MY HERO [chap 7 – Daddy~~ ikut~~ ]

By : Kimyhoney

Rated : T

Cast : Jongwoon, Ryeowook, Kyuhyun, Sungmin, Siwon, Heechul, dll.

Genre : Romance, Humor, Family.

Warning : Typo bertebaran, Gaje dan sebagianya.

Summary : Ryeowook ingin bicara pada Siwon untuk membatalkan pertunangannya dengan Jongwoon. Tetapi gagal karena Siwon buru-buru ingin pergi.

"YA HEECHUL HYUNG! Jangan memeluk tunanganku!" suara baritone itu mengehentikan kegiatan Heechul memeluk Ryeowook. "Atau akan kutusuk perutmu dengan pedang." Jonwoon menodongkan pendang kayu yang biasa digunakan untuk latihan Kendo tepat didepan perut Heechul.

"Wow, Jongwoon cemburu." komentar Heechul sambil melepaskan pelukannya kepada Ryeowook. "Manis, tunanganmu cemburu. Aku takut."

"Choi Ryeowook! Apa tugasmu sudah selesai eoh?" Jongwoon mengalihkan tatapannya pada Ryeowook yang sudah terlepas dari pelukan Heechul.

"Memangnya kenapa kalau belum hah?" tanya Ryeowook dengan judesnya.

"Kalau belum segera selesaikan, jangan malah peluk-pelukan." jawab Jongwoon tak kalah judesnya.

"Terserah aku!" kata Ryeowook seraya meninggalkan Jongwoon dan Heechul untuk melanjutkan pekerjaannya.

Heechul dan Jongwoon mendudukkan dirinya dibawah pohon sambil memperhatikan Ryeowook yang sedang menjemur baju.

"Hyung, jangan menganggu tunanganku terus dong." kata Jongwoon mengawali percakapannya dengan Heechul.

"Kenapa? Kau cemburu? Hyung tahu kau menyukainya, dilihat dari tatapanmu padanya." ujar Heechul. Heechul tahu dibalik sifat galaknya Jongwoon, sesungguhnya dia menyukai namja yang bernama Choi Ryeowook itu.

"Hebat kau hyung, bisa menebak perasaanku."

"Hei, jangan lupakan berapa lama kita berteman eoh?" Heechul beranjak dari duduknya " Jika kau benar-benar menyukainya, perlakukanlah dia dengan baik dan cintailah dia dengan sungguh-sungguh Jong!" Heechul menoleh sejenak kearah Jongwoon sebelum berlalu meninggalkannya.

Jongwoon berjalan mendekati Ryeowook yang kini sibuk membersihkan ruangan klub Kendo. "Pulanglah sudah sore, nanti paman Choi mencarimu." ucap Jongwoon seraya merebut sapu dari tangan Ryeowook.

"Eh?" kaget Ryeowook mendengar ucapan Jongwoon barusan. "Kau salah makan ya? Biasanya kau berteriak padaku." tanya Ryeowook tidak percaya dengan perubahan sifat Jongwoon.

"Oh jadi kau ingin aku berteriak padamu? Baiklah. CEPAT PULANG SANA!" teriak Jongwoon kini mengusir Ryeowook dari klub Kendo.

"Dengan senang hati." Ryeowook mengambil tasnya kemudian pulang begitu saja tanpa berpamitan pada Jongwoon.

Sepanjang perjalanan pulang Ryeowook mendumel tidak karuan tentang bagaimana seisi sekolah mengetahui bahwa ia tunangannya Jongwoon, tentang perlakuan Jongwoon menjadikannya sebagai seorang pembantu.

"Aduh lelahnya~, seperti kerja satu tahun saja rasanya~" keluh Ryeowook pelan. "Aku harus bicara pada Daddy supaya membatalkan pertunangan ini." batin Ryeowook.

Ryeowook sampai di gerbang rumahnya dan melihat Siwon tengah berada di samping mobil sambil memasukkan koper ke bagasi mobil dibantu oleh supirnya.

