MY HERO [chap 18 – Dasar Bodoh ]

By : Kimyhoney

Rated : T

Cast : Jongwoon, Ryeowook, Kyuhyun, Sungmin, Siwon, Heechul, dll.

Genre : Romance, Humor, Family.

Warning : Typo bertebaran, Gaje dan sebagianya.

Summary : Ryeowook ingin menolong Jongwoon, akan tetapi Ryeowook malah dibuat menangis karenanya.

Ryeowook terlihat melamun saat berjalan dikoridor sekolah, ia baru saja dari perpustakaan mengembalikan buku. Teringat akan perkataan Daddy-nya semalam, lalu Sungmin juga mempunyai pendapat yang sama bahwa Jongwoon dan dirinya saling mencintai.

Dugh

Ryeowook hampir terjungkal karena kesenggol siswa lain yang berlarian dikoridor. Dan . . .

Hup

Sebuah lengan kekar dengan gesit menangkap tubuh Ryeowook sehingga tidak jadi terjatuh. Ryeowook mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang menolongnya.

Deg

Jantungnya berdetak cepat saat mengetahui namja dihadapannya adalah Jongwoon, namja yang ia cintai. "JO-joangwoon hy-hyung." Gagap Ryeowook. "Se-selamat pa-pagi." sapa Ryeowook kemudian tanpa menyadari bahwa hari telah menginjak siang.

Belum sempat Jongwoon mengatakan apapun kepada Ryeowook, Jongwoon sudah dipanggil oleh walikelasnya yang kebetulan ada didekat mereka berdiri.

"Jongwoon kemarilah!" panggil Guru Jang, walikelas Jongwoon.

Jongwoon meninggalkan tanpa sepatah katapun yang keluar dari mulutnya, berjalan mendekati Guru Jang yang memanggilnya. Sedangkan Ryeowook hanya memasang muka sedihnya karena merasa diacuhkan oleh Jongwoon.

"Heyoo!" teriak Sungmin seraya menepuk pundak Ryeowook.

"Hyung~ kau mengagetkanku!" seru Ryeowook.

"Habisnya kau terlihat melamun, apa karena dia?" Sungmin menunjuk Jongwoon yang berada tidak jauh dari jangkauan mereka.

"Iya." lirih Ryeowook.

"Kita bicarakan ini dikelas saja, kajja!" Sungmin menarik lengan Ryeowook, menyeretnya untuk kembali ke kelas mereka.

Sungmin dan Ryeowook melewati Jongwoon dan Guru Jang yang sedang serius berbicara. Sungmin dan Ryeowook tidak sengaja mendengar percakapan yang terjadi diantara mereka.

"Ini daftar lowongan yang kau minta Jong, bicarakanlah dengan anggota klubmu terlebih dahula." ujar Guru Jang.

"Ne Guru, terimakasih banyak atas informasinya." Jongwoon membungkkan badannya sebelum meninggalkan Guru Jang.

"Wookie, apa Jongwoon benar-benar dalam kesulitan sampai harus kerja part time?" bisik Sungmin.

"Aku tidak tahu hyung, coba nanti aku tanyakan pada Heechul hyung." jawab Ryeowook dengan suara yang pelan pula.

" Heechul Hyuuunggg!" teriak Ryeowook saat masuk ke klub Kendo. Mencari keberadaan Heechul hyung.

"Aku disini manis, ada apa? Mengapa berteriak? Kangen dengan hyung eoh?" tanya Heechul tanpa melihat siapa yang datang, dari suaranya yang melengking dia tahu siapa yang mencarinya.

Ryeowook tidak menggubris pertanyaan Heechul, Ryeowook mengempaskan tubuhnya sendiri di kursi yang berada di samping Heechul.

"Hyung aku mau tanya, kenapa Jongwoon hyung ingin mencari pekerjaan? Apa ia benar-benar mau berhenti sekolah?."

Heechul berhenti menghisap rokoknya sejenak , "Tanyanya satu per satu manis, kamu dapat informasi dari mana?" Heechul melanjutkan kegiatannya menghisap rokoknya.

Syuutt

Ryeowook merampas rokok yang sedang dihisap Heechul dan membantingnya kelantai, kemudian menginjaknya.

"Hyung jangan merokok! Tidak baik untuk kesehatan!" marah Ryeowook saat mendapati Heechul merokok.

"Hey . ." Heechul hendak protes atas kelakuan Ryeowook namun dipotong oleh Ryeowook.

"Maaf hyung, aku hanya tidak suka Heechul hyung merokok karena aku menyayangi hyung."

"Ok, hyung tidak akan merokok lagi." janji Heechul.

