"Kau memang seperti itu. Kukira setelah Kris Oppa pergi kau akan mencintaiku. Setidaknya kau berusaha untuk itu. Kau tahu aku buru-buru pergi dari Pohang kesini untuk menemuimu tapi apa yang kau lakukan? Kau hanya bisa membuatku kesal saja"

"Sudahlah Baek, kau tidak akan mengerti" Chanyeol menggigit bibirnya, dia menghapus sisa airmata di wajahnya dengan tangan yang jelas-jelas gemetaran hebat.

"Aku lelah, aku butuh istirahat jika kau mau menginap disini kau tidurlah di kamar tamu seperti biasa" Chanyeol tersenyum sekilas dan pergi ke kamarnya meninggalkan Baekhyun begitu saja.

Pria sialan itu lagi-lagi membuatnya seperti orang bodoh. Bagaimana mungkin Baekhyun bisa mengerti kalau dia saja tidak mau cerita padanya?! Chanyeol bicara seakan-akan dia yang tertindas, bukan Baekhyun. Dia yang membuat Baekhyun marah tapi dia juga yang menangis lalu dia juga yang meninggalkan Baekhyun seolah Baekhyun yang salah disini.

"Kenapa kau sepercaya diri itu sampai menyuruhku menginap disini ? Kau pikir aku mau? Apa selanjutnya kau berharap aku akan merasa bersalah atas adegan drama malam ini dan tiba-tiba minta maaf padamu esok hari begitu? TIDAK AKAN! Kau lihat saja Park Chanyeol" Baekhyun langsung keluar dari apartemen Chanyeol setelah membanting pintunya dengan keras.

Chapter 14 [My Angel]

Happy Reading^^

Chanyeol terbangun dari tidurnya dengan keringat yang membanjiri seluruh tubuh dan nafas yang terengah-engah. Ia membenarkan posisi duduknya di atas kasur sambil mengusap wajah lalu menghela nafas panjang. Dia baru saja bermimpi buruk. Dia bermimpi Baekhyun meninggalkannya, benar-benar pergi meninggalkannya. Bukan hanya Baekhyun, tapi semua orang yang Ia sayangi.

Pria itu mencoba memutar memori di pikirannya tentang kejadian sebelum ia tidur. Dia langsung ingat kemarin malam Baekhyun datang kemari dan mereka sempat bertengkar sebelum ia masuk kedalam kamar. Kemarin malam Chanyeol benar-benar kelelahan dan pikirannya cukup kacau ia juga baru menyadari jika semalam ialah yang salah.

Chanyeol langsung beranjak dari kasurnya dan berlari keluar kamar. Ia berjalan cepat menuju kammar tamu, berharap Baekhyun ada disana.

BRAK

Dan dia tidak mendapati siapapun disana.

"Baek" panggilnya

"Baekhyun.."

"Baekhyun-aaah"

Chanyeol terus memanggil nama Baekhyun sambil mencari sosok gadis itu di segala penjuru apartemennya namun nihil. Baekhyun sepertinya tidak berada disini. Chanyeol kembali lagi ke kamarnya untuk mengambil ponsel lalu segera menghubungi Baekhyun tapi Baekhyun tidak menerima panggilannya bahkan setelah Chanyeol menelponnya untuk yang ke 13 kalinya ponsel Baekhyun langsung tidak aktif sepertinya gadis itu sengaja menon-aktifkan ponselnya.

Chanyeol mengacak rambutnya frustasi, dia merasa bodoh sekali telah berlaku seperti kemarin malam pada Baekhyun. Sekarang apa yang harus Ia lakukan?

KLEK

Terdengar ada suara orang yang membuka pintu apartemennya. Chanyeol langsung beranjak dan berharap jika Baekhyun lah yang datang.

"Baek kau-" Chanyeol tidak melanjutkan ucapannya setelah ia melihat bukan baekhyun lah yang datang melainkan sepupunya, Heechul.

"Kenapa wajahmu jelek begitu ? kau kecewa karena bukan Baekhyun dan datang pagi ini ke apartemenmu?" Cibir Heechul yang menyadari wajah keruh Chanyeol pagi ini.

"Hyung aku melakukan kesalahan lagi" adunya, lalu duduk di sofa depan TV dengan lesu.

"ah aku sudah bosan mendengar kesalahanmu, kau terlalu banyak bersalah" ucap Heechul dengan nada malas sambil ikut mendudukan dirinya di samping Chanyeol setelah ia membuat kopi di dapur untuk dirinya sendiri. Apa kau pikir ini rumahmu tuan Kim ?

"kemarin Baekhyun kemari, dan kita bertengkar" Chanyeol tetap bercerita. Dia tahu Heechul tidak akan benar-benar tidak peduli padanya. Dan benar saja Heechul langsung menatapnya dengan wajah penasaran.

Chanyeol pun menceritakan semua yang terjadi tadi malam antara dia dan Baekhyun. Dia mengaku benar-benar menyesal saat ini karena masih belum mau terbuka pada Baekhyun dan membuat gadis itu kesal dan kecewa untuk kesekian kalinya.

"apa yang harus aku lakukan sekarang Hyung?"

Heechul menatapnya tajam selama beberapa detik lalu tiba-tiba beranjak dan berjalan menuju pintu.

"Hyung kau mau kem-"

"aku malas bicara dengan orang bodoh" ucapnya acuh. Dia sepertinya sudah cukup muak dengan sikap Chanyeol pada Baekhyun kemarin malam.

"tapi aku butuh bantuanmu Hyung"

"KAPAN KAU AKAN DEWASA JIK-"

KLEK

Pintu kembali terbuka dan seorang wanita cantik masuk kedalam apartemen Chanyeol dengan wajah bingung.

"apa yang sedang terjadi?" tanyanya heran saat melihat Heechul masih memandang Chanyeol dengan tatapan tajam apa lagi dia sempat mendengar Heechul berteriak pada Chanyeol.

"Park Luhan, kau harus tahu kelakuan adikmu yang brengsek ini. Dia... YAK KENAPA KAU BODOH SEKALI PARK CHANYEOL KAPAN KAU AKAN JADI PINTAR?"

"yayaya ada apa ini? Ada apa lagi Chan?" Tanya Luhan. Heechul marah-marah seperti itu pasti ada yang tidak beres.

Chanyeol bungkam. Dia takut untuk menceritakannya juga pada Luhan. Dia takut Luhan memarahinya juga.

"kenapa kau diam saja hah? Kau takut luhan mencekikmu?"

"Oppa ada apa ?"

"diaa... isshh si brengsek ini lagi-lagi menyakiti Baekhyun. Dia cerita padaku jika kemarin Baekhyun kemari untuk memberinya kejutan tapi saat mereka bertemu mereka malah bertengkar karena dia tidak mau menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, Baekhyun hanya menghawatirkannya karena ia terlihat sangat kacau kemarin tapi dia tetap mengelak dan tidak mau bercerita pada Baekhyun dan malah berkata jika Baekhyun tidak akan mengerti lalu dia masuk kamar dan meninggalkan Baekhyun begitu saja jelas saja sekarang Baekhyun tidak bisa dihubungi, bukan kah adikmu ini sangat pintar"

Di luar dugaan, Luhan malah tersenyum manis ke arah Chanyeol membuat dua pria itu terheran-heran melihatnya.

"kemarilah adikku sayang" Luhan menggerakkan tangannya memberi kode agar Chanyeol mendekat ke arahnya dan adik manisnya itu pun menurutinya.

"Channie kau tahu ? Baekhyun mungkin hanya mengkhawatirkanmu" Luhan berkata lembut sambil mengelus rambut Chanyeol

"itu wajar karena aku juga tahu akhir-akhir ini kau memang sedang kacau, tapi apa salahnya jika kau berbagi cerita dengannya ? bukankah Baekhyun itu kekasihmu ? sudah sewajarnya jika kalian saling berbagi suka maupun duka, dia pasti akan mengerti keadaanmu jika kau mau jujur. Sangat wajar jika sekarang Baekhyun sulit dihubungi karena dia pasti masih kesal bahkan jika aku ada di posisi Baekhyun kemarin..." Chanyeol melirik ke arah Luhan yang berhenti bicara bahkan menghentikan elusannya di kepala Chanyeol.

