Author : Fafasoo202 / Flowerdyo
Title : Code Mate
Genre : Fantasy, Romance, Drama, Humor
Rated : (T)au deh,,
Lenght : Chaptered
Disclaimer : No Plagiat! BIG NO!

Main Cast : KaiSoo

Other Cast : Other member EXO, etc..

.

.

.

WARNING!

YAOI!

TYPO's

Don't Like! Don't Read!

No Siders...

.

.

.

.

Summary : Kisah seorang Kim Jongin yang terus menjomblo dan perjalanan hidupnya dengan berbekal ilmu 'sihir' turun temurun yang diwarisinya, berakhir dengan pertemuan jodohnya. Hidup penuh misteri nan indah...

.

.

.

Happy Reading! (^-^)/

.

.

'Faflow Present'

.

.

.

Kai memainkan ponselnya, sedangkan Chanyeol sedang asik dengan jjangmyeon dihadapannya, jangan tanyakan apa yang sedang di lakukan pasangan SeBaek.

Lihat saja,, perlakuan manis yang menjijikan. Saling menyuapi dan melempar senyum satu sama lain. Kai mendengus dan membenarkan posisi duduknya.

"Kalian, dengarkan aku baik-baik.."

Chanyeol, dan SeBaek menghentikan aktivitas mereka kemudian memandang Kai dengan serius.

Kai memandang Sehun "Kau,, tidak berjodoh dengan Baekhyun. Sebaiknya kalian putus saja, dan maaf aku belum tau siapa jodohmu Sehun"

Sehun membulatkan matanya, sementara Baekhyun dan Chanyeol hanya mampu cengo.

"Ahaha.. k-kau bercanda..."

Kai menolehkan kepalanya ke samping dan melihat Chanyeol sedang tertawa hambar.

"HAHAHA... Iya. Kau pasti bercanda 'kan? Mana mungkin aku dan Hunnie putus, bukan begitu chagi?" sahut Baekhyun yang diangguki oleh Sehun.

Kai mendengus, percuma saja dia menjelaskan pada mereka yang tidak tahu apa-apa, sudah pasti tidak akan mengerti. Kai mengangkat bahunya ketika gelak tawa dari Baekhyun dan Chanyeol tak juga berhenti. Ia bangkit, dan memandang satu-satu wajah teman-temannya.

"Terserah percaya atau tidak. Tapi yang ku katakan itu memang benar kenyataannya. Ya sudah, aku kekelas duluan ya..."

Kai melangkah pergi meninggalkan kantin juga teman-temannya yang kembali terdiam.

"kasian anak itu, sepulang dari rumah kakek pikirannya terganggu" gumam chanyeol, "mungkin karena terlalu banyak mencangkul" lanjut chanyeol

-Code Mate-

.

.

Chapter 5

'Brak'

Sehun dan Chanyeol tersentak karena gebrakan meja yang dilakukan oleh Baekhyun. Sehun melirik kekasihnya yang sedang berdiri dengan wajah merah.

"YAK KIM JONGIN, JELASKAN PADA KAMIIIIII" Baekhyun berjalan cepat menyusul Kai yang sudah berada di depan pintu kantin.

"Baekkie-ya tunggu aku!"

Chanyeol mengerutkan hidungnya melihat tingkah pasangan sebaek, "Pasangan aneh.." gumamnya beranjak dari kursi yang Ia duduki berniat menyusul teman-temannya.

.

.

.

Keesokkan harinya Kai mendapati Sehun dan Baekhyun menatap garang ke arahnya. Kai menghela nafasnya, sepertinya Kai tahu apa yang akan terjadi setelah Ia duduk di bangku itu. Astaga,, dia baru saja datang.

"Kau!" tunjuk Baekhyun pada Kai.

