MY HERO [chap 15 – Alasan Pertunangan ]

By : Kimyhoney

Rated : T

Cast : Jongwoon, Ryeowook, Kyuhyun, Sungmin, Siwon, Heechul, dll.

Genre : Romance, Humor, Family.

Warning : Typo bertebaran, Gaje dan sebagianya.

Summary : Heechul menceritakan tentang keluarga Jongwoon pada Ryeowook. Ryeowook menyambut kepulangan Siwon dengan dingin. Ada apakah?

Ryeowook berlari meninggalkan klub Kendo, berhenti di bawah pohon besar untuk mengatur nafasnya serta menghapus liquid yang turun dari matanya.

'Kenapa sekarang dibentak begitu saja terasa sakit?' batin Ryeowook. 'Apa karena aku sudah mulai menyukainya? Daddy~~ cepat pulang'

Grebb

Heechul memeluk Ryeowook setelah berhasil mengejar dan menemukan Ryeowook duduk dibawah pohon sambil terisak.

"Sudah jangan menangis lagi." pinta Heechul seraya mengusap punggung Ryeowook.

"Hyung~, Jongwoon hyung jahat padaku, ia membentakku. Huuu." adu Ryeowook manja.

"Jongwoon tidak bermaksud membentakmu tadi, percayalah pada hyung." Heechul menenangkan Ryeowook supaya tidak menangis lagi.

"Hyung~ kenapa Jongwoon hyung mau berhenti sekolah? Heechul hyung pasti tahu sebabnya?" tanya Ryeowook penasaran, Heechul pasti mengetahui semua tentang Jongwoon bukankah selama ini mereka berdua sangat dekat.

"EH?" kaget Heechul. "Hyung tidak tahu manis, sungguh." Heechul mencoba berbohong pada Ryeowook.

"Bohong! Hyung pasti tahu sesuatu, dan tidak mau memberitahukannya kepadaku. Ayolah hyung~" Ryeowook tetap mendesak Heechul supaya mengatakan alasan Jongwoon keluar dari sekolah.

"Aku. ."

Belum sempat Heechul menjelaskan semua pada Ryeowook, Hyorin muncul diantara mereka berdua.

"Kalau oppa tidak mau cerita biar aku saja yang cerita pada namja tengil ini." kata Hyorin sambil menunjuk muka Ryeowook setelah mengatakan jika Ryeowook 'namja tengil'

"Dasar nenek peyot, beraninya bilang aku tengil." gerutu Ryeowook.

"Ya! Apa kau bilang?" marah Hyorin. "Asal kau tahu saja, Jongwoon menerima kau sebagai tunanganmu karena berhutang budi pada ayahmu!"

"Mwo? hutang budi?" tanya Ryeowook penasaran.

"Hyorin! Jaga ucapanmu!" bentak Heechul.

"Oppa jangan ikut campur, karena Jongwoon tidak menyukaimu maka ia berniat membatalkan pertunangannya denganmu, dan menolak semua bantuan ayahmu, termasuk biaya sekolahnya." jelas Hyorin yang membuat Ryeowook semakin tidak percaya dengan semua ini. Matanya kembali memanas, airmatanya berlahan kembali menetes dari matanya.

"Hyorin hentikan, kau membuatnya menangis!" kembali Heechul membentak Hyorin. "Pergi sana kau tidak dibutuhkan disini, atau perlu kuseret supaya pergi eoh."

"Baiklah oppa aku akan pergi, Byee.." ucap Hyorin dengan sinisnya kemudian berlalu meninggalkan dua namja tersebut.

"Hyung~ apa benar yang dikatakan Hyorin? Hiks." Ryeowook mengusap airmatanya supaya tidak kembali turun. "Apa benar pertunangan ini karena hutang budi?"

Heechul hanya diam tidak menjawab pertanyaan Ryeowook. "Ikutlah hyung sebentar." Heechul menarik tangan Ryeowook hendak mengajaknya ke suatu tempat.

"Kita mau kemana hyung?" tanya Ryeowook.

"Diam dan menurutlah pada hyung jika kau ingin tahu jawaban yang sebenarnya."

Ryeowook mengangguk pasrah menuruti Heechul, ketika didalam mobilpun Ryeowook hanya diam tidak berani bertanya lagi pada Heechul.

Heechul memarkirkan mobilnya di kawasan Seoul Hospital, membuat Ryeowook bingung. "Hyung kenapa kita ke Rumah Sakit? Siapa yang sakit hyung?" tanya Ryeowook pelan, takut Heechul marah karena ia banyak bertanya.

