Chapter 15 [My Angel]
Happy Reading^^
Kris dan Tao sedang berada disalah satu cafe yang berada di tengah kota Pohang. Senyuman manis terus terpancar di bibir mungil gadis bermata panda itu, matanya juga tidak berhenti berbinar melihat seorang pria tampan di depannya. Bagaimana tidak, siang ini Kris benar-benar tampan dengan gaya kasual yang terlihat sangat santai. Tao bahkan merasa sedang berkencan dengan seorang pangeran dari negeri dongeng saja.
"Zitao apa kau tahu tentang masa laluku dengan Chanyeol?" tanya Kris tiba-tiba.
Tao mengangguk-anggukan kepalanya "Baekhyun banyak bercerita padaku tentang kalian"
Kris tersenyum tipis mendengarnya. "tidakkah kau merasa jijik padaku?"
"kenapa harus jijik?"
"kau tahu sendiri jawabannya"
"bukankah Gege sedang berusaha untuk kembali normal seperti Chanyeol Oppa?"
"ya... tapi itu tidak semudah yang dipikirkan Tao-ie" senyuman di bibir mungil gadis cantik itu mulai menghilang perlahan.
"Apa... Gege masih belum bisa melupakan Chanyeol Oppa?" entah mengapa nada bicara Tao jadi melemah.
Kris diam beberapa saat sambil memandang lurus ke arah Tao. Dia baru mengenal gadis ini semalam tapi ia merasa harus memberi tahu apa yang sebenarnya ia rasakan selama ini pada gadis di hadapannya. Kris mengusap tengkuknya lalu menghela nafas panjang.
"melupakan seseorang yang sudah bersamamu selama bertahun-tahun itu tidak semudah membalikkan telapak tangan, mungkin ini mudah untuk Chanyeol karena ada Baekhyun di sampingnya, dia bahkan sudah dekat dengan Baekhyun sebelum mengahkiri hubungannya denganku" Kris mengangkat bahunya dan berusaha terlihat baik-baik saja.
"Apa gege tidak membenci Baekhyun?"
Kris mengerjit "kenapa aku harus membencinya?"
"ini mungkin terdengar sedikit aneh tapi diakui atau tidak... pada kenyataannya Baekhyun sudah merebut Chanyeol Oppa dari Gege"
Kris terkekeh mendengarnya "aku tidak pernah membenci Baekhyun sedikitpun, aku malah membenci diriku sendiri"
"kenapa?"
"akulah penyebab semua kekacauan itu Zitao, aku yang seharusnya membantu Chanyeol dari keterpurukannya dimasa lalu malah menjerumuskannya kedalam sebuah hubungan terlarang yang sangat di benci orang-orang terdekat kami. Maka dari itu.. aku ingin mengembalikan semuanya, aku ingin melihat semua orang yang selama ini terluka kembali mendapatkan kebahagiaan mereka. Terutama Chanyeol"
"Gege masih mencintainya?"
"mungkin iya, tapi aku akan berusaha sebisa mungkin untuk mengubah perasaan memalukan ini menjadi rasa sayang yang sewajarnya antara sepasang sahabat, tidak boleh lebih karena perasaan ini tidak benar"
"Gege orang hebat"
"kau akan menyesal karena telah mengucapkan kalimat itu"
Tao terkekeh mendengarnya "Chanyeol Oppa sudah mendapatkan kebahagiaannya.. Gege sudah berhasil membuatnya kembali bahagia. Sekarang giliran Gege"
"aku sudah cukup bahagia melihat orang-orang disekitarku bahagia juga"
"gege benar-benar orang hebat"
"jangan membuatku besar kepala Zitao" dan Tao pun tertawa mendengarnya.
.
.
.
Di tempat lain pasangan yang baru akur –ChanBaek- sedang menikmati ice cream bersama di sebuah taman yang berada di tengah kota Pohang. Mereka benar-benar seperti pasangan yang baru meresmikan hubungan sebagai sepasang kekasih, mesra sekali. Ya mungkin memang bisa di bilang begitu juga. Chanyeol dan Baekhyun memang baru memulai semuanya dari awal dengan 'benar' kan ?
Baekhyun merasa harus banyak bersyukur kepada Tuhan yang telah membalaskan semua perjuangan dan kesabaran –meski sebenarnya tidak terlalu sabar- yang telah ia lakukan selama ini. Tao benar, Tuhan memang Maha Adil. Baekhyun masih sangat ingat dengan apa yang pernah Tao katakan bahkan kata-kata itu membuatnya termenung beberapa saat meski akhirnya Tao mengaku jika ia mendapatkan kata-kata bijak itu dari internet.
"Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah di kecewakan. kepada mereka yang masih percaya walaupun mereka telah di khianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai walaupun mereka telah di sakiti sebelumnya. Dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk bangun kembali kepercayaan"
Dan hal itu terjadi pada Baekhyun... meski sebagian orang mungkin berpikir Baekhyun bodoh karena masih saja mau bersama pria yang sudah berkali-kali menyakitinya. Tapi jika kita mau bersabar, semuanya akan indah pada waktunya bukan ?
"Chanyeol kapan kau akan kembali ke Seoul?" tanya Baekhyun setelah menghabiskan ice creamnya.
"besok, jika bisa memilih sebenarnya aku tidak mau kembali kesana. Pohang membuatku merasa lebih nyaman disini"
"Pohang atau Aku?" Baekhyun menaik turunkan alisnya menggoda Chanyeol.
Chanyeol terkekeh melihat kelakuan kekasihnya itu "Pohang"
"enyah Kau" Baekhyun mempoutkan mulutnya sambil melepaskan tautan tangan mereka.
"hahaha tentu saja kekasihku yang cantik ini, sini aku peluk"
Wajah Baekhyun memerah saat Chanyeol memeluknya di tengah keramaian banyak orang. Merekapun menghabiskan waktu sore ini sambil menikmati udara segar disertai canda tawa yang menyenangkan.
Hari itu adalah hari terakhir Chanyeol di Pohang, mereka benar-benar menghabiskan waktu bersama. Menciptakan quality time berdua karena besok Chanyeol akan kembali di sibukan dengan aktifitasnya sebagai selebritis.
.
.
.
Waktu terus berjalan. Mereka terpaksa harus menjalani hubungan jarak jauh karena Chanyeol sibuk di Seoul dan Baekhyun harus tetap kuliah di Pohang. Tapi hal itu tidak menjadi masalah yang berarti untuk hubungan mereka. Chanyeol benar-benar kekasih yang baik, di tengah kesibukannya ia selalu menyempatkan diri untuk menghubungi Baekhyun begitu pun sebaliknya. Chanyeol sudah cukup senang meski mereka hanya bisa bertemu via suara ataupun lewat video call.
