MY HERO [Chap 20 – Cinta Jongwoon ]

By : Kimyhoney

Rated : T

Cast : Jongwoon, Ryeowook, Kyuhyun, Sungmin, Siwon, Heechul, dll.

Genre : Romance, Humor, Family.

Warning : Typo bertebaran, Gaje dan sebagianya.

Summary : Hyorin kembali mengancap Ryeowook kerena kedekatannya dengan Jongwoon, Jesica menyatakan cintanya pada Kyuhyun.

Ryeowook berjalan menyusuri trotoar dengan riang gembira. Ryeowook terus mengingat apa yang kejadian selama menjenguk Eomma Jongwoon. Senyuman kecil tidak bisa terlepas dari bibir mungilnya.

'Senang sekali jika Jongwoon bersikap manis seperti itu terus' inner Ryeowook.

Srett

Sebuah tangan menarik paksa lengan Ryeowook dan menghempaskannya dibawah pohon, di dekat sebuah rumah yang sudah lama tidak di huni.

"YA Hyorin!" teriak Ryeowook setelah tahu siapa yang menariknya.

"Hai jelek, apa kabar? Kau senang sekali hari ini? Habis mengunjungi Eomma Jongwoon?" tanya Hyorin setelah mengejek Ryeowook.

"Ya! Aku tidak jelek, ck dasar nenek peyot." celoteh Ryeowook dihadapan Hyorin.

"Kau berani mengataiku hah?" bentak Hyorin.

"Memangnya kenapa jika aku mengataimu?" tanya Ryeowook balik dengan berteriak.

"Pegang dia!" Hyiorin memerintahkan anak buahnya untuk memegang kedua tangan Ryeowook agar tidak berontak.

"YA! Apa yang kalian lakukan?" teriak Ryeowook, saat beberapa yeoja anak buah Hyorin mendekat dan memegangi kedua tangannya.

Hyorin mendekati Ryeowook sambil menyalakan sebatang rokok, menghisapnya dalam dan menghembuskan asapnya kepada Ryeowook.

Uhuk uhuk

Ryeowook terbatuk kecil akibat asap rokok yang dihembuskan Hyorin tepat didepan wajahnya.

"Dasar namja lemah." cibir Hyorin. "Aku ingin bertanya padamu?" kembali Hyorin menghembuskan asap rokok di depan wajah Ryeowook, membuat Ryeowook sedikit sesak nafas.

"Memangnya ada apa? Dasar kalian pengecut beraninya main keroyok." kata Ryeowook dengan sedikit sinis.

"Kamu tidak ingin disakiti oleh kamikan? Coba katakan 'Aku benci Jongwoon!'" teriak Hyorin, tangan kanan Hyorin memegang dagu Ryeowook, sedangkan tangan kirinya memegang rokok yang masih menyala dan mendekatkan ke pipi mulus Ryeowook.

"A-apa yang akan kau lakukan eoh?" tanya Ryeowook, memandang ngeri rokok yang berada sangat dekat di depan wajahnya. Ryeowook tidak bisa membayangkan jika sampai ujung rokok yang menyala itu mengenai pipinya.

"Cepat katakan ' Aku benci Jongwoon!'" bentak Hyorin.

"Tidak mau! Karena aku mencintainya. AKU MENCINTAI JONGWOON! KAU PUAS?" teriak Ryeowook dengan suara tenornya.

Anak buah Hyorin yang mendengar jawaban dari Ryeowook semakin erat memegangi lengan Ryeowook, bahkan ada diantarnya maju hendak mengayunkan silet kewajah Ryeowook.

"Kurang ajar! Berani sekali dengan bos kami." ucap yeoja itu dengan marahnya.

" Eunjae Hentikan!" teriakan Hyorin menghentikan langkah yeoja yang bernama Eunjae yang hendak menyayat wajah manis Ryeowook, padalah tinggal selangkah lagi.

"Aku berubah pikiran." ujar Hyorin seraya menyesap rokoknya yang masih tersisa. " Aku akan bersaing denganmu untuk mendapatkan Jongwoon, karena ternyata kau berani denganku, aku jadi salut untuk itu." jelas Hyorin.

"Hemm boleh." kata Ryeowook sambil menganggukkan kepalanya. "Aku tidak akan kalah denganmu Hyorin." ujar Ryeowook percaya diri.

"Aku juga tidak akan kalah darimu namja jelek." balas Hyorin. "Pergilah!" usir Hyorin pada Ryeowook.

"Aish dasar yeoja menyebalkan." dumel Ryeowook setelah meninggalkan gerombolan Hyorin.

"Aku pulang~" teriakan nyaring Ryeowook terdengar di ruang tamu rumahnya. "Eh ada tamu." ujarnya saat melihat di ruang tamu ada yeoja yang bernama Jesica sedang ngobrol dengan Kyuhyun.

