Author : Fafasoo202 / Flowerdyo
Title : Code Mate
Genre : Fantasy, Romance, Drama, Humor
Rated : (T)au deh,,
Lenght : Chaptered
Disclaimer : No Plagiat! BIG NO!

Main Cast : KaiSoo with chanbaek+hunhan

Other Cast : Other member EXO, etc..

.

.

.

WARNING!

YAOI!

TYPO's

Don't Like! Don't Read!

No Siders...

.

.

.

.

Summary : Kisah seorang Kim Jongin yang terus menjomblo dan perjalanan hidupnya dengan berbekal ilmu 'sihir' turun temurun yang diwarisinya, berakhir dengan pertemuan jodohnya. Hidup penuh misteri nan indah...

.

.

.

Happy Reading! (^-^)/

.

.

'Faflow Present'

.

.

.

Kai meraih buku itu dan langsung membawanya kesofa ruang tengah. Ia kembali membuka lembaran usang tersebut dan membacanya perlahan.

Detik menjadi menit, dan kini jam sudah berlalu.

Kai mulai merasa bosan dan kesabarannya sudah hampir habis. Sudah dibilang buku itu tidak berguna.

"Haishhhh!"

Kai menjatuhkan bukunya begitu saja kelantai dan menggeram kesal karena lagi-lagi dia tidak bisa menemukan jawabannya.

Kemudian matanya menangkap sesuatu yang aneh di buku itu, buku kuno itu jatuh dan membuka di halaman terakhir. Kai kembali meraihnya, di halaman terakhir ini ada sebuah gambar bentuk amour di bawahnya terdapat garis panjang dibawah garis tersebut ada gambar gelombang air dan amour lagi, tapi anehnya amour itu tak digambarkan dengan jelas seolah-olah itu adalah bayangan.

Kai mengernyit, apa maksudnya?

Air. Bayangan.

Satu...

Dua...

"BINGGO!" teriak Kai memenuhi apartemennya.

-Code Mate-

.

.

Chapter 7

Sore itu terlihat seseorang yang baru saja membuka pintu apartemennya dengan terburu-buru. Langkah kakinya membawanya ke parkiran di mana motornya berada. Orang itu, Kai, menyalakan motor sport merahnya kemudian melesat cepat meninggalkan apartemen. Kai harus menemukan simbolnya sendiri, ia sudah bertekad menemukannya sekarang atau tidak sama sekali.

.

.

Kai melangkah gontai melewati koridor menuju kelasnya. Hatinya tiba-tiba merasa gelisah luar biasa. Dia akan masuk ke kelas dan bertemu dengan Kyungsoo, oh Kai tidak siap menerima kemungkinannya yang terjadi.

'Apa akan berubah dan bersinar?' Kai menggeleng menampik pertanyaan yang sangat tidak ia inginkan jawabannya. Setidaknya jangan sekarang, Kai masih harus memastikan perasaannya kan? Bagaimana jika ia jatuh cinta pada orang lain? Mungkin saja kan?
Lelaki tan itu mengangguk, menyemangati dirinya, "Benar, sebaiknya aku jangan terlalu yakin dulu. Bersabarlah Kai!" ujarnya pada diri sendiri.

Kai tiba-tiba berhenti saat melihat pintu kelasnya dari jarak 3 meter. Matanya mengerjap beberapa kali. 'Sadar Kim Jongin!' batinnya berteriak menyadarkan Kai dari lamunannya yang tak berguna. Kai mengusap dadanya berkali-kali, "Hey! Bisakah berdetak dengan normal saja? Tidak perlu berdegup seperti ini?" gumamnya seraya kembali melangkah. Kai meneguk liur sesekali saat dirinya mendekat pada pintu kelas.

Cklek!

Kai terdiam ketika pintu terbuka dengan tangannya, maju selangkah dan mengamati kelas begitu tajam. Kai menghembuskan nafasnya yang tanpa sadar ia tahan sejak tadi.

Kyungsoo belum datang. Bersyukur karena dirinya tidak akan terkejut di pagi hari ini.

"Syukurlah~"

"Apanya?"

Kai terlonjak dan segera menatap ke arah suara. Oh Sehun dengan tampang flatnya. "Kau tahu? Kau seperti hantu! Datang tiba-tiba dan mengejutkan!" tukas Kai lalu berjalan ke mejanya. Sehun memandangi teman hitamnya itu dengan datar, mengangkat bahunya acuh dan menyusul Kai menuju bangkunya juga.

"Chagiyaa~ kau meninggalkanku" teriak Baekhyun yang tiba-tiba saja muncul dan langsung masuk ke dalam kelas.

