Halllooo minna...

Kei balik lagi nih

Maaf banget ga pernah update lagi, Kei bener-bener sibuk sama dunia nyata. Baru sempet ngelanjutin fic yang sudah terbengkalai bertahun-tahun ini

Mohon maaf yang sebesar-besarnya buat readers yang nungguin chapter lanjutan Devil Rider

Mungkin cara penulisan dan gaya bahasa sedikit beda karena Kei udah banyak belajar

.


.

Devil Rider © Hotaru Keiko

.

Naruto © Masashi Kishimoto

.

.

Happy Reading

.

.


"Tepati janji kalian!"

"Ba-baiklah… ukkhh..." ucap Akita terbata-bata.

Sesuai dengan janji, Dark akan keluar dari KHS. Setelah selesai anggota Devil pun turun menghampiri Sakura dan Sasuke.

"Sakura-chan kau keren sekali, apalagi saat kau melayangkan kakimu!" teriak dan puji Naruto.

.

.

FLASHBACK

Dark mulai menyerang Sakura yang sendiri. Salah satu anggota Dark yang bernama Goro memulai pertama kali menyerang Sakura. Saat hendak memukul Sakura, Sakura segera menghindar dan sekarang dia berada di belakang Goro. Sakura langsung mencengkram lengan Goro dan memutarnya sehingga Goro merintih kesakitan. Sedangkan Sakura dengan masih memelintir tangan Goro terus bertarung dengan lawan yang lain dengan hanya menggunakan satu tangan dan kedua kakinya.

Dengan masih memelintir tangan Goro, Sakura sudah mengalahkan 3 orang. Setelah bosan, Sakura melepaskan cengkramannya pada Goro dan langsung menendang Goro sampai terkapar.

"Arrgghh…. Sial! Tulangku patah!" Rintih Goro

Sakura menyeringai lebar melihat sudah ada empat orang yang kalah, berarti tinggal enam orang lagi.

Bukh!

"Arrghhh..."

Ctak!

"Shit!"

Saat ini dua orang sedang mengepung Sakura. Sakura mencengkram kerah baju mereka dan langsung menjedukkan kepala mereka berdua sehingga membuat mereka sedikit pusing, dan kesempatan itu Sakura gunakan untuk menjatuhkan mereka. Sakura menendangkan kedua kakinya pada wajah mereka dengan sedikit berputar. Dan kedua orang itu langsung terhuyung.

Brugh!

"Ahhhkkk..."

"Aw!"

Setelah mengalahkan kedua orang itu, Sakura langsung ditahan oleh dua orang lagi.

"Kuakui kau memang hebat, tapi apa kau yakin bisa mengalahkan yang ini?" Tanya Akita meremehkan. Sekarang Akita dan seorang lagi berada dihadapan Sakura.

Seorang yang berada di sebelah Akita perlahan mendekati Sakura sedikit menyeringai. Sedangkan seringai Sakura makin melebar. Orang yang tadi di sebelah Akita telah sampai tepat dihadapan Sakura. Tangan Sakura yang di tahan oleh kedua orang di sampingnya tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan karena kalah tinggi kaki Sakura sampai terbang.

Sakura langsung memutar badannya ke depan sehingga kakinya yang terbang berada di atas dan lannsung menendang kepala kedua orang yang menahannya. Tak hanya itu, setelah menendang kepala mereka, Sakura langsung menghantam perut mereka dengan kakinya.

"Sepertinya rencana kalian gagal ya?" ejek Sakura.

Sakura langsung mendekati seorang yang daritadi masih berada di hadapannya. Ia membisikkan sesuatu dan setelah itu ia langsung menonjok perut orang itu sehingga terpental tepat ke depan kaki Sasuke. Sedangkan Sasuke terus menyeringai sejak pertarungan dimulai.

"Wah semua anak buahmu sudah terkapar, berarti hanya tinggal kau, ya?"

Setelah Sakura mengucapkan itu ia langsung menghampiri Sasuke dengan seringai yang masih bertahan di wajahnya. Namun langkahnya terhenti, ia segera memutar badannya dan langsung menendang Akita yang berdiri di belakangnya. Sehingga tubuh Akita terpental dan langsung menabrak tiang ring basket.

End of FLASHBACK

.

.

.

"Tadaima!"

"Okaerinasai Sasuke-kun Sakura-chan!" sahut seseorang dari dalam kediaman Uchiha.

