ONE PLUS ONE EQUALS LOVE

.

1+1=LOVE

.

.

Pairings: Haehyuk [Main], Yunjae, Chanbaek, 2Min, Myunghyun (Friendship/Bromance), Myungstal.

.

Language: Bahasa with a slight of English in the story.

.

Genre: Romance, Family and Drama

.

Warnings: This is a genderswitch story. I changed a gender for ukes except Myunghyun (Lol it's a crack OTP) but yeah all of the pairings here are my favourite one on each group, I changed the age too. I'm an ELF and a Haehyuk/Eunhae/D&E or (whatever you called it) shipper. I'm Hyukjae biased so sorry if I write mostly on Hyukjae's point of view.

I put the warning already, so please if you don't like it you don't have to read it unless you are really curious but don't blame me later.

.

Disclaimer: Super Junior is not mine, but they're ELF's… so since I'm an ELF so can I called them mine? Lol kidding XD. Donghae and Eunhyuk as well as all the members here owned by themselves. I don't have anything except the plot and this old laptop of mine.


Dongwoo menepuk bahu Myungsoo yang sedang memperhatikan kakak dan calon iparnya itu.

"Hyukjae noona sedang marah?" Tanyanya.

Myungsoo mengendikkan bahunya, "Mungkin..."

Dongwoo mengusap-usap dagunya seolah sedang menimbang-nimbang sesuatu. "Kalau tidak salah, Jessica sunbae itu pernah berpacaran dengan sajangnim kan? Well dia sangat cantik"

Myungsoo hanya diam, Dongwoo memang selalu update dengan gosip-gosip diluar sana.

"Tapi Hyukjae noona juga tak kalah cantik." Ujarnya lagi yang tidak direspon Myungsoo, itu hal biasa untuk Dongwoo

"Kalau mereka putus, mungkin aku harus mencoba peruntunganku mendekati Hyukjae noona. Dia sungguh wanita idamanku."

Myungsoo mendecih mendengarnya.

"Jangan harap hyung."

Dongwoo sedikit keki mendengarnya, "Ya! Memangnya kenapa? Aish... jangan bilang kau mengincar Hyukjae noona juga. Ya! Ya! Myungsoo-ah, kalo begitu kita bersaing yang sehat!"

Myungsoo melengos, meninggalkan Dongwoo.

Ia terkekeh pelan, yang benar saja. Kalau para member tahu ia adalah adik dari Hyukjae, pasti ia kerepotan dengan tingkah para membernya yang selalu memuja kakaknya itu. Ah untuk sekarang mungkin mereka tak perlu tahu.


CHAPTER 4


Taemin memencet tombol lift gedung MBC, wajahnya ia tutupi dengan kacamata hitam dan syal. Ia sudah mengunjungi seniornya untuk memberi support di comeback mereka kali ini. Sebenarnya bukan hanya itu, ada alasan lain mengapa ia pergi ke gedung MBC kali ini. Ia diam-diam bertemu dengan seseorang yang sangat spesial baginya.

Beep

Bunyi notifikasi messenger terdengar dari ponselnya, ia mengecek pesan yang baru saja masuk itu.

Charmingxx: kau dimana? Aku di mobil, basement 2 gedung MBC di B2.

Taemin memencet tombol B2 sebelum tangannya sibuk mengetik balasan dari pesan itu.

Prettyxx: aku menuju kesana ^^

Gadis itu sibuk membetulkan letak kacamatanya begitu lift sampai di lantai basement 2. Ia tidak tahu mungkin saja ada beberapa media yang bersembunyi disana, tak ada yang tahu.

Ia mempercepat langkahnya begitu ia melihat mobil yang familiar baginya, tangan nya mengetuk pelan kaca mobil itu dan langsung masuk kedalam begitu sang pemilik mobil membuka kunci mobilnya.

"Hi, baby." Sang pemilik mobil langsung menyapanya begitu ia masuk. Taemin langsung melonggarkan syal yang cukup membuatnya gerah sedari tadi.

