MY HERO [Chap 26 – I Love You ]
By : Kimyhoney
Rated : T
Cast : Jongwoon, Ryeowook, Kyuhyun, Sungmin, Siwon, Heechul, dll.
Genre : Romance, Humor, Family.
Warning : Typo bertebaran, Gaje dan sebagianya.
Summary : Jongwoon, Kyuhyun, Heechul, dan Sungmin mendatangi Jesica dan anak buahnya untuk membuat perhitungan.
Namja mungil kini berdiri didepan makam kedua orang tuanya. Ryeowook meletakkan buket bunga yang di kedua makam orang tuanya. Ryeowook menunduk sambil mengucapkan doa untuk keduanya.
"Eomma, Appa, mianhe aku baru datang menemui kalian. Aku baru tahu jika kalian berdua adalah orang tuaku. Kalian tidak perlu mengkhawatirkan aku, aku sangat sehat dan bahagia sekarang. Daddy dan Mommy merawatku dengan baik, tapi sayang Mommy sudah pergi meninggalkan kami." ucap Ryeowook didepan makam kedua orang tuanya.
"Eomma, Appa . . . aku pulang dulu, aku akan sering mengunjungi kalian. Aku sayang kalian." pamit Ryeowook.
"Yun, Jae, kami pulang dulu! Maafkan aku karena merahasiakan ini semua. Kajja sayang kita ke makam Mommy dulu." Siwon meraih lengan Ryeowook, beranjak meninggalkan makan Yunho dan Jaejong.
Siwon dan Ryeowook menghampiri makam Kibum yang terletak tidak jauh dari makam kedua orang tua Ryeowook.
"Mommy. . aku datang bersama Baby kita. Dia sudah tahu jika kita bukanlah orang tua kandungnya." curhat Siwon pada makam istrinya.
"Mommy~~, meskipun aku bukan anak kandung kalian aku sangat-sangat mencintai kalian. Bukankah kalian yang merawatku sejak aku masih bayi. Bagiku kalianlah orang tuaku. Mommy jangan khawatir aku akan selalu ada disamping Daddy." sambung Ryeowook sambil bergelayut manja di lengan sang Daddy.
"Lihatlah Mommy anakmu sangat manja sekali." adu Siwon sambil mencubit pipi Ryeowook gemas.
"Mommy~~ Daddy nakal." rengeknya. "Mommy. . . aku merindukanmu. Hiks." air mata Ryeowook mulai mengalir, betapa ia ingin merasakan belaian Mommy-nya. "Mommy . .hiks."
Siwon menarik Ryeowook dalam pelukannya, sebenarnya ia juga ingin menangis seperti Ryeowook yang merasakan bagaimana rasanya merindukan orang yang sangat dicintainya itu.
"Mommy, kami pulang dulu ne. Kalau kami berlama-lama disini, aku takut nanti Mommy kebanjiran airmatanya Wook-ie." canda Siwon untuk mencairkan suasana yang mengharukan ini.
"Kajja sayang kita pulang, kau masih harus banyak istirahat."
Jongwoon, Heechul, dan Sungmin telah berdiri di depan pintu gerbang SJM High School. Mereka sedang menunggu Kyuhyun, rencananya mereka akan membuat perhitungan dengan Jesica, Kris dan anak buahnya.
"Kyu!" teriak Sungsin begitu melihat Kyuhyun berjalan kearahnya.
"Bagaimana? Apa mereka masih di dalam sekolah?" tanya Jongwoon.
"Mereka sudah tidak kelihatan setelah istirahat kedua, entahlah mungkin mereka bolos, atau mereka sedang bersiap untuk menghadapi kita." jawab Kyuhyun.
Heechul mematikan rokoknya yang masih separuh dan membuang ke tong sampah. "Kita datangi mereka saja, bukankah mereka biasanya berkumpul di dekat Sungai itu?" usul Heechul. "Aku juga sudah geram dengan tingkah mereka."
