MY HERO [Chap 22 – Ciuman Pertama ]
By : Kimyhoney
Rated : T
Cast : Jongwoon, Ryeowook, Kyuhyun, Sungmin, Siwon, Heechul, dll.
Genre : Romance, Humor, Family.
Warning : Typo bertebaran, Gaje dan sebagianya.
Summary : Ketika Jongwoon mengantar Ryeowook pulang, mereka bertemu dengan Jesica dan anak buahnya.
Jongwoon mengantarkan Ryeowook pulang sekalian berangkat ke Rumah Sakit. Jongwoon berjalan di depan Ryeowook tanpa menggandeng tunangannya. Ryeowook dibiarkan berjalan sendiri di belakangnya.
Ryeowook hanya dapat memandangi punggung Jongwoon dari belakang, ragu untuk meraih tangan Jongwoon dan menggandengnya.
Dug
Ryeowook menabrak punggung Jongwoon yang berhenti tiba-tiba. "Hyung. . . ada apa?" tanya Ryeowook.
"Stt . .diamlah! di depan ada Jesica, Kris dan anak buahnya."Jongwoon membekap mulut Ryeowook supaya suaranya tidak terdengar oleh Jesica dan anak bauhnya.
"Kita memutar saja,lewat bantaran sungai!" Jongwoon melepaskan tangannya dari mulut Ryeowook dan menarik tangannya untuk mencari jalan lain supaya tidak bertemu dengan Jesica dan anak buahnya. Bisa gawat jika harus berusan dengan mereka mengingat Jongwoon hanya seorang diri dan harus melindungi Ryeowook.
"Hyung. . . kita lewat mana?" tanya Ryeowook.
"Kita turun lewat sini saja!"
Hup
Jongwoon melompat ke bawah. Dibawah ada jalan setapak di samping sungai.
"Hyung~ bagaimana cara melompatnya? Terlalu tinggi." Ryeowook memandang kebawah ke arah jalan setapak yang berada di dekat sungai. "Apa tidak ada jalan lain?" tanya Ryeowook.
"Terlalu jauh kalau harus mencari jalan lain Wook-ie, melompatlah hyung akan menangkapmu!" seru Jongwoon dari bawah. "Cepatlah sebelum ketahuan mereka!" perintah Jongwoon.
Hup
Gubrak
Chup
Ryeowook akhirnya melompat ke bawah karena Jongwoon akan menangkapnya. Namun entah mengapa Jongwoon malah terpelanting dan jatuh setelah menangkap tubuh Ryeowook. Tanpa sengaja mulut mereka saling menempel.
"Kyaa!" pekik Ryeowook setelah sadar apa yang baru saja terjadi.
Tidak mau teriakan Ryeowook didengar oleh Jesica dan anak buahnya, Jongwoon menarik tengkuk Ryeowook dan membungkam kembali bibir Ryeowook dengan bibirnya.
"Engg~" lenguh Ryeowook menikmati ciuman dari Jongwoon.
Tidak rela Jongwoon melepaskan ciumannya pada Ryeowook karena mendengar derap langkah mendekat, Jongwoon segera bangkit dan mencari posisi yang lebih aman supaya tidak ketahuan oleh mereka.
Jongwoon menarik tubuh mungil Ryeowook dan menempelkan pada tubuhnya. Mendekap tubuh Ryeowook dan menariknya untuk bersembunyi dibalik semak-semak. Ryeowook merasakan jantungnya berdegup kencang saat tubuhnya menempel pada tubuh Jongwoon.
Beberapa menit mereka dalam posisi seperti itu, keduanya tidak berani salaing menatap. Setalah dirasa aman Jongwoon melepaskan pelukannya pada Ryeowook. "Kita harus cepat pergi dari sini!" Jongwoon menggandeng tangan Ryeowook untuk meninggalkan tempat persembunyian mereka.
Selama perjalanan selajutnya tak sekalipun Jongwoon melepas pegangan tangannya pada Ryeowook. Ia begitu sabar membimbing Ryeowook melewati jalan setapak yang berada bantaran sungai.
