Heechul langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, mobil hitam metalic itu melaju kencang membelah padatnya kota seoul siang ini. keadaan di dalam mobil itu sangat bising membuat Heechul sedikit pusing. Sehun yang duduk di sebelahnya terus mengoceh dia terlihat sangat khawatir pada istrinya belum lagi suara baritone Chanyeol yang duduk di jok belakang bersama Kris yang tidak kalah cerewetnya dari mulut Sehun.
"Hyung tambah lagi kecepatannya"
"Hyung kau bisa menyetir tidak sih"
"astaga aku berasa seperti naik kura-kura saja"
"hyung cepatlah aku tidak mau terjadi sesuatu pada Luhan"'
"itu mobilnya terhalang oleh beberapa mobil di depan kita, ya Hyung cepatlah tambah lagi kecepatannya"
"hyung ayolah ka-"
"YAAK TERUS SAJA BICARA APA KALIAN MAU KITA SEMUA MATI KARENA KECELAKAAN KALIAN SUDAH MENGGANGGU KONSEN-"
CKIIIIIIITTTTT(?)
BRAAAKKK
Chapter 10 [My Angel]
Happy Reading^^
Telinga ke empat Pria yang berada di mobil itu tidak terlalu tuli untuk mendengar benturan keras di depan mata mereka meski teriakan Heechul tadi sedikit mengganggu telinga mereka. Heechul langsung menghentikan laju mobilnya, bukan hanya tubuhnya yang bergetar tapi tubuh ketiga orang lainnya terutama Sehun dan Chanyeol, jantung mereka langsung berdetak tidak normal.
Dengan perlahan Sehun memberanikan diri untuk keluar dari mobil mendahului Chanyeol, Heechul dan Kris yang mengikutinya dari belakang. Mata mereka langsung menangkap dengan jelas kerumuhan orang-orang dimana ada sebuah mobil dengan posisi melintang dijalan dan mereka sangat bersyukur jika itu bukanlah mobil yang Luhan kendarai.
Tapi saat mata mereka melihat satu mobil lain yang sepertinya baru saja menabrak pohon karena bagian depan mobil itu sudah hancur tidak berupa. Hati Sehun langsung mencelos saat menyadari jika mobil itu adalah mobilnya, bukan mobilnya yang membuat bibirnya bergetar menahan tangis tapi seorang wanita yang sangat ia cintai sepertinya masih berada di dalam mobil itu.
"mobil itu menabrak pohon karena menghindari kecelakaan, mobil yang satunya sih tidak apa-apa" ucap seorang ajumma pada wanita yang tadi bertanya padanya dan ke empat Pria itu bisa mendengarnya dengan jelas.
"LUHAAAAN/NONAAAAA"
.
.
.
Sehun berlari kencang sambil menggendong Luhan yang berlumuran darah ala bridal kedalam rumah sakit. Otaknya bahkan tidak sempat berpikir untuk meminta perawat atau petugas lainnya untuk membantunya membawa Luhan ke ruang ICU jika saja Heechul tidak mengingatkannya. Sehun terus mengikuti perawat dan beberapa dokter yang kini membawa Luhan dengan tergesa-gesa sampai dia hampir ikut masuk ke ruang ICU dan langsung di halangi oleh beberapa perawat tapi Sehun terus saja berusaha untuk ikut masuk.
"Sehun tenangkan dirimu ! Luhan harus segera di tangani dokter kau tunggu saja disini" ucap Heechul sambil berusaha menarik Sehun menjauh dari pintu yang terbuat dari kaca itu.
"Tidak Hyung, aku harus masuk.. Luhan ada di dalam dan dia... aarrrrggghhh lepaskan biarkan aku masuk!" Sehun langsung meronta saat lengannya di cengkram oleh Heechul.
Melihat keadaan Sehun yang begitu kacau tubuh Chanyeol langsung tambah lemas bukan hanya karena keadaan Sehun tapi keadaan Luhan di dalam ruangan ICU itu jelas adalah penyebab utama tubuh Chanyeol semakin melemas. Dia bahkan tidak kuat untuk sekedar menopang tubuhnya sendiri sampai tubuhnya merosot kebawah dan ia langsung terduduk lesu di lantai lalu menenggelamkan wajahnya di atas lutut, dia mulai menangis dalam diam.
"biarkan Dokter memeriksa Luhan dulu Sehun tenangkan dirimu !" bentak Heechul karena Sehun terus meronta "kau akan semakin menghambat pemeriksaan jika kau seperti ini terus"
Tubuh Sehun ikut melemas. Ia pun akhirnya sadar tidak ada gunanya juga ia ikut masuk kedalam, tidak akan membantu yang ada malah semakin memperparah keadaan. Dia berhenti berontak membuat Heechul juga melepaskan cengkraman tangannya. Perawat yang sedari tadi mencegahnya pun akhirnya menutup pintu ruang ICU itu sehingga dokter bisa mulai memeriksa keadaan Luhan.
Sehun mendudukkan dirinya di lantai tepat di samping Chanyeol, entahlah kenapa mereka malah duduk di lantai padahal di depan ruangan itu banyak kursi yang kosong.
"Kau puas?" tanya Sehun pelan dengan tatapan lurus kedepan, kearah pintu kaca dengan tulisan ICU itu.
Chanyeol mengangkat kepalanya lalu menoleh kearah Sehun dengan wajah yang penuh air mata. Yang duduk di lantai hanya ia dan Sehun karena Heechul dan Kris sedang berdiri didepan ruang ICU jadi pertanyaan Sehun barusan pasti ditujukan padanya.
"h-hyung... m-maafkan aku" sesal Chanyeol, dia bahkan bicara sambil sesenggukan.
Sehun hanya menoleh sekilas kearahnya dengan tatapan datar tanpa bicara apapun lalu kembali menoleh ke arah pintu ruang ICU yang masih tertutup rapat. Suami Luhan itu menghapus airmatanya yang sudah mengalir entah sejak kapan dengan kasar, wajahnya benar-benar kacau membuat Chanyeol semakin merasa bersalah dan pria itu hanya bisa menenggelamkan wajahnya kembali untuk menikmati penyesalannya.
Chanyeol benar-benar benci dirinya sendiri saat ini. Ia sadar ia memang sudah tidak pantas menjadi adik Luhan. Adik macam apa yang membuat kakaknya sendiri kecewa dan celaka seperti sekarang?
Waktu terus bergulir dan ke empat pria itu terus diam, mereka sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Hingga tidak lama kemudian pintu yang sejak tadi menjadi objek tatapan Sehun itu terbuka menampakkan seorang Pria berjas putih yang tidak lain adalah dokter yang menangani Luhan. Ke empat pria itu pun langsung beranjak mendekati sang dokter.
"Dokter bagaimana keadaan istri saya ? dia baik-baik saja kan dok?" tanya Sehun.
Dokter itu menghela nafas sejenak "Nyonya Oh mengalami benturan yang cukup keras yang mengakibatkan pendarahan di kepalanya, wajah dan tubuhnya juga terdapat banyak luka akibat kaca mobilnya yang pecah maka dari itu kami harus melakukan operasi secepatnya sebelum darah itu masuk ke bagian otaknya"
"lakukan yang terbaik untuk istri saya dok" pinta Sehun
Dokter itu mengangguk sambil tersenyum ia sepertinya sangat mengerti bagaimana perasaan Sehun "baiklah, kita akan menyiapkan operasi untuk pasien kalau begitu saya permisi dulu"
Sehun memejamkan matanya rapat-rapat sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Ia merasa gagal menjadi suami yang seharusnya bisa menjaga Luhan dengan baik. Mereka baru menikah sebulan yang lalu dan Luhan sudah seperti ini.
"aku gagal menjaganya Hyung, aku bukan suami yang baik" ucapnya lirih sambil menundukkan kepala.
"kau suami yang baik Hun, ini bukan salahmu" Heechul berusaha menenangkan Sehun dengan mengusap-usap punggung lebar itu. ia tahu ini pasti sangat sulit untuk Sehun.
Chanyeol jelas melihat dan mendengar semua penjelasan dokter tadi. Luhan harus sampai di operasi karenanya, dia kembali menangis dengan Kris yang kini duduk di sampinya berusaha menenangkannya. Jika sampai terjadi sesuatu yang buruk pada Luhan, Chanyeol bersumpah tidak akan pernah memaafkan dirinya sendiri.
.
.
.
Heechul terus mengusap-usap punggung Sehun mencoba menenangkan suami Luhan itu dengan terus mengatakan jika Luhan akan baik-baik saja walau pikirannya sendiri pun tidak kalah khawatirnya dengan Sehun. Heechul adalah anak tunggal di keluarganya ia tidak memiliki adik atau pun kakak maka dari itu Heechul sangat menyayangi Luhan dan Chanyeol yang merupakan sepupunya ia selalu menganggap mereka sebagai adiknya juga begitu pula dengan Baekhyun bukankah heechul juga sangat menyayanginya.
Mereka sekarang tengah berada di depan ruang operasi sejak hampir 2 jam yang lalu. Sehun dan Heechul duduk di kursi yang berada tepat di samping pintu ruang operasi sedangkan Chanyeol masih setia menyembunyikan wajahnya yang sekarang pasti terlihat sangat kacau di antara kedua lututnya dengan Kris yang masih setia duduk di sampingnya meski Chanyeol duduk di atas lantai.
Cklek
Pintu ruang operasi itu akhirnya terbuka menampakkan seorang dokter yang saat ini tengah melepaskan maskernya. Sehun dan Heechul pun langsung beranjak untuk mendekati sang dokter.
"bagaimana operasinya dok?" tanya Sehun dengan wajah yang benar-benar cemas.
"syukurlah operasinya berjalan dengan lancar. Untung saja pendarahan akibat benturan di kepala Nyonya Oh tidak berakibat fatal pada saraf di otaknya jadi kami masih bisa mengatasinya dan kita do'akan semoga saja Nyonya Oh bisa cepat sadarkan diri" semua langsung menghela nafas lega mendengarkan penjelasan dari sang dokter.
"apa kami bisa menemuinya sekarang ?" tanya Heechul
"kalian bisa menemuinya setelah kami memindahkan Nyonya Oh ke ruang rawat terlebih dahulu, saya permisi dulu ya"
"iya dokter terima kasih banyak" ucap Sehun dan Heechul sambil membungkuk.
