MY HERO [Chap 24 – Balas Dendam ]

By : Kimyhoney

Rated : T

Cast : Jongwoon, Ryeowook, Kyuhyun, Sungmin, Siwon, Heechul, dll.

Genre : Romance, Humor, Family.

Warning : Typo bertebaran, Gaje dan sebagianya.

Summary : Ketika Jongwoon ingin menjawab pernyataan cinta Ryeowook ada kendala yang menghalanginya. Apa itu?

"A-ku, engg aku mencintai hyung." ucap Ryeowook, wajahnya mendongak, mata caramelnya memandang Jongwoon penuh harap.

"Eh?" kaget Jongwoon.

"Aku mencintaimu hyung, sungguh." pengakuan Ryeowook membuat Jongwoon terperangah, tidak menyangka Ryeowook akan menyatakan cinta padanya. Bukankah dulu ia sangat menetang pertunangan ini?.

"Ryeowook, mianhe hyung harus pergi. Tunggulah besok di klub Kendo, hyung akan menjawabnya." ujar Jongwoon, kemudian di pergi meninggalkan Ryeowook untuk membantu Donghae yang sedang dikeroyok anak buah Kris dan Jesica.

Ryeowook hanya menatap nanar kepergian Jongwoon, 'dia pergi lagi, tapi setidaknya aku sudah mengatakan perasaanku' innernya.

"Selamat Ryeowook-ie, akhirnyaa kamu mengatakan perasaanmu kepada Jongwoon." seperti biasa Sungmin selalu muncul dan mengejutkan Ryeowook.

Ryeowook memegang dadanya akibat kaget karena aksi Sungmin barusan. "Hyung! Mengapa kau selalu muncul mendadak sih? Seperti hantu saja!" dengus Ryeowook sebal. "Dan lagi! Kenapa hyung mengikutiku?" marah Ryeowook.

"Hyung hanya tidak ingin melewatkan moment langka seperti ini. Kapan lagi hyung bisa mendengar dongsaeng hyung yang imut ini menyatakan cintanya. Hemm?" Sungmin menoel-noel dagu Ryeowook, dan membuat Ryeowook semakin sebal dibuatnya.

"Hyung memang menyebalkan!" teriak Ryeowook sambil berlalu meninggalkan Sungmin.

"YA! Ryeowook! kau mau kemana eoh? Apa tidak lebih baik kita menyusul Jongwoon eoh?" ujar Sungmin sambil berlari mengejar Ryeowook.

Ryeowook menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Sungmin setelah mendengar usulan Sungmin. "Tapi Jongwoon hyung pasti marah padaku karena mengikutinya." kata Ryeowook.

"Tenang saja semua bisa diatasi jika ada Heechul hyung." Sungmin menunjuk keberadaan Heechul yang berdiri bersandar pada mobilnya.

"He-heechul hyung? Kau juga ada disini? Akhh kalian mengapa suka sekali mengikutiku sih?" Ryeowook mengerucutkan bibirnya sepanjang mungkin. Ck, mengapa mereka selalu saja mengikutinya.

"Jangan banyak bicara, cepat kalian berdua naik!" perintah Heechul yang langsung dituruti oleh kedua namja manis tersebut.

Heechul melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju tempat dimana Donghae dikeroyok oleh anak buah Kris dan Jesica. Ketiga namja tersebut terlambat sampai disana, karena Jongwoon sudah berhasil melumpuhkan seluruh anak buah Kris.

"Hyung!" teriak Ryeowook begitu turun dari mobil setelah mobil Heechul berhenti.

"Wook-ie! Siapa yang menyuruhmu kesini? Bahaya tahu." ucap Jongwoon sambil memapah Donghae yang menderita banyak luka ditubuhnya.

"Aku bersama mereka hyung." Ryeowook segera membantu Jongwoon memapah Donghae dan membawanya ke mobil Heechul. "Apa hyung juga terluka?" tanya Ryeowook khawatir.