Sehun tersenyum geli, "Hehe mian, kau kan sedang asik bergosip tadi"

Baekhyun merengut kesal dan mengalihkan pandangannya. Sebuah dering telepon berbunyi. Baekhyun tahu itu dering ponsel milik Sehun. Namja bereyeliner itu melirik Sehun melalui ujung matanya.

"Ada telepon penting. Aku harus mengangkatnya, sebentar ya baby"

Baekhyun mengerutkan keningnya saat Sehun menjauh. Ia menggerutu kesal pada kekasih cadelnya itu. "Jadi telpon itu lebih panting dari pada aku? Awas saja kau Oh Sehun" geramnya, memicingkan mata pada punggung Sehun yang baru saja menghilang di balik pintu kelas. Baru saja Baekhyun hendak melangkahkan kakinya tiba-tiba saja seseorang menabrak bahunya dan melewatinya begitu saja tanpa ucapan maaf. Baekhyun akan meledak jika saja orang itu bukan Park Chanyeol.

"Kenapa wajahnya sendu begitu?" bisik Baekhyun pada diri sendiri.

Akhirnya Baekhyun melangkah mendekati bangkunya. Lalu ia berbalik dan mendapati Chanyeol yang langsung melempar tatapannya kesamping. 'Ohh dia barusan menatapku!' pekik Baekhyun dalam hati. Baekhyun membuka mulutnya hendak memanggil lelaki tinggi itu, namun sebelum ia mengeluarkan suaranya, Chanyeol berdiri dan melesat pergi keluar kelas secepat mungkin tanpa mau menatap atau bahkan meliriknya barang sedikit.

Baekhyun tentu saja terkejut, tidak biasanya dia bersikap seperti itu. Lalu tiba-tiba, perasannya menjadi tak nyaman. Baekhyun merasa Chanyeol sedang menjauhi seseorang dan itu adalah dirinya. Pertanyaannya adalah...

'Kenapa?'

-Other Side-

"Halo.."

"Oh, kupikir kau tidak akan mengangkatnya.. apa aku mengganggumu?"

Namja itu menyandar di tembok bercat putih seraya tersenyum. "Tidak, apa ada hal yang penting?"

"Tidak juga sebenarnya, hanya saja... apa aku bisa minta bantuanmu?"

Kerutan tipis timbul di kening namja itu, "Apapun.." jawabnya pelan.

"Bisa temani aku jalan-jalan di Seoul? Kupikir kau adalah orang yang tepat" kekehan terdengar dari ujung sana, dan mau tak mau namja itu ikut menarik kedua sudut bibirnya.

"Yahh,, pilihanmu tidak meleset. Kapan?"

"Besok sore"

Sang namja mengangguk dan melirik arloji di pergelangan tangan kirinya. "Sebentar lagi bel pertama berbunyi, aku harus segera masuk" ujarnya menjelaskan pada seseorang di seberang sana.

"Eumm baiklah,, sampai bertemu besok sore Hunnie"

Dia tersenyum mendengar panggilan namanya dari seseorang disana, "Sampai bertemu juga, Hyung".

.

.

.

Bel istirahat pertama sudah berbunyi lima menit yang lalu..

Kai tak beranjak sedikitpun dari kursinya. Pikiran lelaki itu menahannya. Saat pelajaran berlangsung tadi Kwon saem tiba-tiba datang dan memberi tahu jika Kyungsoo absen. Kai pikir orang itu akan terlambat seperti sebelumnya, tapi dugaannya salah. Kyungsoo tidak masuk, dan apa penyebabnya?

Ada rasa kesal juga lega menjadi satu saat mengetahui hal itu. Kesal karena tiba-tiba saja ia merasa khawatir, dan lega karena ia tidak akan melihat simbol itu sekarang. Tapi entah kenapa rasa khawatirnya lebih mendominasi, jadilah Kai seperti ini. Termenung di bangkunya seorang diri. Pikirannya membawa Kai mengingat kejadian sore kemarin.

/Flashback/

Kai berlari saat memasuki kawasan sungai Han sore itu. Ia menatap sekeliling dan mencari tempat yang pas untuk dirinya. Matanya mengarah ke sisi kanan sungai Han yang cukup sepi. Kai berdiri di pinggir sungai. Menatap lamat-lamat bayangannya sendiri dari pantulan air. Lima detik kemudian bayangan itu mengeluarkan cahaya di atas kepala Kai. Mata Kai melebar lalu menajamkan pengelihatannya. Mulai terang dan terlihat jelas.

"Simbol milik'nya' adalah 325563, kalau begitu..."

