Halllooo minna...
Kei balik lagi nih
Gomenasai telat update
.
.
Devil Rider © Hotaru Keiko
.
Naruto © Masashi Kishimoto
.
.
"Haruno!" ucap salah satu dari mereka sambil menyeringai.
Sakura yang sedang mencuci tangannya langsung berbalik ketika namanya dipanggil. Dan terlihatlah dia dilingkari oleh segerombol siswi. Siswi berkacamata yang tadi memanggil nama Sakura langsung memberi kode pada temannya. Dan seketika tubuh Sakura sudah dikunci oleh siswi lain. Siswi berkacamata itu mendekati Sakura.
SRAASSHHH….
Helaian rambut berwarna merah muda bertebaran dilantai toilet. Rambut merah muda Sakura yang tadinya sepunggung kini hanya tinggal sebahu. Setelah puas memotong rambut dan menertawai Sakura, siswi-siswi yang ternyata adalah fansgirl Devil itu langsung meninggalkan Sakura sendiri.
Sementara itu dikantin
"Huh, mana sih Sakura? Lama banget dia!" ucap Ino dengan kesalnya karena sudah menunggu Sakura sedari tadi. Padahal ia ingin bercerita pada Sakura.
"Ino-senpai bagaimana kalau kita menyusul Sakura-senpai."
"Betul juga. Ayo Matsuri!" mendengar usulan Matsuri, Ino langsung semangat menyusul Sakura sambil menarik Matsuri.
Kembali ke Sakura
Bukannya sedih atau marah karena rambutnya dipotong oleh siswi bernama Uzumaki Karin tadi, Sakura malah sangat senang. Ibunya tidak memperbolehkan Sakura memotong rambutnya, dan berkat Karin ia bisa membuat alasan bagi ibunya.
Setelah merapihkan rambutnya yang berserakan, Sakura langsung keluar dari toilet. Diluar toilet ia bertemu Ino dan Matsuri. Mereka kaget dan menghujani berbagai pertanyaan.
"Huahh… rambut senpai kenapa?"
"Pasti perbuatan FG Devil!" tebak Ino. Sebelum mereka sampai kesini, mereka sudah melihat FG Devil keluar dari toilet.
"Sudahlah aku tak apa. Aku malah sangat senang rambutku dipotong." Ucap Sakura sambil tertawa.
Ino dan Matsuri hanya sweatdrop. Mereka lalu kembali ke kantin.
.
Seperti Ino dan Matsuri, reaksi Devil sama dengan mereka setelah melihat rambut pendek Sakura. Setelah menceritakan kejadian yang sebenarnya, Naruto dan Kiba ingin membalas kelakuan FG mereka tapi ditahan oleh Neji.
Kalo FG mereka tahu Sakura anggota Devil pasti mereka tidak akan macam-macam. Mereka harus sabar menunggu pengakuan Sakura.
"Oi Sui, Si Baby Face mana?"
"Huh… paling juga lagi sama Shion."
"Baby Face?" tanya Sakura heran. Soalnya dia tidak tahu ada seorang anggota Devil yang jarang kumpul.
"Oh, Baby Face itu Akasuna Sasori. Kami menjulukinya karena wajahnya seperti bayi. Kau pasti tidak tahu dia karena dia jarang berkumpul bersama kami."
Sakura hanya menganggukan kepala mengerti. Lalu tiba-tiba Sakura berteriak, "APA? AKASUNA SASORI?!"
Teriakan Sakura mengundang perhatian seluruh orang yang berada di kantin. Setelah mereka mengucapkan maaf, Devil langsung mengantar Sakura ke kelas Sasori. Mereka bingung entah kenapa Sakura tiba-tiba marah.
BRAK!
Pintu kelas XII-6 terbuka akibat tendangan maut Sakura. Mata Sakura mencari sosok Sasori, dan setelah melihat Sasori bersama Shion, Sakura menghampirinya. Sakura mengajak (menyeret) Sasori keluar kelasnya.
Sakura mengangkat kerah Sasori dan langsung meninju perut Sasori.
