Halllooo minna...

Kei balik lagi nih

Dari pada basa-basi kita langsung lihat aja kelanjutan fic ini

.


.

Devil Rider © Hotaru Keiko

.

Naruto © Masashi Kishimoto

.

.


Mentari telah keluar dari persembunyiannya. Terlihat sang tuan rumah sedang asik berkutat di dapur rumahnya membuat sarapan, berkebalikan dengan sang tamu yang masih berada di alam mimpinya.

Karena kesal sang tamu tak kunjung bangun juga, sang tuan rumah harus menggunakan cara ini.

"AYAAAAAMM! BANGUUUUUUNNN!"

Wow, teriakan sang tuan rumah begitu membahana di kediaman Haruno. Teriakan Sakura terdengar sampai ke rumah tetangga-tetangganya.

Merasa terusik dengan suara nyaring Sakura, Sasuke langsung membuka matanya dan segera bersiap-siap sekolah sebelum terdengar suara Sakura yang cetar membahana syalala…

.

Selesai dengan acara bersiap-siapnya, Sasuke langsung menuju ruang makan. Dan terlihatlah Sakura telah duduk siap menyantap sarapannya.

"Sudah sembuh?"

"Tentu saja." Jawab Sakura dengan senyum sombongnya. "Makanlah, kubuatkan sarapan sebagai tanda terima kasihku karena kau telah merawatku. Ittadakimasu."

"Hn. Jika bukan karena paksaan Konan-nee aku tidak mau."

"Dasar tidak tahu terima kasih. Pantat ayam!"

"Apa kau bilang Jidat lebar?"

"Ayam."

"Jidat."

Dan pertengkaran kecil SasuSaku telah menghiasi kediaman Haruno dipagi yang cerah ini.

"Dada rata."

"Ss- APA KAU BILANG?"

"Dada rata." Ulang Sasuke dengan polosnya.

"Huh! Sudahlah, aku tidak ingin berdebat denganmu. Oh ya, sekarang jam berapa?"

"7.25"

"APAAA? Lima menit lagi bel masuk. Kita bisa telat!"

Sakura begitu sibuk membungkus sarapan yang tadi belum dimakan sedikitpun, mencari tas, sepatu dan lain-lain.

Mereka langsung ke garasi dan mengambil motor Sasuke, karena Sakura tidak mungkin membawa motor dengan keadaannya yang masih sibuk.

"Berpeganganlah!"

Sakura yang tidak mendengarkan kata-kata Sasuke hampir saja jatuh. Beruntung dengan cepat dia melingkarkan tangannya pada pinggang Sasuke tanpa sadar.

.

.

Sesampainya di KHS, ternyata guru-guru sedang rapat sehingga banyak siswa-siswi yang masih diluar kelas. Dan betapa beruntungnya Sasuke dan Sakura tidak mendapat hukuman.

Ketika SasuSaku turun dari motor Sasuke dan mendapat sambutan meriah dari para fansgirl Sasuke. Teriakan dan jeritan menjadi semakin keras setelah mereka melihat Sang Pangeran Sekolah datang bersama Si Anak Baru.

"KYAAAAA…. Sasuke-kun datang bersama anak baru itu."

"Aku kesal, tapi mereka benar-benar cocok."

"Sasu-chan aku ingin naik motormu… KYAA…"

"KYAAAA….. KYAA….."

Teriakan siswi KHS masih berlanjut sampai SasuSaku memasuki kelas mereka. Tapi ternyata penderitaan telinga SasuSaku belum selesai bahkan mungkin teriakan kali ini lebih kencang.

"TEMEEE!" siapa lagi yang mempunyai suara khas tersebut selain si pirang jabrik, Naruto. "Kukira kau tidak akan masuk. Tak biasanya kau datang terlambat. Wah Sakura-chan juga masuk, apa kau sudah sembuh?"

"Kau tidak apa-apa kan?"

"Sy-syukurlah ternyata Sakura-chan sudah sembuh."

"Ternyata kau bisa sakit juga Forehead!"

"Diam kau pig!" Sakura langsung memberi deathglare pada Ino. "Tenang saja aku sudah sembuh."

.

Jam istirahat telah tiba. Devil langsung ke kantin, sedangkan Sasuke langsung menarik Sakura ke atap sekolah. Sakura sudah membawa bekal yang sebenarnya adalah sarapan miliknya, tadinya dia ingin makan bersama yang lain di kantin tapi karena sudah ditarik oleh pantat ayam akhirnya dia makan di atap.

"Kenapa membawaku kemari Ayam? Aku ingin cepat makan."