Kai memutar bola matanya malas, Ia sungguh jengah dengan kicauan makhluk ber-eyeliner itu. Kemarin setelah ia memberitahukan semuanya, Baekhyun mengejarnya dan memborbardir dirinya dengan berbagai macam pertanyaan, ia baru bisa tenang setelah songsaenim datang, dan ketika jam pulang ia segera kabur sebelum Baekhyun mulai menyerangnya kembali, dan sekarang.. Huh Kai pasrah sajalah..

"Yah~ Kim Jongin.. aku masih tidak mengerti dengan apa yang kau katakan kemarin. Apa maksudmu. Aku tidak berjodoh dengan Baekhyun? Eoh? Kau tidak lihat, kami ini adalah pasangan paling mesra dan tentu saja saling mencintai" Kai mengerjap mendengar tuturan Sehun yang sangat panjang. Seperti ini kah sosok Sehun ketika dia marah? Ia pikir hanya Baekhyun saja yang akan menyerangnya hari ini, namun Sehun juga ikut-ikutan.

"Atau..."

Namja tan itu menyipitkan matanya pada Baekhyun, "Atau apa?"

"Kau menyukaiku ya?"

"Chagiya?!/MWO?" Sehun dan Kai terlihat terkejut dengan perkataan yang baru saja keluar dari mulut Baekhyun. Kai terkekeh sinis, apa yang ada dipikiran makhluk cerewet itu? Mana mungkin dirinya menyukai Baekhyun si super heboh.

"Omong kosong.." gumamnya.

"Hey yoo!"

Kai, Sehun, dan Baekhyun mengalihkan pandangan mereka pada Chanyeol yang baru saja datang dan berjalan menuju ke arah mereka.

Chanyeol terdiam setelah ia meletakkan tasnya, memandang teman-temannya yang menatap intens dirinya. Chanyeol menelan ludahnya susah payah, menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Ada apa sih?

"K-kenapa menatapku seperti itu?" tanya Chanyeol pada akhirnya.

"Heh,, Baekhyun!" Kai mengalihkan pandangannya menuju Baekhyun yang memandang aneh kearahnya.

"Kau dan Chanyeol itu berjodoh"

"APA?!" lengkingan oktaf ke-4 terdengar dari mulut Baekhyun.

"Heh! Kalian! Berhenti berteriak. Demi Tuhan ini masih pagi!"

Keempat namja yang terlibat pembicaraan aneh tentang jodoh di salah satu sisi kelas itu memandang takut pada ketua kelas yang memberikan tatapan membunuh untuk mereka.

Chanyeol menelengkan kepalanya, menatap prihatin pada Kai yang sepertinya benar-benar sakit setelah diperkejakan oleh kakek mereka saat weekend minggu lalu.

'Brak!'

Baekhyun berdiri dari duduknya ketika hazel bereyeliner itu menangkap sosok Kyungsoo dan kedua bodyguard-nya memasuki kelas. "Kyungsoo!" panggilnya senang, "Apa yang membuatmu datang sepagi ini?"

Namja bernama Kyungsoo itu hanya mendengus, sambil berjalan menghampiri tempat duduknya dibelakang Baekhyun setelahnya ia menyuruh kedua asistennya itu menyimpan bekal makananya dan menyuruh mereka menunggunya di pintu luar kelas.

Kyungsoo mendudukkan diri dan membuka pembicaraannya, "Bagaimana dengan malam ini? Kau siap kan?"

Baekhyun mengangguk semangat, "Tentu saja, kita kan sudah latihan setiap hari". Kyungsoo tersenyum kalem menanggapinya.

"Berkatmu tiket acara amal nanti malam soldout dan akan dihadiri artis terkenal" girang Baekhyun, dan Kyungsoo hanya melahap sarapan paginya dengan tenang, "Hey.. kalian harus tahu nanti malam acara amal sekolah kita akan kedatangan artis papan atas" jelas Baekhyun pada Sehun,Chanyeol dan Kai.

"Siapa?" tanya Chan diikuti Sehun.

