Title : Let's Not Fall'in Love, Each Other!

Author : U Know Who.

Cast : DBSK Member and Other.

Genre : Romance, Drama, Gaje, ETC.

Pair : YJ. Always. YJ.

Lenght : Chapter 3.

Warning : Genderswitch, Gender Bender. DLDR, No Bash, No Wars. I'm Warning you!

©Misscel

Check it...

Sejak diantarkan Yunho pulang ke rumah, Jaejoong langsung membongkar habis isi lemarinya. Pakaian terbaiknya sudah ia keluarkan dan cocokkan dengan tas dan heels yang akan ia kenakan nanti. Selama beberapa jam bertempur dengan barang branded koleksinya, Jaejoong akhirnya menjatuhkan pilihan pada sebuah dress selutut berwarna pastel tanpa lengan, dan tas dengan merk Hermes berwarna putih, heels yang warna senada dressnya juga beberapa aksesoris yang dari emas putih melingkari leher dan pergelangan tangannya.

Ia mengoleskan lipstik warna peach ke bibirnya sebagai sentuhan terakhir dari dandanannya. Jam sudah nyaris pukul 5 sore. Ya Tuhan, ia berdebar-debar menanti kehadiran Yunho yang sekarang boleh ia sebut sebagai kekasihnya. Ya, kekasih, tidak peduli jika ini kepura-puraan semata atau yang lainnya. Ia yakin sekali semua hanya modus Jung Yunho untuk mengajaknya berkencan.

Jaejoong berputar selama beberapa kali sebelum tersenyum ke cermin besar dengan bingkai Hello Kitty. Ia mengedipkan sebelah matanya dan bergumam dengan perecaya diri, "Kau sangat cantik Jaejoongie, pasti Yunho akan klepek-klepek melihat penampilanmu."

Baru saja kata penuh pemujaan pada diri sendiri itu digumamkan, ponselnya berdering. Sebuah pesan teks dari Yunho yang memberitahukan bahwa pria itu sudah berada di depan pagar rumahnya yang besar. Segera Jaejoong memasukkan ponselnya ke dalam tas dan berlarian kecil keluar kamar.

Sesampainya di depan pintu utama rumah mewahnya, Jaejoong menghentikan larinya, ia mengatur napasnya dan merapikan rambutnya yang dibiarkan tergerai. Tidak ingin jika kesan tidak rapi dan juga tergesa-gesa diketahui oleh Yunho. Ia harus terlihat anggun dan mempesona. Jadi setelah ia bisa menguasai diri, Jaejoong baru membuka pintu utama.

Berjalan dengan anggun menuju ke pintu pagar yang dijaga oleh keamanan rumah. Sang penjaga membukakan pintu pagar untuknya, mata Jaejoong langsung mencari keberadaan mobil Yunho yang siang tadi mengantarkannya. Ia tersenyum melihat mobil Audy milik pria itu yang berada nyaris 10 meter dari depan rumah.

Jaejoong melangkah ke tempat mobil Yunho. Jantungnya deg-degan sekali. Ia bahkan ingin menghela napas karena merasa begitu sangat berdebar. Ini kencan pertamanya dengan Yunho, di hari pertama mereka sepakat untuk berkencan. Ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Sebuah ide dan rencana sudah terbesit di dalam benaknya.

Jari lentik Jaejoong yang dipoles nail art mengetuk kaca jendela Yunho, segera pria itu membuka kaca jendelanya dan tersenyum padanya. Astaga, Yunho tampan sekali dengan stelan kemeja berwarna hitam. Ia nyaris menjerit saat melihat senyuman pria itu. Namun tentu saja tidak ia lakukan. Akan merusak imagenya jika seorang Kim Jaejoong menjerit. Harusnya tiap pria lah yang menjerit ketika melihatnya.

"Maaf membuat lama menunggu," ujar Jaejoong setelah membuka pintu mobil dan duduk di ssamping kemudi. Ia memasang seatbelt, kemudian menatap Yunho yang hanya memperhatikannya.

"Jadi kemana kita, uumm Yunnie Bear?" Tanya Jaejoong dengan nada malu-malu dan polos.

Mendengar pertanyaan Jaejoong dan sebutan gadis itu untuknya, Yunho terkekeh pelan. Ia menginjak pedal gas dan mulai memokuskan diri ke depan. "Jadi kau sudah memiliki nama panggilan untukku, hmm?" Yunho sengaja tidak menjawab pertanyaan Jaejoong tadi. Berharap gadis yang ditantangnya akan penasaran.

