Chapter 3 : HORROR! Happy Halloween!
Clover : Konnichiwa! Sesuai janji saya di chapter 1, saya hanya akan mempublish cerita ini di bulan Ramadan atau event-event yang lainnya!
Disclaimer : Kuroko no basuke punya Fujimaki Tadatoshi-sensei!
Warning : SEMUA KESALAHAN ADA DISINI DITAMBAH GAJE DAN ABSURD BIAR MAKNYUS! B. INDO DI UNDERLINE!
ENJOY~
.
.
.
Kali ini, kisedai udah pada selesai sahur, sholat subuh, dan kegiatan yang lainnya. Sekarang waktu menunjukkan pukul 06.00 AM. Mereka hanya duduk di ruang keluarga sambil menonton TV dan mengobrol. Tanpa mereka sadari ada seseorang yang daritadi mengetok pintu sekitar 5 menit.
TOK TOK TOK!
Akhirnya mereka pada sadar juga bahwa ada yang ingin bertamu atau apalah(?) itu. Akashi selayaknya tuan rumah membukakan pintu pada orang itu (sambil membawa gunting, siapa tau itu orang asing).
"Siapa-?!" Betapa terkejutnya dia bahwa orang yang datang bertamu adalah (mantan (kecuali untuk Aomine)) manager klub basket mereka, Momoi Satsuki. "Ohayo Akashi-kun! Boleh aku bertamu sebentar?" Dipersilahkanlah Momoi masuk ke dalam rumahnya.
"Lah? Satsuki ngapain disini?" "Oho, ini aku disuruh orang tua untuk memperlihatkan ini" Momoi menjulurkan tangannya sambil memegang suatu kertas. Yang pertama mengambil justru Kuroko.
"Ini... Kue lebaran?" "Yep! Sesuai tebakan Kuroko-kun! Bahwa aku dan ibuku membuat kue lebaran!" Begitu mereka semua mendengar kata-kata 'aku' dan 'membuat kue lebaran' maka mereka semua dapat berpikir bahwa sebetapa mengerikannya kue yang sudah jadi dimasak oleh Momoi tersebut.
"Ermm, terima kasih Momoi-san tetapi boleh aku meminta sesuatu?" "Apa itu Tetsu-kun?" "...Bolehkah kau yang mengantar kuenya ke kita saja, jangan dimasak" Momoi mengerjapkan matanya berkali-kali. "Maksud Tetsu-kun apa ya?" "Maksudku, bolehkah kau jangan ikut memasak bersama ibumu, tetapi sebagai gantinya bolehkah kau saja yang mengantar kue bikinan ibumu kepada kami?" Ok, ini lagi tumben-tumbennya Kuroko ngomong panjang banget.
Momoi langsung berfantasi ria dengan pikirannya. Dengan mantapnya Momoi menyetujui pemikiran Kuroko. "Tentu saja Tetsu-kun! Apapun untuk Tetsu-kun akan kuberikan! Wassalamua'alaikum!" "Wa'alaikumsalam" Jawab mereka berenam bersamaan.
"..." Suasana menjadi hening, lalu mereka berlima (kecuali Kuroko) menengok kearah Kuroko. "Ada apa?" "Tetsu... TAK KUSANGKA KAU PUNYA IDE MACAM BEGITU! TERHARU GUEE!" Kise menganggukkan kepalanya dengan cepat, mengamini perkataan temannya itu. "Kerja bagus Tetsuya, Aku saja tak berpikiran akan hal itu" "Aku setuju-nanodayo" "Hee? Kalau semuanya setuju aku juga setuju deh" Dan saat itu juga berakhir dengan kisedai yang berlinang air mata bahagia...
.
.
.
To Be Continued
(Readers : NGACO! MASA ENDING BEGITU!)
Okeh, maafkan author. Kembali lagi ke LAPTOP! Sekarang kisedai sedang berkumpul, melihat apa yang sedang dilakukan Kuroko karna tadi dia sempat ingin meminjam laptop Akashi untuk membaca fanfiction. Akashi bolehin, tapi sebagai gantinya dia boleh ikutan liat dan dsietujui Kuroko karna dia udah gak tahan pengen baca fanfic.
"Minna-san, aku punya sebuah kejutan untuk kalian di website ini" Kata Kuroko tiba-tiba (tetap pakai nada datar) sambil menghadap ke belakang. "Dan apa itu Tetsuya?" "Bahwa..." Kuroko cepat-cepat membuka 'anime list' dan mengarahkan kursornya kearah... Kuroko no basuke. "Ku-Kurokocchi! Kenapa namamu ada disitu?!" "...Memang dari sananya mungkin..." "Souka, kalau gitu kita buka yang ini!" Mereka tidak tahu bahwa Kuroko sedang menyembunyikan sesuatu (kalau menurut peribahasa 'ada udang dibalik batu') begitu.
Tanpa membiarkan mereka semua melihat karakter-karakter yang tertulis dengan JELAS di 'summary', Kuroko dengan cepat menge-scroll sampai ke ujung tanduk(?). Para readers ada yang tahu kenapa?... Tolong kalau bisa check keluar setelah selesai membaca cerita ini mereka masih normal kok. "Demo, tidak hanya namaku saja yang ada disini... Kalian semua juga ada" "He?" Dengan semangat, Kuroko menge-Klik 'character (A)' dan muncul nama mereka. "Ha? Kenapa disini ada banyak sekali orang-ssu? Lalu... Kenapa si 'dia' ada disini-ssu?!" "Mungkin dia termasuk kedalam tokoh... Antagonis kalau dibuat cerita tentang kejadian-kejadian yang pernah kita alami" Untuk sementara kita biarkan para kisedai diam untuk mengenang sebuah kenangan yang nggak pantes disebut kenangan(?).
