MY HERO [Chap 23 – Pernyataan Cinta ]

By : Kimyhoney

Rated : T

Cast : Jongwoon, Ryeowook, Kyuhyun, Sungmin, Siwon, Heechul, dll.

Genre : Romance, Humor, Family.

Warning : Typo bertebaran, Gaje dan sebagianya.

Summary : Ryeowook berhasil mendapatkan bunga Lilac yang mempunyai lima kelopak. Akankah Ryeowook akan mengalami keberuntungan setelah mendapatkannya?

Ryeowook tersenyum gembira memasuki halaman rumahnya. Lagi, hari ini Jongwoon memberikan kecupan singkat untuknya. Dari sekolah hingga sampai di rumah Ryeowook tidak henti-hentinya bersiul kecil tanda ia sedang begitu bahagia.

Ryeowook melangkahkan kakinya ke kebun yang berada di belakang rumahnya. Mendatangi pohon Lilac yang kebetulan sedang berbunga, meneliti setiap rumpun bunga yang bermekaran untuk mencari bunga Lilac yang mempunyai lima kelopak.

Dengan seksama Ryeowook meneliti setiap rumpun bunga Lilac, melihatnya satu per satu dengan teliti. Akhirinya setelah sekian lama mencari, Ryeowook menemukan apa yang ia cari. Bunga Lilac yang mempunyai lima kelopak.

"Ahh dapat!" teriak Ryeowook senang. Karena terlalu senang setelah mendapatkan kelopak bunga tersebut, Ryeowook lupa jika ia berdiri diatas kursi yang ia gunakan untuk membantunya meraih kelopak bunga yang begitu tinggi.

Gubrak

Ryeowook terjatuh dari atas kursi yang ia gunakan untuk pijakan. Meringis kesakitan memegangi pantatnya yang mencium tanah terlebih dahulu.

"Appo~~" rintihnya seraya mengusap pantatnya yang terasa nyeri.

"Ya Wook-ie! Kamu kenapa eoh?" teriak Kyuhyun yang muncul dari kolam renang.

"Akhh. . . Kau mengagetkanku Kyu, sejak kapan kau ada dikolam?" tanya Ryeowook yang kaget dengan kemunculan Kyuhyun dari kolam renang.

"Aku dari tadi disini berenang, kau saja yang tidak melihat malah asyik senyum-senyum sendiri seperti orang bodoh." balas Kyuhyun.

"YA AKU TIDAK BODOH!" teriak Ryeowook tepat didepan muka Kyuhyun.

"YA! Ludahmu muncrat nih." jawab Kyuhyun sambil mengelap mukanya. "Kamu cari apa sih?" tanya Kyuhyun kemudian.

"Aku mencari bunga Lilac yang mempunyai lima kelopak, Sungmin hyung bilang bunga Lilac yang berkelopak lima akan membawa keberuntungan, karena biasanya bunga Lilac hanya mempunyai empak kelopak saja." jelas Ryeowook.

"Kau percaya?" tanya Kyuhyun heran, jaman digital seperti ini masih saja percaya dengan mitos seperti itu.

"Iya." Ryeowook menganggukkan kepalanya.

'Ck dasar polos.' batin Kyuhyun. "Sudah dapat belum bunganya? Mau dibantu tidak?" tawar Kyuhyun kemudian.

"Tidak perlu Kyu, aku sudah mendapatkannya. Ini." Ryeowook memamerkan bunga Lilac yang sudah dia dapatkan kepada Kyuhyun. Kyunyun hanya mengganggukkan kepalanya sekilas, kemudian berbalik dan menceburkan dirinya kembali kedalam kolam renang.

"Kau tidak mau berenang Wook-ie? Airnya segar sekali." seru Kyuhyun dari dalam kolam renang.

"Ne, bentar aku taruh ini di dalam dulu." jawab Ryeowook sambil berlari masuk kedalam rumahnya.

Ryeowook berlari keluar kamarnya hanya dengan menggunakan celana renangnya, kemudian menceburkan dirinya di kolam renang.

Byurr.

"Ah. . . segarnya." sorak Ryeowook saat kepalanya muncul dipermukaan air.

"Hai seru sekali berenangnya." Sapa Siwon yang berdiri diambang pintu belakang rumahnya yang menghubungkan langsung dengan halaman belakang dan kolam renang.