Setelah kepergian sang dokter suasana mendadak hening, mereka kembali sibuk dengan pikiran masing–masing. Tapi tidak lama kemudian chanyeol angkat suara memecahkan keheningan tersebut.
"maafkan aku" ucapnya lirih dia sudah berdiri sambil menundukkan kepala.
"..." tidak ada yang menjawabnya sama sekali.
Sehun hanya menatapnya dengan datar lalu kembali mengalihkan pandangannya ke arah lain entahlah ia sedang malas melihat wajah Chanyeol. Sedangkan Heechul memberi tatapan sinis kearah Chanyeol.
"kau pikir Luhan bisa langsung kembali pulih hanya dengan ucapan maafmu itu?" Chanyeol semakin menundukkan kepalanya mendengar ucapan sinis Heechul.
"Hyung jangan menya-"
"diam kau aku tidak sedang bicara denganmu" sekarang tatapan sinis itu pindah ke arah Kris yang tadi mau mencoba membela Chanyeol.
.
.
.
Luhan sudah di pindahkan ke ruang rawat dan dokter pun sudah mempersilakan mereka untuk menemani Luhan di dalam. Mereka semua langung masuk kedalam dan mendapati tubuh Luhan yang terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit dengan jarum infus yang tertancap di tangan kirinya, bagian wajah dan tubuhnya yang lainpun di banyak di tempeli perban karena kena luka akibat kaca depan mobilnya yang pecah sedangkan kepalanya dililit oleh perban untuk menutupi bekas operasi.
Chanyeol langsung mendudukkan dirinya di samping kanan ranjang Luhan dengan lemas melihat kondisi kakak kesayangannya saat ini. Sungguh Chanyeol benar-benar membenci dirinya sendiri, ingin rasanya ia menggantikan posisi Luhan saat ini. Ia tidak sanggup melihat Luhan kesakitan seperti ini.
Tangannya terjulur untuk meraih jari-jari Luhan, menggenggamnya tidak terlalu erat, mengecupnya beberapa kali lalu mendaratkan keningnya di punggung tangan Luhan. Bahunya bergetar, ia kembali menangis. Mulutnya juga terus menggumamkan kata maaf disela-sela isakannya.
"maafkan aku Noona.. maafkan aku... aku memang tidak pantas jadi adikmu, aku minta maaf Noona"
Kris berdiri di belakang Chanyeol sambil menatap Luhan dengan tatapan bersalah, ia juga menjadi salah satu penyebab Luhan seperti ini. Luhan yang tadi sempat mengamuk padanya, memukulinya, menjambaknya, menamparnya, melemparinya kini tengah terbaring lemah dengan berbagai perban di badannya. Tangannya juga tidak berhenti mengusap punggung lebar Chanyeol untuk sedikit menenangkannya.
Sementara Sehun, matanya ikut memerah ingin rasanya ia menangis tapi ia berusaha menahannya ia tidak mau jika nanti Luhan sadar dan melihatnya menangis dan terlihat lemah, tidak. Dia harus menjadi kekuatan Luhan, dia tidak boleh terlihat lemah di depan istrinya. Ia mendudukkan dirinya di samping kiri ranjang luhan dengan Heechul yang duduk disampingnya. Melihat keadaan istrinya yang seperti ini membuat Sehun sedikit emosi melihat kedua Pria yang berada di sisi kanan Luhan itu. Sehun menatap keduanya dengan tajam.
"bisakah kalian pergi? aku tidak mau Luhan kembali histeris saat sadar nanti jika ia melihat kalian berdua ada disini, itu akan memperburuk keadaannya" ucapnya datar, sedatar ekspresinya saat ini.
Chanyeol langsung mendongkakkan wajahnya yang penuh airmata lalu menatap Sehun dengan tatapan tidak percaya. Apa sehun baru saja mengusirnya?
Semuanya terdiam. Heechul menghela nafas panjang ia mengerti jika Sehun marah pada Chanyeol dan Kris karena mereka adalah salah satu penyebab Luhan seperti ini. Sehun juga benar Luhan pasti akan marah dan kembali histeris jika melihat dua orang ini lagi, ia pun memutar otak mencari ide untuk mengusir mereka berdua dengan sedikit halus agar mereka mau pergi.
Matanya tertuju pada penampilan Chanyeol, yang benar saja pria itu ternyata masih menggunakan pakaian pasien. Ck. Heechul bahkan sempat lupa jika Chanyeol tadinya masih sakit. Tapi ia tidak mau memanjakan chanyeol lagi, anak ini jika di manja akan melunjak.
"kau kembalilah ke kamar rawatmu dulu, kemasi semua barang-barangmu yang ada disana kau urus semuanya sendiri kau sudah sehat kan tadi saja kau bisa berlari-lari. Tadi pagi kata dokter besok kau sudah bisa pulang"
Chanyeol mengangguk lemah, ia juga lupa jika beberapa hari terakhir ia juga di rawat di rumah sakit ini. Pria itu pun mulai beranjak dan melangkah keluar dari ruang rawat Luhan menuju kamar rawatnya dengan Kris yang mengikutinya dari belakang.
"ayo biar aku yang bantu" ucap Kris. Chanyeol hanya menganggukkan kepalanya sambil terus berjalan.
Sehun mendaratkan kepalanya tepat di samping kepala Luhan setelah dua makhluk itu keluar dari ruangan ini lalu berbisik pelan.
"cepat bangun sayang, aku tidak tahan melihatmu seperti ini. aku mencintaimu" ucapnya lalu mengecup pipi kiri Luhan yang tidak terkena goresan luka. Meski wajahnya banyak luka Luhan sama sekali tidak berubah di mata Sehun, wanita ini akan tetap menjadi wanita tercantik yang pernah ia lihat.
Sehun bersumpah dalam hati ia tidak akan membiarkan Luhan menyetir sendiri lagi. Dia akan menyembunyikan semua kunci mobilnya di tempat-tempat yang tidak Luhan ketahui nanti.
.
.
.
Kabar tentang hubungan Baekhyun dengan seorang aktor terkenal beberapa bulan yang lalu jelas langsung tersebar di kampus tempatnya berkuliah dengan sangat cepat. Kabar itu pun sampai pada beberapa 'fans' Baekhyun yang jumlahnya tidak bisa dibilang sedikit itu. dia memang cukup terkenal di kampusnya selain karena wajahnya yang cantik sekaligus imut ia juga terkenal dengan sikapnya yang ceria dan ramah pada siapapun jadi tidak heran jika banyak pria yang mengantri ingin jadi kekasihnya. Berita itu tentu membuat mereka patah hati tapi beberapa dari mereka juga bersyukur karena Baekhyun bisa mendapatkan Pria seperti Park Chanyeol yang tampan dan memiliki segalanya, setidaknya Baekhyun bisa bahagia bersama aktor ternama itu. itu hanya pemikiran mereka saja tentunya, mereka mana tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"apa kau sudah menyerah?" tanya Jongup pada seorang pria di depannya yang tengah asik menyantap makan siang mereka di kantin kampus.
"tentu saja tidak, Baekhyun kan di pohang dan aktor itu di Seoul mereka tengah menjalani hubungan jarak jauh, hubungan seperti itu sepertinya tidak akan bertahan lama" jawab Daehyun dengan wajah santai seolah yang ia katakan adalah hal biasa.
Jung Daehyun adalah salah satu 'fans fanatik' Baekhyun dia sudah terobsesi pada Baekhyun sejak mereka masih sekolah menengah dan dia adalah satu-satunya fans Baekhyun yang masih belum menyerah untuk mendapatkan pujaan hatinya meski ia tahu Baekhyun sudah memiliki kekasih.
"iya sih, apalagi akhir-akhir ini aku sering melihat Baekhyun murung terus, ia sepertinya sedang ada masalah dengan Park Chanyeol itu" ucap Jongup seolah mendukung pernyataan Daehyun tadi.
"aish lihat saja jika Park Chanyeol itu berani menyakiti Baekhyun-ku akan aku bejek bejek dia" ucap Daehyun sambil menusuk-nusuk makanan yang ada di piringnya dengan garpu.
"what is the meaning of 'bejek-bejek', oh ayolah Daehyun bicaralah dengan bahasa yang bisa kita mengerti" Himchan memutar bola matanya malas. Dia adalah satu-satunya gadis yang duduk bersama dua pria ini.
"ya intinya aku akan menghabisinya jika ia berani menyakiti Baekhyun"
"hah seperti kau berani saja" ejek Himchan membuat Daehyun langsung memelototinya.
"aku sebenarnya masih tidak bisa terima dengan hubungan Baekhyun dan Park Chanyeol itu, apa-apaan dia baru kenal Baekhyun beberapa bulan saja sudah berani memacarinya harusnya aku dong aku kan sudah mengenal Baekhyun hampir 5 tahun" gerutu Daehyun sambil kembali memakan makan siangnya.
"Sirik saja kau. memangnya kenapa? Park Chanyeol itu aktor, dia tampan, berbakat dan kaya raya. Hidup Baekhyun pasti bahagia dan terjamin bersamanya. Aku saja iri padanya yang bisa berpacaran dengan aktor terkenal" ucap Himchan membuat Daehyun tambah kesal.
"iya benar juga ya, Baekhyun pasti akan senang memiliki kekasih aktor terkenal seperti Park Chanyeol" kini Jongup setuju dengan pernyataan Himchan. Oh ayolah Moon Jongup sebenarnya kau berpihak pada siapa ?
"eh lihat itu ada Zelo dan Tao, Daehyun-ah kau mau bertanya pada mereka? kau bisa menanyakan pada mereka kenapa Baekhyun murung terus siapa tahu dia sudah putus dengan Park Chanyeol itu" usul Jongup.
Zelo adalah salah satu teman yang cukup dekat dengan Baekhyun dan Tao meski ia tidak terlalu sering bergabung dengan kedua fangirl labil itu karena dia adalah seorang trainee sebuah agensi ternama dan ia cukup sibuk karena itu. Tapi jika sedang ada waktu luang ia pasti bergabung dan ikut main bersama Baekhyun dan Tao.
"tidak ah, aku kapok. Nenek sihir itu sudah sering menipuku selama ini dengan mengatakan bahwa Baekhyun sudah memiliki kekasih, bertunangan, dan bahkan dia pernah bilang padaku jika Baekhyun akan segera menikah" tolak Daehyun yang memang sering terkena tipuan Tao.