"Baiklah, aku ambil motor dulu." Kyuhyun berlari menuju tempat ia memarkinkan motornya.
Beberapa saat kemudian Kyuhyun sudah berkumpul kembali dengan Jongwoon, Heechul dan Sungmin. Mereka segera berangkat menuju tempat Kris dan anak buahnya berkumpul.
"Hai . . apa kabar? Apa aku mengganggu kegiatan kalian?" sapa Jongwoon setelah sampai tempat tujuan.
"Ka-kalian!" Jesica terkejut dengan kedatangaan empat namja.
"Apa kami mengganggu?" kini giliran Kyuhyun angkat bicara.
Kris dan Jesica sangat terkejut dengan kedatangan keempat namja tersebut, ada rasa takut di dalam diri mereka mengingat apa yang telah mereka lakukan kemarin. Terbukti tidak ada sepatah katapun yang terucap dari bibir mereka berdua.
"Aku beritahukan kepada kalian jika masih mengganggu Ryeowook atau salah satu dongsaeng-ku ini, kupastikan kalian akan berakhir di pemakaman!" gertak Heechul kepada Jesica dan Kris beserta anak buahnya seraya menginjak putung rokok yang ia jatuhkan setelah mengembuskan asapnya kepada Kris dan Jesica.
"Kalian tahukan siapa aku?" tanya Heechul kemudian, "Jadi bersikaplah baik jika ingin selamat."
"Jes, kenapa diam saja? Ayo kita lawan mereka!" ajak Kris. "Kita banyak sedangkan mereka hanya berempat." Desak Kris lagi.
"Silahkan saja jika kau mau melawan mereka! Apa kau lupa kau kalah dari Jongwoon ketika pertandingan Kendo kemarin, dan juga apa kau lupa dengan Heechul hah!" teriak Jesica mengingatkan Kris.
"Lawanlah kami, kami siap melayani kalian!" Jongwoon menantang mereka untuk berkelahi.
Jesica menarik lengan Kris saat Kris ingin menyerang Jongwoon. "Tunggu! Jangan gegabah Kris, kita bukan lawan mereka. Lebih baik kita biarkan mereka pergi!" perintah Jesica.
"Ta-tapi Jes?"
"Sudahlah, aku mau pergi!" ujar Jesica kemudian meninggalkan tempat itu.
"Tunggu!" teriak Sungmin
Jesica menolehkan kepalanya kearah suara yang memanggilnya. "Apa?" tanyanya dingin.
"Hanya ingin mengingatkan jika Kyuhyun itu milikku, jadi jangan mengganggunya dan berharap lebih dari itu!" ucap Sungmin mengingatkan supaya Jesica tidak menyingkir dari Kyuhyun.
Sungmin menarik dagu Kyuhyun, mendekatkan bibir Kyuhyun ke bibirnya lalu menciumnya tepan di depan Jesica. Tidak hanya Jesica yang terkejut dengan tindakan Sungmin yang mencium Kyuhyun di depan umum, Jongwoon dan Heechul pun dibuatnya terkejut. Bahkan Kyuhyun juga tidak menyangka akan apa yang akan diperbuat Sungmin.
"Dia sudah kutandai, jangan coba-coba merebutnya dariku!" ternyata Sungmin sangat posesif jika menyangkut Kyuhyunnya.
"Ayo Kyu . . kita pergi dari sini!" Sungmin menarik lengan Kyuhyun untuk pulang dan diikuti oleh Jongwoon serta Heechul dibelakang mereka.
"Kita ke rumah Wook-ie dulu, aku ingin melihat keadaan anak itu!" kata Heechul.
Mereka berempat akhirnya meniggalkan tempat dimana Jesica, Kris, dan anak buahnya berkumpul tanpa adanya perlawanan. Reputasi Heechul sebagai anak berandalan dulunya masih disegani oleh lawan-lawannya termasuk Jesica. Jesica memilih mundur daripada ia harus masuk Rumah Sakit, Jesica tahu jika Heechul sudah marah ia tidak akan pandang bulu menghajar lawannya. Tidak peduli lawannya namja atau yeoja.