"Uumm, aku sudah memikirkannya, dan nama itu cocok untukmu," ujar Jaejoong, rona merah di pipinya menambah kadar blush on yang ia poleskan. Memang benar, Jaejoong sudah memikirkan nama panggilan sayang untuk Yunho, dan menurutnya badan Yunho yang memukau itu pasti sangat kekar. Ia memberi perumpamaan Bear dengan maksud tujuan Yunho menggantikan boneka Teddy Bearnya yang besar dan hangat.

"Manis sekali, Kitten," sahut Yunho sembari melirik gadis yang ada di sebelahnya.

"Untukmu selalu akan menjadi manis, Yunnie," Jaejoong mencoba menggombal, ia sangat tidak terbiasa dengan itu, biasanya ia lah yang akan digombali tapi entah kata-kata itu reflek keluar dari bibirnya dan Jaejoong tidak sedikitpun menyesal.

Yunho hanya tersenyum melihat keagresifan Jaejoong yang lewat kata-kata. Dalam hati Yunho cukup tahu bahwa Jaejoong merasa di atas awan karena berkencan dengannya. Selama beberapa hari Yunho akan memanjakan Jaejoong seutuhnya. Tapi rencananya harus berjalan sesuai ketetapannya.

"Kau jauh lebih manis, Sayang," Yunho membalas gombalan Jaejoong tanpa tanggung-tanggung. Lagi pula gadis itu adalah kekasihnya sekarang meski konteks pura-pura, tetap saja Jaejoong adalah kekasihnya.

Telinga Jaejoong terjengit mendengar kalimat itu. Astaga, Yunho memanggilnya sayang, ia senang sakali. Dugaannya tidak mungkin salah. Yunho pasti sudah memendam perasaan padanya. Jadi, Jaejoong akan menikmati ini sambil menyeret Yunho untuk jatuh lebih dalam dan akan mengaku kalah.

"Benarkah? Aku tersanjung sekali, kalau begitu kau sangat beruntung karena memiliki pacar manis dan cantik seperti aku." Sikap percaya diri yang berlebih Jaejoong mulai mendominan lagi.

Yunho hanya tertawa, namun itu memang benar, setiap pria pasti akan sangat beruntung dan sombong jika berkencan dengan Jaejoong. Gadis itu memang cantik tapi menurut Yunho itu semua masih kurang. Dan dengan cueknya Yunho menyahut yang membuat pipi Jaejoong merona merah, "Tapi aku belum merasakan seberapa manis dirimu, Sayang. Mungkin aku akan mencobanya nanti."

Dalam pikiran Jaejoong, Yunho sangat bisa melelehkan dirinya. Hanya karena itu saja Jaejoong bagaikan cacing panas yang tidak sabaran. Kalimat Yunho tadi memang sangat ambigu tentang mencobanya. Tapi, jika Yunho mengartikan itu dalam konteks yang lebih dalam, Jaejoong tidak keberatan. Ia bahkan merasa sangat beruntung jika Yunho menyentuhnya, dan itu artinya ia sudah membuktikan bahwa Yunho kalah. Selain itu juga ia sudah mengikat Yunho, dan bisa menyeret pria itu untuk menikahinya.

"Mencobanya sekarangpun, aku tidak keberatan, Yun. Supaya kau tahu seberapa manisnya aku," Jaejoong mengucapkannya tanpa rasa malu yang berarti. Ia hanya merona, dan mengigit bibir bawahnya sebagai godaan nyata untuk Yunho yang meliriknya.

Well, Yunho cukup geli. Jaejoong benar-benar sangat agresif. Gadis itu tidak tanggung-tanggung menyerahkan diri padanya. Entah, apa pikirannya dan Jaejoong sejalan. Yang pasti Yunho sudah menilai Jaejoong cukup murahan di depannya. Hal itu memacu Yunho untuk mengetahui apa Jaejoong terbiasa bersikap demikian pada setiap pria yang dikecaninya.

"Jadi aku orang keberapa yang kau undang untuk merasakan dirimu, Baby?"

Jaejoong terkejut mendapat pertanyaan yang melecehkan dan menghinanya. Keningnya tertaut sempurna dengan mata besar yang menatap Yunho tidak percaya. Namun, semua itu baru ia sadari, Yunho tidak akan pernah lancang bertanya jika ia sendiri tidak bertingkah bagaikan wanita murahan. Astaga, sikap agresif dan tidak sabarannya mulai mendominasi dan membuatnya salah langkah.

