MY HERO [chap 19 – Oedipus Complek ]

By : Kimyhoney

Rated : T

Cast : Jongwoon, Ryeowook, Kyuhyun, Sungmin, Siwon, Heechul, dll.

Genre : Romance, Humor, Family.

Warning : Typo bertebaran, Gaje dan sebagianya.

Summary : Hubungan Jongwoon dan Ryeowook kembali membaik setelah Ryeowook menjenguk Eomma-nya Jongwon. Apa yang telah dilakukan Ryeowook?

Cuaca sore hari begitu mendung, langit seolah turut bersedih dengan menghadirkan awan hitam di atas kota Seoul. Turut menemani perjalanan Ryeowook menuju rumahnya. Ryeowook berjalan dengan sangat pelan, tidak peduli jika hujan turun membasahi bumi atau dirinya. Sesekali ia mengusap airmatanya yang masih turun melewati pipi chubbynya. Tidak peduli juga akan tatapan orang-orang yang melewatinya.

Dinn

Dinn

Suara klakson mobil mengagetkannya, Ryeowook menoleh sejenak ke sumber suara yang ternyata Heechul.

"Manis naiklah! Hyung antar sampai rumah." teriak Heechul dari dalam mobil sambil membuka pintu mobil disamping kursi penumpang supaya Ryeowook bisa masuk.

"Hyung . . ."lirih Ryeowook.

"Cepatlah masuk! Hyung tidak mau kau kehujanan nantinya." perintah Heechul.

Ryeowook melangkah pelan menuju mobil Heechul dan masuk kedalamnya. "Gomawo hyung." ucap Ryeowook.

"Sudahlah tidak perlu sungkan." Heechul menarik nafas sejenak, lalu memperhatikan Ryeowook yang duduk disampingnya.

"Hyung . . aku tidak mau datang ke klub lagi." kata Ryeowook pelan, kepalanya masih tetap menunduk, menyembunyikan airmatanya dari Heechul.

"Eh?" kaget Heechul.

"Apapun yang kulakukan selalu salah dimata Jongwoon hyung, mungkin aku memang bukan tipe orang yang disukai Jongwoon hyung." curhat Ryeowook pada Heechul. "Hyung . . apa Jongwoon hyung menyukai Hyorin?" tanya Ryeowook dengan menahan isakannya.

"Manis, dengarkan hyung! Tipe yang disukai Jongwoon itu orang yang seperti ibunya." Heechul mulai membocorkan sedikit rahasia Jongwoon yang ia ketahui.

"benarkah?" tanya Ryeowook.

"Jongwoon itu penderita Oedipus Complek yang parah." jelas Heechul lagi.

"O-oedipus Complek? Apa itu hyung?" tanya Ryeowook, matanya membulat lucu sambil memandang Heechul.

"Oedipus Complek itu menyukai pasangan yang menyerupai ibunya, dan di bandingkan dengan Hyorin kamu lebih mirip dengan ibunya. Jadi jangan terlalu bersedih ya." Heechul menjelaskan sekaligus menenangkan Ryeowook, dia juga lebih setuju jika Ryeowook yang menjadi pasangan Jongwoon daripada Hyorin.

"Begitu ya hyung? Semoga yang hyung katakan benar." harap Ryeowook.

"Nah sudah sampai. Segera mandi dan istirahatlah!"

Ryeowook turun dari mobil Heechul dan membungkuk untuk mengucapkan terima kasih karena telah diantar pulang.

"Gomawo hyung, sudah mengantarku pulang, yakin hyung tidak mau mampir dulu?" tawar Ryeowook.

"Anniya, hyung langsung pulang saja. Oh iya ada yang kelupaan." teriak Heechul kemudian. Heechul lalu mendekat ke arah Ryeowook dan . .

Chup

"Sampai besok." tawa Heechul setelah berhasil mencium pipi Ryeowook.

"Heechul hyung!" serunya menggema di depan gerbang rumahnya. Membuat orang yang ada didalam rumahnya keluar.

"Baby~ ada apa? Kenapa berteriak didepan rumah? Apa ada yang mengganggumu?" ujar Siwon. Siwon keluar rumah ketika mendengar teriakan anaknya dari luar rumah.

"Anniya Daddy, hanya sunbae yang suka mencium pipiku seenaknya." dumel Ryeowook sambil berlari kepelukan Daddy-nya dan memberikan ciuman pipi untuk Daddy tersayang-nya.

"Apa? Jongwoon Oedipus Complek? Lucu juga ya? Tidak menyangka." kaget Sungmin saat Ryeowook menceritakan tentang Jongwoon.

