MY HERO [chap 9 – Mulai terpesona ]

By : Kimyhoney

Rated : T

Cast : Jongwoon, Ryeowook, Kyuhyun, Sungmin, Siwon, Heechul, dll.

Genre : Romance, Humor, Family.

Warning : Typo bertebaran, Gaje dan sebagianya.

Summary : Ryeowook begitu sebal karena dibohangi oleh Kyuhyun. Sebuah kejadian mulai mengubah pandangan Ryeowook terhadap Jongwoon.

"Wo-Wokie!" gagap Kyuhyun begitu melihat Ryeowook sudah ada didepannya.

"K-Kyu-hyun." desis Ryeowook, matanya menatap dua orang yang berada didepannya.

"Wookie ada apa?" tanya Sungmin setelah berhasil mengejar Ryeowook dan melihat Ryeowook hanya diam saja.

"Kyuhyun!" pekik Sungmin. Kini Sungmin tahu mengapa Ryeowook hanya diam tidak menyahut panggilannya.

"Kau pembohong! Aku membencimu Kyu!" teriak Ryeowook sambil berlari meninggalkan mereka.

"Aish, Wookie tunggu! Kyu, setelah ini kau harus menjelaskan semuanya kepadaku!" kata Sungmin sebelum berbalik untuk mengejar Ryeowook. "Wookie!" teriak Sungmin lagi.

Grepp

Sungmin menarik Ryeowook ke dalam pelukannya setelah berhasil mengejar namja mungil yang sudah dianggapnya sebagai dongsaeng-nya itu.

"Ming hyung~~Huweee~~~" Ryeowook menangis keras dipelukan Sungmin, tidak peduli bahwa mereka berdua berada di pinggir jalan.

"Wookie, uljima ne. tenanglah! Lebih baik kita pulang dulu, arraso!" perintah Sungmin sambil membelai rambut Ryeowook pelan.

"Ne hyung, hyung aku menginap di rumahmu ya? Aku tidak mau bertemu Kyuhyun dulu." pinta Ryeowook supaya Sungmin mengijinkan menginap di rumahnya.

"Baiklah. Kajja kita pulang! Bikin malu saja menangis di pinggir jalan seperti ini."

Sungmin merangkul Ryeowook dan mengajaknya pulang, sebetulnya dia juga merasa sebal pada Kyuhyun yang seenaknya mengingkari janjinya dan malah berkencan dengan seorang gadis.

Sesampainya di rumah Sungmin, Ryeowook kembali menangis "Huweee~~ Ming hyung aku benci Kyuhyun~~"

"Hyung tahu itu, menangislah sampai kamu puas. Hyung mau telpon Bibi Shin dulu memberitahu kalau kau menginap disini." Sungmin beranjak dan mengambil telpon genggam yang ditaruh di meja belajarnya.

"Hallo Bibi, ini Sungmin." Sapa Sungmin pada orang yang mengangkat telponnya.

"Eh, Kyu? Malam ini Wookie menginap dirumahku, dia belum mau bertemu denganmu dulu. Bye." Sungmin menutup telponnya setelah berbicara pada penerima telpon yang ternyata Kyuhyun.

"Hyung~ kepalaku pusing~~" keluh Ryeowook setelah lama menangis.

"Berhentilah menangis dan mandilah! Setelah itu kita makan malam!" Sungmin menyodorkan handuk beserta piyama pink untuk Ryeowook.

"Ne hyung, gomawo." Ryeowook memandang sekilas piyama yang disodorkan Sungmin kepadanya. "Hyung adakah yang warnanya ungu?" tanya Ryeowook.

Sungmin melotot lucu mendengar pertanyaan Ryeowook. "Kau tahukan hyung suka warna apa?"

Ryeowook hanya menganggukkan kepalanya pelan kemudian berjalan menuju kamar mandi. Mungkin dengan mandi akan membuat badan dan pikirannya lebih segar.

"Sudah tidak usah dipikirkan lagi. Besok aku dan Eunhyuk ada kunjungan ke sekolahnya Kyuhyun. Hyung ada pertemuan klub disana." ujar Sungmin. Saat ini Sungmin dan Ryeowook tengah merebahkan tubuhnya di kasur milik Sungmin.