"Kalian akan tercengang pokoknya liat saja nanti, yang jelas ia artis populer seasia dan sebentar lagi akan go international dengan debutnya di Amerika" Baekhyun nampak menggebu-gebu.

"Waw, sulit dipercaya artis seterkenal itu mau menghadiri acara amal sekolah kita" Chanyeol menggaruk dagunya

"Jelas bisa jika seorang Do Kyungsoo sudah bertindak" seru Baekhyun, "Kau hebat Kyungsooya" Baekhyun memberikan dua jempolnya untuk Kyungsoo, dan Kyungsoo hanya memberi senyum tipis menanggapinya.

Kai memandang tak suka pada Kyungsoo yang terlihat so' sekali didepan teman-temannya. Huh, benar-benar sombong.

"Oh iya! Kalian berdua juga harus datang ke konser amal nanti malam. Sehunie-ku sudah pasti ikut" Baekhyun mengedipkan sebelah matanya pada Sehun. Dan Sehun membalas dengan gesture kucupan untuk kekasihnya itu. Oh my ah...

Chanyeol mengedikkan bahunya dan Kai hanya memutar bola matanya jengah.

"Tapi—"

"Tenang saja, tiketnya memang soldout tapi Kyungsoo masih punya beberapa tiket yang sudah ia borong, harga tiketnya lumayan menguras kantong kalian karena memang acara ini ditunjukan untuk para alumni sekolah kita yang sudah sukses-sukses itu, tapi Kyungsoo pasti memberikan tiketnya untuk kalian secara cuma-cuma" jawab Baekhyun memotong perkataan Chanyeol. "Benarkan kyung? Aku boleh memberikan tiketmu pada mereka kan?" tanya baekhyun

Kyungsoo mengambil tisue lalu mengusap bibirnya "Hmm tak masalah" lalu Kyungsoo membuka tempat minumnya dan menegak susu cokelat favoritenya.

Kai mendengus kasar, ia memandang sengit pada Kyungsoo. "Tidak perlu repot-repot. Kenapa uangmu yang sangat banyak itu tidak kau berikan saja pada yang lebih membutuhkan. Kami sungguh tidak perlu dengan tiketmu itu"

Kyungsoo langsung menoleh pada Kai dan menatap dalam mata elang itu. Ia menghentakan botol minumnya diatas meja hingga isinya sedikit muncrat keluar, Ia menggeram dengan tangan yang mengepal hingga buku tangannya memutih. Namun, tak lama Kyungsoo menghembuskan nafasnya perlahan, lalu ia kembali menatap Baekhyun yang sama terkejut seperti dirinya karena perkataan Kai.

"Jika ada yang ingin kau tanyakan, hubungi saja aku" ucap Kyungsoo datar kemudian bangkit hendak meninggalkan kelas. Ia sedang tidak ingin beradu mulut dengan mahkluk hitam itu. Hal itu akan membuat moodnya turun derastis jika terjadi, ohh.. Kyungsoo tidak ingin penampilannya hancur untuk malam ini hanya karena seorang Kim Jongin. Tidak tidak tidak, jangan sampai.

"Tunggu"

Kyungsoo menghentikan langkahnya mendengar seruan kai, lalu ia berbalik dan mendapati namja tan itu sedang mendekat kearahnya.

Setelah jarak mereka dekat, Kai memasukan satu tangannya kesaku celananya, ia merogoh saputangan dan langsung saja menggerakan tangannya ke arah bibir Kyungsoo menyapu sisa-sisa susu cokelat yang tanpa Kyungsoo sadari masih menempel di atas bibirnya.

Deg

'Sialan kenapa aku berdebar padahal tampil masih nanti malam' batin Kyungsoo.

Kai memandang Kyungsoo tepat kedalam manik hitam bulat yang sangat menggemaskan itu, 'Menggemaskan? Tidak tidak kau sudah gila Kai' batinnya sendiri.