Sasuke dan Sakura menaikkan alis mereka berbarengan saat mendengar suara lain yang berasal dari ruang tamu kediaman Uchiha, mereka yakin bahwa itu bukan suara Mikoto maupun Itachi. Tak ingin memikirkan terlalu larut, mereka berdua langsung memasuki kediaman Uchiha.

Saat melewati ruang tamu, mereka melihat sosok yang tak asing lagi diingatan mereka. Mata Sakura langsung terbelalak begitu benar-benar menyadari sosok yang sedang duduk di sofa.

"KAA-SAN!" teriak Sakura yang langsung berlari menghampiri ibunya. Ia langsung menerjang ibunya dengan pelukan.

Sedangkan Sasuke hanya bisa menghela napas saja dan langsung menduduki kursi yang berada di hadapan tempat Mebuki duduk. "Kapan Ba-san sampai?"

"Tadi siang. Ne, Sasuke-kun kau bertambah tampan saja."

"Terimakasih Ba-san." Sasuke membungkukkan tubuhnya sebagai ucapan terimakasih.

"Kaa-san jangan memujinya, dia bisa jadi besar kepala!" ujar Sakura yang telah melepaskan pelukannya pada Mebuki.

"Apa kau bilang, hah?" Sasuke langsung melancarkan deathglare andalannya yang tentu saja tidak akan mempan pada Sakura.

"Kukira kau sudah tuli!" ejek Sakura sambil menjulurkan lidahnya.

"KAU-"

"Sudahlah, kalian ini!" Amarah Sasuke terhenti ketika mendengar suara ibunya yang datang bergabung dengan mereka seraya membawa beberapa kue kering dan minuman.

"Cih!" Sasuke langsung membuang mukanya.

"Kalian ini ya. Eh tapi aku tak menyangka lho jika kalian ini ternyata sudah pacaran. Hihihi..." kikik Mebuki.

"HAH?!" tanya Sasuke dan Sakura dengan bersamaan. Ketika mereka menyadarinya, mereka langsung memalingkan muka masing-masing.

"Hahaha..." berbeda dengan Sasuke dan Sakura yang saling membuang pandangan, para ibu justru malah tertawa menyaksikan kelakuan mereka.

"Kaa-san kata siapa aku pacaran dengan ayam ini?" tanya Sakura dengan nada merajuk. Jika sedang dengan keluarganya apalagi dengan ibunya, Sakura akan berubah menjadi kepribadian yang lain, dia akan menjadi gadis polos. Entahlah dikemanakan kepribadian sangarnya yang tadi telah menumpas habis musuh-musuhnya, dan membuat orang-orang tidak akan mempercayainya.

"Mikoto sendiri yang bilang padaku." Jawab Mebuki.

"Kaa-san sejak kapan aku pacaran dengan jidat ini?" kali ini giliran Sasuke yang tak bisa menahan keingintahuannya.

"Berhenti memanggilku jidat, ayam. Ne, Mikoto-basan kata siapa aku pacaran dengan si ayam?"

"Benar itu Sasuke, jangan mengejek orang seperti itu, gak baik lho apalagi di depan ibunya sendiri. Teman-teman kalian sendiri yang memberitahuku kalau kalian pacaran, lagipula sudah banyak bukti kalau kalian memang pacaran." Jelas Mikoto panjang lebar.

"Wekk... Aku menang ayam."

"Lalu Kaa-san sendiri rela anaknya diejek seperti ini?" wajah Sasuke sudah mulai menunjukkan raut kekesalan.

"Kaa-san sih gapapa, toh memang bener kalo rambut kamu memang mirip pantat ayam. Hihihi..."

Seketika Sasuke menjadi bahan tertawaan para wanita disitu, ia merasa dirinya sedang di bully saat ini. Ia pun beranjak dari sofa dan mengambil tasnya.

"Lho Sasuke-kun mau kemana?" tanya Mikoto setelah tawanya reda.

"Kamar!" jawab Sasuke dengan singkat, padat, dan jelas.

"Jadi benar ya kau dan Sakura pacaran?" tanya Mebuki yang masih penasaran.

"Terserah Kaa-san dan Ba-san sajalah!" ucap Sasuke tak peduli sambil menarik tangan Sakura yang masih duduk di sebelah Mebuki.

"E-eh, tunggu ayam!" Sakura agak kesulitan untuk berdiri karena ia ditarik paksa oleh Sasuke. "Kaa-san jika ingin pulang bilang padaku ya."

Suara Sakura memang terdengar, tapi orangnya sudah tidak berada di pandangan Mebuki dan Mikoto.

