ONE PLUS ONE EQUALS LOVE
.
1+1=LOVE
.
.
Pairings: Haehyuk [Main], Yunjae, Chanbaek, 2Min, Myunghyun (Friendship/Bromance), Myungstal.
.
Language: Bahasa with a slight of English in the story.
.
Genre: Romance, Family and Drama
.
Warnings: This is a genderswitch story. I changed a gender for ukes except Myunghyun (Lol it's a crack OTP) but yeah all of the pairings here are my favourite one on each group, I changed the age too. I'm an ELF and a Haehyuk/Eunhae/D&E or (whatever you called it) shipper. I'm Hyukjae biased so sorry if I write mostly on Hyukjae's point of view.
I put the warning already, so please if you don't like it you don't have to read it unless you are really curious but don't blame me later.
.
Disclaimer: Super Junior is not mine, but they're ELF's… so since I'm an ELF so can I called them mine? Lol kidding XD. Donghae and Eunhyuk as well as all the members here owned by themselves. I don't have anything except the plot and this old laptop of mine.
.
.
.
"Donghae, ini bukan jalan kearah rumahku!" Hyukjae mengerutkan keningnya ketika Donghae melewati perempatan jalan dan membelokkan arah ke kanan sedangkan untuk menuju rumahnya seharusnya Donghae terus mengambil jalan lurus.
"Aku lapar sayang, kita makan dulu yaaa" rayu Donghae sambil mengedipkan sebelah matanya sebelum menatap lurus kejalan lagi.
"Aku sudah makan malam tadi, aku mau pulang… ngantuk Donghae~"
"Ayolah sayang, aku lapar. Kau mau maagku kambuh lagi? Perutku mulai sakit. Aduh" Donghae pura-pura mengaduh sambil memegangi perutnya dengan sebelah tangan sedangkan sebelahnya lagi terus menyetir.
"Salah sendiri tadi telat datang kerumah kakak"
"Aih sayang, Aduh perutku!"
Hyukjae memutar bola matanya. "Iya… Iya!"
CHAPTER 3
Mereka berdua berhenti di sebuah kedai sederhana yang menjual samgyetang, ini pilihan Hyukjae sebenarnya karena tadi Donghae berencana untuk membeli beberapa fried chicken dan burger untuk mengganjal perutnya, tapi pria itu langsung mendapat omelan panjang mengenai junk food dari kekasihnya.
Hyukjae mengusap kedua tangannya, udara di Seoul memang sedang dingin-dinginnya apalagi di malam hari padahal salju belum turun.
"Dingin sayang? Ini pakai jaketku" Donghae mulai melepas jaket yang ia pakai tapi Hyukjae menggeleng, Kekasihnya hanya mengenakan kemeja tipis dan bila ia memberikan jaketnya pada gadis itu, ia bisa saja masuk angin nanti… lagian Hyukjae sudah pakai coat, hanya saja dirinya memang sensitif pada udara yang dingin.
"Tidak usah, nanti kau masuk angin. Cepetan makannya… aku ngantuk nih"
Donghae mengangguk, ia meniup-niup samgyetang yang memang masih panas sebelum melahapnya.
"Kau mau?" Pria itu mengangkat sendoknya berniat memberi Hyukjae satu suapan dari mangkuk samgyetang miliknya.
Hyukjae menggeleng, ia menyeruput teh ginseng hangat yang ia pesan tadi. "Tidak, aku masih kenyang, dan lagi... aku tidak makan jam segini Donghae. Aku bisa berubah jadi gajah besok kalau aku makan lagi!"
Kening Donghae mengkerut mendengar itu, "Kau mulai diet lagi?" Ia sangat tak suka jika Hyukjae mulai repot dengan urusan berat badannya, menurutnya Hyukjae sudah terlalu kurus.
"Aku bilang kan jangan diet-diet lagi. Kau malah terlalu kurus buatku, aku tak mau kau sakit gara-gara 'diet' mu itu" Lanjutnya dengan nada yang tegas.