"Oppa..."

Sang pria yang tadi dipanggil Oppa itu langsung mengasak rambut gadis mungil disebelahnya.

"Aah, sudah lama sekali kita tidak bertemu seperti ini baby, aku kangeeen banget" ujarnya sambil memeluk Taemin dengan erat.

Taemin memeluk balik dengan sama eratnya, "Salah sendiri, seorang Choi Minho begitu sibuknya."

Sang pria yang ternyata adalah Minho, seorang model sekaligus aktor terkenal yang juga merupakan kekasih Taemin tertawa mendengar dengusan kesal kekasihnya.

"Seperti kau tidak sibuk saja, kekasihku ini sudah makin terkenal. Beberapa temanku membicarakanmu dan teman segrupmu terus aku jadi cemburu" Minho mencubit hidung Taemin gemas, bibirnya mengerucut sok-sok cemburu.

Taemin melepaskan cubitan Minho, bibirnya ikut manyun. "Aku juga cemburu, apalagi aku lihat majalah High Cut edisi minggu kemarin, kau intim sekali dengan salah satu personil Apink itu."

Minho tertawa lagi, "Baguslah, karena cemburu itu tanda..." "Cinta!" sahut mereka bersamaan.

Ini adalah kesempatan yang langka mereka bisa bertemu seperti ini, Taemin memang sudah berniat untuk mengunjungi sunbaenya Infinite di Show Champion apalagi ia cukup dekat dengan beberapa member dari grup naungan Byeol Ent itu. Dan pada hari itu kebetulan Minho yang memang sedang menjadi MC untuk Music Core sedang melakukan taping interview dengan Jessica, karena penyanyi itu memiliki schedule di hari Sabtu saat Mucore akan berlangsung. Mengetahui itu, keduanya langsung berencana bertemu. Yah walaupun cuma sebentar tapi daripada tidak sama sekali kan?

"Baby, bagaimana single barumu? Kapan kau comeback, aku tak sabar bisa bertemu denganmu lagi saat kau menari di stage music core nanti"

Taemin tersenyum mendengarnya, "sebentar lagi oppa. Mungkin setelah comeback infinite sunbae" jawabnya.

Minho mengangguk, tidak terlalu mendengarkan jawaban kekasihnya itu karena ia malah terperangkap oleh senyum manisnya Taemin.

'Ah mungkin ini kesempatan yang bagus' pikirnya, ia mencondongkan badannya bermaksud untuk mencium sang kekasih.

Tapi sepertinya hari ini bukan hari keberuntungannya, alih-alih mendapatkan ciuman... keningnya malah terasa sakit karena terbentur kening Taemin yang tiba-tiba merunduk.

"Oppa, sembunyi!" Taemin menarik tangan Minho berusaha membuat kekasihnya itu untuk sembunyi bersamanya.

"Kenapa sih?" Minho mengusap-ngusap keningnya yang sedikit panas. "Duh sakit!"

"Ih ngumpet cepeeet"

Minho ikut membungkukan badannya. "Memangnya ada apa sih?" Tanyanya setengah berbisik.

"Ada sajangnim" jawabnya tak kalah pelan. "Duh gawaaaat"

Minho mengangkat kepalanya untuk melihat orang yang kekasihnya maksud. "Bosmu?" kepalanya sibuk mencari-cari Donghae.

"Baby, kaca mobilku tak akan tembus pandang dari luar" ia mencoba menarik lengan Taemin tapi gadisnya itu tetap bersembunyi.

"Tetap saja, aku harus cari aman"

"bosmu sepertinya bukan tipe orang yang bakal menghakimi kita"

Kali ini Taemin kembali menegakkan badannya, ia menyandarkan kepalanya pada kursi mobil.