"Daddy sudah pulang? Asyiikkk" teriak Ryeowook riang sambil menghambur memeluk Daddy-nya.

"Daddy baru mau pergi baby. Ada bisnis di luar kota selama seminggu." jawab Siwon.

"MWO!" Ryeowook melepaskan pelukannya pada Siwon. "Kenapa lama sekali? Padahal ada sesuatu yang ingin aku bicarakan sama Daddy."

"Hanya seminggu baby." ujar Siwon.

"Seminggu itu lama Daddy, aku di rumah sama siapa kalau Daddy pergi selama itu. Aku ikut~~" rengek Ryeowook.

"Baby . . Daddy bekerja bukan berlibur." Siwon berusaha memberi pengertian pada anaknya. Dari dulu jika Siwon pergi keluar kota ia pasti akan mengajak anak semata wayangnya itu.

"Tapi Daddy~~ bagaimana kalau aku rindu Daddy~" rajuknya lagi.

"Baby jangan rewel begitu dong, Daddy hanyapergi seminggu baby, Daddy pasti juga pasti akan merindukanmu baby. Ada Kyuhyun yang menemani baby dirumah."

Ryeowook mengerucutkan wajahnya sebal, dia berharap begitu pulang dari sekolah bisa curhat kepada Daddy-nya dan membatalkan pertunangannya dengan Jongwoon.

"Baiklah, hati-hati Daddy. Aku sayang Daddy. Hiks " Ryeowook memeluk Siwon sambil terisak.

Siwon membalas pelukan Ryeowook dengan eratnya "Ne, Daddy juga sangat menyanyangimu baby. Jangan menangis, baby-kan sudah besar."

"Aniya, aku masih kecil. Daddy saja masih memanggilku dengan sebutan 'baby'" kilah Ryeowook.

"Aigoo~~ baby dengarkan Daddy ne! sungguh kali ini Daddy tidak bisa mengajak baby ke luar kota, lain kali pasti Daddy mengajak baby." ucap Siwon dengan sabarnya menghadapi anaknya yang sedang merajuk.

Siwon melepaskan pelukan Ryeowook dan memberikan kecupan sayang di kedua pipi Ryeowook. Kemudian masuk kedalam mobilnya. "Ayo kita berangkat Paman." perintah Siwon pada supirnya.

"Bye baby, jaga dirimu baik-baik selama Daddy pergi~~" teriak Siwon sambil melambaikan tangannya dari dalam mobil.

"Bye Daddy." jawab Ryeowook dengan malasnya. " Daddy~ bagaimana kalau anak manisnya ini mati disiksa tunangannya sendiri." dumel Ryeowook. Ck berlebihan sekali kau Choi Ryeowook, Jongwoon tidak akan membunuhmu.

"Kau kenapa Wook-ah?" sapa Bibi Shin ketika Ryeowook masuk ke dalam rumah.

"Aku benci sama Daddy, pergi begitu saja meninggalkan anaknya yang manis ini sendirian." jawabnya masih dengan muka cemberutnya.

"Aigoo~ masih ada Bibi dan Kyuhyun di rumah, atau kau suruh Sungmin menginap disini." saran Bibi Shin pada anak majikannya itu.

"Ne . Bibi, Kyuhyun sudah pulang belum?" tanya Ryeowook pada Bibi Shin yang tengah membersihkan ruang tengah.

"Sudah, mungkin dia sedang mandi."jawab Bibi Shin.

Ryeowook berlari kecil menuju kamar Kyuhyun. Ingin sekedar berbincang dengannya untuk mengurangi rasa kesalnya hari ini.

"Kyu~~" panggilnya seraya membuka pintu kamar Kyuhyun tanpa mengetuknya terlebih dahulu.

"Kyaaaaa. ." teriak Ryeowook saat melihat Kyuhyun hanya dengan celana dalam saja. Maklum Kyuhyun sedang berganti pakaian setelah mandi.

"Eh! Kyaa` . . . Wookie kalau masuk ketuk pintu dulu dong" teriak Kyuhyun tidak kalah kerasnya.

