Author : Fafasoo202 / Flowerdyo
Title : Code Mate
Genre : Fantasy, Romance, Drama, Humor
Rated : (T)au deh,,
Lenght : Chaptered
Disclaimer : No Plagiat! BIG NO!

Main Cast : KaiSoo

Other Cast : Other member EXO, etc..

.

.

.

WARNING!

YAOI!

TYPO's

Don't Like! Don't Read!

No Siders...

.

.

.

.

Summary : Kisah seorang Kim Jongin yang terus menjomblo dan perjalanan hidupnya dengan berbekal ilmu 'sihir' turun temurun yang diwarisinya, berakhir dengan pertemuan jodohnya. Hidup penuh misteri nan indah...

.

.

.

Happy Reading! (^-^)/

.

.

'Faflow Present'

.

.

.

"Buka lembaran-lembaran berikutnya, nanti kau akan menemukan tulisanku" perintah sang kakek

Kai membuka lembaran-lembaran berikutnya, Ia menajamkan pengelihatannya, disana ada tulisan yang bercetak miring. Entah pikiran dari mana, Kai menyimpulkan jika itu adalah penjelasan intinya.

"Jodoh adalah salah satu garis takdir yang pasti adanya. Kau adalah seseorang yang memegang kendali disini. Tidak peduli, menerimanya atau tidak.. ini adalah jalan hidupmu."

Kai memandang sang kakek setelah membacanya.

"Lanjutkan.."

Kai mengangguk dan melanjutkan bacaannya.

"Sebuah angka yang bila di satukan menjadi sebuah keserasian yang terikat. '888888' adalah sebuah angka dimana kau bisa menemukan tulang rusukmu. '888888' adalah jumlah dari dua symbol yang berbeda, dan '888888' adalah lambang penyatuan"

Kai berusaha berpikir keras. Ia mengulangi tiap kata hingga akhirnya sebuah titik terang memberi jalan pada Kai.

"Bila di satukan menjadi sebuah keserasian yang terikat. Jumlah dari dua symbol yang berbeda" Kai terus menggumamkan kata-kata itu hingga Ia kembali membuka halaman berikutnya.

Kai melihat symbol pada gambar "262028" ujarnya, kemudian melihat symbol pada gambar yang satunya "626860"

"Jumlah dari dua symbol yang berbeda" gumamnya lagi.

Kai tersentak. Ia membaca kalimat akhir yang ditulis miring.

"Kau sudah menemukan symbol jodohnya"

Kai segera menutup kitab itu, nafasnya tercekak. "Ja-jadi... symbol yang kulihat adalah... symbol jodoh?" lirih Kai pada akhir kalimatnya.

-Code Mate-

.

.

Chapter 4

Pagi yang indah sekali, 'udara di desa sangat enak untuk dihirup' ucap Kai dalam hatinya sambil merentangkan tangan dan menghirup udara sebanyak-banyaknya seolah takut kehabisan saja.

"Hey ini sarung tanganmu" seru kakek yang tak jauh dari keberadaan Kai sekarang.

Mereka sedang berada di kebun, pagi-pagi sekali Kai sudah dibangunkan oleh kakeknya, kakeknya berkata jika bujangan tidak boleh bangun siang karena nanti kehabisan jodoh yang bagus begitu katanya.

Apa hubungannya? sungguh Kai tau ucapan kakeknya itu hanya agar membuat dirinya cepat bangun, dari pada orang tua itu semakin berbicara ngawur dan semakin berisik jadi Kai langsung saja menuruti perintah kakeknya.

Padahal ini hari minggu, biasanya Kai akan bangun pada sore hari, karena Kai sangat sangat sangat sangatttt mencintai tidur bahkan melebihi cintanya pada sang pacar(?) Jelas saja Kai kan tidak punya pacar!

Kai pikir setelah Ia merelakan acara kesayangannya yaitu tidur seharian akan terbayarkan oleh acara jalan-jalan pagi di desa, berfoto dengan background gunung yang indah, memetik buah-buahan dan langsung memakannya, bermain air di sungai sambil mengintip gadis desa mandi (?) ish Kai hentikan pikiran mesum mu -_- baiklah setidaknya Ia pikir Ia akan mendapatkan sarapan pagi khas desa ini namun yang Kai dapat hanyalah sarung tangan..

"Kau harusnya mandi dulu baru membantuku mencabut rumput" ucap sang Kakek.

"Haraboeji~ aku lapar, bisakah kita sarapan dulu" rajuk Kai.