'Mengapa ia perhatian pada-' batin Kyungsoo berhenti berpikir karena gerakan Kai yang menjauhkan saputangannya dari bibir Kyungsoo yang sekarang telah bersih.

"Tuan sombong perhatikan makanmu, ck seperti bayi saja" ejek Kai dengan smirk andalannya.

Dan Kyungsoo hanya memandang Kai tanpa bereaksi, tidak seperti biasanya?

Kai malah melihat mata kyungsoo seperti terluka atas ucapannya, 'Mengapa ia seperti ini?' batin Kai.

"Tidak hanya sombong dan bertingkah menyebalkan, namun kau juga masih kekanakan" lanjut Kai, sejujurnya Kai mengharapkan Kyungsoo akan membalasnya namun diluar dugaan Kyungsoo malah berjalan mundur beberapa langkah lalu berbalik dan pergi ke luar dari kelas meninggalkannya begitu saja. Kai tercengang dengan reaksi Kyungsoo yang seperti itu.

Setelah melihat kejadian antara Kai-Kyungsoo, Baekhyun berjalan ke arah Kai dengan langkah lebar dan hentakan kaki yang keras. Ia mencengkram kerah seragam Kai dan menariknya hingga nyaris saja hidung mereka bersentuhan.

Kai dapat melihat kilatan marah pada mata Baekhyun, tapi sungguh itu tidak menakutkan sama sekali. Tubuhnya bahkan berbeda jauh dengan Baekhyun yang hanya setinggi lehernya.

"Kau tidak seharusnya berbicara seperti itu.." desis Baekhyun di depan wajah Kai.

"Kenapa? Dia itu sombong, kau sudah lama mengenalnya tapi kenapa kau—"

"KYUNGSOO BUKAN ORANG SEPERTI ITU!" Teriak Baekhyun menyela perkataan Kai.

Tiba-tiba saja...

"Akhh/Aww" Baekhyun langsung melepaskan cengkraman tangannya dari kerah seragam Kai, sementara Kai mengerang kesakitan karena telinga mereka tengah dipilin oleh Jiyoung si ketua kelas.

"Sudah ku bilang jangan berteriak, kalian tidak mendengarkanku eoh?" ujarnya sambil melotot ke arah Baekhyun dan Kai.

"Yak! Jiyoung-ah!"

"Diam kau Oh Sehun!"

Sehun kembali duduk, padahal tadi ia berencana menyelamatkan kekasihnya. Ya Tuhan, Baekhyun-nya pasti kesakitan. Dan Chanyeol sudah terkulai lemas di tempat duduknya. Apa kedatangan Kai sebuah masalah besar bagi teman-temannya? Sebelumnya semua terasa baik, tapi Kai merubahnya. Chanyeol berpikir lagi, 'Mungkin dia terlalu lelah karena bekerja di kebun Harabeoji'

"Astaga Jiyoung.. lepaskan! Aku bisa memukulmu, kau tahu?"

Si ketua kelas mencondongkan wajahnya pada Kai, "Coba saja, dan kau akan tahu apa yang akan kau dapatkan jika aku melapor pada Kang Songsaengnim"

Kai menegang dengan telinganya yang masih terpilin(?). Oh tidak! Jangan sampai dirinya berurusan dengan Kang Saem. Kai pernah sekali melihat bagaimana kejamnya guru konseling satu itu. Ia tidak mau berakhir seperti murid bernama Yongjae yang hampir saja mati kedinginan karena berjemur siang malam (selama 2 hari penuh) di depan tiang bendera dengan hanya menggunakan boxer. Dan kau tahu, Kai tidak bisa membayangkan seberapa malunya Yongjae saat pagi tiba dan murid-murid mulai berdatangan. Ugh...

"Sebaiknya kalian ku bawa saja pada..."