Chanyeol akan selalu tersenyum saat mendengar ponselnya berdering apalagi tertera nama Baekhyun disana. Baekhyun tidak pernah absen untuk menceritakan semua kegiatan yang ia lewati setiap harinya, Baekhyun adalah anak yang aktif dan ceria Chanyeol selalu senang mendengar apapun yang keluar dari mulut Baekhyun. Meski hanya mendengar suara ataupun melihat wajah Baekhyun di layar ponselnya, Chanyeol selalu merasa kehadiran Baekhyun di sekitarnya. Tawa canda Baekhyun selalu berhasil menghiburnya saat lelah karena aktivitas yang terlalu padat.
Sudah beberapa bulan terakhir ini mereka tidak bertemu. Chanyeol semakin sibuk dengan pekerjaannya dan Baekhyun juga sedang sibuk dengan skripsinya sehingga ia tidak bisa pergi ke Seoul tiap minggunya seperti dulu. Mereka benar-benar saling merindukan satu sama lain dan sangat menantikan waktu untuk berjumpa kembali.
Chanyeol terbiasa menelpon Baekhyun sekitar jam 10 malam, sebelum Baekhyun tidur. Chanyeol akan menelpon Baekhyun sambil duduk di balkon apartemennya. Memandang langit malam yang indah dan ia yakin Baekhyun juga melakukan hal yang sama di rumahnya. Meski jarak yang begitu jauh memisahkan mereka setidaknya mereka masih bisa memandang langit yang sama.
Jarak dan waktu tak lagi menjadi masalah berarti untuk mereka berdua. Karena mereka memiliki keyakinan satu sama lain. Chanyeol akan selalu ada dihati Baekhyun dan Baekhyun akan selalu ada di hati Chanyeol. Baekhyun sudah seperti bunyi detak jantung yang mengiringi setiap langkah kehidupan Chanyeol. Dan Chanyeol sudah seperti pemicu detak jantung Baekhyun yang membuat Baekhyun merasa tidak bisa hidup tanpanya.
.
.
.
Chanyeol baru sampai di apartemennya pukul 9 malam. Hari ini benar-benar melelahkan untuknya. Jadwalnya sangat padat. Chanyeol merebahkan tubuh propesionalnya di atas kasur. Memejamkan sejenak matanya untuk melepas penat. Ia sedang sangat butuh obatnya, Byun Baekhyun. Chanyeol meraih ponselnya yang berada di atas nakas lalu menghubungi Baekhyun-nya. Jam baru menunjukkan pukul 21.45 Baekhyun pasti belum tidur.
"Hallo~" sapa Baekhyun di sebrang telpon.
"kenapa belum tidur princess?"
"Aku tidak bisa tidur" gumam Baekhyun. Chanyeol yakin Baekhyun pasti sedang mempoutkan mulutnya, pasti imut sekali.
"kenapa ? merindukanku ?" tebak Chanyeol sambil terkekeh.
"ishh kau ini percaya diri sekali, kau sendiri kenapa belum tidur? Istirahatlah kau pasti kelelahan. Kau sangat sibuk hari ini"
Baekhyun memang selalu tahu jadwal Chanyeol. Heechul selalu melaporkan jadwal Chanyeol dengan suka rela pada Baekhyun. Agar Chanyeol tidak bisa berbohong pada Baekhyun dengan embel-embel sibuk katanya. Padahal chanyeol tidak pernah punya niatan untuk membohongi Baekhyun lagi setelah mereka 'baikan'.
"Aku bahkan masih sibuk sampai sekarang. Aku sibuk memikirkan bidadariku yang cantik.. kira-kira bidadari jam segini sedang apa ya ?"
Wajah Baekhyun mulai memerah. Entah ia harus senang atau kesal, sejak hubungan mereka membaik Chanyeol jadi sangat cheesy, dia sering menggombal dan kadang perhatiannya pun berlebihan.
"kau ini kenapa cheesy sekali sih"
Chanyeol terkekeh mendengar gerutuan Baekhyun. Wajah Baekhyun pasti sangat lucu saat ini. Ah Chanyeol jadi semakin merindukannya saja.
"Aku merindukanmu sayang... sangat"
Baekhyun tersenyum di sebrang sana. Baekhyun juga sangat merindukan Chanyeol hanya saja Baekhyun tidak sepintar Chanyeol dalam mengungkapkan perasaannya. Meski begitu Chanyeol juga tahu jika Baekhyun memiliki perasaan yang sama sepertinya.
"tidurlah.. kau harus pergi ke China besok"
"Kau sudah tahu ?"
"Heechul Oppa baru saja mengirim jadwal terbarumu tadi sore. Kau tidak punya waktu libur lagi sepertinya pertemuan kita harus kembali di undur beberapa bulan" suara Baekhyun meliirh.
"maafkan aku Baek ak-"
"Tidak apa-apa, aku mengerti. Jagalah kesehatanmu kita bisa bertemu setelah kau punya waktu libur" Baekhyun berusaha terdengar ceria kembali. Chanyeol menghela nafas panjang, dia tahu Baekhyun sebenarnya kecewa. Mereka sudah memiliki janji akan bertemu dua minggu lagi tapi Chanyeol lupa jika sebenarnya ia sudah menandatangani kontrak untuk sebuah film yang akan shooting di China selama beberapa bulan.
"Maafkan aku sayang.. maafkan aku. Aku benar-benar lupa"
"sudahlah, kau tidur sana. Besok Kau harus pergi pagi-pagi sekali kan ? aku juga ada kuliah pagi besok"
"yasudah, aku tutup ya? Selamat malam Byun Baekhyun, aku mencintaimu" ucap Chanyeol lembut.
"Aku juga mencintaimu"
.
.
.
Kai dan Kyungsoo sedang makan malam romantis di sebuah restaurant mewah. Mereka sedang merayakan hari jadi mereka yang ke 2 tahun. Kyungsoo terlihat sangat cantik dengan gaun selutut berwarna hijau pastel. Kai benar-benar bersyukur memiliki kekasih seperti Kyungsoo.
"Kyunggie aku mencintaimu" ucap Kai sambil terus memandangi Kyungsoo dengan tatapan lembut.
"aku tahu" sahut Kyungsoo cuek sambil sibuk sendiri dengan ponselnya.
"apa ponsel mu lebih menarik di banding aku? Kau mengabaikanku dari tadi"
"diam dulu Kai aku sedang sibuk"
"sebenarnya apa yang kau lakukan dari tadi"
"aku sedang membalas YAK-" Kyungsoo memekik saat Kai merebut ponsel di tangannya.