Seperti biasa ketika guru belum datang atau jam istirahat Ryeowook dan Sungmin selalu bertukaar cerita tentang apa yang mereka lakukan. Seperti saat ini, Ryeowook tengah berbagi cerita yang ia alami kemarin kepada Sungmin, sampai cerita tentang Jongwoon yang ternyata seorang Oedipus Complek.

"Wookie, hyung punya ide!" Sungmin menawarkan idenya kepada Ryeowook.

"Ide apa hyung? Idenya tidak aneh kan?" selidik Ryeowook, pasalnya Sungmin sekarang sering bergaul denga Kyuhyun, bisa jadi Sungmin tertular virus evil-nya Kyuhyun.

"Dengarkan dulu, begini kalau ingin menembak komandan tembak dulu kudanya." ujar Sungmin.

"Ko-komandan? Kuda? Apa maksud hyung? Aku tidak paham, kita bukan mau perangkan hyung?" Ryeowook menggaruk kepalanya, perkataan Sungmin barusan tidak dimengerti sama sekali.

"Dasar kamu, itu hanya perumpamaan Wookieee . ." ucap Sungmin gemas. "Begini kalau kau menginginkan Jongwoon, kau harus mendekati ibunya dulu. Begitu maksud hyung." jelas Sungmin sambil mencubit pipi chubby Ryeowook yang memang terlihat menggemaskan itu.

"Ooo? Ta-tapi bagaimana caranya hyung?"

Tukk

Sungmin memukulkan pulpen yang ia pegang ke kepala Ryeowook. "Jenguk ibunya, berikan bunga yang banyak. Ck kau memang cocok dengan Jongwoon, sama-sama babo." ejek Sungmin.

"Ya hyung! Aku tidak babo!" Ryeowook membela diri, tidak mau dikatakan babo oleh Sungmin. Mulutnya sudah mengerucut maju kedepan. "Hyung, bagaimana kalau Jongwoon hyung marah lagi dan membenciku?" tanya Ryeowook takut.

"Dia tidak akan berani, kalau dia memarahi dan membencimu, aku, Kyuhyun, dan Heechul hyung akan menghajarnya ramai-ramai." jawab Sungmin.

"Baiklah akan aku coba."

"Nah begitu dong, itu baru dongsaeng hyung . Semangat!" sungmin mengepalkan tangannya ke atas memberi semangat kepada Ryeowook.

"Semangat!" teriak Ryeowook mengikuti Sungmin.

Hari ini sekolah pulang cepat, Ryeowook tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia langsung berpamitan pulang kepada Sungmin. Ia ingin membeli bunga untuk menjenguk ibunya Jongwoon.

Ryeowook membeli seikat bunga Lily untuk diberikan kepada ibunya Jongwoon. Ryeowook langsung menuju Rumah Sakit tempat ibu Jongwoon dirawat.

Tok tok

Ryeowook mengetuk pelan pintu bercat coklat muda dengan sedikit takut. Takut melihat reaksi dari Jongwoon saat mengetahui kedatangannya.

Klekk

Pintu itu terbuka, dan benar saja yang membuka pintu adalah Jongwoon. "Wookie! Apa yang kau lakukan disini?" teriak Jongwoon.

"A-aku . . ." Ryeowook mencoba menjawab pertanyaan Jongwoon tetapi keburu dipotong oleh Nyonya Jungsoo, ibunya Jongwoon.

"Jong. . siapa yang datang?" tanyanya dengan lembut. "Apakah itu Ryeowook?" tanya Jungsoo lagi. "Kenapa tidak disuruh masuk Jong ."

"Masuklah!" perintah Jongwoon pada Ryeowook.

Ryeowook membungkukkan padanya didepan ibunya Jongwoon dan memberi salam setelahnya.

"Aigo kenapa kamu masih manis seperti dahulu?" ucap Jungsoo, tangannya membelai lembut pipi Ryeowook. "Jongwoon banyak bercerita tentangmu pada Ahjuma, maafkan kelakuan Jongwoon ne."

Ryeowook tersipu malu, mukanya merona mendengar perkataan Jungsoo, ibunya Jongwoon.

"Ne Ahjuma, bagaimana keadaan Ahjuma?" tanya Ryeowook kemudian.

"Ah sudah lebih baik, terima kasih sudah menjenguk Ahjuma." ujar Jungsoo, tangannya masih setia mengusap pipi Ryeowook.

"Ahjuma! Siapa namja ini?" teriakan anak kecil disamping kanan Jungsoo membuat Jungsoo menghentikan kegiatannya mengusap pipi Ryeowook.

"Eh maaf Ahjuma lupa. Kenalkan namja ini bernama Choi Ryeowook, dia calon istrinya Jongwoon." Jungsoo memperkenalkan Ryeowook kepada anak-anak yang selalu mengelilinginya untuk mendengarkan cerita darinya.