"Kau dari mana saja?" tanya Kyuhyun, langkahnya menghampiri Ryeowook dan mengecup pipinya sekilas.

"Aish Kyu apa-apaan sih, malu sama Jesica." Ryeowook mengusap pipinya yang baru saja di cium oleh Kyuhyun.

"Maaf Jesica, aku ke dalam dulu." pamit Ryeowook sebelum melesat ke kamarnya.

Kyuhyun dan Jesica kembali menlanjutkan obrolannya yang sempat terhenti karena kedatangan Ryeowook.

"Jadi . . apakah kau mau menerima cintaku Kyu?" tanya Jesica setelah obrolannya dengan Kyuhyun terhenti karena kedatangan Ryeowook.

"Maaf aku tidak bisa, karena sudah ada yang aku sukai. Bukankah kau pacaran dengan Kris?" tanya Kyuhyun balik.

"Dia bukan pacarku." jawab Jesica. "Apa kau menyukai sepupumu itu?" tanya Jesica lagi. Jesica berpikir jika orang lain yang disukai Kyuhyun itu adalah Ryeowook, melihat bagaimana Kyuhyun menyambut kedatangan Ryeowook dengan sebuah kecupan walau hanya dipipi. Meskipun mereka saudara sepupu apa sampai seperti itu?

"Terserah apa katamu saja, pulanglah sudah hampir malam." akhirnya Kyuhyun mengusir keberadaan Jesica dari rumah Siwon, merasa jenggah dengan tingkah lakunya Jesica.

"Baiklah aku pulang dulu, tapi aku tidak akan menyerah untuk mendapatkanmu Kyu." bisik Jesica sebelum meninggalkan ruang tamu rumah keluarga Choi.

"CK dasar yeoja tidak tahu diri." omel Kyuhyun, sebelum melangkahkan kakinya menuju kamarnya untuk istirahat.

"Ming hyung, aku kasih tahu ya, kemarin Kyuhyun ditembak oleh Jesica." kata Ryeowook saat Sungmin menjemputnya untuk berangkat sekolah bersama.

"Mwo?! Terus apa jawaban Kyuhyun? Apa kau mendengarnya?" tanya Sungmin sewot.

Ryeowook terkekeh melihat reaksi Sungmin, sekali-kali dia yang mengerjain Sungmin kali ini. "Kemarin Kyuhyun menolaknya hyung, tapi kalau Jesica semakin gencar melakukan PDKT bisa jadi Kyuhyun tergoda."

"Ya Wookie! Apa kau bilang eoh? Akan ku cincang yeoja itu jika berani merebut Kyuhyun dariku." ujar Sungmin menahan marahnya. Rupanya ia sudah terbakar omongan Ryeowook.

"Hahahaha . . . Aku bercanda hyung. Ternyata Ming hyung juga seorang pecemburu berat. Kekekekeke" Ryeowook kembali terkekeh melihat reaksi Sungmin saat mendengar jika ada yang menyatakan cintanya pada Kyuhyun.

Pletak

Sebuah jitakan sukses mendarat di kepala Ryeowook, dan bisa dipastikan itu dari Sungmin. "Ck, kau ini, beraninya mengerjai hyung. Awas saja jika kelak datang ke hyung sambil merengek, hyung tidak akan bantu." kata Sungmin setelah menjitak kepala Ryeowook.

"Hyung~~" Ryeowook mengusap kepalanya yang baru saja di hadiahi jitakan oleh Sungmin sambil mempoutkan bibirnya.

"Oh ya Wookie, bukankah kemarin kau menjenguk Eomma-nya Jongwoon? Bagaimana keadaannya?" tanya Sungmin setelah ingat jika kemarin Ryeowook berkata kepadanya akan menjenguk Eomma-nya Jongwoon.

"Keadaannya baik hyung, aku bahkan di beri buku ini oleh Eomma." Ryeowook mengambil buku cerita yang di berikan Jungsoo dan memamerkannya kepada Sungmin. "Gomawo hyung atas sarannya kemarin, Jongwoon hyung sangat baik padaku kemarin hyung." Ryeowook menceritakan pengalamannya kemarin bersama Jongwoon kepada Sungmin.

"Syukurlah jika Jongwoon tidak marah lagi padamu." Sungmin mengusap kepala Ryeowook tanda ia ikut senang melihat Ryeowook senang.

"Ne hyung, hemm hyung tahu tidak siapa pengarang cerita yang bernama Jung Yunho?" tanya Ryeowook kemudian, Ryeowook penasaran dengan nama pengarang yang tertera pada buku cerita pemberian Jungsoo kemarin.

"Jung Yunho? Sepertinya hyung pernah dengar. Bukankah nama marganya sama dengan pengarang cerita Pangeran Lilac?" ucap Sungmin.