"Cabut dulu rumput-rumput itu baru kau boleh mengisi perutmu" ucap kakek yang langsung saja meninggalkan cucunya yang sedang memajukan bibirnya dengan wajah cemberut itu.

"Aihh.. malangnya nasibmu Kaiii~" Kai mendesah lesu sambil memakai sarung tangannya lalu ia berjongkok dan mencabuti rumput-rumput dihadapannya.

Sambil mencabuti rumput dengan ogah-ogahan, Kai memperhatikan para pekerja-pekerja lainnya yang juga sedang bekerja, ada sepasang kakek nenek yang sedang memanen tomat, kai memandang pasangan itu dan ia bisa meliat symbol yang muncul diatas kepala mereka.

"Mereka berjodoh" gumam Kai lalu tersenyum, jika kakek nenek itu berdekatan maka symbol angka mereka berubah menjadi '888888' dan bercahaya terang, jika sedikit menjauh langsung symbol angkanya berubah menjadi seperti semula.

'senangnya bisa melihat symbol jodoh' pikir Kai

"Eommaya!" ucap Kai tiba-tiba, Ia teringat sesuatu.

'Berarti Byun Baekhyun berjodoh dengan sepupuku' Kai menggeplak dahinya sendiri tanpa sadar jika sarung tangan yang dipakainya itu kotor dan langsung saja mengotori dahi lebar dan poninya.

'Berarti Baekhyun tidak berjodoh dengan Sehun'

"HAHAHAHA" Kai tertawa sambil memegang perutnya, Ia terduduk di tanah dari posisi jongkoknya tadi.

Mengetahui sebuah fakta bahwa chanbaek jodoh sungguh membuat Kai geli sendiri, sebaek yang saling memuja itu ternyata tidak berjodoh dan parahnya Baek malah berjodoh dengan sepupunya yang absurd itu.

"Hahahaha" Kai masih tertawa sambil memegang perutnya yang mulai sakit.

Apa jadinya jika Baekhyun yang cerewet itu berhubungan dengan sepupunya yang hyperaktif, mereka akan jadi pasangan terheboh di dunia.

"Hahahaha" Kai memegang pipinya yang pegal karena tertawa, Kai masih tidak sadar jika sarung tangannya kotor.

"ASTAGA! KIM JONGIN"

"Uh?" tawa Kai terhenti karena bentakan kakeknya, Kai mengernyitkan dahi memandang sang kakek yang sedang berkacak pinggang.

"Bangun! Kau sangat kotor"

Kai membangunkan dirinya, 'Hanya kotor sedikit dicelana karena ia duduk di tanah, kenapa kakeknya heboh sekali' pikir Kai yang lalu menepuk-nepuk celana bagian belakangnya, dan karena sarung tangan Kai itu kotor yang ada celana Kai semakin kotor, barulah Ia tersadar jika pasti saat ini wajah tampannya pun kotor karena sarung tangan sialan ini.

"Ish jinjjaaa!" geram Kai.

"Karena kau sudah kotor, sekalian saja kau bantu kakek membersihkan kandang ayam" ujar sang kakek yang lalu menarik tangan cucunya itu.

Kai membelalakan matanya, "Andweeeeeeeeeeeeeeee"

-otherside-

Ceklek!

Pintu terbuka dari kamar milik namja berparas cute bertubuh mungil namun berhati keras itu, dan munculah sosoknya dengan tampilan acak-acakan ala bangun tidur yang membuat dirinya terlihat berkalikali lipat lebih cute, Ia mengucek matanya sebentar lalu berdiam diri mematung sembari mengumpulkan nyawanya yang sebagian masih tertinggal di alam mimpi.

"Hmm.." gumamnya yang merasakan suasana sepi dirumah besarnya, padahal didalamnya terisi banyak maid, namun tetap saja ia merasa sendiri tanpa ada keluarga, Ayah dan Ibunya terlalu sibuk bahkan dihari libur seperti ini pun mereka tidak bisa menemani anak semata wayangnya, tapi kyungsoo tidak boleh manja, Ia harus mengerti kesibukan orangtuanya, toh mereka tetap memberikan kasih sayang yang menggunung untuk Kyungsoo.

Huft~

Kyungsoo menghembuskan nafasnya, tiba-tiba suara telepon rumah terdengar, lalu tak lama kemudian salah satu maid mendekat ke arah Kyungsoo.

"Tuan muda, ada telepon dari tuan besar"

Benarkan ! Orang tuanya selalu perhatian dan memberikan kasih sayang yang sangat berlebih untuk anak kesayangan mereka, meski mereka hanya sedikit saja memiliki waktu luang untuk Kyungsoo namun mereka akan selalu berusaha membahagiakannya.

