"Fulqentius Lotus"
Naruto © Masashi Kishimoto
Fulqentius Lotus © babyberrypie
Genre : Romance; fantasy; a bit hurt/comfort and mystery
Rating : M
Character : Sasuke Uchiha & Naruto Uzumaki
Warning : SasuNaru! mature content, Slight!crime, Shounen - Ai, Typo(s), OCC, OC, Threeshoot, Alternate Universe (Egyptian theme).
Maaf jika ada persamaan judul, tempat, ataupun cerita. Karena itu hanya kebetulan semata, tanpa ada unsur kesengajaan.
.
.
.
Orontes River, Egypt (1300 SM)
Kurang lebih sepuluh orang Mardius, berjaga mengelilingi tenda sementara yang didirikan khusus untuk tempat peristirahatan Raja. Jubah panjang hijau toska tergeletak sembarang di atas meja besar, bertebaran bersama gulungan kertas lontar dan beberapa Egyptian reed pen. Duduk ditemani oleh secangkir teh rosella hangat. Senyawa aromatik bunga rosella berpadu dengan segarnya teh tidak menggubris penciuman.
Rasa hambar mengecap lidah. Jari telunjuk sibuk berputar di bibir cangkir. Berputar melingkar searah jarum jam. Kepala berdenyut, pikiran kalut.
Bangsa Romawi terlalu licik untuk membangun kerja sama perdamaian diantara mereka. Tidak ada satupun perjanjian yang berjalan mulus. Selalu bertentangan dan tak bisa terpecahkan. Perbedaan pendapat merupakan salah satu masalahnya. Perdebatan keduanya sudah terjadi ratusan tahun tapi hingga kini tidak pernah menemukan titik terang.
Hembusan angin padang pasir, membelai wajah sang Raja. Matahari melambung tinggi. Udara panas tidak kunjung mencelat. Penat mendera tubuh dan pikiran. Tekanan menuntut dari segala pihak. Hal terpenting dalam tujuan pertempuran ini adalah untuk melindungi rakyatnya, bertempur sampai titik penghabisan. Tak peduli walau harus mengorbankan diri sendiri ataupun memakan banyak korban sekalipun.
.
.
.
.
Sasuke bangkit keluar dari tenda peristirahatan. Rambut raven serta tubuh tegap berkulit putih pucat, membuatnya berkilau bagaikan intan permata diterpa sinar mentari. Para Mardius dan pengikutnya otomatis memberi salam hormat. Berlutut sembari menundukan badan. Sasuke mengangkat tangan, memberi aba untuk berdiri. Sasuke berdiri sejajar dengan pemimpin militer di wilayah ini yaitu Tuthamoses.
Dihadapan mereka disediakan meja kayu berbentuk bundar berisikan kertas lembaran peta planimetri wilayah daratan Alexandria. Tuthamoses menjelaskan seluruh kronologi pertumpahan darah yang terjadi beberapa minggu yang lalu didaerah Alexandria Selatan.
Tuthamoses berdeham pelan. "Yang Mulia… pertempuran disungai Orontes beberapa waktu lalu telah menelan banyak korban yaitu, dari 20.000 tentara yang dikerahkan tetapi hanya tersisa seperempat saat berakhirnya pertempuran, 1.500 infantri selamat dari 12.000 infantri sebelumnya dan 3.000 kereta perang rusak parah."
Sasuke menyimak dengan baik. Hatinya memanas. Begitu banyak korban berjatuhan pada saat dia tidak ada untuk memimpin perang sebelumnya. Sebagai seorang Raja, ia pun dituntut untuk tetap tenang serta berfikir jernih. Dengan sigap Sasuke memberikan arahan, strategi, taktik, operasi dan solusi dalam berperang. Arahan yang diberikan oleh Raja adalah sebuah perintah atau petunjuk untuk melakukan aksi menyerang terhadap kekuatan musuh yang lemah untuk meraih kemenangan.