Kai tiba-tiba saja tersentak setelah beberapa detik terdiam, "Berjumlah 888888" lirihnya. Kai mengedip sekali kemudian menjauh dari tempatnya berdiri. Ia kembali menuju motor sportnya dan berbalik pulang.

/Flashback Off/

"Tidak mungkin aku berjodoh dengan orang itu. Tidak. Tidak Mungkin" monolog Kai setelah mengingat simbolnya sendiri.

"Hoyy Kai! Tidak ke kantin? Setelah ini sepertinya jam kosong, Kwon Songsaengnim memberitahuku jika dewan guru akan mengadakan rapat"

Kai mendongak dan menemukan Jiyoung di depan pintu, Ia tersenyum tipis dan menggeleng.

"Jiyoung-a, emm... apa kau tahu kenapa Kyungsoo tidak hadir?"

"Ahh itu, Kwon Saem bilang dia sakit. Sudah ya.. sampai nanti"

Kai terdiam. Kyungsoo sakit? Yang benar saja? Manusia dingin sepertinya ternyata lemah juga, bisa sampai sakit seperti itu. Ia terkekeh seorang diri, tapi kemudian raut wajahnya berubah.

"Sakit apa dia? Apa penyakitnya parah sampai absen sekolah begini?"

.

.

Keesokan harinya, Kai kembali menunggu. Tapi Kyungsoo lagi-lagi tidak hadir. Tidak tahan dengan rasa penasaran yang mengganggu pikirannya, akhirnya Kai memutuskan untuk bertanya pada Baekhyun.

Baekhyun menyipitkan matanya pada Kai saat lelaki tan itu melayangkan pertanyaan mengenai ketidak hadiran Kyungsoo, "Kenapa tiba-tiba menanyakannya? Kau mulai peduli dengan Kyungsoo ya?" ujar Baekhyun tak langsung menjawab pertanyaan Kai.

"Untuk apa peduli pada manusia dingin sepertinya, sudah jawab saja" sahut Kai datar.

Baekhyun mengangkat bahunya, "Kyungsoo sedang sakit flu, dia bilang besok mungkin akan hadir"

Kai mengernyitkan keningnya, "Hanya terserang flu dan dia bisa seenaknya tidak masuk?" katanya sedikit terkejut. "Hell... bagaimana bisa seseorang yang sudah berada di tahun ketiga SHS meninggalkan sekolahnya hanya karena flu, huh sungguh lucu!"

"Asal kau tahu, ibu Kyungsoo itu overprotektive terhadap anaknya."

Seketika itu juga tawa Kai pecah. Baekhyun memandang bingung pada temannya yang satu ini. Apa ada hal yang lucu?

"Kyungsoo? Manusia dingin itu ternyata adalah anak mami ya.." ujar Kai di sela tawanya. Baekhyun melebarkan matanya, dan wajahnya berubah warna menjadi merah padam. Oh,,, Baekhyun akan meledak.

"YAK! KAU INI SENANG SEKALI YA MENJELEK-JELEKKAN SAHABATKU! KALAU TIDAK TAHU APA-APA LEBIH BAIK TUTUP MULUTMU!"

-dan lengkingan itu berhasil menutup mulut Kai seketika.

.

-Code Mate-

.

Bias cahaya orange menembus celah-celah jendela kamar seseorang sore itu.

Kyungsoo merengut tidak suka di dalam kamarnya. Ia bosan. Entah ibunya yang berlebihan atau bagaimana sampai-sampai harus mengurung dirinya hanya karena flu. Ia mendesah panjang lalu meraih ponsel yang tergeletak di samping bantal.

Mendial nomor seseorang dan menunggu panggilannya terjawab.

"Bawa aku kabur sekarang!" Seru Kyungsoo setelah panggilannya tersambung.

"Woww~ Tenang baby, ada apa heum?"

"Tidak usah banyak tanya!"

"Tidak mungkin tanpa sebab kan? Kau berulah ya?"

Kyungsoo mendengus mendengar tuduhan itu, "Aku flu, hanya flu! Yah.. Aku bukan anak nakal sepertimu dulu. Cepat jemput aku, dan buat alasan yang baik agar Eomma membiarkanku sekolah besok"

Lelaki bermarga Do itu menjatuhkan ponselnya begitu saja di kasur setelah memutuskan sambungan teleponnya secara sepihak. Ia beranjak menuju kamar mandi kemudian membersihkan diri.

.

.

Saat Kyungsoo turun dari kamarnya, ia melihat ibunya sedang bercengkrama dengan seseorang yang Kyungsoo tunggu. Ia berjalan mendekati keduanya.

"Annyeonghaseyo, Eomma!" sapa Kyungsoo saat ia berdiri di samping ibunya.

