CELEBRITY

Cast : - Jung Yunho (37 Tahun)

- Kim Jaejoong (27 Tahun)

- Go Ahra (36 Tahun)

- Shim Changmin = Jung Changmin (17 Tahun)

- Choi Siwon (30 Tahun)

Kim Jaejong POV

Tas mewah, jam tangan mewah, perhiasan mewah dan pria pria keren itulah beberapa hal yang diinginkan sebagian perempuan hingga rela melakukan apa saja. Bagi beberapa perempuan, keinginan semacam itu bisa memuaskan, tapi bagi perempuan lainnya ada sebuah mimpi lagi yang di idam idamkan seumur hidup.

Dalam bahasa Inggris disebut Princess, dalam bahasa Jepang disebut Himesama, dan dalam bahasa Korea adalah Gong-Ju.

Entah sudah ketetapan ataupun takdir, aku yang terlahir memiliki kromoson XX pun terlahir seperti itu, aku terlahir sebagai putri konglomerat di Korea Selatan. Aku memiliki semua yang aku inginkan, aku tinggal di sebuahh mansion mewah emm tidak, mungkin lebih tepatnya sebuah istana megah dengan 2 buah kolam berenang, 1 buah lapangan tennis dan lahah untuk bermain golf. Semua itu dibangung untuk ku. Tapi aku tidak pernah merasakan kasih sayang dari orang tuaku karena keduanya meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat saat aku berumur 5 tahun dan kini aku hanya memiliki kakek sebagai pengganti kedua orangtua ku.

Autor POV

Pagi itu, sebuah suara langkah kaki terdengar di seluruh penjuru kantor majalah PlusTen, si wanita pemilik kaki jejang itu berjalan dengan anggunnya sambil menbawa tas Hermes Birkin mewahnya berjalan kearah lift. Seketika, seluruh pegawai yang melihatnya pun menunduk. Dia lah Kim Jaejoong, direktur dari kantor majalah PlusTen tersebut. Anak seorang konglomerat yang membangun perusahaannya sendiri tanpa bantuan kakeknya itu kini bisa menduduki peringkat 8 majalah paling bergengsi di Korea Selatan.

" Saya mau untuk edisi minggu ini adalah edisi khusus tentang artis-artis Hollywood"

"Tapi sangjanim….."

"Tidak ada tapi tapi, lupakan masalah bintang bintang Hallayu itu. Tim redaksi kita tidak akan pernah mendapatkan foto foto Jung Yunho bersama Im Yoon Ah karna kedua bintang itu dapat menutupi hubungan mereka. Saya sudah bosan menunggu!"

"Baiklah sangjanim, Saya pamit undur diri"

" aku lelah dengan semua ini. Aku tidak habis pikir, kenapa para celebrity itu dengan mudahnya dapat membuat skandal sih? Aku yakin, Yunho dan Yoona pasti tidak benar-benar berpacaran! Dasar pembuat sensasi" itu lah yang ada dipikiran Jaejoong saat sang sekertaris keluar dari ruangannya.

Tiba-tiba Hp Jaejoong berbunyi

Wonnie is calling

"Halo jongie" ucap seorang pria di telpon itu

"Iya wonnie oppa? kenapa?"

"Hari ini kamu sibuk gak?"

"Engga kok, emang kenapa?"

"Aku mau bicara sama kamu"

"oke, dimana?"

"Di tempat biasa aja jam makan siang nanti"

"Oke, see you"

"iya, see you too"

"Tumben Siwon oppa mau ketemu. Biasanya juga dia kan sibuk banget" Itu lah, Choi Siwon seorang pengusaha yang kaya raya, pemilik Mall terbesar di Seoul. Jaejoong dan Siwon bertemu pada Fashion Show yang di adakan oleh salah satu designer terkenal di Korea Selatan, dan akhirnya menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih selama 2 tahun terakhir ini.

"Halo Su, keruangan ku sekarang"

"Baik Sangjanim"

Tok Tok

"Masuk!" Ucap Jaejoong

"Permisi sangjanim, ada apa?" Seorang wanita berwajah imut masuk keruangan Jaejoong

"Gak usah kaku su, aku kan sepupu mu"

"Mian unnie, ini kan dikantor. Mana boleh aku ngomong sembarangan" Ternyata wanita itu adalah Junsu. Kim Junsu, sepupu dari Jaejoong

"Su, aku galau nih" ujar Jaejoong

"Ada apa sih unnie?" Tanya Junsu

"Siwon oppa tadi menelponku"

"WHAT! Setelah sekian lama dia sibuk?" Junsu benar benar kaget setengah mati

"iya, dan dia bilang dia pengen ngomong hal penting su"

"ya ampun, ya ampun. Jangan jangan!"