Kai nampak sedang menahan emosinya. Bagaimana tidak ? jadi dari tadi Kyungsoo mengacuhkannya karena ia sedang berchatting ria dengan Myungsoo ? yang benar saja. Kyungsoo menundukan kepalanya saat Kai tidak mengatakan apapun dan hanya menatap datar pada ponselnya. Dia tahu, sangat tahu jika Kai tidak terlalu suka dengan Myungsoo.
"kita pulang" ucap Kai dingin lalu berdiri bersiap untuk meninggalkan restaruan tempat mereka berkencan.
"bukankah kita akan ke namsan tower dulu ?" tanya kyungsoo pelan.
"lain kali saja, ayo kita pulang Oh Kyungsoo"
Kyungsoo pun akhirnya menurut. Jika Kai sudah memanggilnya dengan nama lengkap berarti pria ini sedang serius. Ya sekarang kai memang serius sedang marah.
.
.
.
Kai segera melajukan mobilnya menuju rumah Kyungsoo dengan kecepatan tinggi. Mood nya sedang sangat buruk. Suasana di dalam mobilpun terlihat sepi. Kai menyibukkan diri dengan kemudi dan Kyungsoo sibuk dengan pikirannya sendiri.
"turunlah" ucap Kai masih dengan nada dingin setelah ia memarkirkan mobilnya di depan rumah Kyungsoo. Ia bahkan tidak memandang Kyungsoo sedikitpun.
"Kai ma-"
"sudah malam, cepat turun dan istirahatlah" Kai segera menyela ucapan Kyungsoo.
"Hiks.. Kai..." Kyungsoo mulai terisak. Kai jelas saja kaget. Dia paling anti melihat Kyungsoo menangis apalagi jika air mata itu turun karenanya. Kai jadi bingung, haruskah ia mengalah ? tapi kan kali ini memang Kyungsoo yang salah. Lalu kenapa malah ia yang menangis membuat Kai merasa bersalah saja. Dasar perempuan -,-
"Kai maafkan aku... hiks.. jangan marah" jujur saja, Kyungsoo merasa takut kali ini. Kai tidak pernah mendiamkannya seperti ini sebelum nya.
"aku tidak marah Kyung. Aku hanya lelah. Sudah jangan menangis.. istirahatlah aku tidak marah" Kai masih berusaha menahan harga dirinya dengan mempertahankan wajah sok dinginnya.
"bohong.. kau marah padaku. Kau mendiamkanku sejak kita keluar dari restaurant"
"lalu siapa yang mulai mengabaikanku sejak di restaurant dan malah asik sendiri dengan ponselnya heh?" Kai mulai terpancing emosi.
"maafkan aku.. Myungsoo sedang berada di Jepang. Aku hanya menjawab pesan-pesannya saja Kai tidak lebih"
"Aku tahu, aku sudah membacanya tadi. Tapi Kyung... bukan itu masalahnya" Kai bergumam lirih "Aku tidak pernah melarangmu untuk berhubungan dengan Myungsoo karena aku tahu kalian berteman baik sejak lama. Tapi hari ini... hari ini adalah hari jadi kita yang ke 2 kau tahu.. aku sangat ingin merayakannya hanya berdua denganmu. Tanpa ada gangguan dari siapapun termasuk Myungsoo. Tidak bisakah kau mematikan ponselmu malam ini saja sama seperti apa yang aku lakukan ?"
Kyungsoo menunduk dalam. Dia sadar dia memang salah. Air matanya pun turun semakin deras.
"Aku sudah mempersiapkan kencan kita malam ini dari jauh-jauh hari Kyung. Aku sengaja mengosongkan jadwalku hari ini, untukmu. Meski aku harus di marahi oleh managerku karena aku minta libur dimasa promosi album baruku aku tidak peduli. Tapi apa yang aku dapatkan ? kau malah mengacuhkanku dan lebih memilih membalas pesan-pesan dari Myungsoo. Tidak bisakah kau membalas pesannya setelah kencan kita selesai ? tidak bisa kah kau menghargai usahaku untuk meluangkan waktuku untukmu ? kau tahu setelah ini aku akan sangat sibuk mempromosikan album baruku... aku akan tour di korea, jepang dan china. Kita akan sulit bertemu dalam beberapa bulan setelah ini. Dan kalau boleh jujur... aku merasa kecewa padamu malam ini"
Kyungsoo menggeleng pelan dengan air mata yang terus turun di pipinya yang mulus.
"Kai..."
"tidak apa-apa, sudahlah... jangan menangis. Kau membuatku merasa buruk jika melihatmu menangis karena aku"
"huaaaa... Kai maafkan aku.. hiks maafkan aku. Aku tahu aku salah maafkan aku... jangan tinggalkan aku Kai.. hiks aku mencintaimu.. jangan tinggalkan aku"
Kyungsoo langsung memeluk Kai erat sekali. Dia benar-benar takut kehilangan Kai-nya.
"siapa yang bilang aku akan meninggalkanmu hm?" Kai mulai menunjukkan senyumannya sambil membalas pelukan Kyungsoo.
"kau bilang kau kecewa padaku" Kyungsoo semakin mengeratkan pelukannya di tubuh atletis Kai.
"Aku memang kecewa padamu, tapi hanya malam ini saja. Bahkan rasa kecewaku malam ini tidak ada apa-apanya jika di banding rasa cintaku padamu sayang" Kai mengelusi punggung sempit Kyungsoo. Mencoba menenangkan gadisnya yang takut 'ditinggal'.
Kyungsoo melepaskan pelukannya "benarkah ?" Kai mengangguk sambil tersenyum. Ia juga mulai menghapus air mata yang tersisa di wajah cantik kekasihnya.
"kau mau memaafkanku ?"
"hmmm bagaimana ya" Kai mulai menggoda Kyungsoo.
"Kai-yaa~" Kyungsoo pun mengeluarkan jurus aegyo-nya.
"Kau curang sayang" Kai mana tahan dengan aegyo Oh Kyungsoo. Kyungsoo tertawa melihat Kai yang mulai mengalah padanya. "tapi kali ini aku tidak akan memaafkanmu begitu saja"
Kyungsoo menghentikan tawanya dan memandang Kai dengan tatapan heran "beri dulu aku ciuman disini" Kai menunjuk pipi kanannya. Kyungsoo tersenyum lalu mengecup pipi kanan Kai dengan senang hati.
"yang ini" sekarang Kai menunjuk pipi kirinyan dan Kyungsoo pun memberi kecupan disana.
"lalu disini" Kyungsoo terdiam sejenak saat kai menunjuk bibirnya sendiri.
"kau tidak mau?"
"bukan begitu... tapi bukankah lebih baik jika kau saja yang menciumku?" Kyungsoo berujar dengan polos.