"Kurokocchi ada benarnya juga sih, kalau dipikir-pikir dia mirip Antagonis-ssu" Kuroko yang mendengar kata-kata 'Antagonis' bergidik, mengingat bahwa ada satu orang lagi yang merupakan sosok 'Antagonis' di sebuah manga. "Minna-san, aku mempunyai sebuah kejutan lagi untuk kalian... Yang sebenarnya tak mau kukasih tau..." "He? Memangnya kenapa Kurokocchi/Tetsu/Tetsuya/Kuro-chin/Kuroko (-nanodayo/-ssu)?" "..." "KALAU GITU KITA TERIMA TETSU! KASIH TAU AJA APAAN ITU!" Teriak Aomine dengan semangat 45.
Kuroko mengetik sesuatu dan ternyata dia membuka 'mangafox' yang sekali lagi membuat mereka terheran-heran. Sekali lagi, Kuroko mengetik 'Kuroko no basuke' di bar 'search'. "NANIII?! KENAPA ADA KAGAMICCHI?! DAN AKASHICCHI KOK BISA DISITU?!" "..." Kuroko hanya diam dan menge-scroll kebawah sampai menemukan 'volume 1-20'. Kuroko mengarahkan kursornya dan 'klik'... Muncul 20 chapter yang sudah tersedia(?). Kuroko klik chapter 1 dan kagetnya... Judulnya adalah 'I am Kuroko'. "KENAPA KUROKOCCHI BISA MASUK KEDALAM MANGA-SSU?!" Langsung saja Kuroko back dan membuka asal dan ternyata, yang dia klik adalah (SPOILER) 'seirin mendengar kejadian di Teiko' atau kalau di manga-nya ditulis 'Teiko arc'.
"Te-tei-teiko arc? Apa lagi itu Tetsu?!" "..." "Setidaknya kau beri kami sedikit informasi tentang ini-nanodayo" "Kalau aku memberi penjelasan nanti tidak seru lagi?" "Jadi menurutmu kita berpikir dan kau tau jawabannya kau sebut seru begitu-nodayo?" "..." Aomine mulai gregetan. "Ya sudahlah, chapter berikutnya!..." Dengan cepat Kuroko klik chapter berikutnya. Dan detik berikutnya mereka semua baca manga-nya sampai Kagami berkata 'Isn't that your own fault?' atau semacamnya lah. Mereka langsung diam... Diam... Dan diam... Kise terlonjak kaget. "Ma-masa... Masa iya begitu?" "Aku tau kalau Akashi itu ada dua atau... Kamu memang orang yang berbeda? Jujur ajalah, kan bulan puasa nih!" "Sudah berapa kali kukatakan BAHWA aku ada DUA" Aomine melihat Akashi untuk sementara. "Oh, ya udah. Berarti ni cerita... WRONG! FALSE! GATOT! Bukannya kita lulus biasa-biasa aja ya? Kagak ada kejadian kayak gini sama sekali?"
.
.
Clover : Itu karna lo semua islam disini
.
.
"Seingatku sih gak ada sih-ssu" "Darimana kau tau cerita ini Tetsuya?" "Iseng buka" "..." Dan detik itu juga mereka mencoba untuk mem-'filter' apa yang Kuroko bilang barusan. Mungkin kalau digambarkan oleh computer mungkin ada tulisan seperti ini 'Disconnected' atau 'your computer might be at risk' atau juga 'ERROR' begitu. "Hee? KUROKOCCHI ASAL BUKA?!" "Gampang saja, karna namaku tertera di judulnya" Mereka kembali mengingat nama judulnya dan ketemu! Kuroko no basuke.
'Apakah dia sepopuler itu?' Batin mereka (kecuali Kuroko) di dalam hati bersamaan. "A-e-kalau gitu... Gimana kalau kita main game aja?" "Game apa memangnya?" "...Horror?" "..." Sekarang bukan mencoba untuk mem-filter tapi lagi cap cip cup(?). "Ya sudahlah, kalau gitu game apa yang kau mau main?" "SLENDER THE EIGHT PAGES!" "Ha? Selender de eik peij?" "Aominecchi... Yang aku bilang itu slender the eight pages bukan selender apalah itu yang tadi kau bilang" "Masa bodo, Akashi kau punya gamenya?" "Baru selesai di download tadi" "...Cepet banget, kamu pake b*lt atau sm*rtfr*n ya?" "Nggak" "...Gue kicep nih..."
Tanpa mempedulikan apa yang Aomine katakan barusan akhirnya mereka semua membuka game itu dan memainkannya. "Kise-kun? Kalau kau pernah memainkan ini, tolong beritahu apa saja controller-nya" "Hoho, itu sih gampang-" "W,S,A,D sebagai keypad, klik kiri mouse untuk menyalakan senter, klik kanan mouse untuk mengambil kertas... Dan segitu saja" Kise dan Kuroko menegok kearah Akashi sambil memasang muka yang mengatakan 'tahu-dari-mana-?' begitu.
"Gampang saja, kan pas di download tadi ada 'petunjuk controller'-nya" Seketika itu juga, duo 'K' (Kuroko, Kise) kicep ditempat. "O-okay... Kan tadi udah dibilangin sama Akashicchi gimana cara mainnya, jadinya langsung ke TKP!" Dengan semangat Kuroko menge-klik 'START GAME'
"Collect all the 8 pages" Gumam Kuroko yang disertai anggukan oleh yang lainnya. "Sebelum itu-ssu! Ada satu warning lagi yang belom Akashicchi bilang! Ciri-ciri kalau slenderman udah ada di dekat 'player' adalah layar menjadi bersemut dan ada suara yang tidak bisa aku diskripsikan" Kembali semuanya mengangguk dan menatap dengan intens ke layar laptop Akashi.
