CELEBRITY

Cast : - Jung Yunho (37 Tahun)

- Kim Jaejoong (27 Tahun)

- Go Ahra (36 Tahun)

- Shim Changmin = Jung Changmin (17 Tahun)

- Choi Siwon (30 Tahun)

ooOoo

Yunho pun mendekat ke samping Jaejoong, lalu memegang kepala Jaejoong dengan satu tangannya. Setelah itu dia mengelus rambut Jaejoong yang panjang. Jaejoong menatapnya dengan kaget. Yunhopun lebih mendekat lagi, tepat didepan mata Jaejoong, Yunho pun mengelus rambutnya lagi tapi akhirnya dia terjatuh diatas bahu Jaejoong. Jaejoong bergerak tidak nyaman, tapi Yunho masih tetap bersandar dibahunya.

"Sebentar saja, saat ini rasanya aku ingin mati"Bisik Yunho

Dalam kesunyian, Jaejoong merasakan detak jatungnya yang semakin menggila, dia juga mendengar detak jantung Yunho berdebar tak karuan. Apakah perasaan ini? Perasaan jatuh cinta?

"Wanita itu…" Ucap Yunho tiba tiba

"Wanita itu adalah…."

oooOooo

"Wanita itu adalah Go Ahra" Ucap Yunho

"Go Ahra? Selebritas terkenal yang dipuja puja seluruh Korea, Jepang bahkan China. Ahra selalu membuat PlusTen berusaha keras untuk mendapatkan wawancara eksklusif dengannya tapi selalu ditolak!" Seketika Jaejoong melemas

Selama ini bintang hallayu Korea Jung Yunho dan Selebritas paling dipuja Go Ahra menyembunyikan anak laki laki dari mereka berdua. Yaitu Shim Changmin atau harus disebut Jung Changmin

Sambil merasakan berat tubuh Yunho yang tertidur, Jaejoong berpikir bahwa perasaannya kepada Yunho selama beberapa menit lalu adalah hal yang tidak boleh terjadi. Jaejoong sadar, memiliki Yunho sama saja memainkan game yang tidak akan pernah ia menangkan, lawannya adalah Go Ahra.

Jaejoong mengangkat kepala Yunho dari bahunya dengan hati hati supaya tidak terbangun lalu meletakannya di atas sofa, setelah itu Jaejoong bangkit dari tempatnya dengan hati hati. Setelah itu Jaejoong mengambil tasnya, Jaejoong menatap kotak Prada yang berada di sebelah tasnya.

"Aku harus meninggalkan tempat ini, aku juga harus meninggalkan perasaan ini" Pikir Jaejoong dalam hati

Saat Jaejoong bermaksud melangkahkan kaki, tiba tiba ada sebuah tangan yang menyambar pergelangan tanganku. Jaejoong kehilangan keseimbangan, lalu terjatuh kearah Yunho. Wajah Yunho berada begitu dekat dengan wajah Jaejoong

"Bolehkah aku mencintaimu?" Pikir Jaejoong dalam hati

"Tidak, mana boleh begitu" Pikir Jaejoong lagi

Jaejoong benar benar berperang dengan pikirannya sendiri, Hatinya menginginkan Yunho tetapi logikanya menolak, dia bingung. Benar benar bingung.

"Bolehkah aku mencintaimu?" Kata kata itu keluar begitu saja

Tunggu dulu. Kata kata itu bukan keluar dari mulut agasshi kita yang satu ini, tetapi dari bintang hallayu disebelahnya.

"Apa? A…Apa katamu?" Tanya Jaejoong kaget

Yunho telah mengucapkan kata kata yang sulit dipercaya, seperti mimpi tapi Yunho tidak menjawab pertanyaan Jaejoong setelah itu, tapi sebagai gantinya Yunho justru membuat tubuh dan jiwa Jaejoong menjadi setengah sadar dengan tatapan lembutnya.

ooOoo

Sekuat tenaga Jaejoong membuka mata, dan hal yang pertama kali dia lihat adalah wajah Yunho yang sedang meletakan dua cangkir kopi yang masih ngebul. Jaejoong langsung duduk, merapihkan rambut dan memeriksa ujung bibirnya. Takut takut ada air liur disana.

"Kau ini" Ucap Yunho sambil tertawa

"Kapan bangun? Emm kapan tidur?" Tanya Jaejoong

"Yang tiba tiba tidur duluan saat kita mengobrol kan kau. Aku bangun beberapa saat yang lalu karena ponselmu berbunyi" Jelas Yunho

Jaejoong sontak mengambil ponselnya dan melihat jam. Ternyata pukul dua pagi, bukankah dia harus pulang? Jangan sampai kepala Kang melapor ke kantor polisi karena agasshinya tidak pulang dalam waktu 24 jam

"Aku harus pulang" Ucap Jaejoong

Yunho menangguk

"Aku akan mengantarmu" Ucapnya sambil menyodorkan kotak Prada kepada Jaejoong

Jaejoong berjalan beriringan dengan Yunho

"Apakah aku boleh berbohong kepada Changmin?" Tanya Jaejoong

"Yang jelas, aku harus bertemu dengannya. Nanti kupikirkan cara untuk mengurangi lukanya" Jelas Yunho

"Aku mengerti" Ucap Jaejoong

Yunhopun membukakan pintu gerbang, seketika Jaejoong terdiam tak bergeming. Banyak wartawan dan paparazzi yang sedang duduk, membaca buku, minum kopi, dll. Tapi seketika mereka semua langsung berbaris seperti rangkaian domino ketika melihat Jaejoong dan Yunho. Lalu tanpa memberi waktu sedikit saja untuk berpikir, suara dan kilat kamera langsung menghujani Jaejoong dan Yunho

" Jung Yunho shii kapan kembali ke Korea?"