"jadi kau menantangku untuk menciummu ? kemari kau anak nakal aku tidak akan melepaskanmu"
"YAK KIM JONG-hmmpp" Kyungsoo kaget saat Kai tiba-tiba menariknya untuk mendekat tapi ia tidak bisa meneruskan kalimatnya karena Jongin sudah meraup bibirnya dengan penuh semangat.
.
.
.
Luhan terus tersenyum sepanjang perjalanan menuju rumahnya. Ia baru saja pulang dari rumah sakit karena ia merasa tidak enak badan selama beberapa hari ini. Sehun sudah menawarkan diri untuk mengantarkannya tapi Luhan menolak. Saat di rumah sakit tadi ia langsung mendatangi dokter Obgyn –kandungan- dan dugaannya benar. Kini di dalam rahimnya ada seorang janin berusia 2 bulan, buah cintanya bersama Sehun sang suami.
Setelah tiba di rumah Luhan langsung menyiapkan makan malam untuk suaminya. Ia memasak banyak sekali, ia ingin memberi kabar bahagia ini pada Sehun saat makan malam nanti.
Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam. Sehun tiba di rumahnya dan langsung di sambut dengan senyuman manis sang istri yang membuatnya tidak pernah lupa bersyukur pada Tuhan karena sudah memberinya pendamping hidup seperti Luhan.
"Lu kau masak banyak sekali hari ini, memangnya ada apa?" tanya Sehun saat melihat meja makannya penuh dengan makanan.
Luhan tersenyum menanggapi lalu mempersilakan Sehun duduk di tempatnya "Aku ingin bersyukur pada Tuhan atas apa yang telah Ia berikan padaku tahun ini"
Sehun mengerut kan keningnya tidak mengerti.
"Kau tau Hun ? Tahun ini sangat indah bagiku. Mulai dari kau yang melamarku lalu tidak lama kemudian menikahiku, Chanyeol yang mulai sembuh meski banyak sekali rintangan yang harus dilalui, dan sekarang..."
"dan sekarang...?"
"disini" Luhan menunjuk perutnya sendiri.
Sehun terdiam beberapa saat mencoba untuk mencerna apa yang dimaksud Luhan.
"Lu..." Sehun terlihat ragu jadi ia tidak melanjutkan ucapannya
"Kau akan menjadi Ayah Hunnie-ya"
"b-benarkah?" Sehun tergagap dia nampak masih belum percaya sepenuhnya.
"aku serius sehun, kenapa kau terlihat tidak percaya begitu ? kau tidak senang ? yasudah tidak apa-apa jika kau tidak menginginkannya aku akan mengurusnya sendiri. aku akan pulang ke rumah eomma kau urus saja dirimu sendiri" Luhan berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan menuju kamar mereka sambil menghentak-hentakkan kakinya.
Sehun mengerjapkan mata beberapa kali. Luhan bicara dengan sangat cepat sehingga Sehun sedikit sulit mencerna ucapannya. Hingga saat Sehun mulai mengerti apa yang di bicarakan Luhan ia langsung kaget sendiri.
"Lu bukan begitu astaga" Sehun langsung menyusul Luhan ke kamar mereka.
Luhan sedang duduk menghadap jendela membelakangi Sehun. Bahu nya bergetar karena tangisannya. Sehun benar-benar merasa bersalah pada istrinya. Ia pernah dengan jika wanita yang sedang hamil sangatlah sensitif. Bahkan salah satu temannya pernah bercerita istrinya marah-marah hanya karena ia telat datang saat mereka memiliki janji dan langsung minta cerai. Tapi untungnya pernikahan mereka masih bertahan sampai sekarang karena teman Sehun sangat sabar menghadapi istrinya.
"Lu..." Sehun mendudukkan dirinya di samping Luhan namun Luhan tidak menanggapinya sama sekali.
Pria yang sebentar lagi akan menjadi ayah itu menghela nafas panjang lalu mulai mengedarkan pandangannya keseluruh sudut kamar mereka. Dan matanya terbelalak kaget saat melihat ada tas besar di atas meja rias milik Luhan.
"Lu, kau mau pergi kemana?" tanyanya panik.
"apa pedulimu" jawab Luhan dingin.
"tentu saja aku peduli, Luhan kau istriku. Aku suamimu, aku punya hak untuk tahu kemana saja kau akan pergi"
"aku mau pulang ke rumah Eomma. Untuk apa aku tinggal disini padahal suamiku sendiri sama sekali tidak senang setelah mengetahui aku hamil"
Sehun kembali menghela nafas panjang. "siapa yang bilang aku tidak senang hm? Aku hanya sedikit kaget sayang. Mana mungkin aku tidak senang saat mengetahui kau hamil. Aku senang sekali Lu, aku sangat senang sebentar lagi kau akan menjadi Ibu dan aku akan menjadi Ayah. Itu adalah impian terbesarku... ayolaah jangan seperti ini"
Sehun mulai merangkul bahu Luhan lalu memeluknya dengan lembut. Luhan tidak menolak sama sekali ia malah mulai menyamankan posisi kepalanya di dada Sehun.
"Kau tidak berbohongkan?"
"kapan aku berani berbohong padamu?"
"jadi kau benar-benar senang?"
Sehun melepaskan pelukannya "tentu saja sayang" ia mulai mengelus perut Luhan yang masih belum terlalu membuncit karena usia kandungannya juga baru 2 bulan "aku sangat senang, terima kasih sudah menjadi istri yang sempurna untukku"
Luhan mulai menunjukkan senyumannya "tentu saja kau harus banyak bersyukur karena memiliki istri sepertiku"
"eyyy sejak kapan istriku jadi sangat percaya diri begini eh ?"
"aku tidak percaya diri. Kau memang harus bersyukur telah memilikiku" ucap Luhan dengan nada serius.
"yayaya, kau benar. Aku harus banyak bersyukur pada Tuhan" Sehun mengalah. Ia sedang malas berdebat padahal Luhan juga tidak serius dengan ucapannya.
Luhan mengerjitkan kening saat sehun mulai berlutut di depannya. Sehun memposisikan kepalanya di depan perut Luhan lalu mengelusnya lembut.
"Baby, Jangan rewel di dalam sana ya... Ayah menunggumu. Tumbuhlan dengan sehat. Kami mencintaimu"
Chu~
Sehun mengecup perut Luhan dengan lembut membuat Luhan tersenyum melihatnya "dia laki-laki atau perempuan Lu?"
"belum tahu, kandunganku masih muda jadi belum ketahuan"
"ah begitu... tapi aku tidak terlalu mempermasalahkan gendernya. Yang penting nanti saat lahir ia akan menjadi bayi terlucu di dunia. Iya kan?"
