Chapter 5 : SERANGAN JANTUNG EVERYWHERE! Happy new year!

Clover : Okey! Langsung aja ya!

Disclaimer : Kurobasu punya Fujimaki Tadatoshi-sensei!

Warning : SELURUH KESALAHAN ADA DISINI! DITAMBAH CHARA OOC BIAR TAMBAH MAKNYUSS!

ENJOY!~

.

.

.

"ARARARARA! MINNACCHI-SSU! ADA BERITA BAGUS NIH-SSU!" Teriak seorang Kise yan merusak acara pagi yang indah di rumah Akashi. "Kenapa? Kulit manggis ada ekstraknya? Udah basi, kulit mastin ada ekstraknya biar greget" Kata Aomine ngelantur karna dia terlalu focus membaca majalah dengan pikiran ERO-nya.

"Yee, Aominecchi dengerin dulu-ssu! Maksudku berita bagus tuh... SEKARANG ADALAH NEW YEAR!" Teriak Kise sambil lompat-lompat kesana kemari. Agak heran juga, padahal dia lagi puasa tapi punya tenaga sebanyak itu. "Kise-kun ada benarnya juga, gimana kalau kita menonton sesuatu?" Usul Kuroko.

Yaa, agak aneh juga sih tiba-tiba Kuroko punya bejibun ide untuk mengisi waktu luang. Biasanya sih, Kise yang punya.

"...UJI NYALI LAGI YUK! Kalau uji nyali cuma main game horror waktu Halloween kan kurang greget... Aku tau anime yang horror menurutku-ssu!" Kata Kise dengan semangat 45. "Apa? Mirai Nikki?" Kata Akashi sambil memasang muka 'BODO-AMAT' entah kenapa. "Akashicchi gimana sih, kan aku bilang horror! Bukan tragedi-ssu!" Mengingat Kise yang akan 100 persen yang pertama menjerit.

Lalu, ruangan menjadi hening. Kesal (namun harus diatahan) karna semuanya pada diem, akhirnya Akashi berkata. "Katanya kau tau anime yang serem. Kalau gak jadi gak usah bilang" Kise cengegesan. "Hehe, Sorry... Aku lupa-ssu" Yang lain hanya menghela nafas dan Akashi bertitah kepada mereka semua untuk mengikutinya ke ruangan yang hampir mirip cinema.

Sesampainya dia ruangan itu, mereka semua (min Akashi) ber-sweatdrop ria. "A-Akashicchi, kita mau nonton anime loh, bukan nonton maze runner-ssu (lah?)" Akashi menunjuk kearah sebuah computer yang ditempeli berbagai macam kabel. Dia berlagak seolah-olah berkata 'Ini disambungkan ke computer, jadi silahkan memilih sesuka hati anime apa yang kau bilang tadi Ryouta'. Setelah Akashi selesai mengutak-atik computer itu akhirnya Kise membuka sebuah wenbsite dan yang lain sudah duduk tenang sambil memakai kacamata 3D. Mereka bias melihat dengan jelas apa yang Kise sedang buka dan... Kise tidak menulis dengan katakana lagi, melainkan dengan bahasa Inggris.

Kise pun mengescroll sampai ke paling bawah dan mengeklik -... Episode 1-, lebih tepatnya Kise melakukan ini agar mereka tak bisa membaca apa nama anime tersebut. Setelah itu Kise ikut bergabung dengan yang lain duduk di sofa, menandakan bahwa mereka telah siap untuk menonton 'anime horror' yang Kise sebut-sebut tadi.

.

.

Clover : Yaa, sekedar informasi... Saya akhir-akhir ini suka dengan RPG horror game, dan salah satu dari seluruh game itu salah satu alur cerita dari game tersebut dijadikan anime. Sayangnya anime itu dihapus entah kenapa alasannya, padahal saya belum sempat nonton. Jadi disini, saya bikin cerita dari anime itu agak ngawur. Ngomong-ngomong, ayo tebak apa namanya!

.

.

Dalam hati, Kise tertawa tebahak-bahak membayangkan ekspresi yang akan dikeluarkan teman-temannya begitu melihat anime tersebut. Masalahnya, ini gore dan horror. Ditambah lagi mereka menggunakan 3D, sebenarnya Kise sendiri mengutuk dirinya sendiri karna telah mengusulkan anime yang satu ini.

