Hidden
by Rein Hiirota
Kuroko no Basuke belongs to Fujimaki Tadatoshi
Cerita riddle ini juga bukan milik Rein
Warning: typo(s), horror, dan banyak kesalahan lainnya.
.
.
.
Happy reading and solving~
.
.
.
Aneh
Pada suatu pagi, Kuroko mendapati dirinya berjalan di jalanan kota kecil. Dia tidak tau mengapa ia ada di sana atau bagaimana dia bisa di sana, atau di mana ia berada sebelumnya. Dia bahkan tidak tahu pukul berapa sekarang.
Dia melihat perempuan berambut coklat berjalan ke arahnya. Kuroko memberhentikannya dan bertanya, "Bolehkah kutanya jam berapa sekarang? Aku tidak membawa jamku."
Ketika si perempuan melihatnya, dia berteriak dan lari. Kuroko terkejut. Beberapa menit kemudian, dia menyadari orang lain juga takut padanya. Setiap orang yang melihatnya datang, mereka langsung masuk ke dalam bangunan, tersentak ngeri, atau lari menyeberangi jalan lain untuk menjauhinya.
"Pasti ada yang salah denganku." gumam Kuroko, "Aku harus pulang ke rumah secepat mungkin"
Dia memanggil taksi, tetapi ketika supir taksi melihatnya, si supir malah mengencangkan kecepatannya dan pergi.
"Ini gila!" ucap Kuroko. Dia tidak dapat menebak apa yang salah atau apa yang sebetulnya terjadi. Yang ia tahu, ia takut dan bingung.
"Mungkin Akashi-kun dapat datang dan menjemputku."
Dia menemukan telepon umum dan menelpon ke rumahnya, ia berharap mendengar suara Akashi, yang merupakan kakaknya.
Namun suara asing yang menjawab, "Apakah ada Akashi Seijuurou?" tanya Kuroko.
"Maaf, dia tidak di rumah" jawab orang di telepon itu, "Adiknya meninggal beberapa hari yang lalu dalam kecelakaan mobil yang mengerikan. Dan sekarang dia sedang menghadiri pemakamannya."
.
.
Gelang
Midorima baru saja selesai mengoperasi pasiennya dan sedang dalam perjalanan ke lobby.
Ia masuk lift dan ada seorang wanita di sana. Dia santai mengobrol dengan wanita itu sementara lift turun. Ketika pintu lift terbuka, seorang suster yang membawa pasien dengan gelang merah mencoba masuk ke lift tersebut, tapi dokter itu menyuruh suster tersebut untuk menunggu lift berikutnya.
Terkejut, wanita di lift itu bertanya mengapa ia tidak membiarkan pasien itu masuk.
Midorima berkata, "Itu adalah mayat pasien yang baru dioperasi. Aku juga baru melakukan operasi, dan pasienku tadi meninggal. Aku sedang tidak ingin melihat mayat lain lagi. Apa kau tidak melihat gelang merah yang dikenakannya? "
Wanita itu tersenyum, mengangkat tangannya, dan berkata, "Gelangnya seperti ini?"
.
.
Selamat
Malam itu, Akashi menyaksikan kembang api dari lantai atas sebuah gedung bersama sahabatnya, Takao.
"Hei, maafkan aku akhirnya jadian dengan Midorima, mantanmu," kata Takao, "Aku merasa seperti orang jahat, merebutnya darimu."
"Ah tidak apa-apa." Jawab Akashi, "Dia kan sudah memilihmu. Aku justru senang."
"Oh, begitu. Syukurlah kamu tidak marah. Selamat tahun baru…"
"Selamat tahun baru!" Akashi berkata sambil menepuk punggung Takao.
.
.
Dihantui
Sejak awal bulan lalu, Hyuuga selalu memimpikan mimpi yang sama. Di mimpi itu, ia memimpikan sebuah rumah yang sangat besar dan indah. Dalam mimpinya, ia berada di depan rumah itu lalu masuk dan menjelajahinya. Ia pergi ke ruang tamu dan dapur, kemudian naik ke lantai dua dan menjelajahi kamar tidurnya.