Namun tetap saja waktu mereka bertemu sangat minim, sejak kecil Kyungsoo sering ditinggal oleh ayahnya yang bekerja sebagai abdi negara. Ayahnya yang masih bertitel prajurit itu selalu dikirim pemerintah ke berbagai daerah konflik untuk dalam waktu yang lama, alhasil kyungsoo sangat jarang bertemu ayahnya, bahkan sampai sekarang ketika ayahnya sudah menjabat posisi penting di negara ini tetap saja ayahnya sibuk.

Ibu kyungsoo sama saja seperti ayahnya, Sang Ibu sibuk mengurus yayasan pendidikan milik keluarga besarnya, beliau selalu mengunjungi daerah-daerah terpencil untuk memberikan bantuan pada sekolah-sekolah di Desa, belum lagi beliau harus mengurus sekolah-sekolah elite yang ada dibawah naungan yayasannya, dan juga Ibunya harus membantu sang kakek mengurus management univers hospital.

Orang tua Kyungsoo sangat sibuk dengan pekerjaan mereka namun pekerjaan mereka adalah mulia, oleh karena itu Kyungsoo mewarisi sifat mulia mereka, namun karena jarang memiliki waktu bersama anaknya dan jarang berinteraksi dengan sang anak itulah yang membuat sikap Kyungsoo dingin, angkuh, judes, dan pemarah. Kyungsoo hanya tidak tau bagaimana caranya bersikap yang baik karena tidak ada yang memberikan contoh padanya.

"annyeonghaseo"

"..."

"Belum"

"..."

"Iya aku mengerti"

"..."

"Oya bagaimana dengan permintaanku beberapa waktu lalu?"

"..."

"Ghamsamida"

"..."

"Nde"

Setelah sambungan telepon terputus Kyungsoo menolehkan kepalanya kepada maid yang sedari tadi setia menunggu disampingnya. "Aku sedang senang, biar aku yang simpan sendiri teleponnya" ucap Kyungsoo yang lalu berjalan ke arah meja untuk menyimpan telepon pada tempatnya semula dan melanjutkan langkahnya ke arah dapur.

"Tu,,tuan sudah bangun" ucap salah satu pengawal Kyungsoo yang sedang berada di dapur dan melihat tuannya memasuki dapur.

"Selamat pagi tuan" sapa kepala pelayan yang diketahui bernama Kim Woobin yang juga sedang berada didapur.

"Hmm,," Kyungsoo mendudukan dirinya dikursi tinggi seperti kursi-kursi di bar.

"Anda ingin sarapan apa tuan?"

"Susu" jawab Kyungsoo cepat.

"Song ahjuma buatkan susu untuk tuan muda" ucap kepala Kim.

"Dan buatkan sandwich yang banyak! sejam lagi harus sudah siap, oh ya susunya simpan saja di kamar, aku akan mandi dulu" jelas Kyungsoo yang langsung saja berlari kecil menuju kamarnya.

-

-

Kyungsoo sedang menaiki one wheel electric-nya, diikuti dua pengawal setianya dari belakang dengan menaiki sepeda yang didepannya terdapat keranjang yang penuh sandwich.

Tiba-tiba Kyungsoo berhenti Ia memandang lurus kedepan dengan tatapan sayu. Dua pengawal Kyungsoo pun ikut berhenti, mereka memandang iba pada tuannya.

Kuda satu yang diketahui bernama Hyukjae menyikut lengan kuda dua disebelahnya yang bernama Donghae, "Aku kasihan pada tuan muda" gumamnya kecil namun masih bisa didengar Donghae.

"Hmm, aku juga" ucap Donghae pelan

"Tu,,tuan" panggil Donghae mencoba menyadarkan Kyungsoo, pemuda kecil itu sedang memandang satu keluarga yang terdiri dari orangtua dan dua anaknya, mereka sedang bercengkrama di taman ini, Kyungsoo juga ingin bercengkerama dengan keluarganya seakrab itu namun bertemu saja jarang, lagipula kalaupun bertemu suasananya selalu saja canggung.

Tanpa menyahut panggilan pengawalnya, Kyungsoo melanjutkan perjalanannya, mood nya berubah buruk lagi.

"KYUNGSOOOOOOOO"

Terdengar teriakan nyaring, tanpa melihat pun Kyungsoo sudah hapal jika itu suara Byun Baekhyun. Kyungsoo menoleh ke sumber suara dan benar saja Baekhyun tengah berlari kecil ke arahnya dengan diikuti pacar kesayangannya tentu saja!.