"Hyung juga ingin tahu siapa yeoja itu menghalang cintaku saja!" decih Sungmin.

Ryeowook hanya diam tanpa menanggapi perkataan Sungmin. Matanya terus mengerjap menatap langit-langit kamar Sungmin. "Ahh~" Ryeowook menghela nafasnya. "Hyung gomawo atas semuanya." Ryeowook memiringkan tubuhnya menghadap Sungmin yang berbaring disebelahnya dan memeluk namja bergigi kelinci itu.

Sungmin hanya membiarkan Ryeowook memeluk tubuhnya sampai namja mungil itu tertidur. Sungmin bangun dan membenarkan posisi tidur Ryeowook agar tidak sakit nantinya kemudian menyusul Ryeowook ke alam mimpi.

"Ming hyung~ kepalaku sakit~" adu Ryeowook ketika jam istirahat tiba.

"Benarkah?" Sungmin memegang kening Ryeowook. "Untunglah tidak panas, hyung ambilkan obat diruang kesehatan dulu."

"Ga usah hyung, tidak apa-apa sebentar lagi pasti juga sembuh." yolak Ryeowook, mana mau ia minum obat yang rasanya sangat pahit itu.

"Ya sudah, nanti kalau tambah sakit bilang hyung ne. hyung antar pulang nanti." Sungmin mengelus lembut surai madu Ryeowook.

"Gomawo hyung." Jawabnya lirih. Ryeowook meletakkan kepalanya dimeja, membayangkan dirinya akan menjadi milik Jongwoon karena 'ke-tidakdatang-an' Kyuhyun kemarin otomatis membuat dirinya sepenuhnya milik Jongwoon.

'Memang takdirku bertunangan dengan Jongwoon' batin Ryeowook. 'Daddy aku merindukanmu~~'

Ryeowook berjalan gontai ke arah pintu gerbang sekolah. Ia berniat kabur dari tugas membersihkan klub Kendo. Namun. . .

"Manis~~ mau kemana?" sapa seseorang namja dengan suara yang begitu khas ditelinga Ryeowook.

Chuup

Namja tersebut memberikan ciuman di kening Ryeowook seperti biasanya

"Kyaaa~~ Heechul hyung." teriak Ryeowook karena terkejut. "Kau membuatku kaget."

"Makanya kalau jalan jangan sambil melamun, kau mau kemana?Klub Kendo ada disebelah sana." Heechul menarik tangan kurus Ryeowook untuk mengajaknya ke klub Kendo.

'Gagal mau kabur' gumam Ryeowook.

"Kau mau kabur ya manis?" tanya Heechul tepat sasaran.

Ryeowook mendengus "Bukan urusan hyung." jawabnya galak.

"MWO! Galak sekali, kau lagi PMS ya manis?" tanya Heechul dan membuat Ryeowook semakin sebal dengan Heechul.

"Nah, tolong bersihkan klub ini ya manis, mianhae hyung tidak bisa menemani karena ada acara. Bye manis~~" pamit Heechul sebelum memberikan kecupan manis untuk Ryeowook.

Chup

"HEECHUL HYUNG!" teriak Ryeowook menggelegar di ruang klub Kendo yang hanya dihuni oleh dirinya.

Ryeowook mendudukkan dirinya dikursi yang berada di sudut ruangan klub Kendo. Rasanya malas sekali untuk mulai membersihkan ruangan karena masih bersih menurutnya. Bukankah Ryeowook juga yang membersihkannya setiap hari sejak menjadi tunangan Jongwoon?

Ryeowook melirik pada tumpukan baju yang diletakkan dikursi yang berada disamping tempat duduknya. Ryeowoom mulai melipat tumpukan baju itu satu per satu. Ryeowook mengamati sekilas baju terakhir yang hendak ia lipat, ada tulisan Jongwoon disisi dalam baju tersebut.

'Huh punya Jongwoon.' Ryeowook membanting baju Jongwoon di lantai dan menginjak-injaknya.