"Kenapa anda tiba tiba menghilang?"

"Apakah rumor bahwa anda memiliki kekasih yang disembunyikan di Jepang adalah benar?"

"Apakah anda bersama dengan Kim Jaejoong shii di dalam?"

Jaejoong kaget, karna tiba tiba kepala Kang menerobos masuk dan menghampiri Jaejoong

"Kenapa tidak mengabari kami agashii?" Tanya Kepala Kang

"Sudahlah, bawa dia masuk ke dalam mobil kepala Kang, biar masalah ini aku dan managerku yang mengatasinya" Ucap Yunho kepada Kepala Kang

"Sampai jumpa Jae" Ucap Yunho sambil memberikan sebuah kecupan di pipi Jaejoong

"I…..iya sa…..sampai jumpa" Balas Jaejoong gugup

ooOoo

Sesampainya di mansion, Changmin sudah menyambut Jaejoong dengan pertanyaan

"Nuna, kenapa tidak mengangkat telpon? Semua orang panik mencari nuna" Ucap Changmin

"Oh.. Apa itu?" Tanya Changmin saat melihat kotak Prada yang dibawa Jaejoong

"Emm… Bukan apa apa"

"Benarkah? Wajahmu sedikit…."

"Min, aku banyak urusan dikantor. Aku ingin istirahat" Potong Jaejoong

Kemudian Jaejoongpun meninggalkan ruang tamu dan berlari menuju kamarnya. Jaejoong masih belum bisa berpikir realistis mengenai peristiwa yang terjadi beberapa jam yang lalu. Pengakuan Yunho mengenai status Changmin, Pertanyaan Yunho dan Ciuman dari Yunho di depan seluruh wartawan benar benar membuatnya pusing

ooOoo

Jaejoong benar benar berpikir keras untuk menyatukan Changmin dan Yunho kembali, segala cara sudah dilakukannya. Tapi Changmin selalu menolak untuk bertemu Yunho. Mungkin Jaejoong berniat untuk memakai kekerasan untuk membawa Changmin. Jaejoongpun mengirim pesan kepada Yunho dan Changmin

'Min, siang ini jam 12.00 di Cafe LaFonce. Aku ingin makan siang bersama -Jaejoong'

'Yun, sibuk tidak? Mari makan bersama, di Café LaFonce jam 12.00 –Jaejoong'

Setelah mengirim pesan kepada Yunho dan Changmin, Jaejoong kembali tenggelam di dalam pikirannya

'Bagaimana jika mereka bertemu nanti ya?' pikir Jaejoong

ooOoo

Jaejoong berjalan kearah VIP room di Café LaFonce, jantungnya sangat berdegup kencang, sebisa mungkin ia berusaha untuk tidak terlihat gugup. Saat ia membuka pintu ruang VIP, ia menemukan Changmin sedang berdiri sambil bersandar di tembok sedangkan Yunho berdiri tidak jauh dari Changmin. Suasana ini sangat menegangkan

'Bagaimanapun masalah ini harus diselesaikan mereka berdua.' Pikir Jaejoong

"Yun, kau duduk. Changmin kau juga" Perintah Jaejoong

Yunho duduk dan kemudian berbicara dengan suara yang sombong dan kaku seperti biasanya. Namun, terlihat jelas raut wajahnya menandakan bahwa ia cukup gugup berada disana.

"Aku akan pergi" Putus Changmin tiba tiba, kemudian ia melangkahkan kakinya kearah Jaejoong lalu berbisik

"Aku kecewa. Seperti dugaanku, Nuna juga orang yang munafik, yang berpura pura menjadi orang dewasa" Bisiknya tepat ditelinga Jaejoong

Jajeoong merasakan sakit yang amat sangat, bagaikan batu besar yang jatuh berdebu dan hancur berkeping keeping. Tanpa memikirkan apapun, tanpa berkata apapun, tangan kanan Jaejoong langsung menggenggam ujung baju Changmin

"Jangan begitu, sudah malam juga. Ayo kita makan" Ucap Jaejoong dengan tangan dan suara yang gemetar.

"Benar, ayo kita makan. Ada yang aku ingin bicarakan denganmu" Ucap Yunho dengan tenang

Changmin sesaat menatap Yunho dengan tajam, kemudian mengangguk. Changmin memegang tangan Jaejoong yang sedang menggenggam erat bajunya, kemudia ia melepaskan tangan Jaejoong dengan kasar. Lengan Jaejoong terkulai lemas. Changmin berjalan kearah Yunho. Dan duduk disampingnya

"Ayo katakan. Kau bilang ada sesuatu yang ingin kau bicarakan" Desak Changmin

"Baiklah, karna ini adalah sesuatu yang luar biasa, sebaiknya dengan baik baik." Tegas Yunho