Strategi milik Sasuke adalah kunci pelaksanaan peran dan dikuasai oleh prinsip-prinsip yang menetapkan agar kekuatan besar menyatu. Taktik perang adalah penggunaan kekuatan senjata untuk menjalankan pertempuran. Merumuskan dan melaksanakan taktik adalah hal yang sangat penting dalam sebuah pertempuran. Dengan memberikan koordinasi, strategi, dan operasi yang terancang baik dan tepat.
Rencana operasi perang adalah suatu rencana formal untuk angkatan bersenjata dan organisasi militer yang disusun oleh pimpinan dalam operasi tempur, untuk mencapai tujuan sebelum atau selama konflik berlangsung. Terakhir adalah solusi. Yaitu dengan melakukan penyelesaian dalam memecahkan masalah di medan pertempuran untuk mencari jalan keluar agar bisa menyelamatkan diri.
Sasuke mengarahkan jari telunjuknya, menyentuh titik area dalam lembaran peta "Taktik yang akan kita gunakan ada dua macam yaitu melakukan serangan dan pertahanan." Seluruh pasukan militer kerajaan Alexandria memperhatikan dan memasang baik-baik indera pendengaran mereka.
"Pertama serangan yaitu berusaha melakukan tindakan agresif untuk menduduki wilayah, memperoleh atau mencapai tujuan strategis kita untuk menuju tingkat kemenangan yang lebih besar! Dan yang kedua adalah pertahanan, pertahanan merupakan kondisi yang temporal untuk melawan usaha penyerang dengan menghentikan momentum serangannya. Jadi kita harus melakukan serangan dan pertahanan di waktu yang bersamaan" Jelas Sasuke panjang lebar. Mereka semua mengganguk.
Raja menatap dingin seluruh pasukannya , "Selanjutnya kita juga harus merencanakan lingkup operasi perang yaitu yang terdiri dari teater, kampanye dan operasional. Pertama teater, dengan menggambarkan suatu operasi lebih besar, wilayah operasi perang dan strategis nasional merupakan suatu komitmen terhadap konflik.— Lalu kedua kampanye, menggambarkan suatu himpunan dari operasi teater atau lebih terbatas pada geografis dan komitmen strategis."
Dia berjalan mengelilingi meja, "Dan yang ketiga sekaligus poin terakhir adalah operasional yaitu menggambarkan himpunan bagian dari kampanye yang akan memiliki spesifikasi militer dan sasaran geografis serta penggunaan kekuatan dalam menyerang."
Sasuke berteriak lantang. Seluruh pasukan seketika menahan nafas. "Operasi militer merupakan konsep dan penerapan penting yang melibatkan operasi untuk merencanakan maneuver pasukan yang diproyeksi sesuai kententuan, layanan, pelatihan dan fungsi administrasi! Jadi, kalian dilatih untuk berperang menggunakan kekuatan fisik dan logika."
Langkah kaki berhenti, mata hitam menajam. "Jika menganggap diri kalian adalah Pasukan Militer kerajaan Alexandria, buatlah mereka tidak bisa menyentuh setitik darah ditubuh kalian."
Sang Raja berbalik arah menghadap Abusi, meninggalkan wajah pasukan yang sudah pucat pasi. "Abusi, bangunlah benteng dan pos jaga disepanjang perbatasan timur dan barat Delta sungai Nil, gurun timur, gurun barat dan seluruh wilayah kerajaan Alexandria… Saya berpikir jika pasukan tentara Romawi akan menyerang wilayah tersebut setelah mereka berhasil menghancurkan daerah ini." Mata onyx melirik acuh asap kelabu yang mengepul bebas di atas langit.
Abusi mengangguk, kemudian ia bergegas pergi ke tempat tujuan. Kuda hitam yang ia tunggai menghilang dibalik gersangnya padang pasir. Tercium bau pasukan tentara Romawi beberapa kilometer didepan. Sasuke mendecih pelan.
Duduk berjongkok mengenggam pasir cokelat di bawahnya. "Darah kemenangan mengalir disetiap pembuluh darah. Denyut jantung berdentum gelora dan putih tulang adalah tonggak mental baja." Butiran pasir yang digenggam luruh terbawa angin.
