MY HERO [chap 2 – Surat Cinta ]

By : Kimyhoney

Rated : T

Cast : Jongwoon, Ryeowook, Kyuhyun, Sungmin, Siwon, Heechul, dll.

Genre : Romance, Humor, Family.

Warning : Typo bertebaran, Gaje dan sebagianya.

Summary : Ryeowook mendapatkan surat cinta, apakah dari pangeran Lilac atau dari . . .

Hari ini Wookie berangkat sekolah diantar Siwon setelah insiden penerimaan siswa baru kemarin tentu saja bersama dengan Sungmin juga.

"Wookie, maafkan hyung ne?" Sungmin mengeluarkan aegyo-nya untuk merayu Wookie agar memaafkannya.

Tidak sulit membujuk Wookie untuk memaafkan Sungmin, karena Wookie sangat bergantung pada sahabat yang telah dianggap sebagai hyung-nya itu.

"Wookie lihat! Namja disebelah sana lumayan tampan." seru Sungmin pada Wookie saat berjalan menuju loker.

"Ah biasa saja hyung, hanya 55 % ketampanannya." jawab Wookie santai. "Sungmin hyung semangat sekali mencari pacar. Ck." gumam Wooki sambil sambil membuka loker miliknya.

Ryeowook membelalakkan matanya hingga bulat ketika mendapati di dalam lokernya ada sepucuk surat.

"Wookie kau hebat! Kau sudah mendapat surat cinta!" heboh Sungmin melihat Wookie mendapat surat cinta.

"Diamlah hyung! Kau berisik sekali." kata Wookie. "Aku tidak mau jadi pusat perhatian lagi."

"Ah mianhae Wookie, hyung hanya terlalu bersemangat saja. Jja cepat buka suratnya! Hyung penasaran siapa yang mengirimimu surat cinta."Sungmin sudah tidak sabar mengetahui apa isi surat yang di dapat oleh Ryeowook.

Ryeowook membuka surat beramplop ungu muda dengan hati-hati. Jangtungnya berdegup keras saat membuka lipatan surat tersebut.

untuk Choi Ryeowook
tentu kaget dengan datangnya surat ini. Begini, saya ingin bertemu anda karena ada yang ingin saya bicarakan. Kalau bisa datanglah ke ruang latihan klub Kendo.

Kim Jongwoon.

"Sungmin hyung. . ini tidak mungkin, kita baru masuk sekolah kemarin hyung." lirih Wookie. "Hyung . . siapa Kim Jongwoon itu?"

"Entahlah Wookie, mungkin karena ia melihatmu kemarin, cinta pada pandangan pertama." ujar Sungmin mengingat kejadian kemarin. "Lebih baik kita pikirkan nanti saja Wookie, kajja kita masuk ke kelas." sambung Sungmin, lalu menarik tangan Wookie untuk memasuki kelas mereka berdua.

Sepanjang pelajaran Wookie hanya memikirkan siapa pengirim surat cinta tersebut. Seperti apa orangnya? Tampan atau tidak? Baik atau tidak? Tetapi Wookie masih ragu untuk menemuinya di ruang latihan Kendo, ia takut orang yang mengirimi surat cinta tidak setampan Pangeran Lilac.

"Hyung~~ bagaimana ini?" Ryeowook minta pendapat Sungmin untuk menemui namja bernama Kim Jongwoon atau tidak.

"Sebaiknya kita temui saja Wookie, supaya tidak penasaran. Kajja."

"Tapi hyung, aku takut~~"

"Sudahlah Wookie, kita lihat dulu seperti apa orangnya. Kalau dilihat dari suratnya boleh juga."

"Hyung . . mana bisa dilihat berdasarkan surat?" protes Wookie.

Ryeowook memikirkan kata Sungmin barusan. "Jika surat itu tulisannya bagus dan rapi kemungkinan besar yang menulisnya juga sangat tampan, seperti Pangeran Lilac." inner Ryeowook.

"NAMJA PENDEK YANG DI SITU . . JANGAN MELAMUN! AWAS CEPAT MENYINGKIR!"

"Eh?" Wookie tersadar dari lamunannya, namun terlambat.

BRUGH

Ryeowook terjatuh setelah seseorang menabraknya, lebih parahnya lagi orang tersebut jatuh menindih tubuh mungil Ryeowook.

"Aduh, tadi-kan sudah aku bilang AWAS!" marah namja yang masih berada diatas Wookie.

Namja tersebut bangun dan menarik Wookie lalu menatapnya tajam. "Kalau jalan lihat-lihat! Aku jadi tertahan di sini gara-gara kamu!"

"Sungmin hyung.. hiks. .hiks" Wookie bersembunyi dibalik punggung Sungmin, takut.

"Aish, begitu saja menangis. Kau namja atau yeoja?" omel namja penabrak Wookie seraya meninggalkan TKP.

"Kasar sekali omongannya, tapi dia lumayan tampan Wookie. 80% menurut hyung nilainya" ucap Sungmin tanpa melihat raut muka Wookie yang masih ketakuatan akibat dimarahi namja yang tidak dikenalnya.

"Hyung~~10%pun dia tidak tampan." Ryeowook heran dengan Sungmin, dalam situasi seperti ini sempat-sempatnya menilai ketampanan seorang namja.

