MY HERO [Chap 21 – Menyiapkan Sarapan ]
By : Kimyhoney
Rated : T
Cast : Jongwoon, Ryeowook, Kyuhyun, Sungmin, Siwon, Heechul, dll.
Genre : Romance, Humor, Family.
Warning : Typo bertebaran, Gaje dan sebagianya.
Summary : Ryeowook menuruti saran Heechul untuk berkunjung ke rumah Jongwoon. Bagaimana reaksi Jongwoon?
"Baby . . bagaimana hubunganmu dengan Jongwoon?" tanya Siwon saat makan malam bertiga dengan Kyuhyun.
"Baik Daddy, bahkan sekarang aku sering menjenguk Eomma Jongwoon hyung." jawab Ryeowook disela-sela memasukkan makanan kedalam mulutnya.
"Syukurlah, Daddy yakin menjodohkanmu dengan Jongwoon adalah pilihan yang tepat, bukan begitu Kyu?" Siwon menanyakan pendapatnya tentang perjodohan Ryeowook dengan Jongwoon kepada Kyuhyun.
"Ne Paman, mereka serasi sekali. Sama-sama ." jawab Kyuhyun sambil terkekeh.
"Aku tidak galak Kyu!"
Pukk
Ryeowook memukulkan sendok yang dipegangnya ke kepala Kyuhyun.
"Adow, appo~." ringis Kyuhyun, tangannya mengusap kepalanya yang baru saja mendapat pukulan sendok dari Ryeowook.
"Rasain!" dumel Ryeowook.
Siwon tertawa melihat tingkah kedua namja didepannya, selalu meributkan hal-hal kecil membuat suasana kediamannya bertambah ramai.
"Daddy ada yang ingin aku tanyakan?" ucap Ryeowook setelah menyelesaikan makannya.
"Kau ingin bertanya apa sayang?" tanya Siwon.
"Apa Daddy tahu Jung Yunho?" tanya Ryeowook.
Uhuk uhuk
Siwon tersedak minumannya saat mendengar Ryeowook menyebut nama Jung Yunho. Kaget kenapa Ryeowook bisa menanyakan tentang itu.
"Daddy~ pelan-pelan minumnya." Ryeowook segera menghampiri Siwon dan memijit tungkuknya saat Siwon terbatuk. "Daddy tidak apa-apa?" tanya Ryeowook khawatir.
"Daddy tidak apa-apa sayang, kalau tidak salah Jung Yunho itu satu universitas dengan daddy dulu. Daddy lupa karena telah begitu lama." jelas Siwon. "Kenapa tiba-tiba bertanya seperti itu?" sambung Siwon lagi.
"Aniya, hanya penasaran saja. Karena marganya sama dengan pengarang cerita Pangeran Lilac." ujar Ryeowook.
"Kau ini kalau menyangkut Pangeran Lilac semangat sekali." komentar Kyuhyun.
"Memangnya kanapa? Masalah?" dumel Ryeowook.
"Seperti anak kecil saja. Wekkk." ejek Kyuhyun.
"Kyuuu. . . awas kau." Ryeowook mengambil sendok dan mulai mengayunkan kearah Kyuhyun, namun Kyuhyun sudah keburu kabur keruang tengah.
Aksi kejar-kejaran antara Kyuhyun dan Ryeowook berlangsung diruang tengah hingga membuat bantal-bantal sofa bertebaran dimana-mana.
"Apa yang kalian lakukan hah!" teriakan Bibi Shin menghentikan kegiatan mereka berdua.
Kyuhyun dan Ryeowook merebahkan tubuhnya di atas karpet yang berada diruang tersebut, mengatur nafas yang masih terengah-engah karena lelah berlarian.
"Kyu . . menurutmu Jongwoon hyung itu mencintaiku tidak?" tanya Ryeowook.
"Hemm. . . sepertinya dia sangat mencintaimu, hanya saja dia tidak tahu bagaimana harus bersikap, diakan tidak peka dan sedikit babo." jawab Kyuhyun sekaligus mengejek tunangannya Ryeowook.
Ryeowook mengambil bantal yang berada disampingnya dan memukulkannya tepat diwajah Kyuhyun.
Pukk
"Rasakan!" omel Ryeowook tidak terima tunangannya dikatakan babo oleh saudara sepupunya.
"Lho memang kenyataannya begitu? Ah benar kata Sungmin kalian adalah pasangan 'aneh dan babo.'" ejek Kyuhyun lagi.
"CHO KYUHYUUUUNNNNNNNNNNN!" teriakan Ryeowook kini terdengar melengking. Tangannya dengan brutal memukuli Kyuhyun dengan bantal yang ia bawa.
"Daddy~~ Kyuhyun nakal!" adu Ryeowook pada Daddy-nya yang masih betah berada di ruang makan.
"Wookie!" teriak Sungmin menyadarkan Ryeowook dari lamunannya. "Pagi-pagi sudah melamun. Ada apa?" tanya Sungmin ketika melihat sahabatnya melamun di pagi hari yang bahkan pelajaranpun belum dimulai.