Sasuke berdiri tegak "Kerahkan lima ribu kereta perang sekarang juga! Tuthamoses, siapkan ratusan ribu busur anak panah, tombak, khopes,kampak dan lainnya!—Pimpinan militer Orontes mengganguk patuh.
"Baik,Yang Mulia…" Tuthamoses pamit mengundurkan diri.
Senjata proyektil kecil hingga besar disiapkan. Seluruh pasukan bersiap untuk berperang. Jubah kulit ivory tersemat di pundak. Sasuke menyempatkan diri untuk mengunjungi tenda khusus ritual memanjatkan doa. Kain tenda disingkap. Harum dupa kayu cendana dan bunga mawar menyergap hidung. Karpet tebal berwarna maroon menyentuh kaki. Patung Agung Dewa Dewi Mesir berdiri megah di atas altar. Tungku api berlapis emas berpijak dikedua sisinya. Memberi penerangan dari minimnya cahaya.
Duduk berlutut menghadap tiga patung utama para Dewa Dewi Mesir yaitu Raja Dewa Agung Amun, Dewa Horus dan Dewi Isis.
Dewa Amun adalah dewa terkuat. Raja dewa dari semua para dewa Mesir. Maha pencipta, Maha agung dan Maha segala-Nya. Dewa Horus adalah dewa penguasa langit, pelindung rakyat bangsa Mesir dan dewa pembalasan. Horus merupakan putra dari Osiris dan Isis. Dewi Isis adalah Dewi Maha Pelindung. Isis merupakan istri Osiris dan ibu dari Horus.
Memejamkan sejenak onyxnya "Wahai para Dewa Dewi Agung kami, berikanlah ischýs, evimería, dan dóxa dalam penyatuan jiwa raga kami… ", Raja bersujud merentangkan kedua tangan lurus ke depan, telapak tangan menyatu membentuk sepasang sayap burung merpati. Tetap merapalkan doa, Sasuke duduk bertumpu menggunakan kedua lututnya. Menangkup kedua tangan di atas dada. Lengan tangan lurus sejajar dengan bahu. Telapak tangan sebelah kanan berputar ke arah bawah. Iris mata memohon penuh harap kepada Dewa agar kemenangan berpihak padanya.
.
.
.
.
Selesai dengan ritual doanya. Sang Raja bergegas memimpin pertempuran. Menunggangi kuda putih berjenis Arabian dengan kecepatan lari yang sangat kencang membelah panasnya padang pasir. Disusul oleh seluruh pasukan militer kerajaan Alexandria.
Jubah berkibar mengikuti arah angin. Suara tapal kuda teredam oleh pasir. Tali kekang ditarik kuat, membuat kuda berhenti. Sasuke berada di bagian depan,memimpin pasukan. Sedangkan pasukan tentara militer kerajaan Alexandria berbaris rapi dibelakang.
Raja dan pasukan militer kerajaan Alexandria memakai kain panjang berwarna hitam, dibentuk menjadi lilitan dari kepala hingga batas garis kelopak bawah mata. Mirip menyerupai tudung kepala dan cadar. Upaya ini dilakukan agar melindungi hidung dari masuknya partikel debu, pasir atau butir-butir batu halus. Dan juga berguna untuk menutupi kepala dari sengatan matahari.
Sasuke memegang pedang Damascus di sebelah tangan kanannya. Pedang tersebut berbeda dari yang lain. Mempunyai ciri khas tersendiri.
Bilah pedang yang memiliki dua sisi tajam berguna untuk menyerang, menghantam, menusuk, dan menebas siapapun. Berprestise tinggi dan mematikan. Berbentuk scimitar atau saif, ramping, fleksibel dan melengkung. Terbuat dari biji baja yang mempunyai sifat superplastis yaitu kemampuan untuk mengalami deformasi tetap, tak berubah tanpa retak hingga 1000%—pedang tersebut juga dilumuri oleh cairan emas murni. Bercorak unik seperti pola air di bagian tengah sedangkan di sisi pinggir terukir hieroglif suci.
Gagang pedang Damascus terbuat dari kulit binatang berserat kuat. Gagang pedang salah satu bagian terpenting untuk menahan tangan ketika melakukan serangan.
