Tinkuerbxlle : mungkin pas mau review kurang akua/? ini udah dilanjut hehe dibaca yaaa

Iceu Doger : Hello ketemu anda lagii hehe, terimakasih reviewnya. Iya seharusnya ada dispatch diffn ini wkwk :D

BaekLuluDeer : eaaa ini udah diupdate yaaa silahkan dibacaa

Itsathenazi : meanie mau aku karungin :)

geuxx29 : ini udah updatee dibaca yaa

zahra : thankyou! ini udah diupdate yaa


Chapter 2


"Sampai bertemu lain kali!" para murid pun keluar bergilir saat acara sudah selesai. Seventeen pun langsung berjalan pelan menuju ruang tunggu mereka.

Ketika Soonyoung tengah asik mengobrol dengan Seungcheol, ia melihat Mingyu berjalan tak jauh didepannya, sendiri. Ia pun meninggalkan Seungcheol dan berlari lamban, mensejajarkan langkahnya dengan Mingyu.

"Ya Mingyu-ya. Aku mau tanya. Memangnya siapa orang yang kau maksud tadi hm?" tanya Soonyoung sambil mencolek lengan Mingyu dengan lengannya.

"Nanti kau juga akan tau hyung." Soonyoung cemberut, tak puas mendengar jawaban Mingyu. "Aku ingin tahu sekarang~" Soonyung memasang tampang memelas sambil menggelayuti lengan Mingyu.

"Apa? Kau ingin tahu hyung? Baiklah aku akan membelikannya nanti." jawaban Mingyu dibalas Soonyoung dengan jitakan. Mingyu meringis pelan, "Sakit hyung."

"Salah sendiri, jangan pernah main-main denganku ya. Hm kira-kira siapa ya yang tahu~". Mingyu menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tersenyum, "Tidak ada yang tahu." balas Mingyu seadanya.

"Aku tahu." Soonyoung menoleh, dan mendapati Jisoo tengah berjalan menghampirinya, dan juga Mingyu. "Benarkah? Kau tau kekasihnya Mingyu?" Jisoo mengangguk dengan wajah datarnya. "Kau tunggu saja, dia akan ke sini nanti."


TOK TOK

"Mingyu, buka pintunya." Mingyu bangkit dari duduknya setelah mendengar perintah dari Seungcheol, berjalan ke arah pintu untuk membukanya. Padahal tadi Ia sudah bilang pada Jeonghan untuk tidak menutupnya, agar panitia bisa masuk dengan mudah.

Mingyu terdiam, lalu tersenyum setelah melihat siapa orang yang mengetuk pintu tadi. Ya, Wonwoo. Ia datang sambil membawa kantong berukuran sedang, entah isinya apa.

"Ada perlu apa hyung?" Mingyu bertanya, tidak membuka pintu lebar, hanya menongolkan kepalanya saja. "Itu- Aku ingin memberimu ini. Bekal buatanku." Wonwoo menyodorkan kantong itu, dan dengan senang disambut oleh Mingyu. Dibukanya dengan cepat kotak makan itu. "Wah sosis dan kimchi, aku suka sekali. Ini pasti lezat. Terima kasih hyung." Wonwoo hanya tersenyum sebagai balasan.

"Yasudah, aku pergi dulu ya. Jangan lupa dimakan." Baru saja Wonwoo hendak pergi, namun teriakan dari dalam ruangan itu membuatnya berhenti. "Ya Mingyu! Kenapa tidak dipersilahkan masuk hah?" Seungcheol menarik pintu dan melihat ke arah Wonwoo.

"Ah ternyata kau ya yang datang tadi? Maaf adikku ini memang tidak sopan. Mari masuk terlebih dahulu." Wonwoo menggeleng, "Tidak apa-apa. Aku langsung pergi saja." Wonwoo tak bisa pergi, karena pergelangan tangannya sudah dipegang erat oleh Seungcheol.

"Mari masuk dulu ketua. " Wonwoo hanya pasrah ketika Seungcheol memaksanya untuk masuk. Mingyu hanya tersenyum kikuk.

"Nah semuanya~ Ini- Eng perkenalkan dirimu."

