CELEBRITY
Cast : - Jung Yunho (37 Tahun)
- Kim Jaejoong (27 Tahun)
- Go Ahra (36 Tahun)
- Shim Changmin = Jung Changmin (17 Tahun)
- Choi Siwon (30 Tahun)
Last Chapter
Jaejoongpun melihat kearah belakang, ada sebuah kotak berwarna krem dengan tulisan PRADA.
"Oleh oleh untukmu" Ucap Yunho
"Terima kasih" Ucap Jaejoong
"Apa Changmin baik baik saja?" Tanya Yunho
"Chang….Changmin, emm sudah lama aku tidak melihatnya" Ucap Jaejoong berbohong
"Jagalah dia baik baik. Kelihatannya dia menyukaimu" Ucap Yunho
"Aku punya sebuah permintaan, jadi terimalah itu sebagai imbalan" Ucap Yunho
Chapter 4
Setelah lampu orange berganti menjadi lampu merah, Yunho menghentikan mobilnya dan menatap Jaejoong. Sinar matanya kali ini berubah serius tetapi tak lama kemudian lampu lalu lintas itu kembali menjadi hijau dan Yunho segera menginjak pedal gasnya.
"Kita bicarakan sambil makan, aku lapar setengah mati, mau makan apa?" Tanya Yunho
"Terserah kau" Ucap Jaejoong
Di sepanjang jalan Jaejoong hanya merenung dan berdiam diri sampai sampai agasshi kita ini tidak tau akan dibawa kemana
"Turun" Ucap Yunho dan membuat Jaejoong kaget
"Ini dimana?" Tanya Jaejoong
"Rumahku" Ucap Yunho
Bersamaan dengan itu Yunho keluar dari mobil sementara Jaejoong belum bergeming dari tempatnya duduk. Dan menatap kearah kotak Prada yang ada di jok belakang mobil Yunho.
"Pradanya dibawa atau tidak ya?" Tanya Jaejoong resah dalam hati
"Bawa" Ucap Yunho seolah tau apa yang dipikirkan Jaejoong
Begitu memasuki halaman rumah, tercium aroma alami yang menenangkan. Di pojok halaman terdapat pemanggang dan meja dengan ornament etnik yang bisa digunakan untuk pesta barbeque. Di sampingnya ada ayunan yang bergerak mengikuti angin yang bertiup sepoi sepoi. Yang paling menarik adalah tangga dari batu yang elegan. Semuanya tampak seperti taman rahasia.
"Ayo masuk" Ajak Yunho
Tiba tiba Jaejoong cemas, dia takut bahwa dia akan terlihat seperti perempuan gampangan
"Yunho samcho tidak suka perempuan gampangan" Itulah kata kata Changmin yang terlintas di pikiran Jaejoong
"Ada siapa saja dirumah?" Tanya Jaejoong
"Karna Changmin ada dirumahmu. Jadi tak ada siapapun. Kalau kita masuk berarti ada kau dan aku kan?" Ucap Yunho
Jaejoong sangat gugup melangkah masuk kedalam rumah itu
"Kau sudah melihat film atau drama yang ku bintangi kan?" Tanya Yunho
Jaejoong pun mengangguk
"Kalau begitu, kau juga sudah melihat aktris aktris yang berakting denganku kan? Ah ya, bahkan kau telah melihatku dengan Yoona" Ucap Yunho
Jaejoong pun mengangguk lagi
Jaejoongpun duduk di sofa yang berada diruang tamu yang bernuansa hitam putih itu, sedangkan Yunho pergi entah kemana.
"Mau pesan makan?" Tanya Yunho ketika kembali
Seketika terlintas dipikiran Jaejoong tentang makanan kesukaan Yunho
"Setiap hari biasanya bagaimana?" Tanya Jaejoong
"Biasanya pesan" Jawab Yunho
Yunho pun pergi ke dapur dan kembali membawa dua cangkir yang mengepul penuh uap, Aroma hazelnut perlahan lahan menyebar keseluruh ruangan dan meletakannya satu didepan Jaejoong dan yang satu dia minum.