"jika aku jadi Baekhyun...AKU AKAN MENJAMBAKMU SAMPAI BOTAK. YAK KENAPA KAU BODOH SEKALI PARK CHANYEOOOOL"

"AAAAA" Chanyeol menggeram kesakitan karena sekarang elusan lembut tangan Luhan di kepalanya berubah menjadi jambakan mematikan. Astaga itu berlebihan sekali tapi sungguh... jambakan Luhan benar-benar menyakitkan.

"Noona lepas.. ahhh yak Noona ini sakit sekali Noona lepas kan aku..." Chanyeol terus meringis kesakitan.

"APA KAU TIDAK BISA MEMAKAI OTAKMU UNTUK MEMIKIRKAN PERASAAN BAEKHYUN HAH?"

Luhan terus menjambak rambut adik kesayangannya tanpa ampun meski Chanyeol terus memohon untuk dilepaskan. Heechul pun tidak punya niat sedikitpun untuk membantu Chanyeol, dia bahkan malah menertawakannya.

.

.

.

Toronto, Kanada

Kris terlihat sangat fokus dengan laptop yang ada dihadapannya. Jemarinya terus mengetik sederetan kalimat yang muncul di otaknya. Ia bahkan tidak sadar jika seorang gadis di hadapannya sudah mempoutkan mulut sedari tadi.

"Ge, aku bosan. Jika kau kemari untuk meneruskan tulisanmu seharusnya kau tidak usah mengajakku segala. Menyebalkan sekali" gadis cantik di depannya pun mulai menggerutu.

"15 menit lagi" jawab Kris singkat.

"kau sudah mengatakan '15 menit lagi' selama beberapa kali Kris Wu"

Kris menghentikan pergerakan jari di laptopnya dan mengalihkan pandangannya pada gadis itu "aku lebih tua dari mu, bicaralah yang sopan"

"aku bosan Kriss geee, dari tadi kau hanya fokus dengan laptopmu. Gege pikir aku patung" Gadis itu kembali mempoutkan mulutnya kesal karena Kris malah sibuk sendiri dengan urusannya.

"baiklah-baiklah, aku akan menutup laptopku. Sekarang kau mau apa hm?" Kris tersenyum sambil menutup laptopnya lalu beralih menatap gadis di depannya.

"aku sebenarnya punya info penting untuk gege, tapi gege menyebalkan jadi aku malas untuk menceritakannya"

"eyyy, sejak kapan Wendy-ku jadi seperti ini eh ?ayo cepat beritahu gege info apa yang kau dapat?"

"..." Gadis bernama Wendy itu menutup rapat mulutnya sambil menggeleng pelan.

"ayolah wendy, gege akan mengabulkan apapun yang kau mau jika kau mau memberi tahu gege"

"benarkah ?"

"kapan gege berbohong?"

"yeaaay, gege harus mengajakku ke Korea jika gege mau kesana lagi ya ? aku sangat ingin pergi kesana"

"iya, sekarang katakan info apa yang kau dapat?"

"aku mendapatkan semuanya, orang yang gege cari, aku mendapatkan alamatnya, tempat kerjanya, dan segalanya ya aku tahu segalanya"

"kau tahu dari mana ? kau tidak sedang berbohongkan?"

"tidak ge, ternyata orang yang gege cari itu adalah istri dari guru vokal ku"

"kau yakin?"

"aku tidak pernah seyakin ini" ujar gadis itu penuh percaya diri.

"kau yang terbaik Wendy" Kris tersenyum puas sambil mengusak rambut Wendy.

.

.

.

Seoul, Korea Selatan

Kemarin malam Heechul mendapat telpon dari Kris yang mengabarkan jika Ia akan ke Korea siang ini. Heechul sedikit kaget tapi ia senang juga jika Kris kembali asalkan Kris sudah berubah atau setidaknya sedang berusaha berubah seperti apa yang ia katakan sebelum ia pergi.

Heechul pergi ke bandara bersama Chanyeol dan Luhan untuk menjemput Kris. Sehun tidak ikut karena harus bekerja begitu pun dengan Kai yang sudah mulai sibuk kembali dengan jadwalnya dan Kyungsoo yang harus pergi kuliah.

"aku harap kau memiliki perasaan rindu yang wajar pada Kris, jangan menyimpan perasaan lebih lagi padanya, ingat sekarang dia hanya sahabatmu" ujar Heechul mengingatkan, sekaligus menyindir juga sih.

"aku tahu Hyung" balas Chanyeol dengan nada malas. "aku ke toilet dulu" dia pun pergi ke toilet meninggalkan Heechul dan Luhan.

"hey lihat bukankah itu Kris?" ucap Luhan sambil menunjuk seorang pria tinggi dengan kaca mata hitam yang bertengger di hidungnya yang mancung. Pria itu tampan sekali, dia pasti Kris.

"KRIIIISSS" Panggil Luhan sambil melambai-lambaikan tanggannya ceria. Dia tidak pernah seperti ini sebelumnya. Jangankan ikut menjemput Kris di bandara untuk tahu kabar pria ini sedikit saja juga Luhan tidak sudi. Tapi semuanya sudah berubah, sekarang Kris sudah kembali menjadi sahabatnya. Bukan orang yang telah 'merebut' adiknya lagi.

"Hay Lulu, merindukanku eh ?" Kris melepas kacamatanya lalu berjalan cepat menghampiri Luhan sambil merentangkan tangannya untuk memeluk sahabat kecilnya.

"tentu saja kkk~" ucap Luhan sambil membalas pelukan Kris.

"dan heeyyy, sepertinya Kris Wu ini telah menepati janjinya. Bahkan kau membawa 2 wanita sekaligus" goda Heechul yang baru sadar jika Kris tidak sendiri.

Luhan yang mendengar ucapan Heechul langsung melepaskan pelukannya untuk melihat siapa 2 wanita yang di maksud sepupunya itu.

"k-kau?"

"hay Lu, apa kabar?" salah satu wanita itu tersenyum ramah pada Luhan

PLAK

"APA YANG KAU LAKUKAN DISINI HAH? MAU MENYAKITI ADIKKU LAGI ? KAU TAHU APA AKIBAT DARI mpphtt-"

Heechul langsung membekap mulut Luhan, dia sadar saat ini mereka pasti jadi tontonan banyak orang. Apa Luhan lupa jika mereka masih ada di bandara. Luhan terus memberontak untuk melepaskan tangan heechul yang membekap mulutnya tapi Heechul malah semakin mengunci pergerakkannya hingga Luhan makin kesulitan untuk bergerak.

"Kris ayo ajak kedua wanitamu kita langsung ke mobil saja ya, aku akan menelpon Chanyeol nanti untuk menyusul kita ke mobil juga" ujar Heechul sambil menyeret Luhan meski dengan susah payah karena Luhan tidak menyerah untuk berontak, ia terlihat marah sekali melihat salah satu teman wanita Kris, Lee Nami.

.

.

.

Chanyeol dan Nami duduk berdua di ruang tamu apartemen Chanyeol. Heechul dan Kris memang sengaja membiarkan mereka hanya bicara berdua, Kris bilang Chanyeol harus berdamai dengan masa lalunya dulu agar ia bisa sembuh dari Traumanya dan masa lalunya itu adalah Nami. Heechul setuju-setuju saja karena Kris dulunya adalah seorang Psikolog jadi ia pasti mengerti masalah-masalah seperti ini.

Luhan awalnya menolak mentah-mentah tapi setelah dibujuk sedemikian rupa oleh Kris ia akhirnya mengalah juga, karena Kris janji akan menceritakan yang sebenarnya juga pada Luhan. Setidaknya agar Luhan tidak terus-terusan membenci Nami setelah mendengar ceritanya.

"kau yakin Nami tidak berbohong dengan ceritanya?" tanya Luhan dengan ekspresi yang masih sangat ragu.

"tidak Lu, aku bahkan sudah berbincang dengan suaminya. Dan memang benar Nami juga menjalani hidup yang cukup berat" jawab Kris. Mereka sedang berkumpul di meja makan.

"hmmm ngomong-ngomong, apa gadis ini adalah gadis istimewa yang kau janjikan untuk kami Kris Wu? Ternyata kau cepat juga move on dari Chanyeol kkk" goda Heechul.