"Namaku Jeon Wonwoo, aku ketua panitia acara ini." Semua orang diruangan ini bertepuk tangan. Seungcheol pun mempersilahkan Wonwoo untuk duduk.

"Jadi, tadi ada perlu apa anda kemari?" Wonwoo melirik Mingyu sebelum menjawab pertanyaan Seungcheol, Mingyu-pun hanya tersenyum manis menatapnya.

"Aku tadi kesini hanya untuk bertemu Mingyu, memberinya sesuatu. Itu saja." Jisoo pun menyikut Soonyoung, dan yang disikut pun mengerti apa maksudnya.

Tanpa aba-aba, Soonyoung langsung berdiri dan berteriak menatap Wonwoo. "Oh jadi kau ya pacarnya Mingyu?" kalimat yang dilontarkan Soonyoung membuat semua orang diruangan itu diam.

Mingyu yang sadar pun langsung memukul tangan Soonyoung, "Hyung kau ini apa-apaan sih."

"Oooh jadi kau yaa pacarnya Mingyu? Aduh tampannyaaa." Jeonghan langsung duduk nyempil mendekat Wonwoo, Wonwoo pun hanya bisa tersenyum. "Aku bukan pacar Mingyu." jawab Wonwoo, mencoba berbohong.

"Tidak pacaran kenapa tadi pagi mengumbar kemesraan dikelas yang sepi." Semua member menatap Jisoo terkejut, Wonwoo pun menatapnya dengan wajah kaget. Yang ditatap hanya pasang tampang cuek, "Aku serius. Tadi aku menangkap basah mereka sedang berciuman." Jisoo menjawab tanpa menatap membernya. Dan, semuanya kini menatap Mingyu.

Mingyu menghela napas keras, "Baiklah baiklah. Wonwoo hyung, dia adalah kekasihku."


"Dasar bocah nakal! Beraninya kau berbuat seperti itu, umurmu saja belum masuk kepala 2!" Mingyu meringis ketika telinganya disentil oleh Jeonghan. "Hyung, sebentar lagi aku akan berumur 20 tahun. Apa salahnya?" Jeonghan memilih tidak menjawab pertanyaan Mingyu, tetapi menendang paha Mingyu. Mingyu ingin membalas, tapi Ia tahan. Ia harus jaga sikap didepan... Wonwoo.

"Jadi, Wonwoo-goon, sudah sejak kapan kau berhubungan dengan Mingyu?" Wonwoo terdiam setelah mendengar perkataan yang terlontar dari mulut Seungcheol. Melirik Mingyu yang dibalas hanya dengan kedipan mata. Apa maksudnya?

"Aku.. sudah kenal Mingyu dari kecil." Semua member manggut-manggut sambil mulut membentuk 'o'.

krik krik

"Kenapa diam? Lanjutkan saja." suara Jeonghan memenuhi ruangan yang tadi tidak ada suara.

"Aku sudah berhubungan dengannya selama 4 tahun. Hubungan serius. Jelas?" semua mata menatap Mingyu. Tampaknya ia mulai hilang kesabaran. Mingyu pun langsung berdiri dan menarik tangan Wonwoo. "Mingyu ini-eh tapi-" "Ayo kita pergi dari sini."

Wonwoo tersenyum tak enak kepada seluruh orang yang ada diruangan itu, lalu berdiri dan berjalan menyamakan langkahnya dengan langkah Mingyu. Tanpa tahu jika ada seseorang yang menatap punggungnya dari belakang, dalam diam.

Seungcheol-pun langsung berlari pelan dan berdiri didepan pintu.

"Jangan pulang larut malam Mingyu!"


Wonwoo duduk disebuah kursi ayunan dengan Mingyu berdiri disampingnya. "Tidak apa-apa?"

Mingyu menatap Wonwoo, "Apanya?"

Yang ditatap tidak balas menatap, melainkan memandang ke arah lain. "Mereka semua. Kau meninggalkan mereka dan memilih keluar bersamaku." Mingyu tersenyum, lalu mengelus pelan rambut Wonwoo.

"Kau kekasihku, tentu saja aku memilihmu. Lagipula mereka menyebalkan. Selalu saja ikut campur ini itu tentang kehidupan pribadiku."