"Hanya sedikit, kau tidak perlu khawatir." jawab Jongwoon singkat

Heechul segera tancap gas membawa Donghae ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan supaya luka-lukanya tidak bertambah parah. Keempat namja tidak menyadari keberadaan dua orang yang bersembunyi di balik rumpun bambu yang tidak jauh dari tempat pengeroyokan Donghae.

"Kita gunakan namja pendek itu lagi saja untuk mengahcurkan Jongwoon." kata namja tinggi bernama Kris kepada yeoja yang berada disampingnya.

"Sekalian aku membalas kekesalanku, Kyuhyun menolakku karena dia." ujar Jesica menimpali perkataan Kris.

"Ne, kita hancuran mereka." geram Kris.

Kris sangat tidak terima dikalahkan Jongwoon dalam pertandingan tempo lalu. Kris berpendapat bahwa geng-nya dan kelompok Kendo sekolahnya adalah yang terbaik dikotanya. Apalagi yang mengalahkan dia dan geng-nya adalah Jongwoon musuh bebuyutannya.

Siang itu sebelum menemui Ryeowook di klub Kendo, Jongwoon mampir dulu ke lokernya. Tidak biasanya ia menyimpan barang di loker, karena ia lebih suka menyimpan barangnya di klub Kendo. Jongwoon terkejut karena mendapati sebuah surat didalam lokernya.

"Surat?" lirih Jongwoon. Jongwoon membalikkan surat tersebut mencari nama pengirimnya.

"Mungkin Ryeowook yang mengirimkannya. Pernyataan cintanya kepadamu kurang mungkin?" canda Heechul.

"Diam deh hyung." kata Jongwoon dengan sedikit cemberut. Jongwoon mulai membuka surat tersebut dan membacanya.

'Kau tahu? Jika namja pendek itu tidak benar-benar mencintaimu? Dia menyakataka cintanya kepadamu hanya untuk mempermainkanmu saja. Karena dia sebenarnya sangat menyukai Kyuhyun. Foto ini adalah buktinya.'

Jongwoon memandang foto yang dilampirkan pada surat tersebut dengan tatapan yang sulit diartikan. Pikirannya melayang pada saat ia bersama Ryeowook, Jongwoon hanya menganggap pernyataan Ryeowook dahulu hanya akalan-akalan Ryeowook saja karena tidak mau ditunangkan dengannya. Buat apa Ryeowook mendekatinya jika dia tidak menyukainya?

Heechul menepuk pundak Jongwoon pelan hingga pemuda itu menyadari keberadaannya. "Kita konfirmasikan saja kepada Ryeowook, apa benar ia dan Kyuhyun mempunyai hubungan khusus." Heechul menatap foto yang dipegang Jongwoon, foto Ryeowook dengan Kyuhyun yang terlihat sangat akrab.

Tanpa menjawab perkataan Heechul, Jongwoon berlari menuju ke klub Kendo. Tidak sabar untuk bertemu Ryeowook untuk menjelaskan semua ini.

Brakk

Jongwoon membuka pintu klub Kendo dengan kasar membuat kaget namja manis yang ada didalamnya

"Hyung! Kau mengagetkanku!" pekik Ryeowook sambil memungut novelnya yang jatuh.

Jongwoon memungut sesuatu yang jatuh dari nonel Ryeowook. matanya membulat tidak percaya jika Ryeowook membawa foto yang sangat mirip dengan Kyuhyun.

"Bisa kau jelaskan ini! Dan ini!" Jongwoon menyerahkan foto dan surat yang ia dapatkan kepada Ryeowook. "Bagaimana bisa kau menyatakan cinta padaku jika mencintai orang lain. Hah!" teriak Jongwoon.

"I-ini bukan seperti yang hyung kira, aku bukan seperti itu! Aku tidak mencintainya." balas Ryeowook.

"Kalau tidak mencintainya, kenapa kau membawa fotonya kemana-mana." lagi Jongwoon berkata dengan berteriak.

"Hyung! Bisakah kau tidak berteriak kepadaku!" Ryeowook yang mulai terpancing emosinya membalas ucapan Jongwoon dengan berteriak pula.