.
.
.
Tiba-tiba...
.
.
.
Layar menjadi bersemut!
"AAAAAH!" "LARI TETSU! LARIII!" "GIMANA CARA LARINYA?!" "AH! AKU LUPA BILANG KALAU CARA LARINYA ADALAH TEKAN TOMBOL SHIFT! TOMBOL SHIFT! INGAT ITU TOMBOL SHIFT UNTUK LARIII! LARI TETSUYA!" "KENAPAAA?! WHY GOD?! WHYYYYY-SSU?!" "NGOMONG APAAN SIH KAMU KISE!" "ARRGH! DIA ADA DISANA-NANODAYO! TEPAT DIBELAKANGMU KUROKO-NANODAYO!" "MAAF MIDORIMA-KUN TAPI AKU JUGA SEDANG BERUSAHA!" "GANBATTE KURO-CHIIN!"
Kehebohan terus berlanjut sampai akhirnya... "MINNA-SAN! KITA SUDAH PUNYA 7 KERTAS!" "YEEEEEEYY!" "ALHAMDULILLAH!" "ALLAHU AKBAR!" "YIPPEE!" "KERJA BAGUS!" Mereka mendapatkan 7 kertas, meski begitu kehebohan masih terus berlanjut. Sayanganya...
DEENG
Si slenderman berada tepat disebelah pohon yang 'player' lewati sehingga... Mereka 'K-A-L-A-H'. "HIYAAAAAAAAA!" Mereka semua berteriak ketika melihat wajah putih slenderman tepat berada di layar laptop. Ketika selesai, mereka kembali ke posisi semula sambil mengambil nafas sebanyak mungkin.
.
.
Clover : Tips untuk bermain game horror... Pertama, kalau udah gak tahan silahkan ngacir ke kamar mandi
.
.
"Ulala, hebat sekali kan-ssu?" "Hebat dari hong kong?! Hampir aja aku kena serangan jantung karna mainan nista itu!" Kise hanya tertawa mendengar jawaban Aomine. "Kalau begitu, Ryouta! Coba kau yang memainkannya" "Oke-ssu! Yang bersangkutan setuju kok-ssu!" Kuroko berdiri dari tempat ia duduk semula dan Kise menggantikan peran Kuroko sebagai 'player' di game itu.
"Yosh! Ayo kita mulai-ssu!" Dengan semangat Kise bermain game horror itu sampai akhirnya ia mendapatkan 5 kertas. Namun, layar kembali bersemut dan Kise salah teken tombol... Seharusnya shift malah jadi capslock.
"KISEEEE! PAYAH BANGET SIH!" "NANDE?! AKU TEKEN SHIFT TAPI GAK JALAN-SSU!" "KAMU NEKEN CAPSLOCK RYOUTA!" "KENAPA KISE-KUN?! KENAPAA?!" "SIAL-NANODAYO!" "Kise-chin... KENAPA?!" Dan sekarang Kise disalahkan hanya gara-gara salah neken tombol.
.
.
Clover : Tips kedua untuk bermain game horror, jangan pernah melakukan kesalahan
.
.
Akashi menghela nafas dan berdehem. "Ehem, baiklah! Kalau begitu aku saja yang main" Kise segera berdiri dari tempat ia duduk dan digantikan oleh Akashi.
"Mari kita mulai permainan nista ini... Tapi, dengan syarat tidak boleh ada yang teriak kalau si slenderman sudah mendekat" Semuanya buru-buru menganggukkan kepalanya dan baru mulailah Akashi main.
SKIP TIME~
"A-ahh... Akashicchi..." "Akashi-kun... Sangat menyeramkan..." "Oi Akashi, tak kusangka sekali..." "Akashi..." "Aka-chin..." Apa yang sedang terjadi dengan mereka? Oh, rupanya ini adalah kekuatan dari sang 'mr. perfect'... Akashi melakukan angkle break terhadap slenderman. Segitu hebatnya kah dia sampai-sampai salah satu special ability-nya bisa ada di dunia game.
"Akashicchi... Gak nge-cheat kan?" "He? Memangnya disini ada cheat?" 'JADI DIA GAK NGE-CHEAT SAMA SEKALI?!' Teriak batin mereka (kecuali Akashi) bersamaan. "Okey! Selama slenderman-nya lagi susah berdiri! Akashicchi, uber kertasnya!" Seketika ruangan itu penuh dengan keramaian... Hanya karna sebuah game
.
.
Clover : Tips ketiga ketika bermain game horror, tolong usaha agar tidak terbawa suasana atau anda akan dikira gila/sarap/sedeng/kurang obat (meski ini adalah yang paling impossible dari yang lainnya)
.
.
Di layar laptop Akashi tertulis...
'8 page collected'...
"Y... YEEEEY!" "AKASHI-KUN MEMANG HEBAT!" "YEEEE! AKA-CHIN SUGOI!" "AKASHICCHI LEBIH DARI KATA-KATA HEBAT DAN SUGOI!" "AKASHI SANG MR. PERFECT MEMANG BENER-BENER HEBAT EUY!" Akashi tersenyum lega. "Ok, ada yang lebih menegangkan dari ini Ryouta?" Kise mengangguk dengan semangat.