"Ini bukan diet seperti itu lagi ko. Aku hanya mencoba lebih mengatur pola makanku saja, lebih tepat waktu dan dengan porsi yang sehat" Hyukjae membela diri, ia tidak mau kena omel Donghae lagi. Setengah tahun yang lalu ia pernah mengikuti program diet yang benar-benar ketat, ia bahkan hanya makan sekali sehari tanpa masukan nutrisi lainnya, membuatnya terkena dehidrasi juga malnutrisi dan ia pingsan disaat ia sedang berkencan dengan Donghae membuat pria itu panik luar biasa.
"Awas saja, jika kau coba-coba diet seperti dulu lagi Hyukkie. Aku sungguh kehilangan akalku melihat kau pingsan waktu itu"
Hyukjae mengangguk, ia berpindah duduk ke sebelah Donghae dan merangkul lengan kanan kekasihnya itu. "Iya sayang, maafin aku bikin kamu khawatir waktu itu"
Donghae membelai rambut panjang kekasihnya itu, "Aku mencintaimu apa adanya sayang, aku cuma pengan kamu selalu sehat dan bahagia disampingku"
"Arraso… sekarang habisin makananmu dan pulang. Aku beneran ngantuk~" Hyukjae merajuk membuat Donghae menggelengkan kepalanya karena kekasihnya itu baru saja merusak suasana yang seharusnya bisa menjadi romantis
"Kau ini…"
The next day, Mansion Jung.
Hyukjae memotong beberapa pisang dan strawberry, ia masukkan potongan-potongan buah itu dan memblendernya, jus favoritenya dipagi hari. Ia bangun cukup pagi hari ini dan memutuskan untuk membantu Bibi Min untuk menyiapkan sarapan. Bibi Min sendiri sudah membuat pancake dengan topping strawberry dan dilumuri sirup maple.
Bibi Min pamit untuk menyiram kebun belakang setelah menata sarapan pagi ini dimeja makan. Hyukjae mengangguk sambil memotong pancake nya. Beberapa menit kemudian ia mendengar bunyi kursi ditarik dan menemukan Myungsoo adiknya duduk dan mengambil dua lembar pancake ke piringnya.
"Pagi, Myungie" Sapanya ceria, jarang-jarang adiknya mau duduk sarapan bersamanya.
Myungsoo tidak menjawab, ia hanya berdehem sebagai jawaban sebelum sibuk memotong-motong pancakenya.
"Aku membuat banana-strawberry smoothies tadi, kau mau?" Ia bertanya, meskipun tetap tidak mendapat jawaban ia menuangkan jus itu pada gelas Myungsoo. Ini bukan pertama kali Myungsoo menghiraukannya, jadi ia mulai terbiasa walaupun ia tetap saja kecewa tapi adiknya masih mau duduk dan makan bersama hari ini pun ia merasa senang.
"Apa jadwalmu hari ini? Oh! Kau ada special stage di Show Champion kan?" Tanyanya pantang menyerah, ia sempat bertanya jadwal adiknya itu pada Donghoon salah satu manajer Infinite.
Myungsoo mengangguk, Hyukjae sedikit senang Myungsoo meresponnya. Ia menggenggam lengan adiknya itu, "Aku boleh mengunjungimu dibackstage kan?" Tanyanya penuh harap.
Myungsoo menatap datar kakaknya itu, ia melepaskan genggaman kakaknya. "Akan banyak rumor yang bermunculan nanti dan itu membuatku repot"
Hyukjae menunduk, "Tapi aku bahkan tak boleh mengunjungimu disaat comeback stagemu tahun lalu" ujarnya sedih. "Lagian, aku hanya ingin memberi dukungan pada kalian"
"Terserah kau saja" Myungsoo meminum smoothiesnya. Hyukjae langsung tersenyum, "Aku janji tidak akan merepotkanmu. Aku akan membawa makanan untuk para member dan staf disana"
"Hm" Hanya itu tanggapan Myungsoo sebelum pria itu beranjak dan meninggalkan dapur. Hyukjae menatap punggung adiknya itu. Ada secercah harapan melihat Myungsoo tidak melemparkan tatapan kebencian padanya hari ini. Mungkin saja ia akan kembali menjadi Myungie kecilku seperti dulu…
.