Reputasinya bisa hancur jika Yunho berpikir yang tidak-tidak. Ia mulai panik untuk memberi jawaban untuk mengklarifikasi sikapnya yang tadi. Sedikit mendesah dan menatap penuh luka pada Yunho, ia berucap, "Aku bahkan tidak pernah mengucapkan itu pada pria manapun yang aku kencani. Karena kita hanya bermain, aku pun bersikap main-main saja padamu!"

Beruntung jawaban bagus itu segera terpikir oleh otaknya. Ia bisa membuat tameng dengan alasan awal mereka berkencan. Ia mengerucutkan bibirnya, tatapan kesal masih ia lemparkan pada Yunho yang fokus mengemudi. Tidak ada jawaban dari pria itu atas peryataannya. Ia semakin kesal dengan pria itu, dan memilih menolehkan kepalanya keluar kaca jendela mobil.

Tidak ada yang membuka suara lagi setelah itu. Jaejoong benar-benar jengkel. Mobil Yunho terhenti di salah satu taman bermain yang banyak dikunjungi anak kecil dan para orang tua, Jaejoong langsung keluar dari mobil. Ia tidak ingin berbicara lebih dahulu pada Yunho, walau sejatinya ia bingung sekali, untuk apa Yunho mengajaknya ke taman bermain yang cukup ramai ini.

Yunho sadar sekali bahwa gadis itu marah padanya. Tapi sedikitpun Yunho tidak menyesal mengajukan pertanyaan itu. Sebaliknya Yunho merasa lega sekaligus mendapat jawaban yang membuatnya cukup penasaran. Diliriknya Jaejoong yang menatap ke depan. Pandangan mata gadis itu kentara sekali tidak suka.

Dilangkahkan Yunho kakinya menuju Jaejoong. Kemudian memeluk gadis itu dari belakang tanpa canggung sedikitpun dan menyandarkan dagunya pada bahu Jaejoong. "Kau marah, Sayang?"

Sikap Yunho yang tiba-tiba memeluknya, membekukan Jaejoong seketika. Apa lagi pria itu berbisik yang membuat bulu romanya berdiri. Astaga, ia tidak tahu harus merasa seperti apa. Jujur saja, Jaejoong masih kesal. Kekesalan yang berlipat-lipat pada Yunho. Kesal karena pertanyaan pria itu, lalu didiamkan, dan dengan tanpa alasan apapun Yunho membawanya ke taman.

"Apa pedulimu jika aku marah? Kau pasti berpikir yang tidak-tidak tentangku. Demi apapun Yun, kita hanya bermain games kan, jadi aku yang sekarang bukanlah diriku yang sebenarnya. Aku..."

Cup.

Satu kecupan di bibir Jaejoong menghentikan sederetan kalimat panjang yang akan diluapkannya. Mata Jaejoong mengerjap-ngerjap. Ia menoleh ke arah Yunho, pria itu hanya tersenyum dan masih memeluk tubuhnya dengan erat.

Ya Tuhan, apa yang pria itu lakukan padanya? Mencium? Ia dicium Yunho? Ingin rasanya ia berjingkrak-jingkrak karena menyadari itu. Tapi jelas, itu akan merusak imagenya lebih dalam. Lagi pula tadi ia ingin membersihkan imagenya yang sedikit ternoda karena kecerobohan bicaranya. Jaejoong harus bisa mengendalikan perasaannya. Ia tidak boleh terlihat murahan lagi di depan Yunho.

"Kau manis, Sayang. Lebih cantik juga saat sedang marah seperti ini. Tapi ini kencan pertama kita. Aku tidak ingin merusaknya, jadi maafkanlah aku atas pertanyaan konyol tadi, Cintaku."

Nah, Jaejoong sudah meleleh dengan sempurna karena kata-kata Yunho. Ia mempoutkan bibirnya, menunjukkan sisi merajuknya yang ingin lebih diperhatikan dan dimanja. "Yunnie menyebalkan sekali," ujar Jaejoong, merengek.

Yunho tersenyum dengan sikap dan pola manja Jaejoong. Sangat bisa dipahaminya bagaimana gadis yang menyandang gelar tercantik ini. Dan jujur saja, Jaejoong sedikit gregetan dengan bibir Jaejoong. Jika ini bukan taman mungkin saja Yunho bisa khilaf dan melumat habis bibir sang lawan.