"Hn. Makanlah disini."

Sakura langsung membuka bekal makanannya. Dia hanya membungkus sarapannya, sedangkan milik Sasuke ia tinggalkan saja dirumah.

"Hei milikku mana?"

"Ah, milikmu kutinggal dirumah." Jawab Sakura yang langsung memulai acara makannya.

Merasa kesal karena makanannya tidak dibawa, Sasuke langsung merebut makanan Sakura. Dan terjadilah perebutan makanan diantara mereka. Hingga akhirnya-

Pluk!

-makanan tersebut tumpah. Mereka langsung melihat makanan yang mengenaskan itu. Lalu Sasuke melepaskan tangannya dari wadah makanan itu dan memalingkan muka seolah bukan ia yang menumpahkan makanan itu.

"AYAAAAMMMM!"

Dan berakhirlah pipi Sasuke yang agak membiru karena tonjokkan maut Sakura.

.

.

Dibawah pohon sakura yang tidak berbunga terlihat dua orang berbeda gender. Perempuan dengan rambut yang memiliki warna sama dengan bunga kebanggaan Jepang dan lelaki dengan rambut raven yang bentuknya tidak ada duanya yaitu rambut pantat ayam.

"Aww!" ringis lelaki rambut pantat ayam yang bernama Uchiha Sasuke.

"Diam!" perempuan bernama Haruno Sakura itu menatap tajam lelaki dihadapannya.

Mereka sedang mengobati luka, atau lebih tepatnya Sakura mengobati pipi lebam Sasuke. Yap, luka yang dibuat oleh Sakura karena Sasuke menumpahkan bekal makanan milik Sakura. Sekarang mereka sedang membolos pelajaran terakhir. Kebiasaan mereka.

.

"Sasuke kau tidak usah ikut. Istirahatlah dirumah!" perintah Gaara, karena sebenarnya dia khawatir dengan Sasuke.

"Tid-aww." Saat Sasuke hendak berbicara rasanya sulit sekali karena pipinya masih bengkak.

"Sudahlah. Kau pulang saja dengan Sakura. Kami pergi dulu." Setelah Kiba mengucapkan itu, Devil langsung pergi untuk mengahadapi tantangan yang diberikan genk motor dari Ame High School.

SasaSaku masih berdiam diri. Sasuke sudah berada diatas motornya dan Sakura disebelahnya sedang berdiri.

BRUMM!

"Eh," Sakura langsung tersadar setelah mendengar suara motor Sasuke. "Kau yakin bisa mengendarai motor dengan kondisi begitu?"

"Hn."

"Lebih baik aku saja yang membawa motornya. Yah… aku sih hanya tidak ingin mengalami kecelakaan saja." Ucap Sakura dengan santainya setelah ia tahu bahwa akan mendapat deathglare dari bungsu Uchiha itu.

Sasuke tampak sedang berpikir. Dengan sangat sangat terpaksa dia memberikan kunci motornya pada Sakura.

.

"Astaga Sasu-chan…. Kenapa dengan pipimu?" Tanya Mikoto dengan nada khawatir yang langsung membawa Sasuke masuk tanpa menyadari keberadaan Sakura.

Kesal karena keberadaannya tidak dianggap, Sakura memasuki mansion Uchiha mengekori Sasuke dan Mikoto. Dengan cekatan Mikoto mengobati pipi lebam Sasuke. Setelah mengobati, Mikoto baru menyadari keberadaan Sakura.

"Kenapa dengan pipimu sayang?" pertanyaan yang sama seperti ketika mereka baru sampai pintu rumah.

"A-anu… Ba-san ini semua salahku," ucap Sakura yang langsung menundukkan kepalanya.

"Hah?" Hening. Sakura takut jika Mikoto marah padanya. Dan selanjutnya yang terdengar malah suara tertwa Mikoto. "Kau hebat sekali bisa membuat dia seperti ini, bagaimana kau melakukannya? Ceritakan padaku. Oh ya, namamu siapa?"

"Na-nama saya Haruno Sakura." Lalu Sakura menceritakan kejadian tadi siang dengan jelas, panjang lebar dan secara rinci. Walaupun Sasuke dan Sakura bersahabat baik, tapi Sakura tidak pernah main ke rumah Sasuke, sehingga Mikoto tidak mengenal Sakura.

"Hahaha… Apa kau kekasih Sasuke?"

"Bu…"

"Sudahlah tidak usah malu. Aku senang Sasuke membawa gadis. Oh iya ayo kita makan." Omongan Sakura terpotong. Dengan berat hati ia tidak akan membantah Mikoto. Lalu mereka pergi ke ruang makan.

