Chapter ini di dedikasikan untuk para "haters"-nya Kris di ff ini.
(bukan di dunianyata yah^^)
Chapter 12 [My Angel]
Happy Reading^^
Jum'at malam Chanyeol sudah di perbolehkan pulang dari Rumah Sakit. Dia di bantu Heechul untuk membereskan semua perlengkapannya. Luhan tidak ikut menjemput karena sedang ada urusan penting katanya. Begitu pula dengan Sehun, Kai dan Kyungsoo.
Mereka sedang berada di perjalanan menuju apartemen Chanyeol. Heechul dan Luhan sudah membuang obat antidepresan yang membuat Chanyeol Overdosis seperti kemarin karena mereka rasa chanyeol tidak akan membutuhkannya lagi. Lihat saja gara-gara obat itu sekarang tubuh Chanyeol banyak di tempeli plester untuk menutupi luka bekas suntikan dan infus.
"Kau tidak berniat untuk 'menginap' di rumah Sakit lagi kan setelah ini?" Tanya Heechul sedikit menyindir.
Chanyeol sedikit tertawa mendengarnya "tidak Hyung. Aku juga sudah muak dengan Rumah Sakit"
"ya siapa tahu kau punya hobi baru 'menginap' di Rumah Sakit begitu. kau sadar tidak ? di bulan ini saja kau sudah 2 kali bolak balik di rawat disana"
"yang benar saja, mana ada hobi seperti itu. Aku juga tidak mau seperti itu Hyung"
"makanya jaga kesehatan baik-baik. Kasihan tubuhmu"
"yes captain"
Mereka akhirnya sampai di basement apartemen Chanyeol. Setelah memakirkan mobilnya Heechul membantu Chanyeol untuk berjalan, dia masih sedikit lemas. Mereka menaiki lift menuju lantai 11.
Heechul memasukan password apartemen Chanyeol lalu membuka pintunya membiarkan Chanyeol masuk terlebih dahulu. Suasana apartemen Chanyeol sangat gelap, Chanyeol berjalan pelan mencari saklar untuk menyalakan lampu. Lampu pun menyala dan tiba-tiba...
"SURPRISEEEEEEEEEE"
Chanyeol langsung menoleh ke sumber suara. Dia terlihat cukup kaget saat melihat Luhan, Sehun, Kyungsoo, dan Kai ada disana. Kyungsoo dan Luhan berdiri di tengah mereka sambil membawa sebuah Kue, Sehun berdiri di sebelah kanan Luhan mengangkat banner berukuran sedang dengan tulisan 'WELCOME BACK TO HOME CHANYEOLLIE' dan Kai berdiri di sebelah kiri Kyungsoo sedang meniup terompet. Luhan tersenyum lebar lalu berlari kearahnya.
"Welcome back to home Chanyeollie, kami mencintaimu" Luhan memeluk tubuh adiknya erat sekali.
"N-Noona i-in-ini apa ?" Chanyeol nampak masih sedikit shock.
"Kita membuat pesta penyambutan kepulanganmu dari Rumah Sakit. Jangan kesana lagi ya hihi" Luhan melepas pelukannya sambil menunjukkan deretan giginya yang rapi.
"Noona terima kasih banyak, aku juga mencintai kalian semua" entah Bagaimana Chanyeol harus mengungkapkan perasaannya saat ini dia sangat bahagia dan terharu atas apa yang sudah dilakukan oleh Luhan dan yang lainnya.
Mereka mengikuti saran yang diberikan oleh Kyuhyun dan Siwon untuk menunjukkan jika mereka memang sudah bisa menerima Chanyeol lagi. Mereka tidak mau melihat Chanyeol kembali tersiksa sendiri sampai depresi seperti kemarin. Apalagi jika harus melihat Chanyeol kembali ke pelukan Kris. Tidak akan.
"Chanyeol tidak akan kembali lagi kesana, dia tadi bilang sudah muak dengan Rumah Sakit" Heechul menepuk pelan bahu Chanyeol membuat Pria itu menoleh ke arahnya.
"apa Hyung juga tahu tentang kejutan ini?"
"kau pikir siapa yang memiliki ide seperti ini ?" ucap Heechul dengan percaya diri.
"Hyung?" tebak Chanyeol.
"bukan, Luhan yang punya idenya hehe"
"ishhh dasar. Haha tapi terima kasih juga ya Hyung"
"hm, sudahlah jangan mengharu biru begitu" ucap Heechul sedikit bercanda saat melihat mata Chanyeol berkaca-kaca karena terharu.
"hey bukankah kita punya kejutan lain ?" ucap Sehun
"ah iya benar, Oppa sekarang kau harus menutup matamu dulu" Kyungsoo berjalan medekati Chanyeol sambil membawa penutup mata untuknya.
"eh apa lagi ? ini bukan hari ulang tahunku kenapa kalian memberiku kejutan seperti ini?"
"sudahlah Hyung turuti saja sini biar aku yang memasangkan penutup matanya" Kai mengambil posisi di belakang Chanyeol lalu memasangkan penutup matanya dan Chanyeol pun pasrah saja.
Luhan menuntun Chanyeol berjalan beberapa langkah ke depan. Setelah dirasa semuanya sudah siap Luhan pun mulai berhitung.
"oke siap-siap ya, satu... dua... ti..ga.. jja buka matamu Channie" ucap Luhan sambil membukakan penutup mata yang dipakai Chanyeol.
Chanyeol pun membuka matanya secara perlahan-lahan dan setelah ia melihat siapa orang yang ada di depannya ia langsung membulatkan matanya dan ternganga(?)
"B-Baekhyun?" tanyanya dengan ekspresi tidak percaya.
Gadis itu tersenyum pada Chanyeol "Welcome back to Home Chanyeollie" ucapnya sedikit malu-malu.
"y-ya t-terima kasih Baekhyun" Chanyeol juga tersenyum malu sambil menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal.
Setelah itu keduanya hanya terdiam. Mereka bingung apa yang harus mereka lakukan sekarang. Kyungsoo dan Kai terlihat masih menunggu akan ada adegan apa selanjutnya. Luhan dan Sehun hanya tersenyum mengerti mungkin Chanyeol dan Baekhyun merasa sedikit canggung karena sebelumnya mereka sedang ada masalah. Sedangkan Heechul langsung bedecak kesal.
"ck, kalian ini payah sekali aku pikir setelah ini akan ada adegan pelukan, ciuman atau apapun itu. hah kalian mengecewakan penonton. Apa-apaan ini? hanya saling menundukkan kepala ? kalian pikir kalian bisa melepas rindu dengan tingkah seperti itu ?" wajah Chanyeol maupun Baekhyun langsung memerah saat mendengar omelan Heechul barusan.
"ish Oppa ini apa-apaan jangan seperti itu mereka pasti malu" Luhan memukul bahu Heechul pelan. Sedangkan Kyungsoo, Kai dan Sehun sedang berusaha menahan tawa.
"habisnya mereka ini tid-"
"sudah-sudah ayo sekarang waktunya kita makan malaaam" Luhan berusaha mengalihkan pembicaraan "Aku dan Kyungsoo sudah memasak banyak kita makan di ruang tengah saja yaa"
Mereka pun langsung meneruskan pesta kecil-kecilan itu dengan makan-makan bersama ini memang sudah hampir tengah malam tapi tidak ada satu pun yang terlihat mengantuk. Mereka sangat terlihat senang dan menikmati pesta kecil-kecilan ini.
Chanyeol melihat Baekhyun berjalan sendirian menuju dapur sambil membawa beberapa piring kotor. Dia melihat kesekitar dan ternyata mereka sedang asik bercanda tawa bersama. Chanyeol pun segera mengikuti Baekhyun dari belakang.
"kenapa kau hanya mengikutiku? Akan lebih baik jika kau membantuku membawa piring-piring kotor itu" Chanyeol sedikit tersentak. Baekhyun ternyata tahu jika ia mengikutinya.
"eh? Baiklah tunggu sebentar" ucap Chanyeol sambil berbalik lalu membawakan sisa piring kotor yang ada di ruang tengah.
"sudah biarkan dulu saja Baek, biar nanti aku saja yang mencuci piringnya"
Chanyeol langsung meletakan sisa piring kotor yang ia bawa dari ruang tengah barusan di tempat pencucian piring sebelah Baekhyun.
"tidak apa-apa biar aku saja" ucap Baekhyun sambil mulai mencuci piring-piring kotor itu.
Mereka kembali terdiam beberapa saat. Luhan benar, mereka masih sedikit canggung. Jika saat di telpon mereka mungkin terdengar biasa saja karena jarak mereka sangat jauh. Tapi jika sudah berhadapan langsung seperti sekarang, entahlah Baekhyun bahkan tidak berani untuk menatap wajah Chanyeol secara langsung. Tidak seperti Chanyeol yang terus memperhatikan wajahnya sejak tadi.
"Baek?"
"hn?" Baekhyun menyaut singkat. Dia masih sibuk mencuci piring kotor.
"bukankah kau baru akan kemari besok?" tanya Chanyeol. Ia masih ingat kemarin Baekhyun bilang di telpon jika ia akan ke Seoul hari sabtu.
"Kau tidak suka aku disini sekarang?"
"B-bukan seperti itu aku hanya-"
"tadi pagi dosenku tidak bisa masuk kelas jadi aku tidak ada kuliah. Luhan eonni juga menelponku katanya ia ingin memberikan kejutan padamu malam ini jadi ya aku datang hari ini saja"
Chanyeol mengangguk-anggukan kepalanya mengerti. Ia juga cukup senang Baekhyun mau bicara dengannya panjang lebar seperti dulu. "ah ya bukankah kau juga mau memberiku pelajaran saat kau sudah berada di Seoul?"
"Kau menantangku?"
"tidak, aku hanya mengingatkan"
Baekhyun menghela nafas panjang "yaaah aku memang berniat untuk memberimu pelajaran. Bahkan tanganku sudah gatal untuk memukulimu, menamparmu, menjambakmu, mencekikmu sampai mati, mencincang tubuhmu lalu aku jadikan sup untuk makan malam"
Chanyeol bergindik ngeri saat melihat tatapan mata Baekhyun padanya yang seolah seperti psikopat yang baru mendapatkan mangsa. Apalagi sekarang tangan Baekhyun sedang memegang pisau besar untuk memotong daging. Dia belum selesai mencuci pisau itu. Tubuh Chanyeol langsung menegang saat Baekhyun mengangkat pisau itu kearahnya.