Heechul keluar dari mobil tanpa menjawab pertanyaan Ryeowook. Ryeowook mengikuti apa yang dilakukan Heechul dengan sedikit menggerutu karena Heechul tidak mau menjawab pertanyaannya.

"Kajja kita masuk kedalam, akan hyung jelaskan nanti begitu sampai didalam." Heechul menarik tangan kurus Ryeowook agar mengikutinya.

"Hyung pelan-pelan~." rengeknya.

Dug

Ryeowook menabrak punggung Heechul saat namja itu berhenti mendadak didepan Ryeowook.

"Aww, hyung kenapa berhenti tiba-tiba?" keluhnya sambil memegangi jidatnya yang membentur punggung Heechul.

"Diam dan lihatlah disana!" Heechul menunjuk arah taman Rumah Sakit yang ditumbuhi oleh pepohonan yang rindang, di salah satu bangku itu ada seorang yeoja sebaruh baya yang dikelilingi oleh anak-anak. Di depan yeoja tersebut berdiri namja yang tidak asing lagi dimata Ryeowook yaitu Kim Jongwoon.

"Heechul hyung apa yang dilakukan Jongwoon hyung disini?"

"Yeoja yang dikelilingi anak-anak itu bernama Kim Jungsoo, ibu dari Jongwoon, sejak ayah Jongwoon meninggal dua tahun lalu, ibunya sering jatuh sakit bahkan harus dirawat di Rumah Sakit." Heechul mulai cerita tentang keluarga Jongwoon.

"Karena ayahmu sahabat dari ayah Jongwoon, maka ayahmu merasa bertanggung jawab dengan keluarganya, maka dari itu dia meminta Jongwoon untuk menjagamu sebagai tunangannya." Heechul kembali menjelaskan asal mula pertunangan Ryeowook dan Jongwoon terjadi.

"Jadi seperti itu ceritanya hyung? Dasar Daddy kenapa selalu membuat kejutan untukku! Awas jika Daddy pulang nanti."dumel Ryeowook.

"Dasar !" Heechul mengajak rambut jamur Ryeowook hingga berantakan.

"Kenapa orang suka sekali mengacak rambutku!" Ryeowook mengerucutkan bibirnya karena sebal.

"Karena kau begitu menggemaskan manis, apalagi dengan rambut jamurmu itu." jawab Heechul santai.

"Heechul hyung gomawo ne telah membawaku kemari, aku jadi tahu jika Jongwoon hyung namja yang penyayang, lihat saja bagaimana dia memperlakukan umma-nya." ujar Ryeowook ketika melihat Jongwoon bersama ibunya.

"Ne, Jongwoon sebenarnya orang yang hangat, hanya saja ia tidak banyak mempunyai teman, jadi ia agak kesulitan dalam bergaul." sahut Heechul sambil melirik Ryeowook yang berada disampingnya. "Kau kenapa? Terpesona dengan Jongwoon eoh?" goda Heechul.

"Aku hanya tidak menyangka Jongwoon hyung mempunyai umma yang begitu lembut, sungguh beruntung tidak sepertiku. Mommy meninggal ketika aku masih kecil. " raut wajah Ryeowook mendadak sedih karena teringat Mommy-nya.

Grepp

Heechul menarik Ryeowook dalam pelukannya. "Mianhe, hyung tidak bermaksud membuatmu sedih, lebih baik kita pergi dari sini sebelum Jongwoon mengetahui kalau kita mengintainya." ajak Heechul kemudian.

Setelah dari Rumah Sakit Heechul membawa Ryeowook ke kedai es krim dan mengantar Ryeowook pulang.

"Gomawo es krimnya hyung~~ besok ajak aku kesana lagi ya~~" kata Ryeowook begitu turun dari mobil Heechul.

"OK manis, kapan-kapan hyung ajak kamu kesana lagi, hyung pulang dulu ne." pamit Heechul.

"Ne hyung, hati-hati di jalan, bye bye Heechul hyung~~"

"Wookie~~ My baby~~ Daddy-mu yang ganteng sudah pulang~~ lihat apa yang Daddy bawa untukmu baby." teriak Siwon saat masuk kedalam rumah mewahnya setelah seminggu meninggalkan Ryeowook karena urusan bisnis.

"Oh selamat datang Tuan Choi." ucap Ryeowook dingin tanpa berpaling dari komik yang sedang dibacanya.

Brugg

Siwon menjatuhkan semua barang bawaannya, tidak menyangka akan mendapatkan sambutan yang dingin dari baby-nya. Biasanya Ryeowook akan menyambutnya dengan pelukan hangat dan ciuman di kedua pipinya, tapi sekarang?"