.

Sakura merebahkan dirinya dikasur queen size-nya. Ia tidak habis pikir dengan kejadian hari ini. Pertama sungguh sial nasibnya tidak sarapan, kedua ia sangat senang bisa menghajar Sasuke, dan yang terakhir tidak bisa ia terima karena dengan seenaknya ibu Sasuke mengklaim dirinya kekasih Sasuke.

"Arrrggghhh…." Sakura mengacak-ngacak rambut basahnya. Hari ini adalah hari yang melelahkan bagi Sakura, kini gadis berambut merah muda itu telah masuk kea lam mimpinya.

.

.

Hari minggu adalah hari dimana Sakura pindah ke kediaman Uchiha untuk menetap selama enam bulan. Karena hari-hari kemarin selalu ada halangan untuk pindah. Dan betapa kagetnya Sakura setelah masuk kediaman itu, ia langsung disambut pelukan Mikoto.

"Lho, kenapa kau membawa barang-barangmu?"

"A-aku akan tinggal disini sementara ba-san. Orang tuaku menyarankan agar tidak dirumah sendiri, lalu Sasuke menawarkan agar aku tinggal disini?!" Bohong Sakura dengan senyum terpaksa. Tentu saja ia tidak akan mau kesini kalau bukan karena paksaan Sasuke.

"Wahhh… aku senang sekali kau disini. Kita bisa saling mengobrol!"

Mereka langsung masuk menuju kamar baru Sakura. Dan betapa sialnya Sakura, kamarnya berada didepan kamar Sasuke. Sakura tahu alasannya, yaitu agar sewaktu-waktu jika Sasuke butuh bantuannya dia akan jauh-jauh.

Selesai dengan acara melihat-lihat kamar barunya, Sakura menuju ruang makan untuk sarapan bersama. Hening menyelimuti saat acara sarapan berlangsung, yang terdengar hanya suara sendok dan piring saling beradu. Di keluarga ini memang diterapkan agar ketika makan tidak berbicara. Setelah sarapan, Sasuke disuruh Mikoto mengajak Sakura mengelilingi kediaman Uchiha yang megah ini.

"Wow!" kagum Sakura saat melihat isi garasi luas Uchiha. Di garasi itu terdapat beragam jenis mobil yang harganya tidak bisa dibilang murah, motor yang berasal dari berbagai belahan dunia, dan berbagai jenis kendaraan lainnya yang terawat.

Jika dilihat-lihat, seluruh koleksi mobil itu adalah milik Itachi dan Fugaku, sedangkan motor milik Sasuke. Itachi dan Fugaku lebih sering berpergian menggunaka mobil, karena menurut mereka selain melindungi dari perubahan cuaca juga karena factor pekerjaan. Menurut Sasuke, naik motor itu mudah dan cepat, selain memiliki motor, Sasuke juga memiliki sebuah mobil Lambhorgini keluaran terbaru.

.

Kedatangan Sakura yang menaiki motor Sasuke lagi membuat heboh siswi KHS. Mereka iri karena merasa kalah dengan anak baru yang bisa dengan mudahnya mendekati sang pangeran.

Saat ini seperti biasa, Devil makan siang di kantin. Kali ini SasuSaku ikut makan dikantin. Merasa sudah tidak tahan lagi ingin buang air kecil, Sakura ijin ke toilet sebentar. Ia ke toilet sendiri, tadinya Hinata bersedia menemaninya, tapi ditolak.

Setelah Sakura memasuki toilet, ada segerombolan siswi ikut masuk ke toilet.

"Haruno!" ucap salah satu dari mereka sambil menyeringai.

.

.

To be Continue

.


Gimana dengan adengan Sasusaku? Chap ini udah aku tambahin adengan roman SasuSaku.

Saatnya Kei balas review :

Aozora Straw : makasih udah review... kalo malas jangan dipelihara hehe... :D

Uchiha Rani17 : makasih atas review-nya, ini aku usahain update kilat

febri feven : aduhhh jangan panggil kakak, panggil kei aja. kalo masalah cinta segitiga, lihat aja di chap selanjutnya. makasih udah review

Iqma96 : hahaha... kayaknya Sasuke emang harus ke dokter THT. makasih atas review-nya

Chitanda Chi-chan : makasih udah review, maaf kalo chap kemarin kurang panjang semoga chap ini lebih panjang, ini udah lanjut kok

mey : ok, di chap ini udah aku tambah kok. makasih udah review

.

.

PLEASE

R

E

V

I

E

W