"B-baek jangan main-main dengan pisau. I-itu berbahaya" Chanyeol mencoba memperingati.
"kenapa aku tidak boleh main-main dengan pisau ini sedangkan kau boleh bermain-main dengan perasaanku waktu itu ? kau pikir memainkan hati orang tidak berbahaya hmmm?" Baekhyun bertanya lembut tapi di telinga Chanyeol benar-benar terdengar mengerikan.
"B-baek ak-aku minta maaf. Aku ti- aku tidak bermaksud bermain-main dengan hatimu sungguh" Chanyeol menutup matanya rapat-rapat saat Baekhyun semakin mendekatkan pisau itu ke lehernya.
Dia terus berdo'a di dalam hati saat Baekhyun tidak membalas ucapannya lagi. Apa Baekhyun benar-benar akan membunuhnya ?
"hhhffttt- hahahahahaaha" Chanyeol langsung membuka matanya saat mendengar suara tawa Baekhyun. apa Baekhyun sudah menjadi psikopat ?
"hahahaha Chanyeol wajahmu lucu sekali. Apa kau benar-benar ketakutan ? astagaaaa Chanyeol aku hanya bercanda hahaha"
"..." Chanyeol tidak menanggapi apapun dia menatap lurus pada Baekhyun dengan tatapan tajam.
"hahahahffffttt Chan haha astaga aku hanya hffft bercanda" Baekhyun berusaha untuk menghentikan tawanya.
"kau pikir itu lucu ? aku hampir mati ketakutan karena leluconmu itu" ucap Chanyeol dengan nada dingin.
"hahaha ayolaaah aku bukan seorang psikopat, kau ini berlebihan sekali" Baekhyun langsung mencuci tangannya yang penuh busa sabun cuci piring lalu mengelapnya dengan lap kering.
"ch-chanyeol apa yang kau lakukan?" Baekhyun mulai tergugup saat Chanyeol mengambil posisi di belakangnya dengan tangan besarnya yang sudah berada di pinggang Baekhyun.
"aku akan membalasmu"
"YAAK HAHAHAHA CHAN- HAHA ASTAGA CHANYEOL HENTIKAN HAHAHA INI GELI BODOH HAHAH HENTIKAN CHANYEOOOOOLLL" Baekhyun langsung berteriak sambil tertawa kegelian karena Chanyeol sedang menggelitik pinggangnya dari belakang.
HunHan, KaiSoo dan Heechul yang tadinya sedang bercanda di ruang tengah langsung menoleh ke asal suara teriakan Baekhyun barusan. Mereka tersenyum penuh arti melihat adengan ChanBaek di dapur.
"ini yang dari tadi mau aku lihat, bukan adengan saling menundukkan kepala seperti sedang mengheningkan cipta" ucap Heechul membuat dua couple yang ada di dekatnya ikut terkikik.
.
.
.
Keesokkan harinya Baekhyun menemani Chanyeol di apartemennya. Tadinya Chanyeol berniat mengajak Baekhyun untuk jalan-jalan tapi Luhan melarang mereka karena Chanyeol masih perlu istirahat katanya. Chanyeol sempat kesal karena ia merasa sudah sehat tapi dia tidak berani membantah jika Luhan sudah memandangnya dengan tatapan tajam.
Jadi disinilah mereka... duduk di sofa depan televisi sambil menonton drama yang Chanyeol bintangi. Sebenarnya Baekhyun malas sekali melihatnya karena disana Chanyeol selalu beradegan mesra dengan Ren. Tapi Chanyeol bilang ini episode terakhir dan dia ingin melihat bagaimana aktingnya karena ia sendiri jarang sekali menonton dramanya.
Baekhyun sedikit mengalihkan pandangannya saat melihat adegan antara Chanyeol dan Ren yang terlihat sangat mesra. Entah kenapa ia merasa kesal sekali. Chanyeol yang duduk disampingnya sedikit terkikik melihat raut kesal di wajah Baekhyun.
"Kau cemburu?" tanyanya dengan nada menggoda.
"Kau pikir kau siapa? untuk apa juga aku cemburu padamu" ucap Baekhyun ketus. Tapi Chanyeol malah tertawa mendengarnya.
"itu hanya akting Baek, jangan cemberut seperti itu" Chanyeol terus menggoda Baekhyun dengan mencolek-colek dagu gadis yang sedang mempoutkan mulutnya itu.
"singkirkan tangan kotormu, itu sama sekali tidak lucu" bukannya menuruti kata Baekhyun untuk menyingkirkan tangannya Chanyeol malah memeluk tubuh gadis itu dari samping.
"kau menggemaskan sekali jika sedang cemburu Baek kkk~"
"issshhh aku bilang aku tidak cemburu sialan" Baekhyun berusaha melepaskan pelukan Chanyeol tapi Pria itu lebih kuat dia malah semakin mengeratkan pelukannya.
"kau tidak usah memendamnya. Wajar'kan jika kau sedikit merasa cemburu pada kekasihmu?" Chanyeol melepaskan pelukannya tapi tangan kirinya masih bertengger merangkul bahu Baekhyun.
Wajah Baekhyun sedikit memerah mendengar ucapan Chanyeol barusan. Jadi mereka masih sepasang kekasih ? yaaa tentu saja baik Baekhyun maupun Chanyeol tidak ada yang pernah mengatakan kata putus atau mengakhiri hubungan mereka kan ? tentu saja Chanyeol masih menganggap mereka sebagai sepasang kekasih. Dan entah kenapa Baekhyun senang sekali mendengar jika Chanyeol menyebutnya sebagai kekasihnya.
Chanyeol menghela nafas saat melihat Baekhyun hanya terdiam. Ia pikir Baekhyun tidak suka atau tidak sependapat dengan ucapannya barusan.
"Baek, aku masih kekasihmu 'kan?" tanya Chanyeol dengan wajah idiotnya.
"ng?"
"Kau tidak memiliki kekasih lain di Pohang 'kan?"
Baekhyun mengerutkan keningnya "apa maksudmu ? kau ini sedang membicarakan dirimu sendiri atau apa ? siapa yang memiliki kekasih lain hah? seharusnya kau berkaca sebelum bertanya"
Chanyeol jadi kikuk sendiri mendengar sindiran Baekhyun "t-tapi kan aku sudah.. sudah memutuskan hubunganku dengan Kri-"
"yayaya sudah tidak usah dibahas lagi" Baekhyun langsung memotong ucapan Chanyeol. Ia sedang malas membahas pria bernama Kris itu.
"tapi kita masih pacaran 'kan?"
"memangnya kapan kita putus?" Baekhyun malah balik bertanya dengan nada kesal.
"jadi kita masih pacaran ?"
"astaga Park Chanyeol kau ini idiot atau apa?"
"Baek ayolaah aku hanya butuh jawaban 'ya' atau 'tidak' dari mu"
"jika kau pintar tanpa aku menjawab seperti itu pun kau harusnya mengerti"
"aku mengerti tapi aku ingin mendengar kata 'Ya' dari mu. Kenapa susah sekali?"
"AKU MALU MENGATAKANNYA BODOH" Baekhyun naik pitam. Dia kesal sekali dengan ketidak peka-an Chanyeol.
"hahahahahaha astagaaa menggemaskan sekali kekasihku ini" Chanyeol langsung memeluk Baekhyun lagi lebih erat. Sampai-sampai Baekhyun sulit untuk bernafas.
Baekhyun mendorong tubuh Chanyeol sekuat tenaga sampai pelukannya terlepas.
"enak saja kau peluk-peluk, rasakan ini"
PLAKKK
"Ya Tuhan! Baekhyun ini sakit sekali" Chanyeol memekik kesakitan ia membelalakan matanya sambil memegangi pipi kirinya yang baru saja di tampar Baekhyun. Pipinya terasa panas sekali.
"aku belum memberikanmu pelajarankan ? itu untuk semua kelakuan idiotmu selama ini, karena kau telah berani menyakitiku, telah membuat Luhan eonni celaka, membiarkan dirimu sendiri juga celaka sampai hampir mati, dan karena kau telah membuatku tidak bisa untuk tidak memaafkan semua kesalahanmu itu. itu pelajaran yang sebenarnya dariku" bentak Baekhyun. Entah kenapa Baekhyun jadi tiba-tiba ingat semua kelakuan Chanyeol sebelumnya. Enak saja Ia langsung bisa bermanis-manis pada Baekhyun tanpa ingat kelakuannya dulu.
Tapi Chanyeol malah merasa sedikit senang di bentak seperti itu. Ia sadar di setiap caci maki atau bentakan yang Baekhyun lontarkan selama ini selalu ada perhatian ataupun rasa kekhawatiran di dalamnya. Gadis ini tidak pernah benar-benar membencinya, dia sendiri bahkan yang bilang jika ia tidak bisa untuk tidak memaafkan semua kelakuan Chanyeol.
"yaa, tidak apa-apa aku memang pantas mendapatkan ini. rasa perih pipiku ini tidak sebanding dengan apa yang aku lakukan selama ini padamu atau yang lainnya. Aku minta maaf Baekkie, aku memang bodoh" Chanyeol sedikit menundukkan kepalanya.
"sudah basi ! Dan kau memang bodoh, aku juga tidak habis pikir kenapa aku masih mauuu saja mencintai orang bodoh sepertimu"
"ng?" apa Baekhyun baru saja mengaku jika Ia masih mencintai Chanyeol ? ya Chanyeol memang tahu jika Baekhyun itu mencintainya tapi dia tidak pernah seblak-blakkan ini tadi saja hanya untuk mengatakan 'Ya' untuk memastikan jika mereka masih berpacaran dia malu "apa kau baru saja mengatakan jika kau mencintaiku?"
"tidak" jawab Baekhyun cepat tapi wajahnya terlihat sedikit tegang.
"Baekhyun tatap mataku"
"tidak mau" Baekhyun malah mengalihkan pandangannya ke arah lain untuk menghindari Chanyeol tapi pria itu langsung menarik bahunya agar pandangan mereka kembali bertemu. Dan pada akhirnya Baekhyun tidak bisa mengelak lagi.
