MY HERO [chap 4 – Berandalan ]

By : Kimyhoney

Rated : T

Cast : Jongwoon, Ryeowook, Kyuhyun, Sungmin, Siwon, Heechul, dll.

Genre : Romance, Humor, Family.

Warning : Typo bertebaran, Gaje dan sebagianya.

Summary : Jongwoon menyelamatkan Ryeowook dari gerombolan namja yang menganggunya, bagaimana sikap Ryeowook selanjutnya?

"APA YANG KAU LAKUKAN PADA TUNANGANKU? CARI MATI?"

Greeb

Jongwoon menarik tangan namja yang hendak mencium Ryeowook lalu menghempaskannya dengan kasar hingga tersungkur.

"Arggghhh! Siapa kamu berani menganggu kesenangan orang lain? Apa kau tidak tahu kami eoh?" tanya namja yang tersungkur tadi dengan sombongnya.

"Harusnya aku yang bertanya kepada kalian. Kelompok apa yang beraninya main keroyokan? Ck pantasnya disebut pencundang kelompok seperti kalian itu." teriak Jongwoon seraya menarik Ryeowook kedalam dekapannya.

"Kau! Berani sekali melawan kami!" gerombolan tersebut lantas menyerang Jongwoon.

"Heechul hyung, tolong lindungi dia! Aku akan membereskan begundal-begundal tengik ini." Jongwoon mendorong Ryeowook ke arah Heechul yang berada disampingnya.

Heechul sedikit menjauh dari tempat itu untuk menenangkan Ryeowook yang masih terisak karena perlakuan berandalan tadi. Sementara Jongwoon dibantu Sungmin membereskan gerombolan tersebut.

"Ayo serang lagi jika kalian ingin pulang dengan patah tulang!" teriak Jongwoon dengan muka garangnya.

"Siapa kau sebenarnya?" tanya ketua berandalan yang telah berhasil dikalahkan oleh Jongwoon dan Sungmin.

"Aku Kim Jongwoon ketua klub Kendo SM High School."

"Ja-jadi kau yang bernama Jongwoon? Pemimpin kelompok Everlasting?" tanya ketua gerombolan yang telah dikalahkan Jongwoon. Everlasting adalah berandalan penguasa di daerah SM High School dan sekitarnya, sehingga Jongwoon sangat di takuti oleh kelompok lainnya.

"Ne, maka aku peringatkan! Jangan berkeliaran lagi di daerah ini, apalagi sampai menganggu dia. PAHAM!" Jongwoon menarik krah namja tersebut dengan satu tangan lalu tangan satunya menunjuk kearah Wookie yang masih terisak dalam pelukan Heechul.

Bughh

Namja tersebut beserta gerombolannya lari meninggalkan Jongwoon dan Sungmin setelah Jongwoon melepaskan cengkramannya sambil melontarkan sumpah serapah yang tidak perlu di dengar.

"Hufftt . . akhirnya mereka pergi juga. Wookie!" teriak Sungmin,berlari menghampiri Wookie. "Kau tidak apa-apa Wookie?" tanya Sungmin cemas.

"Tidak apa-apa hyung, Heechul hyung gomawo ne." ucap Ryeowook sambil membungkukkan badannya. "Engg. . Jo-Jongwoon ssi te-terima ka-kasih sudah menolongku." Ryeowook menundukkan kepalanya tidak berani menatap Jongwoon yang berada di depannya.

"Ne, Heechul hyung ayo kita pergi! Kita tinggalkan saja namja cengeng ini."jawab Jongwoon dingin, kemudian menarik tangan Heechul mengajaknya pergi dari hadapan Ryeowook dan Sungmin.

"YA! Kepala besar! Dimana otakmu? Meninggalkan tunanganmu begitu saja." Heechul tidak terima dengan perlakuan Jongwoon terhadap Ryeowook yang sama sekali tidak ada kesan manisnya.

"Ck menyebalkan, kenapa namja cengeng ini yang harus menjadi tunanganku. Siapa namamu tadi?" tanya Jongwoon pada Ryeowook sambil mengusap rambutnya kasar. Dasar Jongwoon bisa-bisanya melupakan nama tunangannya sendiri.

Plakk

Heechul mendaratkan pukulan di kepala besar Jongwoon. "Dasar babo! Namanya Choi Ryeowook." teriak Heechul tepat disamping telinga Jongwoon.

"Aishh hyung jangan berteriak! Kau mau membuatku tuli eoh?" Jongwoon juga ikut berteriak.

"Ck, dasar namja-namja aneh." gumam Sungmin yang sejak tadi memperhatikan kelakuan Heechul dan Jongwoon.

"Ah sudahlah hyung." Jongwoon menghentikan adu argumennya denga Heechul, lalu kembali menatap Ryeowook . "Dan karena kau tunanganku panggil saja aku hyung, mulai sekarang tugasmu adalah membersihkan klub Kendo, termasuk memcuci baju baju untuk latiahan."

"MWO! memangnya aku pembantumu heh?" giliran Wookie berteriak pada Jongwoon.

"YAK BABO! Bukankah kemarin kau akan menjadikannya manajer klub?" protes Heechul terhadap keputusan Jongwoon.

"Itu kemarin hyung, sekarang aku sudah berubah pikiran." jawab Jongwoon dengan santainya.

"Menyesal kemarin aku membantu menuliskan surat cinta untuk Wookie kalau ternyata hanya kau jadikan pesuruh di klub Kendo." dumel Heechul tanpa sadar telah membocorkan rahasia bahwa yang menulis surat cinta bukan Jongwoon tapi dirinya.