"Pantas saja, hyung sangat manis cocok dengan Jongwoon hyung." celoteh salah satu dari mereka.

"Ahjuma! Ayo lanjutkan ceritanya sebelum suster menyuruh kami istirahat." pinta yeoja kecil yang berada disamping Ryeowook.

"Ryeowookie, mianhe . . Ahjuma bacakan cerita untuk mereka dulu ne." pinta Jungsoo yang dibalas dengan anggukan Ryeowook.

"Ne Ahjuma, sekalian aku juga ikut mendengarkan." ujar Ryeowook.

Ryeowook menyeret kursi yang terletak tidak jauh dari tempatnya berdiri, mendudukkan dirinya dan bersiap mendengarkan cerita dari Jungsoo tanpa mempedulikan Jongwoon.

Ryeowook tampak menikmati sekali dengan dongeng yang diceritakan oleh Jungsoo. Ia bahkan tertidur sebelum dongeng selesai dibacakan.

"Jong ! Baringkanlah Ryeowook di sofa, kasihan dia jika tidur dalam posisi seperti ini." perintah Jungsoo pada anaknya setelah anak-anak yang mengelilingiya kembali ke kamar mereka masing-masing.

"Ne Eomma." Jongwoon menganggkat tubuh Ryeowook pelan agar tidak terbangun dan membaringkannya di sofa dengan perlahan pula.

"Kasihan Ryeowookie, Eomma-nya meninggal ketika ia masih kecil." Jungsoo memulai cerita masa lalunya kepada Jongwoon. "Jagalah dia baik-baik Jong."

"Ne Eomma aku akan berusaha menjaganya dengan baik." ujar Jongwoon.

Satu jam telah berlalu, Jongwoon dan Eomma-nya masih asyik dengan obrolannya. Jungsoo bercerita tentang masa mudanya bersama sahabat-sahabatnya, salah satunya adalah Siwon.

"Engg . . ." erang Ryeowook, kelopak matanya terbuka, mengingat tentang keberadaannya sekarang.

Setelah menyadari keberadaannya, Ryeowook bangkit dari tidurnya. "Ahjuma, Hyung? Berapa lama aku tertidur? Ah mianhe." ucapnya panik.

Jungsoo dan Jongwoon hanya terkekeh sambil menatap Ryeowook yang tampak lucu dengan wajah bangun tidurnya.

"Sekitar saju jam kau tertidur." Jongwoon berjalan menghampiri Ryeowook, lalu mendudukkan dirinya disamping Ryeowook setelah mengacak rambut namja manis itu.

Ryeowook tersipu malu. "Mianhe, cerita Ahjuma begitu bagus, serasa mendengarkan Mommy bercerita." celoteh Ryeowook.

"Sering-seringlah kemari, Ahjuma akan bercerita untukmu. Panggillah Ahjuma dengan sebutan Eomma mulai sekarang ne, supaya lebih akrab." pinta Jungsoo.

"Ne ah- Eomma." jawab Ryeowook senang, ia seperti menemukan sosok Mommy yang ia rindukan selama ini.

"Eomma, hyung, aku pulang dulu ya." pamit Ryeowook, mengingat hari sudah sore.

"Ne, hati-hati di jalan sayang, sampaikan salam Eomma untuk Daddy-mu."

"Aku antar sampai depan." Jongwoon meraih tangan Ryeowook dang menggenggamnya erat.

Deg

Deg

Jantung Ryeowook kembali berdetak kencang, genggaman Jongwoon terasa begitu hangat.

"Eomma aku antar Wookie dulu." pamit Jongwoon sebelum keluar kamar inap Eomma-nya bersama Ryeowook.

"Hmm Wookie, aku minta maaf atas perlakuanku kemarin." Jongwoon membuka percakapan setelah hening beberapa saat.

"Ne hyung tidak apa-apa." jawab Ryeowook lirih seraya menundukkan kepalanya, menyembunyikan rona merah mukanya karena perlakuan Jongwoon yang masih menggenggam erat tangannya.

"Hyung akan berusaha merubah sikap hyung pada Wookie." Jongwoon melirik sekilas kearah Ryeowook yang masih menunduk.

"Hyung . . ." Ryeowook mendongakkan kepalanya memandang Jongwoon, membuat mata mereka saling bertemu pandang.

Tbc ^.^

Anneyong. . jumpa lagi, semoga kalian tidak bosan dengan FF ini. Maaf jika masih banyak typo bertebaran. Sampai jumpa di chap selanjutnya. . .

Gomawo . . . bye~~