"Berhenti memberiku harapan jika kau hanya untuk menyakitiku" – Kim Taehyung
"Bagaimana aku harus menyampaikan perasaan ini ? Aku hanya pria bodoh yang selalu menyakitimu" –Jung Hoseok
Title : War of Hormone
Author : Hopekies
Pairing :
Kim Taehyung x Jung Hoseok
(V-Hope)
Disclaimer :
Cerita ini hanya sebuah cerita fiktif yang tidak terinspirasi dari lagu War of Hormone. Karena saya terlalu bingung memberi judul (?) Terima kasih untuk teman-teman saya yang menginspirasi untuk menulis fanfic meskipun mereka lebih menyukai pairing VKook wkwk. Semoga summary yang mereka tulis saat pembelajaran berlangsung bisa menjadi fanfic…
Warning :
YAOI. Typo everywhere. Banyak kata yang diulang dan tidak baku. Maafkan..
.
.
Happy Reading..
Cuaca hari ini sangat cerah. Taehyung memutuskan untuk sedikit berolahraga. Diapun memutuskan berlari menyusuri kompleks rumahnya. Saat ditaman bermain dia menghentikan langkahnya. Ada sedikit kerinduan dengan tempat itu. Tempat yang kini terlihat kecil untuknya. Dia memutuskan bermain pasir dan berniat membuat istana pasir dikotak disana. Hingga dia tak menyadari ada orang lain sedang memperhatikannya.
"Kim Taehyung-ssi?" sapanya ramah.
Oh lihatlah, sekarang sang ketua OSIS menyapa nya.
"Hah?" diapun menoleh pada orang yang memanggil namanya itu.
"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Jin sambil menahan tawa. Dia bahkan menutupi mulut dengan tangannya agar tidak terlihat seperti orang tertawa.
Taehyung memberikan ekspresi datar kemudian menatapnya dengan malas "Seharusnya aku yang bertanya. Kenapa kau berkeliaran di dekat kompleks rumah ku?"
"Oh jadi ini daerah rumahmu? Wah kebetulan sekali. Dekat dengan rumah Hoseok-ssi?" tanya Jin sambil tersenyum.
"Maaf, aku belum mengerti maksudmu Jin-ssi.." kini Taehyung memasang ekspresi bingung.
'Bukankah dia tinggal bersama Appa-nya? Dan rumahnya cukup jauh dari sini' ucap Taehyung dalam hati.
"Kau tidak tau? Ku kira kalian teman dekat.." balas Jin sambil mengangguk-angguk sendiri –sedang menganalisis keadaan–
"Baiklah lupakan. Apa yang kau lakukan hingga sampai disini Jin-ssi?" tanya Taehyung menatap sang ketua OSIS.
"Aku tadinya ingin mengajak Hoseok berolahraga. Namun, setelah kupaksa hasilnya tetap sama. Dia tidak bergeming dari pulau kapuk itu" ucap Jin dengan nada kecewa.
"Bagaimana jika bersamaku?" tawar Taehyung dengan mata berbinar. Seperti anak anjing yang mendapat mainan baru.
"Tidak buruk" balas Jin sambil tersenyum.
Lalu mereka berdua pun berlari-lari kecil (jogging) bersama sambil tertawa dan bercerita satu sama lain.
-VHOPE-
Hari ini adalah hari Festival sekolah yang diadakan SMA Bangtan. Hampir seluruh siswa sibuk dengan menyiapkan apapun untuk kontribusi dalam Pentas Seni untuk memperingati hari Ulang Tahun sekolah itu. Acara ini berlangsung sangat meriah. Seluruh kelas berlomba menghias kelas dan bazar di pintu utama sekolah. Sedangkan aula digunakan untuk penampilan para pengisi acara.