Kris melirik ke sebelah kanannya dimana ada seorang gadis cantik yang mengerutkan kening tidak mengerti. Kris tersenyum lembut lalu mengusap puncak kepala gadis itu.

"maaf aku lupa mengenalkannya namanya Wendy" ucap Kris, Wendy membungkuk sopan pada Luhan dan Heechul sambil tersenyum manis.

"cantik, kau pintar sekali memilih Kris" puji Luhan.

"selain cantik dia juga pintar Lu, suaranya juga bagus" Kris tersenyum bangga sambil mengelus rambut belakang Wendy.

"kau mau pamer eh ?" cibir Heechul "lagi pula aku masih heran kenapa gadis secantik Wendy mau jadi kekasihmu? Wendy Kau tahu kan jika Kris itu mantan Gay?" astaga Heechul mulutmu. Luhan bahkan hampir tersedak mendengar ucapan frontal dari mulut sepupunya itu.

"tunggu,, aku tidak mengerti kalian bicara apa" ucap Wendy dengan wajah bingung.

"apa dia tidak mengerti bahasa Korea, Kris?" tanya Heechul.

"aku mengerti bahasa Korea, hanya saja aku tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Oppa-nim, Oppa-nim bicara terlalu cepat. Siapa yang Oppa-nim maksud kekasih Kris ge? Setahuku Kris ge itu tidak memiliki kekasih bukankah ia belum lama putus dari Chanyeol Oppa?"

"kekasih Kris? Kau kan?"

"Aku ? bukan, aku bukan kekasih Kris ge, lagi pula siapa juga yang mau jadi kekasih Naga menyebalkan sepertinya. Aku hanya sepupunya" jawab Wendy dan langsung mempoutkan mulutnya. Ia seperti tidak suka sekali di anggap sebagai kekasih Kris. Hey nona tidak tahu kah kau banyak wanita diluar sana yang berharap untuk menjaid kekasih sepupumu yang tampan ini?

"ishh kenapa kau tidak bilang 'ya' saja agar mereka pikir aku sudah berhasil kembali normal" ucap Kris bercanda.

"hahaha ternyata kau belum move on juga dari adikku eh? Awas saja jika kau berani menggodanya lagi"

"Yak aku tidak pernah menggodanya, lagi pula jika aku memang masih mencintai Chanyeol aku tidak akan repot-repot untuk membantunya dengan membawakan Nami kesini"

"sudahlah Kris kata-kata 'mencintai Chanyeol' yang keluar dari mulutmu itu masih terdengar menggelikan di telingaku"

"HYUNG!"

Luhan, Heechul dan Wendy pun hanya tertawa mendengar Kris yang kesal karena godaan Heechul. Suasana di ruang makan memang cukup ramai tidak seperti di ruang tamu yang sampai saat ini tidak bersuara sedikitpun. Baik Nami maupun Chanyeol, keduanya masih tetap bungkam. Nami bingung harus memulai dari mana dan Chanyeol sama sekali tidak tahu harus berbicara apa.

"Aku sudah mendengar semua cerita tentangmu dari Kris" ucap Nami memulai pembicaraan setelah mereka melewati waktu hampir 15 menit degan saling diam.

"..." Chanyeol tidak menjawab apa-apa. Tapi keringat sudah mulai membanjiri tubuhnya sejak ia berada berdua disini bersama Nami. Perasaan takut langsung memenuhi perasaannya. Bayangan tempo dulu tiba-tiba tergambar jelas di benaknya. Sakit sekali rasanya ketika ia terpaksa mengingat kembali luka batinnya yang bahkan belum tersembuhkan sampai sekarang.

"Chanyeol... " ucap Nami sambil mencoba memegang tangan kanan Chanyeol tapi pria itu langsung menepisnya. Bukan karena benci, Nami tidak melihat sedikitpun rasa benci dari mata Chanyeol yang ada hanya rasa takut. Dan itu terasa sangat menyakitkan, ketika seseorang yang dulu pernah berbagi kasih dengannya sekarang malah terlihat begitu takut padanya.

Nami tersenyum miris sambil kembali menjauhkan tangannya dari Chanyeol. Ini memang berat tapi Nami tahu dia harus melakukannya, dia harus tanggung jawab dengan apa yang telah ia lakukan dimasa lalu.

"Chanyeol aku... aku tahu semua ini salahku, aku yang menyebabkan kau menjadi seperti ini... aku mau meminta maaf padamu" ucap Nami tulus dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Chanyeol masih bungkam, dia bukannya tidak mau menjawab ucapan Nami. Dia hanya bingung harus bicara apa.

"aku tidak tahu jika semuanya akan menjadi seperti ini, hiks... aku sebenarnya malu untuk bertemu denganmu lagi, aku tahu aku ini jahat, aku kotor, aku jalang, aku brengsek kau bebas mengutukku seperti apapun tapi aku mohon... hiks jangan takut padaku seperti ini Chan... jangan takut padaku" Nami tidak bisa menahan tangis nya lagi.

"... aku memang salah, tapi aku melakukan kelakuan bejat dimasa lalu bukan tanpa alasan hiks... ibuku mengidap kanker otak dan aku membutuhkan banyak uang untuk pengobatannya hiks... kau tahu sendiri jika ayahku hanya pengangguran yang hobi mabuk dan berjudi... aku bingung harus mencari uang kemana... aku sudah sering bekerja paruh waktu di cafe untuk memenuhi biaya hidup ku dan keluargaku tapi itu sama sekali tidak cukup..."

"hingga suatu saat... hiks a-ayah... ayah menjualku pada seorang ahjussi tua untuk mendapatkan uang hiks... kau pasti semakin jijik padaku kan? Tidak apa aku memang bukan wanita baik-baik bahkan ayahku saja tega menjualku... mulai saat itu ayahku terus 'menawarkanku' pada pengusaha-pengusaha kenalannya aku disuruh untuk memeras harta mereka untuk memenuhi biaya hidup kami dan untuk pengobatan Ibu... aku- hiks aku menjual diri pada mereka Chanyeol.. aku tahu aku sangat kotor... hiks wajar saja kau sangat membenciku, kau bahkan takut padaku"

"K-kenapa dulu N-Noona tidak pernah menceritakan hal ini padaku?" Chanyeol akhirnya mulai mengeluarkan suaranya juga.

"tidak Chan hiks... aku tahu dulu kau mencintaiku dengan tulus, aku tidak mau kau terus bertengkar dengan Luhan karena aku... aku tahu Luhan tidak pernah suka dengan hubungan kita... lagi pula... aku tidak ingin membebanimu. Kau sudah sangat baik padaku.."

"... Kau tahu, tadinya aku pikir kau seperti pria-pria lainnya yang setelah aku meminta banyak hal pada mereka, mereka akan meminta imbalan dan imbalan itu adalah tubuhku. Aku sudah terbiasa seperti itu tapi kau berbeda.. hiks bahkan untuk menyentuhku pun kau tidak berani karena kau takut menyakitiku Hiks.. kau terlalu baik untukku,, aku merasa tidak pantas mendapatkan cintamu Chan.."

"...maka dari itu... saat kau memergokiku.. hiks aku tidak berpikir untuk mengejarmu ataupun menjelaskan apapun padamu... karena memang itulah aku yang sebenarnya.. hiks aku kotor Chan aku tidak pantas untukmu... jadi saat itu aku pikir lebih baik kita tidak berhubungan lagi.. tapi aku tidak menyangka kau akan terluka sampai seperti ini... hiks maafkan aku.. hiks maafkan aku..." Nami terus menangis tersedu-sedu disamping Chanyeol. Chanyeol tahu Nami tidak sedang berbohong, dia memang menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.

"lalu bagaimana kehidupan Noona sekarang?"

"aku.. aku tinggal di Kanada bersama suamiku, namanya Jung Jaehoo. Dia adalah malaikat dalam hidupku, dia yang menyelamatkanku dari ayah. Dia membawaku ke Kanada setelah Ibu meninggal dan menikahiku disana. Aku hidup dengan baik Chan, aku harap kau juga bisa hidup dengan baik.. bersama Baekhyun. Kris bilang dia gadis yang baik"

Chanyeol terdiam beberapa saat. Baekhyun ? entah kenapa Chanyeol tiba-tiba tersenyum setelah mendengar Nami menyebutkan nama itu.