Chanyeol menatapnya langsung di manik mata sipit milik gadis itu sambil menggenggam kedua tangannya. Dia mendapatkan ilmu seperti ini dari profesinya sebagai aktor yang sudah banyak membintangi drama-drama tentang percintaan.
"Baek katakan jika kau mencintaiku" katanya sambil masih menatap mata sipit itu.
Baekhyun masih belum mau menjawabnya. Dia hanya menatap Chanyeol tapi tatapannya sekarang mulai melembut. Baekhyun mulai melepaskan genggaman tangan Chanyeol di tangannya lalu menyentuh pipi kiri Chanyeol yang tadi ditampar olehnya. Baekhyun mengelus pipi itu penuh sayang. Entah dapat keberanian dari mana Baekhyun tiba-tiba mengecup pipi kiri Chanyeol itu dengan sangat lembut seperti mencium pipi seorang bayi.
"kata-kata cinta itu tidak perlu di umbar bodoh " ucapnya sambil menoyor kepala Chanyeol setelah ia melepaskan bibirnya dari pipi Pria itu.
Gadis ini benar-benar... baru saja ia bersikap manis sekarang lihat saja kelakuannya ck. Dia kembali mengalihkan pandangannya ke layar televisi yang masih menyala dengan santai bersikap seolah-olah tadi tidak terjadi apa-apa.
"aku akan membalasmu Baek"
"membalas apa ?" Baekhyun kembali memandang Chanyeol
"kau mau aku melakukan itu padamu?" tanya Chanyeol sambil menunjuk TV dengan dagunya. Disana sedang terpampang kissing scene antara Chanyeol dengan Ren.
Baekhyun membelalakan matanya dan pipinya langsung bersemu merah sebenarnya ia tadi tidak benar-benar memperhatikan TV "kau jangan mac-"
CHU~
Baekhyun tidak bisa meneruskan kalimatnya karena bibirnya terhalang oleh bibir Chanyeol yang kini sedang menciumnya. Baekhyun sudah berniat untuk mendorong tubuh Chanyeol agar menjauh tapi dia kalah cepat karena sekarang Chanyeol sudah melingkarkan tangannya di pinggang ramping Baekhyun. Pria itu kembali memeluknya. Dan lagi-lagi dunia aktinglah yang mengajarinya hal-hal macam ini.
Chanyeol mulai melumat bibir Baekhyun dengan lembut dan sepertinya saat ini Baekhyun juga mulai menikmatinya. Buktinya gadis itu sudah mulai memejamkan matanya sama seperti Chanyeol. Jadi sekarang biarkan saja mereka menikmati moment-moment manis yang jarang sekali mereka lakukan selama menjadi sepasang kekasih.
.
.
.
Heechul berlari tergesa-gesa mengejar seorang pria yang terlihat sedang di landa emosi. Dia baru saja bertemu Pria itu sekitar setengah jam yang lalu di basement apartement Chanyeol mereka sempat berbincang sebentar tentang keadaan Chanyeol sekarang.
Heechul sudah menjelaskan semuanya pada Kris dari awal Chanyeol menghadapi skandal 'Gay'-nya lalu tidak sengaja bertemu Baekhyun, bagaimana Chanyeol membohongi banyak orang termasuk Kris saat Pria itu baru kembali ke Korea, sampai akhir dimana Chanyeol kehilangan semua orang terdekatnya hingga ia depresi dan OD. Heechul juga mengatakan jika Chanyeol sekarang sudah bahagia dengan Baekhyun yang bisa dibilang sebagai kekasih barunya, bagaimana Kris tidak emosi? Dia jauh-jauh dari Kanada untuk membicarakan hubungannya dengan Chanyeol secara baik-baik malah di beri tahu kenyataan pahit seperti itu.
Heechul terus mengejarnya meski langkah Kris jelas-jelas jauh lebih lebar darinya. Pria itu baru sadar, dia tidak tahu password apartemen Chanyeol. Kris berdiri di depan pintu berwarna coklat itu lalu menatap Heechul dengan tatapan tajam.
"Buka password pintunya" ucapnya dingin
"tidak Kris, kau tidak boleh seperti ini. Aku sudah jelaskan semuanya'kan tadi? Sudahlah jangan ganggu Chanyeol lagi. Biarkan dia bahagia dengan kehidupan barunya" bujuk Heechul. Tapi percuma Kris sudah kepalang emosi.
"buka passwordnya atau aku akan mengatakan pada media tentang semua yang terjadi aku akan mengatakan jika aku kekasih Chanyeol dan dia memang seorang GAY" ancam Kris.
Heechul sudah cukup lama mengenal Kris. Dan pria berdarah Kanada-China ini tidak pernah main-main dengan perkataannya. Heechul mengacak rambutnya frustasi. Astaga kapan hidupnya akan tenang? kenapa orang-orang di sekitarnya senang sekali membagi masalah dengannya terutama sepupunya yang bernama Park Chanyeol itu.
"oke-oke aku akan membuka passwordnya kalau begitu kau minggir dulu" ucapnya frustasi. Kris menggeser tubuhnya sedikit memberi ruang pada Heechul untuk membuka password apartemen itu.
Heechul menghela nafas berat, ia tahu didalam ada Baekhyun. Ini bisa gawat, tapi dia bisa apa ? jika sampai Kris benar-benar mengatakannya pada media maka hancurlah karier Chanyeol, orang tuanya juga akan tahu bahkan mungkin seluruh dunia akan tahu jika Park Chanyeol adalah GAY. Oh Tuhaaan jangan sampai itu terjadi. Heechul kasihan pada Chanyeol yang mungkin akan dijauhi banyak orang dan kembali tertekan seperti kemarin.
Heechul jadi sedikit menyesal telah menceritakan semuanya pada Kris. Tapi jika tidak ia yang menceritakan mau siapa lagi ? Luhan? Melihat wajah Kris saja dia tidak sudi. Sehun? Apa urusannya?. Chanyeol ? mungkin saat hari kiamat baru dia berani menjelaskan yang sebenarnya terjadi pada Kris.
Setelah melihat Heechul sudah membuka passwordnya Kris langsung membuka pintu apartemen itu lebar-lebar.
BRAAAKKK
Kedua bibir yang tadinya masih saling melumat itu langsung melepaskan diri masing-masing akibat bunyi gebrakan pintu yang sangat keras. Heechul kembali menghela nafas melihat keadaan didalam yang pasti bisa membuat kepala Kris semakin kebakaran.
Chanyeol dan Baekhyun langsung berdiri lalu menatap kearah pintu. Chanyeol mendadak lemas Ia ingin pingsan saja melihat Kris disana dengan nafas memburu dan wajah merah penuh amarah. Kris pasti melihat Ia berciuman dengan Baekhyun tadi, wajah tampannya bahkan sampai memucat melihat Kris tiba-tiba ada disini.
Sedangkan Baekhyun ? gadis itu tersenyum miris. Dia baru saja melihat Kris untuk pertama kalinya secara langsung. Pria itu begitu tampan. Dari ujung kepala sampai kaki hampir menyentuh kata SEMPURNA. Baekhyun tahu pria itu pasti marah, sama marahnya dengan dirinya saat Ia tahu Chanyeol masih berhubungan dengan pria ini. Saat itu ia hanya memergoki Chanyeol bertelpon dengan Kris, sedangkan sekarang ? Kris memergoki Chanyeol tengah berciuman dengannya. Kris pasti jauh lebih marah.
Semuanya masih terdiam, belum ada yang memulai pembicaraan. Entah kenapa Baekhyun merasa kasihan juga pada Kris. Kris memang lebih dulu menjadi kekasih Chanyeol dan ia tidak tahu apa-apa tentang keadaan Chanyeol di belakangnya selama ia di Kanada. Wajar jika Kris sangat marah dan merasa di khianati. Baekhyun merasa semakin bersalah. Apa ia sudah merebut Chanyeol dari Kris ?
"Kita harus bicara" ucap Kris dingin sedingin ekspresinya dia belum pernah seperti ini sebelumnya pada Chanyeol.
Chanyeol tidak bergeming. Dia masih diam di tempatnya tanpa menjawab perkataan Kris. Kepalanya kembali pusing. Ia sedang berusaha melawan dirinya sendiri. Dia harus kuat menahan egonya. Di hatinya, posisi Kris memang masih lebih tinggi di banding Baekhyun meski hanya beda tipis. Tapi ia tidak mau mengecewakan banyak orang lagi. Sudah cukup, dia tidak mau egois lagi.
"m-maaf Hy-Hyung tap-tapi aku rasa sudah... sudah tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan. Yaahhh ngg... b-bukankah ak-aku sudah meminta untuk... mengakhiri hubungan kita?" ucap Chanyeol susah payah.
Wajah Kris semakin memerah. Emosinya sudah sampai di ubun-ubun apalagi ketika mendengar ucapan terakhir Chanyeol itu. Kris berjalan cepat kearah Chanyeol seperti orang kesetanan, ia menarik kerah polo shirt yang digunakan Chanyeol lalu..
BUGHH
Satu pukulan keras tepat mengenai hidung aktor tampan itu.
"CHANYEOL" pekik Baekhyun dan Heechul bersamaan.
Baekhyun langsung berlari menuju Chanyeol yang kini sudah tergeletak di atas lantai. Chanyeol tidak melawan sama sekali. Dia merasa memang pantas mendapatkan semua ini. Hidungnya terasa bau anyir, tentu saja karena sekarang ada darah yang mengalir dari hidungnya akibat pukulan Kris.
"kris kau-"
"DIAM" Kris benar-benar di kuasai emosi, ia bahkan berani membentak Heechul yang mau memarahinya.
"KAU BENAR-BENAR SIALAN PARK CHANYEOL. MANA JANJIMU UNTUK MEMPERTAHANKAN HUBUNGAN KITA HAH?" Kris berteriak seperti orang kesurupan. Untung saja apartemen Chanyeol kedap suara.
"Kukira aku sudah cukup mengenalmu tapi ternyata kau tidak lebih dari seorang pembual ulung. Kau sudah kuanggap sebagai orang yang paling kupercaya, aku begitu menyayangi dan mencintaimu tidak bisakah kau merasakan itu semua?!..."