Kise diam sebentar lalu mulai berkata. "Masih banyak banget-ssu! Ada 'the house', 'amongst the sleep', 'slender : the arrival', 'five nights at freddys', 'Amnesia : a machine for pigs', 'corpse party', 'alien isolation', 'the evil within', 'outlast', 'knock knock', 'vanish', 'SCP containment breach', 'Amnesia : dark descent', 'nightmare house', 'neverending nightmares', 'Amnesia : The four horsemen', 'deep sleep, deeper sleep, deepset sleep', 'A cowards debt', 'The haunted house', 'year walk', 'black rose', 'outlast : whistleblower', 'dungeon nightmares', 'Amnesia : Destiny rebellion', 'The cursed forest', '7 days to die', 'phobia', 'Amnseia : A late night drink', 'left 4 dead', 'lone survivor', 'Haunted memories'..."
Sementara Kise sibuk bercing-cong(?) ria dengan seluruh game horror yang dia tau, yang lain hanya sweatdrop sambil berbatin(?) 'Ini anak pencinta game horror ya?... Kok bisa tau sebanyak itu?...' Macam itu. "...'The crooked man', 'Ao oni', 'Kuro oni'... Dan yang paling seram dari semua itu adalah..." Suasana makin menegang ketika Kise menggantungkan kata-katanya.
"H-O-T-E-L-6-2-6... AAAAAA!" "KYAAAAAA!" Setelah Kise mengatakannya (dan berteriak) dengan ajaib mereka semua (ikutan) berteriak.
"...Seseram itukah hotel 626 sampai-sampai kau menjadi teriak begitu Kise-kun?" "Tentu saja, gambarnya mirip asli dan jadinya setan-setannya gak kalah horror-nya" Seketika Kise bergidik membuat yang lain kebingungan. Akashi merasakan sesuatu yang janggal. "Ryouta, apa jangan-jangan... Kau pernah memainkan game itu?" Kise terperanjat kaget (lagi) "A-a-Akashicchi... Tau darimana?... "
.
.
Clover : Tips keempat ketika bermain game horror, jangan pernah memainkan 'game-horror' itu lagi kalau udah gak kuat
.
.
Kuroko angkat bicara. "Kise-kun, apa kau serius?" "Tentu saja aku serius-ssu, kalau aku gak serius gimana cara-nya aku tau kalau game itu bener-bener serem?" Seketika mereka semua membayangkan Kise bermain 'hotel 626'. "Oi Kise, kapan kamu mainnya?" "Main apaan?" "Itu... Hotel 626..." "Ooh, kalau gak salah tahun lalu dikamar sendirian lampu dimatiin juga suara digedein"
'Dia takut uji nyali gara-gara kepikiran lagi soal hotel 626 itu?'
"Kalau gitu mending kita liat aja sebetapa seremnya 'hotel 626' yang Kise bilang tadi!" Semuanya mengangguk (minus Kise dan Aomine). "Eh? Kalian serius-ssu?" "Kise, jangan bilang kalau lu gak tau arti kata kepo?" "ya udah deh-ssu"
Kise membuka internet dan membuka youtube abis itu mengetik 'hotel 626' dan E-N-T-E-R. Kise mengeklik salah satu dari video yang ada dan mereka mulai menonton.
SKIP TIME~
Video telah selesai, sementara kisedai sedang mengumpulkan nyawanya kembali. Tenggorokan mereka terasa kering karna teriak-teriak melulu serta pikiran mereka yang mengulang-ulang penampakan setan-setan yang ada di game tersebut.
"Ya ampuun, suara udah mau abis-ssu!" "Ini gara-gara kau-nanodayo!" "Kise-chin/Kise-kun jahat" "Ryouta..." "Kise teme!" Kise mundung. Padahal sebenernya ini bukan salahnya dia tapi dia disuruh buat nunjukin sebetapa seremnya hotel 626 itu. Tapi mau apalagi, 1 lawan 5 kan gak mungkin.
"..."
Hening sejenak hingga Kise angkat bicara. "Minnacchi! Gimana kalau gitu gimana kalau gitu lanjut main aja?!" Ternyata kepribadian Kise cepat berubah. "Ok, tapi main apa? Jangan hotel 626! Ntar kebawa tidur lagi!" "Aominecchi gak tau sih! Kan hotel 626 katanya gak boleh dimainin lagi!" "HA? Serius Kise-chin?" "Serius! Lima riburius malah!" "Memangnya kenapa Kise?" "Gak tau, katanya sih gara-gara terlalu nyeremin dan terlalu mirip sama dunia asli" "...Ok..."
"MENDINGAN! KITA MAIN SLENDER THE ARRIVAL AJA-SSU!" "Ha? Tadi kita udah main slender sekarang main slender lagi?" "Gak mau? Kalau gitu corpse party-ssu" "Yang lain Kise-kun?" "Exmortis-ssu?" "...Yang lain lagi Kise-kun?" "The outbreak?" "Serius kise-nodayo!" "Aku serius-ssu! Kalau gitu Red asylum?" "Ehem, Ryota. Terserah kamu aja deh" "OKE-SSU! SCP CONTAINTMENT BREACH!"
Kise mulai menulis, tapi ia berhenti ditengah-tengah membuat yang lain bingung. "Kenapa Ryouta?" "Jangan yang ini deh-ssu, menurut kalian red asylum atau eerie asylum atau ather asylum atau haunted asylum atau odd asylum?" (Clover : Namanya asylum semua -_-) "..." "Gak ada yang jawab-ssu? Ok fix(?), kalau gitu aku pilih yang paling serem yaitu red asylum" Mendengar kata-kata 'PALING SEREM' membuat mereka (minus Kise) bergidik.