.
.
.
.
Hyukjae mendial nomor sahabatnya, begitu selesai sarapan ia langsung mandi dan bersiap-siap. "Halo, Tiff!" sapanya begitu Tiffany mengangkat panggilannya.
"what's up?!"
"Aku tidak akan pergi kebutik hari ini, aku titip butik padamu yaaa"
Ia berencana untuk pergi ke kantor byeol dan mengajak Donghae untuk pergi ke gedung MBC. Jika ia pergi sendiri, ia mungkin saja tidak diperbolehkan masuk dan mendatangi Infinite di backstage Show Champion.
"Kau mau kemana?"
"Hehe… aku ada urusan." Hyukjae bisa mendengar decakan dari sahabatnya,
"Aish okay! Tapi kau harus mentraktirku lain kali… untung saja desain sudah mulai diproduksi kalau tidak aku akan menyeretmu untuk datang kemari"
Hyukjae tertawa, Tiffany pasti sedang mendecak kesal karena ia akan kesepian tanpanya di butik.
"Haha okay, call! See you tomorrow darl~!"
"Ya!..." Hyukjae segera memutuskan panggilannya, ia terkikik setelah menggoda sahabatnya, karena 'darl' adalah panggilan sayang Nickhun untuk Tiffany.
Byeol Entertainment.
Hyukjae keluar dari taksi yang mengantarnya ke agensi milik kekasihnya ini. Kaki jenjangnya menuntunnya masuk ke lobby utama Byeol Entertainment, jika diperhatikan diluar begitu banyak fans yang berasal dari dalam maupun luar negeri berdiri dengan kamera-kamera yang tak kalah professional dengan milik para wartawan handal, menunggu di tengah cuaca yang mendung dengan harapan bisa bertatap muka dengan idola mereka.
Hyukjae tersenyum pada receptionist yang menyapanya, "Apa Donghae ada?" Tanyanya yang dijawab anggukan oleh receptionist itu. Hyukjae tak perlu membuat janji hanya untuk bertemu dengan kekasihnya yang sibuk itu.
Jari telunjuknya memencet tombol lift, ia menunggu sambil memperhatikan kukunya yang baru di cat warna kuning. Ting! Ia segera masuk begitu pintu lift terbuka, dirinya baru saja akan memencel tombol untuk menutup pintu lift namun tertahan oleh seseorang yang baru masuk ke dalam lift.
"Baekhyun-ssi?" gadis itu menoleh begitu mendengar ada yang memanggil namanya, matanya membulat lucu ketika melihat Hyukjae. Ia segera membungkuk dengan sopan.
"H-halo Hyukjae-ssi"
Hyukjae tersenyum melihat tingkahnya yang lucu, "Kelantai berapa?" Tanyanya kemudian.
"Ah, ke lantai lima" Baekhyun menjawab dengan sangat canggung. Hyukjae mengangguk sebelum memencet tombol lima dan tombol enam dimana ruangan Donghae berada.
Gadis yang lebih tua itu menepuk pelan bahu gadis mungil disebelahnya.
"Tak usah canggung begitu, Aku sudah menganggap anggota Heart5 sebagai adik-adikku terutama Taemin, dan karena kau merupakan anggota Heart5 maka mulai sekarang kau juga adikku, kau bisa memanggilku Unnie seperti yang lainnya." Senyum cantik terlukis di wajah Hyukjae.
Baekhyun mengangguk, ia sungguh kagum dengan gadis dihadapannya ini.
"Baiklah, Unnie…"
Hyukjae tersenyum puas mendengarnya. Ting! Ia mendongak melihat angka yang muncul diatas.
