Heiii readers! Chap.6 is Available
Maaf chapter kali ini super duper telaaaaat banget, karena author sedang berurusan dengan yang namanya SKRIPSWEET, mohon doanya yah supaya cepet kelar dari kungkungan skripsi inih readers. Amiiiin.
Don't Like Don't Read
Menerima kritikan yang penting membangun dan tidak mejatuhkan yah
Terima kasih sebelumnya mau membaca ff ini
Maaf seandainya ada kesamaan waktu atau latar tempat, itu semua karena ketidaksengajaan. Dan author hanya meminjam nama-nama dari member exo untuk dijadikan Main Role di ff ini.
Enjoy reading yah readers ^^"
CRUSH OF MISS ARROGANT
Cast :
Byun Baekhyun
Park Chanyeol
Others member of EXO
Others member of SM Entertainment
Others….
"Chanyeol?" dengan sedikit mengeraskan suara.
Orang yang merasa terpanggil menghentikan langkahnya. Dan mengernyitkan dahi terlihat heran.
Setelahnya semburat senyum terlihat, dangan mencoba untuk mengingat sesuatu.
"Jo…Jongin?" dengan senyum sumringah dan jari telunjuk mengarah pada namja berkulit tan yang memanggilnya tadi.
"Ternyata benar kau memang Chanyeol!"
Mereka lalu saling berpelukan singkat dan meninju pelan di bahu lawan bicaranya masing-masing.
Baekhyun yang berada di sebelah Chanyeol hanya tersenyum melihat tingkah keduanya.
"Nuguya?" tanya Jongin sambil melirik ke arah Baekhyun dan melihatkan senyum menggodanya kepada Chanyeol.
Chanyeol membalasnya dengan tersipu malu dan melirik singkat ke arah Baekhyun.
"Kenalkan ini Baekhyun."
"Dan kenalkan juga ini Jongin, teman semasa high school ku di Inggris."
Jongin dan Baekhyun saling menyapa dan berjabatan tangan.
"Kau berhutang cerita banyak padaku kamjong!" seru Chanyeol.
"Araseo!"
"Apa kau hanya datang seorang diri?"
"Ne…tapi besok istriku akan menyusulku ke sini."
"Mworagu? Lama tak berjumpa dan tiba-tiba bertemu kau telah menikah? Uwaah Daebak!"
"Kau sendiri bukannya sudah menikah dengan Baekhyun ssi?"
Baekhyun yang mendengar ucapan Jongin mendadak merah padam dan tak bisa berkutik dari posisinya sekarang.
"Yaaa! Kami belum menikah, wanita ini masih menjadi yeoja chingu ku."
Mendengar pernyataan Chanyeol tentang yeoja chingu semakin membuat darah Baekhyun berdesir, mencerna lebih dalam perkataan Chanyeol. Apa benar kini status mereka telah berubah menjadi seperti itu.
Hingga sapaan lembut jemari Chanyeol merengkuh pinggang kecil Baekhyun dan merapatkannya. Baekhyun yang menerima perlakuan Chanyeol mendadak sadar dari pikirannya sendiri.
"Kalau begitu besok kita lanjutkan lagi. Dan jangan lupa kenalkan aku dengan wanita yang tertipu oleh tipu muslihatmu itu, haa."
"Baiklah. Istriku tidak akan pernah menyesal telah menjadikanku sebagai suaminya. Haha." Jawab Jongin dengan keyakinan.
Mereka memutuskan menghentikan pertemuan dadakan itu dan kembali ke kamar masing-masing.
Chanyeol yang masih merengkuh pinggang Baekhyun menuntunnya memasuki lift. Menekan tombol angka untuk lantai yang dituju.
Chanyeol berusaha bersikap romantis dengan skinship yang ia berikan pada Baekhyun. Sedangkan Baekhyun masih terlihat malu dan sedikit canggung atas perlakuan Chanyeol.
TING.
Alarm lift berbunyi menandakan mereka telah sampai pada lantai yang dituju.
