Title : Let's Not Fall'in Love, Each Other!

Author : U Know Who.

Cast : DBSK Member and Other.

Genre : Romance, Drama, Gaje, ETC.

Pair : YJ. Always. YJ.

Lenght : Chapter 2.

Warning : Genderswitch, Gender Bender. DLDR, No Bash, No Wars. I'm Warning you!

©Misscel

Check it...

Selama beberapa detik mata Jaejoong mencoba mengerjap-ngerjap. Jantungnya berdebar kencang sekali melihat pria yang barusan menyapanya. Ya Tuhan, apa ia tidak salah lihat sekarang? Ingin Jaejoong mencubit tangan atau pipinya sekedar untuk meyakinkan ini adalah nyata. Tentu saja, hal itu tidak akan ia lakukan. Ini nyata, dan bertingkah seperti ia tidak percaya adalah sebuah kekonyolan besar dalam kamus seorang Kim Jaejoong.

"Jung Yunho, kau Jung Yunho, benarkan?" Tanya Jaejoong langsung ketika ia berhasil menguasai keterkejutan yang sesaat tadi cukup nampak terlihat di wajahnya.

Pria itu hanya tersenyum, kemudian mengangguk mantap dan menjawab pertanyaannya yang terdengar cukup tidak sabar di telinga sang pria. "Benar, aku Jung Yunho, atau yang berinisial JYH ketika memberi tantangan padamu di papan pengumuman."

Astaga, kaki Jaejoong serasa melinu mendengar kenyataan bak mimpi yang ia hadapi. Siapa yang tidak kenal Jung Yunho? Gila! Ini benar-benar gila menurut Jaejoong. Yunho adalah incaran setiap gadis di kampus. Bahkan dirinya juga sempat ingin mendekati pria itu sekitar sebulanan yang lalu. Tapi, nyalinya menciut karena Yunho bukanlah seperti pria pada umumnya.

Benar, Yunho berbeda. Dan hal itu bagaikan mendaki gunung es untuk para gadis yang mendekatinya. Yunho terkenal dengan sikap dinginnya dan tidak peduli pria itu pada makhluk yang bernama perempuan. Ya, setiap gadis yang mendekatinya berakhir kesal. Alasan kenapa Jaejoong tidak berani untuk mendekati Yunho, ia takut reputasinya tercoreng jika pria itu menolak.

Tapi sekarang, entah apa yang harus Jaejoong katakan atas ketidak percayaannya. Jung Yunho berada di depannya. Pria yang menantangnya. JYH! Oh sungguh, ia tidak pernah terpikir sejauh itu bahwa inisial JYH adalah Jung Yunho. Ia ingin melompat-lompat karena girang, jika Yunho tidak ada di sini.

Sudut bibir Jaejoong melengkungkan senyuman yang mampu memikat pria manapun, ia berjalan beberapa langkah dan berhenti dengan jarak sekitar 5 langkah dari Yunho. Dimainkannya rambut almondnya yang lurus, dengan bibir yang sengaja ia gigit sedikit agar menambah kesan seksi pada pembawaannya.

"Kenapa kau menantangku? Kau bisa datang langsung padaku, dan mengatakan untuk kita berkencan," ujar Jaejoong dengan penuh percaya diri yang tinggi.

Pikirannya menemukan kesimpulan dari tantangan Yunho, bahwa pria itu tertarik padanya dan semua ini hanya modus belaka agar mereka dekat. Ia bagaikan berada di atas awan sekarang. Bayangan ia akan menggandeng Yunho dan berjalan di sepanjang kampus dengan mata para perempuan yang pasti mendengki padanya tergambar dengan jelas di benaknya. Hanya membayangkan itu saja Jaejoong sangat tidak sabar.

Namun, kekehan dari bibir Yunho membuat keningnya tertaut sempurna. Kemudian pria itu juga berucap yang sedikit menyentak Jaejoong jatuh ke bumi.

"Jadi apa kah kau sudah kalah hanya dalam beberapa menit pertemuan kita Miss Kim?"

Bibir Yunho sedikit tersenyum, kaki panjangnya melangkah menyisih jarak yang tersisa dan berhenti tepat di depan Jaejoong. Diperhatikannya wajah gadis itu dengan seksama. Jaejoong terlihat kesal karena ucapannya. Tapi memang itu yang harus Yunho katakan untuk menyadarkan Jaejoong bahwa mereka hanya memainkan sebuah games.