"ya.. Noona benar dia adalah gadis yang baik, sangat baik" wajah tampannya yang sedari tadi terlihat tegang mulai melunak, Chanyeol mulai tersenyum manis sekali. Nami ikut tersenyum melihatnya.

"jangan samakan wanita lain terutama Baekhyun denganku Chan, kami berbeda. Aku memiliki masa lalu dan keluarga yang tidak baik sedangkan Baekhyun? Dia dari keluarga baik-baik bukan? Aku yakin dia adalah gadis yang terbaik untukmu, buktinya dia masih setia menunggumu sampai saat ini kan ? jangan kecewakan dia lagi Chan... jangan.." ucap Nami lembut sambil menggenggam tangan Chanyeol. Chanyeol ikut tersenyum dan ia juga tidak lagi menepis tangan Nami.

"Aku tahu, aku tidak akan mengecewakannya lagi Noona. Percaya padaku.. terima kasih sudah kemari... Noona sangat membantu"

"aku yang harusnya berterima kasih padamu"

"hehe, Noona..."

"ya?"

"mari kita berteman setelah ini" dan Nami langsung memandang Chanyeol dengan tatapan tidak percaya.

.

.

.

Chanyeol menatap langit-langit kamarnya sambil berbaring di atas ranjang. Entahlah setelah pertemuannya dengan Nami beberapa hari yang lalu. Chanyeol merasa lebih tenang, tapi bukan berarti dia merasa tenang karena kembali mencintai wanita itu, dia merasa tenang karena merasa tidak terbebani lagi, dia merasa jauh lebih baik. Bahkan Siwon mengatakan perkembangan psikologis Chanyeol berkembang sangat baik, Kris benar-benar membantu Chanyeol dengan memberi jalan agar pria itu bisa berdamai dengan masa lalunya yang menjadi penghalang kehidupannya selama ini.

Pria tampan itu menghela nafas panjang lalu meraih ponselnya yang ada di atas nakas. Chanyeol menyalakan ponselnya dan ketika benda persegi panjang itu menyala Chanyeol langsung bisa melihat foto dirinya bersama seorang gadis cantik yang sedang ia rindukan. Byun Baekhyun. Mereka terlihat serasi sekali di foto itu.

Foto itu diambil saat Baekhyun berkunjung ke apartemennya. Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari foto itu hanya ada gambar Chanyeol yang sedang tersenyum ganteng(?) kearah kamera dan Baekhyun yang tersenyum ceria disebelahnya sambil menyandarkan kepalanya di bahu kanan Chanyeol.

Chanyeol tersenyum sendiri melihatnya.

KLEK

"minggu ini kita ke Pohang" ucap Heechul yang baru saja masuk –tanpa ijin- ke kamar Chanyeol.

"eh?"

"Byun Jongdae akan menikah minggu depan, Baekhyun baru saja menelponku untuk mengundang aku-puff, HunHan, Kaisoo dan Kris. Kau juga di undang karena terpaksa katanya tapi jika kau tidak datang itu lebih baik"

"yak kenapa begitu? Aku kan kekasihnya" Chanyeol protes lalu mulai merubah posisi menjadi duduk di atas kasurnya.

Heechul mengangkat bahunya tidak peduli lalu ikut duduk di pinggiran kasur Chanyeol. "Baekhyun sendiri yang berkata seperti itu dan... kau percaya diri sekali, memang kalian masih pacaran ? bukankah Baekhyun sudah memutuskan hubungan kalian ?"

"tidak Hyung, kau ini seenaknya saja jika bicara"

Heechul menoyor kepala Chanyeol pelan "kau sendiri yang bilang padaku beberapa waktu yang lalu, kalian bertengkar dan Baekhyun minta putus"

"tapi aku kan tidak meng'iya'kannya"

"kau ini egois sekali"

"biar saja" Chanyeol mulai kesal "lagi pula ada urusan apa Hyung kemari ?"

"ingin memanasimu, kau pasti sedang merindukan Baekhyun kan? Baekhyun tidak pernah mengangkat telponmu tapi aku bisa dengan mudah bertelpon dan saling berkirim pesan dengannya, tidakkah kau iri padaku ?" Heechul tertawa meledek membuat Chanyeol tambah kesal padanya.

"kau sudah puas memanasiku kan? Jika sudah kau bisa segera keluar dari apartemenku"

"maunya sih begitu tapi sebagai manager yang baik aku harus mengingatkanmu jika hari ini kau akan mulai kembali pada aktivitas lamamu, kau harus bekerja kembali. Satu jam lagi kau akan ada pemotretan untuk majalah fashion. kau pikir kau bisa bertahan hidup hanya dengan tiduran di kasur sambil melamunkan seorang gadis eh ? ayo cepat bangun pemalas" omel Heechul sambil menarik tangan Chanyeol agar segera bangun dari kasurnya

"aku malas Hyung, sepertinya aku ingin berhenti saja jadi selebritis. Lagi pula aku kan anak orang kaya aku bisa hidup sejahtera tanpa bekerja"

"kenapa pikiranmu picik sekali ? aku akan semakin rajin menyuruh Baekhyun mencari pria lain. Dia tidak akan bahagia jika memilih hidup bersama pria kekanakan yang hanya bisa menggantungkan hidupnya pada orang tua, cih sampah"

"YAK"

.

.

.

Pohang, Korea Selatan

Byun Jongdae sudah resmi menjadi suami dari Kim Minseok tadi pagi. Malam ini mereka merayakan pesta pernikahan di sebuah hotel ternama di Pohang. Pengantin baru itu nampak sangat serasi, minseok sangat cantik dengan gaun panjang berwarna cream dan Jongdae juga sangat tampan dengan balutan jas dan celana bahan yang serasi dengan istrinya.

Chanyeol dan 'rombongan'nya baru saja tiba sekitar 5 menit yang lalu. Luhan langsung menghampiri Minseok dan meminta maaf karena baru bisa hadir sekarang dan mengucapkan selamat atas pernikahan temannya itu dengan Sehun yang terus berada di sampingnya. Kyungsoo dan Kai langsung menghampiri Baekhyun yang malam ini terlihat sangat cantik dengan balutan gaun selutut berwarna putih dan riasan make-up yang tidak berlebihan disamping Baekhyun ada sahabatnya, Zitao. Baekhyun pun mengenalkan Zitao pada Kai dan Kyungsoo secara langsung. Zitao sempat memekik cukup keras saat berkenalan dengan Kai, padahal dulu dia selalu menghina idola Baekhyun itu dengan menyebutnya 'rapper hitam' dan selalu membandingkannya dengan idolanya sendiri 'Park Chanyeol' yang dimatanya selalu nampak sempurna.

"kau tidak merindukanku Baek?" ucap Heechul sambil menghampiri mereka.

"ah Oppa tentu saja aku sangat merindukanmu" jawab Baekhyun ceria.

"haha, aku sangat tahu itu. Kau cantik sekali malam ini, sampai-sampai membuatku kaget aku kira kau yang menikah malam ini" godanya. Dia bahkan berani menggoda wanita lain di depan mata kepala istrinya sendiri. Tapi itu bukanlah masalah, Puff sangat mengerti dengan sikap Heechul yang seperti itu. Lagi pula dia juga tahu Baekhyun itu siapa.

"ah pesta dansa sudah di mulai, ayo kita berdansa sayang" Heechul kembali menggenggam tangan istrinya "dan Kyunggie... putuskan saja Kim Jongin itu jika dia tidak mengajakmu berdansa malam ini"

"Ya apa maksudmu, aku pasti akan mengajak kekasihku berdansa. Hyung tidak usah berkata seperti itu" gerutu Kai. Heechul nampak tidak perduli dan berjalan menjauhi mereka.

"sayang ayo kita berdansa" ajak Kai sambil menarik Kyungsoo untuk bergabung dengan pasangan-pasangan lainnya yang sedang berdansa. Di sana juga ada Luhan dan Sehun.

Sekarang Baekhyun hanya tinggal berdua dengan Zitao. Kedua gadis cantik itu menghela nafas panjang sambil memandangi pasangan-pasangan yang tengah asik berdansa di depan mereka.

