Title : Let's Not Fall'in Love, Each Other!
Author : U Know Who.
Cast : DBSK Member and Other.
Genre : Romance, Drama, Gaje, ETC.
Pair : YJ. Always. YJ.
Lenght : Chapter 4.
Warning : Genderswitch, Gender Bender. DLDR, No Bash, No Wars. I'm Warning you!
©Misscel
Check it...
Yunho tersenyum lebar saat keluar dari kamar mandi. Well, setelah mengantarkan Jaejoong, ia harus menghadapi teman kental sekaligus sepupunya yang sudah mulai berisik ketika mobilnya memasuki garasi mansion ini. Sewaktu ia di dalam kamar mandi pun, ocehan pria itu tidak berhenti. Ketidak percayaan dan umpatan sudah puluhan kali dikeluarkan oleh bibir sang sepupu.
"Kau benar-benar, Yun," lagi kalimat itu yang di dengar Yunho. Entah sudah berapa kali sepupunya mengucapkan kata itu.
Seringain lebar terukir di bibir Yunho sembari membuka lemari dan mengambil pakaian dari sana. Tidak ada sedikitpun niat Yunho menjawab apa yang tadi diucapkan oleh si pria. Dan jelas hal itu memacu sepupunya untuk mengumpat lagi.
"Sial, kau bahkan menyeringai bukannya menjawab perkataanku. Aku benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiranmu."
Yunho tergelak, ia langsung berbalik menatap Yoochun, sang sepupu setelah melempar handuk ke keranjang pakaian kotornya. Ya, Yunho terlalu malas kembali ke kamar mandi dan menyampirkannya dengan rapi. Kakinya melangkah menuju ranjang yang sudah di huni oleh sang sepupu yang menatapnya penuh kebingungan yang menjadi-jadi sejak tadi.
"Kenapa kau tidak menontonnya saja dengan baik? Tidak ada untungnya kan kau marah-marah seperti ini?"
"Astaga, aku tidak marah Yun, aku hanya bingung apa yang ada dalam pikiranmu sehingga menantang Jaejoong dengan permainan konyol seorang playboy!" Yoochun menarik napasnya dalam-dalam. Menghadapi Yunho dengan ke sok polosannya membuatnya ingin mencakar-cakar wajah tampan pria itu.
"Jika tidak dicoba kita tidak akan tahu tentang gadis itu, kan?" Yunho hany tersenyum dan mengambil ponsel yang ada di atas meja nakasnya. Lalu, ia menaiki ranjang dan melirik Yoochun yang menghela napas dalam.
"Kau tidak perlu melakukan sejauh itu, Yun! Itu benar-benar gila, aku tidak bisa membayangkan imagemu akan runtuh dalam seminggu!"
"Runtuh?" Kening Yunho terangkat mendengar itu, kali ini ia cukup tertarik.
Wajah Yoochun berekspresi seserius mungkin, pria itu mengangguk dan menjelaskan maksudnya, "Kau pasti akan selalu ditempel oleh Jaejoong. Orang-orang akan melihatmu calon korban Jaejoong lagi, dan.."
"Ya Tuhan, aku pikir tadi itu hal yang sangat serius, Chun. Santai saja, dan kau bisa menonton dengan manis," Yunho menyelanya dan tertawa pelan. Ucapan Yoochun sungguh tidak masuk akalnya.
Tentu saja Yunho sangat tahu sikap Jaejoong yang sedang ia tantang bermain games perasaan ini. Namun tadinya ia pikir Yoochun paham kenapa ia melakukan hal tersebut pada Jaejoong. Sayangnya, ternyata Yoochun tidak bisa menangkap apa maksudnya dengan baik. Well, Yunho sendiri malas untuk mengatakan apa.
"Aku mengkhawatirkanmu sepupu, kau tidak ingin menjadi korban selanjutnya gadis itu, kan?" Yoochun kembali bersuara dengan segala kekhawatirannya pada Yunho, bagaikan Yunho seorang remaja yang baru terjun untuk menikmati yang namanya cinta dan pacaran.