"Kau mengagetkanku hyung." keluh Ryeowook "Aku sudah menanyakan Daddy tentang Jung Yunho, ternyata Daddy juga tidak begitu tahu." cerita Ryeowook.
"Dari info yang diberikan Appaku tadi malam, Jung Yunho da Jung Jaejong adalah suami istri, mereka berdua telah meninggal sekitar 15 tahun yang lalu." jelas Sungmin.
"OH, hebat ya mereka berdua, walaupun sudah meninggal tetapi dongeng yang mereka buat masih banyak yang menyukainya." komentar Ryeowook.
"Iya, Bagaimana keadaan Eomma-nya Jongwoon? Bukankah kemarin kau menjenguknya?" tanya Sungmin.
"Kemarin Eomma sempat drop, aku begitu takut hyung banyangan Mommy langsung memenuhi pikiranku." ujar Ryeowook. "Untungnya Eomma bisa melewati semuanya."
Sungmin menghela nafasnya mendengarkan cerita Ryeowook, masih ada diingitannya ketika Ryeowook kecil menangis histeris karena kehilangan Mommy-nya. "Syukurlah, duduklah bel sudah berbunyi." lanjut Sungmin seraya menyiapkan buka pelajarannya.
Ryeowook berjalan santai menuju ruangan klub Kendo, sudah beberapa hari ia tidak membersihkan klub Kendo, mungkin keadaannya sudah seperti kapal pecah.
"Heechul hyung~~." panggil Ryeowook dengan gembiranya. Namun raut muka gembiranya hilang begitu saja saat matanya bertatapan langsung dengan Jongwoon.
Ryeowook menundukkan kepalanya, takut menatap mata Jongwoon. "H-hyung . . . Ba-bagaimana keadaan Eomma?" tanya Ryeowook.
"Sudah lebih baik, masuklah! Heechul hyung ada di dalam. Hyung pulang dulu!" pamitnya.
"Ne, hati-hati hyung, salam untuk Eomma." ujar Ryeowook. 'ck, kenapa Jongwoon hyung berubah dingin lagi. Hah' batin Ryeowook.
Jongwoon pergi begitu saja meninggalkan klub Kendo tanpa menghiraukan kedatangan Ryeowook.
"Kau datang manis?" sapa Heechul sambil mendatangi Ryeowook yang masih berdiri memandang kepergian Jongwoon.
"Eh hyung, Jongwoon hyung kenapa? Mukanya dingin begitu?" tanya Ryeowook pada Heechul.
"Mungkin dia kecapekan saja, merawat Eomma dan mengurus rumah sendirian pasti repot." jawab Heechul. "Apa kau mau membantunya?" tanya Heechul balik.
"Mau hyung, tapi bagaimana caranya? Aku takut Jongwoon hyung marah." kata Ryeowook bingung.
Heechul menarik lengan Ryeowook agar lebih dekat dengan dirinya. "Sini hyung kasih tahu caranya." Heehcul sedikit membungkuk untuk membisikkan sesuatu di telinga Ryeowook.
"Apa boleh hyung? Nanti kalau Jongwoon hyung marah bagaimana?" tanya Ryeowook menanggapi saran Heechul.
"Dia tidak akan marah, kalau dia marah bilang sama hyung." ucap Heechul untuk meyakinkan Ryeowook akan rencananya.
"Baiklah akan aku coba hyung." kata Ryeowook.
"Nah begitu dong, semangat!"
"Gomawo hyung. Semangat!" teriak Ryeowook.
Minggu pagi begitu cerah, Ryeowook sudah bangun sejak matahari belum menampakkan sinarnya. Begitu sibuk di dapur menyiapkan sesuatu.
"Kau sedang apa Wookie?" tegur Bibi Shin saat mendapati Ryeowook berkutat di dapur, tidak biasanya dia Ryeowook bangun sepagi ini apalagi di hari libur.
"Kau mengagetkanku Bibi Shin, aku mau buat makanan untuk dibawa ke rumah Jongwoon hyung." Kata Ryeowook, tangannya masih sibuk menyiapkan bahan makanan yang akan ia masak. Hari ini ia akan mengunjungi rumah Jongwoon untuk membantunya membereskan rumah seperti yang disarankan Heechul kemarin.
"Apa perlu Bibi bantu?" tawar Bibi Shin.
"Anniya, Aku bisa sendiri." tolak Ryeowook dan kembali pada kesibukannya memasak makanan untuk di bawa ke rumah Jongwoon.
Setelah selesai memasak, Ryeowook membersihkan diri dan bersiap membawa hasil masakannya ke rumah Jongwoon dan saparan bersama disana.
Ryeowook kembali melihat catatan alamat Jongwoon yang dituliskan Heechul kemarin, memastikan supaya tidak salah masuk rumah orang mengingat Jongwoon dan Eomma-nya tinggal di perumahan dengan model rumah yang sama.
Ryeowook memencet bel dengan sedikit gugup, takut melihat reaksi Jongwoon nantinya.
Tok Tok
Ryeowook mengetuk pintu untuk kedua kalinya, berharap Jongwoon segera membukakan pintu untuknya.