Jimin sangat gugup saat ini. Dia berangkat sangat pagi tiba disekolah. Tidak biasanya seorang Park Jimin yang biasanya datang kurang dari 5 menit kelas dimulai bisa datang sepagi ini. Oh ya, jangan lupakan Taehyung yang sejak tadi memandang malas sahabatnya itu. Jimin sengaja tidak tidur dirumah dengan alasan tak ingin terlambat.
"Taehyung-ah.. aku sangat gugup" ucap Jimin. Itu terlihat jelas dari keringatnya yang sudah bercucuran dari wajahnya.
"Tenanglah Park Jimin. Biasanya kau tidak seperti ini. Bahkan saat di swalayan kau sangat pede.." balas Taehyung menghibur. Dia cukup khawatir mengingat sahabatnya sempat pernah demam panggung.
"Alien Kim.." diapun memandang Taehyung. Sedangkan Taehyung hanya tersenyum. Diapun mengelap keringat Jimin dengan tissue yang dibawanya. Disini dia seperti manajer Park Jimin. Selalu mengikuti bayang-bayang Park Jimin. Tak sedikit yang menganggap mereka berpacaran. Namun selalu diabaikannya.
Lain dengan Jimin yang datang terlalu pagi. Hoseok dan beberapa pengurus OSIS bagian keamanan harus menginap disekolah. Dia baru diperbolehkan pulang pukul lima pagi dan harus kembali pukul setengah tujuh. Dari kejauhan dia melihat Taehyung dan Jimin. Diapun menghampiri keduanya.
"Apa yang kalian lakukan disini?" ucapnya datar dan to the point.
Dia sengaja tidak menyapa mereka untuk mengagetkan teman sekelasnya itu.
"Yaa!" teriak Jimin kaget. Diapun memegang dadanya yang sejak tadi jantungnya berpacu dengan cepat.
"Bisakah kau berkata dengan sopan Hoseok-ah?" sindir Taehyung sinis.
"Tidak. Aku sedang dalam mood buruk" jawab Hoseok datar. Lihatlah kantung matanya sekarang. Kurasa dia akan takut sendiri saat berkaca nanti.
"Hei, kenapa kau tampak berantakan sekali bodoh" ucap Jimin sambil tersenyum menunjuk wajah Hoseok.
"Diam kau cebol"
Jimin menarik kerah Hosoek namun ditahan oleh Taehyung. Dia berusaha keras menarik Jimin.
"Apakah kau memiliki perlengkapan mandi?" tanya Hoseok menatap Taehyung.
"A..ada di loker ku" jawab Taehyung gugup.
"Bolehkah aku memakainya? Aku malas kembali ke rumah hanya untuk mengganti baju.."
Taehyung hanya membalas dengan anggukan.
"Ikutlah denganku.." ujar Taehyung dingin. Meninggalkan Jimin mematung seorang diri.
.
.
"Aku memiliki training olahraga di loker. Kau bisa memakainya jika ingin.." ucap Taehyung yang dibalas anggukan Hoseok.
"Tidak..aku sudah meminjam celana milik Jungkook. Meskipun sedikit lebih besar.." jawab Hoseok sambil menggaruk tengkuknya tidak gatal.
Taehyung pun memberikan perabotan mandi yang ia simpan di lokernya. Lalu saat Taehyung ingin pergi, tiba-tiba Hoseok menarik tangannya "Apakah kau berpacaran dengan Park cebol itu?"
Taehyung menoleh. Menganggkat satu alisnya dengan wajah bingung "Jimin? Wae? Kenapa kau bertanya tentang itu?"
"Aku ingin tau.." Hoseok menatap Taehyung dengan tatapan tajamnya. Dari sorot matanya terlihat keseriusan disana.
"Kau tidak ada urusan denganku" Taehyung masih memberikan ekspresi datar. Meskipun dalam hatinya, sejak tadi sudah bergemuruh seolah kembang api yang siap meluncur saat didekatkan api.
"Jangan terlalu dekat dengannya.." Hoseok masih menatap Taehyung.