"Memang sih, Donghae sajangnim memang sangat tegas tapi beliau selalu mendengarkan kami. Tapi... aku belum siap Oppa~ aku baru saja debut, aku takut fansku kecewa"

Minho mengelus sayang rambut kekasihnya itu. "Iya, aku ngerti. Suatu saat nanti pasti ada waktunya kita go public ya sayang"

Gadis itu mengangguk, ia kini menyandarkan kepalanya di bahu Minho.

"saat waktu itu datang, aku harap fans akan mengerti"

.

.

.

.

.

Basement MBC Building.

Donghae mempercepat langkahnya mencoba menyusul Hyukjae yang berjalan jauh didepan. Ia menarik tangan kekasihnya itu begitu ia berhasil menyamakan jarak mereka.

"Sayang, jangan marah dong."

Hyukjae mendelik, mengabaikan Donghae dan terus bergelung dengan ponsel miliknya. Donghae menghela nafas, ia memencet tombol unlock ke arah mobilnya dan membukakan pintu untuk Hyukjae. Gadis itu langsung masuk kedalam dengan wajah yang sedikit ditekuk.

Donghae menyusul masuk kedalam mobil, tangannya langsung menggapai tangan Hyukjae dan menggenggamnya.

"Sayang..."

"Cepat nyalakan mobilnya, antarkan aku ke butik"

"Duh galak banget. Nanti jadi ga cantik loh." Godanya.

"Ga peduli, yang cantik emang cuma Jessica kan?"

Donghae menelan ludahnya, kekasihnya sedang dalam mode cemburu tingkat tinggi.

"eh ayolaaah sayang, kenapa bahas Jessica lagi."

Hyukjae mengalihkan perhatiannya dari ponselnya. "Yaudah, cepet anterin aku ke butik."

"No. Kita kencan. Kan tadi kamu bilang mau ikut aku dinner bareng Infinite"

Hyukjae memasang seatbeltnya karena Donghae mulai menjalankan mobil.

"Gajadi, aku gak mood."

"Please... aku jarang-jarang bisa kencan gini yaya?"

"No Donghae—" "Please sayaaaang"

Hyukjae menghela nafas, aegyo Donghae yang paling langka diperlihatkan pada siapapun baru saja muncul membuat gadis itu tidak bisa menolak. Well Hyukjae memang gabisa marah lama-lama pada kekasihnya itu. Dan waktu ini memang iya harus dimanfaatkan dengan baik untuk kencan, Huh! Kalau saja tadi Jessica tidak muncul pasti mood Hyukjae tidak akan seperti ini.

"Oke. Kemana?"

Donghae memikirkan tempat kencan yang bagus sambil terus memperhatikan jalan.

"Bagaimana kalau kita ke bioskop saja?" dia sudah lama tidak berkencan santai seperti waktu ia muda dulu, dan sepertinya kencan seperti itu akan menyenangkan. Ia terbiasa mengajak Hyukjae dinner di restaurant yang berkelas karena memang privasi mereka akan terjaga dengan baik. Tapi sekali-kali mungkin kencan ala remaja asik juga.

"Serius?" Hyukjae kini mulai terlihat excited.

Donghae mengangguk.

"Tapi nanti pasti banyak orang, yakin gapapa?"

Pria itu tertawa, ia mengeratkan genggaman pada Hyukjae. "Serius sayaang, publik udah tau ini kita sepasang kekasih."

"Ah benar! Kau yang terbaik!" Hyukjae tersenyum, ia kemudian sibuk membrowsing film apa yang sedang tayang di Bioskop hari ini.

"Tentu, aku yang terbaik!" Jawabnya bangga. "Jadi udah ga ngambek kan?"

Hyukjae memeletkan lidahnya, "Nggak. Tapi awas aja kalo kamu genit-genit lagi ya!"

Donghae tertawa lagi, ia mencubit pipi Hyukjae gemas.

.

.


"Ya! Kenapa jadi nangis sih?" Donghae memberikan tisu kepada Hyukjae yang tidak berhenti menangis sejak keluar bioskop tadi.