"Hai, kau sedang apa?" tanya Baekhyun dengan wajah cerianya.

"Biasa"

"Oh kali ini apa lagi?" Baekhyun memasang wajah sumringah tidak terganggu sama sekali dengan sikap Kyungsoo.

"Kau lihat saja sendiri" Kyungsoo meninggalkan one wheel electric-nya lalu Ia berjalan menuju bangku kosong dan mendudukan dirinya.

"Biar aku yang bagikan ya kyung" seru Baek.

"Hmm" Kyungsoo mengangguk kecil.

"Chagiya, ayo bantu aku" ajak Baekhyun pada Sehun yang dibalas senyum oleh Sehun.

"Annyeong, biar aku bantu kalian bagikan ini" ucap Baekhyun pada dua pengawal Kyungsoo. Hyukjae dan Donghae tidak menjawab sapaan Baekhyun, mereka hanya berdiri tegap menjaga wibawa.

"Wow sandwich, kyung aku minta ya"

"Ambil saja"

Setelah mengantungi 2 sandwich untuknya dan juga untuk pacarnya, Baekhyun siap beraksi membagi-bagikan sandwich Kyungsoo pada semua pengunjung taman.

"Aku kenal Kyungsoo sejak kami masih sekolah taman kanak-kanak" ucap Baekhyun bercerita pada Sehun disebelahnya yang sedang membawa keranjang sandwich.

Baekhyun berlari kecil ke bangku taman yang sedang di duduki oleh 3 remaja, "Ini untuk kalian, dimakan ya" ucap Baekhyun ramah sambil memberikan sandwich pada 3 remaja yang sedang istirahat sehabis berlari pagi.

"Dia baik! sangaaatt baik, kau bisa melihatnya sendiri, namun Ia tidak bisa menunjukan sikap baiknya pada orang lain" lanjut Baekhyun bercerita, sedangkan Sehun setia mendengarkan dan mengikuti langkah Baekhyun.

Mata Baekhyun masih menjelajah seisi taman dan menemukan sekumpulan anak kecil di bawah pohon yang besar, dia menghampiri dengan senyuman khas seorang Byun Baekhyun "Ini dari kakak yang sedang duduk di kursi sana" baekhyun menunjuk ke arah Kyungsoo, "Dimakan ya..." lanjutnya dengan memberikan sandwich pada anak-anak yang sedang bermain, dan terdengarlah seruan terimakasih dari anak-anak kecil itu. Baekhyun mengangguk dan melanjutkan langkahnya diikuti oleh Sehun.

"Tidak peduli orang lain menilai Kyungsoo seperti apa, yang jelas aku tau tentang dia" jelas Baekhyun pada Sehun.

"Dan aku tau tentang dirimu" saut Sehun yang membuat pipi Baekhyun merona.

"Uhh berhenti menggodaku chagii~" Baekhyun menggerutu manja yang membuat Sehun gemas ingin menggigitnya. Baekhyun melangkahkan kakinya ke arah kakek nenek yang sedang duduk sambil berpegangan tangan.

"Chogiyo, apa anda ingin sandwich?" tanya Baekhyun sopan.

"Berapa harganya anak muda?"

"Oh.. ini gratis, silahkan diambil, aku jamin rasanya enak" Baek mengacungkan satu jempolnya, mencoba meyakinkan dua orang yang sudah berumur itu.

"Kau baik sekali" ucap sang nenek.

"Ini dari temanku, aku hanya membantu membagikannya" jelas Baekhyun dengan eyesmile nya.

"Apa orang yang sama dengan yang membagikan kimbab minggu lalu?" tanya sang kakek.

"Iya, hehe.."

"Kau harus mengajarkannya tersenyum, dia anak yang baik tapi sikapnya membuatku takut" ucap sang nenek.

Tawa Baekhyun hampir meledak setelah ucapan nenek-nenek itu selesai, tapi Ia menahannya "Oh, maafkan dia Halmoni" ujar Baekhyun sambil membungkuk.

"Tidak apa-apa, temanmu itu anak yang imut dan manis hanya sikapnya saja yang kaku" jelas sang nenek.

"Ucapkan terimakasih pada temanmu anak muda" ucap sang kakek.

"Baik akan aku sampaikan, aku pamit, permisi.. anyeonghaseo" Baekhyun membungkuk sebelum meningalkan pasangan tua itu.