Ibunya memandangi Kyungsoo sejenak, lalu tersenyum lembut. Tatapannya kembali pada seseorang di hadapannya. "Dia sedang flu, sebenarnya aku berat mengijinkannya keluar, tapi aku mengerti kalian butuh berkencan karena kau terlalu lama diluar negri"

"Eommonim bisa saja" kekehnya

"Jangan pulang terlalu larut, dan jaga dia baik-baik" Xiumin tersenyum lagi saat mendapat jawaban pasti dari orang itu.

Xiumin lalu memandang anaknya lagi, membenarkan syal yang dipakai anaknya "Dan Kyungsoo... jangan merepotkannya, mengerti?". Kyungsoo mengangguk tegas, "Ye!"

"Ya sudah, kalian boleh pergi"

Kyungsoo menghela nafas lega saat langkah kakinya berhasil keluar dari rumah. Jujur saja, ia merasa canggung dengan semua perhatian dari ibunya, jarang bertemu sekalinya ibunya memberi perhatian lebih padanya yang ada malah membuatnya merasa risih seperti ini. Kyungsoo sudah menikmati kesendiriannya tanpa perhatian seseorang bahkan orang tuanya sekalipun.

"Kau terlihat seperti tahanan bertahun-tahun yang baru dibebaskan"

Kyungsoo melirik sekilas pada lelaki di sampingnya, "Tidak usah berkomentar. Ayo cepat pergi.."

.

.

"Tidak baik jajan makanan yang dijual dipinggir jalan seperti itu baby"

"Berhenti mengoceh Kris, kau membuat kepalaku pening" Kyungsoo melanjutkan gigitannya pada makanan yang tadi ia beli dijalan ketika menuju sungai Han.

"Aku masih mampu membelikanmu makanan yang layak, ayo kita ke restaurant dekat sini"

"Kris, ku bilang hentikan!"

"Dasar, keras kepala" ia mengusak rambut Kyungsoo, "Aku sangat merindukanmu" gumamnnya begitu lirih.

"Huuuaaachimm"

"Ah kau kedinginan, ayo kita pulang"

Kyungsoo tidak mempedulikan perkataan Kris, ia kembali melahap makanan dikedua tangannya sambil lalu melewati Kris begitu saja..

"Kau senang berduaan denganku kan? Makanya tidak ingin pulang, heum?" godanya, "Ahh benar, bahkan saat aku baru tiba di seoul beberapa hari yang lalu kau langsung memelukku. Kau pasti sangat merindukanku baby"

Kyungsoo menghela nafas diam-diam. Ia benci saat seseorang terus mengajak bicara. Dia hanya ingin keluar dari rumah karena merasa terganggu dengan sang ibu, dan sekarang Kris juga mengganggunya. Tiba-tiba hidung Kyungsoo merasakan sesuatu yang membuatnya kegelian.

"Huaaacchhiimmmmm" Kyungsoo bersin dan membuat makanan dimulutnya tersembur. Ohh menjijikan. Merasa jijik, Kyungsoo membuang makanannya di tong sampah terdekat.

"Ca- Kita pulang"

"Hahh~ Kris, jangan memaksaku!" ujarnya tegas dan melanjutkan langkahnya.

Kemudian sebuah pemandangan yang mengejutkan mengharuskan Kyungsoo untuk berhenti memastikan. Ia memandang lurus pada dua objek yang sedang berpegangan tangan yang telah menarik perhatiannya, dua orang itu terlalu asik berdua hingga tidak menyadari keberadaan Kyungsoo.

"Kau kenal mereka?" Kyungsoo menoleh sedikit pada Kris yang bertanya, ia mengangguk lalu kembali menatap dua orang itu.

"Mereka pasangan yang serasi"

"Tapi itu bukan pacarnya!" ujar Kyungsoo dengan sedikit penekanan.

"Ah masih pendekatan mungkin"

Kyungsoo menghela nafasnya, "Dia sudah punya pacar". Namja berkaki panjang disebelah Kyungsoo membelalakan matanya. "Maksudmu ia sedang berselingkuh sekarang?"

DEG

Kyungsoo tercenung setelah Kris menyelesaikan kalimatnya. Berselingkuh?

Tangan putih Kyungsoo mengepal erat disisi tubuhnya. Perasaan marah juga benci menyelimuti hatinya kala membayangkan bagaimana sakit hati seseorang disana jika mengetahui hal ini. Kyungsoo diam dengan beribu emosi dan pertanyaan dibenaknya 'Oh Sehun ada apa denganmu?' batin Kyungsoo.

Chup~

Kyungsoo mengerjap kaget dan menatap orang disebelahnya dengan mata membulat. "Apa yang kau lakukan?" bisiknya geram.