Mereka berjalan menuju kamar masih dengan posisi yang sama. Setibanya di pintu kamar, Chanyeol melonggarkan kaitannya pada Baekhyun. Ketika Baekhyun hendak menjauh melepaskan diri membuka pintu kamarnya, Chanyeol menarik jemari tangan kanan Baekhyun.
Dengan tiba-tiba sapaan lembut bibir Chanyeol mendarat sempurna di pipi chubby nya. Baekhyun tersentak hingga mata sipitnya seakan membulat.
Tak hanya itu, setelahnya bibir Chanyeol beralih pada dahi Baekhyun lembut. Lalu membisikkan "Have a nice dream my Baekhyunee."
Degup jantung Baekhyun tak bisa dikendalikan kembali tapi dia berusaha mengimbanginya dengan senyuman hangat ala Baekhyun pada Chanyeol. Tak lama setelah itu mereka masuk ke kamar masing-masing dengan senyum tersembunyi di bibir keduanya.
Kini mereka resmi memiliki status selain rekan bisnis. Setidaknya itu yang tersirat dari kejadian di pantai tadi.
Keesokan Harinya.
Setelah Chanyeol dan Baekhyun menyelesaikan sarapan mereka di resto hotel, pasangan baru itu memutuskan untuk berjalan-jalan menikmati keindahan Pulau Jeju tersebut.
Baekhyun terlihat manis dengan dress selutut berbahan dasar gabardine biru laut dan dipadukan dengan vintage beach hat nya.
Sedangkan Chanyeol mengenakan baju pullover berwarna merah maroon, dan fedora coklat muda yang melingkar mantap di kepalanya.
Senyum terus menghiasi bibir keduanya, seakan dunia hanya dihuni oleh mereka.
Chanyeol menggenggam erat telapak tangan Baekhyun dan mengeratkannya dengan menautkan jemarinya dengan jemari Baekhyun.
Chanyeol Pov.
Seperti biasa, dia terlihat sangat cantik pagi ini dengan busana apapun yang ia kenakan. Parasnya selalu bisa membuatku merasa teduh dan jatuh tepat oleh pesonanya.
Aku tahu dia masih merasa canggung dengan hubungan kami. Terlihat jelas dari sikapnya. Mungkin dia merasa malu, tapi aku tidak akan menyerah begitu saja. Aku tahu pasti dia juga mencintaiku seperti halnya aku. Aku yakin dengan berjalannya waktu dia akan mulai terbiasa.
Berjalan-jalan di pagi yang cerah dengan angin yang menyapa halus pastinya bisa merefreshingkan pikiran kami. Aku memutuskan mengajaknya ke beberapa tempat menarik di Jeju.
Jeju Folk Village Museum menjadi pilihan pertamaku bersamanya, kami melihat beberapa replika dari kebudayaan zaman kuno Korea. Ada sekitar 117 pondok, rumah, dan fasilitas umum ala zaman kerajaan yang bisa ditemukan di sini. Pemukimannya pun dibagi menjadi 4 tema, desa pegunungan, desa di kaki bukit, desa nelayan, dan desa shamanisme. Lengkap dengan ribuan peralatan kuno yang terbuat dari bambu, tanah liat, porselen, dan besi. Itulah yang kami lihat dan membaca penjelasan yang tertera di museum tersebut tentunya. Museum yang sangat menakjubkan pikirku.
Baekhyun juga tampak menikmatinya, dengan antusias dia membaca penjelasan-penjelasan yang ada.
Setelah selesai dengan Jeju Folk Village Museum, tujuan kedua kami adalah Teddy Bear Museum. Museum ini merupakan satu dari beberapa museum yang memajang koleksi boneka teddy bear di dunia. Di museum ini dipajang ratusan boneka teddy bear yang disusun dengan semenarik mungkin, menyerupai orang-orang terkenal atau adegan di beberapa film popular.
Baekhyun terlihat lebih antusias dan sumringah ketika aku membawanya ke sini. Aku selalu ingin membuatnya tersenyum seperti sekarang, tidak harus terus-terusan sibuk dengan pekerjaan di perusahaan.
"Apa kau senang Baek?"
"Aku sangat menikmatinya Chanyeol ssi."