"Jangan jangan apa?" Jaejoong benar benar bingung dengan kata kata Junsu

"Siwon oppa akan Coming Out"

"Gak mungkin! Dia udah sembuh su"

"mungkin aja unnie"

"sudahlah, aku pusing"

"ya udah, aku balik keruangan aku"

ooOoo

Siang itu, terlihat seorang pria dengan hidung mancung serta lesung pipit di kedua pipinya terlihat tampan dengan kemeja berwarna putih serta jas berwarna krem sedang duduk sambil meminum kopi yang dipesannya.

"Wonnie oppa" panggil Jaejoong ketika kaki indahnya melangkah kearah pria itu duduk

"Hai sayang" Sapa Siwon sambil mengecup dahi Jaejoong

"Oppa kemana kemarin? Aku mencari oppa" Ujar Jaejoong manja

"Maaf jae, aku sibuk kemaren. Banyak sekali hal yang aku perlu selesaikan kemarin" ucap Siwon

"oh ya, Oppa mau ngomong apa? Katanya penting" Tanya Jaejoong penasaran

"Kita makan dulu, otte?" Tanya Siwon

"Geure" Jawab Jaejoong sambil mengambil menu

Mereka pun makan siang bersama, sesekali Jaejoong menyuapi Siwon dengan makanannya. Sekilas mereka berdua terlihat sangat serasi, tapi taukah kalian bahwa mereka berdua menyimpan rahasia yang besar. Usai makan siang, Jaejoong pun bertanya kembali kepada Siwon.

"Oppa, sebenarnya apa yang ingin kamu katakana?" Tanya Jaejoong

"Sebelumnya, mianhe"Ucap Siwon

"Ada apa sih oppa? Bicara yang jelas" Desak Jaejoong

"Kita sudahi aja hubungan kita" Ucap Siwon tegas

"Tapi kenapa?" Tanya Jaejoong

"Aku…. Huft, aku akan coming out" Ucap Siwon

"Oppa…" tatap Jaejoong tidak percaya

"Mianhe jae" ucap Siwon

"Bukannya oppa udah sembuh?" Tanya Jaejoong

"Aku mencoba untuk sembuh selama 2 tahun ini, tapi aku tidak bisa jae. Aku menghianatimu dengan kibum selama ini" Ucap Siwon

"Astaga oppa, jadi kau lebih memilih pria cantik itu ketimbang wanita cantik seperti aku.. ayolah oppa, kibum bahkan tidak memiliki 2 gundukan ini" Ucap jaejoong kesal sambil memegang kedua gundukan didadanya

"Jae, sudahlah.. itu sangat sangat vulgar. Kau tetaplah dongsaeng ku. Terima kasih telah melakukan segala cara untuk membuat ku sembuh jae, tapi aku akan kembali kepada kibum" Ucap Siwon tegas

"Baiklah, aku yakin jika appa dan umma ku masih ada mereka pasti akan kaget jika tau bahwa anaknya yang cantik ini telah kalah dengan seorang pria cantik" Ucap Jaejoong sedih

"Jae, kamu masih punya umma dan appa ku. Tenang saja" Ucap Siwon

"Baiklah, aku akan kembali kekantor" Ucap Jaejoong

"Mau ku antar?"Tanya Siwon

"aniyo, kau lupa siapa aku? Bahkan ajudan ajudan ku itu sudah menunggu didepan" Ucap Jaejoong

"Baiklah, See you" Ucap Siwon

"Anyeong" Ucap Jaejoong sambil berlalu di depan Siwon

Ketika Jaejoong masuk ke dalam mobil, air mata yang sudah ditahannya itu pun mengalir juga, hatinya sakit ketika mengetahui bahwa orang yang dicintainya selama 2 tahun ini tidak pernah mencintainya seperti seorang kekasih, tapi hanya mencintainya seperti seorang adik.

"Agasshi, anda mau diantar kemana lagi?" Tanya sang ajudan yaitu kepala Seo

"Aku ingin pulang, antar aku pulang kerumah" Ujar Jaejoong

"Tapi pekerjaan agasshi?" Tanya kepala Kang

"Katakan pada sekertaris Lee, atur ulang jadwalku" ujar Jaejoong

"Baiklah agasshi, Ayo jalan" Ucap kepala Kang kepada sang supir

ooOoo

Mobil Audy yang digunakan Jaejoong masuk kedalam pekarangan mansion yang besar,

Kepala Seo pun memberikan kode kepada kepala Kang untuk merapihkan para maid

"Agasshi sudah sampai" Ujar Kepala Kang kepada kepala Seo yang menunggu dirumah

"Baiklah Kepala Kang"

"Agasshi sudah sampai" Ujar Kepala Seo kepada para maid

Para maid pun berjajar didepan pintu kediaman keluarga Kim itu saat kaki indah Jaejoong melangkah masuk kedalam rumah tersebut, para maid sontak menundukan badannya didepan Miss Kim itu. Jaejoong pun pergi ke kamarnya.