"Hyung, gomawo sudah mengantarku pulang." ucap Ryeowook ketika sampai didepan pintu gerbang rumahnya. "Mampirlah dulu hyung, mumpung Daddy ada dirumah." tawar Ryeowook.
"Mianhe Wook-ie, lain kali saja ne. Eomma pasti sudah menungguku." tolak Jongwoon.
"Ne, salam buat Eomma ya hyung. Hati-hati di jalan." Ryeowook melambaikan tangannya ketika melepas kepergian Jongwoon.
Ryeowook tersenyum senang hari ini dari pagi hingga siang, dirinya bersama Jongwoon. Apalagi tadi mereka sempat ciuman dua kali. Ryeowook menyentuh bibirnya yang tadi dicium oleh Jongwoon membuat rona merah diwajahnya terlihat.
"Ehem . . . senangnya baby Daddy diantar pulang sama Jongwoon." ujar Siwon yang sudah berdiri dibelakang Ryeowook.
"Daddy~ mengagetkan saja, sudah berapa lama Daddy berdiri disitu?" tanya Ryeowook, karena ketika dirinya dan Jongwoon sampai didepan pintu gerbang ia tidak melihat keberadaan Siwon.
"Sejak kau bilang 'mampirlah dulu hyung, mumpung Daddy ada dirumah.'" Siwon menirukan gaya bicara Ryeowook.
"YA! Daddy~" rengek Ryeowook lalu mencubit pinggang Daddy-nya. "Daddy mau kemana?" tanya Ryeowook kemudian.
"Aigoo, apa kau melupakan janji dengan Daddy-mu hanya karena Jongwoon mengantarmu pulang eoh?" dengus Siwon.
Ryeowook meringis memamerkan giginya sambil menggaruk kepalanya. "Hehehehe, aku tidak melupakannya Daddy, hanya saja heran tidak biasanya Daddy berada di depan rumah." celoteh Ryeowook.
"Daddy menunggumu sayang, bukankah kita sudah janji untuk pergi bersama?" ucap Siwon.
"mianhe Daddy, aku mandi dulu ne. soalnya tadi habis dikejar-kejar oleh anak-anak brandal." Ryeowook memberi alasan.
"MWO! apa katamu baby? Kau tidak apa-apa?" tanya Siwon khawatir.
Ryeowook memutar-mutar tubuhnya didepan Siwon. "Aku tidak apa-apa Daddy, lihatlah!"
"Baguslah kalau begitu. Cepatlah mandi! Daddy tunggu kalian disini." kata Siwon seraya mendorong tubuh Ryeowook supaya segera masuk kedalam rumah untuk membersihkan diri.
"Sungmin hyung~ tunggu!" teriakan Ryeowook menghentikan Sungmin yang hendak menuju kantin. "Kenapa meninggalkanku hyung?" tanya Ryeowook sebal.
"Bukankah aku sudah mengajakmu tadi, kau saja yang keasyikan melamun, jadi hyung tinggal." jawab Sungmin.
"Hehehe. . . mianhe." ucap Ryeowook sambil bergelayut manja dilengan Sungmin.
Sungmin melirik Ryeowook yang bergelayut manja di lengannya, hanya membiarkan saja. Perjalanan Sungmin dan Ryeowook terhalang siswa-siswi yang berkerumun di depan mading sekolah seolah-olah ada berita besar yang tertempel di mading tersebut. Dan benar, dalam mading itu tertempel sebuah poster dengan bergambar wajah yang tidak asing lagi bagi mereka berdua. Wajah Kim Heechul.
"Ming hyung~ lihat itu Heechul hyung, keren sekali~~" kagum Ryeowook.
"Iya Wook-ie, tidak disangka Heechul hyung juga seorang model." komentar Sungmin. "Ayo kita cari Heechul hyung dan minta tanda tangannya." ajak Sungmin antusias.
"Hyung~pelan-pelan narik tanganku." protes Ryeowook saat Sungmin tiba-tiba menggeret tangannya.
"Hei kalian! Mau kemana?" tanya Heechul yang muncul bersama Jongwoon dari arah belakang Ryeowook dan Sungmin.