Jika gadis itu berucap seolah-olah mengundangnya untuk datang dan mengajak berkencan, bukankah Jaejoong terlihat seperti gadis yang menyukainya. Tentu Jaejoong sudah kalah telak hanya dalam hitungan menit. Yunho menghela napasnya, cukup tahu bagaimana sikap Jaejoong si cantik yang populer ini. Yunho menunggu gadis itu untuk berucap menyanggah kalimatnya.

Pernyataan Yunho barusan sangat tidak ia terima. Sial, Yunho memang pria es kutub yang ingin mempermalukannya. Ia tidak boleh jatuh hati pada pria itu, walau sejatinya Jaejoong sendiri sudah merasa sangat girang karena Yunho lah pria yang menantang. Namun demi reputasinya sebagai gadis terpopuler dan cantik, Jaejoong tidak akan menyebarkan perasaan pada pria itu. Ia tidak akan jatuh cinta dan kalah, sebaliknya ia lah yang akan membuat Yunho jatuh cinta padanya.

"Kau pikir aku semudah itu jatuh hati untukmu? Jangan mimpi, Jung," sahut Jaejoong dengan lantang dan mendongakkan kepalanya.

"Bagus, itu akan menarik," ucap Yunho, senyuman lebar merekah di bibir hatinya.

Ya Tuhan, hanya dengan melihat bibir Yunho yang seksi saja sudah membuat Jaejoong serasa meleleh. Ia menepis perasaan yang menggelitik hatinya. Tidak ada kata kalah dalam kamus Jaejoong. Ia bertekad akan membuat Jung Yunho bertekuk lutut sebelum 7 hari.

"Ya, ya, dan pastikan saja jika kau tidak jatuh cinta denganku. Jika kau yang kalah aku akan meminta apa saja darimu," Jaejoong mendorong dada Yunho dengan telunjuknya. Ingin meninggalkan kesan seksi dan menggoda saat ia melakukan itu.

Yunho hanya terkekeh pelan, kemudian menarik pergelangan tangan Jaejoong dan berucap, "Ikut aku Miss Kim, kita perlu bicara sebelum permainan di mulai, besok!"

Langkah kaki Jaejoong hanya menurut kemana Yunho membawanya. Ia bahkan terlihat pasrah begitu saja saat Yunho menariknya, dalam benaknya Jaejoong tengah membayangkan sesuatu. Pipinya bersemu merah, dengan pikiran yang terus mengembang menjadi-jadi di dalam kepalanya.

.

.

.

Yunho membawanya ke caffe yang tidak jauh dari kampus. Jaejoong melihat ada beberapa gadis dan pria yang tercatat sebagi pelajar di kampusnya. Ia merapatkan tubuhnya dengan Yunho. Dan menyelipkan tangannya di lengan kokoh pria itu. Dagunya diangkat yang menunjukkan keangkuhan nyata. Well, tiap orang tahu dengan sikap Jaejoong yang begitu, hanya saja mereka yang melihat Jaejoong bersama Yunho, cukup kaget.

Tentu saja kaget. Bagaimana bisa si cool Yunho bersama dengan Jaejoong. Ya, mungkin mereka sangat cocok jika dinilai dengan wajah, akan tetapi sulit untuk dipercaya Yunho yang terlihat anti dengan gadis seperti Jaejong kini datang ke sini bersama gadis itu dan terlihat intim. Itu yang membuat mereka keheranan dan terdiam dengan apa yang mereka lihat.

Jaejoong menyadari hal itu, seulas senyum samar terlukis di bibirnya. Ia terus mengikuti langkah kaki Yunho yang membawanya ke pojok ruangan. Pilihan tempat yang bagus untuk pasangan, pikir Jaejoong. Yunho melepaskan pegangan tangan Jaejoong, pria itu menarikkan kursi untuknya. Like a gentleman. Dan tentu saja disambut dengan hangat oleh Jaejoong. Tiap pria selalu memperlakukannya seperti itu.

Setelah itu Yunho duduk di kursi seberang Jaejoong dan mengangkat tangannya memanggil waiter. Langsung saja Yunho mengatakan pesanannya pada sang waiter, "1 cappucino dan milkshake vanila."

Mata Jaejoong kembali mengerjap-ngerjap, ia ingin mengorek kupingnya mendengar apa yang Yunho pesan. Astaga, pria itu memilih menu yang tepat untuknya. Ia suka sekali dengan yang berbau vanila. Senyum manis diukir bibirnya. Pikirannya sangat yakin bahwa Yunho menyukainya. Cukup jelas dari pengetahuan pria itu tentang kesukaannya. Well, sepertinya permainan ini benar-benar hanya modus seorang Jung Yunho.

