Title : Let's Not Fall'in Love, Each Other!
Author : U Know Who.
Cast : DBSK Member and Other.
Genre : Romance, Drama, Gaje, ETC.
Pair : YJ. Always. YJ.
Lenght : Chapter 4.
Warning : Genderswitch, Gender Bender. DLDR, No Bash, No Wars. I'm Warning you!
©Misscel
Check it...
Mobil Yunho sudah melaju keluar area universitas. Sedari tadi, ia sesekali melirik pada Jaejoong yang hanya diam dan memasang wajah kesal yang cukup menggemaskan menurutnya. Ia paham sekali bahwa kekasih manisnya itu tengah cemburu karena ada BoA yang menumpang. Itu juga yang ia pikirkan saat menolak BoA tadi, tapi apalah dayanya, ia tidak tega pada gadis itu karena merengek minta antar ke salon.
Yunho juga sengaja mendiamkan suasana, ia menunggu Jaejoong berbicara. Apa saja, ia tidak akan marah seumpama Jaejoong mengatakan keberatannya atau kecemburuannya pada BoA. Toh, selain itu sangat wajar dilakukan pasangan, itu juga cukup mengisyaratkan bahwa Jaejoong memang sudah jatuh untuknya. Ia mengulum senyum karena membayangkan hal itu.
Kehadiran BoA di sini benar-benar mengganggu Jaejoong. Ingin sekali Jaejoong menendang gadis itu agar keluar dari mobil Yunho. Perasaannya sungguh buruk melihat BoA. Moodnya untuk berkencan dengan Yunho hancur berkeping-keping melihat wajah yang sangat tidak ingin dilihatnya sejak beberapa tahun lalu. Matanya di arahkan keluar jendela. Sangat malas dan kesal dengan Yunho yang mengizinkan BoA menumpang.
Seringaian lebar ditunjukkan BoA tanpa tanggung-tanggung. Sengaja BoA menumpang mobil Yunho karena mendengar berita pria itu berkencan dengan Jaejoong. Dan BoA cukup puas ketika mengorek informasi dari Yunho bahwa pria itu berkencan dengan Jaejoong karena sebuah games. BoA tidak menyukai Jaejoong sama seperti gadis itu tidak menyukainya.
Keheningan yng terjadi di dalam mobil membuat Yunho tidak nyaman. Ia memang ingin Jaejoong membuka suara terlebih dahulu. Akan tetapi kekasih cantiknya itu bersikukuh untuk diam. Apa lagi wajah Jaejoong yang menghadap kaca mobil. Sungguh, ini tidak bagus. Jadi Yunho mengambil inisiatif untuk membuka obrolan.
"Sayang, perkenalkan itu Kwon BoA, temanku," ujar Yunho sembari tersenyum saat Jaejoong menatapnya. "BoA, ini Sayangku, Kim Jaejoong, kuharap kalian bisa menjadi teman baik," timpal Yunho, ia melirik BoA dari spion atas mobil.
Perkenalan yang Yunho lakukan sangat manis. Jaejoong bisa menangkap itu dengan baik. Tapi dirinya terlanjur kesal. Jadi Jaejoong hanya mengangguk tanpa ingin melihat ke arah belakang dan mengulurkan tangan untuk berkenalan dengan BoA. Tidak. Jaejoong tidak ingin sedikitpun mengingat sosok gadis itu.
"Aku sudah kenal dengan Jaejoong sejak SMA, Yunho. Itu kenapa aku heran kenapa kau mau bermain games konyol dengan Jaejoong. Aku yakin sekali Jaejoong girang bukan main karena menganggapmu kekasihnya," BoA terkekeh pelan setelah mengatakan itu. Nada mengejek sangat kental diucapkan gadis itu.
Tentu saja mendengar yang BoA katakan membuat Jaejoong panas. Mata besarnya langsung mendelik lebar dan mengubah posisinya duduknya lebih condong ke arah belakang. Wajah Jaejoong terlihat lebih memerah menahan amarah yang seolah membludak siap untuk ditumpahkan.