Sungmin dan Ryeowook membalikkan tubuhnya saat mendengar ada yang memanggil mereka " Heechul hyung! Aku minta tanda tangannya! Hebat kau hyung, tidak disangka kau seorang model." seru Sungmin riang sambil mendekati Heechul.
Ryeowook yang berada dibelakang Sungmin tanpa sengaja bertemu pandang dengan Jongwoon yang juga berada dibelakang Heechul.
Deg
Jantung Ryeowook kembali berdetak kencang, apalagi teringat kejadian kemarin. Kejadian ketika menghindari Jesica dan anak buahnya.
Muka Ryeowook mendadak berubah menjadi merah begitu pula dengan Jongwoon. Mereka berdua tampak salah tingkah, sehingga mengundang kecurigaan Sungmin dan Heechul.
"Ya! Kalian kenapa eoh?" tanya Heechul sambil melirik keduanya.
Sungmin-pun melakukan hal yang sama dengan Heechul, Sungmin memandangi Ryeowook dan Jongwoon bergantian. "Kenapa muka kalian merah begitu? Apa ada kejadian yang kami lewatkan?" tanya Sungmin penasaran.
"Ti-tidak ada apa-apa. Aku pergi dulu." kompak Jongwoon dan Ryeowook. Meskipun arah tujuan mereka berlawanan arah.
"Mereka berdua semakin aneh saja." keluh Sungmin dan di-iya-kan oleh Heechul."Hyung, aku nyusul Wook-ie dulu ne." pamit Sungmin kemudian.
"Ne, aku juga akan mengejar Jongwoon. Aku penasaran apa yang terjadi dengan mereka berdua." sahut Heechul.
Setelah pamit kepada Heechul, Sungmin segera berlari untuk mencari keberadaan Ryeowook. Sungmin langsung menuju ke kelasnya sebagai tujuan pertama mencari Ryeowook. dan benar Ryeowook sudah duduk manis di bangkunya.
"Hyung mencarimu Wook-ie." ujar Sungmin seraya mendudukkan dirinya disamping Ryeowook. "Kalian berdua kenapa eoh?" tanya Sungmin.
"Aku malu mengatakannya hyung." lirih Ryeowook.
"Kenapa mesti malu hemm, bisikkan pada hyung apa yang kamu lakukan kemarin." pinta Sungmin sambil mendekatkan dirinya ke tubuh Ryeowook.
Ryeowook menarik lengan Sungmin lalu membisikkan sesuatu ditelinga Sungmin.
"Jinja?" heboh Sungmin membuat seisi kelas menoleh pada Ryeowook dan Sungmin.
"Hyung jangan berteriak aku malu~" rengek Ryeowook. Ia begitu malu menceritakan kejadian kemarin kepada Sungmin. Bahkan mukanya sampai merah meskipun hanya bercerita kepada Sungmin.
"Kenapa mesti malu Wook-ie, itu pertanda bagus. Itu artinya Jongwoon sudah mulai menerimamu, bukankah kau mencintainya?" ujar Sungmin sambil mengusap punggung Ryeowook. "Kau hanya perlu bersabar dan berusaha lagi. Semangat!"
"Iya hyung gomawo." senyum Ryeowook terukir di wajah manisnya. "Hyung, lihatlah ini!" Ryeowook mengeluarkan selembar foto yang di ambil dari album milik Eomma Jongwoon.
"Mwo! mirip sekali dengan Kyuhyun, tapi lebih mirip dengan Daddy-mu Wook-ie." komentar Sungmin.
"Iya hyung, ternyata Pangeran Lilac ada figur aslinya." kata Ryeowook , tangannya meraih foto yang dipegang Sungmin dan memasukkanya kembali kedalam tas.
"Oh ya, kemari hyung membaca buku tentang bunga Lilac, bunga Lilac biasanya berkelopak empatkan, jika kau menemukan bunga Lilac yang berkelopak lima, maka bisa dikatakan sebagai Lilac keberuntungan." jelas Sungmin.
