Title : Let's Not Fall'in Love, Each Other!

Author : U Know Who.

Cast : DBSK Member and Other.

Genre : Romance, Drama, Gaje, ETC.

Pair : YJ. Always. YJ.

Lenght : Chapter 5.

Warning : Genderswitch, Gender Bender. DLDR, No Bash, No Wars. I'm Warning you!

©Misscel

Check it...

Mata Yunho berkedip memperhatikan Jaejoong makan mie kecap dengan sangat lahap. Sungguh, ini sesuatu yang cukup tidak ia kira. Tadinya ia sudah menawarkan Jaejoong untuk makan di sebuah restoran yang jaraknya beberapa puluh meter lagi dari sini. Tapi jawaban Jaejoong tetap bersi keras ingin makan di kedai pinggir jalan yang ditunjukkan gadis itu.

Yang lebih tidak disangka Yunho lagi adalah Jaejoong cukup mengenal bibi pemilik kedai. Ia terkekeh ketika Jaejoong berteriak-teriak heboh memanggil sang bibi. Dari hal itu tentu Yunho tahu bahwa Jaejoong memang kerap ke sini, hingga gadis itu kenal dengan si pemilik kedai. Ia cukup lega mengetahui hal itu yang ia pikir tidak akan terlintas dalam benak cantik Jaejoong untuk ke tempat sederhana seperti ini.

"Enak, Boo?" Tanya Yunho ketika suapan demi suapan terus masuk ke dalam mulut Jaejoong.

Gadis itu mendongak menatapnya, mengangguk sebentar dan menjawab dengan mulut yang terisi mie kecap, "Enak Yunnie."

"Kapan-kapan kita ke sini lagi, apa kau keberatan?"

Mendengar itu Jaejoong tersedak, segera ia mengambil air putih dan meminumnya. Keningnya terangkat sebelah, benarkah Yunho bertanya seperti apa yang didengarnya. Jika iya, maka keyakinan Jaejoong pada Yunho yang menyukainya lebih kuat.

"Tentu saja tidak, dulu aku sering makan di sini setelah ke kebun binatang," jawab Jaejoong sangat antusias. Tidak peduli jika kesan elegan yang melekat pada dirinya langsung hilang karena bertingkah seperti anak kecil yang kesenangan.

Yunho hanya tersenyum, Jaejoong memang unik. Itu adalah pikiran yang sekarang baru bisa ia berikan pada gadis itu. Ia senang berkencan dengan gadis itu. Diluar dugaan yang ia prediksi dan berbagai keluhan dari mantan pacar Jaejoong terdahulu, yang mengatakan bahwa gadis ini begitu pemilih dan juga cenderung bertingkah. Ya, sejujurnya Yunho paham kenapa mereka mengatakan hal demikian.

Dikala sedang menjalani hubungan dengan Jaejoong, mereka bahkan selalu ingin memberikan yang terbaik untuk gadis itu. Memberikan apapun keinginan Jaejoong, memperlakukan Jaejoong bagaikan putri yang harus dipenuhi keinginannya. Namun ketika hubungan mereka diakhiri Jaejoong, semua pria yang pernah berkencan dengan Jaejoong pasti akan mengeluh demikian, andai Jaejoong mengajak mereka kembali menjalin hubungan, demi apapun Yunho yakin tiap pria itu tidak menolak.

Namun, jelas Yunho bukan lah para pria yang pernah Jaejoong kencani. Ia lebih suka mendominan hubungan dari pada didominan. Keinginan Jaejoong memang akan ia kabulkan, jika mereka memperlakukan Jaejoong bagai putri, ia akan memperlakukan gadis itu bagai ratu. Tapi, ratu yang harus tunduk pada rajanya.

"Besok aku akan ada kegiatan dengan Yoochun, kau tidak apa-apa kan jika kita tidak kencan sehari dua hari?" Yunho mengulum senyum saat bertanya. Ia sudah membayangkan reaksi Jaejoong seperti apa.