"Heiii..heii..kita bukan hanya sekedar rekan bisnis sekarang tapi kau adalah yeoja chingu ku, berhentilah memanggilku dengan sebutan formal seperti barusan."
"Ak..ak..akuuu."
"Aku tahu kau masih canggung dengan hubungan kita, aku memakluminya Baek. Aku tidak akan memaksamu jika kau belum bisa terbiasa dengan itu."
"Chanie!"
Aku seketika terkejut mendengar panggilanya padaku, terlihat sedikit memaksa tapi aku tahu dia berusaha mengimbangi sikapku padanya. Aku hanya tertawa kecil mendengarnya.
Melihat tawaku, dia memoutkan bibirnya lucu. Aku mencubit kecil pipi chubbynya lalu ia tersenyum ke arahku. Ingin rasanya aku peluk dalam-dalam tubuh rampingnya seketika. Tapi aku tahan, aku biarkan logikaku mendominasi kali ini.
"Apa kau lelah Baek?"
"Anii.. aku masih ingin berjalan-jalan."
"Baiklah kalau begitu aku akan mengajakmu ke suatu tempat yang sangat indah, kau tidak akan menyesal aku jamin itu, chagi."
Tempat terakhir kami adalah Bungee Artpia, merupakan sebuah taman bunga warna-warni yang memiliki lebih dari seribu spesies tumbuhan yang sengaja di datangkan dari berbagai Negara. Hamparan warna-warninya membuat mata dimanjakan oleh keindahannya. Ditambah kesejukan Pulau Jeju yang menyapa kami.
Aku mengaitkan jemariku pada jemarinya, membawanya berjalan berdampingan di antara bunga-bunga di taman ini. Kupu-kupu juga beterbangan menggoda bunga yang mengekspos kecantikannya. Menyusurinya dengan tawa dan canda.
Baekhyun menaiki pijakan dan berjalan di atasnya, tangannya merentang dan aku masih sigap dengan pautan kami. Dia mengimbangi jalannya pada pijakan dan aku lucu melihat sikapnya. Dia bisa menikmatinya, aku suka itu. Aku suka semua yang ada di dirinya.
Tawanya lepas diantara bunga-bunga itu, tak lupa juga aku mengambil foto cerianya dengan kamera yang aku bawa. Memotretnya dari berbagai angle dengan tangan kiriku yang bebas.
Saat aku memotretnya tak jarang juga dia menutupi wajahnya dengan tangan kanannya, malu tapi itu manis.
Sampai akhirnya ia menyerah dan membiarkanku mengambil fotonya dengan gaya seadanya. Setelah selesai memotretnya puas, masih dengan pautanku dengan jemarinya kami menyusuri taman penuh bunga itu lagi.
Hingga tiba-tiba sebuah pergerakannya membuatku tersentak.
Tepat di sebelah pipi kananku ia memanjakanku dengan ciuman lembut dari bibir cherrynya. Aku terpana dibuatnya. Aku menatap tepat di matanya setelah perlakuannya barusan.
Kini kami saling menatap, melempar kagum masing-masing pada apa yang ada di depan kami. Garis wajahnya dapat aku lihat jelas tergambar di sana. Senyumannya mulai terukir di bibirnya. Aku pun membalas senyumannya.
Baekhyun turun dari pijakannya sekarang, berdiri di atas tanah yang sama denganku. Merapatkan sedikit tubuhnya padaku. Walaupun masih ada sedikit jarak yang memisahkan.
Tangan mungilnya mulai melakukan pergerakan, menangkup masuk ke dalam ceruk leherku. Dapat aku rasakan pasti lembut tangannya di sana, sedikit mendorong ke depan. Membuatku melihat semakin jelas pada parasnya dan hembusan nafasnya.
Kakinya berjinjit berusaha menyetarakan tingginya, matanya mulai ia tutup tepat di depan wajahku. Mendekatkan bibirnya pada bibirku, masih bisa aku lihat halus wajahnya dengan kedua mataku.
Kini bibirnya tepat menyentuhku dan ia mulai bermain dengan bibirku. Aku masih membiarkannya seperti itu hingga tak berapa lama setelahnya, aku mulai menutup mataku dan merapatkan tubuhnya dengan tubuhku dengan memagut paksa di pinggangnya.