Taehyung menghempaskan tangan Hoseok kasar "Urus saja urusanmu sendiri Hoseok-ssi. Apa kau terlalu banyak waktu hingga bisa mengganggu orang lain?" Taehyung melangkah menjauh.
Setelah keluar dari ruangan itu Taehyung mengatur nafasnya yang bergemuruh dan detak jantungnya. Diapun hanya memukul kepalanya pelan dan bermonolog sendiri dibalik tembok itu.
"Kim kau bodoh sekali.." sambil meruntuki kebodohannya hingga seseorang dari jauh memperhatikannya.
"Hai.." sapa orang itu. Tak lain adalah…
.
.
.
Jeon Jungkook.
-VHOPE-
Taehyung masih bingung kenapa Jungkook tiba-tiba bertanya mengenai kedekatannya dengan Hoseok. Jelas-jelas mereka hanya berteman. Tanpa sadar diapun melamun di kantin sekolah. Hey bung, nikmati sedikit masa mudamu. Kantin sangat sepi. Semua siswa kini berkumpul di aula dan sebagian di bazzar. Bahkan semua toko dikantin ini tutup. Lalu apa yang kau lakukan disini?
Ditengah lamunannya. Seseorang tiba-tiba bersandar dipundaknya.
"Terima kasih untuk tadi" ucap orang itu yang tak lain Hoseok. Taehyung dapat merasakan aroma sabun mandi kesukaannya ditambah parfum maskulin khas Hoseok. Pipinya pun tiba-tiba bersemu merah.
"I..iyaa" jawabnya sedatar mungkin. Detak jantungnya berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya.
"Apa yang kau lakukan disini?" Hoseok pun tertarik memandang Taehyung yang membuang muka menghindari tatapannya.
"Aku? Aku hanya ingin menyendiri. Aku tidak terlalu suka keramaian" jawab Taehyung bohong.
Dia tidak benar-benar benci keramaian. Bahkan sangat suka. Setiap tahun saat noona-nya mengajak ke festival kembang api atau malam pergantian tahun dia tidak pernah absen. Bagaimana bisa dia membenci tempat ramai? Hanya saja pikirannya saat ini sedang kacau. Ya, sedikit kacau karena orang di depannya ini.
"Ku kira kau menyukai bazzar atau festival. Aku berencana mengajakmu bulan depan.." balas Hoseok dengan sedikit kecewa.
"Hah? Bulan depan? Memang festival apa?" Oh Kim Taehyung..kau mulai melupakan aktingmu beberapa saat lalu.
"Ntahlah. Aku dengar masih kabar burung haha" balas Hoseok dengan tertawa.
Taehyung menatap Hoseok dengan sedikit memajukan bibirnya "Kau menyebalkan" ucapnya pada akhirnya.
"Berhenti berekspresi seperti itu Alien. Aku ingin menciummu jika kau seperti itu" Hoseok tetap memandang manik wajah Taehyung yang kini sedikit bersemu.
"Pergi sana! Tinggalkan aku!"
Taehyung mendorong bahu Hoseok untuk menyingkir darinya namun namja itu semakin mendekat.
"Ini untuk terakhir kali ku katakan. Jangan terlalu dekat dengan Jimin. Aku tidak suka" ucap Hoseok pelan lalu mencubit pipi Taehyung gemas.
"Jangan sendiri disini terlalu lama. Sebaiknya kau segera ikut bergabung dengan yang lain" ucap Hoseok lagi sebelum benar-benar pergi.
Tuhan..lihat sekarang dia? Sudah seperti kepiting rebus. Dia memegang pipinya dan menggeleng berulang kali. Dia percaya mungkin itu hanya halusinasi.
.
.
Ada seorang yang kini memperhatikannya. Rahangnya yang semakin mengeras menandakan dia tengah marah dengan apa yang dilihatnya.