"Kau yang membuatku berteriak! Seharusnya sekarang aku menjawab pernyataanmu kamarin, tapi tidak jadi."

"Tidak perlu dijawab! Kalau hyung masih berteriak-teriak seperti itu, dan tidak mau mendengar penjelasanku. AKU MEMBENCIMU!" teriak Ryeowook penuh penekanan didepan muka Jongwoon sebelum pergi meninggalkan ruang klub Kendo.

Jongwoon menghela nafasnya, ada perasaan menyesal pada dirinya, mengapa tadi dia tidak bisa menahan emosinya setelah mendapatkan surat seperti itu dan juga foto milik Ryeowook.

"Bisakah kau tidak berteriak kepada Ryeowook!" ucap namja berambut ikal yang sudah berdiri diambang pintu ruangan klub Kendo.

"Kau! Ada apa kau kemari? Menjemput kekasihmu eoh?" sinis Jongwoon pada pemuda dihadapannya.

"Ne, benar aku menjemput kekasihku." Jawab Kyuhyun disertai seringainya.

"Kekasihmu sudah pergi dari sini barusan. Apa kau tidak melihatnya pergi." kata Jongwoon.

"Ouh benarkah? Setahuku dia masih di klub Astonomi. Nah itu dia datang." Kyuhyun menunjuk seorang namja yang tengah berlari menghamirinya.

Betapa kagetnya Jongwoon ketika kekasih yang dimaksud Kyuhyun adalah Sungmin bukan Ryeowook. Menyesal, itulah kata yang dapat menggambarkan hati Jongwoon sekarang ini.

"Jadi Sungmin kekasihmu?" tanya Jongwoon penasaran. "Lalu Ryeowook?" tambahnya.

"Ryeowook adalah sepupuku, dan kau membuatnya sedih lagi. Ck, aku bersumpah jika sampai rumah dan kudapati Ryeowook menangis aku akan meninjumu!" ancam Kyuhyun.

"Kyu~ sedang apa kau disini?" tanya Sungmin begitu beraa didekat Kyuhyun kekasihnya.

"Aku mencari Ryeowook,ingin memberitahunya jika Daddy-nya tidak pulang hari ini. Tapi namja ini malah menyakitinya dan membuat Ryeowook pergi sebelum aku bertemu dengannya." adu Kyuhyun pada Sungmin.

"MWO! Jongwoon kau menyakitinya lagi?" ucap Sungmin setengah berteriak.

"Ck, mengapa kalian mengeroyokku? Baiklah aku akan minta maaf kepadanya! Aku mau pulang!" kata Jongwoon dengan acuhnya, berlalu begitu saja meninggalkan dua sejoli Sungmin dan Kyuhyun.

"Dasar Jongwoon menyebalkan." omel Kyuhyun.

"Sudahlah lebih baik kita juga pergi dari sini." Sungmin menarik lengan Kyuhyun dan mengajaknya meninggalkan klub Kendo.

Ryeowook berjalan gontai kerumahnya, harapan untuk mendapatkan jawaban atas pernyataannya kepada Jongwoon kemarin kandas sudah.

"Choi Ryeowook! bisa kita bicara sebentar?" suara seorang yeoja menghentikan langkah Ryeowook.

"Jesica? Ada apa?" tanya Ryeowook penasaran. Yeoja yang tempo hari menyatakan cintanya kepada Kyuhyun.

"Aku hanya ingin menyampaikan sesuatu kepadamu." Jesica diam sejenak. "Periksalah tentang regristasi keluargamu! Ada yang menarik disana, dan aku yakin kau belum mengetahuinya." ucapnya kemudian.

"Memangnya ada apa?" tanya Ryeowook tidak mengerti.

"Kau akan tahu nanti, aku pergi dulu. Bye." Jesica meninggalkna Ryeowook yang masih termangu.

'Sebaiknya aku pergi ke kantor regristrasi kota supaya tidak penasaran' inner Ryeowook.

Ryeowook memberhentikan taksi yang kebetulan lewat dihadapannya, dan menyuruhnya mengantarkan ke kantor regristasi kota.