"...Aku tidak pernah peduli apa yang orang-orang katakan asal kau ada di sampingku. Aku berjuang mati-matian melawan orang-orang yang menganggapku aib untukmu, aku selalu menjaga janji kita TAPI DENGAN BEGITU MUDAHNYA KAU MENGINGKARI SEMUA ITU. AKU SELALU BERUSAHA UNTUK MEMBUATMU BAHAGIA, AKU TAKUT SEKALI UNTUK MELUKAIMU TAPI KAU MELUKAIKU TANPA BERPIKIR SEDIKITPUN TENTANG PERASAANKU..." Kris berteriak sampai nafasnya terengah-engah.
"...kau tahu? aku kehilangan pekerjaanku karena mereka tahu aku seorang Gay, surat ijin praktik dan profesiku sudah dicabut aku tidak masalah karena aku pikir aku masih punya kau yang bisa menguatkanku. Tapi sekarang apa?..."
"...Ibuku terkena serangan jantung saat ia memintaku untuk dijodohkan dengan anak temannya dan aku menolaknya mentah-mentah, kau tahu kenapa ia bisa sampai begitu? karena aku ingin mempertahankanmu.. aku mengatakan pada ibuku jika aku sudah memiliki kekasih dan orang itu adalah KAU..."
"... dan sekarang dengan begitu mudahnya kau mau mengakhiri hubungan kita? Hubungan yang selama ini aku pejuangkan mati-matian? Kenapa tidak sekalian kau kubur saja aku hidup-hidup agar kau puas ?..."
Chanyeol terus bergumam meminta maaf dengan nada lirih tapi Kris sama sekali tidak iba melihatnya. Bahkan dengan melihat wajah Chanyeol hanya membuatnya bertambah emosi. Baekhyun sudah menangis dalam diam. Dia kasihan pada Kris, dia merasa bersalah. Dia tidak tahu jika Kris sebegitu cintanya pada Chanyeol bahkan cinta Kris pada Chanyeol mungkin lebih besar dari cintanya pada Chanyeol. lalu bagaimana dengan Heechul ? dia juga tidak bisa apa-apa, dia ikut diam. Mencerna semua yang dikatakan Kris, dan semua yang dikatakan Pria itu memang benar. Heechul juga jadi sedikit merasa bersalah dan kasihan pada Kris.
"...Bisa-bisanya kau melakukan ini padaku, kau sudah membohongiku berapa lama hah? Kau sama sekali tidak pantas menerima semua kepercayaanku. KAU HANYA MANUSIA BRENGSEK YANG MEMUAKKAN..."
"Kupikir dengan cinta kita berdua kita bisa mengatasi semua masalah bersama. Bahkan tidak sekalipun aku berpikir bahwa sebenarnya selama ini mungkin hanya aku saja yang mencintaimu. Aku sudah keliru dalam menilaimu Park Chanyeol" suara Kris mulai melirih.
Saat ini rasa kecewa lebih besar dari rasa marahnya. Ini adalah kekecewaan terbesar yang pernah Kris rasakan. Kris benar-benar tidak paham sama sekali kenapa Chanyeol bisa melakukan semua ini. Dia memang tidak tahu apa yang terjadi pada Chanyeol selama dia di Kanada tapi setidaknya Chanyeol bisa cerita, kan? Chanyeol masih bisa bicara dengan Kris secara baik-baik. Tidak dengan cara tiba-tiba meminta mengakhiri hubungan tanpa menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Kris menghela nafas berat, mengusap wajahnya kasar, lalu menatap Chanyeol beberapa saat dengan tajam. Dia menggeleng pelan lalu pergi dari apartemen Chanyeol. mereka semua jelas melihat kekecewaan yang begitu besar dari raut wajah Kris.
"Aku akan mengawasinya, Baek tolong urus Chanyeol dulu ya" Heechul pun ikut keluar dari apartemen Chanyeol. Dia bukannya mau mengejar Kris dia hanya akan mengawasi Kris dari jarak yang tidak terlalu jauh. Kris pasti sedang kacau, Heechul hanya takut dia akan melakukan hal-hal bodoh, seperti mencoba untuk bunuh diri mungkin?
Chanyeol kembali menanggung beban begitu berat. Entah bagaimana Kris sekarang. Dia pasti naik pitam. Kris pasti tidak baik-baik saja. Dan lagi... Kris bisa saja tidak mau menemuinya lagi setelah ini.
Baekhyun seharusnya sudah bisa bernafas lega, toh Chanyeol jelas-jelas sudah mengakhiri hubungannya dengan Kris di depan mata kepalanya sendiri. Tapi tidak ada ketenangan sedikitpun dihatinya, ia benar-benar merasa bersalah pada Kris. Dia merasa sebagai gadis pengganggu hubungan orang saja disituasi seperti ini.
.
.
.
Chanyeol memang duduk dengan Baekhyun yang kini tengah mengobati lukanya akibat jotosan Kris tadi tapi pikirannya tidak di sana. Wajah kecewa Kris masih terus membayanginya, sangat. Telapak tangannya lembab karena keringat. Ia terus menghapusnya di celana pendek selutut yang ia pakai tapi keringat itu terus melapisi telapak tangannya.
Baekhyun tahu betul Chanyeol pasti tidak tenang. Kakinya terus mengetuk lantai dengan ritme cepat, belum lagi pandangannya kosong. Chanyeol seperti benar-benar kehilangan pemikirannya.
Keringat Chanyeol mulai turun lagi, wajahnya kian pucat. Seluruh tubuhnya tidak bisa diam. Entah itu hentakan dari kakinya, tangannya yang bergerak terus menghapus keringat atau gerakan bibirnya. Baekhyun tidak tahan melihatnya seperti ini. Chanyeol pasti tertekan lagi. Tapi Ia juga tidak rela menyuruh Chanyeol ikut mengejar Kris dan berakhir dengan Chanyeol berubah pikiran lalu mempermainkan hatinya lagi.
Baekhyun menghela napas "Aku tidak akan mengalah lagi, Aku tahu ini mungkin egois tapi aku juga butuh kepastian dari Chanyeol dan ini adalah saat yang tepat untuk melihat keseriusannya" Baekhyun membatin mantap.
"Park Chanyeol" panggilnya membuat Chanyeol mengalihkan pandangan kearahnya.
"Sekarang aku beri kau kesempatan memilih lagi untuk terakhir kalinya. Kau tinggal pilih Aku atau Kris. Jika kau memilih Kris, Kau bisa ikut mengejarnya lalu meninggalkanku dan setelah itu kau bebas, kau bisa kembali berhubungan dengannya sesukamu aku tidak akan mengganggu kalian. Tapi jika kau memilihku, tetaplah di sini dan biarkan dia pergi. Benar-benar 'pergi' Kau mengerti maksudku 'kan?"
Chanyeol diam membatu di sebelah Baekhyun.
"aku tidak main-main Chan sungguh aku tidak masalah jika kau memilih Kris. Aku tahu perasaan yang kalian miliki sudah terlalu dalam. Aku tidak ingin menjadi penghalang kalian. Pergilah jika kau memang lebih memilihnya, kau tidak usah mengkhawatirkan apapun tentang Luhan eonni. Aku yang akan menghadapinya nanti"
"tapi jika kau memilihku... kau harus benar-benar lepas darinya. Biarkan dia pergi dan kau tetaplah disini... bersamaku"
"...Aku beri kau waktu 10 detik untuk segera pergi menyusulnya, aku akan membalikan badanku sambil berhitung tapi jika saat hitungan kesepuluh kau masih berada disini itu berarti kau memilihku.. dan kau harus benar-benar melepasnya..."
Baekhyun mulai membalikan badannya memunggungi Chanyeol dan mulai berhitung tanpa menunggu persetujuan dari pria itu.
"satu... dua... tiga... empat... lima... enam... tujuh... delap-" Baekhyun menghentikan hitungannya sejenak saat merasakan pergerakan di sofa. Chanyeol pasti sedang beranjak dari sofa yang tengah mereka duduki dan setelah itu dia bisa mendengar langkah Chanyeol menjauh.
Baekhyun memejamkan matanya erat. Apa Chanyeol akan menyusul Kris ?
"de-delapan... sembilan..." gadis itu menarik nafas panjang lalu menghembuskannya secara perlahan sebelum melanjutkan hitungannya.
"sepuluh..." ucapnya lirih. Baekhyun masih belum berani membuka mata apalagi membalikan badannya. Dia sebenarnya takut Chanyeol sudah tidak ada bersamanya lagi.
Dengan segenap keberanian yang ia miliki akhirnya Baekhyun pun membuka matanya secara perlahan. Dia sebenarnya tidak mau membalikan badannya karena Ia yakin Chanyeol sudah tidak duduk di belakangnya lagi tapi dia harus melakukannya. Dan benar saja, Chanyeol sudah tidak ada disana. Mungkin ini sudah saatnya Ia merelakan Chanyeol bersama Kris.
Mata sipit itu mulai berair. Baekhyun tidak bisa lagi menahan tangisnya. Kenapa kisah cintanya harus setragis ini? bahkan ini adalah kisah cinta pertamanya. Baekhyun tidak yakin setelah ini Ia akan merasakan jatuh cinta lagi pada orang lain. Nama Park Chanyeol sudah terlalu memenuhi hatinya. Dia tidak yakin bisa memasukan nama lain di hatinya selain nama Chanyeol.
Baekhyun menangis pilu di sofa apartemen Chanyeol. Ia menutup wajah cantiknya dengan kedua telapak tangan. Baru saja kemarin hubungan mereka mulai membaik, baru juga beberapa menit yang lalu Chanyeol menciumnya. Lalu kenapa sekarang malah seperti ini ?
PUK
Baekhyun mendongkakkan kepalanya saat merasakan ada jaket menutupi bahunya yang tengah bergetar akibat tangisnya. Matanya langsung terbelalak saat melihat pria tampan dengan senyumannya yang menawan sedang berdiri di sebelahnya.
"Jangan menangis" ucap Pria itu lengkap dengan senyuman menawannya "Kau mau kita pergi jalan-jalan? Pakailah jaketnya"
Baekhyun berdiri lalu segera memeluk Pria itu erat sekali tanpa memperdulikan ajakannya "kurang ajar hiks aku kira kau pergi menyusulnya"
"aku hanya membawa jaket ke kamar Baek. lagi pula Aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk berubah. Kali ini Aku akan berusaha menepati janjiku. Aku tidak mau kalian meninggalkanku lagi... aku tidak mau..." Chanyeol pun mulai membalas pelukan Baekhyun.