"yaa setidaknya masih ada Zelo yang bisa kita percaya, bukankah dia gadis yang sangat polos? Dia tidak akan mungkin membohongi kita" ujar Jongup "Zelo-ya" panggilnya dan gadis yang di panggil namanya pun langsung menolehkan kepalanya kesumber suara.
Jongup langsung menarik Daehyun untuk beranjak dari tempat duduknya lalu segera menghampiri Tao dan Zelo yang tengah membeli minuman sedangkan Himchan hanya memutar bola matanya malas melihat kelakuan dua teman pria nya itu.
"astaga Zitao lihatlah bukankah itu Jung Daehyun fans Baekhyun dan temannya Moon Jongup? kenapa mereka memanggil dan menghampiriku apa Daehyun menyerah untuk mendekati Baekhyun dan beralih untuk mendekatiku? Ah aku kan seorang trainee aku akan menjadi artis kelak jadi aku harus terbiasa menghadapi fans" ucap Zelo dengan percaya dirinya namun raut wajahnya terlihat sedikit ketakutan dan membuat tao mendelik kesal
"ada yang ingin aku tanyakan" ucap Daehyun tanpa basa-basi
"apa? kami tidak punya info ter-update tentang Baekhyun" sahut tao dengan nada malas
"aku tidak bertanya padamu nenek sihir" ucap Daehyun sedikit sinis
"yaaak kau mau aku wushu hah?" pekik Tao sambil menjitak kepala Daehyun
"yayaya kita kesini bukan untuk bertengkar" lerai Jongup yang bersikap sok dewasa(?)
"jadi apa yang mau kalian tanyakan?" tanya Tao tidak sabaran
"apa Baekhyun dan aktor sok tampan itu sudah putus ?" Tao membelalakan matanya mendengar pertanyaan Daehyun.
"aku sering melihat Baekhyun murung akhir-akhir ini, apa dia sudah putus?" Jongup pun ikut menyumbangkan pertanyaan.
"apa? Benarkah ? Tao apa benar Baekhyun putus dengan Chanyeol Oppa? Aishhh kalian jahat sekali tidak memberi tahuku" bukannya menjawab pertanyaan kedua pria itu Zelo malah ikut bertanya pada Tao.
"issshhh kalian ini bicara apa sih ? Baekhyun tidak putus dengan Chanyeol Oppa mereka baik-baik saja malah Baekhyun akan menikah dengannya setelah lulus kuliah" jawab Tao. Daehyun benar, Tao pasti menipu mereka lagi.
"omong kosong kau pasti mau menipuku lagi kan ? kau pikir aku percaya?" Daehyun langsung memelototi Tao.
"yasudah terserah kau saja aku hanya mau memberi tahumu untuk jangan terlalu berharap pada Baekhyun karena dia sudah menjadi milik Chanyeol Oppa" ucap Tao sambil menyeringai membuat Daehyun mempoutkan mulutnya, dia mulai galau lagi.
"sudahlah ayo kita ke kelas Zelo-ya jangan menghabiskan waktu dengan orang tidak penting seperti mereka" Tao pun menarik Zelo menjauh menuju kelas mereka.
"YAK DASAR KAU PANDA OLENG"
.
.
.
Heechul membuka matanya perlahan semalam ia tidur di sofa yang ada di kamar rawat Luhan dia sudah menelpon istrinya semalam meminta ijin untuk menginap disini menemani Sehun untuk menunggui Luhan. Puff juga sangat khawatir mendengar Luhan kecelakaan tapi sayang ia tidak bisa menengok sekarang karena harus mengantarkan Casey -anak mereka- pergi kesekolah.
Saat pertama kali membuka mata Heechul langsung mendapati Sehun yang masih setia menggenggam tangan Luhan. Melihat kantung mata pria itu Heechul tahu Sehun pasti tidak tidur semalaman. Heechul menghela nafasnya lalu berjalan mendekati Sehun dan memegang bahunya.
"istirahatlah sebentar, biar aku yang menjaga Luhan untuk sementara"
Sehun menggelengkan kepalanya "tidak hyung, sebelum Luhan sadar aku tidak akan pergi dari sini"
"Sehun-ah... aku hanya tidak mau kau ikut sakit dan jika nanti Luhan sadar lalu mendapatimu seperti ini ia juga pasti sedih" Heechul kembali membujuknya dan lagi-lagi Sehun hanya menggelengkan kepalanya.
Heechul memijit pelipisnya. Astaga kenapa orang-orang di sekitarnya keras kepala semua, membuatnya pusing saja.
"yasudah aku keluar dulu mencari sarapan untuk kita, kau belum makan dari kemarin hubungi aku jika ada apa-apa ya"
"iya Hyung, terima kasih. Maaf merepotkan"
Heechul pun keluar dari kamar rawat Luhan.
Cklek
Heechul langsung terperanjat kaget saat melihat seorang pria yang memakai sweater berwarna pastel. Pria itu juga memakai masker dan topi ia tertidur dengan posisi duduk dengan kepalanya yang menunduk di kursi samping pintu ruang rawat Luhan. Tanpa harus membuka masker orang itu pun Heechul sangat tahu jika Pria itu adalah Chanyeol.
"hey" Heechul sedikit menggoyangkan tubuh Chanyeol untuk membangunkannya. Chanyeol bisa sakit leher jika tertidur dengan posisi seperti itu.
Chanyeol membuka matanya perlahan sepertinya ia belum terlalu lelap tertidur hingga mudah dibangunkan tidak seperti biasanya. Chanyeol mendongkakkan wajahnya sambil mengucek mata lalu membuka masker yang menutupi mulut dan hidungnya.
"Hyung bagaimana keadaan Luhan Noona?" tanyanya langsung dengan suara sedikit serak.
"sejak kapan kau tidur disini?" tanya Heechul tanpa menjawab pertanyaan Chanyeol terlebih dahulu.
"entahlah aku lupa, setengah jam yang lalu mungkin" jawab Chanyeol sambil memijat pelan lehernya yang terasa sedikit pegal.
"bukankah aku sudah mengatakan kau sudah boleh pulang dari rumah sakit ? kau sudah membereskan barang-barangmu ?"
"sudah kemarin malam, Kris Hyung membantuku lalu ia mengantarku ke apartemen dan setelah berganti baju aku langsung kembali kesini lagi"
"jadi kau berada disini semalaman?"
Chanyeol menganggukkan kepalanya.
"kenapa tidak masuk?"
"aku tidak berani, Hyung dan Sehun Hyung benar Luhan Noona pasti langsung marah jika melihatku ada disana jadi aku rasa menungguinya disini juga sudah cukup aku masih bisa melihatnya dari balik kaca pintu. Jadi, apa Noona sudah sadar?"
"belum, Sehun bahkan tidak tidur semalaman untuk menjaganya. Aku mau kekantin untuk membeli sarapan untukku dan Sehun, kau mau ikut?"
"baiklah" Chanyeol pun beranjak dari tempat duduknya lalu mengikuti langkah Heechul menuju kantin rumah sakit.
Kantin Rumah Sakit pagi ini cukup ramai karena banyak dari keluarga dan kerabat pasien yang juga sedang membeli sarapan. Chanyeol memakai maskernya lagi ia sudah cukup pusing dengan kejadian-kejadian yang menimpanya akhir-akhir ini ia tidak mau menambah kepusingannya dengan menarik perhatian fans yang mungkin ada disini.
"ngomong-ngomong kemana kekasih setiamu itu?" tanya Heechul sambil menekankan kata kekasih setiamu saat ia dan Chanyeol sudah selesai membeli beberapa makanan untuk sarapan.
"kemarin malam ayahnya menelpon dan menyuruhnya segera kembali ke Kanada karena Ibunya jatuh sakit, dan sepertinya sakitnya cukup parah. Dia mengambil penerbangan pertama tadi pagi sekali"
"jadi dia sudah kembali ke Kanada?"
Chanyeol kembali menganggukkan kepalanya
"hah kenapa tidak dari dulu ia kembali ke Kanada, kenapa juga dia harus bertemu Luhan terlebih dahulu jadinya seperti ini kan" Heechul mulai menggerutu sambil terus berjalan menuju ruang rawat Luhan.
"mungkin ini sudah takdir Tuhan, sudah waktunya kami ketahuan oleh Luhan Noona. dan Hyung... " Chanyeol menggantungkan kalimatnya membuat Heechul menoleh kearahnya.
"kemarin malam setelah aku kembali kesini aku bertemu dengan Joonmyun Hyung, ternyata ia menjadi dokter di rumah sakit ini"
"lalu?"
"aku meminta nomor handphone Baekhyun tapi ia tidak mau memberinya"
"tentu saja jika aku jadi Joonmyun aku bahkan tidak akan sudi melihat wajahmu lagi" Chanyeol hanya menghela nafas mendengar ucapan pedas dari mulut Heechul "astaga aku lupa, aku juga belum memberi tahu Baekhyun tentang kejadian ini"
Heechul langsung mengeluarkan handphonennya dari saku celana untuk menghubungi Bakehyun tapi Chanyeol langsung mencegahnya.
"tidak usah hyung, biar aku yang memberi tahunya"
"bagaimana carannya bodoh bahkan kau tidak tahu nomor handphonenya"
"aku akan menyusulnya ke Pohang"
Heechul berhenti berjalan membuat Chanyeol ikut menghentikan langkahnya.
"jangan gila, memangnya kau tahu alamat rumahnya yang di Pohang?"
"tidak, Joonmyun hyung juga tidak mau memberi tahuku tentang itu..." heechul terus menatap Chanyeol menunggu pria itu untuk melanjutkan ucapannya "aku akan mencarinya ke Handong Global University setidaknya mencari alamat universitas tidak akan terlalu sulit aku bisa menemukannya dengan mudah di internet"
"kau mungkin bisa dengan mudah menemukan universitasnya tapi... oh ayolah Park Chanyeol pakailah otakmu bagaimana caranya kau bisa menemukan Baekhyun di antara ribuan mahasiswa yang berkuliah disana?"
"aku akan menunggunya di depan gerbang universitas Baekhyun pasti pulang dan pergi lewat situ kan?"
"ah terserah kau saja, kau urus semuanya sendiri yang penting kau bisa membawanya kesini"
"yes sir, hyung do'akan aku saja yah"
"yayaya, kapan kau akan pergi ?"