-VHOPE-
Jimin menampilkan penampilan terbaiknya diatas panggung. Seluruh penonton bertepuk tangan dengan apa yang dilakukan Jimin. Hey, meskipun dia tidak pernah pintar dalam hal akademik bukan berarti dia bodoh dalam non akademik. Ada sedikit, hmm ralat. Ada banyak prestasi yang diterima Jimin dengan kompetisi dance yang dia ikuti. Tidak jarang dia sering mengantongi hadiah-hadiah mulai dari piagam emas atau perak.
Jimin menyinggungkan senyum pada Taehyung yang kini menatapnya dari jauh. Taehyung membalas dengan senyum kotaknya dan memberi isyarat dengan jempolnya yang artinya dia tidak mengecewakan.
'tidak sia-sia aku melihat Jimin latihan.. kau terbaik Jim' ucap Taehyung dalam hati ditengah tepuk tangan penonton.
Setelah penampilan Jimin dilanjutkan dengan penampilan Guest Star yang ditunggu-tunggu itu. Taehyung pun mencoba melihat siapa yang tampil. Tak disangka itu adalah salah satu idol favoritnya. Sebut saja BTS. Taehyung menyinggungkan senyum kotaknya saat melihat panggung dan tak sengaja mata nya melihat atas dan menemukan Jungkook sedang berbisik dengan Hoseok. Lalu mereka berdua tertawa dan terlihat bahagia.
Karenamu, aku menjadi hancur
Aku ingin berhenti, aku tidak menginginkanmu lagi
Aku tidak bisa melakukannya, ini payah
Tolong jangan berikan aku alasan lagi
'Kenapa kau selalu seolah memberiku harapan. Jika pada akhirnya kau menghempaskanku seperti ini' ucap Taehyung dalam hati memandang mereka.
Sungai kecil itu tiba-tiba mengalir dari mata indahnya. Dia segera menghapusnya dengan telapak tangannya.
Kau tidak bisa melakukan ini padaku
Semua hal yang kau katakan seperti sebuah topeng
Menyembunyikan kebenaran dan merobekku
Itu menusukku, aku jadi gila, aku benci ini
Ambil ini semua, aku benci padamu
[ BTS – I Need U]
Diapun memutuskan untuk meninggalkan aula tersebut dan keluar mencari udara segar. Dia menengok ke kanan-kiri mendapati lorong aula sangat sepi. Taehyung duduk disalah satu kursi di dekat kelas yang kosong. Memandangi smartphone nya yang tidak bergetar sama sekali. Berharap mendapat pesan dari sahabatnya setelah penampilannya tadi.
'Pasti dia sibuk dengan noona-noona yang tadi berteriak histeris memanggil namanya itu' pikir Taehyung akhirnya dan memasukkan lagi dalam saku.
"Taehyung-ssi?" diapun menoleh mendapati Jin tersenyum lembut padanya.
"Ya? Jin-ssi? Apa yang kau lakukan disini?" oh suatu perubahan besar. Taehyung mulai banyak bicara di depan namja tampan ini.
"Hanya berjalan-jalan. Aku harus sering mengecek seluruh acara disini.." jawab Jin sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Oh" hanya itu Jawaban yang keluar dari mulut kecil Taehyung. Kim Taehyung, ayolah. Hibur sedikit ketua OSIS yang terlihat sangat lelah itu.
"Kenapa kau disini? Bukankah seluruh siswa sedang berkumpul di aula?" tanya Jin melihat Taehyung yang berkeliaran di lorong sendiri.
"Hehe. Aku tidak terlalu tertarik dengan penampilan mereka" jawab Taehyung sambil tersenyum polos.
Sudah berapa kali kau berbohong hari ini Kim Taehyung? Apa kau tidak takut dengan malaikat yang senantiasa mencatat seluruh perbuatan yang kau lakukan hari ini?
"Oh..ku kira kau tertarik. Aku juga tidak seberapa mengenal mereka. Itu hasil voting seluruh pengurus OSIS saat rapat" Jin membalas sambil tersenyum.