"KYAA…"
Teriakan siswi yang menonton kejadian itu tak Sakura dengarkan. Anggota Devil juga terkejut melihat apa yang Sakura lakukan, pasalnya yang mereka tahu Sakura belum bertemu Sasori.
"SA-SO-RI!" mata Sakura berkilat kemarahan.
"A-ampun Sa-sakura-chan."
Sakura langsung melepas Sasori dan berbalik melihat kerumunan yang melihat aksinya.
"Apa lihat-lihat?" tatapan tajam Sakura berhasil membubarkan murid yang berkerumunan.
.
.
"Jadi Sakura itu siapamu?" selidik Gaara setelah mereka meredam amarah Sakura dan membawanya ke atap sekolah.
"Dia itu adik sepupuku. Semenjak orang tuaku meninggal, orang tua Sakura lah yang merawatku sehingga aku sudah menganggap dia adik kandungku." Jelas Sasori yang masih menahan sakit diperutnya.
"Adik? Kakak macam apa kau yang tak pernah pulang kerumah?" tanya Sakura meremehkan.
"Ayolah Sakura-chan maafkan aku, aku kan hanya tinggal sebentar di rumah Deidara. Baiklah aku akan pulang besok."
"Hahaha… pulang? Terlambat. Kaa-san dan Tou-san sedang pergi keluar negri."
Devil yang melihat pertengakaran kecil kakak-adik itu hanya bisa sweatdrop. Pasalnya mereka jarang melihat ekspresi Sasori yang seperti itu.
"Kau sendiri bilang aku tak boleh ikut genk motor, tapi kau sendiri ikut genk motor. Huh kau menyebalkan." Ucap Sakura yang langsung memalingkan wajahnya.
"Please maafin aku Saku. Aku janji akan turuti semua kemauanmu."
"Semua? Benarkah?" Sasori mengangguk. "Kalau begitu belikan aku motor baru."
"WHAATTTT?"
.
.
.
Mengantar Princess KHS belanja adalah hal terbosan yang Devil lakukan. Sudah berjam-jam mereka berkeliling mall Konoha dan menjadi pembawa hasil belanja mereka.
"Sudahlah ayo kita pulang. Belanjaan kalian sudah banyak!" keluh Sakura.
"Stop, stop! Masih banyak yang harus kami cari. Sebaiknya kau juga memilih-milih baju, Sakura."
"Betul kata Sakura-chan, lebih baik kita makan dulu, cacing-cacing diperutku sudah mulai demo."
"Baiklah… baiklah…" Dengan terpaksa Princess KHS menuruti permintaan Devil. Mereka juga tidak tega membiarkan Devil yang menjadi bodyguard sejak tadi.
Mereka langsung memasuki salah satu restoran dan menjadi pusat perhatian pengunjung yang sedang makan. Sejak mereka memasuki mall Konoha, mereka memang sudah menjadi pusat perhatian para pengunjung mall tersebut.
"Lho, Sakura, Sasuke dan Sasori mana?" tanya Ino. Setelah mereka memesan makanan, tiba-tiba saja tiga orang yang tadi disebutkan Ino langsung menghilang entah kemana.
Neji hanya mengarahkan dagunya menunjukkan letak dimana trio S berada. Ino langsung mengarahkan matanya kearah yang ditunjuk dagu Neji, letak yang dimaksudkan Neji ada dibelakang Ino. Trio S sedang berada di showroom motor. Dan ternyata eh ternyata Sakura cepat-cepat ingin pulang untuk pergi ke showroom motor melihat motor yang akan dibelinya menggunakan uang Sasori.
"Ayam, menurutmu yang ini bagaimana? Sepertinya keluaran terbaru." Tanya Sakura pada Sasuke untuk meminta pendapat.
"Hn. Boleh juga."
Melihat harga motor yang sedang diamati SasuSaku, Sasori terbelalak. 'Bisa-bisa tabunganku habis semua!' inner Sasori mengkhawatirkan isi dompetnya.
.
"Huaahhhhh…. Tabunganku benar-benar habis!" teriak Sasori yang mengundang para pengunjung mall Konoha yang sedang memarkirkan kendaraan mereka.