"Tapi kadang membuat makanan sendirikan?" Tanya Jaejoong
"Terkadang" Ucap Yunho
"Aku pernah membaca artikel kalau kau pandai memasak masakan Perancis" Ucap Jaejoong
"Jadi dia sama seperti perempuan perempuan lain. Menyukai hal seperti itu" Ucap Yunho dalam hati
"Mau kubuatkan? Aku bisa membuatkanmu pasta" Tawar Yunho
"Tidak. Aku tidak menyukai masakan Perancis" Ucap Jaejoong
"Lalu?"
"Aku hanya suka masakan Korea" Ucap Jaejoong
"Makanan apa?" Tanya Yunho
"Aku tidak boleh langsung mengatakan Cheong Guk Jang, bisa bisa dia berpikiran aneh padaku" Pikir Jaejoong
"Aku suka Gyeran Mari (Telur dadar gulung), Dubu Jji Gae (Sup tahu dengan daging dan sayur) dan Cheong Guk Jang" Jelas Jaejoong
"Cheong Guk Jang?" Tanya Yunho
"Iya, itu adalah makanan kesukaan kakek ku juga. Tidak suka ya?" Tanya Jaejoong polos (Pura pura polos)
"Tidak, bukannya tidak suka.." Jawab Yunho gugup
"Kalau begitu suka?" Tanya Jaejoong
"emm.. Pernah makan" Jawab Yunho
"Aku buatkan ya?" Tanya Jaejoong
Yunho pun mengangguk
"Bibi yang bekerja dirumah ini menyukainya. Mungkin ada bahan bahannya" Ucap Yunho (Yunpa bohong tuhh)
"Aku liat dulu. Emmm, ikan teri lalu kelp, jamur, kimchi asin, bawang, bubuk cabai dan pasta kacang fermentasi.. waah semuanya ada" Ucap Jaejoong saat mencari bahan bahan tersebut di dapur Yunho
"Ceritanya sambil makan saja yaa" Ucap Yunho
"Baiklah"
"Hadiahmu tidak dibuka?" Tanya Yunho
"Nanti saja" Ucap Jaejoong dengan cool
Tiga puluh menit kemudian di meja makan sudah tersaji dua piring nasi, Cheong Guk Jang yang masih panas dan beberapa lauk tambahan. Jaejoong pun meletakan dua gelas orange jus saat Yunho datang. Yunho duduk di kursi lalu memandangi Cheong Guk Jang dan Jaejoong secara bergantian.
"Ini benar buatan mu?" Tanya Yunho
"Tentu saja"
Dengan setengah hati Yunho mengambil sendok dan mencicipi masakan Jaejoong
"Kau taruh apa di Cheong Guk Jang ini?" Tanya Yunho
"Ke…Kenapa? Tidak enak?" Tanya Jaejoong panik
Jaejoong akhirnya mengambil sendok dan mencicipi masakan buatannya
"Rasanya sama seperti yang dibuat chef di mansion" Pikir Jaejoong
"Tidak, ini enak. Makanya aku penasaran kau taruh apa didalamnya" Ucap Yunho sambil tertawa dan mencampurkan Cheong Guk Jang itu dengan nasi panas
"Tidak ada, aku hanya memotong kimchi asinnya. Lalu dicampur dengan pasta kacang sebagai bumbu" Jelas Jaejoong
"Oh ya? Jadi kalau dimasak dengan cara begitu rasanya jadi seperti ini" gumam Yunho
Yunho tampak antusias. Dalam sekejap mangkuk di depannya telah dihabiskan. Untuk saat ini, image Jung Yunho yang seorang bintang hallayu terkenal telah hilang entah kemana. Semangkuk Cheong Guk Jang yang lezat telah menghancurkan dinding tebal antara Jaejoong dan Yunho. Setelah makan pun, mereka berdua duduk bersama disofa sambil meminum teh.
"Aku bertemu ibu Changmin di Jepang" Ucap Yunho tiba tiba.