Ia sudah berusaha keras untuk menepati janjinya. Tadi saat membawa jaket ke kamar juga ia sempat menitikan air mata. Mencoba meyakinkan diri jika Ia bisa hidup tanpa Kris setelah ini.
.
.
.
Entah sudah berapa gelas minuman beralkohol yang sudah Kris tegak malam ini. Tenggorokannya bahkan sudah seperti terbakar, telinganya juga terasa tuli karena terlalu lama duduk di club malam ini. Kepalanya sudah mulai pening dan matanya terus berair sejak tadi, dia menangis.
Setiap mengingat Chanyeol emosinya meningkat berkali-kali lipat. Dan sialnya dia tidak bisa menghilangkan Chanyeol sedetikpun diingatannya. Kris masih tidak habis pikir dengan apa yang telah Chanyeol lakukan padanya. Dia merasa di Khianati, di bohongi dan di bodohi. Dan sialnya lagi si Park sialan itu tidak berusaha sedikitpun untuk menghubunginya seakan-akan dia tidak memiliki salah apa-apa.
Chanyeol mengatakan masih mencintainya tapi nyatanya apa yang ia lakukan dibelakangnya? Heechul sudah mengatakan semuanya. Kris sudah tahu jika selama ini Chanyeol menghianatinya dengan Baekhyun dan sekarang dia lebih memilih gadis itu dari pada Kris ?
Kenapa dia tidak jujur saja dari dulu saat Kris pertama kembali ke Korea jika Ia sedang belajar untuk kembali hidup normal ? Kris tidak akan memaksa Chanyeol untuk terus bersamanya, sungguh. Bukankah Kris pernah bilang pada Luhan Ia akan meninggalkan Chanyeol jika Chanyeol sendiri yang memintanya. Kenapa waktu itu Chanyeol malah berkata seolah semuanya baik-baik saja dan bilang jika ia masih mencintai Kris juga?
Oke, Chanyeol memang meminta mengakhiri hubungan mereka sekarang tapi semuanya sudah terlambat. Kris terlanjur mengetahui semua kebusukannya. Kris sakit hati. Andai saja Chanyeol berkata secara baik-baik dan jujur sedari awal Kris pasti akan mengerti dan tidak akan seperti ini.
Bukankah amat menyedihkan saat kita begitu mencintai seseorang dan kita sudah menghabiskan banyak waktu dengannya tapi pada akhirnya kita harus menerima bahwa dia bukan untuk kita dan harus membiarkannya pergi ?
Kris melarutkan kesedihannya dengan kembali meneguk segelas minuman beralkohol meski ia merasa sudah sangat mual. Kris sudah tidak seratus persen sadar, jiwanya seolah telah melayang entah kemana. Bahkan musik yang begitu keras tidak lagi menganggu pendengarannya.
Kris semakin mabuk dan dia merasakan ada sepasang tangan yang mulai menggerayangi tubuhnya. Ada seorang wanita malam yang tengah menggodanya. Kris menatap wanita itu beberapa saat. Ia jadi teringat lagi pada Chanyeol yang kata Heechul sudah bahagia bersama Baekhyun. Kris kembali naik pitam.
Chanyeol saja sudah bisa bahagia bersama kekasih barunya masa dia hanya diam saja ? Kris menyeringai pada wanita mlam itu. 'sialan kau pikir aku tidak bisa melakukan hal yang sama denganmu?' pikir Kris ia pun menarik wanita malam itu untuk duduk di pangkuannya.
"Hay tampan mau minum lagi?" goda wanita itu sambil terus membelai tubuh profesional milik Kirs.
"tentu saja manis" dan wanita itu pun terus menambahkan minuman pada gelas Kris. Dia tidak membiarkannya kosong barang sedetikpun. Kris semakin sempoyongan. Dia sudah mulai bersendawa menandakan lambungnya sudah tidak beres.
"hentikan Kris" sayup-sayup Kris bisa mendengar suara Heechul yang berjarak tidak terlalu jauh darinya. Heechul memang mengawasinya sejak tadi dari jarak yang tidak terlalu jauh. Dia hanya akan muncul jika Kris sudah kelewat batas.
Heechul berjalan semakin dekat kearahnya sampai Kris bisa melihatnya meski mata tajamnya sudah hampir tertutup. Kris malah semakin menarik wanita malam itu lebih dekat kearahnya lalu mencium bibirnya. Wanita itu jelas kaget dan hendak menghindar tapi Kris langsung menahan kepala wanita itu dengan tangannya. Ia sedang malas melihat dan berbicara dengan Heechul.
Heechul menarik wanita malam itu menjauh dari tubuh Kris lalu menyuruhnya pergi.
"YAK KAU MERUSAK KESENANGANKU" bentak Kris. Ia benar-benar sedang mabuk.
"kau tidak boleh seperti ini. ini sudah berlebihan Kris" ucap Heechul.
"cih berlebihan apanya? Lalu apakah yang dilakukan sepupumu padaku tidak berlebihan hah? kalian semua brengsek" caci Kris.
"kau mabuk" Heechul menarik lengan Kris dengan paksa dan menyeret Pria tampan itu keluar dari Club setelah melempar beberapa lembar uang ke meja bar untuk membayar minuman yang sudah kris minum tadi.
"Lepaskan aku, apa yang kau lakukan disini? Mau menertawakan keadaanku?" Kris mendorong heechul dengan sisa tenaga yang ia punya dia bahkan hampir terjatuh untung saja Heechul langsung menahannya.
"kau mabuk Kris, aku hanya ingin membantumu"
"membantu apa? Kalian pasti senangkan melihatku seperti ini? KALIAN PUAS HAH? hahaha" Heechul menatapnya iba. Kris pasti sedang sangat kacau "Kau seharusnya membawa Luhan kemari dia pasti senang sekali melihat kekacauanku. atau kau mau mem-video-ku dalam keadaan seperti ini lalu menunjukanya pada Luhan dan adiknya yang brengsek itu heh? mereka pasti bahagia sekali melihatnya"
Keadaan Kris sekarang sangat mengkhawatirkan. Entah sudah berapa banyak minuman beralkohol yang ia habiskan tadi. Bahkan nafasnya saja mengeluarkan bau alkohol yang sangat menyengat. Kris yang ia kenal bukan seperti ini. Dia seperti orang lain. Kris yang ia kenal tidak pernah berani membentaknya, selalu sopan pada siapapun, dia adalah pria baik-baik bahkan menyentuh minuman seperti tadi pun sepertinya belum pernah ini adalah kali pertamanya ia mabuk, dia bahkan tidak pernah terlihat tertarik pada wanita dan apa yang tadi Heechul lihat ? Kris mencium wanita ! dia benar-benar mabuk berat.
"Luhan tidak seperti itu, Chanyeol juga. Mereka pasti ikut sedih melihatmu seperti ini"
"Omong kosong, kalian semua sama saj-" Kris tidak bisa melanjutkan ucapannya karena tubuhnya keburu ambruk. Dia pingsan.
Dan dengan sekuat tenaga Heechul mengangkat tubuh Kris yang jelas lebih besar darinya ke dalam mobilnya. Dia harus mengamankan Kris malam ini.
.
.
.
Heechul bangun pagi sekali. Untung saja istri dan anaknya sedang pergi ke China jadi ia membawa Kris ke rumahnya semalam. Heechul berjalan menuju kamar tamu yang di tempati Kris semalam. Ia ingin mengecek Pria itu, siapa tahu dia kabur.
Heechul membuka pintu kamar tersebut sebentar lalu menutupnya kembali. Kris masih tidur ternyata. Pria itu pasti sangat lelah. Ia pun segera menuju dapur untuk membuat kopi. Setelah itu duduk di sofa dekat kamar tamu untuk jaga-jaga siapa tahu Kris bangun.
Kegiatan membaca korannya sedikit terganggu dengan bunyi handphonenya yang menandakan ada pesan masuk. Heechul meraih handphoennya yang berada di atas meja lalu membaca pesan masuk.
Chanyeol : bagaimana Hyung?
Pesan Chanyeol memang sangat singkat tapi Heechul mengerti maksudnya.
Heechul : Kris ada di rumahku, semalam dia mabuk berat seperti orang kesetanan. Tapi kau tenang saja aku sudah mengamankannya. Bagaimana dengan Baekhyun? dia pasti ikut terkejut dengan kejadian kemarin.
Chanyeol : Kau yang terbaik Hyung. Terima kasih banyak. Baekhyun baik-baik saja, dia aman bersamaku.
Heechul : aku tidak yakin dia aman bersamamu. Kau bahkan berpotensi untuk menyakitinya lagi. Aku heran kenapa kau hobi sekali menyakiti orang lain.
Chanyeol : Tidak Hyung, tidak akan pernah lagi. Lagi pula siapa juga yang memiliki hobi seperti itu, aku juga tidak pernah mau menyakiti orang lain.
Heechul : kau bilang tidak mau menyakiti tapi kau melakukannya. Aku pikir-pikir ternyata hobimu aneh-aneh semua. Selain hobi menyakiti orang lain kau juga hobi masuk rumah sakit, dan salah satu hobi anehmu yang selalu membuatku kesal adalah kau selalu membuat masalah dan memaksaku terlibat juga kedalamnya. Tidak bisakah kau membiarkanku hidup tenang tanpa perlu mengurusi masalahmu?
Chanyeol : jadi selama ini Hyung merasa terbebani ? baiklah setelah ini aku tidak akan meminta bantuan Hyung lagi.
Heechul : syukurlah...
Chanyeol : maaf aku merepotkan Hyung terus. Hyung bisa hidup tenang setelah ini
Heechul : astagaaaa~ aku hanya bercanda Park Chanyeol kenapa kau menganggapnya serius. Kau ini kenapa jadi sensitif sekali seperti anak gadis yang sedang PMS, kau ganti kelamin saja sana kkk~
Chanyeol : YAAAAKKK!
Heechul tertawa sesekali saat ia berchatting dengan Chanyeol. Ia menyimpan handphonenya kembali di atas meja lalu berdiri untuk kembali menuju dapur. Ia teringat untuk membuatkan Kris kopi juga.