"Astaga, Chun. Kita bisa melihat hasil akhirnya sepekan nanti, kau lihat saja siapa yang akan kalah," Yunho menekan nomor telepon Jaejoong setelah mengucapkan itu. Mungkin kalimatnya sangat percaya diri sekali, tapi Yunho sudah tahu dengan jelas Jaejoong sudah merasa tertarik dengannya.
Bahkan, ketika ia mencium gadis itu di taman, Jaejoong hanya diam saja dan tidak melakukan penolakan. Apa lagi skinship yang tadi banyak mereka lakukan. Well, dari situ saja Yunho bisa menilai bagaimana perasaan Jaejoong padanya.
Sambungan telepon yang juga disertai video call tersambung. Ia langsung tersenyum karena melihat wajah cantik Jaejoong yang cukup mengantuk. Tapi entahlah ia hanya ingin menghubungi gadis itu untuk membuatnya semakin jatuh karena segala yang ia berikan.
"Apa kau sudah ingin tidur, Kitten?" Yunho bertanya sebelum Jaejoong membuka suaranya. Ia juga melirik pada Yoochun yang ada di sampingnya saat pria itu mendengus.
"Uumm, tapi aku juga merindukanmu, Yunnie," sahut Jaejoong dengan wajahnya yang mulai memerah dan menggemaskan sekali dengan paduan piyama yang lucu.
"Secepat itu, hmm?" Yunho terkekeh, hanya ingin menggoda Jaejoong dan nampaknya gadis itu terlalu naif untuk menyadari godaannya.
Jaejoong mengangguk mantap dengan kesan manja yang apik terlihat dari pembawaannya. "Aku ingin dipeluk olehmu saat tidur, Yunnie," ujar Jaejoong dan memeluk gulingnya sambil membayangkan itu adalah Yunho, mungkin.
"Kau manis sekali Sayang, andai saja aku bisa menculikmu malam ini, tentu saja aku akan membawamu ke ranjangku dan akan aku peluk sepanjang malam. Lebih baik tidur bersamamu dari pada harus tidur bersama pria aneh yang ada di sampingku."
Sengaja Yunho mengatai Yoochun, dengan jelas ia bisa menangkap pergerakan pria itu yang mulai berbaring namun juga mengolok-oloknya yang sedang menelpon.
Kening Jaejoong terangkat sebelah, wajah bingung dan penasaran langsung dipasang gadis itu. "Tidur dengan pria aneh? Siapa, Yun?" Tanya Jaejoong dengan menyelidik, dari suaranya ada getar-getar kecemburuan yang cukup terasa.
"Sepupuku, Sayang. Dia terbiasa menginap di sini, mungkin kau mengenalnya." Yunho mengarahkan ponselnya ke wajah Yoochun yang seketika menghoror.
"Yaaa Jung Yunho, tidak usah menyorotku dan menunjukkan keberadaanku pada kekasihmu!" Teriak Yoochun kemudian berdecak kesal sambil menarik selimut.
Mulut Jaejoong sedikit membuka, tidak percaya akan ada Yoochun di atas ranjang Yunho. Dan Jaejoong lebih tidak percaya lagi karena pria itu adalah sepupu Yunho. Siapa yang tidak kenal Yoochun? Bahkan pria itu pernah ingin mendekatinya, hanya saja Jaejoong tidak ingin memikat Yoochun karena Junsu mengagumi pria itu.
"Kau dan Yoochun adalah sepupu?" Tanya Jaejoong dengan wajah konyolnya yang ingin membuat Yunho tertawa.
"Ya, Kitten. Kau terkejut?" Yunho melirik jam yang ada di layar ponsel bagian atasnya. Ia sebenarnya ingin sekali menggoda Jaejoong lebih lama namun, ini sudah cukup larut untuk gadis beranjak tidur. Meskipun ini masih jam 10 malam.
"Aku tidak menyangka, Yunnie. Aku iri sekali dengannya karena tidur bersamamu," bibir Jaejoong mempout, menunjukkan bagaimana wajah kesalnya yang begitu menggoda.