"Ah kita sudah sampai di lantai lima. Kita mengobrol lagi lain kali ya, good luck untuk debutmu Baekhyun-ah!" Tangan Hyukjae mengepal untuk memberikan semangat, Baekhyun tersenyum. Ia membungkukan badannya sekali lagi
"Terima kasih unnie, aku duluan" gadis yang lebih muda itu melambaikan tangannya sebelum pintu lift kembali menutup.
.
.
.
.
.
Hyukjae kembali melangkahkan kakinya begitu ia sampai di lantai enam, ia melambaikan tangannya pada Hyeri.
"Apa Donghae ada diruangannya?" bisiknya. Hyeri mengangguk, "Sajangnim baru saja selesai meeting 15 menit yang lalu"
"Setelah ini, apa ia ada jadwal?"
"Selain melihat hasil mingguan para trainee, hari ini beliau tidak ada jadwal"
"Good then… kalau begitu aku masuk ya!"
Hyukjae melihat sedikit penampilannya di cermin yang ada di meja Hyeri sebelum masuk ke dalam ruangan kekasihnya itu tanpa mengetuk pintunya terlebih dahulu.
Cklek!
Donghae yang sedang fokus membaca berkas bulanan keuangan Byeol Entertainment menoleh kearah pintu, ia baru saja akan menegur siapapun itu yang dengan tidak sopannya masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu, tapi terhenti begitu melihat orang yang masuk adalah Hyukjae.
Pria itu beranjak dari kursi kerjanya dan berjalan menghampiri pujaan hatinya itu.
"Sayang, kenapa tidak mengabariku dulu?" Tanyanya sambil membawa Hyukjae kepelukannya, seolah mereka tak bertemu bertahun-tahun lamanya.
Hyukjae menyandarkan kepalanya di bahu Donghae, "Ini diluar rencana"
Pria itu melonggarkan pelukannya dan mencium sekilas bibir merah Hyukjae sebelum menarik gadis itu untuk duduk disofa.
"Donghae…"
"Hmm?" Donghae menyelipkan beberapa helai rambut Hyukjae kebelakang telinga gadis itu.
"Aku sudah bertanya pada Hyeri tentang jadwalmu hari ini, dan ia bilang kau free. Itu artinya kau tidak bisa menolak okay?"
Donghae mencubit pipi Hyukjae gemas, "Memangnya kau mau mengajakku kemana hmm? Kencan?" tanyanya dengan cengiran bodohnya lagi.
"Siapa bilang mau kencan? Aku mau mengajakmu ke gedung MBC! Ayo… aku ingin mengunjungi Infinite~"
Donghae mendelik, padahal ia akan sangat senang jika berkencan dengan gadis cantiknya itu.
"Ah, aku kira kau akan mengajakku kencan"
"Ish… kau sebagai CEO harusnya mengunjungi anak didikmu juga"
"Aku berencana akan dinner bersama malam nanti untuk merayakan album baru mereka."
"Aku ikuuut~ Tapi kita tetap ke MBC hari ini, yayayaya?" Gadis itu memintanya dengan aegyo yang tak mungkin bisa Donghae tolak, ya ampun pria ini sungguh gemas jika ia tak sadar kalau ia dikantor mungkin Hyukjae sudah diterkam olehnya.
MBC Building
Donghae menggunakan topi dan kacamata hitam, ia tersenyum sesekali kepada orang-orang yang menyapanya, walaupun senyumnya kadang terlihat canggung. Well kepribadian memang sedikit kaku membuatnya kadang terlihat canggung.
Hyukjae terkikik disebelahnya melihat kekasihnya yang kerepotan membalas sapaan para fansnya, jika CEO agensi diluar sana banyak dikritik oleh fansnya… Donghae justru memiliki banyak fans apalagi usianya yang masih terbilang muda dan wajahnya yang tak kalah tampan dengan artis-artis didikannya.