Senjata tajam lainnya adalah shamshir dan busur panah gazelle. Shamshir adalah pedang cantik terlapis emas, bertabur zamrud dan permata. Bilah pisaunya memiliki satu sisi tajam. Jika terluka akibat pedang ini, maka hanya bisa diobati dengan ramuan khusus yang dibuat dari sejumlah tumbuhan dan akar langka didunia. Indah tetapi mengerikan.
Busur panah gazelle adalah busur panah yang terdiri atas limb yang melengkung dengan tali busur terikat pada kedua ujungnya. Anak panah yang berupa batang panjang, runcing dan tajam pada bagian ujungnya dan berbulu pada pangkal berfungsi sebagai penjaga keseimbangan saat dilepaskan menggunakan busur.
Ujung anak panah yang sebelumnya sudah tercelup racun kalajengking neurotoxin tingkat tinggi berguna untuk melumpuhkan musuh dalam sekali tancap. Jika terkena racun ini dapat menyebabkan rasa sakit yang tidak tertahankan, panas mendera disekujur tubuh, diikuti dengan kejang-kejang, kelumpuhan otot dan saraf dan yang terakhir adalah kematian.
Kantong yang berisi anak panah terbuat dari kulit, dihiasi oleh sulur-sulur akar tumbuhan semakin memperindah arsitekturnya. Terakhir pada bagian tengah, dibuat lambang bunga teratai yang dikelilingi hieroglif kecil disekitarnya.
Pedang Damascus, shamshir dan busur panah gazelle merupakan senjata berharga warisan turun temurun. Tidak bisa terpisahkan dalam diri Sasuke. Banyak sekali Mardius yang sudah menjaga senjata ini didalam tempat yang terisolasi di kuil Karnak. Jutaan tetesan darah pernah tercipta dipedang itu. Ratusan ribu mayat pernah tergores dipedang tersebut. Dia dapat merasakan kekuatan besar tapi tersembunyi dibalik sebuah pedang suci Damascus.
.
.
.
.
Pasukan tentara Romawi datang dari arah kejauhan. Kumpulan debu berserta partikel pasir bergabung menjadi kabut tipis, menandakan bahwa pasukan tentara Romawi mendekat.
Gemuruh langkah kaki kuda terasa jelas terdengar. Nafas sasuke tertahan.
Kekaisaran Romawi memiliki tentara militer yang kuat karena keunggulan senjata dan taktik perang yang brilian. Tentara Romawi mempunyai pikiran yang fokus di medan perang dan tidak segan mengadopsi taktik atau strategi perang serta senjata lawan yang dianggap musuh.
Tangan kiri Sasuke meremat kuat tali kekangan kuda. Tidak ada lagi waktu untuk mundur. Tidak ada lagi waktu untuk mencicipi rasa takut.
Langit menggelap, memperburuk suasana. Angin bertiup kencang dari arah timur. Bendera berlambang perisai, diisi dengan seekor singa jantan sedang mengaum ,sulur tumbuhan merambat di bagian kedua sisinya dan terakhir pada bagian bawah terdapat alphabet Yunani. Bendera itu berkibar penuh gelora. Mata Sasuke menyipit,dari kejauhan dia dapat melihat senjata lempar berukuran besar.
Berbentuk menyerupai lembing dengan kepala dan leher panjang terbuat dari logam yang terpasang pada gagang yang terbuat dari logam dan kayu. Mengenal senjata tersebut, Sang Raja membelalakan mata. Sasuke berteriak garang. "Mereka membawa Pilum! Siapkan Mangonel!"
—Mangonel adalah senjata pengepungan yang berproyektil besar dan mampu melemparkan benda apapun ke wilayah musuh.
Raja dan seluruh pasukan militer kerajaan Alexandria bersiap menyerang. Tetapi mereka menunggu perintah dari Raja, akan tetapi Raja hanya diam. Pasukan tentara Romawi semakin mendekat, hanya beradius beberapa meter. Tuthamoses dan pasukan kerajaan Alexandria terserang kepanikan.