'manisnya..' batin Taehyung.
"Daripada kau diam disini. Bagaimana jika kau ikut denganku berkeliling sekolah?" tawar Jin.
"Baiklah" jawab Taehyung disertai anggukan.
.
.
.
"Jadi dia memang menyukai Jin?" ucap seorang bermonolog dengan dirinya sendiri. Memperhatikan mereka dari jauh hingga punggung Taehyung dan Jin tidak terlihat lagi.
-VHOPE-
Sejak Jimin tampil di pentas sekolah banyak teman-teman sekelas yang mendekatinya. Baik itu yeoja atau namja. Mereka bahkan tidak percaya Jimin yang sering dihukum dan terlambat bisa menampilkan penampilan yang cukup membuat orang terkagum. Dan disinilah Taehyung, memakan kotak bekalnya sendiri dalam kelas. Sejak bel istirahat berbunyi dia menolak ajakan Jimin ke kantin karena mendapat dead glare dari teman-teman yeoja dikelasnya. Seolah berkata 'Jangan coba-coba dekati Jimin lagi'
"Makan disini tidak terlalu buruk juga" ucapnya bermonolog sambil membuka kotak bekalnya.
Jangan lupakan sosok Hoseok. Dia sedang memanjakan matanya dengan terpejam saat ini juga. Sudah sejak beberapa hari lalu kantung matanya masih juga tidak hilang.
"Alien Kim" panggil Hoseok masih memejamkan matanya.
Taehyung tidak mendengar karena dia fokus pada bekal yang dibuat kakaknya tadi pagi.
Diapun menarik rambut coklat Taehyung hingga pemilik rambut merasa kesakitan. Oh, Jung Hoseok. Kau kenapa begitu kejam pada namja tampan ini.
"Yaaa! Appo.." ringis Taehyung memegang rambutnya yang ditarik Hoseok. Dia memandang ke belakang tidak suka.
"Wae wae wae?" tanya nya sambil mengerucutkan bibirnya.
"Aigoo~ apakah kau punya waktu siang ini? Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat" ucap Hoseok memandang orang didepannya.
"Memang kemana?" tanya Taehyung. Lupakan soal kesakitan rambutnya, mood-nya berubah membaik sekarang ini.
"Kau ada waktu tidak?"
"Aku bukan siswa yang sibuk mengikuti rapat sepertimu Mr. Jung" balas Taehyung sinis dengan nada mengejek.
"Aku lapar. Apakah makanan bekalmu habis?" tanya Hoseok berjalan dan duduk didepan Taehyung.
"Masih ada. Tin–" belum sempat dia menjawab pertanyaan Hoseok. Namja itu sudah melahap kimchi milik Taehyung. Akhirnya Taehyung hanya membalas dengan tersenyum memandang Hoseok memakan bekalnya.
-VHOPE-
"Jika aku tau akan disini seharusnya aku tidur dirumah!" Taehyung menghentak-hentakkan kakinya kesal melihat Hoseok membawanya ke perpustakaan pusat di tengah kota.
Yang ditanya hanya membalas dengan senyuman melihat kebosanan Taehyung menatap buku-buku tebal dihadapannya.
"Aku bahkan bisa mengantuk hanya dengan melihat ketebalan buku ini.." dia menggerutu sendiri.
Beberapa pasang mata kini menatap mereka. Segera Taehyung membungkuk meminta maaf..
"Hosoek-ssi.." panggilnya merengek sambil memegang lengan Hoseok.
Hoseok hanya menoleh dan memberikan ekspresi datar. Hal ini membuat Kim Taehyung memandang kesal buku-buku dihadapannya. Tak lama rasa kantuk pun menyerangnya.
.
.
Dia hanya merasa tertidur merasa beberapa menit, meskipun berbeda dengan kenyataannya. Saat dia menggeliat dia melihat sosok yang dikaguminya sedang menatapnya intens. Dia tersenyum manis. Dia masih berfikir bahwa Hoseok muncul dalam bunga tidurnya.