Setelah selesai membuat kopi Heechul kembali ke tempatnya tadi dan pada saat itulah ia melihat Kris keluar dari kamar tamu sambil memegangi kepalanya. Dia pasti masih merasa pusing.
"Kau sudah bangun? Kau pasti masih pusingkan ? aku sudah membuatkanmu kopi tadi aku mencari tahu minuman atau makanan yang bisa meredakan pusing efek mabuk di Internet. Katanya kopi bisa meredakan rasa pusingmu itu. ini minum lah" Heechul menyerahkan secangkir kopi pada Kris.
Kris memandang Hechul dengan tatapan yang sulit diartikan. "terima kasih Hyung. maaf telah merepotkan dan kurang ajar padamu kemarin" ucapnya sampil menundukkan kepala.
Heechul tersenyum melihatnya. Kris sudah 'kembali' yang kemarin mengamuk itu seperti bukan Kris saja.
"tidak apa-apa, sudahlah kau minum saja dulu. Kau mau sarapan apa biar aku buatkan"
"tidak usah Hyung, ngg... Hyung bisa tolong telponkan Chanyeol?"
"..." Heechul diam selama beberapa saat "menelpon Chanyeol? untuk apa?"
"aku mau meminta maaf padanya dan Baekhyun-ssi juga. Sepertinya kemarin aku keterlaluan"
Heechul masih diam. Dia sedang menimang-nimang, dan berpikir. Dia takut Kris memiliki niat lain.
"Hyung sudah kenal aku sejak lama kan? Kapan aku melanggar ucapanku sendiri? Aku tidak akan membuat kekacauan lagi, sungguh. Aku hanya ingin minta maaf pada mereka" ucap Kris seolah bisa membaca pikiran Heechul.
"Baiklah, aku akan menelpon mereka. kau tunggu dulu disini aku akan membuatkanmu pajeon. Kau harus tetap sarapan" ucapnya lalu kembali ke dapur.
"terima kasih Hyung"
.
.
.
Chanyeol baru saja memakirkan mobilnya di garasi rumah Heechul. Tadi ia menerima telpon dari heechul yang memintanya untuk kemari bersama Baekhyun tanpa memberikan alasan apapun.
Heechul membuka pintu rumahnya setelah mendengar suara bel rumahnya berbunyi beberapa kali.
"ada apa Hyung menyuruh kami kemari ? bagaimana keadaan Kris Hyung sekarang?" tanya Chanyeol pada Heechul. Baekhyun yang berada di sampingnya jelas mendengar pertanyaan Chanyeol. Tapi dia tidak marah, wajar jika Chanyeol mengkhawatirkan Kris. Semuanya butuh proses. Jadi meskipun Chanyeol sudah memilihnya Baekhyun harus mau menunggu proses Chanyeol benar-benar sembuh.
"aku baik-baik saja" jawab sebuah suara yang sangat mereka hafal. Chanyeol mengalihkan pandangan kearahnya. Dia bisa melihat Kris sedang tersenyum di samping lemari hias yang berada di ruang tamu rumah Heechul.
Tunggu... Kris? Tersenyum?
"ah h-hay H-hyung"
Kris menjawabnya dengan anggukan kepala dan senyuman yang masih belum luntur dari mulutnya. "aku yang meminta Heechul Hyung menelponmu. Aku ingin bicara dengan kalian"
Baekhyun sedikit mudur lalu menyembunyikan badan mungilnya di belakang Chanyeol. ia taku Kris mengamuk lagi seperti kemarin. Heechul yang melihatnya hanya bisa tersenyum maklum.
"ayo kalian duduk saja dulu, aku akan membuatkan minum"
Suasana tiba-tiba hening selama Heechul pergi untuk membuat minum. Chanyeol duduk bersebelahan dengan Baekhyun dan Kris duduk di depan mereka. Tentu saja suanasa terasa begitu canggung hingga akhirnya Heechul datang membawa minuman lalu mendudukan dirinya di samping Kris.
"tidak usah tegang minumlah dulu" Heechul berusaha mencairkan suasana. Dia merasa antara kasihan dan ingin tertawa melihat Baekhyun yang sepertinya sangat ketakutan dia bahkan menundukkan kepalanya sedari tadi. Chanyeol juga terlihat sedikit gugup, bahkan wajahnya terlihat sangat pucat.
"Chanyeol-ah" panggil Kris tiba-tiba membuat Chanyeol sedikit kaget.
"y-ya" sahutnya. Ia benar-benar gugup.
Kris tersenyum melihatnya. "maafkan aku, kemarin aku memukulmu begitu keras. Aku benar-benar di kuasai emosi. Maafkan aku"
"eng?" Chanyeol menunjukkan wajah idiotnya.
"kau mau memaafkanku?"
"ah– i-iya Hyung.. lagi pulaaa... nggg aku.. yah aku pantas mendapatkannya" Chanyeol masih terlihat gugup.
Baekhyun sudah berani mengangkat kepalanya. Ia juga kaget mendengar Kris meminta maaf pada Chanyeol. Tapi dilihat dari wajah Kris sepertinya ia benar-benar menyesal telah memukul Chanyeol kemarin.
"Aku sudah tahu semuanya. Kalian sudah berpacaran lumayan lama kan? Sebenarnya Aku kecewa karena kau tidak jujur padaku dari awal. Harusnya kau tidak hanya diam dan membiarkan semua kesalahpahaman terus terjadi. Akan lebih baik kalau kau membicarakan semuanya baik-baik denganku bukan malah membohongiku juga. Aku juga tidak akan memaksa ataupun menahanmu untuk terus bersamaku apalagi kau sudah berniat untuk kembali hidup normal" ucap Kris.
Chanyeol merasa bersalah. Ini memang salahnya yang tidak berani untuk jujur baik pada Kris maupun pada Baekhyun sedari awal. Jika saja dia berani berkata jujur maka semuanya akan baik-baik saja.
"Aku senang kalau kau sudah berniat untuk kembali sebagai pria normal. Maaf seharusnya aku lebih peka saat itu. aku bahkan baru sadar jika saat kita pertama kali bertemu lagi kau sudah menunjukkan tanda-tanda jika kau sudah ingin kembali normal dengan terus menanyakan ketertarikanku pada seorang gadis. Sekali lagi Maafkan ketidak peka-an ku. Mungkin saat itu kau menertawakanku, mungkin kau menganggapku bodoh tapi aku benar-benar tidak tahu apapun. Aku hanya berpikir kau Chanyeol yang kukenal dulu. Kep-"
"tidak Hyung, aku sama sekali tidak pernah berniat untuk menertawakan atau menganggapmu bodoh, sungguh. Kau juga tidak seharusnya minta maaf padaku. Aku yang salah disini. Bukan Kau ataupun Baekhyun. aku yang tidak berani jujur pada kalian berdua"
Kris kembali tersenyum meski hatinya masih sangat sakit. Tapi dia berusaha untuk berlapang dada menerima semua kenyataan pahit yang menimpanya. "aku belum selesai bicara Chanyeol, kenapa kau memotong ucapanku? Aku tidak pernah mengajarimu seperti itu"
"eh? m-maafkan aku Hyung"
"tidak apa-apa aku hanya bercanda" dia kembali tersenyum.
Baekhyun merasa ingin menangis melihatnya. Kris terlihat begitu tegar dimatanya. Ia pernah berada diposisi yang sama dengan Kris. Saat dimana Chanyeol lebih memilih mempertahankan Kris dibanding dirinya. Ia benar-benar sakit hati dan marah pada Chanyeol jangankan untuk mengajaknya bicara baik-baik seperti yang Kris lakukan sekarang untuk melihat wajah Chanyeol saat itu saja dia tidak sudi.
Baekhyun kembali ingat betapa marahnya ia saat itu, bentakan-bentakan dan caci maki yang ia lontarkan pada Chanyeol saat ia memergoki Chanyeol bertelpon dengan Kris dan saat Chanyeol mencoba menahannya untuk tidak kembali ke Pohang. Sekarang dia merasa malu sendiri melihat Kris yang malah terus memperlihatkan senyumannya.
Wajar jika kemarin Kris marah besar saat memergoki mereka berciuman. Baekhyun bahkan mungkin akan membunuh Chanyeol jika ia berada di posisi Kris kemarin. Dan sekarang apa? bukankah seharusnya Kris masih marah pada Chanyeol dan Baekhyun? Chanyeol sudah mengkhianati dan membohonginya habis-habisan dan Baekhyun sudah merebut 'chanyeollie-nya'. Tapi kenapa Pria itu malah terus tersenyum dan meminta maaf seolah semua ini adalah kesalahannya. Baekhyun akhirnya mengerti, Kris adalah Pria yang dewasa, dia juga sangat baik dan pengertian. Jadi wajar jika Chanyeol cukup sulit untuk lepas atau melupakannya.
"Keputusanku untuk kembali ke Korea sepertinya bukan hal yang bagus. Memang seharusnya aku tidak perlu kembali lagi untuk menemuimu. Aku akan kembali ke Kanada nanti sore, aku akan menjaga ibuku disana."
"maafkan aku Hyung, semoga Ibumu lekas sembuh"
"ya, terima kasih. Kau hiduplah dengan baik. Jadilah seorang kekasih yang baik untuk Baekhyun, aku tahu kau bisa melakukannya. Kuharap kau bisa melupakan semua tentangku kecuali sebagai sahabat baikmu. aku tahu kau akan baik-baik saja. Banyak orang-orang yang menyayangimu disini" Kris mulai berkaca-kaca saat mengatakannya begitu pula dengan Chanyeol. Heechul juga entah kenapa jadi ikut sedih, dia sepertinya terbawa suasana. Baekhyun bahkan sudah menangis entah karena apa.
"Dan... Baekhyun-ssi" merasa namanya di panggil Baekhyun pun kembali mendongkakkan kepalanya. Dia menatap Kris dengan wajah penuh air mata.
"eyyy kenapa kau menangis?" Kris sedikit menggodanya padahal ia juga sudah menangis. Setetes airmata sudah mulai turun di wajah tampannya.
"Baekhyun-ssi tolong jaga Chanyeol baik-baik, ya?" Baekhyun mengangguk-anggukan kepalanya tanpa bisa menjawab ucapan Kris.
