"Semakin aku berusaha menjauhimu. Rindu ini semakin berjalan menggerogotiku" – Kim Taehyung
"Aku mungkin egois. Disisi lain aku ingin jujur dengan diriku. Namun, aku takut seseorang akan terluka" –Jung Hoseok
Title : War of Hormone
Author : Hopekies
Pairing :
Kim Taehyung x Jung Hoseok
(V-Hope)
Disclaimer :
Cerita ini hanya sebuah cerita fiktif yang tidak terinspirasi dari lagu War of Hormone. Karena saya terlalu bingung memberi judul (?) Terima kasih untuk teman-teman saya yang menginspirasi untuk menulis fanfic meskipun mereka lebih menyukai pairing VKook wkwk. Semoga summary yang mereka tulis saat pembelajaran berlangsung bisa menjadi fanfic…
Warning :
YAOI. Typo everywhere. Banyak kata yang diulang dan tidak baku. Maafkan..
.
.
Happy Reading..
Belum selesai masalah mengenai dirinya. Sekarang dia harus terlibat masalah dengan beberapa polisi yang mengintrogasi di koridor penuh dengan aroma obat yang mencekat hidung. Siapa lagi jika ini bukan salah satu perbuatan sahabatnya , Park Jimin.
'Sialan kau Park!' batin Taehyung saat melihat temannya tersenyum dengan wajah tanpa bersalah padanya.
Dimana dia sekarang? Tentu saja Rumah Sakit. Jimin tak sengaja menabrak pohon saat menyetir dan saat ditanya polisi siapa walinya, dia menjawab nama 'Kim Taehyung' pertama daripada orang tuanya. Bukan karena dia takut khawatir, namun sebaliknya. Dia lebih khawatir mobil kesayangannya disita.
"Kim sayangggg!" ucap Jimin dengan nada manja. Dilihatnya Taehyung sambil tersenyum memperlihatkan senyuman termanisnya.
"Apa?" jawab Taehyung dingin. Dia sebenarnya sedikit marah karena sahabatnya membangunkan dari mimpi indahnya. Dan ini dini hari. Bersiaplah untuk terlambat esok Kim Taehyung..
"Aku menyayangimu taetae. Maafkan aku! Namun kau tau kan? Aku lebih menyayangi Suga.." ujarnya sambil tersenyum.
Suga? Jangan Tanya siapa itu Suga. Dia nama mobil kesayangan Jimin. Dia memiliki kebiasaan aneh, yaitu memberikan nama pada setiap barang-barangnya. Misalnya Handphone, dia memberi nama 'Chimchim'. Namun dia selalu memberi alasan kenapa dia dapat memberikan nama-nama pada barang kesayangannya itu. Orang pasti beranggapan aneh tentangnya.
"Kau tidak apa-apa Jim?" kini raut wajah Taehyung terlihat khawatir. Dari nada bicaranya yang pelan serta tatapan sendu pada lawan bicaranya ini.
"Tenanglah Kim. Aku baik-baik saja" jawab Jimin santai sambil menepuk pundak sahabatnya agar tidak merasa mengkhawatirkannya.
"Syukurlah Jim.. saat polisi meneleponku tadi aku sangat khawatir padamu" balas Taehyung sambil memeluk erat sahabatnya. Bahkan dia hampir menangis saat mengetahui orang terdekatnya kecelakaan.
"Hei! Kenapa kau jadi melankolis seperti ini Kim.. bolehkah aku menginap dirumahmu? Aku takut jika pulang saat ini Suga akan disita appa" jawab Jimin setengah memohon.
"Baiklah" Taehyung tersenyum.
Dia memapah Jimin dengan perlahan. Jangan lupa perban yang ditangan dan kaki Jimin.
'Dasar idiot Jim' ucap Taehyung dalam hati.
-VHOPE-
"Kim..apakah kau pernah berfikir mantan kekasihmu datang mencarimu setelah dia mendapatkan kekasih baru? Apakah itu namanya terjebak dalam cinta?" ucap Jimin tiba-tiba sambil memandang langit-langit kamar Taehyung.