"Maaf Yang Mulia… kami menunggu perintah anda. Pasukan tentara Romawi sudah mendekat." Bulir keringat menetes membasahi kening Tuthamoses.
Seketika Sasuke mengangkat tinggi pedang Damascus, "Praeparans! IMPETUMMM!*" Suara gejolak peperangan memekak telinga.
Kedua kaki Sasuke merapat ketubuh kuda serta kedua paha menempel kuat di bawah pelana. Kuda putih berlari cepat, suara kaki kuda mengetuk kuat. Tali kekang dikedua tangannya menyesuaikan dengan irama laju maju mundur kuda. Tali kekang ditarik pelan, Raja bermata malam itu menyerang, menebas dan menusuk siapapun musuh yang menghalanginya.
Tentara Romawi berwajah oval berhasil menorehkan luka di lengan kanan Sang Raja. Sasuke geram, "Beraninya kau!" Dipenggalnya kepala orang itu menggunakan pedang Damascus. Bagian penghubung kepala dengan tubuh terpisah. Darah menyembur. Bau amis menyebar. Tubuh tanpa kepala jatuh bersujud di bawah kakinya. Tidak ingin membuang waktu percuma, Sasuke kembali menunggang kuda menembus medan pertempuran.
Berlari kencang dan terarah, tidak peduli kepala orang tersebut diinjak sadis oleh kuda putihnya. Seketika kuda itu berbelok curam, menghindar cepat ketika seseorang ingin menebas kepalanya dari belakang. Sebagai balasan, Sasuke mengayunkan pedangnya ke kanan tepat menusuk dijantung orang tersebut. Darah tercipta, merembes ke luar serat kain baju zirah.
Sasuke melompat turun dari kuda miliknya. Menepuk perut kuda kesayangannya untuk pergi menjauh. Jubah dan pakaiannya tidak luput dari noda darah. Sasuke mengambil posisi berdiri di atas pasir secara seimbang. Menempatkan ekor panah pada tali dan gandar pada sandaran panah.
Posisi badannya rileks tetapi tetap tegak dengan setengah tarikan. Menarik tali hingga menyentuh bagian dagu, bibir dan hidung. Menjangkarkan tangan penarik pada bagian dagu dengan pernafasan yang terkontrol dan konsentrasi tetap. Sasuke menahan beberapa saat sebelum anak panah dilepaskan. Mengarahkan anak panah pada titik sasaran. Dengan cara melepaskan tali busur bergerak ke belakang leher. Anak panah dilepas, tentara Romawi yang malang jatuh terjerembab di bawah ratusan kaki kuda.
Mengayunkan pedang Damascus dari atas ke bawah, melawan serangan pasukan musuh. Bergerak ke kiri dan ke kanan menangkis serangan. Empat lawan satu. Sasuke mengarahkan pedangnya ke arah leher tentara pertama tepat di hadapannya, tetapi dengan sigap ditangkis oleh tentara ketiga yang ada di samping kiri.
Sasuke mendesis, ditendangnya tentara pertama sampai terpental jauh beberapa meter. Mengambil pedang shamshir dipinggang lalu menusuk kuat perut tentara ketiga. Menyayat perut itu hingga mengeluarkan organ tubuhnya. Melihat salah satu temannya mati, emosi mereka tersulut. Tentara kedua dan keempat langsung menyerang Sasuke sembarangan.
Bunyi adu pedang bergema nyaring, tak ada satupun yang kalah.
Tiba-tiba salah satu tentara Romawi datang, menendang keras tubuh Sasuke hingga limbung jatuh di atas pasir. Pedang Damascus terpental jauh dari genggaman. Sasuke berusaha untuk bangkit mengambilnya tetapi tentara Romawi berbadan kekar itu tidak memberi kesempatan, langsung memukul wajah itu menggunakan perisai besi berulang kali.
"Hey, Raja Alexandria… hanya inikah kemampuanmu?! Menjijikan!" Sasuke tak menjawab melalui suara. Tetapi menjawab dengan seringai mengejek. Satu tendangan keras telak di ulu hati. Sasuke terbatuk parah, darah segar keluar dari mulutnya.