"Apa maksudmu berkata seperti itu?" Tanya Jaejoong dengan suara tinggi tanpa sedikitpun berniat untuk ditahannya.
BoA tertawa pelan, kemudian menjawab dengan suara yang tidak kalah dari Jaejoong, "Tentu saja, maksudku adalah kau bukan level Yunho untuk menjadi kekasih, hanya beruntung saja Yunho menantangmu, mungkin ingin membuktikan seberapa murahannya dirimu!"
Sungguh, kalimat itu membuat Jaejoong memanas. Wajahnya lebih memerah. Mulut BoA memang kurang ajar sekali. Jaejoong tidak pernah bersikap murahan pada siapapun -kecuali Yunho. Dan tentu saja dirinya tidak terima dengan hinaan menyakitkan BoA. Disibaknya rambut panjang ke belakang. Matanya menatap tajam BoA. "Dasar BoA, bahkan piton saja tidak ingin berteman denganmu. Harusnya dari situ kau sadar bahwa spesismu saja tidak ada yang menyukai dirimu. Kasihan sekali," sahut Jaejoong dengan amarah yang memuncak.
Yunho berdecak pelan dengan perdebatan kedua gadis ini. Ia membawa mobilnya ke tepi dan menghentikannya. Tepat ketika BoA ingin menjawab perkataan Jaejoong dengan lidahnya yang berbisa. Yunho bersuara. "Kenapa kalian harus bertengkar?"
Helaan napas dilakukan Jaejoong. Sangat kesal dan marah menjadi satu dalam dadanya. Ditatapnya Yunho yang bingung, entah pria itu mengerti atau tidak tentang keadaan yang berlangsung, Jaejoong tidak peduli. "Aku akan pulang saja, Yun. Aku akan naik taksi," ujar Jaejoong, tangannya melepaskan sabuk pengaman dan mulai berbalik hendak membuka pintu.
Tetapi tangan Yunho menyambar tangannya terlebih dahulu. Hingga Jaejoong kembali berbalik menghadap pria itu. Matanya bertemu dengan musang Yunho. Jaejoong berusaha melepaskan tangannya, tapi Yunho begitu erat mencengkramnya.
"Duduklah dengan baik di sini Jaejoongie!" Tegas Yunho matanya menatap tajam Jaejoong.
Kontan saja Jaejoong tidak berani bergerak sedikitpun karena itu. Cukup takut dengan tatapan mematikan Yunho. Tidak ingin sang kekasih lebih marah, Jaejoong tidak mau mengambil resiko dengan memaksakan kehendak dan egonya. Jika pria yang dikencaniny bukan Yunho, sungguh tidak perlu menunggu sedetik Jaejoong langsung bergerak keluar.
Dengan dua gadis yang ada di dalam mobil cukup membuat pusing kepala Yunho. Ini yang ia tidak suka. Ketika teman dekatnya dan kekasihnya beradu mulut. Ia tidak mengerti kenapa BoA selalu saja sinis dengan para gadis yang mendekatnya. Ia memang tidak tertarik dengan gadis manapun yang satu kampus dengannya, tidak juga dengan BoA, karena gadis itu adalah mantan kekasih Yoochun. BoA hanyalah teman dekat Yunho. Teman dekat tidak ada lebih sedikitpun yang artinya bergeser menjadi tidak benar.
Yunho mengedarkan pandangan pada BoA yang terdiam setelah memastikan Jaejoong menurutinya. Desahan pelan keluar dari bibir hati Yunho, sebelum ia berucap dengan cukup lembut namun tegas. "Maaf BoA, sepertinya aku tidak bisa mengantarmu hingga ke salon. Lebih baik kau naik taksi saja."
Mulut BoA menganga mendengar itu, mata gadis itu juga membesar. Sungguh BoA tidak pernah memprediksi Yunho akan menurunkannya di tengah jalan. Lebih tidak diduga BoA lagi Yunho akan membela Jaejoong lebih dari pada dirinya. Demi apapun, BoA berpikir Yunho hanya bermain-main dengan gadis yang sangat tidak disukainya itu. Tapi sepertinya menurut BoA, Yunho terlena akan Jaejoong.