Orang itu memutar bola matanya, sudah jelas apa yang ia lakukan tadi dan si mata bulat itu masih bertanya. Dia tahu Kyungsoo bukan orang bodoh.

"Apalagi? kau menyadarinya kan? Aku.. Mengecup.. Bibirmu.. Sayang"

Kyungsoo mematung seraya memandangi orang yang baru saja mendaratkan bibirnya di atas bibir Kyungsoo, tangannya terangkat dan mengusap kasar bibirnya. "Jangan pernah melakukan hal itu lagi!" geram Kyungsoo memperingati orang itu.

"Yak! Kau ini aneh, kita adalah sepasang kekasih wajar saja jika aku melakukan hal itu. Kau sayang padaku kan?"

Kyungsoo masih diam dengan pandangan datarnya. Matanya menatap dalam pada mata biru itu. Kyungsoo mengangguk pelan, "Tentu saja" jawabnya sambil berlalu.

Kris –orang itu- memandang punggung Kyungsoo yang semakin menjauh. Jantungnya masih berdetak tak karuan sejak tadi. Kyungsoo... dia selalu saja seperti lu misterius dan sulit sekali untuk di pahami. Dia terlalu datar hingga susah untuk mengetahui bagaimana perasaan yang dia rasakan sebenarnya.

'Kapan kau akan berubah Kyungsoo?'

.

-Code Mate-

.

Entah apa yang membuat dirinya begitu semangat pagi ini, tapi Kai sungguh-sungguh sedang senang sekarang. Bahkan ia tiba di sekolah saat keadaannya masih sepi.

Kai duduk di motor sportnya dengan mata terfokus pada gerbang sekolah. Menanti seseorang yang ia tunggu-tunggu kehadirannya. Sekarang sudah pukul 7.00, sekolah mulai tampak ramai. Mata Kai memperhatikan satu persatu murid yang melintas melewati gerbang. Ia mendengus karena perlahan-lahan semangatnya hilang karena terlalu lama menunggu.

"Jangan-jangan dia akan terlambat seperti biasa, aish jinjja!" Kai mengumpat dengan suara kecil.

Tiba-tiba saja sebuah mobil memasuki gerbang dan parkir di sebelah motornya. Kai tahu itu Sehun dan kekasihnya.

"Kenapa tidak langsung masuk kelas? Sedang menunggu seseorang?" Kai melirik Sehun yang kini berdiri di sampingnya. Ia berdehem karena terkejut kenapa Sehun seolah tau jika dia memang sedang menunggu.

"Tidak ada yang ku tunggu. Aku akan masuk kelas saat bel pertama sudah berbunyi" jawab Kai mengeluarkan pemikirannya.

"Kau terlihat gugup"

Kai mendelik pada manusia yang tengah menggandeng tangan Sehun, "Diam kau!" ujar Kai sarkastik.

"Hey! Jangan terlalu kasar padanya.."

Kai memutar bola matanya, saat Sehun selesai bicara. Lelaki flat itu tahu tidak sih kalau ia terlihat lucu saat membela kekasihnya? Jujur saja, ia jengah melihat kemesraan pasangan aneh itu.

"OMMO!"

Kai dan Sehun sama-sama memandangi Baekhyun yang baru saja memekik. Kai langsung beralih menatap kedepan saat melihat kemana pandangan kekasih Sehun itu.

Mobil itu... lagi. Mustang modifikasi biru yang tempo hari lalu ia lihat, memasuki gerbang dan berhenti tepat di hadapan mereka. Kai menanti dengan was-was siapa gerangan orang di dalamnya. Pintu mobil terbuka dan sosok lelaki berambut pirang dengan wajah asing (bagi Kai) terlihat. Matanya seketika melebar saat mengenali wajah itu. Kai segera turun dari motornya dan mengamati tiap pergerakan yang dilakukan si lelaki. Orang itu mengitari mobil dan membukakan pintu mobil lainnya. Jantung Kai serasa berhenti bekerja saat itu juga, kala melihat Kyungsoo keluar dan meraih tangan lelaki berambut pirang.

"Ya Tuhan! Itu Kris!"

Pekikan Baekhyun lagi-lagi mengalihkan perhatiannya. Kris? Namanya Kris? Siapa dia? Ada hubungan apa dia dengan Kyungsoo?. Begitu banyak rentetan pertanyaan yang hinggap di kepala Kai.

"Baekhyun, kau mengenal orang itu?" tanya Kai tanpa mengalihkan matanya.