Tao mempoutkan mulutnya. "sial ! aku tidak pernah merasa semerana ini saat melihat banyak pasangan nampak mesra dan bahagia sedangkan aku hanya bisa menatap mereka dengan perasaan merana. Aku benar-benar berharap malam ini Tuhan akan menurunkan seorang pangeran tampan yang akan mengajakku berdansa" gerutunya membuat Baekhyun terkekeh mendengarnya. Hey sejak kapan Huang ZiTao memiliki pikiran seperti itu ?

Chanyeol berdiri beberapa meter di belakang BaekTao sejak beberapa menit yang lalu. Dia terus tersenyum sendiri sambil memandangi gadis yang sangat ia rindukan. Di sampingnya ada Kris, ya Kris memang ikut bukankah ia di undang juga ? tadinya dia akan langsung kembali ke Kanada setelah mempertemukan Chanyeol dengan Nami, tapi entahlah ia merasa perlu lebih lama lagi di Korea. Jadi ia hanya menyuruh Wendy untuk pulang duluan ke Kanada bersama Nami.

"hampiri dia" ucap Kris membuat Chanyeol mengalihkan pandangan padanya.

"kau merindukannya kan ? hampiri dia dan ajak dia bicara. Kau mau seperti ini terus ?"

Chanyeol benar-benar merasa Kris memang sangat mengerti dirinya sebagai 'sahabat' yang baik, ya.. hanya sahabat tidak lebih dan tidak kurang. Chanyeol diam beberapa saat lalu menghela nafas panjang. "aku malu, Hyung" ucapnya lirih.

"kau lebih memilih malumu atau Baekhyun?" Kris memandang Chanyeol sambil menaikan sebelah alisnya dan tersenyum.

Chanyeol membalas senyumannya lalu kembali menghela nafas sambil memejamkan mata sejenak. "baiklah"

"biarkan temannya menjadi urusanku" Kris pun berjalan mendahului Chanyeol setelah mengatakan kalimatnya. Chanyeol memandang punggung tegap yang semakin menjauh itu dengan senyuman tulus. 'kau benar-benar orang baik, Kris Hyung... sahabatku'.

Chanyeol melihat Kris menyapa Baekhyun dengan ramah, Baekhyun juga membalas sapaannya dengan tidak kalah ramah mereka saling membalas senyum dan sedikit berbincang dan setelah itu entah apa yang Kris lakukan sehingga ia berhasil membawa teman Baekhyun –Zitao- ke lantai dansa dan bergabung bersama pasangan-pasangan lainnya.

Sekarang Baekhyun hanya sendiri dan ini adalah kesempatan emas untuk Chanyeol. Dia tidak akan menyianyiakan kesempatan ini. Chanyeol pun melangkah pelan menghampiri Baekhyun

Baekhyun hanya diam memadangi Chanyeol yang sekarang sudah ada di hadapannya dan tak lama kemudian dia mulai melangkahkan kakinya untuk pergi dari tempat ini tapi Chanyeol segera meraih pergelangan tangannya untuk menahannya.

"aku ingin berbicara denganmu"

Baekhyun tidak menjawab apapun dia hanya kembali membalikan badannya ke arah Chanyeol dan memandang pria itu dengan tatapan tajam.

"Baek aku m-"

"pergi" ucap Baekhyun dingin.

Chanyeol terdiam beberapa saat. "Baek kita har-"

"pergi"

"Baek..."

"aku bilang pergi !" suara Baekhyun mulai meninggi, untung saja tidak terlalu banyak orang di sekitar mereka lagi pula tamu-tamu yang lain juga nampak lebih menikmati pesta ini jadi mereka tidak terlalu memperhatikan adegan ChanBaek ini.

Baekhyun terlihat sedikit terengah-engah. Dia sedang berusaha keras menahan emosinya, Chanyeol tahu itu tapi dia tidak mau berhenti, saat ini dia lah yang harus berjuang.

"Aku mohon... sekali ini saja Baek... aku mohon" Chanyeol berujar lirih. Matanya yang memandang mata Baekhyun benar-benar memelas. Menyedihkan ! Baekhyun mana tahan melihatnya seperti ini apalagi Chanyeol sudah hampir mau berlutut di depannya. Baekhyun segera menghentikan aksi Chanyeol dan mendengus kesal karenanya. "keparat ini, kenapa dia selalu bersikap seolah dia yang tersakiti padahal disini aku yang lebih sering menjadi korban" desis Baekhyun gemas sendiri dengan kelakuan Chanyeol yang selalu memelas dan membuat Baekhyun seolah menjadi wanita jahat yang tidak mau memaafkannya.

Chanyeol masih terdiam dengan wajah meratap ke arah Baekhyun benar-benar terlihat menyedihkan "si brengsek ini, kenapa aku selalu tidak bisa untuk menolak kemauannya. Benar-benar sialan" batin Baekhyun.

"kita bicara di tempat lain" ucap Baekhyun dingin dia memang ingin menyampaikan banyak hal juga pada Chanyeol. Chanyeol tersenyum lebar mendengarnya lalu segera menyusul Baekhyun yang sudah berjalan mendahuluinya.

.

.

.

Baekhyun dan Chanyeol kini sedang berada di atap Hotel tempat Jongdae dan Minseok mengadakan pesta pernikahan mereka. Baekhyun sengaja memilih tempat ini agar dia bisa bebas meluapkan kekesalannya tanpa ada orang lain yang mendengarkannya kecuali Chanyeol . Baekhyun berdiri di dekat pagar pembatas membelakangi Chanyeol yang berdiri beberapa langkah di belakangnya.

"Baek Aku... Aku minta maaf, aku memang salah maafkan aku.." ucap Chanyeol masih dengan nada lirih.

"ketika kau membuat kesalahan kau selalu mengatakan 'maafkan aku' aku sendiri bahkan bosan mendengarnya, hatiku tersakiti untuk kesekian kalinya, apa kau pikir semua luka yang kau buat akan hilang dengan satu kata 'maaf' ? apa kau sadar setiap kali aku memaafkanmu kau akan melupakan kesalahanmu begitu saja dan kembali menyakitiku lagi ?" Chanyeol terdiam mendengarnya.

"Baek..."

"Aku tidak sekuat yang kau pikir Chanyeol-ssi, aku hanya manusia biasa yang punya batas kesabaran dan rasa lelah. Dan aku rasa aku telah sampai pada batas kesabaran dan rasa lelahku.. aku menyerah... aku tidak sanggup lagi jika aku harus terus seperti ini. Aku selalu berusaha untuk mengerti keadaanmu tapi apa yang bisa kulakukan jika kau sendiri menolak untuk berbagi denganku.. aku hanya wanita biasa, aku juga punya hati dan aku tidak ingin membiarkan hatiku terus terluka untuk kesekian kalianya oleh orang yang sama..."

"... jadi, lebih baik kita jalani hidup kita sendiri-sendiri seperti semula. Anggap saja hubungan kita selama ini hanya sebagai orang yang saling membutuhkan. Bukankah awalnya memang begitu ? kau membutuhkanku untuk menepis berita tentangmu dan aku membutuhkan mu untuk hidup di Seoul. Dan sekarang.. aku sudah kembali ke rumahku, aku juga ingin kembali ke kehidupan lamaku yang damai, berita miring tentang kau yang dulu juga sudah tidak ada. Kita bisa kembali ke kehidupan kita semula sebelum kita bertemu, anggap saja aku hanya sebagian kecil orang yang pernah ada di hidupmu" Baekhyun menundukkan kepala sambil menggigit bibir bawahnya. Ia berusaha keras untuk tidak menangis di depan Chanyeol.

"Baekhyun.. jangan seperti ini, aku mohon" nada bicara Chanyeol juga mulai bergetar, matanya bahkan sudah berkaca-kaca semenjak mendengarkan penjelasan Baekhyun barusan.

"kau tidak bisa mengakhiri semua ini begitu saja, awalnya hubungan kita memang hanya sebatas kedua orang yang saling membutuhkan. Tapi kenapa kau melupakan bagian dimana kita menjadi sepasang kekasih ?"

Baekhyun tersenyum sinis mendengar ucapan Chanyeol. "sepasang kekasih katamu?" Baekhyun membalikan badannya dan memandang Chanyeol dengan tajam.