"Harusnya kita menyewa coffee truck saja daripada aku harus menenteng banyak kopi seperti ini" Mereka baru saja masuk ke lobby gedung MBC dan Donghae langsung menggerutu karena dirinya menjinjing banyak kopi untuk para staf yang membantu Infinite.
"Salah sendiri bukannya memberi ide itu sedari tadi, itu kan tidak terpikir sama sekali olehku" Hyukjae memeletkan lidahnya, ia menjulurkan tangannya untuk membantu membawakan beberapa kopi itu dari Donghae.
Donghae menggeleng, kemudian meminta Hyukjae untuk mengambilkan pass card MBC di saku blazernya. Mereka memberi hormat pada security yang ada sebelum memasuki lorong backstage show champion.
"Ah Lee sajangnim" Salah seorang staf Show Champion yang merupakan salah satu PD menyapa Donghae. Sang CEO muda itu menurunkan bungkusan kopinya sebelum mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan PD itu.
"Shin PD"
PD yang sepertinya berusia diawal 30an itu melirik ke gadis yang berada disebelah Donghae dan tersenyum penuh arti.
"Sepertinya kali ini Mr. Lee tidak ditemani Joon-ssi asisten anda, atau ini asisten baru?" Tanyanya usil walaupun ia sudah pernah membaca sekilas rumor tentang hubungan Donghae dengan seseorang yang sempat menggemparkan waktu itu.
"Shin PD ini bisa saja, iya dia Jung Hyukjae, asisten baruku… asisten pembimbing hidupku" Donghae melirik Hyukjae dan memberikan kedipan yang cukup genit menurut kekasihnya. Shin PD tertawa mendengarnya ia masih ingin menggoda pasangan itu tapi ia cukup kasian melihat Hyukjae yang sudah memerah dan lagipula acara sudah harus mulai dipersiapkan.
"Hahaha Mr Lee pandai sekali memilih 'asisten'. Baiklah kalau begitu siapa yang kalian ingin kunjungi?"
"Ah, iya. Bolehkah aku bertanya dimana ruang backstage untuk Infinite?"
"Oh Infinite ya? Mereka diruangan kedua diujung lorong"
Donghae mengangguk, "Baiklah, terima kasih Shin PD tolong jaga artis-artisku. Kita mengobrol lagi lain kali"
Hyukjae membungkukan badannya memberi hormat sebelum mereka menuju ruangan Infinite.
.
.
.
.
Knock. Knock.
Dongwoo yang sedang bermain game menggunakan Ipadnya mendengar ada yang mengetuk pintu ruangan mereka.
"Guyss… ada yang mengetuk pintu. Ya Sungyeol-ah pakai bajumu!" Tegurnya pada Sungyeol yang telah membuka semua kancing kemejanya karena kepanasan, disudut ruangan sang leader Sunggyu sedang mengecek skrip untuk acara reality show yang akan dihadirinya nanti. Woohyun, Myungsoo dan Hoya sedang memantapkan gerakan dance lagu baru mereka sedangkan Sungjong sedang dimake up.
Dongwoo kemudian beranjak dari duduknya menuju ke pintu, karena kebetulan manajer mereka sedang mengurus sesuatu dengan staf di stage.
Cklek.
Mata Dongwoo membulat begitu melihat siapa yang ada dibalik pintu, "Oh sajangnim." Ia membungkuk hormat sebelum mempersilahkan mereka berdua masuk. "Noona."
Semua member menengokkan kepalanya untuk melihat siapa yang datang dan mereka langsung menghentikan apapun kegiatan mereka begitu melihat atasan mereka yang datang.
"Sajangnim, sungguh senang melihat anda dan Noona disini" Sunggyu mempersilahkan mereka untuk duduk di sofa yang terdapat diruangan tersebut.
"Ah, aku ingin melihat penampilan perdana untuk comeback kalian kali ini. Oh… ini kopi, tolong dibagi dengan para staf lainnya. Dimana manajer kalian?" Tanya Donghae.