Seketika Jaejoong melihat ekspresi yang berbeda di wajah Yunho, seperti ekspresi cinta, pengkhianatan dan perpisahan
Yunho tiba tiba berdiri
"Mau minum lagi?" Tanya Yunho
"Boleh" Ucap Jaejoong
"Mau minum apa?" Tanya Yunho
"Apa saja"
"Yang manis atau yang tawar?" Tanya Yunho lagi
"Yang manis"
Yunho akhirnya berjalan kearah dapur dan kembali dengan sebuah botol soda yang besar dan dua buah gelas
"Aku sudah bertemu dengannya saat kuliah" Ucap Yunho misterius
"Dia lebih muda setahun dibawahku. Saat itu dia sedang mempersiapkan diri untuk menjadi artis, sementara aku masih belum tau apa apa. Walaupun ikut casting sana sini, aku tidak berpikir untuk menjadi artis. Kupikir pasti melelahkan. Tapi di sekolah akting, aku bertemu dengannya dan akhirnya kami berkencan. Dia cinta pertamaku" Jelas Yunho panjang lebar
Jaejoong masih diam saja dan menunggu kelanjutan cerita Yunho
"Tapi, suatu hari aku mengetahui kenyataan bahwa ayah kandungku masih hidup, dia yang sudah lama menghilang kembali lagi. Dan sekarang menuruh seseorang untuk mengawasiku." Lanjut Yunho
"Aku merasa telah berkhianat, aku stres. Dan malam itu, aku mabuk dan tidur bersama perempuan itu. Aku tidak berpikir untuk memiliki anak, sampai akhirnya perempuan itu hamil dan melahirkan. Saat melihat bayi kecil itu, aku merasa takut tapi juga kagum. Hidung dan matanya mirip sekali denganku, sedangkan bibir dan kulitnya mirip dengan perempuan itu. Tentu saja aku berpikir untuk bertanggung jawab dan melamarnya, tapi ternyata pemikirannya berbeda denganku. Tiba tiba dia mendapatkan tawaran untuk bermain disebuah drama sebagai peran utama sehingga dia memilih menjadi artis dibandingkan dengan anaknya sendiri. Akhirnya anak itu diserahkan kepada ku.
Jaejoong langsung terbayang bayang sosok Changmin saat itu juga
"Akupun bingung dan berbicara pada ibu. Tapi diluar dugaanku. Ibu bersikap sangat tenang. Ternyata dia menyuruhku untuk memberikan bayi itu kepeda kakak perempuanku yang tidak bisa punya anak" Ucap Yunho dengan lirih
"Ya tuhan, sekarang sudah jelas semuanya. Ayah Changmin adalah laki laki yang sekarang sedang menceritakan lukanya dihadapanku. Marga Changmin seharusnya Jung, bukan Shim. Jung Yunho, bintang hallayu Korea memiliki anak yang disembunyikan." Jaejoong benar benar berkutat dengan pikirannya, dia benar benar pusing akan kejadian ini. Yang mereka berdua lakukan saat ini hanya diam, Jaejoong benar benar memikirkan masalah ini sedangkan Yunho sedang menerawang jauh.
"Changmin sudah bercerita sampai mana?" Tanya Yunho memecah keheningan diantara dia dan Jaejoong
Jaejoong masih diam dan berpikir bagaimana cara menjawab pertanyaan Yunho, karna juka dia mengatakan yang sejujurnya itu akan berakibat besar
"Sampai disitu" Ucap Jaejoong yang memutuskan untuk berbohong
"Anak itu, sampai sekarang tumbuh dan mengenalku sebagai pamannya dan secara kebetulan setelah peristiwa penabrakan mobilku, Changmin mengetahui kenyataan bahwa orang yang selama ini menjadi pamannya adalah ayahnya" Cerita Yunho
"Dan kini, perempuan itu ingin muncul di hadapan Changmin. Setelah sekian lama, dia ingin melihat Changmin. Makanya aku pergi ke Jepang mendadak" Lanjut Yunho
Jaejoong masih diam dan berkutat dengan pikirannya sendiri
"Bisa aku percaya dan minta tolong kepadamu?" Tanya Yunho
Jaejoong masih diam saja tidak bisa menjawab. Dia bingung, dia tidak bisa mengangguk tapi tidak bisa berkata tidak juga
"Changmin bagaimana? Baik baik saja kan?" Tanya Yunho
Tersirah perasaan khawatir dimata Yunho. Jaejoong masih tidak percaya dengan kenyataan bahwa Yunho adalah ayah kandung Changmin. Jaejoong berharap Yunho akan tiba tiba berkata "Bohong, kena kau" Sambil tertawa terbahak bahak. Tapi tidak sedikitpun ada ekspresi seperti itu di wajah Yunho
"Boleh aku tanya sekali lagi?" Tanya Jaejoong yang akhirnya berbicara
"Tentu"
"Tentang perempuan itu, adakah keinginan Changmin untuk bertemu ibunya?" Tanya Jaejoong
"….." Yunho diam sejenak dan berpikir
"Bertemu denganku sejak kejadian hari itu saja dia langsung kabur dari rumah dan tidak mau melihatku lagi. Bagaimana dia mau bertemu dengan wanita yang sudah membuangnya?" Ucap Yunho lirih
Jaejoong belum menemukan jawaban yang tepat, tenggorokannya terasa kering sekali, Jaejoong pun berniat untuk mengambil minum lagi. Namun, tangannya tidak sengaja bersentuhan dengan tangan Yunho yang juga ingin mengambil botol soda. Dalam waktu bersamaan mereka merasakan kehangatan dan saling berpandangan. Tidak ada yang berpikir untuk mengakhiri kejadian itu dengan melepaskan tangan dan kembali kesisi semula, kedua malah terdiam. Setelah mereka berdua sadar, Yunho tampak sedikit kebingungan sedangkan Jaejoong menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal itu. Badan Jaejoong sedikit gemetaran dan tidak sengaja menyentuh tombol power sebuah remote, dan mengalunlah suara musik yang familiar baginya. Jaejoong mengambil remote itu dan bermaksud untuk mematikannya, namun Yunho menepis tangan Jaejoong.