"sepasang kekasih dimana hanya wanitanya saja yang mencintai prianya ? dimana sang wanita yang terus bersabar untuk menunggu sang pria membalas perasaannya ? tapi apa yang dilakukan oleh prianya ? dia hanya menyakiti wanita itu terus menerus sampai wanitanya lelah sendiri. Tidakkah itu menyedihkan ? aku tidak mau terlihat menyedihkan lagi Chanyeol-ssi. Jadi... mari kita akhiri semua ini dan bersikaplah seolah kita tidak pernah memiliki hubungan khusus, anggaplah aku hanya bagian dari hidupmu yang tidak terlalu penting karena aku juga akan melakukan hal yang sama padamu" Baekhyun berkata dengan nada tegas padahal di dalam hatinya ia sudah sangat ingin menangis.

Tubuh Chanyeol bergetar hebat mendengar rentetan kalimat yang keluar dari mulut mungil Baekhyun. Airmatanya tidak bisa dibendung lagi. Dia tidak peduli jika Baekhyun akan berpikir jika ia pria lemah karena entah untuk keberapa kalinya ia menangis di hadapan Baekhyun.

"malam itu aku sedang benar-benar kacau Baek, siang harinya aku sempat histeris di rumah Heechul Hyung karena 'pengobatan versi heechul hyung' yang siwon Hyung bilang terlalu berlebihan. Aku terus memaki dan melemparkan semua barang yang ada di dekatku seperti orang kesetanan dan untung saja Siwon Hyung segera datang dan menenangkanku.." jelasnya dengan susah payah karena airmatanya sulit sekali untuk di paksa berhenti.

"... setelah aku merasa tenang, aku mulai konsultasi dengannya tentang traumaku. Aku benar-benar lelah malam itu, bukan hanya fisik tapi jiwaku juga. Aku tidak tahu jika kau akan datang malam itu jika aku tahu aku pasti akan pulang lebih awal. Tapi aku memang salah karena aku tidak mau berbagi denganmu, bukannya tidak mau Baek, aku hanya merasa malu, aku merasa kejiwaanku sedikit terganggu saat itu..."

Baekhyun memandang Chanyeol yang sedang menatapnya juga dengan sorot mata yang penuh penyesalan.

"beberapa hari setelah kejadian itu Kris Hyung kembali ke Korea sambil membawa 'obat trauma'ku, dia bilang aku harus berdamai dengan masa laluku jika aku ingin benar-benar sembuh dari trauma sialan itu, dia.. membawa Nami Noona kehadapanku" Baekhyun sedikit membelalakan matanya saat mendengar ini.

"dan aku rasa... itu memang berhasil, aku merasa lebih lega setelah tahu dan mencoba untuk mengerti keadaan dimasa lalu. Nami Noona juga memintaku untuk tidak menyamakan wanita lain dengannya terutama kau, dia bilang kau pasti wanita baik dan aku meng'iya'kannya.. Mulai sejak itu aku tidak pernah merasa ragu lagi... dan aku ingin sekali bicara denganmu dan mengatakan jika aku... Aku mencintaimu Byun Baekhyun"

"Aku tahu ini terlambat.. sangat terlambat karena aku baru bisa mengatakannya setelah kau meminta untuk mengakhiri semuanya. Aku tidak menyesal untuk kembali menjadi normal demi Byun Baekhyun, kembali menjadi Chanyeol yang dulu seperti apa yang diinginkan oleh Luhan Noona, Heechul Hyung dan yang lainnya... demi Byun Baekhyun, berusaha untuk sembuh dari traumaku demi Byun Baekhyun, mencoba untuk menjadi pria yang lebih baik demi Byun Baekhyun... yaah aku tidak akan menyesali itu semua, karena aku mencintaimu.. aku mencintai Byun Baekhyun, gadis hebat yang ada di hadapanku" Chanyeol tersenyum manis setelah mengatakan kalimat panjangnya.

"aku mengerti kau pasti sudah muak mendengar semua ocehanku, kau tidak usah memikirkannya, hiduplah dengan bahagia, aku janji tidak akan mengganggu hidupmu lagi" ucapnya saat melihat Baekhyun hanya diam memandanginya lalu mulai berbalik dan berjalan menuju pintu atap meninggalkan Baekhyun yang masih mematung sendiri.

"kau melapasku?" ucap Baekhyun pelan membuat langkah Chanyeol berhenti

"eh?"

"kau bilang kau mencintaiku tapi kenapa kau melepasku?"

"Aku tidak ingin kau bersedih lagi Baek, aku hanya ingin kau bahagia" jawab Chanyeol lirih.

"apa kau pikir aku akan bahagia setelah semua ini benar-benar berakhir?"

"..."

"hiks... Park Chanyeol kenapa kau bodoh sekali? Hiks tidakkah kau berpikir untuk mempertahankanku ? kau pengecut, kau bilang kau mencintaiku lalu kenapa kau dengan mudahnya melepasku bodoh, apa aku tidak berarti untukmu?"

"kau berarti baek, kau sangat berarti untukku" Chanyeol kembali membalikan badannya ke arah baekhyun.

"LALU KENAPA KAU TIDAK BERUSAHA MEMPERTAHANKANKU?" tangis Baekhyun benar-benar pecah dia menangis kencang. Baru saja dia merasa bahagia selama beberapa detik saat Chanyeol mengatakan jika pria itu mencintainya tapi kebahagiaannya kembali lenyap saat Chanyeol memutuskan untuk pergi dari hidupnya.

Chanyeol memandang Baekhyun dengan tatapan sedih, dia kembali membuat Baekhyun menangis untuk kesekian kalinya dan ia semakin membenci dirinya sendiri. Chanyeol tidak tahan lagi mendengar tangisan Baekhyun yang semakin menyakitkan.

"aku akan melakukan apapun yang kau mau, tapi aku mohon jangan seperti ini Baek, jangan menangis karena pria sepertiku lagi"

Bukannya berhenti Baekhyun malah menangis semakin kencang, dan itu membuat Chanyeol semakin sakit. Dia sakit melihat gadis yang ia cintai menangis karenanya lagi. Chanyeol berjalan pelan menghampiri Baekhyun lalu menghapus air matanya lembut karena Baekhyun sama sekali tidak berniat menghapus air mata diwajahnya.

"kau mau aku melakukan apa ? aku akan melakukannya tapi berhentilah menangis kau membuatku merasa menjadi pria paling jahat di dunia" ucapnya sambil terus mengusap air mata yang tersisa di wajah cantik Baekhyun.

Baekhyun berusaha menghentikan tangisnya. Dia menggenggam erat tangan Chanyeol yang berada di pipinya lalu berusaha menunjukkan senyumannya. "katakan jika kau mencintaiku" ucapnya meski sedikit sulit karena harus sambil menahan isakannya.

"Aku mencintaimu, Aku mencintai Byun Baekhyun" ucap Chanyeol penuh keyakinan.

"kau tidak sedang membualkan ?"

"kau bisa melihatnya dimataku, atau merasakannya disini.." Chanyeol membimbing tangan kanan Baekhyun untuk menyentuh dada kirinya, Baekhyun bisa merasakan jantung chanyeol yang berdetak kencang. Baekhyun tersenyum manis.

"katakan jika kau tidak akan meninggalkanku" Chanyeol diam beberapa saat dan malah memadangi wajah Baekhyun.

"kau tidak ma-"

"Aku tidak akan meninggalkanmu"

"jangan pergi dan tetaplah disampingku, Park Chanyeol"

"aku bahkan lebih takut jika suatu saat kau yang akan meninggalkanku" Baekhyun tersenyum mendengarnya, Chanyeol juga membalas senyumannya.

"aku mencintaimu, Byun Baekhyun" ucap Chanyeol masih sambil tersenyum tulus memandang Baekhyun.

"terima kasih. aku juga mencintaimu, Park Chanyeol"

Chanyeol menarik Baekhyun ke dalam dekapannya dan memeluk gadis itu erat sambil mengecupi puncak kepala Baekhyun.

"jangan minta putus lagi ya?" ucap Chanyeol pelan dan Baekhyun tertawa mendengarnya.

.

.

.