"tentu saja, Ibunya saja cantik begini" Luhan mengibaskan rambutnya. "maaf ya bukannya sombong, tapi sudah dari sananya wajahku seperti ini. Mau bagaimana lagi ?" Dia benar-benar percaya diri sekali hari ini membuat Sehun gemas saja.
"mana yang cantik itu mana heh ? sini biar aku cium"
"hahaha Sehun hentikan" Luhan tertawa geli saat Sehun menciumi seluruh wajahnya dengan gemas.
.
.
.
6 Bulan Kemudian
Tao dan Baekhyun berjalan menyusuri koridor kampus yang lumayan sepi. Mereka baru saja mengambil revisian skripsi dari dosen pembimbing. Baekhyun kesal sekali karena skripsinya masih banyak yang kurang dan harus segera di revisi.
Tao asik sendiri dengan ponselnya. Dia terlihat biasa saja padahal skripsinya juga terdapat banyak coretan, tidak beda jauh dari milik Baekhyun. Tao seperti orang autis saja jika sedang berchatting ria dengan pria tampan mantan kekasih *uhuk Park Chanyeol itu. ya siapa lagi jika bukan Kris Wu. Sejak mereka berbincang di cafe 6 bulan yang lalu itu Kris memang meminta Tao untuk membantunya. Nasib Tao memang tidak berbeda jauh dari Baekhyun. Mereka jatuh cinta pada seorang Pria Gay lalu berusaha membantu mereka untuk sembuh.
Tapi setidaknya kisah Tao tidak 'sedrama' kisah Baekhyun. Kisahnya bisa dibilang jauh lebih mulus di banding Baekhyun. Karena dalam kasusnya kali ini tidak ada yang namanya orang ketiiga atau apalah itu namanya. Tao memang sudah sangat dekat dengan Kris, tapi setahu Baekhyun mereka belum pacaran.
"ya terus saja acuhkan aku. Aku memang sudah tidak berarti lagi untukmu Zitao" ucap Baekhyun mulai mendramatisir. Dia memang berubah jadi drama queen sejak Chanyeol semakin jarang menghubunginya sejak sebulan yang lalu.
"itu adalah kalimat untuk Chanyeol Oppa, kenapa kau mengatakannya padaku" ucap Tao santai masih sambil memainkan ponselnya membuat Baekhyun semakin kesal saja.
"sudahlah Baek, jangan tekuk wajahmu seperti itu" Tao akhirnya memasukan ponselnya ke dalam tas dan mulai menggandeng lengan kurus Baekhyun.
"Aku dengar Kris Oppa akan kemari besok apa itu benar ?" tanya Baekhyun mencoba mengalihkan pembicaraan.
"hm"
"ada keperluan apa dia ke Pohang?"
"tentu saja untuk menemui kekasihnya"
"siapa ?"
"Aku"
"oh begi- YAK APA MAKSUDMU?" Baekhyun langsung melepaskan gandengan lengan Tao di lengannya.
"Apa nya yang apa ?" Tao menunjukkan wajah sok polosnya.
"Zitao aku serius !" Baekhyun memandang Tao tajam "sejak kapan ?"
"ck, seminggu yang lalu"
"dan kau tidak bercerita padaku?"
"kau tidak bertanya"
"kenapa harus menunggu aku yang bertanya ? aku sahabatmu, sudah seharusnya kau menceritakan hal-hal seperti ini padaku. Kenapa kau menyembunyikannya ? sok artis sekali"
"apanya yang sok artis astaga.." Tao berdecak kesal "sebenarnya.. aku hanya tidak mau terlihat bahagia di atas penderitaanmu. Aku tahu kau sedang sedih karena Chanyeol Oppa mulai susah dihubungi. Tidak mungkin kan aku tiba-tiba datang dengan wajah berseri-seri lalu mengatakan 'Baekkie-ya akhirnya aku pacaran dengan Kris-ge' padahal aku tahu sendiri Kau sedang menderita malarindu akut pada kekasihmu belum lagi ditambah beban skripsi yang tidak selesai-selesai. Aku ini sahabat yang pengertian, kalau kau mau tahu" jelas Tao panjang lebar.
"aigoo~ Zitao aku tidak menyangka kau so sweet sekali" Baekhyun mulai berkaca-kaca membuat Zitao memutar bola matanya 'ishh lebay sekali' batinnya.
"aku tahu Chanyeol Oppa sudah lama tidak bersikap romantis padamu jadi kau mudah tersentuh dengan hal-hal yang sebenarnya tidak seberapa. Tapi.. astaga apa kau harus selebay ini ? aku pikir tindakanku biasa saja. Sahabat memang seharusnya seperti itu. Tidak usah berlebihan" Zitao memang selalu mengatakan apapun yang ia pikirkan pada Baekhyun tanpa pernah berniat menyaringnya terlebih dahulu.
"kau mau aku jambak heh ?" Baekhyun mengeram emosi.
"kau pikir aku takut ?"
"KEMARI KAU PANDA JELEEEEEK" Baekhyun langsung mengejar Zitao yang sudah terlebih dahulu berlari menjauhinya.
.
.
.
Baekhyun bangun semangat sekali pagi ini. Sekarang itu tanggal 6 Mei, hari ulang tahunnya. Baekhyun langsung mengecek ponselnya dia berharap mendapat ucapan romantis dari Chanyeolnya. Baekhyun mendapatkannya, pesan dari 'PCY 3' tenggelam oleh puluhan pesan masuk lainnya. Baekhyun langsung membuka pesan dari Chanyeol terlebih dahulu.
From : PCY
Selamat Ulang Tahun PrincessBaek^^
Maaf aku masih belum bisa menemuimu.
Aku harap kau selalu sehat dan bahagia.
Semoga Tuhan Memberkatimu.
Aku mencintaimu 3
Park Chanyeol^^
"Sudah ? begitu saja ? isssh" Bukannya senang Baekhyun malah mengacak rambutnya lalu membanting ponsel itu ke atas kasur.
Baekhyun keluar dari kamarnya dengan wajah di tekuk. Ia kesal sekali, benar-benar kesal. Apa Chanyeol sudah tidak mencintainya lagi ? apa jangan-jangan Chanyeol menemukan perempuan lain di China sana ? atau malah laki-laki lain ? isshhh Baekhyun stress sendiri membayangkannya. Ia berjalan menuju dapur untuk mengambil minum. Dia bahkan belum mandi sama sekali.
"Yak wajah macam apa itu" sebuah suara cempreng pun berhasil mengalihkan perhatian Baekhyun.
"Oppa" Baekhyun langsung berlari kearah Jongdae dan Joonmyun yang sedang duduk di ruang keluarga dan langsung memeluk mereka.
"Apa kalian kemari untuk merayakan ulang tahunku?" tanya Baekhyun antusias.