Wonwoo memegang tangan Mingyu, "Wajar saja, mereka menganggapmu keluarga. Mereka mungkin tidak mau kau terjebak ke jalan yang salah."

Mingyu memilih tidak menghiraukan ucapan Wonwoo. Ia memilih berjongkok(?) dihadapan kekasihnya.

"Aku tidak peduli. Kau adalah nomor satu dihidupku, diantara yang lain. Mereka, pekerjaan, dan yang lainnya, akan menjadi nomor dua dihidupku. Hanya kau yang utama." ucap Mingyu sambil mengelus pelan surai manis itu. "Benar?"

Mingyu terkekeh. "Tentu saja benar. You are the one." /otw buka lagu suju - you're the one/

Mingyu mendekatkan wajahnya ke arah wajah Wonwoo. Memiringkan kepalanya, untuk kenikmatan ini. Mengecup pelan bibir lembut itu dengan mata terpejam. Mencoba menikmati permainan ini ditaman yang sepi di sore hari. Begitu juga dengan Wonwoo yang mencoba menyeimbangkan permainan Mingyu.

Tanpa tahu, ada seseorang yang melihat permainan mereka dari kejauhan.


"Ingin masuk?" Wonwoo sudah mengeluarkan kunci pintu dari sakunya, "Tentu saja. Aku kan sudah bilang ingin menemanimu malam ini."

Wonwoo hanya mengangguk-angguk pelan lalu masuk ke dalam rumah, Mingyu pun mengikutinya dari belakang.

Mingyu menatap semua yang ada didalam rumah Wonwoo. Mulai dari atas, bawah, kanan, kiri dan seluru penjuru arah karena tampilannya sudah berubah sejak terakhir kali Ia bertamu. Dan, ia terpaku pada sebuah bingkai foto diatas meja, tepat disebelah vas bunga.

"Yang tengah ini kau bukan?" Wonwoo yang berjalan menuju lemari pendingin menoleh ke belakang. Dilihatnya Mingyu sedang mengangkat bingkai foto dan menunjuk foto itu, persis ditengah. "Iya."

Mingyu mengangguk tanda paham, "Disebelahmu ini siapa? Setahuku kita tidak pernah berteman dengannya sejak dulu."

Ucapan itu membuat Wonwoo terdiam, menghentikan aktivitasnya yang baru saja akan mengambil botol air minum.

"Mingyu, ingin minum?" Mingyu langsung menaruh bingkai foto itu dan berjalan menuju Wonwoo.

"Ah lega sekali~" Wonwoo menaruh cangkir, lalu menatap Mingyu yang sedang minum. Mingyu pun menatap Wonwoo, lalu langsung menaruh cangkirnya diatas meja.

Cup

"Aku masih haus, dan disekitar bibirmu ada air. Jadi ya aku minum dari situ saja." Mingyu menjawab pertanyaan dari tatapan Wonwoo, seperti 'Apa-apaan kau ini tiba-tiba menciumku?!'

"Ah~ Sepertinya malam ini akan menjadi malam yang menyenangkan." Wonwoo baru saja membuka mantelnya ketika mendengar Mingyu berbicara seperti itu. "Apa maksudmu? Memangnya ada apa?"

Mingyu hanya menatap Wonwoo dengan tatapan yang susah dimengerti. Mengedipkan mata kirinya sebagai jawaban atas pertanyaan Wonwoo.

"Jangan bilang kau akan menginap disini?"

Mingyu mendengus, "Bukankah tadi aku sudah bilang jika aku akan menemanimu malam ini sayang?"

"Kau tidak bisa seperti ini. Pulang ke dorm mu atau tidak kabari saja mereka. Mereka pasti khawatir."

Mingyu mendudukkan pantatnya disofa tepat didepan kamar Wonwoo. "Aku akan tetap disini sampai besok siang. Aku malas pulang ke dorm. Dan aku tidak akan mengabari mereka."

Wonwoo menghela napas melihat sikap keras kepala Mingyu. Ia memilih masuk ke kamarnya, mengunci pintu, daripada Ia harus menarik urat nadinya sampai keluar jika berhadapan dengan Mingyu.