"Paman, ikutlah berenang bersama kami!" ajak Kyuhyun dan diangguki oleh Siwon. Dan tidak lama kemudian Siwon sudah bergabung dengan kedua namja tersebut di kolam renang.

"Ryeowook!" panggil Sungmin saat melihat Ryeowook hendak pergi meninggalkan kelas. "Mau ke ruang klub Kendo eoh." tanyanya.

"Iya hyung, ada perlu sebentar. Hyung mau ikut?" ajak Ryeowook.

"Anniya, hyung mau ke ruang klub Astronomi saja. Oh ya apakah sudah mendapatkan bunganya?" tanya Sungmin.

"Sudah hyung, tapi Kyuhyun mengejekku kemarin, dia bilang aku bodoh percaya mitos seperti itu." adu Ryeowook kepada Sungmin.

"Benarkah? Nanti hyung jitak kepalanya Kyuhyun, kau tidak perlu khawatir. Pergilah sebelum Hyorin datang menggoda Jongwoon." ujar Sungmin seraya mendorong tubuh Ryeowook agar segera pergi ke ruang klub Kendo.

"Ok hyung, aku pergi dulu ne, bye~" pamit Ryeowook.

Dan benar apa yang dikatakan Sungmin tadi, Hyorin sudah berada di ruang klub Kendo sebelum Ryeowook datang. Muka Ryeowook mendadak keruh seketika karena keberadaan Hyorin.

"Cemburu eoh?" sapa Heechul dari sambil menyodorkan minuman dingin kepada Ryeowook.

"Hyung~" Ryeowook menundukkan kepalanya tidak mau menjawab pertanyaan Heechul.

"Hei manis, jika kau tidak ingin Jongwoon direbut oleh Hyorin, maka nyatakan perasaanmu yang sebenarnya pada Jongwoon." usul Heechul.

"Tapi hyung aku takut jika Jongwoon hyung tidak mencintaiku." kata Ryeowook pelan takut anggota klub Kendo lainnya mendengar obrolannya bersama Heechul.

"Kau harus berusaha manis, seumpama Jongwoon menolakmu, hyung yakin Jongwoon tidak akan menertawakan perasaanmu. Hyung yakin itu." jelas Heechul.

Ryeowook terlihat berpikir mencerna apa yang telah dikatakan Heechul. "Baiklah hyung aku akan mencobanya. Tapi tetap saja aku takut jika Jongwoon hyung menolakku, aku akan patah hati nantinya. Hyung pernah patah hati?" tanya Ryeowook.

"Hyung pernah mengalaminya, makanya sebelum Hyorin mendapatkan Jongwoon, hyung ingin kau mengatakan perasaanmu kepadanya." terang Heechul.

"Kyaaa . . . tidak boleh! Hyorin tidak boleh mendapatkan Jongwoon hyung. Dia milikku!" Pekik Ryeowook.

Heechul mendorong tubuh Ryeowook ke depan, "Jongwoon lagi sendiri tuh, katakan perasaanmu sekarang juga! Hwaiting!" bisik Heechul sambil menyemangati namja mungil tersebut.

Ryeowook melangkahkan kakinya mendekati Jongwoon, sambil sesekali menoleh ke belakang dimana Heechul berada. Heechul hanya menganggukkan kepalanya sambil mengepalkan tangannya memberikan semangat kepada Ryeowook.

"Jo-Jongwoon hyung." panggil Ryeowook lirih.

Srett

Jongwoon memalingkan mukanya kepada pemilik suara yang telah memanggilnya. Wajahnya yang penuh dengan peluh akibat latihan pedang membuatnya terlihat begitu seksi. Ryeowook seketika kehilangan kata-katanya saat memandang Jongwoon yang begitu tampan.

"Engg . . ." Ryeowook menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Bingung mau bicara apa dengan Jongwoon, kata-kata yang telah disusunnya menguap begitu saja. "Tidak jadi, aku lupa apa yang ingin kukatakan padamu hyung."

"Eh? Kenapa bisa lupa? Nanti kalau sudah ingat kasih tahu hyung ne! Hyung pergi dulu. Bye~" pamit Jongwoon, berlalu meninggalkan Ryeowook setelah mengacak rambutnya.

'Ah~selalu begini, meninggalkanku begitu saja.' Inner Ryeowook, kembali berjalan mendekati Heechul.