"Kau wanita istimewa yang dipilih Chanyeol. Aku yakin kau bisa menjaga dan mencintai Chanyeol jauh lebih baik dari siapapun. Aku titip sahabatku padamu ya?" Baekhyun kembali menganggukan kepalanya sambil menggigit bibir bawahnya menahan isakkan.
Chanyeol sudah tidak bisa bicara apa-apa lagi. Kris benar-benar baik padanya. Bahkan saat ia sudah mengkhianati dan membohonginya habis-habisan Kris masih mau memanggilnya sebagai 'sahabat'.
Kris mengalihkan pandangannya kesamping, ada Heechul disana. "Hyung..."
"jangan bicara padaku Kris, kau benar-benar kurang ajar. Kau bahkan membuatku menangis di pagi hari"
Kris terkikik mendengarnya "maafkan aku, aku tidak bermaksud seperti itu. aku hanya ingin berterima kasih padamu Hyung. Kau sudah banyak membantuku selama ini. Aku bahkan tidak tahu apa yang akan terjadi padaku jika kemarin kau tidak menolongku. Terima kasih banyak"
Heechul tersenyum lalu merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Kris. "Kau Pria baik Kris, aku tahu itu" Kris membalas pelukan Heechul dan kembali menangis tapi bibirnya tetap menunjukkan sebuah senyuman.
"kami akan mengantarmu ke bandara"
.
.
.
Chanyeol, Baekhyun dan Heechul sudah berada di Gimpo International Airport untuk mengantarkan Kris. Hampir semuanya berwajah sembab termasuk Heechul. Dia tidak pernah mengira dia akan menangis hanya karena Kris akan pergi.
"Hyung tolong sampaikan salam kami pada ibumu, kami akan selalu mendo'akan agar beliau lekas sembuh" ucap Chanyeol memulai perbincangan.
"yep, terima kasih Chanyeol-ah" sepertinya tidak akan ada panggilan 'Yeollie' lagi setelah ini.
"Kris aku tidak menyangka aku akan menangis hanya karena kau akan pergi, sepertinya kesan terakhirmu kali ini lumayan bagus" Heechul sedikit bercanda membuat Kris terkikik mendengarnya.
"karena biasanya Hyung akan senang jika aku pergi, begitu kan?" Kris menimpali dengan candaan juga
"yeaah kau tahu itu dengan baik"
"haha tentu saja, ah ya sepertinya aku harus segera Check-in"
"tunggulah sebentar lagi ada seseorang yang ingi-"
"KRISSSSSS"
Keempat orang itu langsung mengalihkan pandangan ke asal suara. Kris langsung memasang wajah terkejutnya.
"nah dia datang juga, dia tidak datang sebagai rusa yang mengerikan lagi untukmu. Kau tenang saja" Heechul menepuk pundak Kris pelan.
Luhan berlari sekencang mungkin menuju keempat orang itu. setelah berada tepat di depan pria paling tinggi diantara mereka Luhan pun langsung memeluknya.
"kris hiks maafkan aku" Luhan memeluk Kris dengan erat. Sehun juga sekarang sudah bergabung dengan Chanbaek dan Heechul.
Kris masih bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi. Apa wanita yang kini memeluknya benar-benar Luhan? Oh ayolaah bukankah Luhan sangat membencinya bahkan dia tidak sudi untuk sekedar memanggil namanya tapi kenapa sekarang...?
Luhan melepas pelukannya lalu menatap Kris dengan wajah penuh airmata.
"Kris hiks... maafkan aku, aku tahu selama ini aku sudah keterlaluan padamu..."
"tidak Lu, kau tidak usah-"
"diam dulu, biarkan aku bicara" bukan bentakan lagi yang Kris terima kali ini. Tapi rengekan Luhan yang terlihat imut. Percis seperti Luhan teman kecilnya dulu.
Kris mengangguk lalu mempersilakan Luhan bicara lagi.
"Aku ingin minta maaf padamu, aku sudah dengar semuanya dari Heechul Oppa. Aku memang sudah menyangka jika kau marah besar pada Chanyeol kemarin, itu wajar. Tapi aku tidak menyangka kau akan memaafkan dan mengalah untuk melepaskan Chanyeol sekarang, ternyata kau masih Kris temanku yang baik. Aku jadi merasa sangat bersalah karena selalu menyalahkanmu selama ini, kau mau memaafkanku?" Luhan menatapnya Kris dengan puppy eyesnya.
"aku bahkan tidak pernah berpikir kau memiliki salah padaku, Lu. Jadi tidak usah minta maaf aku yang harusnya minta maaf karena sudah 'mencuri' adikmu selama beberapa tahun" Kris tersenyum sambil mengelus rambut Luhan.
"Kau teman terbaikku Kris" Luhan kembali memeluk Kris tapi sudah tidak ada tangis di wajahnya karena sekarang sudah tergantikan dengan senyuman tulusnya untuk teman lamanya yang baru 'kembali'.
"Kalian lihatlah, dia adalah Kris teman lamaku. Aku sangat bangga memiliki teman sepertinya" ucap Luhan semangat sekali "Sehunnie lihat, dia temanku" Sehun hanya menanggapinya dengan senyuman. Ia tidak cemburu sama sekali melihat Luhan yang terus memeluk pinggang Kris, dia tahu kondisinya saat ini.
"Kita akan berteman selamanya kan, Lu?" Kris pun merangkul bahu Luhan dengan tangan kanannya.
"tentu saja naga jelek" Kris semakin melebarkan senyumannya saat mendengar panggilan yang Luhan berikan padanya saat mereka masih kecil.
"kau rusa centil"
"YAK, dan kemari kau jerapa idiot" Luhan melambaikan tangannya memanggil Chanyeol.
"aku boleh bergabung?" tanya Chanyeol dengan cengiran khasnya.
"tentu saja"
Chanyeol pun bergabung dengan sang 'naga' dan sang 'rusa'. Lalu mereka berpelukan dengan erat. Luhan berada di tengah dan badannya terhimpit oleh dua pria dengan tubuh raksasa itu. tapi Ia tidak peduli Ia sedang sangat menikmati moment yang sudah lama sekali tidak terjadi seperti saat ini. Sehun, Baekhyun dan Heechul hanya tersenyum maklum melihatnya.
"ah aku harus segera check-in sekarang juga" Kris melepaskan pelukan mereka.
"Kris aku masih merindukanmu" rengek Luhan. Aneh sekali dia hari ini.
"kau masih bisa menghubungiku Lu, kau bisa meminta nomorku pada Chanyeol atau Heechul Hyung. Aku harus menemani Ibuku disana. Aku juga berniat untuk kembali normal seperti Chanyeol"
"benarkah?"
Kris mengangguk mantap.
"aku akan selalu mendo'akanmu. Kau pasti bisa. Kau itu tampan pasti banyak wanita yang mau denganmu"
"ya, aku akan berusaha. Kau baik-baiklah disini. Jadilah istri yang baik untuk suamimu"
"tidak usah menasehatiku, seperti hidupmu sudah baik saja"
"ish dasar kau ini, dan ngg... Sehun-ssi tolong jaga Luhan dengan baik ya. Dia harus benar-benar diawasi. Kelakuannya kadang suka aneh-aneh"
"YAK! Tolong berkaca sebelum bicara, kaulah yang aneh. Lagi pula Sehun sudah menjagaku dengan baik tanpa perlu kau suruh, ia kan hunnie?" Sehun hanya tersenyum sambil mengangguk melihat Luhan yang tengah mempoutkan mulutnya sambil memeluk lengan kanan Sehun.
"Heechul Hyung, aku pamit ya. Jaga dirimu baik-baik"
"kau juga. Kau harus berjanji untuk kembali kesini dengan keadaan yang lebih baik lagi"
"yeah, Percayalah kelak aku akan kembali menjadi pria yang baru. Pria yang jauh lebih tangguh. Di pertemuan kita kelak aku akan mengenalkan kalian pada seseorang yang istimewa bagiku." Ucap Kris penuh keyakinan.
"dan pastikan seseorang yang istimewa itu adalah seorang wanita. Aku tidak berharap kau membawa 'Chanyeol' yang lain" Heechul kembali melontarkan candaannya.
"hahaha tidak akan Hyung, kau do'akan saja aku"
"dan Baekhyun-ssi... kau cantik" semua orang langsung membelalakan matanya mendengar ucapan Kris. termasuk Chanyeol.
"kau tenang saja yeol, aku tidak berniat untuk merebutnya darimu. Aku hanya memujinya bukankah dia memang Cantik? Kau beruntung bisa menjadi kekasihnya" Kris tertawa setelah mengatakannya. Membuat yang lain ikut tertawa juga.
"hehe i-iya hyung"
"kau baik-baik juga ya Chanyeol-ah. Banyak orang yang menyayangimu disini jangan kecewakan mereka lagi" Kris menepuk bahu Chanyeol pelan
"iya Hyung" ucap Chanyeol yakin.
"yausudah aku akan pergi sekarang. Selamat ting-"
"Kris-ssi" semua mata langsung tertuju pada Baekhyun.
"ye?"
"boleh aku memanggilmu.. Oppa?" tanyanya sambil menundukkan kepala.
Kris tersenyum "tentu saja Baekhyun-ah, kita teman mulai dari sekarang"
Baekhyun mendongkakkan kepalanya lalu tersenyum manis pada Kris "terima kasih... Kris Oppa"
Kris membalas senyumannya lalu matanya kembali pada orang-orang disekelilingnya. "aku pergi ya, selamat tinggal semua"
Dan akhirnya Kris pun benar-benar pergi. Kini mereka hanya bisa memandangi punggung tegap itu yang semakin menjauh.
"hati-hati Hyung..."
"dia pria yang hebat..."
"dia benar-benar Kris si naga jelek, temanku" Luhan berkata lirih namun senyuman manis tetap tergambar di bibirnya.