"nanti sore aku sebenarnya belum tidur semalam aku ingin istirahat dulu sebentar sebelum pergi kesana, Pohang itu cukup jauh aku tidak mau mengambil resiko mengemudi dengan kondisi seperti ini, aku belum siap untuk mati dosaku masih sangat banyak aku ingin menebusnya dulu"
"tumben kau memakai otakmu untuk berfikir" Chanyeol terkekeh mendengar sindiran Heechul "kau istirahatlah di apartemenmu urusan Luhan biar aku dan Sehun yang urus, nanti siang juga Kyungsoo dan Jongin pasti kesini aku harus segera kembali ke kamar rawat Luhan sebelum Sehun pingsan karena kelaparan"
"baiklah, tolong do'akan aku Hyung"
"ya untuk kali ini aku akan mendo'akanmu, semoga kau berhasil membawa Baekhyun kemari anak muda" Heechul menepuk bahu Chanyeol beberapa kali lalu kembali berjalan menuju ruang rawat Luhan sedangkan Chanyeol berjalan keluar rumah sakit.
.
.
.
Chanyeol sampai di Pohang kemarin malam ia langsung mencari hotel di dekat kampus Baekhyun untuk menginap. Hari ini ia akan menjalankan rencananya untuk menemui Baekhyun dengan menunggu gadis itu di depan gerbang kampusnya. Chanyeol tidak membawa mobilnya kemari, ia meminjam mobil ayahnya yang memang tidak di pakai dan hanya menjadi hiasan di garasi rumahnya karena ayahnya lebih sering menghabiskan waktu di luar negeri. Chanyeol tidak mau memakai mobilnya ataupun mobil Heechul selain akan mengundang perhatian Fans Chanyeol juga yakin Baekhyun akan langsung menghindar ketika melihat mobilnya atau mobil Heechul terparkir di dekat gerbang kampusnya.
Pria ini baru bangun saat jam menunjukkan pukul 8 pagi, ia cukup kelelahan karena sudah berkendara jauh kemarin selain itu ia juga bermimpi buruk semalam. Di mimpinya ia melihat Baekhyun yang terus menangis Chanyeol pun berniat untuk memeluk gadis itu dalam mimpinya namun belum sempat ia memeluk Baekhyun gadis itu sudah dibawa pergi oleh pria lain, entah siapa. Dan Chanyeol langsung berdo'a jika mimpinya itu tidak akan menjadi kenyataan.
Dengan suasana hati yang tidak begitu baik Chanyeol beranjak dari ranjang hotel lalu membuka tirainya membiarkan sinar matahari masuk menembus kamar ini. Ia menyewa satu kamar hotel yang berada di lantai 15, dari sini ia bisa melihat bangunan kampus Baekhyun yang sangat luas. Mungkin Baekhyun sedang berada di sana sekarang. ia sangat tidak sabar untuk bertemu dengan Baekhyun nanti.
Chanyeol kembali mendudukkan dirinya di kursi yang terletak di dekat jendela setelah ia mengambil beberapa foto polaroid yang berisi dirinya dengan Baekhyun. Baekhyun itu gadis yang cukup narsis ia akan berfoto di tempat-tempat yang menurut nya bagus atau perlu untuk di abadikan. Chanyeol memperhatikan foto mereka satu persatu banyak foto-foto mereka yang terlihat lucu karena Baekhyun senang berpose konyol, imut dan apa adanya, benar-benar menggemaskan.
Sekarang matanya tertuju pada salah satu foto yang mereka ambil di lotte world Baekhyun sedang memeluk lehernya dari belakang dan tersenyum ceria begitupun dirinya yang tidak kalah ceria dengan Baekhyun di foto itu. Chanyeol ingat betul mereka mengambil foto itu 1 jam setelah mereka resmi menjadi sepasang kekasih.
Chanyeol benar-benar merindukkan senyum ceria Baekhyun seperti yang ada di foto itu karena saat pertemuan terakhir mereka Chanyeol malah mendapatinya menangis, yah menangis karenanya.
Tidak, Chanyeol tidak akan membiarkan Baekhyun menangis lagi karenanya. Sekarang adalah gilirannya untuk menangis. Sudah cukup airmata yang Baekhyun keluarkan hanya untuk pria sepertinya dan Chanyeol berjanji ia tidak akan pernah membuat Baekhyun menangis lagi mulai sekarang dia akan mengganti semua tangisan Baekhyun itu dengan senyuman. Yah dia janji jadi kita do'akan saja semoga dia bisa menepati janjinya.
"tunggu aku Baek" ucapnya pelan lalu segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
.
.
.
"Hay Baekkie" sapa Daehyun ramah saat melihat Baekhyun berjalan bersama Tao dan Zelo menuju gerbang kampus, kelas mereka sudah selesai hari ini.
"hn" sahut Baekhyun terlihat sedikit ogah-ogahan, ia sebenarnya malas meladeni Pria yang selalu mencari perhatiannya ini.
"kau cantik sekali hari ini" puji Daehyun dia bahkan mengatakan kalimat ini setiap bertemu dengan Baekhyun
"terima kasih" Baekhyun sedikit tersenyum tidak enak juga jika ia terus bersikap dingin pada Pria ini padahal dia baik sekali dan senyuman tipis Baekhyun hampir saja membuat Daehyun pingsan berlebihan memang tapi yaaa namanya juga di 'senyumin' pujaan hati siapa yang tidak senang.
"aissshhh imutnya apakah perlu aku antarkan pulang?" tawar Daehyun sambil mengulurkan tangannya
"tidak perlu, aku akan pulang bersama Tao" jawab Baekhyun lalu berjalan begitu saja meninggalkan Daehyun yang hanya bisa menghela nafasnya. Di tolak lagi ?
Ketiga gadis itu terus berjalan menuju gerbang, Daehyun juga nampaknya tidak berniat mengikuti jadi mereka bisa berjalan dengan santai. Zelo berjalan sambil memainkan handphonennya. Matanya langsung terbelalak seperti baru mengingat sesuatu.
"astaga aku lupa aku ada latihan sebentar lagi, Baekkie Zitao aku duluan ya byee" Zelo langsung berlari sambil melambaikan tangannya dan mendapat balasan lambaian tangan juga dari Baekhyun dan Tao.
"hati-hati Zelo-yaaa"
Sekarang tinggal mereka berdua. Tao berjalan sambil menggandeng lengan Baekhyun, gadis china ini terus berceloteh tentang menyebalkannya Daehyun yang selalu memanggilnya nenek sihir atau panda oleng karena tidak mau memberi informasi tentang Baekhyun. Mereka terlalu asik berbincang hingga tidak menyadari ada seorang Pria yang memperhatikan mereka sedari tadi. Yap Pria itu adalah Park Chanyeol.
Chanyeol berdiri di samping mobil ayahnya yang ia parkirkan di sebrang kampus Baekhyun. Chanyeol memakai kaos berwarna hitam, jaket dark blue dan celana jeans panjang. Ia juga tidak lupa memakai topi dan masker yang menutupi sebagian wajahnya. Bukannya kegeeran tapi dia yakin di sini pasti banyak fans nya termasuk Tao juga mungkin jadi dia harus sedikit menyamarkan identitasnya.
Chanyeol langsung menyebrangi jalanan yang tidak terlalu ramai saat melihat Baekhyun dan Tao sudah melewati gerbang. Dia berjalan perlahan di belakang Baekhyun, astaga Chanyeol harus berusaha keras menahan diri untuk tidak langsung memeluk gadis mungil ini.
"Baek" panggilnya tidak terlalu keras mengingat posisinya tepat di belakang Baekhyun jadi gadis itu pasti bisa mendengarnya.
Baekhyun langsung menghentikan langkahnya begitu pun dengan Tao. Baekhyun kenal sekali suara ini 'ah tidak mungkin ia tidak mungkin ada disini itu hanya imajinasi mu Baek' batinnya.
Tao yang juga mendengar suara Chanyeol langsung membalikan wajahnya dan hampir berteriak jika saja Chanyeol tidak segera menempelkan jarinya di depan mulut meminta Tao untuk diam. Tao mengangguk mengerti lalu sedikit menyikut pinggang Baekhyun membuat Baekhyun juga mengalihkan wajahnya ke arah Tao.
"apa?" tanyanya sambil mengerutkan kening.
"apa kau tuli? Aku saja dengar, itu" Tao langsung menunjuk Chanyeol dengan dagunya membuat Baekhyun mengikuti arah pandangan Tao.
DEG
Jujur saja jantung Baekhyun mulai berdetak tidak karuan saat melihat Chanyeol lagi. Sialan, padahal sudah susah payah Baekhyun berusaha melupakan pria ini kenapa ia harus datang lagi disaat Baekhyun belum berhasil melupakannya.
"Tao ayo kita pulang" Baekhyun langsung menarik tangan Tao untuk menjauh dari Chanyeol tapi Tao diam saja dan malah menatap Chanyeol dengan tatapan kagum. Chanyeol masih terlihat sangat tampan di mata Tao meski setengah bagian wajahnya tertutup oleh masker.
"Zitao jika kau masih mau disini aku akan pulang duluan" Baekhyun pun mencoba melangkahkan kakinya namun tangannya langsung di tahan oleh Chanyeol.
"Tunggu baek"
Baekhyun langsung menepis tangan Chanyeol yang menggenggam tangannya dengan kasar tapi Chanyeol tidak mau kalah dan malah menggenggam tangannya lebih erat "jangan sentuh aku" ucap Baekhyun sambil mencoba menahan amarah. Dia tidak mau membuat keributan di depan kampus apalagi dengan orang ini.
Chanyeol sedih sekali melihatnya padahal tadi ia sempat melihat Baekhyun tertawa bersama Tao sebelum ia datang.
"Baekhyun ada yang ingin aku bicarakan denganmu"
"tapi aku tidak mau bicara denganmu"
"Baek aku mohon dengarkan dul-"
"DAEHYUN-AH" Baekhyun langsung memanggil Daehyun yang baru saja melintas melewati gerbang sambil mengendarai motor sport nya. Chanyeol mengikuti arah pandang Baekhyun dan ia bisa melihat seorang Pria yang baru saja turun dari motornya sambil membuka helm lalu berjalan menuju Baekhyun dengan senyuman lebar.
"Hay Princess! Ada apa memanggilku ? rindu?" tanya pria bernama Daehyun itu dengan nada yang benar-benar menggelikan di telingan Chanyeol.
Princess? PRINCESS? Siapa pria ini berani sekali memanggil Baekhyun dengan panggilan seperti itu. Chanyeol benar-benar kesal mendengarnya, dia saja yang kekasihnya tidak pernah memanggil Baekhyun se-cheesy itu. tunggu... percaya diri sekali kau Park memang Baekhyun masih menganggapmu kekasihnya ?