"Manajer hyung sedang berdiskusi dengan staf untuk stage" Woohyun yang menjawab, ia mengambil satu cup kopi sambil nyengir kearah Donghae. "Terimakasih kopinya sajangnim"
Donghae mengendikkan bahunya, "Itu bukan apa-apa. Lagipula Hyukjae yang memaksa untuk mengajakku kesini dan aku sadar kalo aku jarang melihat langsung comeback stage kalian jadi aku memutuskan untuk datang." Pria itu menggenggam jari tangan Hyukjae.
"Noona yang terbaik!" Sungjong, sang maknae mengacungkan kedua jempol tangannya.
Hyukjae tersenyum, "Jam berapa kalian akan tampil?"
Sunggyu melirik jam yang ada ditangannya. "Sekitar 45 menit lagi, sebelumnya kami sudah melakukan rehearsal dan pre-recording"
Sepasang kekasih itu mengangguk sambil menyamankan diri mereka di sofa, "Oh yasudah ayo diminum kopinya… aku juga membawakan kalian beberapa donat" Hyukjae membuka sekotak besar donat yang ia bawa, karena gadis itu tau kalo adiknya sangat menyukai donat jadi ia membawakannya untuk mereka.
Sekitar sepuluh menit bercengkrama, mereka mendengar suara ketukan lagi di pintu. Kali ini Myungsoo yang beranjak karena ia yang kebetulan duduk di kursi dekat pintu. Seorang wanita cantik muncul dari balik pintu membuat semua member Infinite memberi hormat karena yang datang adalah senior mereka yang lebih dulu debut di industri musik.
"Oh, Donghae! Kau ada disini…" Senior yang baru datang tadi adalah, Jessica. Salah seorang mantan member girlband yang sudah membubarkan diri, sehingga ia memutuskan untuk bersolo karir. Jessica datang mengunjungi Infinite untuk memperkenalkan album barunya pada mereka, dan ia sungguh tak menyangka bisa bertemu Donghae disini. Dulu ia mengenal Donghae ketika ia masih menjadi trainee di Byeol Entertainment pada saat mendiang ayah Donghae masih menjabat sebagai CEO. Tapi 4 tahun menjadi trainee disana ia memutuskan untuk keluar dan bekerja sama dengan agensi lain dan dua tahun kemudian debut di agensi barunya.
"Hi Jess, tidak menyangka kita bisa bertemu disini" CEO muda itu beranjak dari duduknya dan memberikan pelukan pada wanita yang sempat dekat dengannya dulu. Err… sebenarnya Jessica adalah mantan kekasih Donghae, mereka sempat menjalin hubungan selama 2 tahun, dan tentunya Hyukjae tahu itu.
Dan berbicara soal Hyukjae, gadis itu kini sedang memasang wajah masamnya. Hyukjae memang gadis yang cukup manja, hampir semua yang ia mau pasti didapatkannya hal itu membuat ia akan dengan jelas memperlihatkan ekspresi suka atau tidaknya pada semua orang, ia akan mudah diketahui ketika dirinya sedang senang, sedih atau marah. Dan kini sepertinya ia sedang cemburu…
Myungsoo melihat sang kakak yang sedang cemburu, ia sedikit kasihan tapi juga ingin tertawa akan tingkah kekanakannya.
Woohyun yang sepertinya juga menyadari itu sedikit berdehem, membuat pelukan kedua orang itu terpisah.
"Woah sudah lama sekali ya kita tidak bertemu" sambungnya.
"Tentu saja, apalagi kau sudah menjadi CEO, pasti sibuk sekali" Jessica mengambil sesuatu dari goodie bagnya. "Ini untukmu, album baruku." Ia memberikan satu albumnya pada Donghae. Ia mengeluarkan lagi satu untuk Infinite, "Ini untuk kalian"
Kemudian ia melirik ke seorang gadis yang sepertinya tengah cemberut di sofa, "Dia…?" tanyanya pada Donghae.