Lalu, dimulailah openingnya.

(Sei... Ko... I'm so... Rry...)

Nagaku nagai tabi data ne?
Bokura deau ano toki made...

Isso kuchite hakobune ni
Kegareta mi o nagete
Utsukushii uso de oborete itai

Aitakute aenakute
kimi wa doko na no?

Wakaranai kikitakunai
Mada shinjitsu wa

Tobenai tori-tachi no
rekuiemu ga mata

Hibiku no wa
Shangurira no kokoro!

.

.

Dan selesailah opening tersebut sambil dengan akhir-akhirnya dituliskan...

C

O

R

P

S

E


P

A

R

T

Y

Dengan sebuah gambar cipratan darah di sampingnya. Sekarang mari kita lihat reaksi para karakter-karakter tercinta kita ini.

Dimulai dari kiri alias Kise sendiri, rupanya dia tidak bisa menghilangkan rasa takutnya kepada anime yang satu ini. Pasalnya, dia pertama kali menonton anime ini... Waktu Jumat kliwon sendirian di kamar tengah malem lampu (yang pasti) udah mati dan suara yang digedein make headphone. Jelas-jelas dia masih trauma sampe sekarang (readers : TERUS NGAPAIN DITONTON GEBELEK?!)

Lalu selanjutnya Aomine, jujur saja. Itu baru opening dan mukanya sudah ditutupi oleh bantal (Clover : Padahal di opening yang itu nggak ada seremnya. Aomine : Urusai!) yang entah darimana ia dapatkan. Dia mengintip ke arah depan takut-takut.

Selanjutnya Midorima, bisa dilihat bahwa mukanya jawdrop dan lucky-itemnya sudah berada tepat di depan kakinya beserta kacamata yang melorot dan retak. Seratus persen ancur banget image-nya.

Lalu Murasakibara, dia terlihat mual dan buru-buru lari ke kamar mandi... Anda pasti tau apa yang terjadi selanjutnya.

Kalau Akashi sama Kuroko... Nggak perlu ditanya... Muka mereka sih biasa-biasa aja, soalnya mereka kan memang begitu. Tapi, kalau Akashi justru menatapnya dengan mata berbinar-binar. Biasa, abnormal #DigebukfangirlsAkashi.

...

..

.

Telah berjam-jam lewat, satu-persatu pun tumbang termasuk yang nyaranin. Kini tersisa Kuroko dan Akashi yang menonton corpse party yang terakhir, atau disebut corpse party : Tortured souls.

Hebat ya, cepet banget nontonnya. Dan ketika sampai di akhir-akhirnya... Aomine, Kise, Murasakibara, dan Midorima kembali menonton (Clover : Elah, masa kalah sama anak perempuan nonton beginian -_- Aomine : Udah gue bilang DIEM!) walaupun itu sebenarnya paksaan Akashi.

Mereka melihat 2 karakter perempuan dan 1 karakter laki-laki yang udah berdarah di tangan maupun perutnya.

"Aku mempunyai bagian Yuka, tenang saja" Sang laki-laki memberikan sebuah potongan kertas kepada perempuan 1. Tanpa basa-basi, perempuan 1 menerimanya dan mereka mulai melakukan ritualnya. Namun...

"Baiklah, pertama-tama kita harus menghitung jumlah kita dan sisanya adalah Sachiko!" Kata perempuan 2. Sang laki-laki dan perempuan 1 mengangguk berbarengan lalu mulailah ritual mereka.

"SACHIKO, ONEGAI!" Kata sang laki-laki

"SACHIKO, ONEGAI!" Kata perempuan 2.

"SACHIKO, ONEGAI!" Kata perempuan 1.

"SACHIKO, ONEGAI!" Kata mereka bertiga kompak.

Tiba-tiba cahaya putih mengelilingi mereka lalu mereka lenyap seketika.

.

.

.

Perempuan 2 melihat kesebelah kirinya.

Perempuan 1 melihat kesebelah kanannya.

...

Perempuan 2 memegang sebuah tangan kanan yang telah putus.

Perempuan 1 memegang sebuah tangan kiri yang telah putus.

Kamera di zoom out dan memperlihatkan muka kedua perempuan itu yang shock.

