MY HERO [chap 12 – Penculikan ]

By : Kimyhoney

Rated : T

Cast : Jongwoon, Ryeowook, Kyuhyun, Sungmin, Siwon, Heechul, dll.

Genre : Romance, Humor, Family.

Warning : Typo bertebaran, Gaje dan sebagianya.

Summary : Ryeowook di culik untuk memancing kemunculan Jongwoon, ada apa dibalik penculikan itu?

"Wahh cerah sekali hari ini." Senyum Ryeowook merekah ketika membuka tirai jendela kamarnya setelah ia bangun dari tidurnya.

Ryeowook mendekati cermin besar yang terletak dipojok kamarnya. 'Ah syukurlah lebamnya sudah tidak begitu jelas.' gumamnya. Kemudian mengambil handuk dan pergi mandi.

"Bibi perhatikan Wookie jadi rajin saat tidak ada tuan besar." komentar Bibi Shin ketika sudah melihat Ryeowook duduk manis di meja makan padahal belum dibangunkan.

"Iya Bibi, aku hanya tidak ingin menyusahkan bibi saja." ujar Ryeowook seraya memasukkan potongan pancake ke dalam mulutnya. "Bibi! Kyuhyun mana? Apa belum bangun?" tanya Ryeowook menayakan keberadaan sepupunya. Tidak biasanya Kyuhyun telat sarapan.

"Dia sudah berangkat pagi-pagi sekali, katanya mau sarapan di rumah Sungmin." jelas Bibi Shin.

"M-MWO! Uhuk. . uhuk . . "

Ryeowook tersedak makananya setelah mendengar jawaban dari Bibi Shin tentang keberadaan sepupunya itu. 'Sejak kapan mereka menjadi sangat dekat?' inner Ryeowook.

"Jangan makan sambil bicara Wookie." Bibi Shin mengingatkan setelah menyodorkan segelas air putih pada Ryeowook.

"Gomawo Bibi, Wookie berangkat sekolah dulu ne." pamit Ryeowook pada pengasuhnya.

"Hati-hati dijalan." pesan Bibi Shin, namun Ryeowook sudah keburu menghilang.

Ryeowook berangkat ke sekolah sendirian karena Sungmin berangkat bersama Kyuhyun. Perbedaan sekolah antara Sungmin dan Kyuhyun kelihatannya tidak menjadikan masalah untuk bisa berangkat sekolah bersama.

Ryeowook bersenandung dengan riangnya, entah kenapa hari ini merasa sangat bahagia. Apa karena permintaan maaf Jongwoon kemari yang membuatnya sebahagia ini? Entahlah.

"Hei Choi Ryeowook!" panggil seorang namja dari arah belakang Ryeowook.

Ryeowook menoleh kebelakang mencari sumber suara yang memanggilnya tadi. "Kau memanggilku?' tanya Ryeowook pada namja yang berseragam sama dengan Kyuhyun.

"Iya! Apa kau tunangannya Jongwoon?" tanya namja itu lagi dan hanya di balas anggukan oleh Ryeowook.

"Kalau begitu kau harus ikut kami!" namja itu bersama kelompoknya menarik paksa Ryeowook setelah membungkam mulut Ryeowook terlebih dahulu supaya tidak berteriak.

"Jong, sudah siap untuk pertandingan nanti sore?" sapa Heechul saat bertemu Jongwoon disekolah pagi ini.

Jongwoon membuka lokernya, kemudian memasukkan beberapa buku pelajaran yang dibawanya kedalam loker. "Sudah hyung, aku mau latihan dulu sebelum pelajaran dimulai."

"Oke, kalau begitu hyung ke kelas dulu. Berlatihlah yang benar! Bye." ucap Heechul seraya meninggalkan Jongwoon yang masih berada didepan lokernya

Jongwoon hendak menutup lokernya, namun tanpa sengaja tangan kanannya menjatuhkan sepucuk surat dari dalam lokernya.

"Surat apa ini?" tanyanya penasaran.

Jongwoon membuka surat tersebut, matanya menatap tajam pada deretan huruf yang tercetak didalamnya.