"Ya Tuhan, Kitten. Kau begitu seksi Sayang, aku tidak ingin kau memperlihatkan wajah seperti itu pada pria manapun lagi!" Ketidak relaan berbagi begitu saja muncul dalam hati Yunho. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana Jaejoong berekspresi seperti itu di depan pria lain.
Jaejoong terkikik geli, namun tak elak gadis itu mengangguk dengan patuh, "Uumm baiklah, Yunnie. Aku tidak akan bertingkah seperti tadi pada pria manapu."
"Good Wifey! Sekarang tidurlah, Manis. Selamat malam dan semoga mimpi indah, aku mencintaimu," ujar Yunho dan mengedipkan matanya pada Jaejoong yang tersenyum malu-malu. Kemudian mematikan panggilannya sebelum Jaejoong membalas perkataannya.
Well, kelihatannya gadis itu terlalu malu untuk membalas apa yang ia katakan tadi. Dan Yunho begitu sangat mengerti, namun Yunho sendiri tahu meski tanpa terucap Jaejoong sudah memiliki makna kata itu dengan hatinya. Bukan sepertinya yang masih dalam tahap main-main.
"Kau benar-benar berbakat menjadi playboy," komentar Yoochun, kala Yunho merebahkan dirinya dan membuka applikasi games pada ponsel kesayangannya.
Yunho hanya tertawa renyah mendengar perkataan yang ia anggap sebagai pujian dari Yoochun. Toh, ia baru kali ini bersikap seperti playboy pada gadis. Yunho rasa ia harus menerapkn itu dengan baik agar Jaejoong luluh lantak pada pesonanya yang tidak bisa ditepis.
"Otakmu sudah konslet, Jung. Kita akan lihat bagaimna reaksi Paman jika mengetahui perbuatanmu," Yoochun kembali berkomentar dan mengambil ponselnya. Pria itu tergoda memainkan games yang sama dengan Yunho sebelum tidur.
.
.
.
Seluruh mata tertuju pada Jaejoong dan juga Yunho. Pasalnya sejak turun dari mobil Yunho, Jaejoong melekatkan diri pada pria itu. Ia mengamit lengan Yunho seolah-olah tidak rela jika melepaskannya. Wajahnya juga begitu terlihat angkuh sekali karena menggandeng pria yang paling diminati nyaris seluruh mahasiswi.
Bisik-bisik tetangga pun tidak bisa dihindarkan. Kemana langkah kaki Jaejoong dan Yunho, di situ juga terdengar dan terlihat sekumpulan orang untuk bergosip. Jaejoong begitu sangat bangga karena menggaet Yunho, ia tidak ingin mengingat-ngingat bahwa ini adalah sebuah games. Menikmati segalanya akan lebih baik dari pada terus berpikir was-was.
"Aku akan menjemputmu setelah kelasku berakhir jam 1 siang nanti," Yunho berhenti melangkahkan kaki, aura dan sikap dinginnya mulai ditunjukkan lagi. Tapi Jaejoong tahu itu hanya pembawaan Yunho di luar, sebenarnya pria itu amat hangat.
"Uumm, aku akan menunggu di parkiran," ujar Jaejoong, ia tidak berniat untuk mampir ke cafetaria atau kantin di kampus.
Sudah jelas gosip tentang ia dan Yunho sedang hangat-hangatnya diperbincangan. Dan jujur saja Jaejoong malas menanggapi hal itu yang bak artis sedang diburu para wartawan untuk mencari berita tekini. Well, maklum saja ia adalah gadis tercantik, segala hal tentangnya mungkin akan selalu jadi buah bibir, baik untuk para orang yang suka dengannya dan haters.
"Kau selesai jam berapa, Kitten?" Yunho melepaskan gandengan tangan Jaejoong dan menggenggam jemari gadis itu. Sangat kentara sekali jika Yunho terlhat tidak peduli dengan sekitarnya. Ya begitu lah sikap Yunho yang sangat diketahui setiap orang yang mengenalnya.