"Baby~~ kau kenapa? Apa marah pada Daddy?" tanya Siwon melas. Anak yang tidak ditemuinya selama seminggu mengacuhkannya membuat ia sangat sedih.

"Daddy! Kenapa untuk menolong Jongwoon Daddy memberinya syarat agar menjadi tunanganku?" kata Ryeowook to the point. "Memanfaatkan kelemahan orang, aku marah pada Daddy." dengus Ryeowook.

"Hahaha akhirnya ketahuan juga." kata Siwon sembari tertawa melihat ekpresi Ryeowook.

"Huh Daddy jahat!" Ryeowook tambah kesal mendengar tawa Daddynya.

"Jangan marah baby, dengarkan Daddy cerita yang sebenarnya dulu." rayu Siwon pada Ryeowook.

"Begini, Daddy tidak pernah menolong Jongwoon dengan syarat, itu atas permintaan Jongwoon sendiri. Dia tidak mau merepotkan orang lain maka dia menyetujui usulan Daddy untuk menjadi tunanganmu sekalian menjagamu ketika disekolah, bahkan jika Jongwoon menolak permintaan Daddy, Daddy tetap akan membantunya." Siwon menjelaskan kejadian yang sebenarnya pada Ryeowook.

Ryeowook tersenyum mendengarkan penjelasan Daddy-nya. "Jadi Jongwoon hyung bisa tetap sekolah meskipun pertunangan kita batal?" tanya Ryeowook lagi.

"Ne, tapi kenapa dengan pertunangan kalian? Apa terjadi masalah?" selidik Siwon.

"Iya ada sedikit masalah dengan hubungan kami Daddy, tapi aku akan mencoba memperbaikinya." ucap Ryeowook penuh semangat.

"Nah itu baru baby boy Daddy, apa baby tidak mau peluk Daddy eoh?"

"Kyaaa~~ Daddy~~ aku kangen sama Daddy~" Ryeowook mengambur kepelukan Siwon yang seminggu tidak dijumpainya.

"Ne, Daddy juga kangen denganmu sayang." Siwon memeluk Ryeowook dengan penuh kasih sayang, menyalurkan rasa rindunya pada anak semata wayangnya yang paling berharga baginya.

"Daddy ~ mana oleh-olehku?" Ryeowook melepaskan pelukannya pada Siwon, lalu berlari memunguti barang-barang yang dijatuhkan Siwon tadi.

"Hwaa . . Daddy ini oleh-oleh untukku semua?" tanya Ryeowook dengan mata berbinarnya.

"Tentu, kau senang?" tanya balik Siwon. "Jangan lupa berbagi dengan Kyuhyun dan Sungmin."

"Ne Daddy gomawo."

Chup

"Daddy memang paling baik sedunia. Aku sayang Daddy."

"Ming hyung~" panggil Ryeowook tepat digerbang depan rumah Sungmin.

Sungmin membelalakkan matanya kaget melihat Ryeowook telah menunggunya di gerbang dengan senyum imutnya. "Wookie-ah tumben kau menjemput hyung, kau tidak salah minum obatkan?" ledek Sungmin.

"Hyung berlebihan sekali, ini aku bawakan oleh-oleh dari Daddy." Ryeowook menyerahkan goodiebag pada Sungmin sambil mengerucutkan bibirnya.

"Hahaha, mianhe ne. Sampaikan terima kasihku pada Daddy-mu" ucap Sungmin. "Kajja kita berangkat sekarang."

Seperti biasa Ryeowook dan Sungmin berjalan beriringan menuju sekolah sambil bercerita dan bercanda sehingga tidak terasa mereka telah sampai tepat didepan gerbang sekolah mereka.

"Choi Ryeowook!" panggil Jongwoon dari arah belakang Ryeowook.

"Jo-Jongwoon hyung?" lirih Ryeowook mendengar siapa yang memanggilnya.

Ryeowook, Sungmin serta semua murid yang berada disekitar mereka dibuat tidak percaya dengan apa yang dilakukan Jongwoon didepan Ryeowook.

"Jo-Jongwoon hyung apa yang kau lakukan?" gumam Ryeowook sambil menutup mulutnya sebagai ekpresi terkejutnya atas perbuatan Jongwoon.

Tbc^.^

Haloo~ Chap 15 hadir semoga kalian suka. Maaf jika typo masih bertebaran. sampai jumpa di chap berikutnya. Gomawo , Bye~~