Tao berjalan menghampiri Baekhyun yang sudah berada di tempat duduknya dengan senyum berkembang di bibirnya. Kelas baru akan di mulai sekitar 15 menit lagi jadi dia rasa dia bisa mengobrol cukup lama dengan sahabatnya itu. Entah kenapa dia ceria sekali pagi ini.

"Selamat pagi Baekkie" sapanya ceria lalu duduk di samping Baekhyun.

Baekhyun mengalihkan pandangannya dari ponsel kearah Zitao lalu membalas sapaan Tao tidak kalah ceria juga "pagi Zitao". Sepertinya mood kedua sahabat ini sedang sangat baik.

"Baek aku senang sekali kemarin malam" Tao sepertinya akan memulai bercerita.

"kenapa?"

"Tuhan mendengarkan do'aku Baek, dia mengirimkan pangeran tampan padaku semalam"

"pangeran tampan ?" Baekhyun mengerutkan keningnya "apa maksudmu Kris Oppa?" tebak Baekhyun.

"Tentu saja siapa lagi, ya Tuhaaaan dia tampan sekali. Astaga Baek aku merasa ingin pingsan saja setiap kali dia tersenyum padaku" Baekhyun tersenyum melihat kebahagiaan yang terpancar di wajah sahabatnya. Baru kali ini dia melihat Tao begitu bersemangat menceritakan seorang Pria, selain Chanyeol tentunya.

"kau jatuh cinta padanya?"

"entahlah aku tidak tahu apa itu jatuh cinta yang pasti aku suka sekali melihatnya, dia juga baik dia mengantarkanku pulang kemarin malam"

"benarkah?" Baekhyun membelalakan matanya.

"yep. Hihihi bahkan nanti siang dia mengajakku untuk menemaninya keliling Pohang. Ahhh bagaimana ini, aku harus pakai apa Baek ? aku harus terlihat sangat cantik di hadapannya"

"sahabatku selalu cantik kok, tidak usah di permak lagi kau sudah cantik Zitao"

"ah kau tidak usah memujiku, aku sedang tidak punya uang untuk mentraktirmu" cibir Tao.

"YAK aku berkata jujur tahu" Baekhyun mempoutkan mulutnya membuat Tao terkekeh.

"hihi.. tapi, Baek kau juga terlihat cerah sekali pagi ini tidak seperti biasanya. Apa ada yang terjadi ? kemarin aku lihat Chanyeol Oppa menghampirimu"

Baekhyun smeakin melebarkan senyumannya saat Tao menyinggung nama Chanyeol. Aishh Baekhyun merasa baru jatuh cinta lagi sejak kejadian kemarin.

"Zitao..."

"ye?"

"Chanyeol mencintaiku" ucap Baekhyun bersemangat "aku kemarin berniat untuk mengakhiri semuanya tapi Chanyeol bilang dia mencintaiku.. akhirnya setelah sekian lama aku mendengarnya berkata seperti itu dengan tulus Zitao aku senang sekali" saking bersemangatnya Baekhyun bicara sambil memeluk Tao dengan gemas dari samping.

"..." hening beberapa saat. Tao masih belum memberikan respon.

"ahhh sudah kubilang dia pasti mencintaimu kan, kau nya saja yang tidak sabaran"

"Yak kenapa reaksimu selalu seperti itu, ujung-ujungnya kau pasti menyalahkanku" Baekhyun kembali mempoutkan mulutnya dia juga melepaskan pelukannya pada Tao.

"ya karena memang kau begitu kau selalu gegabah dan cepat emosi, kenapa kau begitu percaya dirinya meminta putus ? kau pikir kau siapa? Bagaimana jika Chanyeol Oppa melepasmu begitu saja saat kau meminta putus ? kau tahu siapa yang akan tersiksa ? KAU.. Chanyeol Oppa adalah cinta pertamamu, aku tahu kau sangat tergila-gila padanya dan kau dengan sombongnya meminta putus ? Nona Byun, Park Chanyeol itu tampan dia selebritis dia bisa mengencani gadis manapun yang ia mau jika kalian benar-benar putus nanti, sedangkan kau ? aku yakin kau hanya bisa mengunci diri di kamar sambil meratapi nasibmu"

Baekhyun terdiam dan berusaha mencerna apa yang dikatakan sahabatnya barusan yang memang ada benarnya juga.

"tapi buktinya kemarin dia..." Baekhyun tiba-tiba teringat jika semalam Chanyeol memang sempat akan melepasnya dan itu membuatnya sedikit takut.

"Apa?"

"Tao aku tidak akan meminta putus lagi"

"Bagus" Tao menahan tawanya melihat ekspresi Baekhyun sekarang. Gadis cantik itu sedang menundukkan kepalanya dengan wajah menyesal.

.

.

.

Baekhyun berjalan gontai menuju rumahnya. Dia hanya pulang sendiri karena Zitao bilang ada janji dengan Kris. Baekhyun masih memikirkan ucapan Tao tadi pagi. Tao benar jika Baekhyun putus dengan Chanyeol maka orang yang akan tersiksa adalah dirinya. Dia berjanji untuk menjaga mulut dan emosinya mulai sekarang. Dia tidak mau Chanyeol melepasnya.

Baekhyun membuka pagar rumahnya lalu masuk sambil menundukkan badan dia berjalan menuju pintu tapi sepasang kaki dengan sepatu kets mulai menarik perhatiannya. Baekhyun mulai mendongkakkan kepala dan melihat Chanyeol sedang berdiri sambil tersenyum kearahnya di depan pintu rumah.

Baekhyun membalas senyumannya "sedang apa kau disana?"

"menemui kekasihku"

Baekhyun sudah berada di hadapannya dan Chanyeol langsung mengulurkan tangannya yang tengah menggenggam sebucket bunga ke arah kekasihnya tapi Baekhyun malah mengalihkan pandangannya saat melihat Chanyeol kembali tersenyum manis ke arahnya.

"Kenapa Baek? Kau tidak suka?"

"jangan tersenyum seperti itu bodoh"

"kenapa ? apa aku terlihat jelek?"

"Senyummu itu semakin membuatku mencintaimu. Kau menyebalkan Park"

Chanyeol tidak bisa menahan tawanya saat mendengar ocehan Baekhyun barusan. Bagaimana bisa Baekhyun mengatakan hal secheesy itu dengan ekspresi cuek namun rona merah di sekitar pipinya tetap tidak bisa menutupi rasa malu gadis itu. Sangat menggemaskan.

"Hahaha, kalau begitu aku akan terus tersenyum agar kau semakun dan semakin mencintaiku, bagaimana ?"

"Diam atau ku robek mulutmu"

"memangnya kau tega merobek mulut pria yang sangat kau cintai ini?"

"memutilasimu pun aku tega, apalagi jika aku melihatmu berselingkuh dengan 'Kris-kris' yang lain"

"bagaimana jika dengan Kai ? boleh ?"

"kau mau aku kebiri?"

"yayaya over protektif sekali Baekhyun-ku ini, tenang saja sayang itu tidak mungkin terjadi aku sudah benar-benar 'sembuh' dan kau adalah orang yang membuatku seperti ini, aku sangat berterima kasih padamu.. Baekhyun-ku" Chanyeol berujar tulus.

"omong kosong"

Chanyeol hanya terkekeh melihatnya "jangan marah begitu dong aku kan hanya bercanda"

"kau menyebalkan aku benci padamu" ucap Baekhyun ketus.

"aku juga mencintaimu, sayang"

Baekhyun menatap geram Chanyeol sambil menggertakkan giginya.

"Kau semakin imut saja jika seperti itu, Baek" goda Chanyeol.

"Kau berani menggodaku ?"

"tentu, memangnya kenapa ? ada yang salah?"

"Pergi sana"

"tidak mau, aku ingin tetap disini bersama kekasih kesayanganku" Baekhyun memutar bola matanya malas mendengar ocehan Chanyeol.

"sudah kau cari Kris lain saja sana"

"tidak mau, aku maunya Byun Baekhyun. Bukan yang lain"

"kau benar-benar menyebalkan. Sini aku peluk"

"tida- ahhhh tentu saja, dengan senang hati kemari sayang" Chanyeol langsung memeluk tubuh mungil Baekhyun dengan erat. Sedangkan Baekhyun menahan tawanya karena hampir berhasil menjebak Chanyeol.