"Ommo! Jangan! Jangan lakukan itu, aku yang akan menjamin kalau mereka bisa 'tenang' setidaknya untuk hari ini" Jiyoung melirik Chanyeol yang melebarkan matanya, sebenarnya ia juga tidak sungguhan ingin membawa kedua manusia biang keributan ini pada Kang Saem, ia tidak mau kelasnya yang dikenal begitu tertib malah dicap sebagai kelas paling buruk nantinya. Dan itu hanya karena Kai dan Baekhyun. "Sebaiknya pegang janjimu itu Park!" ujar Jiyoung, melepaskann tangannya dari telinga Baekhyun dan Kai.

Chanyeol mendesah lega kemudian mendengus menatap Kai yang mengusap-usap telinganya dan Baekhyun yang langsung menghambur kepelukan Sehun. "Kalian berutang nyawa padaku" ujarnya, tapi tak satupun dari Kai maupun Baekhyun mendengarnya. Astaga teman-temannya ini benar-benar..

"Kai Kau harus meminta maaf padanya, kau harus datang nanti malam" ucap Baekhyun dalam pelukan Sehun dengan memandang tajam ke arah Kai.

.

-Code Mate-

.

Kai menatap jengah pada sekelilingnya, sudah berulang kali ia memutar bola mata. Bosan. Satu kata itu selalu Kai ucapkan hampir lima menit sekali. Seharusnya Ia tadi tidak perlu merasa kasian pada Sehun.

"Ayolah Kai, kau tidak akan merasa bosan jika ikut dengan kami. Kau harus memberi support padaku dan Kyungsoo, Lihat? Aku sudah membawa tiketnya" itu kata Baekhyun saat baru saja Kai membuka pintu.

Kai mengerutkan keningnya, kenapa Baekhyun ingin sekali dia ikut sih? Ia melirik Chanyeol yang bersandar pada dinding depan pintu apartmennya. Ia mendengus, akhir-akhir ini Chanyeol terlihat begitu pasrah dengan semua paksaan dan kemauan SeBaek. Ada apa dengannya?

"Kai!"

Kai melirik Baekhyun lagi setelah beberapa saat tadi menatap sepupunya. "Aku tidak mau ikut! Dan.. jangan paksa aku"

Baekhyun memberenggut, "Ck.. menyusahkan sekali sih. Pokoknya aku tidak mau tahu, kau harus tetap ikut. Sehun bujuk dia!" kata Baekhyun kemudian berbalik dan menarik Chanyeol pergi menuju basement apartmen Kai.

Sehun menghela nafasnya, menatap Kai datar.. tapi sedetik kemudian wajahnya berganti dengan raut memohon yang membuat Kai ingin mengeluarkan isi perutnya sekarang juga.

"Ku mohon ikutlah! Baekhyunnie akan mendiamkanku jika aku tidak berhasil membawamu. Kau mau aku terlihat seperti mayat hidup karena diamnya kekasihku itu? eoh? Ayo Kai, kau bukan sosok dingin dan tak peduli apapun seperti yang ada di cerita-cerita vampir 'kan? Kau juga bukan seperti mitos tentang seorang pembunuh berdarah di—"

"ASTAGA OH SEHUN!" Sehun mengerjap beberapa kali karena Kai beteriak padanya. Syukurlah Kai bisa menghentikan Sehun yang mulai tidak jelas bicara jika menyangkut kekasihnya. Gila!

Kai mengatur nafasnya sejenak, lalu menatap Sehun dengan senyum masam. "Baiklah! Aku ikut, beri aku waktu lima belas menit"

Grab!

Kai melebarkan diameter matanya, apa-apaan ini? Sehun memeluknya. "YAK SEHUN, Kau menggelikan! Lepaskan aku~"

Dan disinilah Kai sekarang, menjadi salah satu orang yang duduk di kursi putih Aula sekolah mereka. Sekali lagi Kai menghembuskan nafasnya, matanya berpendar dan menemukan Kyungsoo yang sedang asik berbicara pada seorang anak perempuan kecil di dekat pohon hias.