"Baek siapa dia ?" tanya Daehyun saat ia sadar tangan 'Princess' nya tengah di genggam oleh pria asing "heh kau jangan macam-macam pada Baekhyun-ku ya kau tahu aku adalah calon suaminya, Aku adalah calon ayah dari anak-anaknya kelak"
Chanyeol membelalakan matanya mendengar ucapan Daehyun, yang benar saja calon suami katanya ? apa Baekhyun sudah melupakannya lalu menjalin hubungan dengan pria ini? dan apapula dengan kata 'Baekhyun-ku' ?
"Kau jangan bercanda" elak Chanyeol sambil mengontrol nada bicaranya.
Untung saja Daehyun tidak mengenalinya. Lagi pula Daehyun juga tidak terlalu ingat dengan wajah Chanyeol dia bukan Tao yang rela menghabiskan waktu berjam-jam di depan televisi untuk menonton drama yang di bintangi oleh Chanyeol. Apalagi setelah ada berita hubungan antara Chanyeol dan Baekhyun pria itu sama sekali tidak mau melihat Chanyeol dimanapun baik itu di televisi ataupun media lainnya karena takut ucapan kedua teman dekatnya –Jongup dan Himnchan- benar jika Chanyeol lebih tampan darinya
"Kau tidak percaya ? kalau begitu kenalkan namaku Jung Daehyun, calon suami Baekhyun. Kau dengar ? nama kami bahkan hampir sama hanya beda huruf D-B dan K saja, itu adalah tanda jika aku dan Baekhyun memang ditakdirkan untuk bersama. Aku juga sudah menyiapkan nama untuk anak kita kelak namanya HyunHyun, yap benar Jung HyunHyun bukankah itu nama yang imut ? iya kan Baekkie?"
Baekhyun memutar matanya malas. Tao yang mendengar itu langsung tertawa terbahak-bahak tapi tidak dengan Chanyeol pria itu terus menatam Daehyun dengan tatapan tidak suka.
"Hahahaha imut dari mana? Itu adalah nama terkonyol yang pernah aku dengar"
Daehyun sudah akan membuka mulutnya untuk membalas ucapan Tao tapi Baekhyun langsung menyelanya.
"sudah jangan banyak bicara bukankah kau tadi mengajakku pulang bersama, ayo cepat antarkan aku pulang"
"ah dengan senang hati tuan putri kalau begitu ayo" Daehyun langsung menarik tangan Baekhyun untuk berjalan menuju motornya. "ah kapan-kapan aku akan membawa kuda putih ke kampus lalu mengajakmu pulang bersama lagi agar kita terlihat seperti putri dan pangeran sungguhan"
Tao masih bisa mendengar ucapan Daehyun tadi dan ia kembali tertawa di buatnya "hahaha dia benar-benar sinting"
Karena keasikan tertawa Tao jadi baru sadar jika Baekhyun akan pulang bersama Daehyun, lalu bagaimana nasibnya?
"YAK BYUN BAEKHYUN BAGAIMANA DENGANKU DASAR KAU TIDAK SETIA KAWAN" teriaknya saat melihat Baekhyun sudah pergi dengan Daehyun.
"biar aku yang mengantarmu pulang" ucap Chanyeol lagi pula ia juga mau berbincang dan menanyakan beberapa hal pada Tao
"APA?"
.
.
.
Sekarang Chanyeol dan Tao sedang berada di cafe dekat kampus. Chanyeol janji akan berfoto bersama lalu mengantar Tao pulang dengan syarat Tao harus menjawab semua pertanyaannya jadi mustahil sekali jika Tao menolak tawarannya.
"jadi... siapa sebenarnya pria tadi?"
"Daehyun? Ah Oppa tidak usah khawatir dia hanya orang stress yang terlalu menggilai Baekhyun" jawab Tao santai sambil memakan makanannya.
Yah Chanyeol juga mentraktirnya makan disini, 'kurang baik apa lagi coba idolaku ini' ya setidaknya itu hanya pemikiran Tao
"maksudmu?"
"Daehyun itu sudah terobsesi pada Baekhyun sejak mereka masih sekolah menengah hingga sekarang. dia bahkan menjadi satu-satunya fans Baekhyun yang masih mengejarnya"
"fans?"
"yap fans, oppa jangan heran bukan hanya artis saja yang memiliki fans, Baekhyun juga punya. di kampus itu banyak pria yang mendekatinya tapi itu tentu saja sebelum berita tentang kalian menyebar, sekarang semuanya sudah menyerah karena mungkin mereka sadar mereka tidak mungkin merebut Baekhyun dari Oppa ya kecuali satu makhluk astral bernama Daehyun itu"
Chanyeol mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti setidaknya ia bisa bernafas lega karena orang lain masih menganggap jika Baekhyun adalah miliknya.
"lalu bagaimana dengan Baekhyun? Apa dia merespon semua perlakuan fans-fansnya?"
"tidak, dulu kan di kepalanya hanya ada KAI KAI dan KAI tapi mungkin sekarang sudah di ganti dengan nama Oppa hihi" Tao tersenyum mesem.
Chanyeol ikut tersenyum mendengarnya "yaaah semoga, ah ya Tao apa Baekhyun bercerita tentangku padamu?"
"tentang masalah kalian ? ya Baekhyun menceritakan semuanya padaku"
"kau tidak membenciku? Aku sudah menyakiti sahabatmu sendiri"
"inginnya sih aku membenci Oppa, tapi apa daya aku kan fansmu juga aku mana bisa membenci mu begitu saja hehe padahal aku sudah berjanji pada Baekhyun akan me-wushu siapa saja yang menyakitinya"
"waaah kau juga tidak setia kawan Tao pantas saja Baekhyun meninggalkanmu tadi kkk~ ah ya kau bisa bela diri wushu? Keren sekali"
"ya aku bisa, mau aku tunjukkan?" Tao sudah mau berdiri dari kursinya ia tentu semangat untuk menunjukkan bakatnya apa lagi tadi Chanyeol menyebutnya keren tapi Chanyeol langsung mencegahnya.
"tidak usah tidak usah kau duduk lagi saja ya, kita sedang di cafe Tao-ie" ucap Chanyeol sambil menyuruh Tao duduk kembali.
"hehe aku lupa Oppa" Tao pun kembali duduk di kursinya. "ah ya Oppa kau tahu aku sebenarnya sangat senang melihat hubunganmu dengan Baekhyun, sungguh. Baekhyun terdengar sangat senang ketika ia menelponku dari Seoul dan bilang jika kalian sudah pacaran sungguhan aku jadi ikut senang juga tapi akhir-akhir ini aku jadi ikut sedih melihat Baekhyun yang terus murung dia sepertinya sangat sedih"
"maaf kan aku Tao, aku akan menebus semuanya makanya aku berada disini sekarang, aku ingin memperbaiki semuanya" Chanyeol sedikit menundukkan kepalanya.
"benarkah ? aku senang sekali mendengarnya Oppa"
"ya, aku sekarang serius ingin memperbaiki hubunganku dengan Baekhyun. aku juga ingin mengajak Baekhyun ke Seoul untuk menjenguk Luhan Noona"
"memangnya Luhan Eonni kenapa?"
"Luhan Noona kecelakaan"
"APA? K-kenapa bisa?"
"ceriatanya panjang, kapan-kapan akan aku ceritakan. Jadi.. bisa kah kau memberi tahuku alamat rumah Baekhyun"
Tao tersenyum mendengarnya "Oppa mau mendatangi rumah Baekhyun?"
Chanyeol mengangguk "aku tahu mungkin disana aku akan bertemu Jongdae Hyung dan mungkin ia akan marah besar padaku. Tapi tidak apa-apa yang penting aku bisa bertemu dengan Baekhyun dan mengajaknya ke Seoul"
"Oppa tenang saja Jongdae Oppa tidak akan memarahimu dia tidak tahu apa-apa tentang masalah kalian"
"benarkah ?"
"ya, Baekhyun tidak memberi tahu masalah yang sebenarnya dia mau melindungi Oppa mungkin"
"aisshh Tao-ie kau sepertinya suka sekali membuatku kege-eran"
"hahaha aku serius Oppa, yasudah bukankah Oppa mau kerumah Baekhyun. ayo kita pergi sekarang lagi pula rumah Baekhyun itu hanya terhalang 3 rumah dari rumahku"
"benarkah ? baguslah kalau begitu ayo kita pergi sekarang"
.
.
.
Baekhyun kembali pada kondisi mood yang buruk. Selain Tao yang kembali bersikap menyebalkan menurutnya kenapa juga hari ini ia harus bertemu dengan orang yang akhir-akhir ini sedang berusaha untuk ia lupakan. Benar-benar menyebalkan.
Gadis itu merebahkan tubuh mungilnya di atas kasur, menatap langit-langit kamarnya yang berwarna biru langit. Pikirannya melayang pada sosok Pria yang tadi menemuinya di gerbang kampus. ishhh Pria itu benar-benar sialan, ada urusan apa dia kemari lagi ? belum puaskah dia menyakiti Baekhyun ?
Hal itu jelas membuat mood Baekhyun semakin memburuk, gadis itu meremas boneka rilakuma berukuran sedang miliknya dengan gemas. Dia sudah berusaha keras untuk melupakan pria brengsek itu tapi kenapa sulit sekali padahal pria itu sudah menyakitinya. Ya pria itu sudah menghancurkan semua harapannya tentang hubungan yang akan terjalin dengan indah.
Suara ketukan pintu kamar berhasil mengalihkan perhatiannya. Baekhyun langsung mengambil posisi duduk di atas kasur dengan malas lalu memeluk boneka rilakumanya.
"masuk saja Oppa"
Ya itu pasti Jongdae, Oppanya yang satu ini tidak pergi ke Kantornya hari ini sedang malas katanya. Cih mentang-mentang ia pemilik Kantor Asuransi itu jadi ia selalu datang kesana seenaknya.
"hay cantik ada tamu yang ingin bertemu denganmu" ucap Jongdae sambil berjalan mendekati adiknya.
"siapa ? jika itu Zitao suruh ia pulang saja, aku sedang malas bertemu dengannya" Baekhyun mempoutkan mulutnya ia masih kesal dengan sikap Tao tadi yang tidak mau di ajak pulang dan malah memilih bersama Pria sialan itu.