Mingyu's calling

Wonwoo yang baru saja keluar dari kamar mandi menatap ponselnya yang nyala. Mengerutkan dahinya ketika Ia melihat nama Mingyu dilayar ponselnya. Wonwoo hanya berdiri didepan kaca besar dan masih berusaha mengeringkan rambutnya, tak memperdulikan ponselnya yang berulang kali berdering.

From : mingyu-yang
To : loveone
Kau tidak berniat untuk membukakan pintunya? Dan membiarkan aku masuk ke dalam kamarmu?

From : loveone
To : mingyu-yang
Tidak.

From : mingyu-yang
To : loveone
Izinkan aku masuk kekamarmu, agar aku bisa memelukmu didalam selimut dan tentu saja kita bisa sekalian memadu kasih.

From : loveone
To : mingyu-yang
Pulang saja.

Lama menunggu balasan, Wonwoo melemparkan ponselnya karena Ia tak kunjung mendapat balasan. Bangkit dari duduknya, laku berjalan untuk menjemur handuknya.

Tok tok

"Hyung."
"Hyung."
"Kau benar-benar tidak akan membukakan pintunya?"
"Hyunggg."
"Aku ingin masuk."
"Memelukmu."
"Menciummu."

Wonwoo tetap dengan wajah datarnya, mengambil ponselnya lalu mengetik pesan.

From : loveone
To : mingyu-yang
Berisik.

Wonwoo naik ke atas tempat tidurnya, memasukkan dirinya kedalam selimut tebal, dan tidak lupa Ia telah mematikkan lampu. Menaruh ponselnya diatas meja disamping tempat tidur, dan terlelap.


Wonwoo mencari bantal gulingnya untuk dipeluk dalam keadaan mata tertutup dan tentu saja keadaan tidak sadar sepenuhnya. Meraba-raba kekiri dan kekanan, dan akhirnya Ia dapatkan. Tapi, Wonwoo mengerutkan dahinya ketika benda yang Ia kira guling itu tidak ringan. Wonwoo mencoba menariknya, namun Ia tidak kuat karena Ia menarik benda itu dengan satu tangan.

"Kenapa menarikku? Aku masih mengantuk, tidur lagi sini."

Wonwoo langsung membuka matanya dan mendapati Mingyu disebelahnya yang akan memeluknya. "Ya! Kenapa kau bisa ada disini?"

Mingyu mengerang pelan, lalu menggenggam pergelangan tangan Wonwoo. "Kau lupa ya? Aku kan punya kunci cadangan."

Tepukan pelan terdengar karena Wonwoo memukul dahinya. 'Sial, kenapa tidak teringat dari semalam ya. Berarti semalam..' "Jadi dari semalam yang aku peluk itu kau?!"

Mingyu membalasnya hanya dengan 'hm'. "Kau tidur nyenyak sekali dipelukanku. Apa ku bilang, pelukanku itu akan membuatmu nyaman sayang."

Mingyu mengaduh kesakitan. Wonwoo mencubiti lengannya dengan pelan dan kecil. "Aduh sakit! Ya kau ini kenapa sih?"

"Dasar mesum."

Mingyu tersenyum, lalu menarik tubuh Wonwoo agar masuk ke dalam pelukannya. "Tidur lagi."

Wonwoo hanya bisa pasrah dan diam saja tidur dalam keadaan seperti ini. Lagipula Ia masih mengantuk, jadi Ia lanjutkan saja tidur sambil memeluk erat leher Mingyu.


Sementara itu ditempat lain..

"Kenapa kau memilih dia?"

"Kenapa kau harus memilih dia daripada aku?"

"Kenapa kau harus memilih Mingyu daripada aku?!"

"Aku kurang apa.."

Pria itu terduduk lemas dilantai dekat ranjangnya. Menunduk dan memejamkan mata, mencoba menenangkan emosinya.

"Aku kurang apa, Wonwoo-ya?"


to be continued

p.s : Untuk chapter-chapter selanjutnya akan diusahakan update setelah 10hari dari update chapter sebelumnya ya! Please review and don't be silent riders~~