Mulut Jaejoong sedikit menganga dengan tatapan tidak mengerti serta kebingungan yang terpancar dari iris mata besarnya. Jaejoong meletakkan sumpitnya, ia mengambil tisu dan membersihkan noda yang mungkin ada di bibirnya. "Maksudmu kegiatan apa Yunnie?" Tanya Jaejoong langsung, ia tidak suka berbasa-basi.

"Kegiatan pria, Sayang," sahut Yunho dan tertawa renyah saat mengatakan.

Kerutan di kening Jaejoong bertambah, kalimat Yunho sungguh ambigu. Apa yang dimaksud kegiatan pria? Itu memusingkan kepala Jaejoong, jadi dari pada ia berpura-pura mengerti padahal penasaran, lebih baik Jaejoong menanyakan langsung pada Yunho. "Kegiatan pria yang seperti apa? Astaga Yunho kau membuatku bingung," Jaejoong menatap Yunho dengan tatapan yang cukup menuntut penjelasan.

Detik berikutnya Yunho hanya tersenyum, membuat Jaejoong ingin kembali membuka suaranya. Tapi, pria itu mendahuluinya dengan berucap, "Aku akan hiking dengan Yoochun, Cinta."

"Hiking?" Gumam Jaejoong, dirinya bukan gadis bodoh yang tidak mengerti apa itu hiking. Jelas hiking adalah kegiatan mendaki gunung. Tapi diluar dari pengertian itu, Jaejoong bingung ternyata Yunho suka dengan kegiatan out bond.

Matanya berbinar-binar membayangkan Yunho yang terlihat jantan dengan peluh memenuhi kulit eksotis pria itu. Astaga membayangkannya saja Jaejoong sudah ingin menjerit. Segera ditatapnya wajah Yunho dan tanpa berpikir panjang Jaejoong berucap, "Aku boleh ikut?"

Ingin sekali Yunho mengorek telinganya saat mendengar itu. Mulutnya sedikit menganga kemudian terkekeh pelan. Tidak pernah ia prediksi Jaejoong ingin ikut. Tapi, hal itu juga menjadi sebuah tantangan baru untuk Yunho megetahui bagaimana gadisnya.

"Kau ingin ikut? Serius, Sayang?" Tanya Yunho.

Anggukan singkat diberikan Jaejoong, "Sangat serius. Belum pernah sebelumnya aku ikut dalam kegiatan seperti itu, Yunnie."

"Tapi semua peserta pria, kau yakin?" Yunho tidak berbohong teman-temannya yang biasa ikut hiking memang para pria. Tidak ada wanita diantara mereka.

"Kan ada Yunnie. Kau pasti akan menjagaku, iya kan?" Mata Jaejoong berbinar dengan penuh memohon.

Melihat itu sulit untuk Yunho abaikan, ia tidak pernah melihat Jaejoong yang begitu menggemaskan dan bertingkah seperti anak kecil yang kesenangan. Tapi hari ini ia melihat Jaejoong yang begitu, jauh berbeda dengan yang Yunho biasa lihat. Gadis itu biasa tampil memukau dan sangat elegan. Angkuh dan juga terlihat begitu memikat bagi kaum pria.

"Baiklah, kalau kau memang ingin ikut, Baby. Besok aku akan menjemputmu jam 6 pagi," Yunho mengulum senyum, tidak terbayang bagaimana serunya besok. Mungkin ia akan direpotkan akan tetapi itu akan terbayar dengan melihat aksi Jaejoong.

.

.

.

Jaejoong menggaruk kepalanya, rambutnya sudah acak-acakan dengan kamar yang sudah tidak tertata dengan rapi. Ia membongkar lemari koleksi sepatunya. Tidak ada sepatu yang cocok untuk ia pakai besok hari. Kecuali sneaker dan juga kets. Ia menatap kedua sepatu berwarna putih dan paduan pink itu. Sejujurnya Jaejoong ingin membeli sepatu, tapi tidak ada waktu untuknya berbelanja.

Pulang kencan dengan Yunho tepat pukul 8 malam, dan sekarang sudah pukul 10. Ia harus puas dengan kedua sepatu yang akan ia pakai besok salah satunya. Perlengkapan mendaki pun sudah dipersiapkan Jaejoong. Beruntung ia memilikitas ransel yang bisa digunakan esok hari. Jika tidak Jaejoong tidak bisa membayangkan ia harus mendaki dengan salah satu tas branded koleksinya.