"jika memang Tao yang datang aku tidak akan repot-repot menyusulmu kesini, dia akan dengan 'mandiri'nya menghampirimu ke kamar tanpa perlu aku suruh"
"lalu siapa ?"
"Chanyeol"
"..."
Pria itu benar-benar... mau apa dia sampai repot-repot menyusul Baekhyun ke rumahnya dan dari mana pula ia tahu alamat rumah Baekhyun ? ahhhh Baekhyun lupa Zitao sedang menghianatinya dan malah berpihak pada Pria itu. Ternyata gadis panda itu memang sedang cari mati, lihat saja nanti.
"aku ngantuk Oppa, suruh dia pulang saja" Baekhyun pura-pura menguap lalu kembali merebahkan diri di atas kasur sambil menutup tubuhnya dengan selimut hingga batas leher.
Jongdae langsung menyibakkan selimut yang menutupi tubuh Baekhyun lalu menarik tangan adiknya itu sampai ia kembali terduduk di atas kasurnya "jangan banyak alasan cepat temui dia, kasihan dia jauh-jauh dari Seoul datang kemari untuk menemuimu tapi kau malah seperti ini"
Baekhyun mendelikkan matanya kesal. Jika saja Jongdae tahu semuanya pasti Oppanya itu sudah mendepak Chanyeol untuk jauh-jauh dari rumah mereka.
'kasihan apanya harusnya aku yang dikasihani' gerutu Baekhyun dalam hati.
"aahhh Oppa aku malas, sudahlah suruh ia pergi saja" Baekhyun mengeluarkan jurus puppy eyes nya. Biasanya sih Jongdae akan luluh.
"Baekkie aku tahu kau pasti sedang ada masalah dengannya, jangan kekanakkan. Temui dia dan selesaikan masalah kalian. Ayo cepat turun" ternyata puppy eyes nya kali ini tidak mempan karena Jongdae malah kembali menarik tangan Baekhyun hingga adiknya itu berdiri.
Jongdae kembali menarik tangan Baekhyun tidak peduli seberapa kuat Baekhyun menolak Jongdae tetap tidak melepaskan tangannya.
"Oppa aku tidak mau menemuinya" pekik Baekhyun sambil memukuli tangan Jongdae dengan tangan kirinya karena tangan kanannya tengah di tarik oleh Jongdae.
"Oppa bilang jangan kekanakkan Byun Baekhyun" Baekhyun menahan kakinya agar tidak bergerak tapi Jongdae memaksanya, hingga Baekhyun dengan terpaksa harus menyeret kakinya sendiri dengan Jongdae yang menariknya sampai mereka tiba di ruang tamu.
Baekhyun bisa melihat Chanyeol duduk disana sambil mengerutkan kening karena melihatnya yang masih di seret oleh Jongdae.
"maaf menunggu lama Chan, anak ini banyak sekali alasannya" ucap Jongdae lalu mendudukan Baekhyun disamping Chanyeol.
"i-iya Hyung tidak apa-apa hehe" Chanyeol tersenyum kikuk sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Andai jika Jongdae tahu yang sebenarnya ia tidak mungkin melakukan semua ini dan membiarkan Chanyeol menemui Baekhyun lagi.
"ya sudah sekarang selesaikan lah masalah kalian, aku bosan melihat Baekhyun terus uring-uringan tidak jelas di rumah. Aku akan pergi ke rumah Minseok jika ada apa-apa telpon saja, oke?"
"iya Hyung, terima kasih"
Jongdae hanya mengacungkan jempol tangan kanannnya lalu pergi menuju pintu rumahnya meninggalkan dua makhluk ini berdua di ruang tamu.
.
.
.
"ngg- h-hay Baek, bagaimana kabarmu ?" Chanyeol mencoba memulai perbincangannya
"tidak usah sok peduli" tapi Baekhyun membalasnya dengan ketus
15 menit berlalu dan Baekhyun sangat kesal karena Chanyeol tak kunjung mengeluarkan suaranya lagi setelah ia berbicara ketus tadi.
"jika kau datang kemari hanya untuk membuang waktuku lebih baik kau pulang saja" Baekhyun beranjak dari tempat duduknya berniat untuk kembali ke kamar tapi Chanyeol segera mencegahnya dengan menggenggam tangan Baekhyun.
Baekhyun langsung menatap tangan Chanyeol yang menggenggam tangannya dengan tatapan tajam bertanda jika ia tidak suka chanyeol menyentuhnya. Chanyeol yang sadar dengan arti tatapan Baekhyun pun segera melepaskan tangannya dari tangan Baekhyun.
"ah maaf-maaf Baek, aku hanya ingin bicara denganmu" ucapnya sedikit tergagap, entahlah dia merasa sedikit takut dengan Baekhyun.
"ingin bicara denganku ? lalu apa yang kau lakukan selama 15 menit ini? kau pikir aku paranormal yang bisa mengerti apa yang ingin kau bicarakan tanpa kau mengatakannya ?" Baekhyun mulai berkata ketus lagi. Ia terlihat sangat kesal.
"bu-bukan begitu" Chanyeol merendahkan nada bicaranya "bisa kau duduk kembali?"
Baekhyun menghela nafas kesal tapi tetap menuruti Chanyeol untuk duduk kembali di tempatnya.
"aku kemari untuk memberitahu mu jika Luhan Noona kecelakaan" jelas Chanyeol sambil menundukkan kepalanya. Ia memang merindukan Baekhyun tapi entahlah setelah berdekatan dengan Baekhyun seperti sekarang ia malah tidak berani untuk menatap wajah cantik itu.
"kecelakaan?" Baekhyun sedikit kaget mendengarnya.
"yahh, Luhan Noona sudah mengetahui semuanya. Dia sangat marah padaku dan Kris Hyung. Ia kecelakaan karena ingin menyusulmu kesini" Chanyeol semakin menundukkan kepalanya.
Baekhyun mati-matian mencoba menahan amarahnya. Luhan adalah wanita yang sudah ia anggap kakak sendiri dan ia kecelakaan karena pria ini, adik kandungnya sendiri.
"bagus, setelah menyakitiku kau membuat Luhan Eonni kecelakaan lalu siapa yang akan menjadi korbanmu selanjutnya ? Orang tuamu? Heechul Oppa? Sehun Oppa? Kai Oppa? Kyungsoo? SIAPA LAGI HAH ? kapan kau akan merasa puas Chanyeol-ssi?" Baekhyun berteriak marah dia bahkan masih memanggil Chanyeol dengan embel-embel '-ssi'
"tidak Baek, aku tidak mau menyakiti siapapun lagi. Aku kemari untuk memperbaiki semuanya aku ingin meminta maaf padamu" Chanyeol memberanikan diri untuk menatap Baekhyun.
Ekspresi keduanya sangat bertolak belakang. Chanyeol yang memandang Baekhyun dengan tatapan memohon dan penuh rasa penyesalan sedangkan Baekhyun membalasnya dengan tatapan yang sangat tajam penuh amarah.
"oke aku mengerti jika kau masih belum mau memaafkanku, tapi aku mohon dengan sangat Baek, ikutlah dengan ku ke Seoul. Luhan Noona pasti sangat ingin bertemu denganmu"
Baekhyun masih diam namun tatapan tajamnya perlahan meredup.
"Aku mohon Baek, aku tahu kesalahanku benar-benar fatal jadi tolong beri aku kesempatan untuk memperbaiki semuanya kita bisa memulai semuanya dari awal, Luhan Noona juga pasti senang sekali jika kau menengoknya"
"..."
Baekhyun bingung, ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan sekarang. Otak dan hatinya tidak sejalan. Otaknya mengatakan jika lebih baik ia tidak usah lagi berurusan dan mendengar segala omong kosong yang keluar dari mulut pembual hebat seperti Chanyeol. Dia tidak mungkin mempercayai orang ini lagi yang jelas-jelas sudah membohongi dan mengkhianatinya kan ? yang benar saja.
Namun hatinya berkata lain. Hatinya mengatakan agar ia ikut kembali ke Seoul bersama Pria ini setidaknya jika ia ikut pergi ke Seoul bersama Chanyeol dia bisa menengok Luhan dia juga sebenarnya sangat khawatir dengan keadaan Luhan.
Ia benar-benar kesal dengan dirinya yang seperti ini. Tentang dirinya yang masih belum bisa melupakan Pria sialan di depannya yang jelas-jelas sudah menyakitinya bahkan sebagian dari hatinya masih mau mencoba untuk memberi kesempatan pada Chanyeol. Tapi ia tidak mau mengambil resiko jika harus terluka untuk kedua kalinya.
Jadi mana yang harus ia turuti ? otaknya ? atau hatinya ?
TBC
Maaf ya kalau chapter ini harus kembali dengan TBC yang kampret hehe
Btw kalau kalian ada di posisi Baekhyun kalian mau gimana ? nurutin kata hati apa kata otak(?) wkwkwk
Buat Kaisoo shipper maapin aku ya, kayanya mereka cuman nongol dikit di FF ini, ntar deh aku bikinin ff khusus mereka udah ada ide cerita sih cuman belum sempet di ketik hehe fokus dulu kesini gicuu :3 atau ada yang mau nyumbang ide cerita ? soalnya ide cerita aku ini mainstream banget kayanya -,-
Oh ya buat Chapter kemaren Chanyeol emang kurang ngenes sih tapi ya apa boleh buat dia kan ayang aku jadi aku ga bisa bikin dia ngenes-ngenes amat, maapin :( ga adil sih tapi ya mau gimana lagi, ca'em sih dia *urusannya apa* kkkk
Tapi aku udah sukses bikin sebagian besar reader gedeg banget kan sama dia hihihi
Dan Alhamdulillah masih bisa nepatin janji buat apdet hari minggu hehe tapi buat kedepannya ga janji banget ya tapi tetep di usahain kok enelan deh :3 aku senin udah mulai kuliah lagi tugas dan berbagai acara udah nunggu di depan mata jadi harap maklum ya :') aku juga sebenernya nulis ini agak beribet sama tugas jadi maaf kalau ga memuaskan. Emang sih lagi liburan tapi dosen aku tuh tidak akan membiarkan mahasiswanya liburan dengan tenang dia baik banget ngasih THR juga -Tugas Hari Raya :')-
Oke langsung balesin review dari readers tercinta aja deccccc :*
Byunhyeonkkaeb : makasih udah review^^ ihiiiyy maaciw :3 gpp baru review juga bebas ajalah sama aku mah hihihi
Iyou : makasih udah review^^ eiiyy gpp dong biar dia tahu rasa dan cepet sadar kkk~ Semangaaat !