Well, itu sudah masuk dalam peraturan permainan mereka. Jadi, Yunho tidak pernah mempermasalahkan jika Jaejoong ataupun seperti tadi, dirinya mencium gadis itu. Ciuman dalam aturan main mereka sah-sah saja. Toh, kelihatannya Jaejoong tidak protes ketika diciumnya, sebaliknya gadis itu meluluh.

"Maaf Kitten," bisik Yunho tulus. Kemudian Yunho melepaskan pelukannya dan menggenggam jemari Jaejoong. Mengajak gadisnya memasuki area taman bermain.

Senyuman lebar sangat nampak di wajah Yunho saat melihat beberapa anak-anak yang berlarian. Jaejoong memperhatikannya dengan seksama. Dari ekspresi wajah pria itu, Yunho seperti menyukai anak kecil. Jaejoong cukup menyukai anak kecil, tapi ia tidak suka dengan anak-anak yang mudah rewel.

"Kau suka anak kecil, Yun?" Pertanyaan itu tiba-tiba saja lolos dari bibir cherry Jaejoong.

Yunho membawa Jaejoong ke kursi taman yang ada di pojokan. Cukup sepi dari anak-anak dan orang tua. Tapi pandangan pria itu masih terfokus pada anak-anak yang berlarian dan bermain ke sana kemari. Sedangkan Jaejoong, ia hanya berdiam diri sambil menunggu Yunho menjawab pertanyaannya yang terlontar tadi.

"Sangat suka anak kecil, Sayang. Sangat berharap jika kita menikah nanti akan memiliki banyak anak," sahut Yunho, senyuman terkembang di bibir Jaejoong. Dan kontan saja ucapan Yunho lagi-lagi mengejutkan Jaejoong.

Tidak ada hal lain yang bisa diprediksi Jaejoong selain Yunho memang menaruh hati padanya. Ia mengulum senyum, dan dengan percaya diri menelusupkan tangannya diantara lengan Yunho. Kepalanya ia sandarkan di bahu pria itu. "Memangnya berapa banyak anak yang ingin kau miliki?" Tanya Jaejoong, ia hanya mengikuti alur perbincangan Yunho. Lagi pula, ia sudah begitu yakin 2 kali lipat bahwa Yunho hanya modus dengan games konyol dan tantangannya.

"Sebanyak mungkin, asal kau mampu mengandung dan melahirkan anakku," jawab Yunho dengan santai. Lalu pria itu tertawa pelan. Cukup sadar bahwa obrolannya sangat konyol sekali.

"Aku pernah berpikir ingin memiliki anak 2 saja, tapi jika kau menginginkan lebih, aku akan memikirkannya," Jaejoong tersenyum lembut. Debaran jantungnya menjadi-jadi, ia juga menemukan sebuah kehangatan dalam diri Yunho yang terkenal seperti es kutub.

Tidak, pria itu tidak sedikitpun dingin. Malah Jaejoong mendapati kesan berbeda dengan Yunho yang beberapa waktu lalu dan Yunho yang sekarang berkencan dengannya. Yunho yang jadi kekasihnya ini begitu sangat hangat dan juga perhatian. Ia jadi tersanjung dengan sikap Yunho yang sekarang.

Lebih, pria itu membuka obrolan yang sangat tabu. Seumur-umur pria yang pernah berkencan dengannya tidak pernah berbicara soal bagaimana hubungan mereka ke depan, apa lagi seperti Yunho yang sudah membicarakan perihal anak. Ia bagaikan seorang kekasih lama pria itu dan mulai menyusun planning kehidupan masa depan bersama-sama.

"Bagaimana jika 5 anak?" Yunho menoleh pada Jaejoong yang langsung membelalak.

"5?" Ucap Jaejoong dan mengangkat kepalanya dari bahu Yunho. Ia menggeleng mantap dan kembali menyambung, "3, okay?"

"4, bagaimana?"

"Tidak, mau. 3 saja. Setelah aku pikir-pikir, 3 anak sudah cukup."

Yunho tertawa dengan jawaban Jaejoong, pria itu mengacak rambut almond Jaejoong dengan gemas sebelum mengecup keningnya. "Baiklah, 3 anak," ujarnya setelah itu.

Lagi, mata Jaejoong membelalak dengan perlakuan Yunho. Ia serasa benar-benar bagaikan kekasih Yunho yang sudah lama berkencan dengan pria itu. Jaejoong tersenyum tipis, itu sangat baik untuk perkembangan mereka. Toh, jika nanti mereka sudah selesai bermain, Jaejoong sudah menyiapkan permintaannya pada Yunho. Ia pasti menang.