Aku membalas sentuhannya di bibirku, aku mulai masuk dengan permainannya. Kali ini aku akan membiarkan nafsuku sedikit lebih menguasai. Menjelajahi rongga bibirnya yang terlampau manis itu.
Hingga nafas kami berdua memburu dan memutuskan melepaskan pagutan mesra kami. Di saat bersamaan manik mataku dan manik matanya membuka dan bertemu. Senyumnya mengembang di sana lalu mengatup sedikit di sana.
Merona merah wajahnya dan sedikit menunduk. Tapi aku tidak akan membiarkan itu. Aku menangkup dagunya dan membiarkannya melihat tepat ke manik mataku. Seraya membiarkanya tahu betapa teramat sangat aku mencintainya.
Setelah itu, dengan gerakan wajar ia memelukku erat. Kedua tangannya merengkuh pinggangku dan meletakkan kepalanya tepat di depan dadaku. Aku membalas pelukannya mesra dan mencium pucuk kepalanya. Menyesap wangi strawberry dari surai hitamnya.
Ingin rasanya aku hentikan waktu, tak rela harus melepas pelukannya saat ini. Apalagi, kali ini Baekhyun yang memulainya. Aku senang bukan kepalang atas sikapnya, menandakan ia mulai mencoba menjalani hubungan baru kami dengan semestinya.
Akhirnya kami melepaskan pelukan kami.
Aku berinisiatif mengambil foto selca dengan kameraku. Aku dan Baekhyun mulai berpose untuk mengabadikan moment kami.
Namun tak terasa. Matahari mulai memicingkan teriknya. Dan perjalanan kami untuk hari ini cukup di sini. Kami memutuskan makan siang terlebih dahulu dan kembali ke hotel.
Tepat pukul 15.00 KST kami tiba di hotel. Cukup lelah namun menyenangkan, apalagi partnerku jalan-jalan adalah yeoja chinguku, seorang Byun Baekhyun.
Setibanya di hotel, aku melihat Jongin sedang duduk santai di sofa loby hotel. Aku masih ingin menagih banyak cerita padanya. Sehingga aku menyuruh Baekhyun untuk kembali duluan ke kamarnya, dia pun menyetujuinya setelah aku memberitahukan maksudku.
"Jongiin!"
Dia menoleh dan melihat ke arahku. Seraya melambaikan tangan untuk meyuruhku duduk dengannya.
"Sedang apa kau duduk seorang diri di sini?"
"Aku sedang menunggu kedatangan istriku." Jawabnya singkat.
"Ternyata kau telah berubah menjadi seorang yang setia? Kenapa kau tak datang bersamaan dengan istrimu?"
"Ya.. aku telah banyak berubah, apalagi mengenai kesetiaan. Hehe. Awalnya aku berencana datang bersamanya, tapi ada sesuatu hal yang harus aku urus di sini. Istriku juga tidak bisa memajukan keberangkatanya bersamaku karena terbentur dengan schedulenya."
"Sampai kapan kau di Jeju?"
"Sampai aku merasa puas honey moon di sini bersama istriku. Kami memang memimpikan untuk honey moon di pulau ini sejak lama sebelum kami menikah."
"Kau sudah menikah dan tetap tidak menghubungiku. Dasar kau kamjong!"
"Maafkan aku Yeol, e he he." Dengan cengiran khas Jongin.
-History-
Jongin adalah teman Chanyeol semasa di high school, mereka merupakan teman yang sangat akrab. Waktu di high School Chanyeol, Jongin, Jackson, dan Emily termasuk siswa keturunan korea yang cukup popular di sekolahnya. Namun setelah hari kelulusan tiba, Jongin menghilang tanpa kabar. Tanpa meninggalkan sepatah katapun kepada para sahabatnya itu.
Lost contact dalam kurun waktu beberapa tahun, dan baru dipertemukan lagi di Jeju dengan Chanyeol.
Alasan Jongin tiba-tiba menghilang adalah karena perusahaan keluarganya yang tiba-tiba bangkrut karena permainan kotor oleh salah satu orang kepercayaan orang tua Jongin. Sehingga mereka harus bersembunyi dan berpura-pura menghilang selama beberapa tahun dari para depkoleptor hingga pada akhirnya bertemu dengan yeoja yang ia nikahi sekarang.