"tentu saja" jawab Joonmyun sambil mengusap kepala Baekhyun lembut.
"aku kira kalian lupa hehe. ah ya mana Appa, Eomma, Minseok eonni, Yixing eonni dan Joonhee?"
"mereka sedang menunggu di suatu tempat, Kami akan mengantarkanmu kesana jadi kau harus segera siap-siap. Kau belum mandikan ? cepat mandi dan pakailah pakaian terbaik yang kau punya" jelas Joonmyun.
"ayo cepat mandi bocah tengik. Jika kau lama maka perayaannya batal"
"kalian menyiapkan perayaan ulangtahun untukku ?" wajah Baekhyun langsung berbinar.
"tidak juga" jawab Jongdae enteng.
"ish kenapa Oppa menyebalkan sekali. Minseok eonni pasti menyesal telah menikah denganmu. Lihat saja Aku akan menghasutnya untuk menceraikanmu" ancam Baekhyun dengan wajah serius dan Joonmyun hanya tertawa mendengarnya.
"YAK BYUN BAEKHYUN"
.
.
.
"Oppa kenapa aku harus menutup mata segala apa kalian benar-benar menyiapkan kejutan yang besar untukku ? astagaa akuu terharu sekali" Baekhyun menakupkan lengannya di depan dada.
"Tao benar, kau lebay sekali akhir-akhir ini" gerutu Jongdae sedangkan Joonmyun hanya terkekeh mendengar ocehan kedua adiknya.
"apa si Panda china itu selalu membicarakan yang jelek-jelek tentangku pada kalian? Lihat saja biar aku jambak lagi rambutnya" Baekhyun jadi emosi saat mengingat Tao.
Teman seperjuangannya itu tidak setia kawan sekali. Waktu itu dia sudah janji akan merayakannya ulang tahun Baekhyun bersama. tapi apa ? sekarang panda itu malah lebih memilih berkencan dengan kekasih barunya, dan hanya mengucapkan selamat ulang tahun pada Baekhyun lewat pesan singkat saja,ck menyebalkan.
"sudah tutuplah mulutmu, kau ini cerrewet sekali" omel Jongdae membuat Baekhyun mencibir.
Mereka sudah tiba di sebuah tempat yang cukup ramai. Jongdae yang sedari tadi bertugas menuntun Baekhyun pun mulai membuka penutup mata adiknya yang manja ini. Baekhyun sudah mesam-mesem selama di perjalanan. Dia sudah membayangkan perayaan meriah yang telah disiapkan keluarganya untuknya.
Baekhyun membuka matanya perlahan dan langsung menunjukkan ekspresi tercengannya. Bukan... Baekhyun bukan kaget karena terkesima akan kejutan yang disiapkan oleh kakak-kakaknya ini. Dia malah sangat kesal.
"YAK apa-apaan ini ?" Protesnya. Bagaimana tidak ? bukannya membawa Baekhyun ke restaurant mewah atau sebuah taman yang indah untuk merayakan ulang tahunnya. Kedua kakaknya ini malah membawanya ke BIOSKOP. Ingat hanya ke B-I-O-S-K-O-P.
"kita akan merayakannya disini. Kita sudah lama tidak menonton bersama kan ? pasti akan seru sekali. Joonhee, Yixing Noona, Minseokkie, Ayah dan Ibu sudah menunggu kita di dalam" ujar Jongdae dengan ekspresi sok asik sekali –menurut Baekhyun-
"iya Baek, aku, Yixing, Jongdae dan Minseok sudah meluangkan waktu kita untukmu. Tidak kah kau merasa terkesan ?"
Baekhyun memang sangat berani pada Jongdae tapi tidak pada Joonmyun. Dia sangat menghormati kakak pertamanya ini. Jadi setidaknya Baekhyun akan berkata sedikit sopan pada Joonmyun di banding pada Jongdae.
"bukannya tidak terkesan Oppa tapi... ini.. hmm oke aku berterima kasih atas waktu luang yang kalian beri untukku tapi.. haaaahhh apa kita benar-benar hanya akan nonton film saja ? tidak ada perayaan lain ?" Baekhyun mulai terlihat putus asa.
"maaf jika kau kecewa Baek. Tapi kami memang hanya bisa melakukan ini untukmu" Joonmyun menundukkan kepalanya. Baekhyun jadi tidak enak melihatnya. Andai saja yang meminta maaf itu Jongdae Baekhyun pasti tidak akan peduli dan malah terus protes tanpa henti.
"ahh tidak apa-apa Oppa. Ayo-ayo kita masuk saja ya. Ahhh aku sudah tidak sabar untuk menonton film bersama kalian. Hahaha ayo kita masuk" Baekhyun terlihat sekali sedang memaksakan tawanya. Dia benar-benar tidak enak pada Joonmyun yang sudah meluangkan waktu untuknya. Kalian masih ingat kan ? Joonmyun adalah seorang dokter yang sangat sibuk.
Mereka bertiga pun mulai masuk kedalam studio. Suasana di dalam studio sudah gelap karena sepertinya filmnya sudah di putar sekitar 10 menit yang lalu. Joonmyun menuntun Baekhyun untuk duduk di tengah-tengah berjajar bersama orang tua mereka, Minseok, Yixing dan Joonhee –anak Sulay-.
Baekhyun menghela nafas panjang. Layar lebar di depannya sedang menunjukkan sebuah film animasi kekanakan. Ia ingin menangis sekali, apa perayaan ulang tahunnya hanya seperti ini saja ? hiks menyedihkan.
"Joonhee ingin menonton film ini sejak seminggu yang lalu. Tidak apa-apa kan Baek ?" tanya Yixing yang duduk di sebelah kanannya.
"ah tidak apa-apa eonni" Baekhyun memaksakan senyumnya. Padahal hatinya sudah menjerit-jerit ingin menangis. Jadi yang sebenarnya ulang tahun itu dia atau Joonhee -_-
PIP
Layar lebar di depan mereka tiba-tiba mati membuat seluruh penjuru studio ini gelap gulita.
"apa yang terjadi ? apa listriknya mati ?" Baekhyun bertanya dengan panik sambil memegangi lengan Ibunya yang duduk di sebelah kiri.
"entahlah Eomma juga tidak tahu" ucap Nyonya Byun cuek membuat Baekhyun tambah kesal.
Tidak lama kemudian, layar lebar itu mulai kembali menyala.
"Baekkie"
"eh?" Baekhyun terlihat bingung saat namanya tertera di layar lebar itu.
"Apa kau tahu hari apa sekarang?"
Baekhyun membelalakan matanya, mulutnya bahkan sudah terbuka lebar "eomma apa layar itu bertanya padaku?"