"HAH DASAR NAMJA PRIMITIF, MENYEBALKAN, KASAR, TIDAK TAHU SOPAN SANTUN." teriak Ryeowook meluapkan kekesalannya.

"CHOI RYEOWOOK! APA YANG KAMU LAKUKAN HAH!"

Ryeowook menghentikan kegiatannya menginjak-injak baju milik Jongwoon begitu mendengar teriakan Jongwoon. Ryeowook membalikkan tubuhnya sambil memasang jurus 'puppy eyes' andalannya.

"Hehehe tidak sengaja menginjaknya hyung" ujar Ryeowook tanpa dosa sambil memungut baju Jongwoon. "Hehehe mianhae." cengirnya.

"Dasar kau ini huh!" geram Jongwoon "Itu baju untuk pertandingan besok lusa. Kau harus mencucinya kembali sampai bercahaya!" marah Jongwoon dengan tatapan tajamnya.

Nyali Ryeowook langsung menciut seketika jika Jongwoon sudah marah dan menatapnya seperti itu. Buru –buru ia keluar dari ruangan untuk mencuci baju milik Jongwoon yang telah ia injak-injak tadi.

"Baiklah aku akan mencucinya." ujar Ryeowook sambil berlari meninggalkan Jongwoon.

Jongwoon mengawasi Ryeowook yang sedang mencuci bajunya dari depan pintu klub Kendo. Jarak antara klub Kendo dan tempat mencuci yang agak jauh membuatnya leluasa memandangi Ryeowook.

"Wokieee!" pekik Jongwoon kemudian berlari secepat kilat kearah Ryeowook setelah melihat namja mungil itu ambruk begitu saja.

"Ya Wookie! Kau kenapa eoh?" panic Jongwoon saat mengetahui kondisi Ryeowook yang tidak sadarkan diri.

Jongwoon mengangkat tubuh mungil Ryeowook dan membaringkannya di bangku panjang yang berada dibawah pohon yang tidak jauh dari tempat Ryeowook mencuci baju.

Jongwoon membasahi saputangannya dengan air dan meletakkannya di dahi Ryeowook. Ia begitu khawatir dengan kondisi Ryeowook saat ini. Jongwoon mengangkat sedikit kepala Ryeowook dengan hati-hati dan meletakkannya kembali diatas pahanya.

Ryeowook mengerjapkan matanya, rasa nyaman dan sejuk menerpanya ingin berlama-lama dalam keadaan seperti ini. Ryeowook membulatkan matanya lucu ketika menyadari posisinya saat ini. Ia tidur dengan paha Jongwoon sebagai bantalnya, jangan lupakan tatapan penuh kekahawatiran Jongwoon saat ini.

Jongwoon masih mengusap lembut kepala Ryeowook, kepalanya menunduk memperhatikan Ryeowook yang telah sadar dari pingsannya. "Kau kenapa sampai pingsan tadi? Apa kau sakit?" tanyanya lembut.

Ryeowook tidak menjawab pertanyaan Jongwoon, ia masih terlena dengan dengan perlakuan Jongwoon yang berubah 360 derajat itu. Biasanya Jongwoon akan selalu berteriak kepadanya.

"Wookie! Apakah ada yang sakit? Kenapa diam saja?" tanya Jongwoon lagi, membuyarkan lamunan Ryeowook.

"A-aniya h-hyung, aku tidak apa-apa. Hanya tadi tiba-tiba sakit kepala dan . ." Ryeowook tidak melanjutkan ucapannya, matanya kembali sibuk mengamati Jongwoon, namja yang begitu tidak ia sukai.

'Ternyata dia begitu tampan~' inner Ryeowook sambil tersenyum. 'Ternyata dia baik juga.' innernya lagi.

Tbc^.^

Haloo~~ lama ya nunggu chap sembilan update? Ternyata remake FF dari komik susah juga, apalagi ketika konflik mulai ada. Maka dari itu aku minta maaf jika masih banyak typo disini. Jangan lupa meninggalkan komentar setelah membacanya. Terima kasih. Bye~~