"Begitukah hyung? Mengapa aku tidak mengetahuinya? Aku akan mencarinya nanti. Di halaman belakang rumahku ada banyak bunga Lilac." ujar Ryeowook menanggapi perkataan Sungmin.
Pelajaran berlalu begitu cepat, Ryeowook dan Sungmin segera menuju klub Kendo untuk menjalankan rutinitasnya. Namun sebelum sampai di klub Kendo, Ryeowook melihat Jongwoon tengah berduaan dengan Hyorin dengan posisi yang sangat tidak enak dipandang bagi Sungmin apalagi Ryeowook.
Hyorin terlihat sedang memeluk Jongwoon serta membisikkan kata-kata yang terdengar jelas ditelinga Ryeowook. Dengan terangnya Hyorin menyatakan cintanya pada Jongwoon, dan Jongwoon hanya diam mendengarnya, tidak berusaha menjawab atau menolaknya.
Raut muka Ryeowook tiba-tiba memanas melihat pemandangan didepannya. Airmatanya sudah siap keluar dari matanya. Ryeowook membalikkan tubuhnya dan berlari menjauh.
"Ryeowook!" panggil Sungmin.
Panggilan Sungmin pada Ryeowook mampu mengalihkan perhatian Jongwoon pada Hyorin. Mata Jongwoon masih sempat menangkap keberadaan Ryeowook sebelum namja mungil itu hilang dari pandangannya.
"Ryeowook-ah!" teriak Jongwoon. "Biar aku saja yang mengejarnya Ming!" kata Jongwoon menghentikan langkah Sungmin yang sudah bersiap mengejar Ryeowook.
Tanpa mendengar jawaban Sungmin, Jongwoon berlari menyusul Ryeowook yang sudah berlari menjauh.
"Wook-ie ! Tunggu!" teriak Jongwoon setelah jaraknya dengan Ryeowook tidak begitu jauh. Namun Ryeowook mengacuhkannya dan tetap berlari meninggalkan Jongwoon.
"Wook-ie!" teriak Jongwoon lagi.
Grepp
Tangan Jongwoon berhasil memegang lengan kurus Ryeowook lalu menarik namja penyuka Jerapah itu kedalam pelukannya.
"Maafkan aku." bisik Jongwoon tepat disamping telinga Ryeowook.
"Le-lepaskan!" Ryeowook meronta berusaha melepaskan pelukan Jongwoon, akan tetapi tidak berhasil.
"Dengarkan hyung dulu! Apa yang Hyorin katakan tidak perlu kau pikirkan. Hyung tidak menyukainya. Maafkan hyung." ucap Jongwoon, memberikan kecupan singkat di bibir mungil Ryeowook , lalu melepaskan pelukannya pada Ryeowook dan pergi meninggalkannya.
"Pokoknya hyung minta maaf." ucapnya sebelum benar-benar menghilang dari pandangan Ryeowook.
"Hyung~" lirih Ryeowook seraya memegang bibirnya yang baru saja dikecup Jongwoon.
"Cie~~ ada yang senang dapat kecupan dari sang kekasih." celetuk Sungmin sambil terkikik bersama Heechul dibalik batang pohon.
"YA! Apa yang kalian lakukan? Kalian mengintip ya?" teriak Ryeowook sewot. Bagaimana tidak jika sewot, selain mengintip ternyata mereka juga menertawakannya. Dan sekarang malah sibuk melihat hasil rekaman di ponsel yang dibawa Heechul.
" Ming, lihatlah ekpresinya Wook-ie." ujar Heechul sambil memperhatikan ponselnya yang sedang memutar video 'Jongwoon mengecup bibir Ryeowook'.
"Kalian memang menyebalkan." marah Ryeowook.
Tbc ^.^
Akhirnya bisa update juga, mian menunggu terlalu lama. Maaf masih banyak typo yang bertebaran, karena aku tidak meng-editnya. Hehehehe . Jangan pernah bosan untuk membacanya, masih banyak kisah seru dari mereka.
Terimakasih banyak, sampai jumpa di chap berikutnya.
Bye ~~~