"tidak tahu, kau lihat saja kelanjutannya"
"Hari ini adalah hari ulang tahunmu"
Baekhyun menutup mulutnya yang masih menganga saking terkejutnya. "Apa kalian menyiapkan semua ini untukku?"
Baekhyun benar-benar terharu. Apa keluarganya menyewa satu studio bioskop ini untuk ulang tahunnya ?
Layar lebar itu kembali padam namun tidak lama kemudian kembali menyala dengan menunjukkan sesosok pria tampan dengan kemeja putih di balut sweater abu dan celana hitam panjang. Rambutnya disisir rapi membuatnya semakin tampan, siapa lagi kalau bukan Park Chanyeol. Aktor muda itu sedang duduk di sebuah bangku taman dan Baekhyun tahu chanyeol membuat video ini di China. Jadi Chanyeolnya masih di China ? hufft.
"Selamat ulang tahun sayang,
Aku tahu aku sudah pernah berjanji akan membuatkan pesta ulang tahun yang meriah untukmu tahun ini. Tapi malah begini jadinya, Aku minta maaf"
Chanyeol nampak terkekeh saat meminta maaf untuk Baekhyun. Baekhyun terus memandang wajah Chanyeol di layar lebar itu dengan mata berkaca-kaca. Dia benar-benar tidak menyangka Chanyeol telah menyiapkan semua ini untukknya.
"Kau tahu.. Bagiku Kau adalah Malaikat yang dikirimkan oleh Tuhan untuk mendampingiku.
Aku minta maaf atas semua kesalahan yang aku lakukan selama ini padamu. Aku sungguh-sungguh minta maaf Baek.
Tetaplah disisiku apapun yang terjadi, jangan pernah pergi dan meragukanku lagi.
Aku bersungguh-sungguh padamu"
Baekhyun sudah mulai menangis. Ia menangis bahagia. Dia tidak pernah berfikir Chanyeol akan melakukan ini untuknya.
"Happy Birthday My Angel
I Love You"
Chanyeol menutup videonya dengan membentuk tanda hati di atas kepala menggunakan lengannya.
"I love you too, I love you too Chanyeol-ah" ucap Baekhyun pelan sambil memberi tanda hati di atas kepala dengan kedua lengannya juga sama seperti apa yang Chanyeol lakukan.
Layar kembali mati dan lampu-lampu mulai menyala Baekhyun pikir kejutannya sudah selesai sampai disini namun apa yang terjadi ?
"saengil chukha hamnida~ saengil chukha hamnida~ saranghaneun Baekhyunnie~ saengil chukha hamnida~"
Baekhyun kembali dikejutkan dengan munculnya Chanyeol dari pintu keluar studio yang berada tepat di sebelah kanan bawah layar lebar itu. Chanyeol menyanyikan lagu ulang tahun di iringi musik yang menggema di seluruh ruangan sambil membawakan kue ulang tahun untuknya. Chanyeol tidak sendiri di belakangnya ada Heechul, Kai, Kyungsoo, Sehun, Luhan, Kris dan Tao.
"Chanyeol-aaah" Baekhyun yang duduk di barisan tengah langsung berlari kebawah menuju Chanyeol. Chanyeol memberikan kue ulang tahun itu pada Luhan sebelum mendapatkan pelukan hangat dari Baekhyun.
Baekhyun memeluknya erat sekali. Baekhyun benar-benar merindukan Chanyeolnya. Mereka sudah lama sekali tidak bertemu. Chanyeol mengelus-elus punggung Baekhyun dengan lembut karena Baekhyun menangis tersedu-sedu di dalam pelukannya.
"Kau suka sayang?"
Astaga Baekhyun benar-benar merindukan suara ini. Padahal ia baru mendengarnya dari video tadi tapi tetap saja beda jika Chanyeol bertanya padanya langsung dengan jarak sedekat ini. Baekhyun menganggukkan kepalanya berkali-kali menjawab pertanyaan Chanyeol barusan.
"Chanyeol-ah aku sangat merindukanmu" gadis manja ini mulai merengek dan semakin mengeratkan pelukannya pada Chanyeol.
"Aku juga sayang, Aku sangat merindukanmu"
"Yak apa kau hanya merindukan Chanyeol saja?"
Baekhyun melepaskan pelukannya untuk melihat siapa yang baru saja menggerutu di belakangnya.
"Oppa? Aigoo Heechul Oppa aku juga sangat merindukanmu" Baekhyun kini memeluk Heechul. Heechul pun terkekeh lalu membalas pelukannya.
"selamat ulang tahun manis, kau suka kejutannya? Chanyeol yang menyiapkannya sendiri loh"
"benarkah?"
"apa aku pernah berbohong padamu?"
"tidak, aku percaya pada Oppa"
"hahaha tentu saja" Heechul mengacak rambut Baekhyun dengan gemas.
Baekhyun pun memeluk teman-temannya yang lain mulai dari Zitao yang katanya lebih memilih kencan bersama bule china itu ternyata ikut membuat kejutan untuknya. Baekhyun sempat menjitak kepalanya sekali lalu menciumi wajah Zitao dengan gemas.
"Yaak kau mau kita dikira lesbian" Tao langsung mendorong Baekhyun agar menjauh sedangkan Baekhyun malah tertawa melihat Tao mengusapi wajahnya sendiri.
"haha terima kasih Zitao, kau sahabat terbaikku. Kau benar-benar beruntung mendapatkan panda China ini Kris Oppa"
"ya, kau benar Baek" ucap Kris sambil terkekeh.
"ah tentu saja" Tao langsung menggibaskan rambut panjangnya mendengar pujian Baekhyun dan Kris.
Baekhyun memutar bola matanya malas lalu beralih pada pasangan Kai-Soo.
"Baekkie-ya Selamat ulang tahun ya" ucap Kyungsoo sambil tersenyum manis. Kai juga mengucapkan kalimat yang sama sambil melingkarkan lengannya di pinggang sang kekasih.
"ya.. terima kasih banyak kalian sudah mau jauh-jauh kesini"' ucap Baekhyun.
"kau mau hadiah apa dari kami Baek ? tiket konser gratis ?"
"bisakah ?" mata Baekhyun kembali berbinar.
"tentu saja. Aku akan memberimu tiket VIP setiap aku konser. Kau juga berjasa untuk hubungan kami. Aku masih sangat ingat, kau adalah fans ku yang pertama kali menyetujui hubunganku dengan Kyungsoo saat konser tahun lalu"
"Ah benar juga. Kau memang harus memberi Baekhyun tiket konser gratis seumur hidup Kai-ya" ucap Kyungsoo ceria.
"tentu saja"
"hahaha terima kasih banyak aku senang sekali dengan hadiah dari kalian kkk~"
"Baekkie-yaaaa" panggil seorang wanita dengan perut buncit yang sedang merentangkan kedua tangannya minta di peluk oleh Baekhyun.