Gadis itu mengambil tisu dan mengelap air mata nya, "Memang kau tidak sedih apa? Kenapa kisah cinta mereka tragis sekali huhuhuhu"

Donghae memutar kedua bola matanya, ia mengusap pipi Hyukjae dengan ibu jarinya kemudian ia menepuk lembut kepala kekasihnya itu. "Sudahlah sayang, itu kan hanya cerita fiksi"

Gadis yang masih sesegukan itu mengalungkan tangannya ke lengan Donghae, "Donghae, berjanji padaku kau tidak akan meninggalkanku seperti pria di film itu"

"sayang itu hanya film..."

"Janji dulu!"

CEO Byeol Entertainment itu menghela nafas, ia menggengam erat tangan Hyukjae. "Aku janji. Sulit sekali aku mendapatkanmu, aku tak akan pernah melepasmu. Jadi kau harus bersiap-siap melihatku seumur hidupmu"

"Aku siap."

.


Ting!

Baekhyun mengambil handphonenya yang ia letakan di meja, ia sedang latihan dance bersama joy dan yuri sedangkan Taemin entah berada dimana.

Gadis mungil itu menatap notification email yang baru saja masuk,

- Aku membaca berita kalau kau akan segera debut bersama Heart5. Selamat Baekhyun-ah! -

Begitulah isi dari email singkat tersebut, yang membuatnya tertegun adalah nama si pengirim email, nama seseorang yang dulu cukup berharga baginya, mungkin sekarang juga... entahlah.

Hatinya langsung diliputi keraguan antara membalas email itu atau tidak dan tanpa sadar kilasan masa lalu itu datang lagi padanya.

"Kau sudah sarapan?"

Baekhyun mengangguk sebagai jawaban, ia mengeratkan blazer seragam sekolahnya karena udara pagi ini cukup dingin. Lelaki di sebelahnya menggenggam gadis mungil itu erat.

"dingin ya?"

Gadis itu tersenyum, kali ini menggelengkan kepalanya sambil terus memandang tangannya yang saling bertautan.

"sekarang sudah hangat, karena chanyeolie menggenggam tanganku"

Anak laki-laki itu tertawa, "kalau begitu aku akan terus menggenggam tanganmu baekkie"

"Baekhyun!" Baekhyun tersadar dari lamunannya begitu mendengar Yuri memanggilnya dan memberi isyarat untuk memulai latihannya kembali. Gadis itu mengangguk seraya menatap layar handphonenya kembali. Ah mungkin membalasnya nanti saja...

.

.

"Kau terlihat sedikit bingung, apa ada masalah?" ketiga member heart5 itu duduk bersila setelah selesai latihan.

Baekhyun menggeleng sebagai jawaban dari pertanyaan Joy yang ditujukan padanya. "Tidak ada."

"Lalu Baek, apa hubunganmu dengan Sehun itu benar?" tanya Joy lagi yang tiba-tiba ingin tahu dengan berita yang sempat menjadi headline itu.

"Tentu tidak, aku bahkan tidak terlalu mengenal Sehun sunbae, aku hanya pernah tak sengaja bertemu dengannya sekali" jawabnya jujur.

"Ah benar-benar setiap kali ada member EXO yang tersangkut paut pasti langsung jadi headlines. Lumayan kau jadi sedikit dikenal bahkan sebelum debut"

"Tapi secara tidak langsung kau mengundang para anti fans juga" celetuk Yuri membuat Baekhyun cemberut mendengarnya, dia bahkan belum memulai debutnya tapi ia cukup yakin antifans nya pasti banyak sekali.

"dunia hiburan kadang mengerikan." Ujarnya disambut anggukan dari Joy dan Yuri.


A/N: HIIIIIII, Maafin yang ini pendek yaaaa. anggap aja pemanasan karena udah lama banget ga update :(

dunia kerja ketaaaat banget, aku jarang punya waktu hiks. anyway enjoy!