.
.
Clover : Tips kelima ketika bermain game horror, kalau udah tau itu serem ya jangan dimainin! (dan begitulah tips-tips yang telah saya berikan, semoga berguna/slap)
.
.
Kise gak nge-download, melainkan memakai website. Selesai loading, Kise nge-scroll kebawah dan menemukan menemukan tulisan
'POPULAR GAMES
- Red Asylum
- Escape III Manor'
Begitu.
"Kise-kun/Kise/Ryouta/Kise-chin main online?" Si Kise cuma ngangguk dan game itu sedang loading. Yang lain hanya konsentrasi ke arah layar monitor... Namun!
"Shimatta!" Midorima berteriak dan membuat yang lain menengok ke arah-nya. "Kenapa Shintarou?" "Kita belum sholat dzuhur-nanodayo!" "Nani?! Udah jam 2-an!" Sementara game itu masih loading, mereka semua ngacir ke kamar mandi buru-buru wudhu dan cepet-cepet sholat.
.
.
Clover : Satu tips lagi deh buat main game horror, jangan lupa waktu -_- ini yang paling sering terjadi
.
.
Setelah selesai sholat, mereka kembali lagi ke tempat dimana laptop Akashi ditelantarkan(?) untuk sementara tadi. "Yosh! Dengan begini kita mulai-ssu!" "YES!" Kise mengarahkan kursornya kearah tulisan 'new game' dan ditekannya mouse sebelah kanan.
Dan seketika mereka melihat seluruh instruksi. Kise tak mempedulikannya dan langsung asal klik, lalu yang mereka lihat adalah sebuah ruangan yang gambarnya mirip asli. "Ne Kise, nande gambarnya mirip asli?" "Wakaranai! Pas aku liat banyak yang main alias ini yang paling serem!" "Doushitano? Suasana di game-nya intense banget Kise-kun" "Sou? Aku pikir gak terlalu mirip sama hotel 626" "Gak perlu bawa-bawa nama hotel itu lagi-nanodayo!" "Soudayo! Aku setuju sama Mido-chin!" "Sssh!" Seketika semuanya menjadi kicep. Anda semua pasti tau siapa pelakunya.
Red asylum nggak perlu make 'keypad' kok, cuma main klik aja. Tapi isinya puzzle semua -_-
Beberapa menit kemudian, Kise selesai memainkan game itu dengan menghela nafas yang berat. Ketika dia menengok kebelakang dia menemukan Aomine mengumpat dibelakang Kuroko selain itu Midorima dan Murasakibara mengumpat dibelakang Akashi... Jangan tanya author gimana caranya mereka bisa begitu.
"Aomine-kun, kau bisa keluar sekarang" Aominepun cepet-cepet berdiri di samping Kuroko. Aomine mulia berakting. "Ahem, game-nya gak serem-serem amat kok" Midorima ikut-ikutan. "Benar sekali-nanodayo" Murasakibara menganggukkan kepalanya. Kise hanya facepalm karna acting mereka bener-bener gak bakat acting! Liat aja kakinya pada gemetaran gitu terus ngomongnya juga masih nolak-nolak boong(?).
Kise menghadap kearah mereka bertiga (Aomine, Midorima, Murasakibara) dengan muka (I_I) begitu. "Aominecchi, Midorimacchi, Murasakibaracchi... Kalau takut bilang aja, kan aku bisa ganti game" Seketika (lagi(?)), ada panah invisible yang menembus tepat di hati Aomine, Midorima, juga Murasakibara. Kalau bahasa gaulnya sih, nge-jleb.
"Saa, kau mau main game-horror apa lagi Ryouta?" Kise berpikir sejenak membuat yang lain penasaran si Kise main apa. Slender lagi kah? SCP kah? Amongst the sleep kah? The crooked man kah? Ya, jawabannya salah semua. "Aha! Aku punya adik-ssu!" Perkataan Kise membuat yang lain memakai muka (-_-) begitu. "Aku ke kamar dulu ya-ssu!" Kise berdiri dari tempat ia duduk lalu berlari menuju kamarnya.
Akashi berbalik kearah mereka dan berkata. "Ada yang mau minum?" Kuroko menatap Akashi menggunakan muka triplek(?)-nya. "Akashi-kun gimana sih, kan kita lagi puasa" "Oh iya-ya" Suasana mulai menghening. Namun, itu semua memudar ketika mereka mendengar suara langkah (larian) seseorang yang ternyata adalah Kise Ryouta.
"Oi Kise, apaan tuh yang kamu bawa?" Kise nyengir (layaknya orgil#Ditabok). "Ini tuh namanya 'Oculus rift' Aominecchi! Kalau make ini serasa kamu ada di game itu sendiri!" "Oh itu, aku juga punya... Kalau mau make itu d computer umum di rumahku aja. Ayo ikut aku!" Perintah Akashi yang mutlak tiba-tiba keluar. Gak lupa dong laptopnya dimatiin dulu.
.
.
Clover : Jangan percaya kalau tipsnya berhenti!~ Tips ketujuh ketika bermain game horror, jangan boros deh -_-
.
.