Taehyung yang sudah setengah mengantuk menatap Jimin bingung.
"Lupakan Kim. Tidurlah.. esok Chimchim akan membangunkanmu" balas Jimin menyudahi percakapan sambil mengelus rambut coklat marga Kim itu.
Tak lama sahabatnya itu tertidur. Jimin selalu tau bagaimana cara membuat sahabatnya ini cepat tertidur. Salah satunya dengan mengelus rambut surai coklat milik marga Kim itu..
"Aku menyayangimu tae..aku tak akan membiarkan orang lain membuatmu sedih" diapun mencium sekilas rambut Taehyung yang masih beraroma sampo itu dan tidur disamping Taehyung.
-VHOPE-
Semakin hari hubungan Taehyung dan Hoseok semakin jauh. Hal ini karena Wakil ketua OSIS itu tengah aktif dengan kegiatan dalam sekolah. Oke, disini Taehyung hanya dapat melihat dari jauh. Bahkan dikelaspun mereka jarang bertemu. Karena Hoseok hanya menaruh tas dalam kelas, namun dari pelajaran pertama hingga akhir. Terkadang dia tidak memasuki kelas sama sekali.
Seperti saat istirahat ini. Taehyung hanya memutuskan untuk melihat lapangan dari arah jendela kelasnya. Dia tidak berminat bergabung bermain sepak bola bersama teman-temannya, sekalipun itu ajakan sahabatnya Jimin dibawah sinar matahari itu. Hingga tidak sadar ada seorang yang masuk dalam kelasnya.
"Permisi.."
Taehyung masih tidak bergeming dari tempatnya.
"Ehem..permisi" dengan sedikit berdeham. Akhirnya diapun menoleh. Oke, ini kabar buruk. Dia adalah Jungkook, yang masih berstatus kekasih Hoseok.
"Maaf sunbae, aku hanya ingin mengambil tas milik Hosoek hyung. Dia mengatakan bahwa tidak akan berada dikelas hingga pulang nanti. Saat ini dia masih rapat dengan para guru di kantor" ucap Jungkook menjelaskan.
Taehyung hanya mengerjap matanya. Dia tidak memperhatikan kata-kata Jungkook. Dia hanya memperhatikan bagaimana cara Jungkook berbicara dan ke'indah'an yang dimiliki seorang Jeon Jungkook hingga bisa menarik perhatian orang yang dia kagumi.
'Jika dibanding Jungkook aku memang bukan apa-apanya. Oh lihatlah malaikat di depanku ini. Makhluk Tuhan dengan segala kesempurnaan. Pintar? Tolong jangan diragukan. Cantik dan tampan? Badannya yang atletis. Sopan dan selalu bersikap ramah dengan semua orang. Dia aktif dalam segala kegiatan akademik dan non akademik. Siapa yang tidak tertarik padanya. Ayolah Taehyung..kau harus sadar kau berhadapan dengan siapa..'
"Sunbae?" Jungkook membuyarkan lamunannya.
"Ne..maafkan aku..itu mejanya" diapun menunjuk bangku milik Hosoek yang tepat berada dibelakangnya..
"Terima kasih sunbae..aku pergi dulu" ucap Jungkook sopan sambil membungkuk.
Namun belum ada 5 menit tiba-tiba seorang datang sambil mengelus rambut surai coklatnya "Apakah kau begitu perhatian pada Jimin hingga melihat ke lapangan terus, hm?" ucap seorang itu.
Diapun menoleh betapa kagetnya bahwa Hosoek didepannya sekarang. Bahkan jarak wajahnya dan Hoseok tidak sampai 5cm. diapun dapat mencium parfum khas maskulin dari tubuh namja di depannya ini. Dengan refleks dia mendorong tubuh Hoseok hingga nyaris terjungkal.
"Yaa! Apa yang kau lakukan alien!" seru Hoseok nyaris pantatnya mencium lantai.
"Seharusnya aku yang bertanya" bentak Taehyung.
