Halllooo minna...
Kei balik lagi nih
Gomenasai telat update
.
.
Devil Rider © Hotaru Keiko
.
Naruto © Masashi Kishimoto
.
.
"Nah, sekarang kita masak apa untuk Sasuke?" tanya Mikoto-basan sesampainya kami di dapur dan ia langsung membuka kulkas.
Aku masih tetap diam. Aku sibuk memikirkan bagaimana cara untuk kabur dari Mikoto-basan.
"-ra… Saku-chan…"
"Ehhh. Iya ada apa Ba-san?"
"Kau itu ya. Kita akan masak apa untuk Sasuke?" ulang Mikoto-basan.
"A-ano… tadi Sasuke memintaku untuk memasakkan ramen instant untuknya dengan ekstra tomat!" Karena bingung memikirkan makanan apa, dan secara kebetulan tiba-tiba terlintas makanan kesukaan Naruto.
"Ramen instant?" Aku hanya mengangguk. "Baiklah ayo kita buat, tapi dengan tambahan yang lainnya."
Glek!
Aku meneguk ludahku. Sudah bagus membuat ramen, eh malah ditambah yang lainnya. Aku tahu maksud yang lainnya itu pasti membuat bermacam-macam makanan.
Matilah aku!
End Sakura's POV
.
.
Suara berisik Sakura dan Mikoto didapur mengusik telinga Sasuke yang sedang tidur. Ia segera pergi ke dapur.
"Ehm!" Sasuke berdeham membuat Sakura dan Mikoto menghentikan aksi mereka. Dan ternyata mereka sudah selesai memasak hanya tinggal bersih-bersih saja.
"Tadaaaa!" teriak Mikoto. "Nah, Sasuke sekarang kau duduk disini. Dan Kaa-san akan panggilkan Itachi dan Shisui."
Setelah itu, Mikoto langsung melesat menuju kamar Itachi. Uchiha Shisui adalah sepupu mereka yang sedang menginap disini.
Sasuke menatap tajam emerald Sakura seolah mengisyaratkan pertanyaan 'Apa yang kau masukkan ke makanan ini?'
'Apa maksudmu? Lagipula ini buatan ibumu.' Onyx dan emerald saling beradu sampai Mikoto, Itachi dan Shisui datang.
"Itadakkimasu!"
.
"Forehead!" panggil Sasuke saat selesai makan malam, mereka saat ini sedang berada di ruang keluarga. Sedangkan Sakura hanya menoleh. "Yakiniku dan Sashimi tadi buatan Kaa-san 'kan?"
"Hn." Jawab Sakura ambigu mengikuti kata andalan Sasuke.
"Hei itu 'kan kata-kata milikku. Dan bisa-bisanya kau mengakui itu buatanmu didepan Itachi dan Shisui." Cibir Sasuke.
"Hei… hei… itu 'kan ibumu sendiri yang bilang. Buatanku hanya ramen saja tahu. Dan ingat! Aku itu tidak bisa masak."
"Hn. Ternyata kau memang tidak bisa masak ya." Ejek Sasuke.
"Apa maksudmu?" emosi Sakura mulai terpancing.
"Kau tidak bisa masak!" ulang Sasuke dengan polosnya.
"KAU!"
"Sudahlah. Mulai besok kau ke sekolah pakai motormu sendiri."
"Benarkah? Yeaaayyy….." teriak Sakura dan langsung memeluk Sasuke.
Blush!
Setelah mereka sadar dengan posisi mereka tadi. Mereka melepaskan pelukan mereka dan langsung memalingkan wajah. Terlihat semburat merah di wajah mereka masing-masing
.
.
.
Esoknya. Sakura mengeluarkan motor barunya yang dibelikan Sasori dari garasi miliki Uchiha. Ia terus tersenyum karena bisa mengendarai motornya lagi, apalagi motor baru.
"Sakura kau bisa naik motor? Apa tidak apa-apa?" Tanya Mikoto dengan khawatir.
"Tentu saja Kaa-san. Dia itu satu-satunya anggota perempuan Devil." Yang jawab malah Itachi.
"NANIII?" Tanya atau lebih tepatnya teriak Mikoto dan Shisui berbarengan. Tentu saja Itachi sudah tau lebih dulu.
"Hn. Sudah ya Kaa-san, kami berangkat." Ucap Sasuke.
SasuSaku langsung tancap gas menuju sekolah mereka. Biru dan Abu-abu saling beradu di jalanan. Mereka bergantian saling memimpin. Ya, Sakura maupun Sasuke saling beradu kecepatan untuk sampai ke sekolah.
SasuSaku mulai memasuki halaman KHS. Mereka jadi tontonan warga KHS. Dan tentu saja mereka tahu pemilik motor biru dongker itu adalah Prince Ice of KHS. Namun yang sekarang sedang dibicarakan murid KHS adalah 'Siapa yang mengendarai motor abu-abu itu?'
Motor SasuSaku berhenti ditempat parkiran motor khusus Devil. Sasuke membuka helm-nya dan mengundang jeritan siswi KHS. Namun setelah sang pemilik motor abu-abu tadi membuka helm-nya, mereka semua yang berada disitu menahan napas.
"Woy Teme! Sakura-chan!" teriak maniak ramen itu. Naruto menghampiri mereka setelah ia dan Hinata juga turun dari motornya, diikuti yang lainnya.
