Hidden
by Rein Hiirota
Kuroko no Basuke tentu milik Fujimaki Tadatoshi-sensei~
Riddle yang ada disini juga bukan milik Rein
Warning: possible OOCness, bahasa ngawur, entah apalagi
.
.
Happy Reading and Thinking!
.
.
Cermin
Tadi siang, Takao dan Midorima mendatangi rumah kosong yang letaknya di ujung gang dekat sekolah. Rumor berkata, penghuni rumah ini pergi begitu saja tanpa alasan yang jelas. Bahkan beberapa perabotan masih ada di dalam rumah walaupun kondisinya sudah berdebu dan banyak sarang laba-laba di mana-mana.
Mereka mengambil beberapa foto rumah kosong tersebut dengan kamera digital milik Midorima. Sampai di rumah, Midorima melihat-lihat lagi foto-foto yang mereka ambil di rumah kosong itu di komputernya.
Salah satunya adalah foto Takao yangg berdiri membelakangi sebuah cermin yang cukup besar di sebuah ruangan.
Di foto itu, Takao tersenyum memandang ke kamera, begitu juga bayangannya di cermin itu,juga tersenyum memandang ke kamera.
"Tidak ada yang aneh", pikir Midorima.
.
.
.
Boneka
Hari itu, Riko sedang membersihkan menemui boneka gadis yang dulu amat disukainya saat kecil.
Boneka itu seharusnya bisa berbunyi jika diberi baterai dan ditarik benang yang berada di bagian belakang boneka itu.
Riko pun segera membersihkan boneka itu, dan mencari baterai. Setelah memasangkan baterai itu, dan menarik benang yang berada di bagian belakang boneka itu, boneka itu tidak berbunyi.
"Ah, mungkin sudah rusak." gumam Riko.
Ia pun mengeluarkan baterai itu, lalu menaruh boneka tersebut di meja samping tempat tidurnya.
Malamnya, ia tidak bisa tertidur dan kembali membaca data tentang klub basket sekolah lain yang akan dihadapi Seirin dua hari lagi. Tiba-tiba, boneka itu berbunyi, "Hahaha.." Suara gadis yang amat lucu.
Riko pun menoleh ke boneka itu dan tersenyum, "Ah, ternyata tidak rusak."
.
.
.
Kereta
Sudah hampir mendekati tengah malam, tapi Kise baru keluar dari gedung pemotretannya.
Harusnya dia dijemput, tapi supirnya tidak bisa menjemput karena salju yang membuat rute jalan diblokir.
Kise pun memutuskan untuk menaiki kereta saja. Memang, dia berpikir juga, memangnya ada kereta yang berjalan semalam ini?
Ya dia berharap saja masih mendapatkan kereta yang terakhir.
Sesampainya di stasiun, dia menghela nafas lega karena masih ada kereta yang beroperasi. Ia pun menaiki kereta itu, dan terkejut melihat kereta itu dipenuhi penumpang.
Karena ia tidak mendapat tempat duduk, ia memutuskan untuk berdiri di dekat pintu saja.
Tiba-tiba, ponselnya bergetar.
"Halo?"
"Kise, kau dimana?" terdengar suara senpainya yang khawatir.
"Aku sedang berada di kereta, senpai. Sebentar lagi aku pulang, kok."
"Kereta?"
"Iya. Sudah ya, nanti lagi."
Kise langsung saja mematikan panggilan itu. Lalu mengedarkan pandangannya ke isi kereta itu. Rata-rata penumpangnya memiliki wajah letih, mungkin terlalu lelah setelah bekerja. Tapi, ia mendapati juga beberapa orang yang menyeringai aneh.
Kise pun menggeleng-gelengkan kepalanya, dan beralih ke pemandangan keluar jendela pintu.
Setelah kereta sampai ke tujuan stasiunnya, ia langsung turun. Anehnya, hanya ia yang turun di kereta itu, sama seperti saat ia menaiki kereta itu. Padahal, seingatnya, stasiun yang ia turuni ini harusnya tempat pemberhentian terakhir.
"Hei, kau disana, apa yang kau lakukan?" sebuah suara menghampiri Kise, ternyata itu seorang satpam.
"Tentu saja sehabis menaiki kereta, pak." jawab Kise bingung.
"Tapi, kereta terakhir beroperasi pada pukul 9!" ujar satpam itu.
.
.
.
Air
Haizaki mendapat pekerjaan baru sebagai tukang bersih bersih. Dia harus bekerja membersihkan kantor saat malam hari setelah para karyawan pulang ke rumah. Karena dia baru pertama kali memperoleh pekerjaan ini, dia dilatih oleh pria yang sudah lama bekerja disana, Nijimura.