Abydos—Pemimpin pasukan tentara Romawi, terus melancarkan serangan berupa pukulan, tinjuan atau tendangan. Menyerang titik lemah yang rentan berakibat fatal yaitudengan menginjak sadis pada bagian dada. Nafasnya terputus, mata hitam Sasuke mulai mengabur. Tergeletak tak berdaya di atas hamparan pasir. Tubuhnya terasa remuk. Pasukan militer kerajaan juga sibuk mempertahankan posisi mereka masing-masing. Alih-alih ingin menolong Raja, justru tusukan pedang bersemayam didada.
Kepala berdenyut pusing, mata berkunang-kunang , gendang telinga berdengung dan otot tubuh mati rasa. Akibat banyak menerima pukulan, Sasuke tidak bisa mendengar jelas apa yang dikatakan bedebah itu padanya. Merasa diabaikan, Abydos berteriak garang ditelinga Sasuke. "Kau memang Raja tetapi kau lemah! Tersungkur di bawah kakiku seperti budak! Rasakan hadiah kecilku… Wahai Raja Alexandria!" Mengangkat tinggi-tinggi pedang Excalibur ke arah dada Sasuke, berharap Raja Alexandria itu mati bersimbah darah ditangannya sendiri.
…
Udara terasa berat, waktu terasa lambat. Sasuke melihat sebuah titik biru terang di atas langit yang sedang menggelap. Cahaya birunya sangat kontras dengan warna langit yang remang. Sekelebat mengingatkannya pada seseorang yang ia damba. Mengecup lembut bibirnya. Menunggu pulang untuk bergelut manja. Tetapi angan tinggalah angan miris ketika mengingat sang terkasih menolak sentuhan. Tersenyum pedih ketika menyadari bahwa betapa banyak kebohongan yang ia pupuk. Betapa banyak misteri yang tak pernah ia ungkap. Hanya untuk mendapatkannya.
.
.
.
.
Berdiri kaku dengan darah kental menyembur keluar. Abydos melotot tak percaya. Dihadapannya, Sasuke berdiri dengan tubuh penuh luka dan darah, menusuk lehernya tepat pada arteri karotis menggunakan pedang shamshir. Tidak bisa bergerak. Tidak bisa berbicara. Tidak bisa mengumpat. Tidak bisa membalas. Tidak bisa apapun.
Badan kekar itu jatuh menimpa mayat dibelakangnya. Dengan nafas tersendat, Sasuke bersusah payah berjalan pergi menjauh dari medan pertempuran. Sekumpulan mayat bergelimpangan dimana-mana, mengeluarkan bau amis yang menyengat. Sasuke dapat melihat banyaknya pasukan militer kerajaan Alexandria terbunuh. Ada yang tertombak pada bagian mata hingga bola mata itu keluar dari rongganya. Ada juga yang terkena kampak tajam sehingga batok kepala terbelah menjadi dua. Organ otak dan darah tercecer keluar.
Hal tersebut membuat Sasuke mual dan pusing secara bersamaan. Tuthamoses menghampiri dirinya dengan kondisi tubuh yang terluka dan sebelah matanya tertikam pisau. "Yang Mulia… Apa Raja Agung sanggup untuk berjalan? Hamba siap memapah Yang Mulia." Gelengan kepala menjadi jawabannya.
Tuthamoses mengerti lalu membantu memapah tubuh sang Raja ke tenda pengobatan. Jalan Sasuke terseok-seok, rasa sakit mendera disekujur tubuhnya. Sesampainya di tenda pengobatan beberapa tabib dan pembantunya sudah berada disana, tubuh Raja langsung berbaring. Tidak lama kesadaran Sasuke diambang itu menolak untuk terjaga. Dan akhirnya pasrah dalam kegelapan.
Tiba-tiba nafas Sasuke tercekat kuat, mengeluarkan suara seperti orang tercekik. Para tabib dan pembantunya, terserang panik mendadak. Berusaha tetap tenang, untuk membantu mengobati Raja Agung mereka. Pakaian Sasuke yang sudah tidak berbentuk, dibuka paksa menggunakan belati hingga robek. Memeriksa bagian dada yang penuh luka lebam yang membiru. Tangan dari salah satu tabib tua itu meraba dada tersebut menggunakan dua jari untuk mengetahui apakah ada tulang rusuk yang menekan jantung atau paru paru.