Kriswu393 : makasih udah review^^ sengaja di lemotin biar greget hihi kamu juga keep reading eaacc :3
Nelishawolslockets : makasih udah review^^ maapin ya udah bikin nyesek :( aku ga bisa cepet-cepet di usahai apdet tiap sabtu/minggu yaa :D jangan cubit-cubit ayang aku awas kamu ya :p
Followbaek : makasih udah review^^ kenapa seminggu sekali ? karena aku mampunya segitu kkk~ maaf ya Baekhyun sempet ternistakan :') aku ga janji ya soalnya aku senin udah mulai ngampus lagi dan tugas pasti udah nunggu :'))))
Hunhanrakaisoo : makasih udah review^^ tonjok aja gpp kok gausah sungkan :'))) syukur deh kalau kerasa feelnya hehe.
Exindira : makasih udah review^^ ini chanbaek udah ketemuan :3 buat kaisoo liat bacotan aku diatas ya :'D kalau kamu punya ide cerita PM aja siapa tau bisa aku bikinin*kalaubisa* kkk~ Keep Reading :D
Younlaycious88 : makasih udah review^^ ini TBC nya kkaebsong lagi gak ? :3 tuh udah ada jawabannya di paling atas hehe
Exoel : makasih udah review^^ yaaaah maapin :( ga sengaja kok cungguh :3
Lalaafanessaagustin : MAKASIH UDAH REVIEW^^ KAMU KOK SENENG CHANYEOL DI MARAHIN TERUS :| CAPSLOCKNYA IKUTAN RUSAK KKKK FIGHTIIINGGGG!
LynKim : makasih udah review^^ silakan tabok aja jangan sungkan :') FIGHTING !
Kaysaiko : makasih udah review^^ iya dong om aku gituloh *peyukheechul* tuh udah ada jawabannya di yang paling atas ya hehe. Kamu juga semangat bacanya yaaa :D
Lativaakatsuki : makasih udah review^^ aku mampunya cuman seminggu sekali :') iya tahu rasa juga kan dia akhirnya kkk tapi emang ada kecelakaan gimana dong :( hihi Fighting !
Byunyeolliexo : makasih udah review^^ apanya yg bikin ngakak :| iyaaps dugaan kamu betul sekali, hwaitinggg !
Fanoy5 : makasih udah review^^ kenapa... ? ini udah lanjut :D
Rillakuchan : makasih udah review^^ udah kepalang janji sih soalnya hehe kalau Lulu ga nekat ga akan greget :3
Shin Yo Young : makasih udah review^^ waaah kurang tau, bisa aja ga masuk reviewnya atau jangan2 kelewat sama aku :( maap yak :))) Lulu nih yang kecelakaan. Iya pasti di usahakan dilanjut ampe ending^^
AegyaCho : makasih udah review^^ bukan mereka berempat yg celaka, tapi Lihan :( iya ya masa kalahsama Indonesia ang udah memilih hihi, ini ga lebih dariseminggukan ? ;)
Cils : makasih udah review^^ hihi chap ini TBC nya bikin pengen garuk tembok juga ga ? :3
RLR14 : makasih udah review^^ siapa coba ? kkk ajegileee lama banget haha. Aku kalau lagi mood nya bagus ngetiknya gabisa berhenti kalau lagi mentok pasti mentok banget jadi gmn mood aja ya hehe
Anisyawurjaning : makasih udah review^^ iya kalau kata mas danang tuh pig blind (membabi buta) wkwkwk jangan banyak2 ah ntar kaya CHSI lagi kasian Baek nasibnya kaya mba Hana ntar *apaan* haha haha tenang aja ga ada yang mati kok aku masihsayang sama mereka semua :3 ini udah di next keep reading :D
Blackwhite1214 : makasih udah review^^ sabar nak sabar kkkk tapi Luhannya mau kecelakaan (?) hihi cinta itu, namanya juga cinta *muntah* dia tanpa di usir juga akhirnya pergi sendiri emak nya sakit sih heehe. Berarti aku adil ya dua-duanya dapet nyesek *kurangajar* wkwkwk
Rikamaulina94 : makasih udah review^^ gigit aja gpp gausah sungkan :') tapi dia terlahir sebagai uke labil gimana dong :( hihi mereka gpp kok orang yang kecelakaannya juga Luhan :p
ViviPExotic46 : makasih udah review^^ getok aja udeeeeh gpp gausah sungkan :')apdetnya tiap sabtu/minggu yaa ;) Keep Reading :D
Ikki Ka Jung99 : makasih udah review^^ sebagian kata2nya sih ada yang aku ambil dari kata2 nya Om Mario tapi dikit doang hehe sama di lagu Exo yg MID kalau yg Baek marahin Chan sih itu unek2 gue (?) wkwk tenang aja Sehun sama Heechul baik2 aja meski Sehun agak stress dikit kkk yang kecelakaannya kan Luhan :( udah ngga lagi ah skrg makin males nonton CHSI mas bram sama helokitinya ja'at bgt :( wkwkwk ini udah di next SALAM SUPER :D
Doremifaseul : makasih udah review^^ itu makin nyinetron bgt dok kalau chan yg kecelakaan terus hilang ingatan kkk~ iya yak kalau dipikir2 kesian Lulu udah jatuh ketimpa tangga *baru mikir* *kemana aja lo* -,- maaf ya mba lulu (?) kamu juga keep Reading yaa ;) buat Chap ini lg gabisa bikin yg lebih panjang hehe.
Nur991fah : makasih udah review^^ wahwahwah kamu anarkis bgt wkwk yg nyerungseknya Luhan eonni(?) :'(
Indaaaaaahhh : makasih udah review^^ waaah syukur deh kalau feel nya ngena lagi hehe mobil Luhan yang tabrakan :'( tabrakan sama po'on kkk~ iya Semangaaattt !
LuXiaoLu : makasih udah review^^ iya tahu sendirr lah ya kalau udah urusan hati mah susah *apaan* wkwkwk tapi sayangnya yang tabrakan itu Luhan :'(
ByunFire : makasih udah review^^ kamu rajin bgt review dari chap 1 *peyuk* hihi maaf ya TBC nya kampret dan kayanya yg ini juga maapin :3 ini udah di lanjut, di baca ya :D
Byunswag : makasih udah review^^ iya itu Luhan :'( ini udah apdetttt di baca ya ;)
Haru3173 : makasih udah review^^ iya biar plong kan dia kalau udah marah2 kkk~ tapi disini si Tao bukannya ngehajar chan dia malah sekongkol sama uke labil itu :( wkwk iya mungkin kalau di awal emang rada mirip kali ya tapi kesininya ngga kan :'( kode banget itu kristao elaaah hahaha ntar deh kalau mood di bikinin :3 kamu juga tetep sehat yaaaa *peyuuk*
KaisooLovers : makasih udah review^^ wkwkwk iya gih rajam aja gpp kok :') iya Kris udah kepalang cinta mati ama chan *muntah* ini udah lanjut, di baca ya ;)
Kaisoo Daughter : makasih udah review^^ sesuatu bgt ya kayanya :') kedua om itu baik-baik aja kok, Luhan yang tabrakan tenang aja aku ga sampe hati bikin dia mati kok wkwk. Ini udah lanjut, di baca ya ;)
Shaviraavm : makasih udah review^^ ihiiiyyyyy maaciw :3
Indrisaputri : makasih udah review^^ jahat banget bahagia liat chan menderita tapi emang iya sih kkk~ iya Luhan kecelakaan kasian :( bener nih gpp Baekhyun nya aku nikahin sama yg lain ? *kedipkedip, Fightinggg!
Biyachan : makasih udah review^^ akuh uga ayang amuh :* wkwkwk
Melissaluph : makasih udah review^^ kamu ga rasain jadi chan sih susah tau ngelepas org yg udah barengan sama kita selama bertaun2 *muntah* wkwkwk aku apdet seminggu sekali ;) ini udah di lanjut, di baca ya :D
KimKyungIn1214 : makasih udah review^^ ampun :'( bukan chan dkk kok itu Luhan :') emang asalnya ga ngeship chanbaek ? ini udah ada chap selanjutnya, dibaca yaaa ;)
Fafifufefoo : makasih udah review^^ mereka gpp Luhan yg kenapa-napa :') Chan doang yg ke pohang, emang susah coba kamu di posisi Chan :'( wkwkwk ngga deng emang labil aja itu mah dianya
Lolitasylva23 : makasih udah review^^ itu Luhan TT ini udah di next, di baca yaaa ;)
YJYSCKCBShipper : makasih udah review^^ dia udah sadar kok sebenernya dia cuman takut ngambil keputusan kata Kyu juga :') ini udah di next, di baca yaaa ;)
Zahee : makasih udah review^^ mungkindia butuh di rukiyah :') emang kecelakaan tapi ga ada yg hilang ingatan elaah ga akan se-sinetron gitu kok ceritanya wkwkwk ini udah apdet lagi kok,baca lagi ya ;)
HunHanCherry1220 : makasih udah review^^ ini kebetulan aja mood akunya lg 'bener' jadi panjang bikinnya hihi :3 itu Lulu yg kecelakaan :( FIGHTING FIGHTING, ini udah lanjut, dibaca ya ;)
Luhannieka : makasih udah review^^ emang luhan kok yg kecelakaan :'( jahat kamu aku ga sampe hati bikin dia mati wkwkwk oke oke aja ya hihi ini udah di next,di baca yaa ;) FIGHTING !
Byun Baekieyeol : makasih udah review^^ ini udah apdet ayang udah chap 10 -,-
Nabilasalsabila79 : makasih udah review^^ waaah syukur deh hihi kurang tau sih aku juga gimana mood nya tapi kayanya cuman ampe chap belasan deh ga akan sampe 20 *aamiin hihi
Re-Panda68 : makasih udah review^^ haha itu Lulu kaya gitu saking gedeg nya ama mereka wkwkwk iyeee nih udah di next, di baca ya ;)
Mrblackj : makasih udah review^^ ihiiiyyy maaciw :3 mau aku tambah ngenes lagi Baek nya ? wkwkw *ngga deng*
Rnine21 : makasih udah review^^ Aamiin o:)
CupcakesStories : makasih udah review^^ hahaha namanya juga cinta *muntah* ihiiiy maaciw udah suka sama ff nya, Hwaiting juga buat kamu, Keep Reading ;) iya aku tetep cinta kok sama Chanbaek apa lagi sama ayang Chanyeol :3
Hana : makasih udah review^^ baek kan emang udah pulang ke pohang :') kris juga balik ke kanada tuh emak nya atit.