"Aku pulang!" seru Kyuhyun saat memasuki pintu utama rumah Siwon. Kyuhyun mempersilahkan Heechul, Jongwoon, dan Sungmin untuk masuk dan duduk diruang tengah.
"Sttt . . . kalian jangan berisik, Wookie sedang tidur." Siwon menoleh kearah datangnya suara sambil memperingatkan mereka supaya jangan membuat keributan. Ryeowooknya tertidur diruang tengah setelah pulang dari makam orangtua kandung dan Mommy-nya.
Karena takut membangunkan Ryeowook dari tidurnya, keempat namja tersebut memilih untuk bersantai di halaman belakang rumah Choi Siwon sambil berenang, sekaligus untuk menyegarkan pikiran.
Siwon ikut bergabung dengan Kyuhyun dan teman-temannya dihalaman belakang setelah menyelimuti Ryeowook yang tertidur dengan tenang. Siwon memilih berbincang dengan Heechul karena hanya dia yang tidak ikut berenang.
"Kenapa tidak ikut berenang?" tanya Siwon seraya mendudukkan dirinya di kursi yang terletak disebelah Heechul.
"Hanya sedang tidak ingin Paman." sahut Heechul dengan sopan.
"Wook-ie sering bercerita tentangmu, kau begitu baik katanya," Siwon menceritakan pada Heechul tentang bagaimana Ryeowook yang sangat suka bercerita, dan Heechul mendengarkannya dengan seksama. Kadang terdengar suara tawa dari mereka berdua.
Satu jam telah berlalu, mereka yang berenang-pun telah berganti pakaian dan sudah siap di meja makan untuk menyantap berbagai hidangan yang disediakan oleh Bibi Shin.
"Jong, tolong bangunkan Wook-ie!" perintah Siwon pada calon menantunya. "Dia tadi belum sempat makan siang dan minum obatnya."
"ne paman." jawab Jongwoon lalu berdiri dari kursinya menuju sofa yang berada diruang tengah dimana namja manis itu tertidur.
"Wook-ie . . . bangunlah!" panggil Jongwoon, tangannya mengusap lembut pipi Ryeowook supaya bangun. "Wook-ie Baby . . . bangunlah! Kau harus makan dulu!" panggil Jongwoon sekali lagi.
"Ungggg~~~ Wook-ie masih mengantuk Daddy~~" rengek Ryeowook tanpa membuka matanya, ia mengira yang membangunkan adalah Siwon, Daddy-nya.
"Wook-ie . . ini Jongwoon, apa kau mau tidur terus tidak mau makan bersamaku?" tanya Jongwoon.
Ryeowook mengerjapkan matanya setelah mendengar pertanyaan Jongwoon, ia memastikan bahwa sekarang tidak sedang bermimpi. "Hyung~ sejak kapan kau disini?" lirih Ryeowook.
"Sejak siang tadi, bahkan hyung sempat berenang bersama Kyuhyun dan Sungmin." Jelas Jongwoon.
Ryeowook bangkit dari tidurnya "Mengapa tidak membangunkanku dan mengajakku berenang?" dengus Ryeowook.
Jongwoon hanya tersenyum "Kau masih sakit sayang, Ayo kita makan. Semuanya sudah menunggu di meja makan." ajak Jongwoon. Jongwoon membantu Ryeowook berdiri sambil mengacak rambutnya pelan membuat Ryeowook semakin mendengus sebal.
"Hyung harus menggendongku sebagai hukuman tidak mengajakku berenang dan mengacak rambutku barusan atau aku tidak akan mau makan!" ancam Ryeowook yang membuat Jongwoon semakin melebarkan senyumnya. Ternyata namja mungil yang sering berteriak padanya sangatlah manja.