Sekarang waktunya untuk bersantai di atas kasur empuk. Jaejoong mengambil ponselnya, ia ingin menghubungi sang kekasih sebelum tidur. Tetapi, sebuah ide baru terpikir dibenaknya. Ia pun mulai mengatur posisi berbaring, kemudian mengarahkan kamera ponselnya dan memotret dirinya dengan ekspresi yang seimut mungkin.

Jaejoong memperhatikan hasilnya, ia tersenyum senang dan yakin sekali Yunho akan tergila-gila dengannya. Jari jemarinya dengan cekatan berjelajah di touch screen ponsel. Sebelum mengirimkan itu ke salah satu jejaring sosial milik Yunho, Jaejoong menuliskan sesuatu.

"Sayangku, Yunnie ayo bertemu dalam mimpi, love love Joongie," ejanya dengan pipi yang bersemu merah dan mengirimkan itu kepada Yunho.

Detik berikutnya Jaejoong menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Ia malu sekaligus tidak sabar menunggu jawaban Yunho. Apa Yunho akan memujinya atau sebaliknya mengingat pose yang ia pakai tadi adalah mengerucutkan bibir dan mengedipkan sebelah matanya dengan genit.

.

.

.

Yunho baru saja hendak mengecek ponselnya, benda persegi itu sudah lebih dahulu berdering. Mata musangnya langsung terarah menatap ponselnya yang tergeletak di atas meja nakas. Ia segera mengambilnya, dan tersenyum melihat notification nama Jaejoong yang ada di sana.

Tangannya dengan terampil membuka salah satu pesan pada sosial media miliknya. Sebelah keningnya terangkat ketika melihat photo yang dikirimkan Jaejoong padanya. Beberapa detik kemudian Yunho berdeham. Memperhatikan lebih photo yang dikirim oleh sang kekasih.

Astaga, Yunho yakin sekali jika pria lain yang melihat pose Jaejoong sekarang mungkin mereka akan berpikir yang tidak-tidak dan juga sudah dipastikan akan mengejar-ngejar Jaejoong. Ia beruntung gadis itu mengirimkan hanya padanya. Keyakinan bahwa Jaejoong hanya mengirim ini padanya sangat tinggi. Ia terkekeh pelan sebelum membalas apa yang dituliskan gadis yang akan ia beri predikat baru.

'Sedang menggoda atau sedang mengajak untuk tidur hmm?'

Tidak perlu menunggu lama untuk mendapat balasannya, baru saja Yunho mengatur gambar wallpaper ponselnya dengan photo genit Jaejoong tadi, ponselnya kembali berdering.

'Menggoda? Tidak, Joongie sedang tidak menggoda, Yunnie Sayang.'

Yunho tertawa mendapat balasan seperti itu. Sudah jelas sekali gadis itu tengah menggodanya. Jika ia terus menerus membalas, ia yakin besok yang ada ia akan kesiangan dan berujung gagalnya rencana untuk mengajak Jaejoong hiking. Well, sejujurnya hiking yang ia katakan pada Jaejoong hanya ingin melihat ekspresi gadis itu saja. Ia ingin melanjutkan mengetes Jaejoong.

Hasilnya sangat tidak sabar ia lihat. Tentang penampilan Jaejoong untuk hiking dan apa saja yang akan dibawa gadis yang terkenal paling cantik di kampus itu. Astaga, pikirannya sudah berjelajah bahwa betapa sangat seru esok hari. Dan lagi, ia berpikir tentang sesuatu yang lain, tentang godaan Jaejoong malam ini.

"Mengundang?" Gumam Yunho sebelum tertawa pelan.

.

.

.

EYD ga beraturan, typo dimana".

Jujur saja, aku kehilangan mood untuk menulis FF ini dan yang lainnya -_- .

Maaf ya kalau updatenya lama -bow-

Wattpad : Misscelyunjae.

Lebih aktif di wattpad.

.

.

.