Hwang yumi : makasih udah review^^ aku ga se ja'at helokiti :( yakali botak pala gua nulis satu chap 20k wkwkwk Keep reading yah ;)
ChanBaekLuv : makasih udah review^^ biar tau rasa dia hihi muncul bentar tapi bikin DUAR ya dia :') ngga kok itu Lulu yg kecelakaan ;')
Rachel suliss : makasih udah review^^ nahloh dengerih tuh lu Chan, ngga kok itu yg kecelakaan Lulu :') si Chan lagi galau nemuin baek ke Pohang, si Kris malah balik ke kampungnya.
Fuji jump910 : makasih udah review^^ gpp hehe ini udah lanjut, baca lagi ya :')
Mirarose86 : makasih udah review^^ iya sabtu/minggu aja aku emang lg libur tapi dosennya baik banget ngasih THR (Tugas Hari Raya) jadi... ya gitu deh :')
LeeEunin : makasih udah review^^ iya tau rasa lo hah cuman bisa dengerin doang wkwk, Om aku kan emang selalu keren *peyukHeechul* Lulu kan jadi singa betina lagi ngamuk :D ini udah lanjut baca lagi yaa :')
Sarimulyani94 : makasih udah review^^ perih bingits itu mah :') iya padahal aku kenain aja ya biar greget hihi yaa maklum aja namanya juga uke labil :') ini udah apdet, di baca yaa ;)
Shallow Lin : makasih udah review^^ gpp gpp kalem aja sama aku mah *sokasik* wkwk ya sebagai kakak kan ya gimana ga kecewa punya ade pe'a kek gitu :'( kkk hih tebakan kamu bener banget, rasain tuh Chan wkwkwk
Doaddict : makasih udah review^^ sabar sabar ini udah apdet,di baca lagi yaaa Fighting ;)
Guest : makasih udah review^^ emang adek ga tau diri dia mah wkwk ada apa hayoooo ? tuh baca di atas hihihi ini udah di lanjut, di baca lagi ya ;) Fighting !
Alexara : makasih udah review^^ yakali nangis pas bagian senengnya *emng ada senengnya* wkwk iya semoga ya :') 'daeum man juseyo' itu apa aku ga ngerti :(
ByunAud : makasih udah review^^ ayo jambak aja ga usah sungkan :') iya pada kewalahan udah 4 orang gitu cowo semua lagi meski 1nya uke labik wkwk bukan tiang jalan atau tembok kok yg lulu tabrak itu po'on hihi yaaa mumpung bisa tepatin janji gatau deh kedepannya hehe, Hwaiting!
Baekkiechan : makasih udah review^^ ayo jitak aja gpp jangan sungkan :') apdetnya sabtu/minggu ya ;)
Oh Lana : makasih udah review^^ nya ari abi mah kumaha eceu we hayang na kumaha *apaanbgt* wkwk jangan dong kalau dia di bungkus jadi parsel nanti yg nyakitin Baek siapa *eaaaa haha semennya gpp kok org yg di tabraknya pohon haha.
Septhaca : makasih udah review^^ gpp baca ngebut asal ngerti hihi suara kentut -,- hehe itu mba lulu nya kecelakaan :'(
SukiYJ57 : makasih udah review^^ mobil Luhan :'( lambat laun Kris pasti tau kok tapi dia mudik dulu ke kanada katanya emaknya atit. Udah di next nih, di baca lagi yah ;)
JungKimCaca : makasih udah review^^ kalau ga jahat ga greget :3 ini udah lanjut di baca lagi ya ;)
Kai4do : makasih udah review^^ dia ga jahat kok cuman agak pe'a dan hobinya bikin orang emosian wkwk
Byunbaek : makasih udah review^^ dan apa ini TBC nya bikin greget juga ? *kedipkedip hihi keep reading ;) Hwaiting !
Biezzle : makasih udah review^^ ini udah next lagi, baca lagi ya ;)
Sonia : makasih udah review^^ tuh kan Tao juga gitu meski gedeg ke Chanyeol tetep aja dia ngefans wkwkwk bukan mereka kok itu Lulu yg kecelakaan.
Luchen379 : makasih udah review^^ haha iya gpp udah inget buat review juga udah syukur wkwk
Parklili : makasih udah review^^ widih widih napsu banget nih haha gedeg banget ya ama chanyeol :D
Leeyeol : makasih udah review^^ emang juara bgt labilnya dia mah :') udah lanjut nih baca lagi yaa :D
Chanbaek shipper : makasih udah review^^ dia kan labil, semacem masih bimbang gicuuu :3 yaaaahhh gagal nih padahal udah semanget jadi banyak yg gedeg sama dia*kurangajar* wkwk
90Rahmayani : makasih udah review^^ para pengejar luhan lah wkwkwk ngga kok itu lulu hehe kamu ngenes ga sih kalau di posisi Chan yg lagi galau terus di puterin lagu gitu ? wkwk iniudah di lanjut di baca lagi yaa ;) FIGHTING !
Ms Yeremia : makasih udah review^^ maklum ya dia emang rada pe'a hehe gimana kalau mood akunya malah bikin ending Krisyeol ? ...krik krik... bisa bakar diri lah gua wkwkwk apdetnya sesuai jadwal sabtu/minggu yaah ;)
Ririn Cross : makasih udah review^^ emang paling kurang ajar dia mah -.- Luhan itu yg kecelakaan kasian ya dia :') ini udah di lanjut, di baca lagi ya ;) Fighting !
Ghj : makasih udah review^^ ya namanya uke labil :') puas banget kayanya kamu nak wkwk
Rezztuyutha : makasih udah review^^ tbc chap ini bikin kampretjuga ga ? wkwk ini udah di apdet lanjut baca lagi ya :*
PCYloveBBH : makasih udah review^^ apa daya dia kan ayang aku jadi ga shanggup bikin dia lebih ngenes wkwk BIG NO sori sori kate aje nih ye om aku tetep punya tante puff wkwwk kebetulan aja tuh minggu kemaren mood nya lagi bagus hehe SEMANGAT !
Choi Hyun Young : makasih udah review^^ ihhhh kamu jeli banget ya pas bagian itu *syuuut jangan bilang-bilang yg lain hihi ini udah di next, bagaimana ? di baca lagi ya ;) wkwk
Luhan : makasih udah review^^ gpp tenang aja bebas sama aku mah *sokasik* wkwk kamu sama kaya aku ga bisa boyxboy makanya pas nulis itu juga kepaksa geli sendiri haha ini udah dilanjut silakan di baca lanjutannya ;)
Dhita : makasih udah review^^ serakah emang dia mau dua-duanya wkwk ini udah di next keep reading yaa ;)
Lixotic : makasih udah review^^ hihi tbc nya kampret ya, chap ini kampret juga ga ? aduh minggu ini lagi kurang mood jadi cuman bisa bikin segini hehe
Hyomilulu : makasih udah review^^ ohya ? mungkin ga masuk reviewnya atau aku yg kelewat, maap ya :( nah kan sebenernya dia kena tekanan batin loh akhinrya ada yg ngerti chan juga :') wkwk kris emang sengaja dibikin peng'asem' cerita hehe kode amat elaaah udeh nooh si baek nya udah disusul ama Chan hehe yaiyalaaah Om Gue gituloooh *PeyukHeechul*itu tabrakan si Lulu nabrak pohon ga ada kerjaan banget emang *dibakarSehun* ini bisa di lanjut sih tapi gatau dah memuaskan apa ngga hihi Hwaiting!
Chanbaekhug : makasih udah review^^ ihiiiy aku lebih seneng kalau menurut kamu ini bagus ;;) aku apdetnya tiap sabtu/minggu jadi... ya tunggu seminggu sekaliaja yah ;)
Fxjnriw : makasih udah review^^ gpp santai aja *sokasik* wkwk bukan bisa bikin penasaran bisa aja bikin gedeg orang aku mah :( wkwk aku apdet tiap sabtu/minggu;) fighting !
Guest : makasih udah review^^ iya kamu juga semangat lanjutin bacanya yaaa ;)
Kyungexo : makasih udah review^^ hehe sabar ya nih aku udah apdet lagi biar kalian ga penasaran. dibaca lagi yaaa ;)
ZameGun : makasih udah review^^ dia sadar cuman ya gitulah bejelimet sama perasaan cinta *eaaakk wkwk ya maklum ya yg bikinnya kan org Indonesia hihi. Mobil Luhan tuh :( .
boleh banget lah malah aku nunggu banget orang yang mau kasih saran, tulisan aku kan masih banyak banget kekurangannya jadi masih butuh banyak saran yang membangun hehe dan saran yang kamu kasih itu membangun banget sumpah, tolong di maklum ya aku ini kebiasaan ngetik apa aja yang ada di kepala ga pernah mikir panjang pendeknya kalimat gitu jadi saran dari kamu kepake banget, beneran deh. Aku juga ga pernah belajar nulis ke penulis2 gitu jadi nulisnya asal jeplak aja gini :( hihi.
Yakali masa aku marah di kasih saran malah makasih banget ini mah, ih maaciiiiw Muaaah deh pokoknya hihi^^
Hahaha makasihhh banyaak *peyuuk* ini udah di next maaf kalau di Chap ini belum sempet di benerin aku baca review kamu pas udah beres ngetik ceritanya agak males ngedit lagi hehe maapin semoga suka Yaaah ;)
PCYeol : makasih udah review^^ nih udah di lanjut niiihh hihi dia kan emang paling juara labilnya hehe. Maaciiiw udah suka :* nih lanjutannya di baca lagi yaa ;)
sekali lagi makasih banyak buat kalian semua yang udah review jangan lupa review lagi yaak^^ buat reader lain yang belum sempat review aku tunggu juga reviewnya, tapi aku ga akan maksa kok segimana keikhlasan kalian aja mau ngasih review atau ngga soalnya dengan kalian udah mau baca ff aku yang mungkin sangat biasa aja ini aku udah seneng hehe, oke cukup sampai ketemu di chapter depan paipaiiiii^^
maaf kalau ada nama yg salah tulis atau ada yg kelewat ga ada unsur kesengajaan kok enelan deh hihi
SALAM UKE LABIL !