"Baiklah tuan putri, pangeranmu yang paling tampan akan menggendongmu." ucap Yesung seraya menjongkokkan tubuhnya. "Ayo naik tuan putri!" perintah Jongwoon.
"YA! Aku bukan tuan putri! Aku namja." sahut Ryeowook sebal.
"Ne, Tuan muda silahkan naik!" ulang Jongwoon.
Ryeowook menaiki punggung Jongwoon kemudian Jongwoon menggendongnya menuju ruang makan dimana yang lain telah menunggunya.
"Aigoo . . . Baby Daddy mengapa Jongwoon menggendongmu? Apa kau pusing?" tanya Siwon khawatir ketika melihat Ryeowook memasuki ruang makan dengan digendong Jongwoon.
"Aniya Daddy, ini hukuman karena Jongwoon hyung nakal padaku." dengus Ryeowook sambil turun dari gendongan Jongwoon.
"Ck, dasar jerapah pendek, manja lagi." ejek Kyuhyun.
Plakk
Ryeowook menempeleng(?) kepala Kyuhyun setelah mendengar ejekannya "Apa kau bilang Kyu?" protesnya.
"Pendek dan manja." jawab Kyuhyun dengan entengnya tanpa menatap Ryeowook sedikitpun.
"Daddy, Ming hyung . . . Kyuhyun jahat!" adunya.
"Kyu bisakah kau tidak mengganggunya? Baby . . . duduklah! Kau juga jangan suka menganggap serius omongan Kyuhyun. Dia hanya bercanda Baby." ujar Siwon menangaapi sepasang saudara yang selalu berantam tiap harinya.
"Tapi . . ."
Ryeowook masih saja ingin protes tapi Jongwoon sudah memotong ucapannya. "Duduklah sayang, kita makan dahulu. Kyuhyun nanti biar Sungmin yang mengusrusnya. Bukan begitu Ming?"
"Ne, serahkan semuanya pada hyung Wook-ie." timpal Sungmin. "Lebih baik kita makan sekarang keburu makanannya dingin." usul sungmin kemudian.
Setelah acara makan malam bersama, Ryeowook selalu menempel pada Jongwoon, tidak membiarkan Jongwoon hilang dari pandangannya. Saat ini Jongwoon menemani Ryeowook dikamarnya untuk membantu Ryeowook menyiapkan pelejaran untuk besok, Ryeowook berencana berangkat sekolah jika kesehatannya sudah membaik.
"Apa kau yakin besok akan berangkat sekolah sayang?" tanya Jongwoon.
"Iya hyung, aku sudah sembuh kok." jawab Ryeowook sambil mendudukkan dirinya disamping Jongwoon yang telah duduk di pinggir ranjang Ryeowook.
"Tapi jika besok belum benar-benar sehat jangan sekolah dulu ne?" pinta Jongwoon, takut Ryeowook akan sakit kembali jika berangkat sekolah dalam keadaan yang belum sehat benar.
"Ne hyung, aish kau sama cerewetnya dengan Daddy!" Ryeowook mengerucutkan bibirnya lucu ketika mendengar Jongwoon menasehatinya.
Jongwoon gemas melihat tingkah laku Ryeowook yang terlalu imut menurutnya. "Karena kau keras kepala sayang, jadi harus dicereweti, arraso!" Jongwoon mencubit hidung Ryeowook. "Jja tidurlah! Apa perlu hyung bacakan dongeng lagi?" tawar Jongwoon.
"He'em." Ryeowook mengganggukkan kepalanya dengan semangat. "Hyung, aku ingin membuat cerita dongeng seperti Appa dan Eomma-ku." ujar Ryeowook setelah mengambil buku cerita, lalu menyerahkan buku tersebut kepada Jongwoon untuk dibacakan.
"Bagus itu, kau bisa belajar pada Eomma-ku." usul Jongwoon, mengingat Eomma-nya dulu satu kelas dengan Eomma Ryeowook, Jung Jaejong.