Setelah merasa menemukan luka yang dicari, tabib tua menyuruh pembantunya untuk menyediakan tungku air, pemanas, akar tumbuhan, minyak zaitun, kayu manis, cengkeh, serta daun herbal lainnya.
Akar tumbuhan ukuphila ditumbuk menggunakan batu trea lalu dicampur dengan minyak zaitun, cengkeh dan kapur sirih. Selanjutnya tabib tua itu menggengam bahan yang sudah tercampur menjadi satu di kedua tangan, untuk dibacakan doa-doa kesembuhan bagi Raja. Memohon kepada Dewa Sekhmet sebagai Dewa Penyembuh agar Raja dapat sehat kembali untuk memimpin rakyat Alexandria.
Dioleskan herbal tersebut ke daerah dada yang terluka. Dipijat hati-hati dan sepelan mungkin agar tidak menyentuh bagian luka yang bisa mepertambah kerusakannya. Nafas Sasuke terlihat mulai teratur, segera tabib tua itu mengangkat kedua telapak tangan di atas dada membentuk sayap burung merpati. Sebagai tanda ucapan rasa syukur terhadap Dewa.
…
Sudah tujuh hari sejak selesai pertempuran, Raja Alexandria terbangun dari kesadarannya. Bangun dari tidurnya yang panjang membuat tubuh dibeberapa bagian menjadi yang sebelumnya terluka parah kini berlangsung membaik. Kain untuk membalut lukanya diganti oleh dua orang dayang muda. Rona merah tercetak dipipi mereka ketika melihat dada bidang sang Raja walaupun masih tertoreh guratan luka.
Memutar bola matanya, dia berdeham keras lalu berkata dengan suara berat. "Cepat kerjakan tugas kalian!
Suara Sasuke membuyarkan penglihatan mereka. "Ba—baik… Yang Mulia." Jawab mereka gugup.
Sasuke mengabaikan mereka. Hatinya kini tak tenang. Firasatnya mengatakan seolah sesuatu yang buruk akan terjadi. Entah itu apa.
.
.
.
.
Awan menghitam. Matahari bertanding ganas dengan cuaca. Butiran pasir berjalan teratur ke arah bangunan istana bergaya klasik ala kerajaan Romawi. Pada bagian depan halaman, terdapat pohon palem tertata rapi. Ditengah halaman, air mancur mengalir indah dengan patung Aphrodite di atasnya. Pilar tinggi berdiri tegak, memperkokoh bangunan. Sorot mata tertuju langsung pada dua pintu besar dengan ukiran-ukiran kayu yang cantik seakan menyambut kedatangan untuk memasuki istana ini.
Di bagian dalam istana, ruang pertama yang dilihat adalah ruang tamu. Di ruangan tersebut terdapat satu set kursi tamu mewah yang terdiri dari dua sofa panjang berbahan kulit, enam kursi pendek dan satu meja kaca ditengah. Meja berukuran besar itu dikirim eksklusif sebagai hadiah istimewa oleh Ratu Inggris. Lukisan klasikisme, futurisme atau naturalisme menempel apik didinding.
Di sebelah sofa, diatas meja kecil yang berbentuk lingkaran, terdapat lampu hias yang anggun. Guci dan benda antik lainnya menghiasi setiap sudut ruangan. Lampu Chandeliers di atas langit-langit ruangan berbahan dasar kaca bening bercampur kristal dan bertahtakan berlian di setiap kap lampunya. Arsitektur bergaya British sangat kental di ruangan tersebut.
Ketika berada dilantai atas, dua belah daun pintu berkayu jati menyapa. Ruangan pertama ialah kamar utama Raja Romawi yang bernuansa warna cokelat. Perpaduan warna cokelat, cream dan gold pada dinding kamar utama menumbuhkan kesan elegan. Semerbak harum bunga alyssum menggelitik hidung. Di dalam kamar terdapat ranjang tidur yang terbuat dari kayu mahoni dengan memiliki tiang disebelah kanan dan kiri. Kain kelambu sutera menjadi pemanis di ranjang itu.