"Oke-ssu! Aku main duluan ya!" Kise langsung memakai oculus rift-nya dan memakai headphone yang dipinjamkan Akashi. "Wow, kau main 'Affected' Ryouta?" "Oh iya dong-ssu!" Sementara itu, Kuroko dkk. berbatin. 'Mereka nyambung hanya karna sebuah game horror'
Kise nengok kesana-kemari sambil teriak-teriak gajelas. Satu hal yang mereka tau itu, bahwa Kise udah mulai main. "HAYYAAAAA! LARI CONG!" Kise terus-terusan aja teriak. Gak haus apa? Teriak-teriak pas pausa. Akashi make laptopnya buat main pake oculus rift, Midorima sama Murasakibara nonton si Akashi main game-horror make oculus rift. Sedangkan, Kuroko sama Aomine nonton Kise main game-horror yang namanya 'Affected' tadi.
Mari kita beralih sementara ke bagian Akashi...
Midorima dan Murasakibara dari tadi selalu nge-dengerin Akashi complain tentang setannya. "Buset dah Akashi, sabaran dikit napa-nanodayo..." Murasakibara cuma ngangguk. Akashi ngemuterin kepalanya sampe ngehadap kearah mereka ngebuat duo 'M' (Midorima, Murasakibara) kaget, mereka gak inget sama sekali kalau udah make oculus rift apa yang bisa diliat sama playernya itu cuma isi game-nya sendiri.
"Argh, kukira setannya dateng... Baru mulai udah dateng aja! Are, ini... Ouija?" Midorima sama Murasakibara penasaran sama apa yang Akashi baru aja liat. Jadi mereka ngeliat di layar laptop Akashi aja. "Eh, Ouija? Emang ini permainan satu nyeremin" Mereka semua bergumam karna melihat planchette-nya (yang merupakan gelas kaca) bergerak kesana-kemari. "R... U... N... Good bye" Itulah tulisannya yang diberitahu. "AKASHI! LARI OOI!" "GANBATTE AKA-CHIN!" Akashi yang sebenernya nggak ngedenger teriakan Midorima sama Murasakibara disebelahnya udah tau bakal disuruh lari karna planchette-nya nunjukinnya gitu(?).
"AAAAAAAAAAAAHHH!" Dan teriakan menggema keseluruh ruangan pas setannya tiba-tiba nemplok(?) di layar laptop Akashi. "Yare-yare, nakutin bener. Searasa menjadi 3D" Game belum selesai dan Akashi udah ngelepasin aja oculus rift-nya, meski cuma sekedar waktu aja sih. "Udahan aja-nanodayo?" "Kokoro, mata batin, jiwa-raga ane masih kuat tau!" Jujur, author-pun yang sebenernya nggak berpengelaman menggunakan oculus rift juga sebenernya juga udah takut, tapi Akashi... Paling setannya yang takut sama dia. "Seseram itukah Aka-chin?" Akashi ngangguk. Kalau Akashi aja udah histeris gimana Kise?
Mari kita melihat suasana di bagian Kise...
Kuroko dan Aomine udah ikut-ikutan ngeliat ke layar computer umum di rumahnya Akashi yang besarnya naujubileh himinjalek(?)! Kise juga main Affected kayak Akashi, dia juga baru mulai. "Hayya! Serem amat tempatnya-ssu!" "Udah tau serem masih aja dimainin! Dasar gebelek!" Alhamdulillah-nya Kise gak bisa ngedengar apa yang Aomine baru aja bilang karna dia make headphone. "Mau bagaimanapun itu pokoknya aku setuju dengan perkataan Kise-kun, seram juga tempatnya" "Jujur aja sih... Tapi bener"
Kise udah main neken tombol shift aja buat lari, yang artinya setannya udah dateng. "HAYYA! OUIJA!" Sama halnya dengan Akashi, Kise juga menemukan papan Ouija beserta planchette-nya yang merupakan gelas kaca. "R... U... N... Good bye" Setelah itu Kise mendengar tawaan anak kecil yang nyaring dan sumpah nyeremin banget. "DISURUH LARI KISE!" "AYO SEMANGKA! SEMANGAT KAKAK KISE-KUN!" Meski Kise tidak bisa mendengar apa yang Aomine dan Kuroko katakan tetap saja dia tahu apa yang dia harus lakukan...
Yaitu, lari dari setan anak kecil tersebut. "AAAAAAAAAAAAAAAAAHHH!" Dan terdengarlah suara yang nyaring nan cempreng yang berasal dari mulut Kise Ryouta yang bisa membuat budek seketika. Mari kita doakan yang terbaik untuk Aomine dan Kuroko.
Selesai sudah 'Affected : The manor' untuk permainan itu, bedanya Kise sama Akashi itu disini! Kise udah gak kuat lagi meski itu hanya sebentar dan juga itu part 1 saja. "Astaghfirullah! Hayya! serem banget-ssu!" Begitu mendengar apa yang Kise bilang Aomine dan Kuroko berkata (secara bersamaan) "Seseram itukah? Sampai-sampai kau gak tahan hanya dengan satu bagian saja?" "Tentu saja-ssu! Kau pikir game horror itu gak ada yang serem? Left 4 dead aja nyeremin tau!"
"Rupanya kau sudah menyerah Ryouta" Terdengar suara yang pasti readers udah tau siapa pelakunya. "Akashicchi! Jangan bilang kalau kau melanjutkannya sampai akhir-ssu?!" Akashi hanya menganggukkan kepalanya yang bertanda jujur. Membuat Kise, Aomine, dan Kuroko shock ditempat. Rupanya sang emperor juga mempunyai kehebatan terselubung(?).
.
.
Clover : Tips kedelapan ketika bermain game horror, coba-coba uji nyali biar tau sebetapa gedenya nyali dan mental anda
.
.