"EONNIE" Baekhyun langsung berlari dan memeluknya.
"hey hey hati-hati Baek, istriku sedang hamil tua" ujar Sehun.
"ah maaf-maaf aku lupa hehe. Ah ya bagaimana hasil usg nya eonni ?"
"dokter bilang anakku kembar perempuan"
"wah benarkah ? pasti menyenangkan sekali"
"haha tentu saja. Kau mau memberi usulan nama ?" tanya Sehun.
"hmmm bagaimana jika Sena dan Luna ?"
"nama yang bagus. jika mereka benar-benar kembar perempuan aku akan memberi mereka nama itu sebagai hadiah ulang tahunmu, bagaimana ?"
"waah aku tersanjung sekali mendengarnya eonni kkk~"
"yak bocah tengik kau melupakan keluargamu sendiri hah?" Jongdae menjewer telinga Baekhyun menuju keluarganya yang kini juga sudah berkumpul bersama 'rombongan Chanyeol' membuat Baekhyun meringis.
"ish sakit tau" Baekhyun mempoutkan mulutnya lucu "tapi terima kasih banyak Oppa. Kau dan Joonmyun Oppa adalah pahlawanku hari ini. Aku tidak akan jadi menghasut Minseok eonni untuk menceraikanmu"
"ishh anak ini" desis Jongdae membuat yang lainnya tertawa.
"Apa Oppa hanya menjadi pahlawanmu hari ini saja?" tanya Joonmyun.
"tentu saja tidak, Oppa pahlawanku setiap hari" ucap baekhyun sok manis –menurut Jongdae-
Baekhyun mengalihkan perhatiannya pada orang tuanya. Ia berjalan sambil tersenyum menuju ayah-ibunya lalu memeluk mereka berdua dengan erat.
"eomma appa, terima kasih banyak ya. Maaf sudah merepotkan kalian selama ini" Baekhyun kembali meneteskan air matanya.
"eyy kenapa menangis di hari bahagiamu ini heh ? berbahagialah anakku. Aku senang kau mendapatkan pasangan yang baik seperti Chanyeol" ucap Nyonya Byun lalu mengusap kepala anaknya yang manja ini.
"hehe iya eomma.. eh apakah appa dan eomma tahu tentang kejutan ini?"
"tentu saja, Chanyeol bahkan sudah menghubungi kami seminggu sebelumnya" jawab Tuan Byun.
"benarkah?"
"benar sayang" jawab Chanyeol dari belakang Baekhyun.
Baekhyun membalikkan badannya lalu tersenyum kearah Chanyeol. "kau lupa meniup lilin nya Baek. Lilinnya keburu mati"
"ah benar" Baekhyun mendesah kecewa.
"sudahlah tinggal dinyalakan lagi saja apa susahnya" ucap Zitao.
Baekhyun menatapnya tajam seolah mengatakan 'kau mau ku jambak?' dan tao hanya mengangkat bahunya tidak peduli. Membuat orang-orang yang melihat kelakuan mereka terkekeh.
Chanyeol kembali menyalakan lilin di atas kue ulang tahun Baekhyun. Lalu memberi kode pada Baekhyun untuk segera meniupnya. Baekhyun menutup matanya sejenak untuk berdo'a lalu meniup lilinnya.
Semua orang bertepuk tangan lalu kembali mengucapkan selamat padanya. Chanyeol melingkarkan lengannya di pinggang ramping Baekhyun membuat gadis itu mendongkakkan kepalanya untuk melihat wajah sang kekasih.
"Happy Birthday, My Angel"
Chu~
Chanyeol mengecup bibirnya singkat saat orang-orang tidak terlalu memperhatikan mereka. Untung saja orang-orang terdekat mereka tadi sedang sibuk mencicipi hidangan yang telah Chanyeol siapkan.
"Kau tidak mau menciumku?" tanya Chanyeol membuat Baekhyun membelalakan matanya. "haha aku bercanda Ba-"
Chu~
Baekhyun menempelkan bibirnya dengan bibir Chanyeol selama beberama detik.
"Aku mencintaimu Park Chanyeol, terima kasih atas segalanya"
Chanyeol hanya diam sambil mengedip-ngedipkan matanya masih tidak percaya dengan apa yang Baekhyun lakukan barusan .
"a-ah i-iya Baek. Aku juga mencintaimu. Sangat mencintaimu"
Baekhyun tersenyum senang lalu memeluk leher Chanyeol dengan erat membuat Chanyeol dengan reflek melingkarkan tangannya di pinggang Baekhyun.
"aigooo~ pasangan muda ini benar-benar" Heechul terkekeh sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia menonton adegan Chanbaek dari awal.
"Byun Baekhyun selesaikan skripsimu"
Astaga suara siapa itu ? Baekhyun ingin menjambaknya sekarang juga. Membuat mood Baekhyun jadi buruk saja.
"HUANG ZITAO AKU MEMBENCIMUUUUU~"
-END-
Akhirnya selesai juga :')
Hiks maafin aku ya ayang-ayang updatenya lama banget. Jujur aja aku sempet putus asa buat lanjutin ff ini tapi akhirnya bisa juga di tamatin hehe
Maaf ya kalau endingnya malah ngawur gini :')
itu bisa di bayangin ga kejutan Chanyeol yang pas di bioskop ? maaf kalau malah gajelas dan bikin pusing :(
Oh ya aku mau ngucapin beribu-ribu terima kasih buat kalian yang udah dukung dan nyempetin baca ff ini dari awal, udah kasih review, ngirim PM, ngefavoriting, ngefollow dan jenis dukungan lainnya. Makasih banyak ya ayang-ayang :3 ga nyangka Reviewnya bisa tembus 1000 lebih :') makasih banyak maaf gabisa aku tulisin satu-satu disini, tapi nama kalian tertulis di hatiku kok *eaaa
Mau promosi dikit :
Kalau sempet baca ff oneshoot pertama-ku juga ya judulnya "can't" cast nya Kaisoo aku upload ff itu minggu kemaren kalau ga salah hehe. Kalau sempet ya di review juga ya hehe kalau ga juga gpp.
Dan satu lagi.. sebenernya yang bikin aku maksain lanjutin ff ini tuh karena aku pengen publish ff baru hehe. Rencananya mau aku kasih judul 'Spoiler'nanti kalau aku publish di baca yaa cast nya juga Kaisoo, Chanbaek sama Hunhan. Aku akan publish secepatnya kalau ada yang mau baca kkk~
Dan inilah ending dari My Angel persembahan dari Alkey PCY.
Semoga ga mengecewakan^^
BYE~