Mereka saling berpelukan menyalurkan perasaan masing-masing selama beberapa saat. Tapi tiba-tiba Baekhyun teringat percakapannya dengan Tao tadi pagi.

"Chan.." panggilnya tanpa melepaskan pelukan mereka.

"apa sayang?"

"kau tahu mulutku kadang susah di kontrol dan emosiku sering meledak-ledak. Jika nanti aku kembali memintamu untuk mengakhiri semuanya.. jangan dengarkan aku ya. Tolong ingatkan aku untuk mengingat kembali apa yang telah aku lalui selama ini... jangan tinggalkan aku..."

Chanyeol tersenyum lalu melepaskan pelukan mereka. Dia memandang mata Baekhyun cukup lama lalu mengecup kening Baekhyun lembut.

"kau juga harus mengingatkanku jika aku kembali melakukan kesalahan, jangan biarkan aku menyakitimu untuk kesekian kalinya baek. Kau harus menghukumku setiap kali aku salah. Jangan cintai aku apa adanya, Kau boleh menuntut apapun padaku selama itu demi kebaikan kita berdua, aku akan melakukannya... aku lebih takut kau yang akan meninggalkanku"

"tidak" Baekhyun menggeleng pelan "kita harus bersama sampai akhir ya"

"itulah harapan terbesarku" mereka saling melempar senyum satu sama lain dan kembali berpelukan.

"eyyy aku hampir lupa, aku kemari untuk mengajak kekasihku berkencan kenapa malah mengharu biru begini haha, ayo kita kencan Baek"

Baekhyun ikut tertawa mendengarnya "baiklah kau masuk dulu saja aku mau menyimpan bunga ini dan ganti baju dulu"

"baiklah"

TBC

Maaf Chapter ini telah (lagi dan banget) yang biasa di update seminggu sekali jadi sebulan sekali hiks maaf banget yaa... harap di mengerti yaa karena akhir-akhir ini lebih sibuk di di dunia nyata *lah emang ini dunia apa* wkwkwk

Aku baru sempet lanjutin cerita ini kemarin, setelah selesai lomba sempet bingung juga karena aku sendiri agak lupa kemaren baru sampe mana kkk, yaudah intinya maaf bgt deh kalau Chap ini kurang greget atau ga sesuai harapan kalian, maapin banget yaa :')

di review ada yang nanya aku anak psikologi bukan ? mungkin karena di chap kemarin yang ada adegan Chanyeol konsul ke Siwon kalinya.

dan jawabannya...

Bukan :( pengennya sih iya, aku suka banget sama ilmu kejiwaan seru kayanya kalau jadi psikolog apalagi psikiatri. tapi ya mungkin udah jalannya malah harus kuliah di fakultas ekonomi :')

tapi aku ga mau asal biki cerita loh, aku juga belajar tentang kejiwaan tapi cuman di internet sih hehe di internet juga kita bisa banyak belajar. dan sumbernya pun harus yang terpercaya. aku pengen bikin cerita yang ada 'isi' nya jangan asal bikin dengan modal sok tahu dan berakhir dengan pembodohan sama orang lain. aku bikin cerita ini juga banyak referensinya kok, ada temen juga yg anak kedokteran yg tujuannya pengen jadi psikiater jadi aku suka banyak nanya juga sama dia hehe :D

dan bersyukur banget pas baca review ada beberapa readers yang dapet 'pencerahan' dan 'pembelajaran' dari FF ini hiks. ternyata ada gunanya juga gue gini-ginian wkwk

ah ya kemaren ada yg review juga yang katanya "gay itu ga bisa sembuh lho, gay itu bukan gaya hidup, tapi genetik alami dari lahir" dia juga itu dapet baca dari blog

nah aku juga awalnya mikir gitu, mungkin kalian juga... dan mungkin ada yg berpikir kalau Chanyeol itu bisex (suka cewe-cowo)tapi bukan itu maksud aku..

gini... Chanyeol (dicerita ini) itu awalnya normal, Pria yang benar-benar normal, dia suka cewek (Nami) tapi karena pernah disakitin dia jadi trauma sama cewe dan memilih untuk jadi suka cowok aja karena merasa nyaman (sama Kris) jadi ga ada unsur genetik yang menyatakan Chanyeol ga normal disini. dan sebenernya penyakit awal Chanyeol itu adalah Trauma tapi malah meleber jadi ke "Gay' karena traumanya ga segera di atasi dari awal. inilah bahayanya 'gangguan kejiwaan' yang ga segera di atasi.

bersumber dari webnya dokter boyke katanya ada 3 penyebab pria menjadi Gay :

1. Karena Faktor Genetik

2. Karena Luka Batin

3. Pernah mengalami *maaf* sex abuse

Chanyeol itu masuk ke yang no 2 (karena Luka Batin) dan Chanyeol juga termasuk 'Gay yang beruntung' karena banyak yang dukung dia untuk 'kembali' dan di sisi dianya sendiri juga punya keinginan yang kuat. mungkin untuk Gay yang diakibatkan oleh faktor genetik emang agak susah untuk sembuh, tapi ga ada yang ga mungkin kalau kita punya kemauan yang kuat pasti bisa kok (kalau menurut aku ya) hehe HaeSoo (di film its okay thats love) juga sering bilang selama pasien mau sembuh, dia pasti sembuh ya ga ?

Awalnya chanyeol -disini- juga pernah stress kan gara-gara malah di tinggalin sama orang-orang sekitarnya, nah itu bahayanya.. buat kalian yang punya keluarga, teman atau orang-orang dekat lainnya yang "Gay" jangan pernah tinggalin atau menjauhi mereka, yakinin mereka kalau yang mereka lakukan itu salah dan bimbing mereka untuk kembali tapi dengan cara pelan-pelan jangan kaya HeeKaiHun -,-. jangan pernah di tinggalin deh pokoknya apalagi pas mereka mulai punya niat untuk 'sembuh' karena kalau itu terjadi mereka bisa aja stress -kayak chanyeol- atau malah balik lagi ke kehidupan lamanya (jadi Gay) karena merasa cuman pasangan Gay nya lah yang ngerti dia^^ (yailaah sok banget ini gue ngomongnya wkwk) kalau diatara reader ada anak psikolog atau kedokteran yang paham ilmu psikiatri tolong di koreksi ya ini tulisan saya takutnya malah sok tahu hehe

ah ya btw Maaf juga ga bisa balesin review :( tapi beneran deh aku baca semuanya kok :D setelah ini masih harus lanjut nugas, masih numpuk banget tugasnya :') see yaaa^^ semoga bermanfaat~

Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk :

rikamaulina94 | Sniaanggrn | KaiSooLovers | WinDeerDoBacon-dkl | neli amelia | byunyeolliexo | Re-Panda68 | Dhita | BaekXoLove614 | Zahee | Jung Hyejin | kaysaiko | farfaridah16 | exindira | zarahime5 | GGranie | YJYSCKCBShipper | Fuji Jump910 | Baeklinerbyun | LeeDiah | narsihhamdan | byunnie | AegyaCho | susehunee | hunhanrakaisoo | fanoy5 | ViviPExotic46 | OSHKAP | CussonsBaekBy | blackwhite1214 | lalaafanessaagustin | Choi Hyun Young | kimyori95 | IYou | younlaycious88 | LuXiaoLu | n13zelf | thestarbaek0506 | Yeollbaek | rezztuyutha | ara9498 | lanyluphzkaito | mrblackJ | Anggi32897 | HunHanCherry1220 | Hunhan Aegy | Haru3173 | Guest | parklili | AuliaPutri14 | B | Guest | ddc | Guest | chanbaek shipper |
shallow lin | ByunAud | JungKimCaca| jongindo | KimChanBaek | byunbaek | Rina972 | aegyeol | kris's ace | ErinLoveChen | baekyeoljung | ParkByun | lativaakatsuki | luhannieka | anisyawurjaning | Nopwillinekaisoo | sarimulyani94 | biezzle | Baekhyun92 |rachel sullis | Ikki Ka Jung99 | Shin Yo Young | nur991fah | Ririn Cross | Anabble | eunikeclara legi | BeibiEXOl | kyungsoodll | Ndowclow | chanbaeq | Yuyun Kim | devyuhuu

Guest