"Pacarmu sudah aku culik! Aku tunggu di hutan belakang sekolah kami!" (ketua geng SMU SJM)

"HAH! Apa –apan mereka! Berani menculik Ryeowook." tangan Jongwoon mengepal meremas surat yang baru saja dibacanya. Matanya memancarkan kemarahan yang sangat dalam.

Tanpa pikir panjang Jongwoon bergegas menuju tempat dimana mereka menyekap Ryeowook. "Akan ku hajar mereka jika sampai menyakiti Ryeowook!" gumamnya.

Sementara di hutan belakang SMU SJM, Ryeowook hanya bisa memandangi mereka satu per satu tanpa bisa bergerak dan berteriak karena mereka mengikat tangan dan kaki Ryeowook serta membungkam mulutnya dengan lakban.

"Bagaimana jika Jongwoon tidak datang?" tanya salah satu dari mereka kepada temannya.

"Kalau dia tidak datang, kita punya sandra yang bisa kita gunakan sebagai pelampiasan." ujarnya sambil memandang Ryeowook. "Bukankah dia cukup manis?"

Ryeowook membulatkan matanya mendengar ucapan mereka, jika Jongwoon tidak menyelamatkannya berarti mereka akan menjamah tubuhnya. Airmata kini mulai menggenang dipelupuk mata Ryeowook, ia sangat takut jika mereka benar- benar menyentuhnya.

Ryeowook mulai menggerak-gerakkan tubuhnya, berusah melepaskan ikatannya. Namun sebelum berhasil melepaskan ikatan tersebut salah satu dari mereka mengetahuinya lalu mendekati Ryeowook.

"Hei kalian! Lihatlah! Dia berusaha melepaskan ikatannya." beberapa namja mulai mendekati Ryeowook . "Pintar juga Jongwoon mencari pacar, pacarnya sangat manis sekali. Aku ingin mencicipinya." komentar dari salah satu namja yang mengelilingi Ryeowook.

Ryeowook memejamkan mata berdoa semoga ada yang datang menolongnya sebelum namja-namja yang berada disekelilingyan menyentuhnya. 'Daddy~~, Jongwoon hyung~, Ming hyung~, Heechul hyung~, Kyu~ siapapun tolong aku~~' innernya.

"LEPASKAN RYEOWOOK!" teriakan namja yang sangat dikenal Ryeowook datang mengganggu kegiatan namja-namja yang hendak menyentuh Ryeowook. Ryeowook bernafas lega, doanya begitu cepat dikabulkan. Jongwoon datang menolongnya.

"Apa yang kalian lakukan pada tunanganku hah? Mana ketua kalian?" Jongwoon bersiap mengayunkan pedang kayunya untuk menghajar pengganggu Ryeowook.

"Tunggu! Letakkan pedangmu atau tunanganmu akan terluka!" seorang namja diantara mereka mencengkram tubuh Ryeowook seperti hendak mencekiknya.

Klotak

Jongwoon menjatuhkan pedang kayunya begitu saja. "Baiklah, tapi lepaskanlah ikatan Ryeowook." pinta Jongwoon. "Aku tidak akan melawan kalian." sambung Jongwoon.

Untunglah mereka mau melapaskan ikatan dan lakban yang menempel pada mulut Ryeowook akan tetapi mereka masih mencengkram erat Ryeowook supaya tidak melarikan diri.

"Apa yang sebenarnya kalian inginkan?" tanya Jongwoon sinis.

"Kami hanya ingin menghajarmu supaya kau tidak tampil dalam pertandingan nanti sore." jawab salah seorang diantara mereka.

"Cih! Apa hanya cara ini yang terpikir oleh kalian? Dasar manusia tidak berguna!" oceh Jongwoon.

"Jangan banyak bicara! Hyattt."

Duagh

Bhugt

Bhugt

Dan benar Jongwoon tidak melawan ketika dipukuli oleh mereka, Jongwoon hanya ingin menjaga Ryeowook supaya tidak terluka.

"Jongwoon hyung!" teriak Ryeowook sambil menangis melihat Jongwoon dipukuli oleh gerombolan genk SMU SJM.