Ryeowook berhasil meminta catatan keluarganya setalah meyakinkan petugas kantor tersebut, bahwa ia ingin melengkapi data untuk sekolahnya.

Ryeowook meneliti setiap lembar surat-surat yang ada, sampai ia menemukan sesuatu didalam surat itu tentang dirinya. Airmata Ryeowook seketika keluar setelah mebaca surat tersebut. Surat yang menyatakan bahwa Ryeowook adalah anak angkat di keluarga Choi.

Dunia Ryeowook seolah berhenti berputar, ingin sekali menyakini bahwa yang tertulis dalam surat itu salah. Setelah mengembalikan berkas-berkas tersebut kepada petugas, Ryeowook segera berlari keluar .

Dalam tangisnya Ryeowook berjalan tidak tentu arah, tidak terima dengan kenyataan bahwa dia bukan anak Siwon, Daddy yang sangat mencintai dan memanjakannya.

Ryeowook terus berjalan tanpa arah, hanya mengikuti kemana kakinya melangkah. Wajahnya kusut, dengan airmata yang mengalir dikedua pipinya menjadikan tontonan orang yang berpapasan dengannya.

Ryeowook menghentikan dirinya ditepi sungai Han, mendudukkan dirinya ditepi sungai tersebut. Membenamkan wajahnya dilipatan kakinya yang ia tekuk. Tidak mempedulikan malam yang telah datang, bahkan lapar dan hauspun ia abaikan.

Sementara dikediaman Choi, Kyuhyun sibuk mondar-mandir menanti kedatangan Ryeowook. 'Tumben sekali anak itu belum pulang' batin Kyuhyun. Kyuhyun sangat khawatir dengan Ryeowook, ponselnya tidak dapat dihubungi, Sungmin juga tidak mengetahui keberadaannya.

Tiba-tiba ponsel Kyuhyun bergetar, kyuhyun berharap yang menelponnya adalah Ryeowook. Namun salah, nama Jesica yang tertera di layar ponselnya.

"Mau apa lagi dia!" geram Kyuhyun sebelum mengangkat telponnya.

"Haloo!" teriak Kyuhyun.

"( . . . )"

"APAA!" pekik Kyuhyun. "Jika terjadi sesuatu kepadanya, aku tidak akan melepaskanmu!" ancam Kyuhyun kemudian.

Kyuhyun mematikan panggilan dari Jesica. Menyambar kunci motor beserta jaketnya. "Bibi, aku mencari Ryeowook" pamitnya pada Bibi Shin.

Kyuhyun menjemput terlebih Sungmin terlebih dahulu sebelum mencari Ryeowook. Sungmin yang sahabat Ryeowook dari kecil tahu dimana tempat-tempat yang suka dikunjungi Ryeowook.

"Kyu . . bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Sungmin setelah berada dalam boncengan motor Kyuhyun.

"Ini semua ulah Jesica Ming, kita kemana dulu mencarinya Ming?" tanya Kyuhyun balik.

"Kita ke rumah Jongwoon saja, semakin banyak yang mencari semakin ccepat menemukannya." usul Sungmin yang langsung disetujui oleh Kyuhyun.

Kyuhyun bergegas menuju rumah Jongwoon dengan kecepatan penuh, sambil menyimak petunjuk yang diberikan Sungmin tentang letak rumah Jonwoon.

Tok Tok.

Tok Tok.

Dengan tidak sabar Kyuhyun dan Sungmin mengetok atau lebih tepatnya mengedor pintu rumah Jongwoon.

Jongwoon membuka pintu dengan raut wajah kesalnya karena tamu yang tidak tahu sopan santun dalam bertamu, apalagi ini sudah pukul sepuluh malam.

"Jongwoon!Ryeowook kabur dari rumah!" seru Kyuhyun begitu pintu dibuka oleh Jongwoon.

"MWO?!" kaget Jongwoon

Tbc ^.^

Hehehehe . . sampai segini dulu yaa. . . Maaf typonya banyak karena tidak diedit. Terima kasih semuanya yang sudah membaca ff ini. Byeee...