"Eumm,, tentu saja. Dia Kris Wu. Mahasiswa kedokteran di Universitas Korea. Kekasih Kyungsoo" ucap Baek dengan nada yang dibuat bisik-bisik

Kai merasakan emosinya tersulut saat mendengar kata kekasih dari mulut Baekhyun. Matanya masih tak lepas dari dua sosok didepannya, lelaki pirang bernama Kris itu terlihat merapikan poni kyungsoo.

Ia menarik nafas saat simbol Kyungsoo berubah menjadi 888888 yang jelas sangat bertentangan dengan Kris yang memiliki simbol 422803. Kai menggeram tertahan saat Kris mengusap kepala Kyungsoo.

Kai menyadari hal aneh dalam dirinya. Selama ini ia sudah berusaha menahan perasaan anehnya terhadap Kyungsoo. Tapi setelah mengetahui jika simbolnya dan Kyungsoo akan berubah menjadi angka 888888, Kai tidak dapat mengurung lebih lama lagi perasaannya. Kai hanya ingin memiliki apa yang harusnya ia miliki. Kyungsoo. Lelaki bermata bulat itu adalah miliknya dan Kai akan mengambilnya secepat mungkin.

Kyungsoo tersentak saat merasakan tarikan di tangannya. Bola matanya melebar ketika wajah Kai yang ia temukan.

"YAK! Kau pikir apa yang sedang kau lakukan?!"

Kyungsoo memandangi Kris dan Kai bergantian yang masing-masing menggenggam tangannya. Raut wajah dua lelaki tinggi itu benar-benar menyeramkan. Kris yang terlihat begitu marah karena tiba-tiba saja seseorang yang tak ia kenal menarik kekasihnya dan Kai yang diam dengan mata tajamnya menatap Kris.

"Lepaskan dia!"

Kai melihat Kris terkekeh saat mulutnya mengatakan kalimat itu.

"Bodoh! Seharusnya aku yang mengatakan itu. Lepaskan Kyungsoo-ku!"

Jujur saja, Kyungsoo merasa takut melihat Kris yang terlihat begitu marah saat ini. Lelaki itu selalu lembut padanya walaupun seringkali Kyungsoo mengacukan dia.

"Kau kira siapa dirimu?" Kris membelalakkan matanya mendengar perkataan Kai. Nafasnya terengah dan tangannya terkepal kuat. Astaga, ia sudah kehilangan kesabaran.

Bugh!

"KRIS!" teriakan Kyungsoo terdengar saat lelaki dengan rambut pirang itu melayangkan pukulannya pada Kai yang sekarang jatuh tersungkur.

"MEMANGNYA SIAPA DIRIMU HAH?!" Kyungsoo segera menahan tangan Kris yang hendak memukul Kai lagi.

"Kris, cukup! Sebaiknya kau kembali, hari ini kau ada jam kuliah kan? Biarkan aku bicara padanya"

Kris beralih memandang Kyungsoo, tatapannya melembut walaupun napasnya masih terengah. Ia mengangguk mengiyakan perkataan Kyungsoo. Tapi sebelum dirinya masuk ke dalam mobil, Kris mendekat ke arah Kyungsoo dan mencium sudut bibir kekasihnya.

Kyungsoo mematung di tempatnya, "Jika orang ini macam-macam padamu, segera katakan padaku" ujar Kris seraya mengusap pipi Kyungsoo. Kyungsoo mengerjap beberapa kali. Pandangannya berapi-api pada Kris yang lagi-lagi menciumnya sembarangan. Kyungsoo benci di sentuh, tangannya mengusap sudut bibirnya. Kris yang melihat perlakuan Kyungsoo pada tindakannya barusan tersenyum miris pada kekasihnya itu. Dirinya jadi bertanya-tanya, 'Apa benar Kyungsoo mencintaiku seperti aku mencintainya? Tapi kenapa?... Ah kyungsoo sangat sulit ditebak! mungkinsajadia hanya malu karena aku menciumnya didepan umum.. ya ya dia hanya malu' batin kris mencoba menghibur dirinya sendiri atas pikiran-pikiran yang mengganggunya.

Kris menghela nafas, "Aku pergi!" ujarnya pelan sebelum memasuki mobil dan melesat pergi meninggalkan sekolah Kyungsoo.

Tidak tahu kah mereka jika Kai berusaha meredakan amarahnya melihat hal menjijikan itu. Selepas Kris pergi, Kai langsung menarik Kyungsoo. Dan yang di tarik hanya pasrah ketika dirinya di seret-seret dengan paksa. Ia sudah cukup lelah perlakuan Kris tadi.

Sementara itu sejak tadi pasangan SeBaek hanya diam saja karena dibuat shock dengan adegan antara Kai-Kyungsoo-Kris.

