Jam berdetak seiring berjalannya waktu. Membawa irama ketukan pensil yang beradu dengan meja, yang mengisi kesunyian ruangan bernuansa jingga itu.

Tidak pernah sekalipun iris sapphire itu teralih dari deretan rumus yang tidak pernah ia mengerti. Cukup sudah!

Naruto membenturkan kepalanya di atas bukunya dengan putus asa. "Padahal tadi aku memerhatikan pelajaran guru Anko dengan baik," keluhnya lesu.

"Coba buka halaman 25, bukankah kamu melewatkan halaman itu." Ucap suara lembut dari sampingnya.

"Ah, benar juga," seru Naruto girang. Lalu mulai membuka halaman yang sendari tadi sempat dilewatinya.

Dan benar saja, di sana tertera jawaban yang dicarinya. Dengan segera Naruto mencatatnya, mengabaikan sebuah pertanyaan yang seharusnya dia sadari.

Sebuah pertanyaan... _Tuk_ Naruto mendesah pelan saat pensilnya tersenggol dan jatuh menggelinding mengenai kakinya.

Hingga mau tak mau diapun harus menundukan tubuhnya untuk mengambil pensilnya.

Namun alih-alih menegakan tubuhnya kembali. Naruto hanya bergeming dengan tangan mengambang beberapa senti dari pensilnya.

Tubuhnya menegang, dengan pandangan tak terbaca. Seolah baru saja menyadari hal yang seharusnya dari tadi ia sadari.

Bukankah, orang tuanya sedang keluar kota? Dan kakaknya Kyuubi? Dia sedang menginap di rumah temannya. Dan seingatnya, dia sudah mengunci pintu kamarnya bukan?

Dan yang terpenting, bukankah di rumahnya tidak ada siapapun selain dirinya?

Mengambil napas dalam, Naruto tidak tahu entah sejak kapan dia menahan napasnya. Tapi dengan segera dia menegakan tubuhnya kembali.

Mengabaikan kepalanya yang sempat bersentuhan dengan kain putih yang membuatnya tersadar akan keganjilan semua ini, saat dirinya menegakan tubuhnya kembali tampa berminat mengambil pensilnya kembali.

"Kurasa ini sudah larut malam. Aku sudah mengantuk," ucap Naruto tampa menoleh.

Dan suara itu membalas dengan kikikan, tepat di depan telinganya. "Sudah mengantuk? Atau sudah tahu?"

.

.

Fin.

.

Penah baca cerita ini kan? Ini pernah di post beberapa author lain dalam beberapa versi. Tapi entah kenapa, aku pengen buat juga versiku sendiri, haha... xD semoga suka. :v /

Dan terima kasih bagi yang sudah menbaca, mereview, juga mem-fav/follow ficku. *tebar senyuman gula aren(?) Sasuke.*