Ryeowook menutup kembali kamar Kyuhyun kemudian berlari menuju kamarnya. Malu.

"Kenapa aku mesti malu? Aku dan Kyuhyun sama-sama namja. Apa aku suka padanya?" Ryeowook menganalisa pemikirannya sendiri setelah insiden tersebut.

"Hah semuanya menjadi semakin rumit saja." desah Ryeowook. Namja mungil itu memilih mengelurakan ponsel dari saku celananya. Kemudian mengetikkan pesan untuk Daddy tersayangnya.

'Daddy jangan lupa belikan aku boneka Jerapah, baju, tas, sepatu, dll. Tadi aku lupa bilang sama Daddy. Awas jangan sampai lupa'

"Hehehe, rasain kau Daddy." senyumnya megembang. Ryeowook tahu kalau Daddy-nya pasti akan membelikan semua itu tanpa diancampun. Ryeowook mengambil handuknya lalu beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

"Apa kau bilang? Kau melihat Kyuhyun hanya memakai celana dalam saja?" teriak Sungmin di depan wajah Ryeowook setelah Ryeowook menceritakan kejadian kemarin sore.

"Hyung~~ pelankan sedikit suaramu." Ryeowook mengingatkan Sungmin karena berteriak terlalu keras, membuat seisi kelas menatapnya.

"Apa aku kost di rumahmu saja, supaya bisa bertemu Kyuhyun setiap hari." usul Sungmin.

Ryeowook hanya mendecih pelan . "Itu sih maunya hyung saja, tidak boleh." tolak Ryeowook.

Setelah pelajaran usai, Ryeowook bergegas menuju klub Kendo sebelum Jongwoon menyeretnya secara paksa. Ryeowook sendirian ke klub Kendo tanpa Sungmin, karena Sungmin sudah melarikan diri sebelum Ryeowook mengajaknya ke klub Kendo.

Srett

"Akhh" pekik Ryeowook kesakitan ketika ada yang menarik rambutnya.

"YA! Kau? Seenaknya saja menarik rambut orang. Sakit tahu." marah Ryeowook pada yeoja yang baru saja menarik rambutnya. Ketua kelompok Mawar Hitam, Hyorin.

"Mau ke klub Kendo eoh?" tanya Hyorin dengan tatapannya yang menakutkan sambil mencengkram krah baju Ryeowook.

"Kalau iya memang kenapa eoh?" Ryeowook berusaha mengurangi rasa takutnya dengan membalas tatapan Hyorin.

"Sudah berani menentangku rupanya. Sekali lagi aku peringatkan jauhi Jongwoon atau kau akan tahu akibatnya." ancam Hyorin.

"Kalau aku tidak mau apa yang akan kau lakukan padaku?" tantang Ryeowook dengan muka yang tidak akan membuat orang takut.

"Akan kubuat wajah jelekmu ini semakin jelek." Hyorin mengeluarkan pisau lipat dari saku bajunya dan mendekatkan kewajah Ryeowook.

"Ahk jangan nanti wajahku yang manis ini hilang jika kau menyayatnya dengan pisau." narsis Ryeowook, padahal ia sedang dalam keadaan bahaya.

Hyorin melepaskan cengkramannya kepada Ryeowook. "Ingat itu namja jelek. Jauhi Jongwoon atau aku akan membunuhmu." ancam Hyorin lagi sebelum pergi meninggalkan Ryeowook.

"Hah. .dasar nenek peyot!" dumel Ryeowook.

Ryeowook bernafas lega setelah Hyorin pergi dari hadapannya. "Apa hebatnya Jongwoon? Kenapa begitu banyak fans-nya?" gumam Ryeowook. "Sampai nenek peyot itu juga menginginkannya. Hufftt" Ryeowook menghela nafasnya, ia heran mengapa orang segalak Jongwoon bisa begitu banyak yang menyukainya.

Tbc^.^

Bersambung lagi yaa...hehehehe. Maaf kalau masih banyak typo. Silahkan komentarnya, terima kasih~~. Sampaai jumpa di chapter selanjutnya...bye~~~