"Kau benar-benar tahu apa yang aku suka, Yun," ucap Jaejoong semanis mungkin.

Yunho menatap gadis yang ada di depannya. Tidak ingin membohongi dirinya dan Jaejoong, Yunho mengangguk. "Ya, cukup tahu bahwa kau suka dengan milkshake vanila," sahut Yunho datar.

Nah kan apa yang diduga Jaejoong benar, Yunho pasti suka memperhatikannya. Ia semakin yakin bahwa Yunho hanya gengsi untuk mengajaknya berkencannya.

"Cukup mengejutkan, tapi aku tersanjung kau memperhatikanku."

"Tanpa sengaja, Miss," ralat Yunho, cukup bisa menebak apa yang ada di dalam benak Jaejoong.

"Apa pun itu," sahut Jaejoong dengan nada malas yang terdengar kesal.

Yunho ingin tergelak dengan sikap gadis yang ada di depannya. Selain sombong, Jaejoong juga sangat manja, sepertinya. Yunho tersenyum tipis, ini akan menarik menurutnya. Sedikit bermain-main dengan gadis terpopuler dan cantik memacu adrenalinnya. Jujur saja, Yunho memiliki satu tujuan dengan menantang Jaejoong.

"Kita bicarakan aturan main kita, Miss Kim," ucap Yunho, tidak ingin terlalu lama berbasa-basi.

Kening Jaejoong setengah terangkat. Apa yang Yunho maksud dengan aturan main? Bukankah di papan pengumuman sudah jelas peraturan yang dimaksud pria super duper keren, cool, dan hot ini? Tidak ingin mengambil pusing, Jaejoong mengangguk. Toh mungkin saja Yunho ingin menambah peraturan mereka.

"Katakan lah, Yun," Jaejoong menopang wajahnya dengan kedua tangannya yang berada di sisi wajah. Matanya menatap lekat Yunho, memperhatikan sekaligus mengagumi pria itu dari jarak sedekat ini. Astaga, jantungnya mulai memacu cepat, Yunho benar-benar sangat tampang dibadingkan dengan pria manapun yang pernah ia kencani.

"Selain yang aku tuliskan di sana, aku ingin memperjelas semuanya. Kau paham kan peraturan yang paling mendasar?"

Jaejoong menggeleng pelan, ia tidak tahu apa yang dimaksud peraturan mendasar yang dibicarakan Yunho.

Helaan singkat dilakukan Yunho, kemudian menjelaskan kembali pada Jaejoong apa yang dimaksudnya. "Kita akan bersikap seperti pasangan. Pasangan. Kau mengerti dengan itu, kan?"

"Umm, aku mengerti. Sekarangpun aku bersedia kita bersikap seperti itu, Yunho!" Sambar Jaejoong, matanya berbinar mendengar kata pasangan yang diucapkan Yunho. Tentu saja, itu maksudnya mereka akan berpacaran! Meski dalam konteks kepura-puraan, tetap saja itu serasa mimpi untuk Jaejoong berkencan dengan pria setampan Yunho yang sulit ditaklukan.

Mendengar sahutan antusias Jaejoong, Yunho menyeringai. Tidak ingin ambil pusing dengan pernyataan gadis itu Yunho menyambung penjelasannya. " Selama 1 minggu, kita akan seperti orang berpacaran. Aku akan menjemput dan mengantarmu setiap hari, kau boleh bertingkah layaknya aku kekasihmu. Lakukan itu semaumu," ucap Yunho sembari memutar bola matanya karena cukup tahu bagaimana tingkah gadis ini.

Jaejoong mengulum senyum, ia mengangguk antusias. Tidak akan menyia-nyiakan kesempatan emas yang ada di depan mata. Ia akan memanfaatkan itu sebaik-baiknya dan membuat Yunho jatuh cinta padanya. Tidak ada yang menolak pesona Kim Jaejoong jika sudah berdekatan dengannya. Dan Jaejoong pun yakin, pria ini tidak akan bisa lolos dari jerat pesonanya.

"Tentu saja, bukankah kita akan menjadi kekasih selama 1 minggu ke depan dan melihat hasilnya siapa yang akan jatuh untuk siapa?"

Anggukan singkat diberikan Yunho. Memang itu adalah tujuannya. Dan melihat bagaimana gadis ini jatuh untuknya. Berbagai hal sudah tersusun dengan rapi di dalam benak Yunho.

"Ya, benar. Dan bersiaplah menjadi kekasihku, Kitten," sahut Yunho, ekor matanya melirik pada waiter yang membawakan pesanan mereka.