"Kepala Kang, tinggalkan aku sendiri" Ucap Jaejoong

"Tapi agasshi" ucap kepala Kang

"Aku mohon oppa" Ucap Jaejoong yang kini sudah mulai berbicara informal kepada ajudannya Kang Minhyuk yang sudah dianggapnya sebagai kakak laki lakinya

"Jaejoong ah" Ucap Kepala Kang lirih

"Aku mohon Minhyuk oppa" Ucap Jaejoong

"Baiklah"

Jaejoong benar benar patah hati karna Siwon, dia mengabaikan semua pekerjaannya dan memilih untuk tidak masuk ke kantor selama 2 hari. Junsu yang khawatir akan keadaan Jaejoong pun memilih untuk mengunjungi unnie nya itu.

"Unnie , jangan seperti ini. Unnie bisa sakit"Ucap Junsu memelas

"Suie, Wonnie benar benar akan coming out" Ucap Jaejoong gemetar

"Aku sudah tau unnie" ucap Junsu

"Apa kurangku su? Tanya Jaejoong

"Unnie, kau tidak punya kekurangan apapun. Siwon oppa saja yang tidak normal" Ucap Junsu kesal

"Daripada kau diam dirumah sambil menangis, lebih baik kau pergi ke bar dan minum minum" Lanjut Junsu

"Su, itu akan mencemarkan namaku jika para wartawan tau" Ucap Jaejoong

"Dan namamu akan dimuat diseluruh Koran dan majalah? Ayolah unnie, kau bahkan salah satu pemilik kantor Majalah terkenal" Ucap Junsu

"Geure, dan majalah itu nanti akan memuat nama pendirinya sendiri su" Ucap Jaejoong

"Terserah unnie lah, tapi jangan seperti ini. Atau pergilah shopping keluar, pokoknya jangan terus menangis" Paksa Junsu

"Baiklah su. Akan kupertimbangkan" Putus Jaejoong

ooOoo

Disinilah tuan putri kita berada, didalam mobil porche berwarna merah sendirian. Mobil porche itu berada di parkiran suatu mall megah di Seoul. Sungguh, Jaejoong benar benar kesal dengan Junsu karna sepupu manisnya itu tiba tiba membatalkan janjinya untuk menemani Jaejoong shopping. Padahal, Jaejoong sudah susah payah menjauhkan para bodyguardnya untuk tidak mengikutinya hari ini. Mobil porche merah itu pun akhirnya memutuskan untuk pergi dari kawasan mall tersebut dan memilih untuk parkir di depan suatu mini market. Jaejoong akan turun untuk membeli cappuccino untuk menenangkan pikirannya, ketika Jaejoong akan membuka pintu mobilnya, tampak seorang pria membawa 2 kaleng kopi dikedua tangannya, datang mendekat.

Tingginya sempurna, Mestipun tertutup kaos D&G, otot otot kekarnya tampak detail. Wajahnya disembunyikan dibalik sunglasses Original Vintage. Seluruh tubuhnya memancarkan aura yang tak mungkin ditolak

"Omo, itukan Bintang Hallayu terbaik saat ini. Jung Yunho" Ucap Jaejoong tanpa sadar

Dia berjalan kearah mobil Audi yang diparkir didepan mobil Jaejoong. Kemudian, pintu kursi penumpang terbuka dan seorang perempuan mengulurkan tangannya, laki laki itupun memberikan satu kaleng kopi yang dibawanya. Inilah kesempatan yang ditunggu tunggu Jaejoong, dia harus mendapatkan foto Yunho bersama Yoona itu. Reflek Jaejoong panik mencari hpnya, dan…..

Brak! Terdengar suara dari mobil Jaejoong menyenggol bagian belakang mobil Yunho. Sontak Jaejoong yang sedang panik, membelalakan matanya

"Oh God.. Mati lah aku" Ucap Jaejoong

Jaejoong pun mengambil kacamata hitam dan masker untuk menutupi wajahnya. Jika wartawan lain tau bahwa seorang Kim Jaejoong menabrak mobil orang lain, wajahnya pasti akan dimuat diseluruh majalah dan Koran, apa lagi yang ditabraknya adalah mobil dari Jung Yunho

Kaki jejangnya melangkah kearah mobil tersebut lalu tangannya reflek mengetuk kaca mobil pengemudi, yaitu Jung Yunho.