"Aku gagal hyung." Adu Ryeowook.

"Tidak apa-apa, besok dicoba lagi, tapi jangan sampai gagal lagi. Arraso!" nasehat Heechul.

"Gomawo hyung, kau memang mengerti apa yang aku pikirkan." ujar Ryeowook sambil memeluk Heechul.

"Ne, karena kau dongsaeng hyung yang paling manis." Heechul mencubit gemas hidung mungil Ryeowook dan menuai protes dari si pemilik hidung.

Sungmin dan Ryeowook dibuat kaget, ketika mereka sampai dikelas pagi hari, siswa-siswi sedang membicarakan artikel yang ada didalam majalah.

"Ada apa? Mengapa kalian begitu heboh? Apa ada yang menarik didalam majalah itu?" tanya Sungmin pada salah satu teman sekelasnya.

"Ini Ming, ada artikel tentang Kim Heechul, pantas saja dia tidak naik kelas ternyata dia seorang berandalan." komentar teman yang ditanya Sungmin sambil menyerahkan majalah itu pada Sungmin.

Sungmin membaca artikel itu dengan seksama, namun belum sampai selesai Ryeowook sudah merebutnya. "Lihat hyung!" serunya.

"Ini tidak benar hyung. Meskipun berita ini benar, tapi kalian tidak boleh mencelanya seperti itu! Kalian tidak tahu Kim Heechul yang sebenarnya!" Ryeowook tidak terima Heechul yang selalu membelanya dicela oleh teman-teman sekolahnya.

Jongwoon yang kebetulan melintas di depan kelas Ryeowook langsung berhenti ketika mendengar suara ribut-ribut dari dalam. Jongwoon begitu hapal dengan suara tenor itu.

"Ada apa Ming?" tanya Jongwoon kepada Sungmin yang hanya diam memandangi Ryeowook yang sedang beradu argumen dengan teman-teman sekelasnya.

"Dia sedang membela Heechul hyung." jawab Sungmin.

"Ryeowook!"

Suara baritone yang memanggilnya mampu menghentikan kegiatan Ryeowook yang sedang berdebat dengan teman-temannya.

"Ada apa Wook-ie?" tanya Jongwoon begitu namja yang dipanggilnya menoleh kearahnya.

"H-hyung, mereka menjelek-jelekkan Heechul hyung. Aku tidak terima, Heechul hyung tidak seperti itu!" adu Ryeowook pada Jongwoon.

"Sudahlah biarkan mereka bicara tentang Heechul hyung, yang penting kau tahu Heechul hyung itu seperti apa." kata Jongwoon.

"Iya hyung, aka tahu seperti apa Heechul hyung." ujar Ryeowook sambil mencuri pandang kearah Jongwoon.

"Nah begitu lebih baik, oh ya nanti siang datanglah ke klub! Hyung punya sesuatu untukmu. Hyung ke kelas dulu." pamit Jongwoon tanpa mendengar jawaban dari Ryeowook.

"Ba-baik hyung." Jawab Ryeowook sambil kembali ketempat duduknya.

Bunyi bel tanda kepulangan sudah mengalun, membuat seisi kelas bersorak gembira. Tidak berbeda dengan Ryeowook, ia gembira sekali mendengar bel berbunyi, dengan buru-buru ia memasukkan alat tulisnya kedalam tas. Segera berlari meninggalkan kelas tanpa berpamitan terlebih dahulu kepada Sungmin.

Ryeowook berlari cepat menuju ruang klub Kendo, tidak sabar untuk bertemu Jongwoon. Apalagi Jongwoon berjanji akan memberinya sesuatu.

"Jongwoon hyung!" panggilnya begitu masuk kedalam klub Kendo. "Ada apa?" tanya Ryeowook sambil mendudukkan dirinya di kursi pojok ruangan klub Kendo.

"Ini." Jongwoon menyodorkan tiket bioskop kepada Ryeowook. "Heechul hyung memberikannya kepadaku, karena itu aku mengajakmu untuk menonton filmnya. Apa kau mau?" tanya Jongwoon setelah menyodorkan tiket tersebut kepada Ryeowook.

"Mau hyung~~ wah Heechul hyung sungguh keren, ternyata dia juga seorang aktor." celoteh Ryeowook sambil memengang erat kedua tiket tersebut.