"Hyung. . ini ruang latihan klub Kendo atau kandang Ayam?" tanya Wookie setelah berada di depan ruang Kendo yang tidak layak di sebut sebagai ruang latihan.

"Benar, seperti kandang Ayam." Sungmin meng'iya'kan pendapat Ryeowook. "Sebentar hyung ketuk dulu pintunya." Sungmin mendekati pintu ruang latihan klub Kendo, lalu mengetuk pintunya.

TOK TOK TOK

"Adakah orang didalam?" teriak Sungmin. Sementara Ryeowook berada jauh dibelakang Sungmin.

"Siapa ya?" terdengar jawaban dari dalam ruang latihan klub Kendo.

KRIETT

Pintu reot itupun terbuka menampakkan sosok yang membuat kedua mata namja manis itu membulat sempurna.

"Hallo namja-namja manis." sapa namja pembuka pintu.

"Tampan , cantik . ." ucap Sungmin dan Ryeowook bersamaan.

"Tidak usah begitu, aku ini memang tampan." narsisnya. "Ada perlu apa kalian datang kemari manis?"

"Hemm ini, anak ini ada perlu dengan Kim Jongwoon." Sungmin mendorong tubuh Ryeowook ke depan namja pembuka pintu tadi.

"Oh Jongwoon? Dia baru saja pulang karena ada urusan. Apa kau yang bernama Choi Ryeowook?"

"I-ya." jawab Ryeowook gugup.

"Kamu ternyata anak yang manis dan imut. Oh ya perkenalkan aku Kim Heechul, teman baik Jongwoon." ucap namja pembuka pintu yang ternyata bernama Kim Heechul. "Masuklah dulu, ah panggil hyung saja tidak usah sungkan" lanjutnya mempersilahkan kedua namja manis itu masuk ke dalam ruang latihan klub Kendo.

"Tadi Jongwoon menunggumu, dia bilang maaf karena harus pergi. Silahkan dimakan kuenya." Heechul menyodorkan sekotak biskuit untuk Sungmin dan Ryeowook.

"Emm, hyung Jongwoon itu tampan tidak?" tanya Sungmin to the point.

"Tentu, dia terkenal tampan lho. Tapi masih lebih tampan hyung." narsis Heechul.

"Wookie, dia bisa diharapkan." bisik Sungmin pada Ryeowook.

"Iya, siapa tahu seperti Pangeran Lilac." jawab Ryeowook pelan sambil tersenyum senang.

"Tadi Jongwoon juga meminta tolong pada hyung untuk menyampaikan sesuatu padamu." Heechul mulai bicara serius.

"A-apa itu hyung?" tanya Ryeowook dengan sedikit gugup.

"Jongwoon menyuruhmu untuk menjadi manager klub Kendo." jawab Heechul kalem.

"Hebat Wookie, dia benar-benar menyukaimu. Sampai-sampai ingin menjadikanmu manager klub Kendo." kata Sungmin.

"Ta-tapi kenapa aku hyung?" Ryeowook kembali bertanya.

Heechul meletakkan cermin yang ia pegang setelah membenahi tatanan rambutnya " kata Jongwoon karena kamu tunangannya."

1

2

3

"APA TUNANGANNN!"

"DADDYYY!" teriak Ryeowook dari ambang pintu sambil berkacak pinggang begitu melihat Siwon turun dari mobilnya.

"Aigoo~ baby Daddy kok teriak-teriak ada apa eoh?" tanya Siwon dengan lembut seraya mengecup pipi namja mungil kesayangannya itu.

"Daddy . . kenapa ada orang yang bernama Jongwoon mengaku-ngaku sebagai tunangan Wookie." kata Ryeowook masih dengan berteriak. Sungguh tidak sopan.

"Hahahaha . .akhirnya ketahuan juga." jawab Siwon setelah mendudukkan dirinya di sofa ruang tengah.

"Apa maksud Daddy? Bagaimana aku bisa bertunangan dengan namja yang sama sekali tidak kukenal?" tanya Ryeowook bertubi-tubi.

"Jangan bersemangat begitu, sabar akan Daddy ceritakan semuanya."

"Kalau begitu cepatlah Daddy!" perintah Wookie pada Siwon.

"Oke baby begini ceritanya."Siwon mengambil nafas sejenak sebelum melanjutkan ceritanya.

"Kim Jongwoon itu adalah anak dari Kim Youngwoon, kakak kelas Daddy sewaktu kuliah dulu. Sebulan yang lalu beliau meninggal karena kecelakaan, oleh karena itu anak semata wayangnya dititipkan pada Daddy. Maka Daddy bertanggung jawab atas masa depannya."

Ryeowook mendengarkan cerita Siwon dengan seksama. "Lalu bagaimana dengan tunangan itu Daddy?"

"Karena itu Daddy memberikan baby Daddy yang manis ini untuknya, supaya dia bisa bertanggung jawab atasmu dan meneruskan perusahaan Daddy kelak. Itulah janji Daddy pada mendiang Kim Youngwoon."

"Daddy, jangan samakan aku dengan anak kucing." keluh Ryeowook setelah mendengar penjelasan Siwon. Kenapa Daddy-nya itu dengan mudah memberikan anaknya pada orang lain seperti memberikan anak kucing.

Tbc^.^

Bagaimana cepat bukan updatenya? Maaf masih banyak typo. RCL-nya aku tunggu. . .

Gomawo. . . . sampai jumpa di chap berikutnya...byeeeee