"Maaf, apa anda baik baik saja?" Tanya Jaejoong

"Iya, silahkan anda pergi" Ucap Yunho

"Tidak bisa, ini berarti tabrak larikan?" Kekeh Jaejoong

"Saya tidak akan melapor. Silahkan pergi" Tegas Yunho

"Bagaimana saya bisa percaya?" Tanya Jaejoong

"Mengapa tidak percaya?" Yunho mulai kesal

"Akhir akhir ini sering begitu. Setelah kecelakaan berkata tidak apapa, tapi ternyata ujung ujungnya melaporkan dengan tuduhan kasus tabrak lari" Ucap Jaejoong

"Hal seperti itu tidak mungkin terjadi. Jadi silahkan pergi" Putus Yunho

"Saya tidak bisa pergi begitu saja!" Kekeh Jaejoong

"Siapa kau sebenarnya?" Tanya Yunho

"Aku?"

"Iya, Kau !"

"Pelaku dalam kecelakaan ini tentu saja" Jawab Jaejoong

"Wartawan mana? Atau Paparazi? Siapa yang menyuruhmu?" Tanya Yunho

"Apa? Wartawan? Paparazzi?" Jaejoong yang kesal sontak melepaskan masker dan kacamatanya

"Kau dari majalah mana ha?"Tanya Yunho sinis

"Kau tidak mengenal ku? Apa benar?" Tanya Jaejoong kaget

"Siapa kau?" Ulang Yunho

"Baiklah saya, Lee Jaen ah. Wartawan dari majalah PlusTen" Jawab Jaejoong

"Ohh, dari PlusTen. Apa Jaejoong shii yang menyuruhmu?" Tanya Yoona

"tentu saja, anda kenal?" Tanya Jaejoong

"Tentu saja saya kenal, kami teman dekat. Seharusnya Jaejoong shii tidak perlu mencari berita seperti ini, kami kan bisa wawancara eksklusif" Ucap Yoona

"Nde? Teman dekat?" Tanya Jaejoong

"Aku bahkan tidak kenal wanita ini. Bagaimana bisa kita berteman dekat? Dia bahkan tidak dapat mengenaliku sekarang" Ucap Jaejoong dalam hati

"Sepertinya mobilmu lebih mahal dari mobilku" Celetuk Yunho

"Nde?" Jaejoong benar benar kaget

"Segini cukup?" Tanya Yunho

"Apa itu?" Tanya Jaejoong

"Untuk memperbaiki mobilmu!" Jelas Yunho

"Kurang? Tambah lagi? 'Dia' memberikan berapa?" Tanya Yunho lagi

Jaejoong masih berdiam diri di tempatnya, dia benar benar tidak percaya apa yang terjadi ini."Dia benar benar tidak tau aku? Astaga, apa dia tidak punya tv dirumah?" itulah yang ada dipikiran Jaejoong. Jaejoong dengan hati hati merogoh sakunya untuk mengambil ponselnya. Lalu diam diam mengubahnya menjadi mode getar dan merekam semua yang terjadi

"Kenapa? Sudah dipikirkan mau minta berapa?" Tanya Yoona

"Kasihan sekali kau. Untuk mendapatkan uang sampai harus berkorban seperti ini. Kenapa hidup dengan cara begitu. Memang tidak bisa melakukan hal hal yang lebih terhormat" Lanjut Yoona

"Apa apaan ini! Aku bahkan lebih terhormat dari pada siapapun disini. Dasar penjilat" Ucap Jaejoong dalam hati

"Baiklah, segitu cukup" ucap Jaejoong. Ketika Yunho dan Yoona pergi sambil bergandengan tangan, Jaejoong mengambil foto mereka dan mereka terkejut

"Apa yang kau lakukan?"Ucap Yunho

"Kenapa? Aku memotret kalian. Sedih tidak sempat bilang kimchi, cheese atau smile? Mau foto sekali lagi" dengan lancarnya Jaejoong berkata seperti itu

"Hei! Berika ponselmu!" Hardik Yunho

" Aku bukan HEI! Aku Lee Jaen Ah dari PlusTen" Ucap Jaejoong

"PlusTen, Majalah murah yang bertahan di Seoul dari privasi orang?" Yunho bertanya sambil mendekati Jaejoong

"Apa katanya! Majalah murah.. Astaga, bahkan sekarang PlusTen masuk kedalam 8 majalah paling mahal dikorea!" Gerutu Jaejoong dalam hati