Keluarga dari yeoja ini lah yang membantu Jongin dan keluarganya bangkit dari keterpurukan. Hingga bisa membangun perusahaan baru dan mengembangkannya bersama dengan perusahaan keluarga sang istri.
Berat lika-liku yang harus Jongin alami selama itu hingga ia bisa bernafas lega sekarang, lepas dari masalah yang melilit keluarganya.
-History end-
Author Pov.
Semuanya ia ceritakan panjang lebar kepada Chanyeol. Hingga tanpa mereka sadari ada seorang wanita yang sedang berdiri menatap lekat ke arah mereka.
Menggunakan kacamata hitam dengan surai hitam yang terurai, long coat pink soft dan tangannya yang membawa koper berukuran sedang warna senada dengan coatnya.
"Chagiya!" seru Jongin saat menyadarinya.
Yeoja itu membuka kacamatanya dan menelusupkan di jemarinya. Parasnya terekspos begitu saja setelah lolos dari kungkungan kacamata hitamnya. Manis dan imut itu yang terlihat darinya. Manik mata hitam bulat yang indah terpajang di sana. Hidung bangir dan bibir berbentuk hati menambah manis parasnya.
Membentangkan tangan dan dengan sigap Jongin memeluk dan mengelus punggung sempitnya beberapa kali. Mengelus pipi dan mencium pucuk kepalanya sekali. Perlakuan lembut dari sang suami kepada istri tercintanya.
"Nuguya?" tanya sang istri pada suaminya.
"Ah kenalkan, ini Chanyeol temanku waktu di high school."
"Dan kenalkan ini Kyungsoo istri tercintaku." Dengan senyum ala Jongin.
Chanyeol dan Kyungsoo saling berjabat dan menunduk sekali seraya menghormati.
"Oh yah, karena Kyungsoo sudah datang bagaimana kalau kita makan malam bersama?"
"Kau yakin Jongin? Bukannya kau ingin honey moon berdua bersama kyungso ssi?" tanya Chanyeol.
"Bilang saja kau yang tak mau diganggu bersama yeoja chingumu Yeol."
Sedangkan Kyungsoo hanya tertawa geli melihat perdebatan suami dan teman lama suaminya itu.
"Aniiiyeo, baiklah malam ini kita makan malam bersama." Tegas Chanyeol.
"Call~~~ Kalau begitu aku dan Kyungsoo akan kembali ke kamar. Bersiaplah, tepat pukul 7 malam kau sudah harus turun bersama yeoja chingu mu!"
"Arrrrrraaaaa…"
Lalu Jongin merengkuh pinggang kecil Kyungsoo. Membawanya mendekap dan tangan sebelahnya lagi menarik koper Kyungsoo menuju lift.
Chanyeol yang memperhatikan mereka hanya bisa tersenyum atas kebahagiaan sahabatnya itu.
Lalu kembali menuju kamarnya dengan lift yang berbeda tentunya.
Sesampainya di depan kamar, Chanyeol berbalik arah menuju pintu kamar Baekhyun dan mengetuk pintunya.
"Baek…Baekiiyaaaa…."
Derap langkah berlari kecil Baekhyun menuju pintu setelah mendengar suara Chanyeol, dengan senyum di bibir tentunya.
Bertepatan dengan pintu kamar di buka bersamaan juga wajah Chanyeol dengan senyum lebarnya tersuguh kepada Baekhyun.
"Apa yang sedang kau lakukan Baek?"
"Aku hanya sedang bersantai, setelah mandi."
"Bersiap dan berdandanlah yang cantik karena malam ini kita akan makan malam bersama Jongin dan istrinya."
"Araaseo.."
"Tepat pukul 7 malam kau sudah harus siap chagi." Sambil mengelus pipi Baekhyun singkat.
"Hmmmm." Ucap Baekhyun sambil memejamkan matanya imut.
Melihat itu Chanyeol langsung mengusak surai Baekhyun yang masih sedikit basah sehabis mandi tadi.