Kai melihat Kyungsoo tersenyum lepas pada anak kecil itu, ia tercenung beberapa saat. Untuk kedua kalinya ia terperangah melihat Kyungsoo malam ini, pertama, saat Kyungsoo dan Baekhyun membuka acara dengan menyumbangkan suara mereka. Kai sempat terdiam ditempat duduknya kala suara lembut milik Kyungsoo mengalun pelan di telinganya. Dan yang kedua, saat dirinya melihat Kyungsoo tersenyum.

DEG

Kai mengedipkan matanya beberapa kali. Ia tersadar dari lamunannya, saat mata bulat itu menangkap basah Kai yang sedang memandanginya. Segera Kai mengalihkan pengelihatan dan langsung berdiri dari duduknya.

"Cih.. sebenarnya apa yang sedang aku lakukan disini?" Kai merutuk dalam hati, menyumpah pada Baekhyun dan Sehun karena sudah memaksanya.

.

.

~Kyungsoo side~

Seorang anak kecil perempuan mendatanginya dan bilang bahwa ia selalu menunggu Kyungsoo datang ke panti asuhan. Yah, Kyungsoo memang mempunyai jadwal rutin tiap minggunya untuk menunjungi panti asuhan dekat rumahnya.

Gadis kecil bernama Mina dengan balutan dress putih selutut yang begitu manis membungkus tubuhnya itu terus saja mengoceh.

"Kau tahu oppa, aku kira kau tidak akan datang lagi untuk selamanya" katanya sambil tersenyum cerah pada Kyungsoo. "Oh ya?"

"Eumm.. aku, chara, dan hye hee begitu sedih karena seminggu ini kau tidak datang-datang. Tapi saat tahu kami semua di undang ke acara amal ini sebagai tamu utama, aku yakin kau benar-benar menyayangi kami. Benar kan?"

Kyungsoo tertawa, bagaimana manisnya gadis kecil kesayangannya ini. Tentu saja Kyungsoo menyayangi mereka. "Kau benar, Mina-ya"

Gadis itu tertawa sambil bertepuk tangan seolah-olah baru saja mendapatkan hadiah dari Kyungsoo.

Kyungsoo menatap sekeliling aula dan matanya menemukan Kai yang sedang memandanginya. Kyungsoo terdiam menyelami mata Kai. Tapi itu tak berlangsung lama karena Kai langsung memutus kontak matanya begitu saja.

"Soo..."

"Kyungsoo oppa kau tidak mendengarku?"

Kyungsoo mengerjapkan matanya dan menatap Mina bingung, "Ohh.. aku... mendengarmu"

"Apa yang kau lihat?" Kyungsoo tersenyum lembut sambil mengusap surai sebahu itu, "Tidak ada, oh iya.. aku punya sesuatu untukmu" kata Kyungsoo mengalihkan pembicaraan.

"Benarkah? Ayo! Aku ingin melihatnya" Mina menarik tangan tangan Kyungsoo menuju ruangan yang ditunjukkan Kyungsoo dimana hadiah itu ada.

.

.

.

Kai baru hendak melangkahkan kaki jika saja seseorang tidak menariknya.

"Mau kemana?"

Kai menoleh dan menemukan Chanyeol yang menyeretnya menuju meja bundar di salah satu sudut ruangan itu. "Aku bosan. Ingin pulang" jawabnya.

"Astaga,, kau ini aneh. Bosan apanya? Kau tidak lihat, acara ini begitu meriah dan makanannya enak-enak. Jadi, kau tidak boleh pulang" sahut Chanyeol sambil menampakkan senyum lebarnya.

"Orang tuamu itu kaya, Park Chanyeol. Kau bisa meminta makanan yang lebih enak dari yang ada disini" Chanyeol memanyunkan bibirnya, "Kau tidak tahu bagaimana eomma, dia sangat protektiv padaku jika menyangkut makanan"

Kai tergelak mendengar pengakuan sepupunya itu, "Ughh... anak mami Park yang manis" katanya sambil menepuk-nepuk kepala Chanyeol. "Yak!"