Suatu malam, Haizaki dan Nijimura sedang membersihkan kamar mandi pria di lantai bawah gedung kantor yang besar itu. Tiba tiba Haizaki mendengar teriakan jeritan tak jauh dari kamar mandi pria tersebut. Dia lari keluar mengikuti arah jeritan itu. Jeritan itu berasal dari kamar mandi wanita.
Haizaki membuka pintu dan melihat ke sekeliling. Ada wanita muda berdiri di sana, menangis dan mencengkeram dirinya. Pakaiannya robek.
"Apakah kamu baik baik saja?" tanya Haizaki.
"Seseorang di dalam toilet!" wanita itu berteriak, "Dia menarikku!"
Nijimura muncul di pintu dan berkata, "Haizaki, apa yang terjadi?"
Tiba tiba, semua wastafel di kamar mandi mulai menyemprotkan air. Saat itu juga wanita itu mulai berteriak dan menangis histeris. Dia lari melewati Nijimura, keluar dari kamar mandi.
Haizaki dapat melihat toilet di kamar mandi tersebut tertutup. Dia mengintip ke bawah pintu dan tidak melihat adanya kaki.
Haizaki membuka pintu toilet tersebut, dan tak ada orang. Sambil menarik nafas, Haizaki berjalan ke wastafel dan mematikan semua keran.
"Ada apa?" tanya Nijimura lagi.
"Aku tak tahu" jawab Haizaki, "ini sangat aneh. Sesuatu menyebabkan semua keran mengeluarkan air. Ini mengerikan"
"Aku mendengar cerita" kata Nijimura, "bertahun tahun yg lalu ada pembunuhan di sini. dan membuat tempat ini angker. Pembunuhnya juga tidak pernah tertangkap"
"Aku tidak percaya hantu" kata Haizaki, "pasti ada penjelasan logis mengapa keran keran di sini tiba tiba menyala. Ini bukan hal ghaib, tetapi bagaimanapun juga kejadian ini membuat wanita itu ketakutan"
"Siapa?" tanya Nijimura.
"Wanita yang teriak" jawab Haizaki, "dia lari melewatimu."
Nijimura membelalakkan matanya dan berbisik, "Aku tidak melihat perempuan, Haizaki. Aku tidak mendengar seorangpun berteriak. Kamu dan aku yang hanya ada di gedung ini."
.
.
.
.
.
A/N: Update lagi~
Hehe, iya itu di chapter kemarin, riddle yang tiga hari ada typo. Maafkan kesalahan author ini, Rein khilaf /woi
Khusus yang Boneka dan Kereta, itu buatan Rein sendiri. maaf kalau gaje'-'
Terima kasih kepada aizakeira, Len Crimson-san, Akane Miyahara-san, Nozomi Rizuki 1414-san, AiKi Aeru-san, -san, IzumiTetsuya-san, Schnee-Neige, amurei, zhichaloveanime-san, -san, dan Saitou asuka-san atas review-nya~! Ini dia balasannya:
aizakeira: Yap, benar~
Len Crimson: Iya, itu salah ketik '-' Sudah diperbaiki, kok :)
Akane Miyahara: Yeay, bisa solve semuanya :)
Nozomi Rizuki 1414: Yap, itu Aomine yang akan mati. Nah lho, siapa yang nyalain? Ada kanibal, hati-hati..
AiKi Aeru: Hehe, sudah diperbaiki typo-nya. Dan semoga ini lebih susah :v
: Aomine yang akan mati, benar~ Nah lho, ada yang matiin lampunya. Yap, itu karyawannya kanibal..
IzumiTetsuya: Hehe, soalnya kan disebutin sesuai urutan review~. Riddle itu semacam cerita yang memiliki kejanggalan gitu deh kayaknya /malesbukagoogle /dibuang
amurei: Yap, Aomine yang akan mati. Mungkin(?) aja kucingnya yang matiin? Nah lho, kalo ketemu karyawan yang seperti itu, hati-hati..
Schnee-Neige: Salam kenal juga! Ya semoga saja ini memuaskan, ya. Lagi usaha juga buat riddle sendiri'-'. Rein juga lagi baca ff-nya Schnee lho x)
zhihaloveanime: hehe, ini lanjutannya ya~ Jangan tegang, kan ada Rein.. /dibuang /siapakamu
: Nah lho..
Saitou asuka: Ya, itu salah ketik alias typo. Dan terima kasih referensi-nya.
Dan, jangan lupa juga, review dan pecahkan masalahnya~
.
.
Rein Hiirota