Hyuuga selalu berpikir bahwa mungkin ia pernah berada di rumah itu dan ingatan itu tertanam dalam alam bawah sadarnya. Namun anehnya, ia sama sekali tak ingat pernah melihat rumah itu sebelumnya.
Namun, semuanya berubah malam itu.
Suatu malam ketika Hyuuga sedang berkendara pulang dari kantornya, ia memutuskan untuk mengambil jalan pintas. Jalan itu melewati hutan pinus yang lebat. Rasa takut mulai menghinggapinya ketika kegelapan malam mulai menyelimuti. Namun di antara bayangan-bayangan pohon, Hyuuga melihat sepercik cahaya di kejauhan dan iapun mendekatinya.
Hyuuga terkejut, ternyata itu rumah yang ada di dalam mimpinya!
Ia berhenti di depan rumah itu dan turun ke mobil. Rumah ini tak salah lagi adalah rumah dalam mimpinya. Ada tulisan "Rumah Dijual" di situ. Rumah ini adalah rumah yang sangat bagus dan Hyuuga pun tertarik membelinya. Terasa seperti deja vu ketika ia berjalan ke muka rumah dan mengetuk pintunya.
Sesaat kemudian, seorang wanita tua membuka pintunya.
"Apa yang kau inginkan?"
"Maaf, mengganggu ibu malam-malam, namun saya ingin membeli rumah ini. Berapa harganya?"
Dia justru mulai menutup pintunya.
"Bu!" Hyuuga mencoba menahan pintu agar wanita itu tak menutupnya.
"Kamu takkan mau membeli rumah ini!"
"Kenapa?"
"Karena rumah ini dihantui!"
"Dihantui?" Hyuuga nyaris tertawa, ia tak pernah percaya dengan hantu.
"Ya." Jawab wanita itu, masih berusaha untuk menutup pintunya.
"Dihantui oleh siapa?"
"OLEHMU!" jerit wanita dengan ketakutan itu ketika ia membanting pintu.
.
.
Mencurigakan
Izuki bekerja di sebuah restoran. Larut malam, saat restoran ini sedang sepi, ia melihat sepasang muda-mudi. Sepertinya mereka berpacaran. Sang gadis tampak antusias bercerita pada sang laki-laki. Namun sang laki-laki sebaliknya, ia tampak sangat gugup. Bahkan tingkah lakunya sangat mencurigakan. Ia sama sekali tak tersenyum dan hanya mengetuk-ngetukkan jarinya ke atas meja.
Lama-kelamaan, Izuki menyadari bahwa ketukan jarinya memiliki irama.
Taptaptap. Tap tap tap. Taptaptap.
Taptaptap. Tap tap tap. Taptaptap.
Irama itu sangat catchy sehingga mudah Izuki ingat. Mereka duduk di sana beberapa lama, hingga suatu saat mereka memutuskan pergi. Izuki merasa bersalah, mereka mungkin merasa agak terganggu sebab sejak tadi ia terus memandangi mereka.
Saat membayar bon di kasir, sang gadis tersenyum sangat manis kepada Izuki, sementara sang pria dengan tatapan tajam menatap ke arah Izuki sebelum akhirnya pergi.
Apa pria itu merasa cemburu? Benar-benar pria yang aneh (mungkin depresi).
Entah mengapa, perasaan Izuki menjadi tidak enak. Izuki berharap gadis itu baik-baik saja.
.
.
.
.
.
A/N: Hai hai~ kembali lagi di update-an hari ini!
Maaf banget kemarin Rein gak balasin review :'" Tapi tetap, terima kasih untuk yang sudah me-review chapter 4 kemarin~!
Oh, ada juga yang ngusulin, karena ada yang susah, jadi request jawaban. Jadi Rein putuskan, di setiap update-an ada jawaban/penjelasan dari yang chapter kemarin. Tapi, Rein akan menambahkan jawaban untuk yang Angka dalam chapter ini, karena banyak yang bertanya'-'. Berlaku mulai chapter ini dan seterusnya~ (ya walaupun Rein juga gak tahu ini bakal jadi berapa chapter.)