Dalam hati, Baekhyun jadi bersemangat sekali ingin membuat seulas senyum di bibir heartshapes milik Kyungsoo. 'Tapi bagaimana caranya?'

"Aku ingin seperti mereka" ucap Sehun mengagetkan Baekhyun yang sedang larut dalam pemikirannya, hampir saja Baek lupa jika sedari tadi Sehun mengikutinya.

"Aku juga!, tetap mesra meski sudah tua ya" Baek menggandeng tangan sehun lalu menaruh kepalanya pada bahu sehun. Sehun pun mengecup surai pirang baek.

Brukk!

"Aww!"

"Oh mian mian astaga mian"

Baekhyun menoleh kebelakang dan menemukan Chanyeol dengan wajah konyolnya.

Chanyeol menabrak sebaek dari belakang dan sukses membuat gandengan sebaek terlepas, untung saja keranjangnya tidak jatuh.

"Kau" tunjuk Baek bersiap marah pada raksasa didepannya.

"Maaf ya" Chanyeol berjalan mundur "aku sungguh sengajaaaa hahaha" Chanyeol langsung berlari begitu saja melanjutkan acara lari paginya.

"Dasarrrr yodaaaaa"

.

-Code Mate-

.

"Kau ini, suka ayam tapi tidak mau mengurusnya" ucap kakek Kai, mereka sedang berada di dalam rumah, duduk di lantai dan didepan mereka ada semangkuk nasi, sup rumput laut, kimchi, dan chapchae.

Kai sudah bersih tidak dekil lagi, Ia sudah mandi dan segar sekarang. Tadi sewaktu ditarik kakek untuk ke kandang ayam, Kai yang tidak mau membersihkan kandang ayam akhirnya berusaha kabur dan lari, terjadilah acara lari pagi antara kakek dan cucunya, meski dengan langkahnya yang tergopoh-gopoh namun sang kakek masih saja berusaha mengejar cucunya. Karena Kai berlari sambil sesekali melihat kebelakang dan dengan meloncat-loncati gundukan tanah yang ditanam bibit akhirnya Kai kehilangan konsentrasinya dan tercebur ke dalam saluran air. Airnya jernih tentu saja namanya juga di daerah pegunungan, namun kondisi Kai benar-benar basah kuyup. Saluran airnya tidak besar, airnya saja hanya sebatas betis Kai, namun karena ia terjatuh dengan posisi tengkurab alhasil semua tubuhnya basah, Dan sang kakek hanya menertawakannya dari kejauhan.

"Kandang itu bau, aku tidak akan tahan" ucap Kai masih dengan ekspresi cemberutnya.

"Sudah, cepat habiskan makananmu"

"Hu'um" Kai menatap tidak selera pada makanan di depannya.

"Apa malam ini kau akan menginap lagi?"

'Bisa mati berdiri kalau aku lama disini' batin Kai, "A-ani! Besok aku sekolah" jawab Kai cepat-cepat.

"Hmm baiklah" ucap kakek dengan nada sedih, Kai yang melihat perubahan ekspresi kakeknya jadi sedikit tidak enak hati.

"Tenang saja, aku akan sering-sering mengunjungi harabojie, sekarang kan aku tinggal di seoul bukan tokyo" ucap Kai mencoba menghibur sang kakek.

"Benarkah?"

"Hmm.." gumam Kai sedikit ragu.

"Lain kali ajak teman-temanmu kemari, kalian butuh udara segar untuk menghilangkan stres"

"Ide bagus Harabeoji" Kai bersmirk ria penuh arti.

.

.

.

Sore hari Kai sudah berada di apartemennya. Siang tadi Ia pulang dari rumah kakeknya dengan menaiki bus.

crunch kruk kruk kruk~

Kai mengunyah keripik kentang yang tadi Ia beli di jalan. Setelah turun dari bus Ia tidak menaiki taksi, Ia lebih memilih untuk berjalan menuju apartemennya karena jarak yang tidak begitu jauh dan juga karena ia suka menikmati perjalanannya melihat banyak orang sekaligus melihat banyak symbol.

"crunchkrunch~kruk" Kai masih asik menikmati cemilannya sambil menatap televisi di depannya.

Kai menajamkan pandangannya ke arah televisi, Ia memandang actor Lee Minho yang muncul dilayar tv-nya.