Klekk
Jongwoon membukakan pintu dengan wajah bangun tidurnya. Matanya yang sipit membulat melihat siapa yang bertamu pagi-pagi sekali.
"Wo-wookie!" kaget Jongwoon. "Apa yang kau lakukan disini?"
"H-hyung, selamat pagi. Aku membawakan sarapan untuk hyung." kata Ryeowook sambil memperlihatkan kotak makannya. "Boleh aku masuk hyung?" tanya Ryeowook.
"Ah ne, masuklah!" Jongwoon membukakan pintu dan mempersilahkan Ryeowook masuk kedalam rumahnya.
"Hyung dimana dapurnya." tanya Ryeowook saat sudah masuk ke dalam rumah Jongwoon.
"Lurus kemudian belok kiri, aku mandi dulu." jawab Jongwoon seraya masuk kamar mandi untuk membersihkan diri.
Ryeowook menunggu Jongwoon membersihkan diri sambil duduk dimeja makan, tangannya asyik memainkan ponselnya, mengambil selca dengan pose-pose imutnya.
Ryeowook mengambil sepotong omelet dan menyerahkannya kepada Jongwoon. "Terma kasih." kata Jongwoon setelah menerima omelet yang diulurkan Ryeowook.
"Apakah Heechul hyung yang memberitahukan alamat rumahku?" tanya Jongwoon untuk memecah keheningan.
"Iya, aku yang minta, karena aku ingin tahu rumah tunanganku." bohong Ryeowook, karena sebenarnya ini adalah rencana yang diusulkan Heechul kepada Ryeowook.
Acara saparan Jongwoon dan Ryeowook berlangsung begitu saja, tanpa banyak obrolan. Selesai sarapan Ryeowook segera merapikan meja makan dan mencuci piring dan gelas. Setelahnya Ryeowook membereskan rumah Jongwoon yang nampak berantakan.
"Kau tidak perlu melakukannya Wookie, itu merepotkan." komentar Jongwoon ketika melihat Ryeowook mulai membereskan rumah Jongwoon yang tampak berantakan.
"Tidak merepotkan hyung, apa hyung betah tinggal dirumah yang kotor karena tidak di sapu beberapa hari?" tanya Ryeowook dengan nada mengejek.
"Terserah kamu Wookie, tapi ingat kau tidak boleh terlalu lelah." Jongwoon mengingatkan. "Aku belikan ice cream dulu, tunggu sebentar ne." Jongwoon mengambil dompet di atas meja belajarnya sebelum melesat keluar membelikan Ryeowook es krim.
Ryeowook memandang puas hasil pekerjaannya. Membereskan rumah hal yang jarang ia lakukan karena ada Bibi Shin yang membereskan semuanya. Sambil menunggu Jongwoon pulang dari membeli es krim, Ryeowook mengambil salah satu album foto yang tertata rapi di lemari ruang tengah.
Ternyata album foto yang Ryeowook ambil adalah album foto milik Eomma-nya Jongwoon, namun ketika membuka lembar berikutnya selembar foto terjatuh dari album. Ryeowook memungutnya dan alangkah kagetnya ternyata itu adalah foto Pangeran Lilac idolanya.
'Bagaimana bisa ada foto Pangeran Lilac disini, benar-benar mirip Kyuhyun.' Batin Ryeowook. 'Ah bukan, ini seperti foto Daddy ketika masih muda, tapi kenapa bisa ada disini?' gumam Ryeowook lagi.
Klekk
Ryeowook buru-buru menyembunyikan foto Pangeran Lilac yang ia temukan ke dalam saku celananya supaya tidak di ketahui Jongwoon.
"Hyung~ beli es krim rasa apa?" tanya Ryeowook untuk menutupi kegugupannya.
"Hyung membelikanmu rasa strawberry, apa kau suka?" tanya Jongwoon balik.
"Suka sekali hyung, gomawo." Ryeowook segera membuka cup es krim yang disodorkan Jongwoon dan memakannya dengan lahap.
"Enak sekali hyung~. Hyung tidak pergi ke Rumah Sakit?" tangan Ryeowook masih sibuk menyuapkan es krim kedalam mulutnya ketika bertanya pada Jongwoon.
"Nanti sebentar lagi, apa kau mau ikut?" tawar Jongwoon.
"Mianhe aku tidak bisa ikut, aku sudah berjanji akan menemani Daddy siang ini." tolak Ryeowook.
"Tidak apa-apa, nanti hyung antar pulang saja sekalian hyung pergi ke Rumah Sakit." ucap Jongwoon.
"Benarkah hyung? Gomawo." Ryeowook beritu gembira mendengar ucapan Jongwoon yang akan mengantarnya pulang. Sungguh Jongwoon yang seperti ini yang ia harapkan.
'Terima kasih Heechul hyung atas sarannya.' batin Ryeowook sambil menyunggingkan senyum manisnya.
Tbc ^.^
Akhirnya bisa update chap 21, tapi seperti biasa aku hanya bisa mengetik sampai 1500word saja, lebih banyak dibanding chap sebelumnya. Masih banyak typo yang bertebaran, mohon di maklumi.
Terima Kasih~~~~~~