"Kenapa? Musik ini cocok untuk di dengar sambil mengobrolkan?" Tanya Yunho
Jaejoong pun hanya mengangguk
Musik ini adalah musik Tango dari film Al Pacino, film favorite Jaejoong. Jaejoong benar benar hafal dengan tarian Tango di film ini, itu sebabnya lagu ini terasa familiar ditelingannya.
"Yun?" Ucap Jaejoong sambil mengulurkan tangan pada Yunho
"Apa?" Tanya Yunho
"Ingin belajar Tango?" Tanya Jaejoong
"Sekarang?" Tanya Yunho
"Aku mengajarimu gratis, bagaimana?" Ucap Jaejoong
"Aku agak khawatir" Ucap Yunho
"Kenapa?" Tanya Jaejoong
"Takut menginjak kakimu. Hmmm, aku takut salah" Ucap Yunho
"Tunggu dulu. Itu adalah salah satu dialog dari film 'Scent Of A Woman' baiklah kalau begitu" Ucap Jaejoong dalam hati
"Dalam tango tidak ada yang salah. Sederhana, beda dengan hidup. Tango itu keren" Ucap Jaejoong meniru salah satu dialog dari film Al Pacino
"If you make a mistake, if you get all tangled up, you just tango on" Lanjut Jaejoong
Seketika ruang tamu itu berubah menjadi hall sebuah hotel mewah dengan musik mengalun dari audio yang terasa seperti berasal dari para pemain violin dan cello yang dengan sepenuh hati mengiringi mereka diruangan itu. Jaejoong dan Yunho merasa sebagai pemeran utama sebuah film. Ketika musik akan berakhir, dengan sendirinya Jaejoong berputar. Begitu kaki kirinya menempel dikaki kanan Yunho, musik pun berakhir.
"Aku akui, kau sedikit lebih keren dari Al Pacino" Puji Jaejoong kepada Yunho
"Terima kasih, kau juga sedikit lebih bagus" Puji Yunho
"Kau sangat menyenangkan. Mungkin Changmin juga berpikir begitu. Pasti dia juga akan senang bersamamu. Tidak membosankan" Lanjut Yunho
"Apa?"
Yunho pun mendekat ke sampan Jaejoong, lalu memegang kepala Jaejoong dengan satu tangannya. Setelah itu dia mengelus rambut Jaejoong yang panjang. Jaejoong menatapnya dengan kaget. Yunhopun lebih mendekat lagi, tepat didepan mata Jaejoong, Yunho pun mengelus rambutnya lagi tapi akhirnya dia terjatuh diatas bahu Jaejoong. Jaejoong bergerak tidak nyaman, tapi Yunho masih tetap bersandar dibahunya.
"Sebentar saja, saat ini rasanya aku ingin mati"Bisik Yunho
Dalam kesunyian, Jaejoong merasakan detak jatungnya yang semakin menggila, dia juga mendengar detak jantung Yunho berdebar tak karuan. Apakah perasaan ini? Perasaan jatuh cinta?
"Wanita itu…" Ucap Yunho tiba tiba
"Wanita itu adalah…."