Seperti tersadar Donghae membalikkan badannya, "Oh, kenalkan Jess dia Hyukjae"
Hyukjae yang merasa namanya dipanggil, berdiri dan menerima uluran tangan Jessica. Meskipun dia sedang kesal tapi mendiang ibunya mengajarkannya untuk selalu sopan dan beretika.
"Jung Jessica"
"Jung Hyukjae"
Jessica melihat Hyukjae dari atas sampai bawah, "Oh, kita sama-sama seorang Jung…"
Gadis campuran Amerika-Korea itu kemudian melirik jam tangannya. "Ah..! Aku harus bersiap-siap. Infinite fighting!" Ia mengepalkan tangannya memberi semangat, ia baru akan berbalik namun ia kembali menoleh kepada Donghae. "Donghae-ah, nomormu masih sama kan? Aku akan menghubungimu ya nanti" Kemudian ia pergi meninggalkan ruangan itu seolah tidak terjadi apa-apa. Padahal ia baru saja membuat suasana di ruangan itu menjadi begitu suram.
.
.
.
.
Para member Infinite telah menampilkan lagu 'Bad' dengan sangat cool, membuat semua fans terbuai dengan penampilan mereka yang begitu keren di comeback stage hari ini. Jeritan fangirls terdengar dimana-mana juga dari Hyukjae yang kini sibuk meneriaki nama para member Infinite dan dengan sengaja mengacuhkan tunangannya yang cemberut sedari tadi.
"Hyukkie!" Donghae meraih tangan kekasihnya dan menariknya keluar studio, toh penampilan Infinite juga sudah selesai.
"Duh apa sih?! Aku ingin ke backstage." Gadis itu menepis tangan Donghae.
"Kita pulang saja. Nanti juga kau masih bisa melihat mereka kan?"
"Tapi aku maunya sekarang!"
Donghae menahan kekasihnya yang sudah mulai melangkahkan kakinya ke arah backstage.
"Kau marah?" Tanyanya.
Hyukjae mendelik, "Marah? Untuk apa?"
Ceo muda itu menghela nafas, "Karena Jessica tadi kan?"
"Huh, menurutmu?"
Donghae menggaruk kepalanya yang tak gatal, ia tahu Hyukjae pasti cemburu tentang pertemuannya dengan Jessica tadi, tapi kan ia tak melakukan apa-apa... maksudnya, semua yang ia lakukan masih dalam batas wajar.
"Kau cemburu kan?"
"Donghae, kita sudah bersama dalam waktu yang lama. Kau pasti tahu aku seperti apa." Hyukjae membetulkan letak tas lengannya sebelum membalikkan badannya.
"Makanya aku tahu kau cemburu" ujar pria itu.
"Baguslah kalau kamu tahu." Hyukjae memanyunkan bibirnya, tubuhnya tetap membelakangi Donghae. Pria itu justru menahan tawa, ia suka Hyukjae cemburu padanya. Cemburu itu tanda cinta bukan?
Dua langkah ia ambil sebelum ia merangkul bahu gadisnya itu. "Ayolah sayang, kau tahu hatiku hanya untuk kamu" rayunya ala-ala aktor di drama yang romantis.
Hyukjae mengendikkan bahunya membuat rangkulan Donghae terlepas, namanya juga masih kesal.
"Awas saja kalau kau nanti telpon-telponan dengannya. Kau itu curang!" Hyukjae menunjuk hidung mancung Donghae.
"Eh kok curang?" tanya nya bingung.
Hyukjae melipat kedua tangannya didada. "Kau menghapus semua nomor mantan kekasihku dan kau marah padaku saat aku tidak sengaja bertemu dengan Chansung, lalu kenapa sekarang aku tak boleh marah?!"
"Itu karena mantan kekasihmu... si Chansung itu masih berniat membuatmu kembali padanya, aku tak akan membiarkan itu."
"Lalu memangnya Jessica tidak?"
Donghae terdiam, "Err kurasa tidak."