Sehun memandang kedua temannya yang berjalan ke arah meja yang di tempatinya sekarang. Mereka –minus Kai- berencana menunggu Baekhyun dan Kyungsoo selesai, karena dua lelaki itu tengah di sibukkan dengan urusan acara.

Kai memandang Sehun yang asik dengan ponselnya dan Chanyeol yang begitu lahap menyantap makanan di hadapannya. Kai berdecak sebal, ia merasa di acuhkan. "Sebaiknya aku pulang saja!"

"Jangan membuatku memohon lagi padamu hitam"

Kai menatap sengit pada Sehun yang baru saja menyebutnya 'hitam'. Ia akan bersuara, kalau saja Chanyeol tidak angkat bicara mendahuluinya, "Sudahlah, tunggu saja sampai acaranya selesai"

Kai menarik nafasnya panjang dan menyandarkan punggungnya pada kursi. Beberapa menit berlalu..

"Emm,,, Kai" Kai menggumam sebagai jawaban dari panggilan Chanyeol. "Kau tahu, sebenarnya kau itu terlalu kasar pada Kyungsoo"

Namja tan itu membuka matanya yang sejak tadi terpejam, "Kasar bagaimana?" tanyanya dengan alis terangkat sebelah.

"Yah.. kau bilang dia sombong. Sebenarnya Kyungsoo tidak begitu. Dia tidak seburuk apa yang kau pikirkan"

"Oh.. Park Chanyeol. Kau lihat sendiri bagaimana sombongnya dia saat aku baru pertama masuk sekolah. Dia mengusir kita, kau ingat?" tanya Kai tidak percaya.

Chanyeol mengangguk, "Iya aku ingat, tapi—"

"Tidak! Sekali tidak suka. Selamanya tetap tidak suka"

Sehun melirik ke arah Kai, "Jangan bilang tidak suka, nanti kau malah benar-benar jatuh hati padanya" Kai melihat Chanyeol mengangguk, membenarkan perkataan Sehun.

"Heh? Ada apa dengan kalian?!" Chanyeol dan Sehun hanya mengangkat bahu mereka sekilas kemudian kembali melanjutkan kegian masing-masing.

Kai menggeram, moodnya benar-benar hancur sekarang. Kemudian terdengar suara musik dari atas panggung, disana ada sosok namja yang semungil Kyungsoo dan Baekhyun.

"Seperti pernah melihatnya?" ujar Kai pelan.

Sehun dan Chanyeol memandangnya sejenak lalu mengikuti arah pandang Kai.

"Oh dia.. Xi Luhan penyanyi asal china" Kai menangguk dan langsung menoleh kaget pada Sehun, "Kau mengenalnya?"

Kening Sehun berkerut, "Tentu saja, dia kan aktris terkenal"

"Benar juga..."

Setelah itu tak ada lagi percakapan diantara mereka, Kai, Sehun, dan Chanyeol kembali kepada aktivitas sebelumnya.

Kai tertegun setelah cukup lama memandangi aktris bernama Xi Luhan itu, Ia melirik Sehun selama beberapa menit. Dan dugaannya benar, "Oh Sehun..."

"Hmm..."

"Kau berjodoh dengan Xi Luhan" gumam Kai tapi masih bisa di dengar oleh Sehun dan Chanyeol.

Baik Sehun maupun Chanyeol sama-sama menatap horor ke arah Kai. Bagaimana mungkin aku berjodoh pada Xi Luhan sementara aku dan Baekkie saling mencintai, dan aku tidak bisa hidup jika tak ada Baekhyun lagi pula ia artis terkenal dan aku hanyalah pelajar tampan bagaimana bisa aku bejodoh dengannya, batin Sehun bertanya-tanya. Sehun menyimpulkan, jika Kai sudah gila. Gila dalam artian sesungguhnya.