Dan tiba-tiba layarnya menjadi gelap menyatakan bahwa anime tersebut telah selesai. Mari kita beralih ke para kisedai kesayangan kita.

Bisa dilihat Kise, Aomine, Murasakibara, Midorima, dan Kuroko menangis begitu melihat adegan terakhir. Akashi? Rupanya dia sedang berusaha untuk mencegah air matanya keluar. Jujur saja, bagian akhirnya itu telah menyentuh hatinya.

Demi apapun, kalau mereka ada di posisi diantara para karakter tadi, pasti mereka memilih untuk menyelamatkan diri mereka sendiri dibanding menolong temannya yang masih terperangkap.

Lalu tiba-tiba...

"Korose..."

Terdengar sebuah suara mistis yang berasal dari belakang mereka berenam. Perlahan-lahan mereka semua menengok kebelakang dan mereka menemukan seorang perempuan sedang membawa-bawa gunting dan memakai baju berwarna merah yang panjang... Mirip salah satu karakter antagonis di anime barusan.

Langsung saja mereka (min Akashi dan Kuroko) berteriak layaknya wanita. Kalau Akashi dan Kuroko justru cuma bisa memandang pemandangan didepannya dengan tatapan horror.

Perempuan tadi melemparkan guntingnya sambil tersenyum jahat. "Korose yo... Nii-san tachi... Bhuh!" Setela mendengar kata-kata 'Bhuh' mereka langsung memasang muka bingung. "BUAHAHAHAHAHA! Kalian bisa aja dijailin memakai cara murahan macam ini!" Kata sang perempuan sambil tertawa terbahak-bahak. Mendengar suara asli dari sang perempuan akhirnya mereka semua mengambil satu kesimpulan.

"Momoicchi/Momoi-san/Satsuki/Sa-chin/Momoi(-nanodayo/-ssu)?!" Kata mereka berbarengan. Dan sang pelaku menyengir, rupanya dia adalah Momoi Satsuki yang entah bagaimana bisa masuk kerumah Akashi tanpa sepengetahuan Akashi-nya sendiri. "Sudah kuduga kalian akan menonton corpse party! Makanya aku menyamar menjadi Sachiko... AH! Jangan marah, ini lagi puasa! Lagipula, kalau laki-laki melawan perempuan itu berarti bukan gentleman!"

Rupanya Momoi dengan mudahnya mengunci seluruh siasat yang sedang direncanakan oleh mereka semua. "Ok, daripada begitu... mending kalian ikut aku deh!" Kata Momoi sambil mengisyaratkan mereka untuk ikut dengannya. Terpaksa mereka semua mengikuti Momoi yang datang dengan amajing-nya.

.

.

Mereka sama sekali tidak sadar, bahwa wkatu ternyata sudah menunjukkan pukul 11 : 50. Momoi menyanyikan beberapa lagu dengan senang hati, untung aja suaranya tidak sama seperti masakannya yang parah sekali. Tiba-tiba Momoi berhenti di tengah-tengah nyanyiannya membuat yang lain bingung. "Kenapa Satsuki? Jangan bilang kau tidak hapal selanjutnya?" Kata Aomine. Momoi menggeleng lalu menunjukkan tanganya kearah atasnya. "Mite!" Mereka melihat kearah yang Momoi tunjuk.

Lalu tiba-tiba, muncul kembang api dengan bertuliskan 'HAPPY NEW YEAR' di lanjutkan dengan dibawahnya bertuliskan '2015!'. Kembang api mulai membanyak dan makin membanyak, menghias langit malam yang luas menjadi terlihat seperti ditebarkan confetti(?).

Sungguh, ini adalah reuni yang tak akan terlupakan bagi mereka...

Sekaligus mereka mungkin tak akan tidur malam ini.

Karna masih terbayang-bayang anime yang tadi.

To Be Continued...

...

..

.

Clover : Konnichiwa! MAAFKAN SAYA YANG UPDATENYA TERLAMBAT SEKALI! JADI SAYA TERPAKSA BURU-BURU SEBELUM UJIAN MENDATANGI SAYA DAN TEMAN-TEMAN SEKELAS SAYA! Mungkin ini bisa dibilang yang ancur diantara yang ancur... Saya ngerjain juga waktu sakit jadi maafkanlah saya yang menulis banyak typo. Sekian dari saya dan sampai jumpa di chapter selanjutnya!