"Mungkin sekitar jam 12, aku akan minta temani Junsu sambil menunggu jam 1 nanti dan ke parkiran, Yunnie Sayang," Dengan suara manja yang dibuat-buat sedemikian imut Jaejoong mengucapkannya.
"Hmm, baiklah," sahut Yunho sembari mengeluarkan kunci mobilnya dari balik celana jeans, dan menyambung dengan suara rendah, "Masuklah duluan ke mobil, aku tidak ingin ada pria lain yang menggoda gadisku."
Jaejoong tersipu malu, ia mengambil kunci mobil Yunho dengan segera dan mengulum senyum, "Aku tidak akan nakal, uumm aku akan menunggumu di mobil."
"Good wifey!" Yunho mengacak lembut rambut Jaejoong yang rapi dan terkekeh pelan karena godaannya yang sudah 2 x ia ucapkan.
Sedangkan Jaejoong, tentu saja rona merah muda di pipinya lebih bersemu. Ia sangat senang mendengar kalimat itu, tadi malam sebelum tidur Yunho juga mengucapkannya. Membuatnya membayangkan ketika ia dan Yunho menikah nanti. Aaww, hanya dengan bayangan itu saja Jaejoong ingin berteriak senang.
"Jangan lupa kirimi aku pesan teks," Jaejoong masih menggenggam erat tangan Yunho, seolah enggan ditinggalkan pria itu.
"As you wish, Baby," Yunho mengecup pipi Jaejoong sekilas, sebelum melepaskan pegangan tangan gadis itu dan melangkah menjauh dari depan kelas yang akan di masuki Jaejoong.
Well, Jaejoong dan Yunho beda jurusan. Jaejoong mengambil Fashion Design sedangkan Yunho dengan Manajemen Bisnisnya. Namun gedung fakultas mereka yang berdekatan dan satu parkiran adalah keuntungan nyata yang lebih baik untuk Jaejoong.
Perasaannya berbunga-bunga ketika memasuki area kelas. Seketika ruang kelas yang ricuh terdiam karenanya, tidak sampai keheningan itu satu menit, keributan dan bisik-bisik kembali terjadi. Jaejoong memutar bola matanya. Mungkin saja ia sedang sibuk digosipkan dengan Yunho. Who's care! Itu adalah slogan Jaejoong untuk orang-orang yang suka membicarakan dan menghujatnya.
.
.
.
Sudah lebih 5 menit dari jam 1, Yunho belum juga menampakkan batang hidungnya. Ia sudah berada di dalam mobil pria itu sejak 30 menit lagi. Jaejoong juga sempat membenarkan make up dan penampilannya. Parfurm yang selalu ia bawa dalam tas branded yang selalu berganti merk setiap harinya itu, sudah ia tebarkan ke tubuhnya.
Jelas, Jaejoong tidak ingin ia terlihat jelek dan tidak menawan di hadapan Yunho. Sejujurnya hal seperti ini baru pertama Jaejoong lakukan. Biasanya Jaejoong cukup cuek dengan dandanannya jika bertemu dengan kekasihnya terdahulu. Ia hanya mengecek sekali untuk memastikan make up yang sedari pagi tidak luntur. Namun, dengan Yunho semua terasa berbeda. Sebisanya Jaejoong ingin tampil cantik selalu di depan pria tampan itu.
Sebut saja the power of love yang membuatnya menjadi sedikit berlebihan. Toh, awal-awal ia berkencan sewaktu SMA, ia juga kerap bersikap berlebihan. Tapi jelas saja itu tidak bisa dibedakan dengan dirinya yang sudah cukup matang dan melanglang buana dalam dunia cinta sekarang.
Jaejoong baru saja ingin mengambil ponselnya dari dalam tas ketika suara berat Yunho terdengar telinganya.
"Aku sedang ada kencan BoA, kekasihku sedang menunggu di dalam."
Mata Jaejoong mendelik mendengar sebuah nama gadis lain yang diucapkan Yunho. Telinganya juga terjengit, lalu detik berikutnya ia menoleh ke arah belakang. Permandangan Yunho yang ada di belakang mobil terlihat jelas, di depan Yunho ada gadis yang sangat Jaejoong benci. Jaejoong menggeram kesal melihat penampakan gadis itu. Ia ingin turun dan mencakar wajah BoA, kemudian memperingati bahwa Yunho adalah miliknya.