Setelahnya mereka mempersiapkan diri di kamar masing-masing.
19.00 KST
Baekhyun dan Chanyeol berjalan menuju resto hotel untuk makan malam bersama Jongin dan istrinya.
Chanyeol tampak gagah dengan kemeja hitam sesiku dengan band collarnya, list merah tua menghiasi kedua sisi samping kemejanya, dipadukan dengan sepatu jenis loafer warna hitam.
Rambutnya disisir rapi menyamping, dihiasi dengan senyum cerianya.
Sedangkan lengan baekhyun melingkar nyaman di sekitar pergelangan tangan Chanyeol, dengan gaun merah maroon berbahan satin selutut yang ia kenakan. Baekhyun terlihat manis dan mengagumkan.
Surainya ia gelung ke atas dengan aksesoris rambut berkilau yang di sematkan di kepala sebelah kanan. Tangan lainnya menggenggam clutch bag silver sedangkan kakinya dinaungi oleh high heels warna senada. Dan tak lupa senyum cantiknya yang terumbar dari bibir cherrynya.
Keduanya melenggang serasi menuju meja yang telah di reservasi sebelumnya oleh Jongin.
Jongin yang tak kalah tampan dengan tuxedo putih miliknya tersenyum ke arah keduanya. Menyambut mereka dengan berdiri dari kursinya segera.
Dan wanita di sebelah Jongin yang tidak lain adalah Kyungsoo melakukan hal yang sama.
Namun beberapa detik setelahnya tangan Baekhyun mencengkeram erat pergelangan Chanyeol dan wajahnya berubah derastis tak seperti sebelumnya. Matanya membulat terkejut melihat apa yang ada di hadapannya saat ini.
Chanyeol yang merasakan gelagat aneh dari Baekhyun menatap heran pada yeoja chingunya itu.
Sedangkan Kyungsoo juga tak kalah terkejutnya dengan sosok yang kini di hadapannya.
"Waeyoo?" suara Chanyeol menyadarkan Baekhyun.
"Aaah,,, aniiya." Jawab Baekhyun seadanya.
Kyungsoo yang mendengar jawaban Baekhyun berusaha menormalkan keterkejutannya dan bersikap biasa.
Jongin yang merasakan kecanggungan tadi langsung mempersilahkan Chanyeol dan Baekhyun duduk.
Suasana makan malam sedikit terasa canggung, hanya sepatah dua patah yang terlontar dari bibir Chanyeol dan Jongin. Sedangkan Baekhyun dan Kyungsoo hanya diam.
Baik Chanyeol dan Jongin dapat merasakan atmosfer aneh dari kedua perempuan yang mereka cintai itu. Namun mereka lebih memilih berpura-pura tidak tahu.
Setelah mereka menghabiskan hidangan utama yang disajikan, Baekhyun meminta izin untuk ke toilet. Selang beberapa detik kemudian Kyungsoo juga izin untuk ke toilet.
Jongin dan Chanyeol saling menatap. Mereka saling bertanya-tanya satu sama lain ketika Baekhyun dan Kyungsoo tidak ada. Tapi tak satu pun pertanyaan dari mereka yang terjawab karena baik Chanyeol maupun Jongin tak tau menau apakah Baekhyun dan Kyungsoo memiliki keterkaitan sebelumnya.
Toilet
Kyungsoo berdiri mengadap cermin seraya menunggu.
Baekhyun yang keluar dari salah satu bilik toilet menyadari kehadiran Kyungsoo. Ia menuju wastafel dan mencuci kedua tangannya dengan wajah dingin. Kyungsoo masih diam memperhatikan.
"Baek."
Baekhyun hanya diam tak menjawab seruan Kyungsoo."
"Baek!"
Tak ada jawaban apapun dari Baekhyun.
"Baeeekkk!"
"Waaaaeeee!"
"Haruskah kau terus-terusan mendiamkanku setelah kejadian itu?"
"Jika kau menjadi diriku, apa salah aku melakukan hal ini, oohh?"
"Paboo! Pernahkah kau meminta penjelasan darinya?"