"Iya, Heechul hyung memang hebat. Kau mau tahu cerita Heechul hyung yang sebenarnya?" tawar Jongwoon.

Ryeowook menganggukkan kepalanya tanda setuju, karena ia juga sangat ingin tahu cerita tentang Heechul yang sebenarnya. Jongwoon mulai menceritakan tentang masa lalu Heechul. Heechul dahulunya memang seorang berandalan, sampai pada akhirnya kekasihnya yang bernama Hangeng meninggal karena melindungginya.

"Hiks, jadi begitu ya ceritanya? Hiks." isak Ryeowook.

"Ya! Kenapa kau menangis? Apa ceritanya begitu mengharukan?" tanya Jongwoon khawatir. selama ini dia belum menemui namja yang bisa mengangis dengan begitu mudah.

"Kasihan Heechul hyung . . ."

"Sudahlah, itu sudah berlalu. Ok, kamu saja yang bawa tiketnya. Hyung jemput kamu sepulangnya dari Rumah Sakit." kata Jongwoon.

Ryeowook memasukkan kedua tiket itu kedalam tasnya, "Tidah perlu di jemput, aku akan menunggu hyung di kedai es krim depan Rumah Sakit saja." tolak Ryeowook. Ryeowook kasihan jika Jongwoon harus menjemputnya terlebih dahulu, sementara letak bioskop tidak begitu jauh dengan Rumah Sakit.

"Baiklah kalau begitu, kajja kita pulang hyung antar sampai rumah." Jongwoon menarik tangan Ryeowook dan mengajaknya pulang bersama.

Betapa senangnya Ryeowook ketika Jongwoon bersedia mengantarkannya pulang. Sebuah moment yang sangat dinantikan Ryeowook, pulang sekolah diantar oleh kekasihnya.

Ryeowook gelisah menanti kedatangan Jongwoon, sudah lima belas menit dia menunggu dan Jongwoon belum menampakkan batang hidungnya. Ryeowook berkali-kali memandang arloji yang melingkar dipergelangan tangan kirinya. 'Aku yang terlalu semangat sepertinya, datang setengah jam sebelum waktu yang disepakati' batin Ryeowook.

Ryeowook kembali menyendokkan es krim dan memasukkan kedalam mulutnya. Ia memesan es krim terlebih dahulu karena ia sudah sangat haus.

"Wook-ie! Kau datang lebih dahulu rupanya, mianhe jika membuatmu menunggu." Jongwoon mendudukkan dirinya di kursi sebelah Ryeowook.

"Tidak apa-apa hyung, hyung mau pesan es krim apa?" tanya Ryeowook.

Jongwoon menggelengkan kepalanya saat Ryeowook menawarkan ek krim kepadanya. "Kau saja yang pesan, hyung tidak begitu suka es krim karena terlalu manis menurut hyung." Jongwoon menolak tawaran Ryeowook, sebenarnya ia lebih suka kopi daripada es krim.

Drtt. . .drtt . . .

Jongwoon mengangkat ponselnya yang berdering, "Hallo~"

"MWO! Baiklah aku akan segera kesana." panic Jongwoon saat mendengar ucapan dari sang penelpon.

"Wook-ie, mianhe hyung tidak bisa menemanimu nonton, Donghae dikeroyok oleh anak buahnya Kris. Hyung harus membantunya. Sakali lagi mianhe." sungguh sebenarnya Jongwoon tidak tega meninggalkan Ryeowook, tapi Donghae adalah temannya ia juga tidak mau terjadi sesuatu pada Donghae.

"Aku ikut hyung!" pinta Ryeowook, tangan kanannya menarik kemeja Jongwoon.

"Anniya, kau tidak boleh ikut, mereka sangat berbahaya." tolak Jongwoon.

"Kalau begitu . . .aku ingin mengatakan seseuatu sebelum hyung pergi." lirih Ryeowook.

"Katakanlah!" perintah Jongwoon.

"A-ku, engg aku mencintai hyung." ucap Ryeowook, wajahnya mendongak, mata caramelnya memandang Jongwoon penuh harap.

"Eh?" kaget Jongwoon.

Tbc^.^

Haa. . .mian begitu lama updatenya. Sibuk! Kekekeke. Lagi-lagi tidak diedit, jadi harap maklum jika banyak typo. Heheheh. Sampai jumpa di chap selanjutnya. Terima kasih. Bye~~~