"Aku hanya ingin mengambil tas-ku, namun sepertinya Jungkook mengambil lebih dahulu" ucapnya bermonolog sambil melihat tas merah yang bertengger di bangkunya kini sekarang kosong.
"Bukankah kau yang menyuruhnya? Baru saja dia kesini dan mengatakan kau tidak bisa mengikuti pelajaran karena rapat. Oh Tuhan, bukankah seharusnya kau sekarang rapat dengan para guru dikantor?" Taehyung bingung memandang Hoseok. Bagaimana bisa namja ini masih bisa bersantai disaat seperti ini.
"Aku tadi ijin pada Jin ke toilet. Hei, apakah kau tidak bosan mendengar ocehan yang tidak pernah berbuah hasil itu? Semua ide yang dibuat hanya sebatas ide karena pada akhirnya dewan guru yang memutuskan. Aku bosan. Dan disana juga ada Jin sebagai ketua OSIS.." ucap Hosoek panjang lebar sedangkan Taehyung masih memandang tidak percaya dengan kegilaan Hoseok.
"Taehyung-ah, jika ada tugas atau apapun dapatkah kau memberitahu ku? Dan bisakah kita 1 kelompok jika ada tugas?" Hoseok memohon dengan puppy eyes gagalnya itu. Ya, gagal menurut Taehyung. Karena dia terlalu berhasil memasuki ruang hati dan pikiran Taehyung.
"Aku tidak bisa janji" jawabnya dingin membuang muka.
Hoseok memegang tangannya dan memohon lagi "Kim Taehyung-ah. Jebal.." pintanya sekali lagi. Dan dengan refleks Taehyung mengangguk.
"Anak pintar. Aku akan memberimu ice cream lagi karena berbuat baik. Namun tidak sekarang.." ucap Hoseok diambang pintu segera meninggalkan kelasnya.
'Hoseok, kau benar-benar gila..' ucapnya dalam hati setelah kepergian Hoseok.
Disana, ada seseorang yang tak sengaja mendengar semua pembicaraan mereka. Dia mengepalkan tangannya. Sepertinya dia sedikit kurang suka dengan sikap orang yang dalam kelas.
'Aku butuh bantuan seseorang' ucapnya lalu mengirim pesan teks pada seseorang. Diapun menyinggungkan seringai yang mengerikan.
To : xxx
Aku butuh bantuanmu untuk membereskan ini…
Replay from : xxx
Apa yang kau inginkan?
-VHOPE-
Acara Pensi SMA Bangtan sudah semakin dekat. Hampir seluruh siswa tengah sibuk persiapan untuk tampil dan berkontribusi dalam festival Ulang Tahun sekolah yang diadakan satu tahun sekali. Semua sangat menanti hari itu. Tidak terkecuali dengan namja surai coklat itu. Dia sedang dalam keadaan yang bisa dibilang –sangat bosan– karena sejak tadi menunggu sahabatnya berlatih dance untuk penampilannya festival minggu depan. Dia hanya meniup bunga dandelion disekitar tempat berlatih menari (dance) sahabatnya untuk menghilangkan rasa bosannya. Jika kau bertanya dia dimana? Dia sedang berada di pinggiran kota tanpa atap. Dia menyenderkan kepalanya di pohon sambil bermain bunga dandelion disekitar pohon itu. Setelah hampir satu jam sahabatnya berambut orange –Park Jimin– mendekatinya beristirahat sejenak.
"Kau begitu lelah Jim..kau harus menjaga kesehatanmu" ucap Taehyung sambil melemparkan botol berisi air putih di depannya.
"Terima kasih Tae. Tidak, aku sangat gugup. Ini pertama kali aku tampil disekolah" jawabnya sambil meminum air yang diberikan Taehyung.
"Lihat. Tubuhmu penuh dengan keringat. Istirahatlah dulu Jim.." Taehyung tetap bersikeras menyuruh sahabatnya untuk beristirahat.
"Aku akan berisitirahat jika dirumah Tae.." balas Jimin sambil tersenyum dan melakukan beberapa gerakan dance seperti tadi. Dia tidak bisa melakukan apapun selain menunggu. Dia menyangga tangannya menatap Jimin dengan pandangan malas.