Aomine melirik ke jam dan melihat bahwa waktu menunjukkan pukul setengah 4. "O-oi... Sholat ashar yok!" Semuanya nengok kearah Aomine yang nunjukin jari telunjuknya kearah jam dinding yang ngebentuk gunting(?). "ALAMAK! Kita belom sholat ashar-ssu!" "Baru juga dibilangin Ryouta" "Daripada basa-basi, mending kita sholat deh minna-san" "Tuh, denger apa kata Kuroko-nanodayo!" "Aah~ lama banget sih kalian~" Dengan terpaksa Murasakibara menyeret mereka berlima yang masih banyak cing-cong.
Mereka melakukan sholat berjamaah yang diimamkan oleh Akashi selayaknya tuan rumah. Setelah selesai sholat, mereka semua berkumpul di depan computer umum di rumah Akashi. "Saa, ada ide buat mengisi waktu luang?" "..." Tak ada yang menjawab. "Tak ada yang jawab?..." Semuanya berfikir keras untuk bermain apa.
Clover : Ey! Ini kan judulnya horror jadinya mainnya yang horror-horror dong!
"Author(-san/-chin/cchi) bawel(-ssu/-nanodayo)!" Yaa, terserah deh! Yang penting horror! Kayak cerita horror atau main game horror lagi. "Yowes, main horror lagi yok!" "YOSH!" Semuanya pun sepakat untuk bermain game horror lagi. "Ok Ryouta, aku percayakan pada pilihanmu mengenai game-game horror ini" "Roger-ssu" Kise pun berfikir keras.
.
.
.
"Oi Kise lama banget!" "Ssh, mending kau diam saja Daiki" "..." Kise masih terus berfikir hingga akhirnya lewat satu kata dikepalanya... 'Dreadout'. "Aha! Aku punya adik-ssu!" Kembali Kise mengumandangkan kata-kata yang anehnya itu. "Gimana kalau kita main dreadout-ssu?" Akashi merasa kenal dengan nama itu dan... "Oh, game yang berasal dari Negara di asia tenggara itukan? Indonesia!" "Pewdiepie aja main dreadout Akashicchi!" "Ha? Oh, ya aku pernah nonton"
Clover : Ya, bagi yang tidak mengetahui siapa itu pewdiepie cek aja channel-nya di youtube. Dan bagi yang tidak tau apa itu dreadout akan saya jelaskan, di demo-nya (bukan yang full) ada perempuan yang merupakan salah satu anggota osis dia terbangun di suatu tempat yang gelap gulita. Sehabis itu dia mendengar ada suara telpon berdering. Dia pergi kearah asal suara dan membuka telponnya (lucunya merek handphone-nya irisphone) dan sisanya tolong cari sendiri/slap :P
Setelah sepakat untuk bermain game itu akhirnya Akashi mulai mendownload game itu. "Sha ra ra ra~! Mari kita bermain dreadout-ssu!" Kise dengan semangat langsung membuka game itu. Lalu, muncul pilihan bahasa antara bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. "Hmm, perintahku absolut jadi kita pilih bahasa Indonesia" Kise cuma nurut-nurut aja kalau disuruh make bahasa Indonesia, toh siapa yang ngasih perintah juga.
Permainan dimulai dengan dimulainya lagu... Lengseng wengi (A/N : Bener gak kayak gitu tulisannya?)
"Hayya, aku kenal lagu ini-ssu!" Kise menyahut. Akashi terlihat berfikir sejenak. "Kalau gak salah... Ini lagu dari Indonesia... Dari Jawa... Sinden... Lengseng wengi!" Kata Akashi yang akhirnya inget juga. "Ano... Akashi-kun, bisa kau beritahu negara Indonesia itu yang mana?" "Are? Kau tak tau?" "..." "Negara yang terdapat di asia tenggara... Negara yang pernah negara kita jajah-" "Akashi-kun jahat" "...?" "Kasian kan negara yang lain dijajah" Dalam hati Akashi berkata. 'SIAPA JUGA YANG NGIRA ITU PERBUATAN BAIK TETSUYA?!'
Kuroko dan Akashi baru sadar akan adanya pergantian lagu dari yang nyeremin jadi yang hepi-hepi gak jelas(?). "Yosh! Kita mulai sekarang-ssu!... Nggak ding, masih ada cutscene! Tapi abis cutscene langsung main!... Katanya ada babi ngepet, sunder bolong, jenglot, nyi ronggeng, pocong... Gak tau deh! Pokoknya banyak-ssu!" Ucap Kise dengan cerianya.
.
.
Clover : Tips kesembilan ketika bermain game horror, jangan pernah bermain sendiri kalau takut (Readers : SEMUANYA JUGA TAU KELEZZ!)
.
.
Kise masih berada di cutscene sampai akhirnya... Para tokoh di game itu berpencar-pencar, meninggalkan si tokoh utama di belakang. Game-pun dimulai dan suasana menegang karna semuanya terdiam, ngelotot kearah layar computer itu. Aomine memecahkan keheningan. "Etto... Kore wa... Nanda? (Anu... Itu... Apaan?)" "Doushita no Daiki? (Kenapa Daiki?)" Aomine hanya diam dan menunjuk kearah sesuatu di sebelah tembok, Kise dan Akashi yang merasa mengerti apa yang Aomine katakana segera bertindak(?).