Ryeowook menggigit tangan namja yang mencengramnya dan berhasil kabur dari namja tersebut. Ryeowook berlari mendekati Jongwoon untuk membantunya. "Jongwoon hyung~" panggil Ryeowook lagi saat mendapati Jongwoon terkapar menahan sakit. Jelas saja Jongwoon sama sekali tidak melawan mereka, Jongwoon tidak mau mereka menyakiti Ryeowook kalau dirinya melawan kelompok itu.

"Wookie lari! Selamatkan dirimu!" perintah Jongwoon sambil menahan sakit.

"Ta-tapi hyung . ." bantah Ryeowook karena ia ingin menolong Jongwoon.

"Cepat! Jangan membantah!"

"Ba-baiklah hyung." Secepatnya Ryeowook berlari meninggalkan tempat itu, berusaha menghindar dari kejaran dari salah satu anggota kelompok tersebut. Berhasil, Ryeowook berlari menuju sekolahnya mencari Heechul dan Sungmin untuk membantu Jongwoon.

"Heechul hyung! Ming hyung!" teriak Ryeowook begitu melihat keduanya berada di depan pintu gerbang sekolah mereka.

"Wookie! Kau darimana saja kami mencarimu!" Sungmin langsung berlari menyongsong Ryeowook yang sedang terengah-engah setelah berlari.

"He-Heechul hyung . .me-mereka menyekap Jongwoon hyung." Ryeowook masih menetralkan nafasnya. "A-aku tadi diculik oleh anak buah genk SMU SJM, la-lalu Jo-Jongwoon hyung menolongku." jelas Ryeowook.

"Dimana mereka menyekap Jongwoon manis?' tanya Heechul khawatir.

"Me-mereka menyekap kami di hutan belakang SMU SJM." jawab Ryeowook.

"Baiklah aku akan menyelamatkannya." ucap Heechul sambil mengeluarkan handpone dari sakunya. "Hae-ah, tolong kumpulkan yang lain! Joangwoon dalam bahaya, aku tunggu didiepan pintu gerbang sekolah sekarang!" Heechul menutup telponnya bahkan sebelum terdengar jawaban dari Donghae.

"Manis, kau tunggulah disekolah."

"Ta-tapi hyung, aku ingin ikut, Jongwoon hyung telah menyelamatkanku tadi~ hiks." tangis Ryeowook akhirnya pecah.

"Ah baiklah kalian boleh ikut." ucap Heechul kemudian.

"Hyung kenapa sih mereka tidak suka Jongwoon? Apa karena sikapnya itu?" tanya Sungmin penasaran.

"Bukan, mereka hanya tidak ingin Jongwoon menang dipertandingan nanti sore mungkin, sehingga mereka menyekap Jongwoon." terang Heechul. "Tunggulah disini hyung ambil mobil dahulu."

"Mo-mobil?" teriak Ryeowook dan Sungmin bersamaan. "Anak SMU mana boleh bawa mobil." Lanjut Sungmin.

"Betul, terus mobilnya ditaruh dimana?" tanya Ryeowook bingung.

"Entahlah, kita tunggu disini saja, jangan sampai terlihat oleh penjaga sekolah." Sungmin menarik tubuh Ryeowook agar sedikit merapat ketubuhnya supaya tidak ketahuan oleh penjaga sekolah mereka karena membolos.

"Ayo cepat naik!" perintah Heechul dari dalam mobil setelah membuka pintu mobilnya.

"Kyaaa hyung! Kau benar-benar membawa mobil. Wah kerena sekali." heboh Ryeowook dan Sungmin melihat mobil Heechul. [Kalian bayangkan saja mobil Jeep-nya Siwon yang bernama Mika].

Ryeowook dan Sungmin bergegas naik ke mobil Heechul, "Ayo hyung kita ke hutan belakang SMU SJM." perintah Ryeowook pada Heechul.

Heechul mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh, sehingga tidak sampai 5 menit mereka sudah sampai ke tempat tujuan mereka.

"Heechul hyung! Meraka tidak ada! Kemana mereka membawa Jongwoon hyung?" panik Ryeowook kebingungan mencari keberadaan Jongwoon.

Tbc ^.^

Hallo~~~, update cepetkan? Libur dua hari karena erupsi Kelud jadi bisa ngetik 2 chap sekaligus. Komentarnya ya,,aku tunggu... Mian jika masih banyak typo^.^
Terimakasihh~~~~~~~~