"Hah mereka itu." Mikoto hanya menggeleng-geleng kepala melihat kelakuan mereka berdua.

"Jadi?" tanya Mebuki sambil menatap Mikoto dengan penuh arti.

"Kyaaa..."

Dan terdengarlah suara para ibu yang berteriak kegirangan.

.

.

"Bisa tidak sih kau tidak menarik-narik tanganku, sakit ayam!" Sakura menghentakkan tangannya untuk melepaskan pegangan tangan Sasuke yang begitu erat. Mereka sekarang berada di ujung anak tangga paling atas.

"Hn."

"Kau-"

"Apa?!"

"Apa maumu?" tanya Sakura menantang.

"Saat kau bertarung tadi kau tak menyadarinya?"

Sakura mengerutkan keningnya. "Menyadari apa?"

"Ternyata walau kau punya jidat lebar tapi otakmu sempit ya. Ckckck!"

"APA?!"

"Sudahlah."

"Cepat beritahu aku!"

"Baiklah. Kurasa kau memang tak menyadarinya. Saat kau bertarung tadi, kepala sekolah melihatmu."

"APA?!"

"Bisakah kau tidak berteriak di depan mukaku, JIDAT!

"Kau juga berteriak AYAM!"

"Kau yang duluan berteriak!"

"Kau!"

"Kau!"

"Kau!"

"Sudahlah Jidat. Jadi apa yang akan kau lakukan?"

"Bukankah aku sudah membantu sekolah menghabisi para pengganggu itu? Seharusnya mereka berterimakasih padaku kan?"

"Kau tahu kalau Tsunade-sama tidak akan membiarkanmu lolos karena telah membuat keributan di sekolah?" bisik Sasuke pelan, tepat di depan telinga Sakura. Ia segera melarikan diri menuju kamarnya karena tahu akan kejadian selanjutnya.

Glek!

Sakura harus menelan ludahnya. Ia lupa jika Tsunade orang yang sangat benci melihat keributan, apalagi di wilayah kekuasannya. Ia yakin jika besok ia akan di hukum oleh Tsunade.

.

.

.

"TIDAAAKKK!"

.

.

To be Continue

.

.


Pojokan REVIEW :

Chi-chan Uchiharuno : Maaf udah nunggu fic ini selama 2 tahun, maaf juga belum bisa lebih panjang, mungkin ke depannya baru bisa dipanjangin lagi. makasih udah review :)

Febri Feven : Ini udah lanjut. Makasih udah review :)

Lady Bloodie : Maaf banget ini telat yang super duper. Kayaknya kilatnya lagi ga ada hahaha... makasih udah review :)

Iqma96 : Ada disini kok yang mereka lakuin. makasih udah review :)

putry : Ini udah lanjut. Makasih udah review :)

panda : Maaf banget baru bisa update sekarang. Makasih udah review :)

kazuran : Salam kenal^^ makasih banget udah dibilang itu, ini udah lanjut. Makasih udah review :)

: Makasih. Ini udah lanjut. Makasih udah review :)

panda chery : Ini udah lanjut, maaf banget belum bisa dipanjangin. Makasih udah review :)

yulia vaniy : Ini udah lanjut. Makasih udah review :)

Azuka : Telaaatttttt

sakura puchiko : Ini udah lanjut. Makasih udah review :)

aska : Ini udah lanjut. Makasih udah review :)

Hyuuna Cherryblossom : Salam kenal juga^^ jadi malu dibilang gitu hehe... maaf banget baru bisa update sekarang. Ini udah lanjut. Makasih udah review :)

: Hehe.. nanti deh aku cobain pake TOA. Makasih udah review :)

monnnaa : Ini udah lanjut. Makasih udah review :)

beauty princess : Udah di invite kok. Makasih udah review :)

Yuriko-Senju : Maaf ya telat banget. Ini udah lanjut. Makasih udah review :)

Liteace : Makasih banget pujiannya hehe... untuk chapter ini udah aku tambahin romancenya, untuk chapter selanjutnya akan aku perbanyak. Ini udah lanjut. Makasih udah review :)

cherry : Wah makasih banget, aku pikir Sakura juga keren. Makasih udah review :)

Sany088 : Ini udah lanjut. Makasih udah review :)

nekotsuki : Ini udah lanjut. Makasih udah review :)

Sasogaa : Ini udah lanjut. Makasih udah review :)

aoi-san : Makasih kalo suka. Ini udah lanjut. Makasih udah review :)

.

.

PLEASE

R

E

V

I

E

W