"Souka, kore wa kono satan (Aku mengerti, itu adalah setannysa "Soudayo! Kore wa kono satan-ssu! Ne Aominecchi, doushita no? Furueru ka? (Benar! Itu adalah setannya! Hey Aominecchi, kenapa? Takut?)" "ZEN ZEN FURUERU NE! (Aku tak takut tau!)" Kise mengehla nafas mendengar jawaban Aomine. "Hai, hai-ssu, anata wa... Furueru janai. Soudayo-ssu? (Baik, baik, kau... Tak takut. Iya kan?)" "S-SOUDAYO! (Benar!)" Mereka semua tertawa lepas mendengar jawaban Aomine yang ketauan banget bohongnya!
"Saa, waktunya selfie-ssu!" "Ha? Selfie? Setan suka selfie?" "Bukan gitu Aominecchi-ssu! Justru setannya takut selfie-ssu!" "Heh, kalau ngomong bahasa Indonesia ajak-ajak dong" "Are? Akashicchi bisa bahasa Indonesia juga-ssu?" Dan mereka (Akashi, Kise) mengobrol dengan bahasa Indonesia dan membuat yang lain bingung, mereka ngomong apaan.
"Kalian gak bisa bahasa Indonesia ya?" Tanya Akashi yang disapa anggukan oleh yang lainnya. "Wakatta. Demo, seenggaknya kalian bisa satu bahasa asing deh. Aku jamin pasti bakal berguna, apalagi bahasa Inggris" "Akashi-kun, bahasa Inggris itu kan bahasa internasional..." "Memang, makanya aku bilang begitu ke kalian dan aku yakin seratus persen pasti kalian bisa" 'Tadi ngomongin b. Indonesia, sekarang ngomongin bahasa Internasional alias bahasa Inggris'
Waktu terus berlalu hingga akhirnya Kise sampai di level terakhir dimana akhirnya Nyi ROnggeng keluar dari persembunyiannya. "Siap?" Aba-aba Kise. "Siap!" Dan dijawab oleh yang lain. "Saa... UTEEEE!" Kise menggunakan tombol shift untuk berlari lalu muncullah cutscene dimana Nyi Ronggeng muncul dan 'player' berada di suatu tempat yang tidak teringat(?). "Minnacchi! Arahnya kemana nih?! Aku lupa-ssu!" "Maju terus, abis itu ke kanan terus maju aja dan disitu entar ada tangga! Kesana cepet!" Kata Akashi make bahasa Indonesia. "TATAKAE! GANBATTE! HAYAKU! KISE(-CHIN/-KUN)!" Kise berjuang layaknya pahlawan di cerita ini.
Iya...
Pahlawan KW-an#Ditabok.
"Dokomademo tsuzuiteku way
Itsumademo tsuzuiteku day
Kono mamajan owaranai na yeah yeah..." Kise sambil main game horror ternytaa masih bisa nyanyi-nyanyi -_- juga membuat yang lain facepalm entah kenapa. "...demo doushite, bokutachi wa..." Kise berhenti di bagian itu, tepat disaat dimana Nyi Ronggeng kembali bernyanyi. "SHIMATTA! DOUSHITE ORETACHI NO KIKOERU KONO KOE WA?! (Sial! Kenapa kita mendengar suara itu?!)"
.
.
Clover : Tips kesepuluh ketika bermain game horror, jangan pernah panic atau anda menjadi lola
.
.
"Kise-kun/Kise/Ryouta/Kise-chin no baka..." "HIDOI-SSU! Demo, kono player wa... NIGEDA HAYAKU BAKA! (Jahat! Tapi, player ini... Cepetan lari bodoh!)" KIse mencak-mencak gak jelas pas Nyi Ronggeng udah ada di deket-nya. "Shinu koto wanai, shinu koto wanai, shinu koto wanai... Motto hayaku! Hontou ni!... YATTA! KORE WA KONO DOA! (Jangan mati, jangan mati, jangan mati... Cepetan! Serius!... Akhirnya! Itu pintunya!)"
Mereka udah seneng gegara akhirnya mereka sampai di pintu keluar. Sayangnya... Nyi Ronggeng balik dan sekarang Kise tidak bisa menggunakan controller-nya dengan benar karna ada tikus yang menghalangi-nya. "AAA! Tikus sialan! Kenapa musti ada di game ini sih!" Intinya, Kise udah gregetan. "Ya Allah, ini susah diatanra yang paling susah-ssu! Cotroller-nya pada amburadul! Makasih banget ya Nyi Ronggengcchi(?)! ASTAGHFIRULLAH ALLAHU AKBAR!" Kise tambah gregetan, meskipun begitu bisa dilihat Kise tersenyum senang karna permainan satu ini menantang sekali... Menantang SEKALI.
.
.
.
"Allahu Akbar, Allahu Akbar!..."
"Alhamdulillah!" Akhirnya mereka bisa melupakan sebuah kelaparan dan kehausan terima kasih untuk Kise Ryouta untuk saat ini. Mereka semua berjalan ke ruang makan untuk buka, setelah itu mereka sholat maghrib berjamaah, lalu bersiap-siap untuk pergi ke masjid untuk sholat tarawih.
Hari itu berakhir dengan penuh kebahagiaan... Juga penuh dengan pemikiran tentang kenapa Kise itu game-horror freaker dan Akashi juga sama kayak Kise? Tapi untuk mereka jawabannya adalah? T! Amiin(?)
.
.
.
To Be Continued...
.
.
Clover : Haloha! Maafkan saya yang melupakan bahwa sekarang tanggal 31 Oktober! Spesial Halloween saya persembahkan sebuah karya dengan game horror di dalamnya/slap. Ngomong-ngomong gimana dengan game yang Kise main? Gapapa tuh ditinggalin begitu aja? Oh nggak dong, dia sih bodo amat, yang penting buka aja! :v
Sampai jumpa minna-san di hari natal!