"Yah tidak muncul" ucap Kai lesu,

'Jadi symbolnya akan muncul jika aku melihatnya langsung ya..' batin Kai, 'padahal aku ingin tau apa lee minho berjodoh dengan kekasihnya suzy' Kai seperti ibu-ibu saja suka menonton acara gosip idol. /lolXD/

"Artis papan atas negeri tirai bambu Xi Luhan telah sampai di bandara Incheon sore ini, ia disambut oleh banyak fansnya di korea"

Kai memandang kagum pada layar tipis di depannya. Sedang ada berita tentang artis bernama 'Xi Luhan'.

"Dia cantik sekali, seperti yeoja saja" ucap Kai.

"Kabarnya Ia akan menghadiri acara amal yang diselenggarakan oleh Sunhwa Art high School"

"Eh sekolahku? "

"Kenapa aku tidak tahu" gumam Kai, bagaimana bisa Ia tahu jika disekolah Ia hanya tidur, belajar dan makan saja, ia tidak ikut ekstrakulikurer apapun, dia tidak pernah membuka blog sekolah, dan tidak pernah membaca papan pengumuman, dan temannya hanya Chanyeol, Baekhyun dan Sehun saja.

.

-Code Mate-

.

Suasana canggung sangat terasa di acara makan malam Keluarga Do, tidak sepenuhnya lengkap karena Ayah Kyungsoo, Kim Jongdae tidak ada. Di meja makan berbentuk oval itu hanya ada Kyungsoo Ibunya yaitu Xiumin dan kakeknya, Do Minjoon.

"Makan yang banyak agar kau tumbuh besar" ucap sang kakek memecahkan suasana tegang diantara mereka.

"Nde, Harabeoji" jawab Kyungsoo, sungguh Kyungsoo sangat amat kaku sekarang, Ia merasa canggung dengan Ibu dan kakeknya sendiri.

"Kyungsoo sudah besar abeonim" bela Ibunya

"Tetapi tidak sebesar anak-anak diusianya"

"Mungkin karena gen ku lebih dominan padanya" jelas Xiumin

"Harusnya kau memiliki seorang anak lagi minnie-ya"

"Jangan bercanda abonim, aku sudah terlalu tua untuk memberikanmu cucu lagi" Ibu kyungsoo dan Kakeknya terkekeh dengan pembicaraan mereka,

"Bagaimana hubunganmu dengan kris?" tanya Minjoon pada Kyungsoo yang sedari tadi diam saja, bahkan Kyungsoo tidak ikut tertawa dengan obrolan absurd ibu dan kakeknya tadi.

"Ba..baik harabeoji" suara Kyungsoo terdengar kaku.

"Ku dengar besok Ia pulang dari Canada"

"M-mwo!? Jinjja?"

"Kau ini bagaimana, mengapa tidak tahu hal sepenting itu"

"Mianhamnida Harabeoji" Kyungsoo menunduk.

"Kyungsoo terlalu sibuk dengan sekolah dan semua lesnya abeonim" bela ibu Kyungsoo lagi.

"Bagus jika seperti itu, bagaimana perkembangan nilai-nilainya?"

"Sempurna tentu saja, anakku ini selalu membanggakan" Xiumin mengusap kepala Kyungsoo dengan sayang.

"Aku juga bangga padanya" ucap Minjoon, "Cucuku apa kau siap menjadi penerusku?" tanya Minjoon hati-hati.

"Nde Harabeoji"

"Sejak kecil cita-cita Kyungsoo ingin menjadi dokter, Abeomin tenang saja, cucumu pasti akan meneruskan jejakmu" ucap Xiumin "Begitukan nak?" lanjutnya bertanya pada anak semata wayangnya.

"Ye,, Eommonim" Kyungsoo mengangguk, jika kalian perhatikan sejak tadi Kyungsoo hanya menjawab singkat dan hanya mengangguk saja. Ibunya sangat baik padanya, kakeknya juga baik, namun karena jarangnya mereka berkumpul itu membuat kyungsoo bingung jika menghadapi mereka, Ia sangat kaku, takut salah berucap atau salah bersikap. Bisa-bisa jika itu terjadi akan diletakkan dimana mukanya, keluarga Do kan terkenal dengan tatakramanya. Pengecualian dengan Kyungsoo, karena wajah dan sikapnya yang dingin tidak bisa dihilangkan hingga sekarang.

Jika Kyungsoo hitung Ini adalah makan malam bersama kedua untuk bulan ini, Kakeknya jarang berada di rumah, Ia sering bepergian ke luar negeri untuk mengurus beberapa rumah sakitnya di luar, dan Ibunya memang jika sedang tidak ke luar kota akan makan malam di rumah tapi biasanya Kyungsoo makan malam duluan sendiri karena ibunya pulang setelah waktu makan malam lewat.