"Apa kalian bilang?" tanya Sungmin dengan suara kerasnya. "Pantas saja jika dilihat suratnya sangatlah tidak cocok dengan Jongwoon, ternyata yang menulis suratnya adalah Heechul hyung. Kita tertipu Wookie."

"JAHAT! Kalian jahat. Tega sekali kalian menipuku. Dan kau JONGWOON aku tidak mau mempunyai tunangan sepertimu! Kasar, tidak sopan, berandalan pula." teriak Ryeowook dengan airmata yang siap meluncur dari tempatnya.

"Apa kau bilang?Memangnya aku juga mau punya tunangan namja cengeng dan jelek seperti dirimu?" Jongwoon membalas teriakan Ryeowook.

"Aishh ternyata kalian benar-benar cocok." komentar Heechul dan Sungmin serempak.

"APA YANG KALIAN KATAKAN?" kompak Jongwoon dan Ryeowook.

Heechul menarik tangan Sungmin untuk pergi tanpa memperdulikan Jongwoon dan Ryeowook. "Kajja Ming kita tinggalkan dua namja babo itu."

"Ne hyung, aku bisa tuli kalau lama-lama disini. Lebih baik kita pergi ke Cafe mencari namja tampan hyung." usul Sungmin.

"Ah usul yang bagus Ming, kajja."

"Ming hyung! Kau mau kemana? Kenapa aku di tinggalkan dengan namja kasar ini? Heechul hyung!" teriak Ryeowook memanggil kedua hyung-nya yang pergi begitu saja melupakan dirinya dan meninggalkannya bersama Jongwoon. "Dasar penghianat kalian."

"Ehem" dehem Jongwoon untuk menarik perhatian Ryeowook.

"APA?" tanya Ryeowook galak.

"Tunanganku yang manis~ tolong bersihkan klub Kendo ne!." pinta Jongwoon dengan nada dan tingkah laku yang dibuat-buat membuat Ryeowook mendelik sebal karenanya.

"Aku tidak mau. Bersihkan sendiri saja!" tolak Ryeowook masih dengan nada galaknya.

"Apa kau bilang? Kau menolak permintaan tunanganmu eoh?" kembali Jongwoon menatap mata Ryeowook dengan tatapan garangnya membuat nyali Ryeowook mengkeret.

"Mwo. Ma-mana ada tunangan seperti itu? Main perintah seenaknya sendiri. A-aku tidak mau." tolak Ryeowook dengan gagap serta suara yang pelan.

"Kau tidak mau?" Jongwoon semakin mendekatkan dirinya pada Ryeowook, menangkup wajah Ryeowook dengan tangan mungilnya dan memperdalam tatapannya.

Takut Jongwoon akan menciumnya maka dengan berat hati Ryeowook menganggukkan kepalanya "Baiklah akan aku bersihkan."

"Nah begitu dong manis. Bersihkan sampai benar-benar bersih ne. aku pergi dulu." dan Jongwoon meninggalkan Ryeowook begitu saja di ruang klub Kendo.

"Kalian semuanya menyebalkannnnnnn." teriak Ryeowook di dalam ruang klub Kendo.

Dengan berat hati Ryeowook mulai membersihkan ruangan yang lebih mirip kandang ayam tersebut. Bibir mungilnya masih saja melontarkan umpatan-umpatan yang ditujukan pada ketiga namja yang meninggalkannya.

Ryeowook menyelesaikan tugasnya ketika senja telah menjelang. Ryeowook berjalan gontai menuju rumahnya. Memikirkan tentang begitu buruk nasibnya saat ini, mempunyai tunangan yang jauh seperti harapannya.

"Sekarang aku bagaikan seorang putri yang dipaksa untuk bertunangan, terkurung di dalam istana selamanya. hiks" batin Ryeowook. matanya kembali mengalirkan liquid bening, namun buru-buru ia menghapusnya.

Sampai di rumah, Ryeowook tidak langsung masuk ke dalam rumahnya. Ia menuju taman yang berada di belakang rumah. Bersandar pada batang pohon yang paling besar yang berada dalam taman itu. Membuka tasnya dan mengeluarkan buku cerita yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi. buku cerita tentang Pangeran Lilac.

"Pangeran Lilac, bisakah kau menjelma menjadi manusia dan menolongku?" ocehnya sambil memandang buku cerita yang bersampul Pangeran Lilac.

"Adakah sihir yang bisa membebaskanmu dari buku cerita ini?" tanya Ryeowook pada buku yang dipegangnya. "Aku mohon tolonglah akuuu." teriaknya kalap.

Tanpa sengaja buku itu terlepas dari genggaman tangan Ryeowook dan terlempar agak jauh dari posisi Ryeowook. Ketika hendak memungut buku itu, kaki Ryeowook tersandung dan menyebabkan ia jatuh tersungkur.

"Appo. ." rintihnya masih dalam posisi tengkurap.

Srak

Srak

Suara langkah kaki itu mendekat ke arah Ryeowook.

"Wookie . ."

Panggilan itu begitu terdengar merdu di telinga Ryeowook. Ryeowook mendongak mencari tahu siapa yang telah memanggilnya.

Mata Ryeowook memulat sempurna, menatap obyek yang berada didepannya. Si pemilik suara merdu yang memanggil namanya.

"Pangeran Lilac. ." gumam Ryeowook.

Tbc^.^

Hehehehe..tbc lagi ya! Gimana update cepatkan? Miannya ya kalo masih banyak typo kebiasaan author tidak teliti dalam ngeditnya. Terima kasih buat kawan semua yang sudah rcl di chap sebelumnya.

Gomawo..sampai jumpa di chap serikutnya.. byeee.