TBC
Hiks, gimana kalian udah puas semua? Masa gue jadi ngefans sama Kris di chapter :')
Konflik cinta segituganya udah selesai nih. Gatau deh kedepannya mau gimana lagi wkwk mau langsung end apa mau chanbaek-an(?) dulu nih ? hihi
Kemarin banyak yang minta Chanbaek moment maaf ya cuman bisa bikin segitu doang hehe kita fokusin dulu ke penyelesaian masalah mereka dengan Kris okaay ;)
Ga nyangka juga bisa selesai-in Chap ini, sempet mentok beberapa kali belum lagi dihantui tugas yang makin astagfirulloh... buat ngingetnya aja males -,-
Okay langsung bales review kalian aja yacccc^^
Sebelumnya aku mau minta maaf ga bisa bales semua karena waktu yang mendesak. Asli deh ini aku lg bejelimet sama tugas yg harus dikumpulin besok, sumpah ga ada maksud buat pilih-pilih buat bales. Aku baca semuanya kok sumpah deh aku suka usahain cek review ff ini tiap hari hiks jadi mohon pengertiannya ya ga ada maksud sombong atau apa-apa aku kalau sempet pasti bales semua kan ? hiks maklumin yaa :') jangan pada ngambek da aku mah apa atuh kalau tanpa kalian :3
Luhan : Makasih udah review^^ waaaha gatau sih ya kalau aku sih alhamdulillah lancar-lancar aja hehe kemaren putusnya baru setengah, disini Krisyeol baru bener-bener putus :')
Leeyeol : Makasih udah review^^ Kris mau tobat juga tuh katanya :') *sujudsyukurjuga*
KaiSooLovers : Makasih udah review^^ iyaaa tapi ga ada yg beneran jahat kok mereka gitu juga karena keadaan *etdaaah wkwkwk ini udah lanjut ;)
Dhita : Makasih udah review^^ kemaren putusnya baru setengah disini mereka baru beneran putus :') aku cuman bisa biki moment chanbaek segitu doang, nanti lagi ya^^ ini udah di next ;)
Firdianadina : Makasih udah review^^ haha iyayak ngenes bgt itu mah, nahkan gue juga bingung sebenernya siapa yg salah. Inti masalahnya sih itu si Nami itu mantannya Chanyeol hiks. Ini udha di next ;)
Younlaycious88 : Makasih udah review^^ waaah bisa kebetulan gitu ya haha. Iyeeep dia udah ga labil lagi sekarang hihi Kris ga stress dia cuman kecewa aja, dia baik kok :') emang masih suka banyak yg kebalik kan antara psikolog atau psikiater bahkan ada yg masih nganggap kalau mereka itu sama jadi aku selipin deh sedikit penjelasan disini siapa tau bisa nambah ilmu buat yg ga tau hehe
RLR14 : Makasih udah review^^ iya kasian ya dia tapi disini giliran Kris yg kasian :') mau tetep ga akan peduli sama dia ? hiks. Belum bisa full Chanbaek. Beresin dulu konfliknya hehe, ini udah di netx ;)
Hanbyeol267 : Makasih udah review^^ Chanbaeknya ga balikan kan mereka ga putus, tapi mereka udah baikan kok lanjutin lagi hubungannya hehe. Kris udah pasrah kok, udah rela dia :')
RePanda68 : Makasih udah review^^ iya udah aku ngejar kuliah 3,5th jadi ikutan SP dan ga dapet libur semester sama sekali :') dia ke Seoul bukan untuk mengacau hanya meminta penjelasan kalian jangan benci lagi sama dia ya :3 ini udah apdet niccchh ;)
Kaysaiko : Makasih udah review^^ iya sekarang giliran Kris yang kasian, kalian jangan benci dia lagi yah :') Keep Reading ini udah di next ;)
Iyou : Makasih udah review^^ kemaren baru setengah putusnya disini baru bener2 putus :p iya Chanbaek udah baikan kok. Kris emang udah terima nasib, dia anak baik kok :') ini udah di next semangaaat ;)
Doremifaseul : Makasih udah review^^ Kris belum ketemu Tao. Tao jauh ah di pohang, dia malah balik lagi ke kanada mau jagain emaknya dulu katanya wkwk. Keep Reading juga yaa ;)
Followbaek : Makasih udah review^^ masih terlalu mudah ? kamu jahat amat :( wkwk belum saatnya dia cemburu org dianya juga belum tentu emang udah bener2 cinta sama Baekhyun. semuanya butuh proses :') hihi ini udah lanjut fighting ;)
Fanoy5 : Makasih udah review^^ apanya yg bikin senyum2 sendiri di Chap kemaren :( ini udah di lanjut ;)
Nelishawolslockets : Makasih udah review^^ yah mana bisa jumlah hari cuman sabtu minggu doang wkwkwk Kris emang balik lagi tapi bukan buat bikin masalah, dia malah nyelesein masalah loh :') dan diakhir Chap ini juga semuanya semakin membaik bahkan Lulu sama Kris udah temenan lagi :) ini udah dilanjut fighting ;)
Byunyeolliexo : Makasih udah review^^ Kris kan udah nolak dijodohin jadi ga ada cerita dibalik itu semua.. kamu jangan nyangka yg mau di jodohin sama Kris itu Tao, bukan kok Tao masih anteng di Pohang :3 hihihi
Blackwhite1214 : Makasih udah review^^ sekarang Kris yang kasian, yagasih ? ff gue perasaan mengharu biru mulu yak wkwk gatau deh aku masih bingung kapan end nya gimana mood aja *kebiasaan* wkwkwk
Exoel : Makasih udah review^^ hahahaha itu sadis bgt masa Chanyeol gila ampe main barbie dan nganggep itu Baekhyun -,- ini udah lanjuuuut ;)
Ririn Cross : Makasih udah review^^ mengharu biru beut ya kayanya chap kemaren huhuhu Kris akhirnya ngalah juga kok, dia anak baik :') ga ada pertempuran antara KrisBaek, maapin ya mereka udah temenan kok sekarang. btw... dokter Cho Kyuhyun bilang salam balik katanya wkwkwk
Rikamaulina94 : Makasih udah review^^ hihihi mereka emang bikin gemes, makasih loh udah nunggu terus :3 hehe
Choi Hyun Young : Makasih udah review^^ apa di Chap ini kamu makin kasian sama Kris? aku sih iya *gaadaygnanya* wkwk dia 'seme' yg baik kan ? dia bisa ngertiin Chanyeol :3 yakali mana ada UN materinya K-Pop hahaha ini udah di next ;)
Kachimato : Makasih udah review^^ fluff nya dikit banget ga sebanyak yg kamu pikirkan deh kayanya, hiks maapin ya :3 ini udah apdet mumumu
Kyungexo : Makasih udah review^^ iya mereka udah baikkan semuanya, sama Kris juga :3
Shallow Lin : Makasih udah review^^ waaah makasih udah bikin Chap kemaren sbg chap favorit hihi :3 nahloooh kasian juga kan mereka ? gabisa apdet kilat otak sama waktunya ga nyampe huhuhu
Hunhanrakaisoo : Makasih udah review^^ liat Kris disini tambah sedih ga ? :')
Exindira : Makasih udah review^^ cieee jodohnya sama ff ini :3 kaisoo nya masih dikit banget hiks maapin. Keep reading ;)
LuXiaoLu : Makasih udah review^^ aku ga akan sakitin Chanyeol kaya kemaren lagi kok, janji deh :') it's over kok, dia emang psikolog tapi yakalau kecewa wajar kali ya tapi akhirnya kan dia juga bisa legowo hiks ;) waaaaa ada lulusan psikolog aku padahal waktu dulu pengen banget masuk jurusan psikolog cuman gajadi malah belok ke bisnis :3
Lativaakatsuki : Makasih udah review^^ udah mau kok dia sekarang Kris udah legowo :') ini masalahnya udah selesai, ga akan manjang dengan kris balik lagi jahat kaya helokitty kok tenang aja hihi. Ini udah lanjut fightingggg ;)
Zarahime5 : Makasih udah review^^ wihiiiiy dapet 4 jempol :3 nih nasib Kris sekarang :') dia udah legowo kok :') ini udah di next lagi ;)
Meryleonahizhiz : Makasih udah review^^ wah iya ? gatau deh maap ya kalau kelewat ga sengaja enelan deh :3 jangan sebel sama WYF dia anak baik kok :') yep bener si Nami itu yg salah Kris psikolog bukan psikiater :3 . ini udah dilanjuuut ;)
Sniaanggrn : Makasih udah review^^ kamu masa gakasian malah geli jahat beut :( hahaha
WinDeerDoBacon-dkl : Makasih udah review^^ gimana Baek ga percaya kalau Chanyeol jelas2 udah milih dia depan Kris banget :3 tuh wyf nya udah ketemu sama baek. ini udah lanjuuut ;) masaaaa ? :( maap ya kalau kelewat ga sengaja enelan deh :3
And Big Thanks for ayang-ayangku (Readers) :
Valencia ByunlalaafanessaagustinAegyaChorezztuyuthabakyeoljunghunhan aegyChanBaekShippersIkki Ka Jung99cheinnfairychanbackhugHunHanCherry1220baekkiepyonthestarbaek0506JungYongiedodyoleuBaeklinerbyunYJYSCKCBShipper .004Ahn SunyoungdearodultdeerrillakuchanZaheesarimulyani94ChanBaekLuv90RahmayaniShin Yo Yong | biezzle | Fuji jump910indrisaputriKaiSoo Daughter | Doaddict | Guest | byunbaek | byunswag | JungKimCaca | nia | ByunAud | ParkByun | KimChanBaek | chanbaek shipper | Haiiro-Sora | Kyungie Baby | Syifa Nurqolbiah | nur991fah | Oh Lana | Guest | Kai4d.o | PCYeol | aegyeol | luhannieka | chanbaekalwayshee | rachel sulissanisyawurjaning | Guest | KaiSoo Shipper | biezzle | yayuhkhufibasyaris | park suchy | HyomilulumissdizzykSiapa-SayaShiyon61EyebrowYes
sekali lagi makasih banyak buat kalian semua yang udah review jangan lupa review lagi yaak^^ buat reader lain yang belum sempat review aku tunggu juga reviewnya, tapi aku ga akan maksa kok segimana keikhlasan kalian aja mau ngasih review atau ngga soalnya dengan kalian udah mau baca ff aku yang mungkin sangat biasa aja ini aku udah seneng hehe, oke cukup sampai ketemu di chapter depan paipaiiiii^^
maaf kalau ada nama yg salah tulis atau ada yg kelewat ga ada unsur kesengajaan kok enelan deh hihi
selamat datang buat para readers baru dan buat readers lama jangan bosen buat baca ff ini yaa :3