Ryeowook hanya mengangguk pelan. "Apa mereka punya hubungan? Atau hanya kebetulan saja namanya sama?" Ryeowook mulai bingung, entah mengapa ia begitu tertarik dengan pengarang yang bermarga Jung. Pengarang cerita Pangeran Lilac yang sangat ia kagumi juga bermarga Jung. Jung Jaejong tepatnya.

"Kenapa tidak kau tanyakan kepada Eomma-nya Jongwoon?" usul Sungmin.

Ryeowook tersenyum lebar mendengar usul Sungmin. "Kenapa tidak terpikir olehku." oceh Ryeowook.

"Ck, kau-kan babo, jadi nama kepikiran seperti itu." ledek Sungmin. Berlari menjauh dari Ryeowook, ia yakin setelah ini Ryeowook pasti akan memukulnya karena telah meledeknya 'babo'

" Hyung! Awas kau!" Ryeowook berlari mengejar Sungmin yang sudah menjauh darinya.

Bel sekolah berbunyi panjang, tanda kegiatan belajar telah usai. Ryeowook buru-buru kabur keluar kelas menuju klub Kendo untuk menemui Jongwoon atau Heechul. Hari ini dia berniat untuk membolos dari rutinitas di klub Kendo karena ingin menjenguk Eomma-nya Jongwoon.

Ryeowook berteriak dalam hati mendapati klub Kendo kosong. "Tampaknya hari ini latihan di liburkan, baguslah." gumam Ryeowook, dan langsung melesat menuju Rumah Sakit tempat Jungsoo di rawat.

Sebelum sampai Rumah Sakit, Ryeowook terlebih dahulu berhenti di kios bunga untuk membelikan Jungsoo seikat bunga Lily. Ryeowook begitu kaget saat sampai depan ruang rawat inap Jungsoo. Beberapa dokter dan suster berkerumun di situ.

"Jongwoon hyung . . ada apa?" tanya Ryeowook kepada Jongwoon yang berdiri tidak jauh dari situ.

"Eomma! Eomma kembali drop." jawab Jongwoon tanpa menatap lawan bicaranya, pandangannya tidak lepas dari dokter-dokter yang sedang menangani Eomma-nya.

"Eomma~ bertahanlah." doa Ryeowook pelan, ia tidak mau kehilangan sosok Eomma yang baru saja ia temui. Air mata Ryeowook mulai mengalir, ada perasaan takut yang mengahantuinya, kenangan akan Mommy-nya kembali memenuhi memorinya. Ryeowook mulai bergumam tidak jelas sambil memanggil Mommy dan Eomma Jongwoon bergantian.

Grepp

Jongwoon menarik Ryeowook kedalam dekapannya. "Eomma pasti bisa bertahan, kamu tenanglah." Jongwoon mengusap punggung Ryeowook dengan lembut, berusaha mengurangi kekhawatiran dalam diri Ryeowook meskipun ia juga sangat khawatir saat ini.

"Hyung~ Eomma." rancau Ryeowook.

Cukup lama Jongwoon dan Ryeowook dalam situasi seperti ini. Sampai dokter datang dan mengabarkan bahwa pasien yang bernama Jungsoo berhasil melewati masa kritisnya.

Jongwoon bernafas lega mendengar penjelasan dokter, Eomma-nya akan kembali sehat seperti sedia kala. "Wookie, kau dengar kata dokterkan? Bahwa Eomma mampu melewati masa kritisnya. Dan sebentar lagi dia akan sembuh." ucapnya. "Ayo kita tengok Eomma." ajak Jongwoon seraya merangkul Ryeowook mengajaknya masuk kedalam ruang rawat Jungsoo.

"Eomma~ jangan seperti ini lagi, cepatlah sembuh. Jangan buat Jongwoon hyung dan aku bersedih karena Eomma sakit seperti ini. Hiks." isak Ryeowook saat berada di depan ranjang Jungsoo. Tangannya mengusap tangan Jungsoo yang tidak tertancap infus.

"Wookie, lebih baik kau pulang sekarang, kau terlihat sangat lelah. Hyung tidak mau kau sakit nantinya." ujar Jongwoon.

"Ne hyung, aku akan kembali lagi besok." kata Ryeowook sebelum beranjak meninggalkan ruangan tersebut.

"Kesinilah sesering yang kau mau." pinta Jongwoon. "Maaf aku tidak bisa mengantarmu sampai depan." ucapnya lagi.

"Tidak apa hyung, aku pulang dulu. Bye~" pamit Ryeowook.

Tbc ^.^

Anneyong~ apa kabar kalian? Segitu saja chap 20nya, semoga kalian bersabar menunggu chap 21. Maaf jika masih banyak typo-nya. Terima kasih. Bye ~~