"Oh Ya Tuhan, kau dan dia hanya kekasih pura-pura dalam games yang kalian mainkan, Yun. Kau tidak sungguh-sungguh menjadi kekasihnya. Aku hanya meminta bantuanmu untuk mengantarkan aku ke salon langgananku. Aku tidak membawa mobil hari ini."
Jaejoong memanas mendengar apa yang dikatakan BoA. Keinginannya untuk menjambak gadis itu lebih besar dari tadi. Ia bersiap untuk membuka pintu mobil namun kalimat Yunho berhasil menghentikan pergerakannya.
"Games atau bukan, yang jelas statusnya saat ini adalah kekasihku. Tolong hargai itu, BoA. Aku benar-benar tidak bisa mengantarmu, cari orang lain saja, atau kau bisa minta Yoochun untuk mengantarmu," Yunho beranjak dari sana dan hendak membuka pintu. Mata Jaejoong memperhatikan gerak gerik kekasihnya.
Baru saja pintu mobil di buka pria itu, BoA kembali berucap dengan rengekkannya, "Ayolah Yunho, antarkan aku sebentar saja. Kau tega sekali menyuruhku diantar Yoochun, aku tidak ingin melihat sepupumu itu, dia sudah menyakit hatiku."
Yunho mendesah pelan, sedikit berpikir sebelum mengangguk. Jaejoong terbelalak kaget, ia tidak rela dan ikhlas jika BoA ikut dalam mobil Yunho. Hatinya panas dan moodnya seketika anjlok. Detik berikutnya Yunho masuk ke dalam mobil dan tersenyum pada Jaejoong.
Cukup tahu bahwa sang kekasih sudah berada di dalam mobilnya. Ia pun duduk dengan nyaman di kursi kemudian dan kembali berbicara dengan BoA yang seolah menunggu Yunho untuk dibukakan pintu. "Di jok belakang BoA, Jaejoongie sudah ada di sini."
BoA mengerucutkan bibirnya, berharap sekali Yunho akan memutar mobilnya lalu membukakan pintu untuknya seperti biasa. Alih-alih mendapat perlakuan manis itu, BoA malah diperlakukan sangat pahit oleh Yunho. Sambil memasang wajah merengutnya BoA memasuki jok belakang. Wajah gadis itu di tekuk bukan main.
.
.
.
TBC ?
EYD ga beraturan, typo dimana" -bow- No edit ~ xD .
Promo ya ~
Untuk yang tertarik beli novel Misscel yang judulnya I Order You -yang ada di wattpad- harganya 80.000 ada bonus sesuatu nanti ya ~ .
Atau mau buku Misscel yang Thing I Want To Do When I Have A Lover. Ada 2 bonus bab, 2 bonus oneshoot juga. Harganya 75000. Ini udah dari awal bulan kemarin karena diminta sama Nova ~ kali aja ada yang mau juga.
Lalu untuk buka Nara Yuuki ada Another Girl harga 65000. -ga ada bonusan.-
Dan punya Yoori Michiyo dengan judul Ceo Jung Yunho, harganya 70.000 -ga ada bonusan-.
Ada desain baju baseball, bisa di lihat di FB Yoori Michiyo ~ .
Yang minat bisa hubungin WA Misscel ~ di 085753432626.
Atau yang tertarik untuk PDF Wedding Proposal karena sebagian ada yang minta buatin PDF, jadi aku bikinin PDF nya, harganya bisa di tanya di WA ~ -SMS ga dibalas artinya pulsa Misscel habis-. Dibuku dan di PDF sama ya, ada bonus 3 bab yang no posting di FF ~ jadi kek semacam epilog bersambung gitu aja. Karena di FFn tinggal post 19B nya ya udah complete ~ .
Thank For Reading and Reviews.
With Love ~ .
Misscel ^^.
.
.
.