-VHOPE-
Lain halnya dengan Taehyung yang masih bisa bermain ditengah kebosanannya. Hoseok semakin disibukkan dengan persiapan yang semakin matang. Rapat hingga malam sudah menjadi makan malamnya.
"Hoseok-ah, apakah kau sudah menyiapkan untuk bagian keamanan?" tanya Jin pada rapat diruang OSIS kali ini.
"Aku sudah mempersiapkan beberapa ploting untuk keamanan. Aku juga sudah membuat SOP untuk seluruh siswa yang datang. Pemeriksaan akan aku awali dengan pintu masuk di depan. Ada beberapa anak yang akan disana. Lalu sisanya lebih banyak memusastkan dibagian sekitar panggung saat Guest Star muncul. Dan juga ada 2 orang anak keamanan yang akan berjaga di depan tenda. Sehingga tidak sembarangan orang dapat masuk ruang Guest Star" jawab Hoseok panjang lebar pada sang ketua OSIS.
Jin membagi tugas secara adil. Dia tau jika Hoseok tidak suka banyak bertatapan dengan orang banyak, dia menyuruh namja itu menjaga keamanan. Sedangkan dia mengurus bazzar yang akan diadakan pada siang hingga sore hari. Oh ini juga tak luput ide dari Ketua Pelaksana acara ini, tak lain adalah Kim Myungsoo.
"Kalian harus tetap semangat. Ini susdah semakin dekat. Jaga kesehatan kalian.. aku sudah membelikan kalian makanan untuk malam ini. Aku meminta langsung dari Kepsek" ucap Jin dengan senyum yang merekah.
Tak lama kemudian makanan yang dipesan datang. Semua pengurus OSIS berbondong-bondong mengambil nasi kotak yang diberikan oleh Kepala sekolah melalui perantara –Ketua OSIS– mereka itu. Semua sangat antusias, namun lain halnya dengan Hoseok. Dia hanya tersenyum melihat teman-temannya sedang makan sambil bersenda gurau. Tidak luput gurauan dan gossip-gossip diucapkan untuk mencairkan suasana yang sempat menegang.
"Hyung, kau tidak makan?" Jungkook duduk sambil memakan makananannya disebelah Hoseok.
Hoseok hanya menggeleng sambil tersenyum melihat teman-temannya tanpa melihat Jungkook.
"Hyung kau harus makan!" Jungkook mengerucutkan mulutnya sambil merengek pada lengan Hoseok.
Hoseok pun menoleh dengan tersenyum "Aku baik-baik saja. Kau saja yang makan bagianku Kookie sayang.."
"Makan bersamaku!" bentak Jungkook.
"Tidak. Aku tidak lapar.."
"Chagiyaaa~" dia masih merengek di lengan Hoseok dengan manja.
"Jangan panggil seperti itu Jungkook-ah" balasnya sambil mengelus lembut rambut hitam Jungkook.
"Tidak sampai kau makan bersamaku" Jungkook masih dalam mode merengeknya.
"Baiklah" jawab Hoseok menyerah. Percuma Jungkook akan tetap bersikeras jika dia tidak diikuti permintaannya.
"Asikkkk" Jungkook tersenyum menampilkan gigi kelincinya berbaris secara beraturan.
"Tunggu.." Hoseok mengambil sebutir nasi yang menempel pada mulut Jungkook dan memasukkannya dalam mulutnya.
"Aku sudah makan. Kau lihatkan?" ucap Hoseok.
Jungkook menutup mulut dengann tangannya. Dia tidak ingin Hoseok mengetahui betapa malunya dia kali ini. Seluruh tatapan kini tertuju pada mereka berdua.
"Yaaa! Jika kalian ingin bermesraan seharusnya setelah OSIS" sindir seorang pengurus yeoja.
"Iyaa..kalian membuatku iri..sayang pacarku bukan pengurus juga" balas yeoja lainnya.
Akhirnya semuanya pun menjadi semakin ricuh. Suasana kian mencair dengan tawa canda yang mereka buat.