Mata Jaejoong mengerjap-ngerjap mendengar nama panggilan Yunho. Pipinya merona, astaga apa secepat ini Yunho memberi nama panggilan sayang padanya. Kitten, ia tidak menyukai nama itu sejujurnya. Tapi ia ingin mengetahui kenapa Yunho memanggilnya begitu.

"Kitten?" Ulang Jaejoong, dengan wajah yang pura-pura bingung dan kening mengkerut. "Kenapa kau memanggilku, Kitten? Panggilan sayang? Atau..."

Sengaja Jaejoong menggantung kalimatnya yang merasa keheranan dan menggigit bibir bawahnya. Mata besarnya melirik Yunho yang menyesap cappucino.

"Kau mirip sekali dengan anak Kucing. Manja dan sangat manis," ujar Yunho, tidak ada sedikitpun Yunho bohong mengatakan itu. Jaejoong memang terlihat manis di beberapa waktu menurutnya.

Pipi Jaejoong lebih merona dipuji oleh Yunho. Tidak ada seorang gadis pun yang pernah ia dengar dipuji oleh pria ini. Ia begitu beruntung, mendapat tantangan yang hanya sekedar modus belaka menurutnya untuk ke jenjang serius berpacaran dengan Yunho.

"Kalau begitu aku juga harus memberikan nama panggilan sayangku padamu, iyakan?" Tanya Jaejoong sedikit malu-malu. Ia tidak pernah berpacaran dengan panggilan khusus. Dan ini kali pertamanya dengan orang yang paling ingin ia pacari.

"Silahkan saja," jawab Yunho singkat, sambil mengeluarkan ponselnya dan kembali berucap, "Nomor ponselmu?"

Yunho meletakkan ponselnya di atas meja, mendorong benda persegi itu ke hadapan Jaejoong. Mulut Jaejoong sedikit membuka, tidak berapa lama ia segera mengambil ponsel Yunho dan mengetikkan sederetan nomor ponselnya.

"Aku menghubungi nomorku," ujar Jaejoong ketika ponselnya berdering di dalam tas brandednya yang bermerk LV. Ia menyerahkan ponsel Yunho dan disambut langsung oleh pria itu.

Tangan Yunho dengan cekatan mengotak-atik ponselnya sebelum menyimpannya ke dalam kantong celana jeansnya dan kembali menyesap cappucinonya.

"Aku akan menghubungimu nanti, seperti yang kau minta kita akan melakukannya sejak hari ini. Jadi waktunya bertambah menjadi 8 hari. Deal?" Yunho mengulurkan tangannya ke atas meja. Jaejoong yang baru saja menyeruput milkshakenya nyaris tersedak. Ia meneguk sisa cairan susu bercampur ice cream itu.

Mata Jaejoong membulat dan menatap tangan Yunho. Ah tangan itu yang sebentar lagi akan selalu ia genggam kemana-mana. Pikirannya mulai lagi berulah. Jaejoong menepis semuanya, segera ia menjabat tangan Yunho sebagai tanda ia bersedia menerima tantangan pria itu secara resmi.

Seringain tipis tercetak di bibir Yunho, pria itu menarik tangannya dari jabatan Jaejoong. Kemudian melirik ke sekitar mereka yang dirasakannya sudah banyak yang mengintip dan mulai penasaran tentang perbincangan mereka. Salahnya sendiri kenapa membawa Jaejoong ke tempat yang biasa jadi tempat tongkrongan anak kampus.

Sedikit mendesah Yunho mengambil gelas cappucinonya. diteguknya langsung habis cairan berwarna coklat muda itu kemudian menatap Jaejoong yang tersenyum di sela-sela sedotan milkshakenya.

"Kitten, aku akan mengantarmu pulang ke rumah dan akan ku jemput jam 5 sore nanti untuk kencan pertama kita, ku harap kau tidak keberatan?"

.

.

.

TBC ?

EYD ga beraturan, typo dimana".

Ada yang tertarik ga sih ? Hehehe ~ .

Ooh makasih ya buat koreksinya yang M-Not always mature itu hehehe ~ iya maksud aku emang M-Not always Sex Content gitu ~ :3 .

Yang bilang peraturannya rada mirip sama kyumin di aff, aku ga baca ff kyumin dan aff ._. . Ini emang ada semacam pic gitu yang tantangan gitu lah ~ waktu aku di rp sering seliweran sama anak" rp yang ngemodus dan nyari couple xD . -Ceileh keinget si Baby Bear :v -

Thank For Reading and Reviews ~ .

With Love.

Misscel ^^.

.

.

.