Ryeowook tersenyum senang mendengar usul Jongwoon. "Iya aku akan belajar pada Eomma Jungso nanti setelah beliau sembuh." ucap Ryeowook penuh semangat, dirinya juga memiliki bakat menggambar seperti ibunya.
"Nah sekarang adik kecil harus tidur ne, katanya besok mau sekolah." Jongwoon membantu Ryeowook berbaring dan menyelimutinya lalu mendudukkan dirinya disamping Ryeowook sambil bersandar di kepala ranjang.
Jongwoon mulai membuka buku dongeng yang akan ia bacakan untuk Ryeowook, "Hyung. . . kiss-nya mana?" tanya Ryeowook menghentikan aktivitas Jongwoon.
"Eoh? Ingin di kiss? Yang mana? Pipi, kening, atau bibir?" tanya Jongwoon sambil menunjuk pipi, kening, dan bibirnya sendiri.
"Poppo sini hyung." Ryeowook menyentuh bibirnya.
"Aigoo. . .ternyata Baby Wook-ie ketagihan dicium ne." goda Jongwoon membuat rona wajah Ryeowook memerah.
"Rasanya begitu menyenangkan hyung." jawab Ryeowook polos.
Tanpa banyak bicara lagi Jongwoon segera menyambar bibir mungil Ryeowook dan mengulumnya. Jongwoon menggigit pelan bibir Ryeowook supaya bisa mengeksplore bibir Ryeowook lebih dalam lagi. Ryeowook mengalungkan tangannya ke leher Jongwoon dan begitu menikmati apa yang dilakukan Jongwoon padanya.
Ryeowook menghentikan ciuman Jongwoon saat dirinya membutuhkan oksigen untuk bernafas. Setelah cukup menghirup oksigen ia kembali menempelkan bibirnya pada bibir Jongwoon, terus seperti itu tanpa rasa lelah mengimbangi aktivitas Jongwoon mengeksplore mulutnya.
"Unggghhh . . ." Ryeowook terus mendesah menikmati ciuman Jongwoon, tangannya terus bergerak mengacak rambut hitam Jongwoon, bahkan sampai meremas baju Jongwoon bagian belakang sebagai pelampiasan kenikmatan yang ia rasakan.
Setelah dirasa cukup lama berciuman, akhirnya Jongwoon menyudahi aktivitasnya. Ia tidak iangin kegiatannya ini membuatnya tergoda untuk melakukan hal-hal yang lebih jauh lagi. Jongwoon memandangi bibir Ryeowook yang sedikit membengkak karena ulahnya. Mengusap lembut bibir tersebut dengan jarinya kemudian mengecupnya dengan pelan.
"Tidurlah! Hyung tidak ingin kau lelah dan hyung tidak ingin disalahkan oleh Daddy-mu dan juga Kyuhyun kalau kau sampai kenapa-napa. I love you Baby." tutur Jongwoon. Kembali ia melanjutkan kegiatannya semula yaitu membacakan dongeng untuk Ryeowook sebelum tidur.
"I love you too hyung."
"Besok hyung yang akan menjemput dan mengantarmu ke sekolah." kata Jongwoon sebelum memulai ceritanya.
Hanya butuh waktu sepuluh menit bagi Jongwoon untuk membacakan dongeng karena Ryeowook sudah tertidur dengan pulas. Jongwoon membetulkan selimut Ryeowook yang sedikit berantakan akibat ulah mereka tadi.
"Kau manis sekali, benar-benar seperti anak kecil, polos." gumam Jongwoon.
Chup
Jongwoon mengecup kening Ryeowook sebelum beranjak meninggalkan kamarnya.
"Good night Baby~ i love you."
End^.^
Or
Tbc?
Halloooo . . . akhirnya chap ini selesai juga. Maaf atas keterlambatan updatenya serta typo yang bertebaran. Terima kasih kepada kalian yang selalu setia membaca Ff-ku..gomawooooooooo.