-VHOPE-
Jungkook tampak berjalan sendiri menyusuri jalan menuju halte bus. Namun, ada sebuah klakson yang berbunyi ketika dia ingin menyebrang jalan. Itu motor Hoseok. Diapun tersenyum kearah pengendara.
"Sedang apa kau disini?" tanya Hoseok setelah melepas helm nya.
"Aku pulang hyung…" jawab Jungkook sambil tersenyum.
"Kemana mobilmu?" tanya Hoseok lagi.
"Aku tidak membawanya. Mobilku sedikit rewel. Aku belum sempat membawanya ke bengkel.."
"Naiklah.." tawar Hoseok dengan nada sedatar mungkin.
"Aku ingin naik bus.." tolak Jungkook dengan halus.
"Baiklah. Aku akan menemanimu…"
Hoseok memarkir motornya dekat halte dan turun dari motor kesayangannya itu.
"Apa yang kau lakukan hyung? Ini sudah malam. Sebaiknya Hyung pulang…" ucap Jungkook bingung dengan perlakuan Hoseok.
"Tidak. Jika kau tidak ingin pulang bersamaku artinya aku harus membawamu pulang.." jawab Hoseok santai.
Tak lama sebuah bus pun datang ke halte itu. Jungkook memandang Hoseok dengan pandangan yang sulit diartikan.
"Hyung, sebaiknya kau pulang. Bus sudah datang.." ucap Jungkook sekali lagi namun tidak digubris oleh namja di depannya ini. Hoseok lalu menarik tangan Jungkook memasuki bus itu karena dia sadar jika itu bus terakhir pada hari itu.
"Diamlah Kookie-ya. Aku lelah…" diapun duduk dibelakang Jungkook sambil mendengarkan earphonenya.
Jungkook hanya diam memandang Hoseok. Lalu diapun tersenyum.
'Terima kasih hyung. Aku mencintaimu Jung Hoseok..' ucap Jungkook dalam hati.
.
.
.
Tbc/end?
Mungkin tulisan saya masih belum terlalu sempurna dan banyak kosa kata yang tidak baku. Disini saya hanya menyalurkan imajinasi saya (?)
Meskipun jalan ceritanya sedikit tidak jelas dan aneh (?) saya ingin tetap memosting fanfic ini hingga akhir ditengah kesibukan saya..
Terima kasih pada kalian yang sudah bersedia menyempatkan membaca atau bahkan review fanfic ini..
Saran atau masukan dari kalian sangat membantu dan menginspirasi saya untuk tetap menulis.
Replay for reviews :
reiya zuanfu : hehe ada something kenapa dia melakukan seperti itu. Oh ya terima kasih sudah reviews chapter 1 kemarin :D
chanmyeon jungg : busettt ini malah doain putus. Hehe tapi terima kasih sudah menyempatkan reviews di chapter kemarin :D
KahoriKen : hehe gapapa kok chingu. Wah jangan terlalu jujur gitu sama Hoseok. Jadi gaenak hehe. Maklum hoseok masih labil jadi gitu (?) oh ya terima kasih sudah reviews di chapter lalu :D
Guest : hehe ini dilanjut kok. Jangan lupa reviews lagi ya ;)
Gummysmiled : ini dilanjut chingu. Thanks udah reviews chapter kemarin :D
Buat kalian khusus tim VKOOK
Haruskah aku perlu menyebut username kalian? Kalian teman yang menginspirasiku untuk menulis fanfic lagi setelah sempat vakum dan beralih ke roleplayer. Aku suka summary kalian. Ayo cepat dibuat fanfic..*kalau sempat*
Makasih ya nenek yoongi sudah diingatkan berapa banyak typo dan kata-kata kurang baku dan sedikit hmm lebih tepatnya banyak tidak sikron. Anda tau sendiri saya saja jarang baca jurnal gimana bisa dapat kata-kata baku(?). Jika kau memberikanku Jimin aku janji akan merawatnya dengan baik sebaik aku merawat Hoseok dan Taehyung wkwk..