Chanyeol sendiri lagi-lagi merasa kasihan pada sepupunya itu, dia selalu saja membicarakan tentang jodoh yang hakikatnya tidak mungkin manusia ketahui. Sepupunya itu pasti benar-benar sakit setelah pulang dari rumah kakeknya. Kai yang malang.

.

.

.

.

.

.

TBC

*Replies Review*

Rahmah736: Sebelumnya kurang ngeh(?) ya sama ffnya? Sekarang udh ngeh'kan ya? XD / kyungsooxeveryone: makasih loh udh suka sama karakter tokoh nya, hehe.. / kyung1225: yoo... sudah lanjut ^^ / daebaktaeluv: sudah next:D / kaisoonim: udh lanjut~ / kyungiesoo123: iya kasian sebaek gk jodoh xp hunhan? Eemm.. liat kedepannya ya. untuk kaisoo deket nya sesuai jalan cerita, so bersedia menunggu kan? ^^ / SooieBabyUke: hooh,, fafa juga jarang baca ff kayak gini :lol / BabyCoffee99: kai emang blak2an disini, bwahaha... / Sofia Magdalena: iya hampir aja liat kodenya kyung, eh diganggu sama sebaek_- / veronicayosiputri9: sipp,,, tunggu terus kaisoo momentnya ya~ / .1: sudah next.. =)) / meyriza: iya sebaek ganggu, kan kodenya kyung jadi ngilang :3 / Lovesoo: di bilang sahabat, gk sedeket itu jg.. partner lebih tepatnya (tau ah bingung_-), wkwk.. gk se sekolah kok, ka flow udh kerja fafa yg masih sekolah.. :p ^^ / Santi832: salam kenal juga santi-ssi^^ well.. baek itu cowok kok ini kan yaoi, oke fafa gk akan bilang klo kai sama kyung jodoh, sehunluhan? XD klo sesama jenis buat keturunannya sesuai pemikiran author, wkwkwk... / hadisoobaby: iya sama, fafa jg gereget sama kyung yg kaku banget di depan keluarganya _ emm,, kai bisa liat simbolnya sendiri gk ya? Liat nanti deh.. hehe / Guest: ini udah lanjut^^ / Alma: gimana sama chapter ini udh sedikit bnyk moment kaisoo kan? :D / dokyungsooxs: yehet! Sudah next.. / kimi: iya tagih terus, gkpp kok ;) / kaidoya: chapter ini udh ada memont kaisoonya kan? Mereka jodoh gk ya? Terus gmn cara kai tau simbolnya sendiri? Ikutin terus ya supaya tau.. ^_^ / chocovanila: iya.. sudah lanjut~ / kyunges: kris? Nanti ada kalanya dijelaskan, jodohnya sehun kayaknya udh tergambar jelas disini, chapter ini udh cukup banyak atau belum momentnya? Hehe..

.

.

Fafasoo202: Yehet! Akhirnya... :") selesai jg untuk chapter 5 ini. Makasih buat para reader yang setia menunggu. Sekali lagi, faflow gk bisa memenuhi untuk yang minta fast update karena kesibukan kami tentunya, tapi kalian tenang aja.. sengaret2nya ini ff pasti faflow akan berusaha menamatkannya^^ dan klo aja diantara kalian gk ada yg nagih dan bertanya2 kelanjutannya mungkin chp.5 ini masih lama updatenya.. XD semoga ch.5 ini gk mengecewakan ya, maaf klo masih banyak typo dan kesalahan lainnya. *deep bow* Oh iya yang mau tanya kelanjutan atau mau sharing2 sama fafa bisa di add Id line: seokkie934 - and sekedar promote kunjungi juga akun ffn fafa : Fafasoo202 - kkeut... (^-^)/ sampai jumpa di chapter depan~ /sorry ka flow kebanyakan curcol XD/

Flowerdyo: maaf updatenya lama :") ini juga fafa yang inisiatif lanjutin :D hee~ makasih untuk yg udah review ^^

Mind to Review?