"Baguslah kalau begitu, hemm hyung apa benar Jongwoon hyung akan berhenti sekolah? Hyung belum menjawabnya tadi."

"Entahlah, hyung juga tidak tahu apa yang dipikirkan anak itu. Hyung sendiri juga bingung. Minumlah!" Heechul menyodorkan sekaleng minuman dingin pada Ryeowook agar meminumnya.

"Terimaksih hyung. Aku hanya tidak terima kalau Jongwoon hyung sampai keluar dari sekolah karena harus bekerja." ujar Ryeowook dengan ekpresi sedihnya.

"Bilang saja kalau kau tidak mau berpisah dari Jongwoon karena kau mencintainya bukan?" ucap Heechul tepat sasaran.

"Hyung~ jangan menggodaku." Ryeowook mencubit lengan Heechul karena menggodanya.

"Tapi betulkan apa yang hyung katakan?" goda Heechul lagi, sementara Ryeowook hanya menganngukkan kepalanya karena malu. "Sebaiknya kau siapkan minum buat Jongwoon dan anak buahnya, sebentar lagi mereka kembali dari latihan di lapangan." Perintah Heechul.

"Baiklah." Ryeowook menuruti perintah Heechul untuk menyiapkan minuman bagi anggota klub.

Pintu klub Kendo terbuka, menampakkan Jongwoon dan anak buahnya yang baru saja selesai latihan di lapangan. Suasana di dalam klub menjadi gaduh, saling berebut minuman yang telah disediakan Ryeowook.

Jongwoon hanya menggelengkan kepalanya melihat anggotanya berebut minuman, ia mimilih menjauh dari mereka dan duduk di dekat Ryeowook. Jongwoon menyambar minuman yang ada dimeja dan meneguknya.

"YA! Kenapa kau meminumnya hyung?" teriak Ryeowook.

Jongwoon menghentikan minumnya sebentar, melirik Ryeowook. "Hemm? Memangnya kenapa?" tanya Jongwoon dan kembali meneguk minumnya.

"Engg, tidak-tidak." Ryeowook bingung mau menjawab apa.

"Bilang saja itu ciuman tidak langsung karena Jongwoon meminum minumanmu manis. Kekekekeke." celetuk Heechul sambil tertawa.

"Apa? Hyung bilang apa tadi?" tanya Jongwoon.

"A-Aku ambil cucian dulu." alasan Ryeowook untuk menghindari dari mereka. Karena Ryeowook yakin mukanya pasti sudah merah gara-gara ucapan Heechul tadi.

"Dasar Heechul hyung." dumel Ryeowook seraya memunguti cucian yang telah kering.

'Ternyata aku benar-benar menyukai Jongwoon hyung.' Inner Ryeowook.

Tiba-tba Ryeowook teringat percakapan Guru Jang dengan Jongwoon tadi. Ryeowook mulai berpikir tentang cara untuk membantu Jongwoon, tentu saja tanpa sepengetahuan Jongwoon.

"Aha . ." pekik Ryeowook setelah mendapat ide yang cemerlang menurutnya.

'Aku akan meminta para anggota klub Kendo untuk membantu rencanaku ini.' Batin Ryeowook seraya menyunggingkan senyum manisnya.

Kebetulan hari ini Jongwoon dan Heechul pulang lebih dulu, mendahului anggota klub Kendo lainnya. Ryeowook tersenyum senang, rencananya bisa ia jalankan mulai saat ini.

"Engg . . teman-teman aku ingin bicara sebentar sebelum kalian pulang." pinta Ryeowook pada temen klub Kendo.

"Ada apa?" tanya Donghae penasaran.

"Begini, tadi aku tidak sengaja mendengar Jongwoon hyung berbicara dengan Guru Jang. Jongwoon hyung sedang membutuhkan pekerjaan, dan ia ingin keluar dari sekolah. Aku minta kalian supaya membantu Jongwoon untuk meringankan bebannya." jelas Ryeowook.

"Apa? Dia tidak boleh keluar dari sekolah, Wookie kau punya ide apa?" tanya Donghae.

"Hemm bagaimana kalau kita mencari kerja sambilan untuk membantu Jongwoon hyung?" tanya Ryeowook balik.

"Boleh juga, nanti aku akan tanya Hyukjae apakah toko rotinya membutuhkan karyawan parttime atau tidak? Bagaimana teman-teman setuju tidak?" teriak Donghae pada teman-temannya. Teman-temannya menganggukkan kepala tanda setuju.

"Ok deal, mulai besok kita cari pekerjaan untuk membantu Jongwoon hyung." Teriak Donghae lagi mengobarkan semangatnya untuk anggota klub yang lain.