"Sehunnie apa aku sedang bermimpi?" ujar Baekhyun mengerjapkan matanya berkali-kali

"Hem sepertinya tidak"

"Kenapa kau diam saja ayo kita susul mereka, ah kemana si hitam itu membawa Kyungsoo" baek menggigit kuku-kuku jarinya panik sembari melihat sekelilingnya

"Biarkan mereka menyelesaikannya berdua baby, Kai tidak akan menyakiti Kyungsoo" ujar Sehun meyakinkan kekasihnya, ia mengambil tangan Baek dan menciumnya lembut mencoba menenangkan.

"Benarkah?"

"Hm, sepertinya si hitam itu mulai menyadari kebodohannya" Sehun tersenyum miring, "Ayo ke kelas" ajak Sehun lalu merangkul bahu kekasihnya.

.

.

.

"Kau" tunjuk Kai tepat pada wajah Kyungsoo setelah ia melepaskan genggamannya pada tangan Kyungsoo, dan Kyungsoo hanya menatapnya datar. Mereka sekarang berada di lorong gedung eskul yang sepi.

"Apa maumu Kim Jongin?" Tanya Kyungsoo sembari sedikit menaikan dagunya ketika menyebut nama Kai,

Bukannya menjawab pertanyaan Kyungsoo, Kai malah menangkupkan kedua tangannya menutupi wajahnya.

Cukup lama Kai tidak bereaksi apa-apa dan membuat Kyungsoo jengah.

"Baiklah aku pergi" Kyungsoo hendak melangkah namun pergerakan Kai mengurungkan niatnya.

"Sebentar saja Kyungsoo" ucap Kai dengan ekspresi nampak frustasi yang membuat Kyungsoo sedikit khawatir setelah memperhatikan wajah Kai dalam-dalam.

"Kau kenapa sebenarnya?"

Kai menghela nafas mencoba menenangkan detak jantungnya yang tiba-tiba berdebar cepat

"A-aku tidak tahu"

Kyungsoo mengernyitkan dahinya mendengar jawaban Kai, Ia mengulurkan tangannya mengusap sudut bibir Kai yang mengeluarkan sedikit darah karena bekas pukulan Kris tadi, "Apa sakit?" tanyanya lembut. Jangan lupa, Kyungsoo memiliki hati lembut yang selalu mengasihi orang lain. Melihat Kai seperti ini membuat hati Kyungsoo berdesir aneh, entah kenapa rasa pedulinya menjadi lebih besar.

"Tidak! disini lebih sakit" Kai menyentuh dada sebelah kirinya.

"Kau punya riwayat sakit jantung?" Tanya Kyungsoo ragu, "Sebaiknya kita ke ruang kesehatan, lukamu harus segera diobati sebelum infeksi dan dokter jaga disana bisa memeriksa jantungmu yang sakit" ajak Kyungsoo menarik tangan Kai, namun Kai menahannya dan memegang kedua bahu Kyungsoo.

"Aku tidak apa-apa soo, karena obatku ada disini" ujar Kai lembut.

"Maksudmu?"

*Chu~

Tanpa permisi Kai langsung menyatukan bibirnya dan bibir Kyungsoo, kedua tangan Kai naik kebelakang kepala namja bermata bulat itu untuk menahannya agar tidak menjauh,

Mata Kyungsoo terbelalak dengan ulah Kai, bibirnya sedang dikulum begitu saja oleh orang yang bukan siapa-siapanya, ia merasakan bibirnya seperti dihisap kasar dan ada sesuatu yang menerobos masuk mulutnya dan beradu dengan lidahnnya. Kyungsoo mulai merasakan gelinyar aneh pada dirinya, oh ini tidak bisa dibiarkan! Batinnya

Kyungsoo merasakan darah dari bibir Kai ada dimulutnya dan itu membuatnya mual, Kyungsoo menggeram lalu dengan sekuat tenaga ia mendorong tubuh Kai yang lebih besar darinya.

PLAAAAKKK~

Kai memegang pipinya yang baru saja ditampar keras oleh Kyungsoo, ia tahu harusnya ia tidak terburu-buru, sekarang Kyungsoo pasti sangat membencinya, tapi ia tidak tahan lagi ingin menghapus bekas bibir Kris pada bibir Kyungsoo –miliknya.

"Maafkan aku" ucap Kai masih memegang pipinya yang perih sembari menunduk.

"Kau sangat kurang ajar Jongin" lirih Kyungsoo. Seketika rasa pedulinya menguap mendapat perlakuan yang mengejutkan dari Kai.

Kai memberanikan diri menatap Kyungsoo lagi, "Kyungsoo aku mohon padamu jangan dekat-dekat dengan namja tadi" ada perasaan lega yang Kai rasakan setelah mengucapkan keinginannya.

