banyak buat kalian semua yang udah review jangan lupa review lagi yaak^^ buat reader lain yang belum sempat review aku tunggu juga reviewnya, tapi aku ga akan maksa kok segimana keikhlasan kalian aja mau ngasih review atau ngga soalnya dengan kalian udah mau baca ff aku yang mungkin sangat biasa aja ini aku udah seneng hehe, oke cukup sampai ketemu di chapter depan paipaiiiii^^