"Tapi Yun, aku..."
"Maaf BoA, aku hanya tidak ingin Sayangku marah," potong Yunho, matanya sedikitpun tidak ingin mengisyaratkan sesal. Dari awal, ia memang tidak berniat untuk memberi tumpangan pada BoA, tetapi gadis itu membuatnya tidak tega.
Dengan perasaan yang luar biasa kesal dan malu, BoA membuka pintu mobil. Gadis itu keluar dari mobil Yunho dan menutupnya dengan keras. Jaejoong nyaris terlonjak, tapi senyuman kemenangan terukir dengan baik di wajahnya yang cantik.
Yunho langsung melajukan mobilnya kembali. Ia melirik Jaejoong yang terlihat mulai santai. Seringain tipis terukir samar di bibir hati Yunho. Rencananya untuk membuat Jaejoong seperti ratu di awal-awal memang ia lakukan dengan sangat baik. Dan well, ia hanya memberi sedikit polesan saja agar gadis ini tergila-gila padanya.
Terdengar kejam mungkin jika ia melakukan itu. Tapi ia memiliki alasan yang kuat. Lagi pula bersikap terlalu berlebihan romantis bukan gayanya. Ia hanya bersikap seperti ini agar lebih meyakinkan Jaejoong.
.
.
.
Kencan mereka di hari kedua, Yunho membawa Jaejoong ke kebun binatang. Awalnya Jaejoong terkejut bukan main ketika kaki mereka menapa di sini. Tapi, setelah berkeliling kebun binatang Jaejoong menikmatinya.
Sudah lama sekali rasanya Jaejoong tidak pernah pergi ke kebun binatang. Ia tidak mengerti kenapa Yunho membawany ke sini. Gaya berpacaran Yunho memang unik. Ia pikir pria itu akan membawanya ke suatu tempt romantis. Menonton film atau ke mall. Setelah kemarin ke taman bermain, dan kali ini ke kebun binatang.
Jaejoong memperhatikan Gajah yang ada di dalam pagar pembatas pengunjung. Ia suka sekali dengan binatang Gajah. Senyuman manis terukir di bibir Jaejoong saat memperhatikan hewan itu. Tawanya bahkan lepas sekali-kali ketika melihat belalai Gajah yang terayun-ayun. Menurut Jaejoong itu sangat menggemaskan.
Pelukan hangat Yunho dari belakang membuatnya terkejut. Ia nyaris saja melupakan sang kekasih karena keasikan melihat binatang kesukaannya sejak kecil. Jaejoong mendongakkan kepalanya, ia tersenyum sumringah melihat wajah tampan Yunho yang tegas. Hatinya sangat berbunga-bunga karena Yunho yang memeluknya di tengah umum.
Jaejoong mengartikan bahwa Yunho tidak main-main dengannya. Pria pasti akan malu jika melakukan keromantisan di publik dan hanya bermain-main saja. Setidaknya itu menurut Jaejoong. Tapi, ia memang tidak mengerti sikap pria seperti apa. Hanya terlalu banyak berharap bahwa Yunho memang menginginkan hubungan mereka yang berawal dari games ke jenjang serius.
"Terima kasih, Yunnie," ujar Jaejoong pelan. Entah kenapa tiba-tiba saja ia ingin mengucapkan kata itu. Mungkin saja karena Yunho membuatnya merasakan seperti ia yang masih duduk di bangku SMA. Ia sering ke kebun binatang atau bermain di taman. Dan Yunho membawanya kencan ke tempat yang jarang sekali ia kunjungi sekarang. Bukan jarang lagi tapi sudah tidak pernah ia kunjungi setelah menginjak bangku kuliah.
"Untuk apa?" Tanya Yunho, cukup heran dengan ucapan terima kasih tiba-tiba Jaejoong.
"Untuk membuatku senang hari ini," Jaejoong menjawabnya dengan manja, ia juga membalik tubuhnya hingga mereka berhadapan.