Kyungsoo tidak suka makan malamnya terlambat karena Ia tidak ingin waktu belajarnya mundur, karena itu akan berakibat pada waktu tidurnya yang berkurang, oleh karena itu kyungsoo lebih baik makan duluan, lagi pula ibunya tidak masalah dengan hal itu.

"Habiskan makananmu nak" Xiumin tersenyum pada Kyungsoo.

"Eommonim juga"

"Tidak, Eomma sedang diet hehe"

"Kau ini, jongdae tidak akan berpaling meski dirimu penuh lemak" ujar Minjoon.

"Aku diet bukan untuk suamiku" rajuk Xiumin.

"kau punya namja idaman lain?" tanya minjoon dengan mata terbelalak

"Bukan seperti itu, aku diet untuk kesehatanku, Abeonim tau jika aku sering pergi mengunjungi desa dan jika tubuhku terlalu berat maka kakiku akan cepat pegal" jelas Xiumin.

"Baguslah jika seperti itu" ucap Minjoon, "Kyungsoo kau banyak makan tetapi kenapa hanya pipimu yang besar?" kakek tua itu terkekeh menggoda cucunya.

"Itu karena Abeonim selalu mencubit pipinya waktu ia kecil" Xiumin mengecup pipi Kyungsoo, "Anakku ini menggemaskan sekali" Xiumin lanjut memeluk Kyungsoo dari samping.

"Bukan hanya aku, kau lebih sering mencubiti pipinya" Minjoon mengulurkan tangannya mencubit gemas pipi Kyungsoo. Sedangkan Kyungsoo hanya diam saja, Ia tersenyum kaku melihat tingkah ibu dan kakeknya, jika saja mereka tiap hari memperlakukan kyungsoo seperti itu mungkin Kyungsoo tidak akan bersikap canggung.

.

-Code Mate-

.

~At School~

"Man bagaimana liburanmu di rumah kakek?" Chanyeol merangkul bahu Kai,

"Sangat menyenangkan" ucap Kai dengan cengiran yang dibuat-buat.

"Sudah jujur saja, aku tau kau menderita disana haha.."

"Ish~" tadinya kai ingin membohongi Chanyeol agar ia mau diajak liburan di rumah kakek namun sepertinya salah sasaran, tentu Chanyeol lebih tau kakeknya ketimbang dirinya sendiri.

Kai melepaskan tangan Chanyeol dari bahunya dan berjalan mendahului sepupunya di koridor sekolah. Teriakan Chanyeol dari belakang tak membuat langkah Kai terhenti.

Saat tiba di depan kelas, Kai langsung memasuki ruangan itu dan duduk di bangkunya. Tapi pemandangan langka membuat langkah panjangnya terhentii beberapa meter dari bangkunya.

"Oh,, Kyungsoo kau sudah datang?"

Kai menoleh dan mendapati Chanyeol yang sedang berbinar memandang Kyungsoo seolah-olah tengah melihat artis sexy yang sedang berpose seperi di majalah-majalah koleksinya.

Oke, lupakan Chanyeol.

Kai memandang Kyungsoo yang sedang duduk di bangkunya dengan kedua kaki yang bertumpu sambil membaca buku yang ada di atas mejanya. 'Ada apa dengan manusia dingin itu? Tidak biasanya dia tiba di sekolah mendahului aku atau Chanyeol'

Tiba-tiba Kai teringat tentang kode jodoh. Ia memandang Kyungsoo tajam. Simbolnya mulai terlihat. Kai semakin bersemangat.. oh lihat sudah nampak sama-samar simbol milik Kyungsoo.

Kai semakin menajamkan pengelihatannya, muali terlihat, sedikit lagi, sedikit lagi, se—

BRAK!

"ANNYEONG!"

Kai terlonjak di tempatnya, Ia menoleh kebelakang dan menemukan Baekhyun yang sedang melambai-lambai tidak jelas pada seisi kelas, dan Sehun yang sedang memeluk erat pinggang kekasihnya itu. "Ishh,, pengacau!" desis Kai dan kembali memandangi Kyungsoo.

Kekesalannya memuncak ketika simbol itu malah hilang. Oh,, ayolah.. menatap orang selama 5 detik itu tidak mudah. Kai menjatuhkan bahunya lesu kemudian berjalan menghampiri Chanyeol yang sudah lebih dulu duduk di bangkunya.

"Hey! Apa kalian sudah makan?"

Kai melirik Baekhyun sejenak, Ia menghela nafasnya sebelum menjawab.