"APA?" Kyungsoo terkejut mendengar penuturan kai, "Apa hakmu? Kris pacarku!" jawab Kyungsoo skakmat.

"Tapi kau milikku Kyungsoo, dan aku milikmu" Kai terlihat sangat yakin dengan ucapannya.

Kyungsoo melipat tangannya didada, "Kau gila" ucapnya datar.

"Iya aku gila, semua karena kau Do Kyungsoo"

"Kau menyalahkan ku?" Kyungsoo melototkan matanya yang sudah besar itu, "Jangan bermain-main denganku Kim Jongin" bentaknya.

"Aku bersungguh-sungguh, percaya padaku, kau milikku Kyungsoo! Tolong jaga semua milikku sampai pada akhirnya aku bisa memilikimu seutuhnya"

"Oh shit! Tutup mulutmu Kim, kau terlalu banyak berkhayal"

"Percayalah padaku soo" mohon Kai dengan tatapan penuh harap

Kyungsoo memandang mata kai dan ia menemukan keseriusan dalam tatapan lembut mata Kai, 'Kenapa si hitam ini? Kenapa tiba-tiba sekali' batin Kyungsoo.

.

.

.

.

.

.

TBC

*Replies Review*

Lovesoo Ini udh lanjut^^ / CuteSoo93 Wahh,, makasih^6^ udh lanjut ya~ / andiasli99 kejadian itu emang bikin mood turun derastis, udh usaha bngt buat nulis tapi malah berakhir bengong di depan lepy dan hasilnya ff ini nganggur :g sedih ya tau bnyk yang berhenti nulis ff kaisoo setelah trageri tgl 1 itu / meyriza wkwkwk,,, harapannya terkabul ^^ itu emang kris :3 Iya fafa masih sekolah, tahun ini alhamdulillah ada di kelas X ^6^ Yeayy kkk~ / Sofia Magdalena Faflow juga kangen sama readers nim TT_TT / Rina271 Karena terlalu banyak 'kapan?' tunggu kelanjutannya aja ya, dan kita liat apa yang terjadi:* / kaikasoo8812 akhirnya kai sadar juga, huaaa *plak* udh terjawab diatas siapa yang jadi kejutan Kyungsoo^^ / dyody mian kalo lama nunggu )': oke, pantengin selalu fb kita ya biar dpt informasi klo udh lanjut XD emmm happy ending ya? Pikir dulu deh :v / Kim YeHyun iya kai frustasi bngt gra2 masalh simbol :3 tpi akhirnya perjuangannya gk sia-sia kan :lol / lovekim :") tenang aja, faflow bakalan lanjutin CM sampe tamat kok, ditunggu ya :" dan maaf gk bisa fast update L / Sky Onix faflow juga gemes sama kai dia emang sadis :3 KrisDo? Iya mereka pcran XD tenang aja, faflow udh nyiapin cara chanbek bersatu:* / riskafebry9294 udh lanjut ka ris ^^ / kyungieSoo12 Ini dah lanjut =)) / SilentB sudah lanjut yaa~ / kyunges iya,, chp.6 sengaja di bikin panjang XD / Ota Daiki sudah lanjuutt *wink* / taufikunn9 iya kyung biar dingin gtu ttp gemesin XD gmn dengan chp.7 ini masih kurang krissoo-nya? / Ita Daiki iya itu kris,, ,doain kai jodohnya sma kyungsoo ya :D makasih udah review,,^^

.

.

.

Fafasoo202 : Alhamdulillah akhirnya update juga chapter 7 XD maaf klo memerlukan waktu yang lama untuk menunggu L Berasa ada yang kurang, tapi fafa gk tau apa , sempet berpikir keras dan akhirnya melakukan sedikit perubahan di beberapa bagian, faflow sempet frustasi :v hehe.. Oh iya,, Minal Aidin Walfaidzin readersnim, maaf klo fafa punya kesalahan sama kalian =)) semoga amal kita selama di bulan penuh berkah ini dapat bermanfaat untuk kedepannya amiin... Oh iya,, fafa mau minta maaf juga karena gk bisa menuhin permintaan untuk fast update T_T See you next chapter~

Flowerdyo : Minal aidin walfaidzin mohon maaf lahir batin ya, maaf kalau banyak mengecewakan kalian :") seperti kata fafa jujur aja kita berdua sempet frustasi sama chapter ini XD hoho… berasa ada yg kurang tapi gak tau apa :'( readersnim ada yg bisa kasih tau hem?... smoga chapter ini memuaskan, makasih untuk yang udah luangin waktu buat baca :") tunggu chapter selanjutnya ya ^^

Mind to Review?