"Aku bukan orang tolol yang harus meminta penjelasan setelah bukti yang paling nyata ada di kedua mataku!"
"Apa kau yakin dengan semua yang kau lihat itu benar adanya Baek?"
"Yaaa….aku yakin dan itu cukup jelas bagiku!"
Perdebatan antara Baekhyun dan Kyungsoo terus terjadi di toilet hotel tersebut.
Sementara di resto hotel, kedua namja mulai khawatir karena Baekhyun dan Kyungsoo tak kunjung tiba.
"Kenapa mereka tak kunjung datang?" Tanya Chanyeol pada Jongin dengan mimik khawatir.
"Aku juga tidak tahu Yeol?"
"Kalau begitu aku akan menyusul mereka dan kau tetap menunggu di sini."
"Ne. Kabari aku kalau terjadi sesuatu."
Chanyeol hanya menganggukkan kepalanya sekali dan segera menyusul keberadaan Baekhyun dan Kyungsoo.
"Sudah cukup Kyung, aku sudah tidak ingin membahas ini lagi!"
"Wae?" tegas dengan mata membulat.
"Karena aku sakit hati kepadamu dan namja itu!" sentak Baekhyun dengan geram.
Baekhyun membalik badan dan melangkahkan kakinya keluar toilet. Namun Kyungsoo tetap mengikuti tepat di belakang Baekhyun.
"Karena itu aku ingin menjelaskan semuanya secara detail supaya kau tidak salah paham!"
Baekhyun tetap berjalan tanpa mengindahkan perkataan Kyungsoo.
"Karena aku hanya tidak ingin ia merasa berdosa dan menyesal di surga sana Baek!"
Langkah Baekhyun terhenti setelah mendengar perkataan terakhir dari bibir Kyungsoo. Ia berbalik menatap Kyungsoo yang terlihat teramat emosi.
"Apa maksudmu?" nanar Baekhyun melihat Kyungsoo dengan wajah yang terkejut.
"Dia sudah pergi dan tidak akan pernah kembali Baek. Tepatnya setelah kau meninggalkan Amerika."
"Mwo?"
"Dia mengalami kecelakaan ketika dalam perjalanan mengejarmu ke airport."
"Mwoya?" manik mata Baekhyun mulai berlinang, lututnya terasa lemas dan tersungkur begitu saja di dinginnya lantai lorong hotel.
Kyungsoo langsung berjalan menuju Baekhyun, memeluk erat tubuh Baekhyun berusaha menenangkan.
"Aku tidak pernah berselingkuh dengannya Baek, itu hanya sebuah kesalahpaman. Banyak hal yang harus aku ceritakan padamu."
"Waee? Waee? Waee? Waaeee Kyung?" isak Baekhyun dengan pekikannya.
"Maafkan aku Baek." Dengan isakan yang sama dari Kyungsoo.
Tangan Baekhyun mengerat pada Kyungsoo, meremas kuat gaun hitam Kyungsoo menandakan betapa terpukulnya Baekhyun mendengar berita yang barusan ia dapatkan.
Bening air mata Baekhyun terus mengalir dari kedua maniknya tanpa bisa ia hentikan, hingga nafasnya tersengal-sengal tak terkontrol dengan baik.
Sedangkan seorang namja berkemeja hitam tak jauh dari posisi kedua yeoja tersebut mendengar seluruh percakapan mereka. Ia tertunduk lesu dan tanpa sadar lirih air matanya turun dari maniknya. Menguatkan batinnya dengan memejamkan matanya menahan perih.
TBC
Maaf kalo typo(s) namanya juga manusia bisa yang terkadang khilaf wkwk
Author baru bisa ngepublish ff ini, tapi moga chapter kali ini bisa memuaskan sedikit rasa penasaran kalian.
Dan jangan lupa REVIEW nya yah. Karena dari review itu author punya semangat buat ngelanjutin ff ini. Cepat dan lambatnya ff ini di publish tergantung banyaknya review dari readers. So REVIEW yah…
Kalau kalian mau request juga bisa. Kalau author ngerasa oke dan cocok sama requestan kalian, bisa author realisasikan lewat tulisan ini. Ditunggu loh
Gamsahamnida :*