Yunho hanya tersenyum, detik berikutnya pria itu mengacak rambut Jaejoong dengan lembut dan berucap. "Seperti anak kecil yang baru diajak ke kebun binatang hmm?"
Bibir Jaejoong mengerucut. Tapi ia membenarkan itu dalam hati. Ia memang terlihat seperti anak kecil sekarang. Awalnya ia memang merasa bosan, tapi entahlah nalurinya yang memiliki seperti anak-anak begitu saja muncul. Tanpa ia sadari sangat bersemangat menjelajah kebun binatang hari ini.
"Aku memang jarang ke kebun binatang sekarang. Ini kencan pertamaku ke sini," sahut Jaejoong sedikit merajuk untuk menarik perhatian Yunho lebih.
"Para kekasihmu dulu mengajakmu kemana?" Yunho sengaja bertanya tentang itu. Tidak bermaksud menyinggung, hanya ingin tahu bagaimana gaya berpacaran Jaejoong sebelumnya.
Kepala Jaejoong sedikit di miringkan, ia mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum menjawab dengan polos, "Ke caffe, mall, restoran atau tempat lain yang biasa di datangi pasangan."
Senyuman tipis diukir bibir Yunho. Ada perasaan panas yang tiba-tiba menggerogot hatinya mendengar itu. Yunho tahu pasti harusnya perasaan itu tidak muncul. Segera ditepisnya dan bersikap sewajarnya. Astaga, hanya selama sehari berkencan dengan Jaejoong, hatinya mulai sedikit luluh. Tidak. Yunho tidak boleh membiarkan hatinya goyah dengan mudah.
"Oh ya, aku akan mengajakmu ke tempat yang tidak bisa kau pikirkan saat kita kencan. Aku ingin menjadi berbeda dari mantanmu sebelumnya," ujar Yunho, kemudian mengecup kening Jaejoong.
Well, ada yang bilang jika seorang pria mengecup di kening menandakan bahwa si pria sayang dengan sang wanita. Jaejoong salah satu penganut yang percaya akan hal itu. Ia tersenyum karena Yunho mencium keningnya tanpa malu-malu di sini. Jaejoong yakin sekali banyak yang iri melihatnya. Terbukti dari beberapa pandangan para gadis yang berkunjung ke sini bersama teman-temannya melirik pada mereka.
Segera ia menggandeng lengan Yunho, mengaitkan jemari mereka satu persatu agar terlihat mesra. Jaejoong menatap wajah Yunho yang datar dan terlihat cool. Ya begitu lah sang kekasih di depan umum. Tapi ia tidak bisa melupakan bagaimana Yunho mempertahankannya di depan BoA. Ia puas sekali dengan kejadian di mobil tadi itu.
"Yunnie aku lapar, bagaimana kalau kita makan di kedai pinggiran yang di dekat sungai Han?" Jaejoong baru ingat, ia belum makan sepanjang siang ini.
Yunho mengangguk, pria itu tersenyum padanya. Senyum mahal yang mampu membuat Jaejoong menjerit jika ia tidak malu. Jantungnya berdebar-debar kencang sekali. Awww, ia amat beruntung bergandengan tangan dengan Yunho. Ia bangga sekali karena bersama dengan pria itu dengan sikap yang mengindikasikan bahwa Yunho adalah miliknya.
Ya benar miliknya yang akan segera ia dapatkan secara nyata jika games konyol yang Yunho ciptakan berakhir. Jaejoong yakin sekali, Yunho memang memilik perasaan padanya. Sudah sangat nampak terlihat bagaimana pria itu memperlakukannya dengan sangat manis.
.
.
.
TBC ?
EYD ga beraturan, typo dimana" . Ga aku edit -bow- -plaak-.
FOLLOW My Wattpad : Misscelyunjae.
Thank You ~ .
Maaf kalau kacau, mood down. -bow-.
Thank For Reading and Reviews.
With Love ~ .
Misscel ^^.
.
.
.