.

.

.

Selama sekitar nyaris satu jam di taman bermain, akhirnya Yunho membawa Jaejoong ke sebuah restoran dimana Jaejoong ingin mereka dinner. Ia memilih restoran teromantis dan elite yang dari dulu ingin sekali ia datangi dengan calon kekasih terbaiknya kelak. Dan Jaejoong menjatuhkan pilihan bahwa Yunho lah kekasih terbaik yang pernah ia miliki sepanjang sejarah cintanya.

Ia bukannya tidak memiliki alasan karena itu. Karena Yunho berbeda dari pria lainnya yang ia kenal, itu sudah cukup sebagai alasan Jaejoong. Entahlah, Jaejoong sendiri tidak mengerti kenapa ia begitu mudah menjatuhkan predikat terbaik pada Yunho, padahal ia dan Yunho belum 12 jam terlibat dalam hubungan asrama. Jaejoong tidak ingin mengingat-ngingat tentang games konyol yang mereka mainkan. Toh, pikirannya sudah meyakinkan hatinya bahwa semua ini bukan sebuah games. Yunho serius untuk mengajaknya berkencan.

setelah waktu yang cukup lama berkencan dan sangat cepat menurut Jaejoong. Yunho mengantarkannya pulang. Ia mengajak Yunho untuk mampir, tapi pria itu menolaknya. Sebenarnya Jaejoong kecewa, tidak sembarang pria yang mendapat ajakannya untuk mampir ke rumah atau berkenalan dengan orang tuanya. Tapi, ia tidak ingin berpikir macam-macam. Mungkin saja Yunho cukup sangsi sedangkan mereka baru berada di awal-awal kencan.

Sekarang Jaejoong sudah memakai piyamanya untuk tidur. Ia memencet nomor Junsu, sejak di kampus siang tadi ia belum menghubungi sahabat dekatnya itu. Jaejoong ingin bercerita perihal tentang Yunho yang begitu gently di matanya. Ia terbiasa berkeluh kesah dengan Junsu. Hanya Junsu yang bisa mengertinya dan memahaminya dari gadis manapun. Itu kenapa Jaejoong hanya memiliki Junsu sebagai teman dekat. Bukannya ia menutup kemungkinan untuk yang lain, akan tetapi ia sudah memiliki pengalaman buruk dengan gadis lainnya yang ia anggap teman.

Jaejoong tersenyum lebar saat teleponnya diangkat Junsu, ia langsung mencerocos sebelum sahabatnya itu mengucapkan sepatah kata pun, "Junsu, kau tahu aku tadi berkencan dengan Yunho. Dan kau tahu? Aku yakin sekali bahwa Yunho hanya gengsi untuk mengajakku berkencan. Astaga, hari ini begitu mengesankan dan banyak sekali kejutan yang menyenangkan untukku."

.

.

.

TBC ?

EYD ga beraturan. Typo dimana" -bow-.

Well, Jaejoongnya ga biasa dari chara yang biasa aku buat ? Hahaha ~ iya emang kok sengaja eeh xD -toel kak Baby (?) yang bilang gitu xD - .

Beb nara ~ enggak kek checkmate deh ini menurutku ~ xD tau deh ini lagi gaje aku loh xD .

Ohh iya Misscel sekalian mau promosiin buku para author kece yang sedang menggarap buku di D'YJ Online Shop ya ~ .

- NaraYuuki ~ Love Stone. Net 70.000, free notes book, 161 Hal.

- JaeHo Love ~ A Thousand Vows For You. Net 80.000, free Ganci replika Eifel. 260 hal.

- Misscel ~ Wedding Proposal, Net 80.000. 223 hal, Hard Cover Version.

- T-shirt V-Neck warna merah yang bertuliskan "Sorry girls YN only dates AE." Harga 90.000.

- T-shirt hitam? "Sorry Boys, I only date Changmin." Harga 85.000.

Ooh iya Misscel juga mau buka PO buat Novel Misscel yang judulnya I Order You, ceritanya bisa di baca di wattpad username : Misscelyunjae. Yang minat hub Misscel ya ~ :* .

Yang berminat silahkan hubungi Costumer service D'YJ Online Shop.

FB : Yoori Michiyo / Gendis Aprilia.

Wa : Misscel - 085753432626

BBm : Misscel - 7630E51D

Harap hubungi salah satu saja ya untuk yang berminat supaya ga double pesanan :) .

Thank For Reading ~ .

With Love.

Misscel ^^.

.

.

.