"Sudahlah Sasori-kun. Salah sendiri kau membuat janji seperti itu."
Dugaan Sasori benar, uang yang selama ini ia tabung telah habis terpakai untuk membeli motor baru Sakura. Tabungan Sasori habis karena motor baru Sakura harganya dua kali lipat dari motor miliknya yang baru ia beli sebulan lalu.
"Whahaahaaa…. Terimakasih aniki-ku yang tampan. Lain kali belikan motor untukku lagi ya!" ejek Sakura.
"Aku tidak sudi."
"Hahahahaha" kata-kata Sasori tadi langsung mengundang gelak tawa Princess KHS dan Devil kecuali Hinata, Sasuke, Neji, Gaara, Shikamaru, Sai dan Juugo yang hanya tersenyum kecil.
"Huh!"
.
.
Sakura's POV
Saat memasuki kediaman Uchiha, aku langsung disambut berbagai pertanyaan dari Mikoto-basan tentang rambutku yang berubah menjadi pendek.
"A-aku cuma ingin mengubah penampilanku saja." Dustaku.
"Kau tambah cantik dan terlihat lebih dewasa, Sakura-chan." Puji Mikoto.
"Ba-san bisa saja, hehe…" Bingung harus menjawab apa, aku hanya menggaruk-garuk kepalaku yang sebenarnya tidak gatal.
"Ano… Ba-san. Aku harus membuatkan makan malam untuk Sasuke." Aku mencari-cari alasan agar menghindar dari ba-san, dan secara kebetulan tadi Sasuke menyuruhku untuk membuatkan makan malamnya.
"Wah… kau memang calon istri yang sangat perhatian. Sasuke tidak salah pilih. Kalo gitu ba-san ingin membantumu."
Mati aku kalo sampai ba-san ikut. Tujuanku 'kan untuk menghindari ba-san, dan aku juga tidak bisa masak apapun selain mie instant. Bagaimana ini?
"Tid-"
"Sudahlah ayo kita mulai memasak."
Gila! Belum juga ngomong apa-apa udah diseret duluan.
.
.
To be Continue
.
Bagaimanakah nasib Sakura yang dipaksa memasak? tunggu next chap
Gomen telat karena Kei sibuk mengejar nilai sebelum UAS. Jum'at gagal publish, sabtu Kei test renang, dan minggu Kei harus menyelesaikan sketsa collective painting.
Dan sepertinya fic Devil Rider akan update telat. dan gomen kalo chap ini agak gaje karena Kei lagi pusing mikirin tugas.
Catatan Kei :
Untuk penjelasan di chap 1 dan 3. Sebenarnya Devil itu kelas dua, tapi kenapa Kei cantumkan kelas mereka XII-2 karena mereka masuk kelas akselerasi tapi lulusnya tetep setahun lagi. Matsuri dan Sasame itu sebenarnya juga kelas satu. Dan umur Sasori itu sebenarnya sama dengan Itachi dkk (Akatsuki) yang udah kuliah, tapi dia masih SMA karena dulu dia harus menyesuaikan program pembelajaran di Jepang selama dua tahun. Dulu Sasori tinggal di Amerika dan disini perbedaan umur Devil dan Akatsuki dua tahun.
Pojokan review :
Uchiha Cherry Rania17 : 100 buat cherry-chan, tebakanmu tepat sekali. aku usahain update kilat lagi, tapi untuk next chap akan telat. makasih udah review
Aozora Straw : aku usahain panjangin lagi deh. makasih atas pujian dan review-nya
Ai Nekozawa Dark Angel : aku usahain ya. makasih udah review
Akasuna Sakurai : betul Sakura dilabrak, tapi kalau pinter berkelahi lihat di next chap aja. makasih review-nya
Chitanda Chi-chan : gomen disini romance-nya dikit atau malah gak ada sama sekali. next chap aku tambahin lagi deh. makasih udah review
Nuria Agazta : makasih udah review, ngomong-ngomong typo dimananya ya? tolong kasih tau biar Kei perbaiki
.
.
PLEASE
R
E
V
I
E
W