Hyukjae mendengus kesal, "Tidak ada yang tahu Donghae, kau—"
Omelan Hyukjae terpotong begitu keduanya mendengar suara batuk yang dibuat-buat yang ternyata berasal dari Myungsoo yang sedang menatap mereka berdua dengan muka datarnya.
"Maaf, sajangnim. Tapi ini tempat umum, kurasa kalian lebih baik menyelesaikannya ditempat lain" ujarnya membuat Donghae yang kali ini mendengus kesal karena ia merasa Myungsoo sedikit mengejeknya dengan wajah datarnya itu.
Hyukjae melihat sekitar menyadari kalau ia ada dilorong antar studio, untung saja tidak begitu banyak orang dilorong ini. Bibirnya mencebik begitu melihat Jessica baru saja berbelok ke lorong tempat ia berada.
Ia membalikkan badannya dan mulai berjalan menjauhi Donghae dan Myungsoo sambil berujar, "Aku mau pulang!"
Membuat Donghae menghela nafas dan mengikuti kekasihnya yang sedang ngambek itu.
.
.
.
Dongwoo menepuk bahu Myungsoo yang sedang memperhatikan kakak dan calon iparnya itu.
"Hyukjae noona sedang marah?" Tanyanya.
Myungsoo mengendikkan bahunya, "Mungkin..."
Dongwoo mengusap-usap dagunya seolah sedang menimbang-nimbang sesuatu. "Kalau tidak salah, Jessica sunbae itu pernah berpacaran dengan sajangnim kan? Well dia sangat cantik"
Myungsoo hanya diam, Dongwoo memang selalu update dengan gosip-gosip diluar sana.
"Tapi Hyukjae noona juga tak kalah cantik." Ujarnya lagi yang tidak direspon Myungsoo, itu hal biasa untuk Dongwoo.
"Kalau mereka putus, mungkin aku harus mencoba peruntunganku mendekati Hyukjae noona. Dia sungguh wanita idamanku."
Myungsoo mendecih mendengarnya.
"Jangan harap hyung."
Dongwoo sedikit keki mendengarnya, "Ya! Memangnya kenapa? Aish... jangan bilang kau mengincar Hyukjae noona juga. Ya! Ya! Myungsoo-ah, kalo begitu kita bersaing yang sehat!"
Myungsoo melengos, meninggalkan Dongwoo.
Ia terkekeh pelan, yang benar saja. Kalau para member tahu ia adalah adik dari Hyukjae, pasti ia kerepotan dengan tingkah para membernya yang selalu memuja kakaknya itu. Ah untuk sekarang mungkin mereka tak perlu tahu.
To be Continue...
A/N: Yuhuuuuu~ sorry lama updatenya. Waktunya limited huhu Maaf juga kalo banyak typo-typo dan rancu bahasanya.
Anyway semoga suka ya. Seperti biasa review-nya kutunggu apalagi yang membangun hehe
Thanks buat semua yang udah review, favorite dan follow cerita ini dan juga yang follow dan favorite akun ku. Makasih banyaaaak! *Kiss*
Lagi galau sama KRY concert nih huhu walaupun emang gak ada bias aku Hyukjae sama Donghae. Tapi salah satu goal aku emang untuk nonton konser KRY setidaknya sekali seumur hidup karena feelsnya pasti beda sama sushow yang udah pernah aku tonton langsung. Tapi... harganya mahal plus mendadak banget. Semoga tiba-tiba ada rezeki atau ada yang ngasih aku kado ulang tahunnya tiket lol *ngarep* ya aminin aja lah ya.
Anyway, gak tahu bisa update lagi kapan, doain aja semoga bisa cepet yaaa. Moment cast lain akan mulai bermunculan seiring jalannya cerita. Masih banyaknya Haehyuk karena aku kangen bangeeeeeeet sama mereka. Tapi yang lain pasti muncul ko, ditunggu aja ya.
See you on the next chapter!