"Belum.."

"Sudah.."

Baekhyun memandang Chanyeol dan Kai bergantian. Tiba-tiba Chanyeol berdiri, "Ayo kekantin, aku lapar.." ujarnya, Baekhyun dan Sehun mengangguk bersamaan.

"Aku sudah sarapan.." jawab Kai cepat sebelum Chanyeol menyeretnya.

"Tidak apa,, ayo ikut sajaaaa!" Kai memberikan deathglarenya pada Baekhyun yang sedang menarik lengan seragam sekolahnya dengan paksa.

"Kyungsoo kau mau ikut?"

Kyungsoo yang sedari tadi tidak menghiraukan sekumpulan orang 'aneh' itu akhirnya mengangkat kepala memandang Chanyeol sebentar kemudian kembali membaca bukunya.

"Tidak, terima kasih"

"Hmm.. baiklah"

Kai kesal bukan main, astaga.. dia bukan sampah yang harus di seret-seret seperti ini. Apalagi setelah melihat untuk kesekian kalinya sikap acuh Kyungsoo.

"Ck,, lepaskan! Aku bisa jalan sendiri" Kai menghempaskan tangan Baekhyun dan berjalan santai menuju kantin.

.

.

Kai memainkan ponselnya, sedangkan Chanyeol sedang asik dengan jjangmyeon dihadapannya, jangan tanyakan apa yang sedang di lakukan pasangan SeBaek.

Lihat saja,, perlakuan manis yang menjijikan. Saling menyuap dan melempar senyum satu sama lain. Kai mendengus dan membenarkan posisi duduknya.

"Kalian, dengarkan aku baik-baik.."

Chanyeol, dan SeBaek menghentikan aktivitas mereka kemudian memandang Kai dengan serius.

Kai memandang Sehun "Kau,, tidak berjodoh dengan Baekhyun. Sebaiknya kalian putus saja, dan maaf aku belum tau siapa jodohmu Sehun"

Sehun membulatkan matanya, sementara Baekhyun dan Chanyeol hanya mampu cengo.

"Ahaha.. k-kau bercanda..."

Kai menolehkan kepalanya ke samping dan melihat Chanyeol sedang tertawa hambar.

"HAHAHA... Iya. Kau pasti bercanda 'kan? Mana mungkin aku dan Hunnie putus, bukan begitu chagi?" sahut Baekhyun yang diangguki oleh Sehun.

Kai mendengus, percuma saja dia menjelaskan pada mereka yang tidak tahu apa-apa, sudah pasti tidak akan mengerti. Kai mengangkat bahunya ketika gelak tawa dari Baekhyun dan Chanyeol tak juga berhenti. Ia bangkit, dan memandang satu-satu wajah teman-temannya.

"Terserah percaya atau tidak. Tapi yang ku katakan itu memang benar kenyataan. Ya sudah, aku kekelas duluan ya..."

Kai melangkah pergi meninggalkan kantin juga teman-temannya yang kembali terdiam.

.

.

.

.

.

TBC

Next or No?

A/N [Fafasoo202] :
Annyeong^^/ Kita ketemu lagi, hihihi... pertama mau minta maaf karena yang minta untuk fast update belum bisa kami penuhi
LBanyak kendalanya.. Minggu kemarin fafa UAS dan setelah ini bakal liburan ke 'hutan'(?) jadi kalian bakalan nunggu lama lagi untik Ch.5 nya.. Mianhanda.. TT_TT kedua,, makasih banget bagi para readers yang selalu mereview dan menanti kelanjutan FF ini. Review kalian adalah penyemangat paling besar buat FaFlow.. Untuk yang siders /kalo ada XD/ kami menunggumu :*
Oke segitu aja,, maklumi keadaan author yang juga punya kesibukan di dunia nyata ya? Saranghae... XOXO ({}) :*

A/N [Flowerdyo] :
Semoga banyak yang suka sama chapter ini^^ makasih untuk yang udah follow sama fav ^^ dan kecup basah buat yang udah review :* jujur aja hanya review yg ngebuat semangat buat lanjutin ff ini :D so,, review lagi ya :")

See you next chap.. pay pay~

BIG THANKS TO

Who's Fav/Follow/Review

riskafebry9294, veronicayosiputri9, yuuyo, hadisoobaby, kyungiesoo123, 1, kaisoonim, BabyCoffee99, Sofia Magdalena, evaasusaanti, meyriza. Lovesoo, kyung1225

Maaf jika ada kesalahan dalam penulisan nama.