"Ok hyung, besok aku tunggu kalian didepan gerbang sekolah ya." ucap Ryeowook riang, tidak menyangka teman-teman diklub Kendo begitu baik dan perhatian dengan Jongwoon. Ah senangnya~~

"Kemana kalian semua? Kenapa tidak ada yang datang untuk latihan!" teriakkan Jongwoon menggema di ruang klub Kendo saat mendapati ruangan tersebut kosong tanpa penghuni, bahkan namja 'mungil'nya pun juga tidak terlihat.

"Pasti ada yang mereka sembunyikan dari kita Jong." Heechul sudah mengetahui ada yang tidak beres di balik ketidak hadiran anggota klub Kendo untuk latihan. Apalagi dengan ikut menghilangnya Ryeowook saat jam latihan. "Ayo kita cari mereka Jong!" ajak Heechul.

"Aku penasaran kemana perginya mereka semua?" Jongwoon benar-benar bingung kali ini.

Akhirnya Jongwoon dan Heechul pergi meninggalkan klub untuk mencari keberadaan para anggotanya dan juga Ryeowook.

"Heechul hyung! Bukankah itu Donghae? Sedang apa dia?" seru Jongwoon saat melihat Donghae memasuki sebuah toko roti di pusat kota.

"Kita masuk saja untuk mencari tahu." usul Heechul. Heechul memarkir mobilnya tepat didepan toko roti, kemudian mereka berdua masuk untuk mencari keberadaan Donghae.

Betapa kagetnya Jongwoon dan Heechul ketika berada di dalam toko roti tersebut, mereka tidak hanya mendapati Donghae disana namun juga dua anggota klub Kendo serta Ryeowook yang tengah asyik melayani pembeli.

Jongwoon dan Heechul memilih keluar toko roti tersebut dan memilih menunggu mereka menyelesaikan pekerjaannya.

"Sudah selesai bekerjanya?" tanya Jongwoon dengan nada dinginnya pada Ryeowook, Donghae dan dua anggota klub Kendo lainnya.

"H-hyung!" kompak mereka.

"Apa kalian terkejut?" tanya Jongwoon lagi.

"Katakan apa alasan kalian mengambil kerja sambilan?" giliran Heechul yang bertanya, namun dengan nada yang lebih lembut.

"Karena kami ingin membantu Jongwoon hyung supaya tidak jadi keluar sekolah." jelas Donghae, akan tetapi penjelasan Donghae tidak berkenan dihati Jongwoon.

"Karena kami semua peduli pada Jongwoon hyung, oleh karena itu kami lakukan ini semua. Mengertilah." sambung Ryeowook.

"Kamu tidak perlu bicara, karena aku mengerti kalian jadi aku tidak ingin merepotkan kalian, apalagi sampai kerja sambilan seperti ini!" bentak Jongwoon. "Heechul hyung kenapa mereka semua bisa mengetahui semua masalahku ini? Atau jangan-jangan?" Jongwoon mengalihkan pandangannya dari Heechul kepada Ryeowook yang sudah menundukkan kepalanya.

"Choi Ryeowook! Dengarkan! Aku tidak suka kau mencampuri urusanku, apalagi karena rasa iba yang tidak berdasar!" tuduh Jongwoon kepada Ryeowook dengan amarahnya.

"H-hyung aku tidak bermaksud begitu, aku . . ." Ryeowook tidak sanggup untuk meneruskan kata-katanya. Lagi, orang yang ia cintai membentakknya dan itu membuatnya sakit dan menangis kembali.

Ryeowook membalikkan badan dan berlari secepat mungkin meninggalkan Jongwoon dan juga yang lain.

"Jongwoon!" panggil Heechul dengan penuh penekanan.

Buaght

Sebuah tinju dari Heechul mendarat di pipi kanan Jongwoon. "Apa yang kau katakan pada Ryeowook sungguh keterlaluan, Kasihan tanpa dasar? Apa hanya itu yang bisa kamu lihat hah?" baru kali ini Heechul meluapkan kemarahannya pada Jongwoon.

"Apa maksud hyung?" tanya Jongwoon sambil membersihkan sedikit darah yang keluar di sudut bibirnya.

"Kau memang tidak bermutu Jong. Bodoh, cobalah berpikir mengapa Ryeowook melakukan ini semua kepadamu." jawab Heechul seraya pergi meninggalkan Jongwoon untuk mencari Ryeowook.

Tbc ^.^

Halloo~ apa kabar, maaf begitu lama updatenya. Hehehehe. . . .
Masih banyak typo ffnya mohon dimaafkan. . .

Sampai ketemu di chap selanjutnya. . .

Gomawo. . . bye~~~