"Hn. Dobe."
"Wah Jidat. Kau sudah membawa motor barumu ya!" celetuk Ino.
"Nah. Karena kalian sudah melihatnya. Kami akan memberitahu kalian bahwa Haruno Sakura adalah anggota Devil." Teriak Kiba.
Yang melihat dan mendengar itu langsung melebarkan matanya dengan mulut menganga. Mereka heran, bagaimana mungkin murid yang baru saja masuk KHS langsung bisa jadi anggota Devil, apalagi murid itu perempuan. Dalam sejarahnya, baru kali ini Devil memiliki anggota perempuan.
.
Devil berjalan dengan santai melewati koridor sekolah. Para murid KHS menatap mereka sambil berbisik-bisik.
Plok! Plok! Plok!
"Wah, wah, wah tak kusangka ternyata Devil memiliki anggota perempuan, aku baru tahu. Hahaha…"
Langkah Devil terhenti saat dihadang oleh beberapa pemuda yang diketahui sangat membenci Devil. Mereka selalu berusaha menantang Devil walaupun selalu kalah. Para Princess KHS langsung bersembunyi dibalik kekasihnya, dan para murid mulai sedikit mundur. Mereka takut jika ada perkelahian.
"Hahaha… Lucu?" Tanya Sakura meremehkan dengan tawa garing miliknya.
Semua yang ada disitu hanya membisu. Pasalnya, biasanya Devil tidak pernah menanggapi mereka, sedangkan Sakura yang notabene anggota baru malah menanggapinya.
"Haruno Sakura. Anak tunggal dari pemilik Haruno Corp. Kemarin terlibat perkelahian dengan Akasuna Sasori." Ucap pemimpin genk itu.
"Lalu?"
"Rupanya kau meremehkan kami ya? Hahaha… anak baru gak usah tahu apa-apa." Ucap Akita pemimpin genk Dark itu sambil mendekati Sakura.
"Terus?"
Sakura sudah mulai bosan tentang arah pembicaraan ini. Sang pemimpin genk makin mendekati Sakura yang berada disamping Sasuke, sedangkan anggota Devil yang lain ada dibelakang mereka.
"Kalau kau anggota Devil, buktikan! Kami tunggu kau dilapangan basket sepulang sekolah."
"Baiklah." Sakura menunjukkan seringainya.
.
.
Sepulang sekolah, Devil menuju lapangan basket. Dibangku penonton sudah banyak murid yang ingin menyaksikan apa yang akan terjadi. Sasuke dan Sakura langsung berhadapan dengan Dark, sedangkan anggota Devil yang lain duduk dikursi penonton paling depan. Sebagai pemimpin Devil, Sasuke harus menemani Sakura karena ini menyangkut Devil.
"Hanya berdua? Kalian yakin bisa mengalahkan kami?" Tanya Akita meremehkan.
Memang jika dilihat, SasuSaku kalah jumlah. Dua banding sepuluh. Tapi jangan melihat jumlah, lihatlah skill. Sakura membisikkan sesuatu ke telinga Sasuke, dan Sasuke langsung mundur beberapa langkah.
"Ah, Uchiha-san ternyata tidak ikut ya. Apa kau bisa menghadapi kami nona Haruno?"
"Jangan meremehkanku!" seringai tercetak jelas diwajah cantik Sakura. "Kita taruhan. Jika aku kalah, aku jadi pelayan kalian selama dua minggu. Dan jika aku menang, kalian harus segera keluar dari KHS. Deal?"
"Deal!" dan pertandingan pun dimulai.
Jika dilihat diantara kursi penonton yang isinya murid-murid, kita bisa menemukan beberapa guru yang menonton adegan ini. Bukannya menghentikannya, tapi mereka malah asik menonton 'tontonan gratis' ini.
Sakura sudah berhasil mengalahkan lima orang. Para penonton tercengang melihat aksi Sakura yang menurut mereka keren, dan Sakura juga masih bersikap tenang saja. Mereka kaget hanya dengan seorang bisa melawan sepuluh orang sekaligus.
Setelah menghabisi semuanya, Sakura berbalik menuju Sasuke. Namun saat melangkah, ia segera memutar badannya, dan langsung menendang Akita yang berdiri dibelakangnya. Tubuh Akita terpental dan langsung menabrak tiang ring basket.
Sakura ber-highfive ria dengan Sasuke. Duo S itu menunjukkan seringai mereka. Sedangkan para penonton hanya menganga.
.
.
To be Continue
.
Gomen telat. Kei baru saja selesai UTS
Pojokan review :
Aozora Straw :gomen straw kalo chap kemarin dan ini masih pendek. aku usahain chap depan panjang. makasih udah review
febri feven :ok ini udah lanjut. makasih udah review
Iqma96 :iya gak apa-apa kok^^ aku juga lagi banyak tugas nih. makasih udah review
Kurose Sakurazaki : makasih udah review. maksih juga untuk pujian dan sarannya, nanti aku benerin deh
jus tomat :makasih udah review
Uchiha Sakura : nih nasibnya ada di chap ini. makasih udah review
farah : diusahakan. makasih udah review
Guest : iya, aku juga mau pembantu gratis. makasih udah review
Kazuran : chap 6 update. makasih udah review
.
.
PLEASE
R
E
V
I
E
W