Di bawah ranjang beralaskan ambal bermotif singa. Tektur lembut dan halus terasa memanjakan kaki. Beberapa langkah ke sebelah kanan beranjak dari tempat tidur, terdapat jendela kaca polos yang besar bergorden putih panjang menyentuh lantai. Terukir alfabet di kedua sisi jendela. Sebelah kanan dan kiri ranjang tidur terdapat meja berbentuk persegi. Di meja persegi ini, diletakkan tungku api kecil, dengan rupa seperti mangkok unik berlapis perak.
Di atas kasur empuk berwarna putih gading, seseorang bersurai pirang terpaksa berbaring. Kain ranjang yang semulanya rapi kini kusut berantakan. Tangannya terikat tali tambang. Luka tangan yang sebelumnya sudah sembuh beberapa minggu lalu, kini timbul kembali. Dia mengerang kesal. Bersusah payah bangkit dari ranjang mewah, mencari benda tajam untuk melepaskan ikatan.
Lantai marmer menggigit kulit. Menelusuri dengan teliti ruangan itu yang seperti luas kuil di Canopes. Seketika manik safirnya berbinar, mendapati sebuah guci keramik berwarna peach magenta disudut ruangan yang tersembunyi. Tanpa memikirkan resiko dengan apa yang dia lakukan, dia memecahkan guci bertahtakan permata ruby itu dengan sekuat tenaga. Suara benda pecah menggema ke seluruh ruangan hingga keluar.
Bergegas surai pirang itu mengambil salah satu kepingan guci yang sudah pecah untuk menjadi alat pemotong alternatif ikatan gerakannya terbatas, dia berusaha mengabaikan tetesan darah akibat kulit tergesek oleh benda tajam. Sedikit lagi tali tambang tersebut lepas.
CKLEK!
Suara pintu ruangan itu terbuka, ketukan sepatu pantofel yang mendekat membuat dirinya kaku dalam sekejap. Menahan nafas takut, dia pun memberanikan diri berbalik posisi ke arah belakang. Tampak seseorang berbalut jas hitam berdiri angkuh, dengan memberi seringai keji padanya.
.
.
.
.
.
To be Continued
A/N:
Hai saya kembali dengan update chap kedua, semoga lovely readers menyukainya. Sebenarnya saya kurang puas dengan hasilnya dikarenakan tubuh saya kurang fit, jadi tidak bisa fokus untuk membuat fic ini. Maaf jika mengecewakan.
Disini memang ada beberapa misteri yang belum terungkap. Tetapi misteri akan diungkap chap ketiga, jadi jangan bingung ya. Fixnya saya menentukan fic ini menjadi 3shoot. Dan di chap terakhir, akan ada sesuatu yang special dari hubungan Sasuke dan Naruto tetapi dibumbui oleh sedikit konflik. Jadi mohon bersabar.
*) Bersiap, serang. Glossary akan ada di chap selanjutnya. Dan tolong jangan timpuk saya karena Naruto muncul sekelebat dichap ini.
Ohiya saya ingin mengucapkan terima kasih untuk siapapun yang bersedia mereview, favorite dan follow fic kasih banyak bagi lovely readers yang bersedia mereview di chap awal yaitu :
xinamoroluka, viccy, guest(1), guest(2), Risa sano, michhazz, kagaari, eka. , hanazawa kay, Uzumaki Prince Dobe-Nii, uzumakinaikazehaki, Aiko Michisinge, Lee Muti, Mizu, , Himawari Wia, .777, Nine, Lee Kibum, reiasia95, yunaucii, Snow, zhiewon189, versetta.
Tanpa kalian fic ini tidak berlanjut. Catatan tambahan, jika ingin melihat contoh senjata yang dimiliki Sasuke bisa mampir ke twitter saya. Terima kasih.
Sampai jumpa di chap terakhir.
Mind to review?