Oke, mulai aja balasan review-nya!
BlackAzure29: Bingung sama Ice Cream, Lampu, dan XYZ? Rein juga /woi. Silahkan dilihat penjelasannya ya di bawah~
IzumiTetsuya: Sayangnya yang XYZ itu salah :'" ya kalau gak tahu, silahkan lihat jawabannya nanti dibawah~
Akane Miyahara: Yap, untuk yang Ice Cream dan Tidak benar~ Dan itu yang Kebakaran beneran true story'-' Untuk lampu bisa dilihat penjelasannya di bawah nanti x)
Kiria-Akai11: Terima kasih atas usulnya, dan pada akhirnya Rein akan buatkan penjelasannya dibawah :)
Acio: Yap, benar~
AiKi Aeru: Sayangnya yang XYZ itu salah x) penjelasannya bisa dipahami(?) mungkin, di bawah nanti~
Rikako Yuuki: Haha, terima kasih yaa~
zhichaloveanime: Pernah sih, sering malah'-'
emil'scrackalackinpuffinsalad: Ya bisa juga sih sebenernya Kasamatsu nangis karena gak ada ongkos'-' /ikutanOOT. Ya, itu yang XYZ konsepnya sudah benar, untuk pembunuhnya.. siapa yaa? /kokjugananyasih. Hehe, gak apa-apa kepanjangan, malah senang(?)
Dare: Wah, sama juga, ini konsep yang buat XYZ itu sudah benar, tapi yang membunuh Moriyama tentu bukan Albert Einstein'-' hehe terima kasih x)
Akahana Suzune: Untuk yang XYZ jawabannya... jawabannya.. BENAR XD Oke, maaf tadi sengaja di caps /woi. Selamat selamat selamat~ dan ini lanjutannya yaa
Kuroharu Dere: Wah, terima kasih sudah me-review dari awal x) utuk yang gak tahu jawabannya, bisa dilihat penjelasannya di bawah ini yaa /ngikutiniklan. Oke, ini lanjutannya yaa~
.
.
.
Jawaban
Angka
Pelakunya adalah Momoi.
I am a 7 letter word: berarti jawabannya memiliki 7 huruf.
123 is a liquid: Tea - 3 huruf, dan merupakan sebuah cairan.
3456 is a pain: Ache - kata lain dari pain, 4 huruf.
67 is a section in hospital: ER (Emergency Room) - 2 kata, dan merupakan bagian di rumah sakit.
Jika dirangkai menjadi: Teacher - guru.
.
.
Ice Cream
Yang ingin Alex katakan adalah "I Scream, bukan mau es krim. Kasamatsu menangis karena terharu kalau Alex itu sebenernya berusaha untuk tegar.
.
.
Tidak
Mereka hanya bertiga. Harusnya yang menjawab hanya dua karena Aomine yang bertanya. Berarti yang menjawab terakhir itu 'hantu'nya.
.
.
Lampu
Midorima sebenernya tinggal di mercusuar, dan salah saat mematikan lampu.
.
.
XYZ
Pembunuhnya adalah Kasamatsu.
XYZ itu bisa dirumuskan sebagai A=X+Y+Z (rumus kesuksesan Albert Einstein). Berarti pembunuhnya yang memiliki huruf A dinamanya. Ada dua kemungkinan, yaitu Takao dan Kasamatsu. Tapi, XYZ itu adalah 3 huruf. Jadi, lebih tepatnya, pembunuhnya memiliki 3 huruf A dalam namanya. Dan orang itu adalah Kasamatsu.
.
.
Kebakaran
Ya ini sebuah kisah nyata, dan hanya kesalahan sepele. Orang-orang itu terlalu panik sampai salah membuka pintu. Harusnya ditarik kedalam, tapi mereka dorong.-.
.
.
Sekian dari Rein, ini merupakan A/N yang panjaaangg banget.
Fiuh.
Jadi, review dan pecahkan misterinya~
.
.
Rein Hiirota