"Kenapa kau tertawa hm?" tanya Hoseok masih memandangnya.
"Aku merasa kau hadir dalam mimpiku" jawabnya polos.
"Apakah aku tampan?" tanya Hoseok lagi.
Hanya dibalas anggukan oleh Taehyung. Setelah dia cukup kesadaran penuh. Dia bertanya pada sosok didepannya.
"Ini jam berapa?" dia melihat sekitar mereka cukup sepi.
"Ini jam 7 malam" jawab Hoseok datar.
"MWO?" dia membulatkan matanya. Dengan refleks melirik jam putih yang melingkar ditangan kirinya.
"Kenapa?" tanya Hoseok dengan nada santai.
"Kenapa kau tidak membangunkanku" jawab Taehyung sambil mengucak matanya khas orang bangun tidur.
"Untuk apa? Kau terlihat menggemaskan saat tidur" jawab Hoseok tertawa pelan.
Membuat semburat di pipi Taehyung muncul lagi.
.
.
.
Setelah dari perpustakaan tadi mereka berdua memutuskan untuk makan jjajangmyeon di dekat sana. Sejak tadi perut Taehyung berbunyi, membuat namja tampan disampingnya tampak sedikit khawatir.
"Mian.." ucap Hoseok memecah keheningan saat makan jjajangmyeon.
Taehyung hanya memandang dengan wajah bingung dan menaikkan sedikit alisnya.
'kenapa dia harus minta maaf?' tanya Taehyung dalam hati.
"Gwenchana.." jawab Taehyung seolah mengerti maksud Hoseok.
"Hmm..memang kau biasanya makan malam jam berapa? Perutmu sejak tadi berbunyi" tanya Hoseok akhirnya.
"Jam 6 sore hehe..biasanya noona sudah memasak"
Hanya dibalas anggukan oleh Hoseok.
"Oh ya, aku sudah memutuskan.." ucap Hoseok menggantung.
"Apa yang kau putuskan?" tanya Taehyung penasaran.
"Aku akan menjadi mentor belajarmu. Tadi kulihat transkip nilaimu sungguh mengenaskan" balas Hoseok menggeleng tidak habis fikir. Bahagimana lelaki dihadapannya ini masih terlihat bahagia.
"Hehehe" hanya dibalas cengiran oleh Taehyung.
"Apa kau tidak pernah belajar?" tanya Hoseok penasaran. Bagaimana bisa namja rangking ke-34 dari 36 siswa itu masih terlihat santai.
"Belajar.. aku banyak belajar sungguh" Taehyung sedikit melotot untuk meyakinkan Hoseok bahwa dia cukup berusaha.
Hoseok memandang Taehyung yang masih melahap jjangjangmyeon nya
"Habiskan makan malammu Kim Taehyung. Dan bersiaplah menikmati malam panjangmu bersamaku" ucap Hoseok menggantungkan kalimatnya disertai seringai dari sudut bibirnya.
.
.
.
TBC? END?
Maaf jika di chapter ini terlihat sedikit annoying ataubooring dibandingkan chapter sebelumnya. Karena saya ingin sedikit berteleh-teleh (?)
Chapter ini lebih banyak menampilkan moment VHOPE *angkat banner Vhope shipper* hehehe..
Sedikit kecewa sih karena chapter kemarin sedikit yang review :')
Ingin menghapus fanfic ini tapi seseorang pernah berkata pada saya
"Seburuk apapun tulisanmu. Pikirkan orang lain (reader) mu yang akan kecewa melihat sikapmu"
Tapi saya tetap berterima kasih untuk kalian yang tetap meninggalkan jejak.
baik dalam reviews atau yg mem-favorite
Mungkin chapter selanjutnya akan sedikit terlambat karena urusan semakin banyak dan mulai sibuk menyusun proposal magang (?) *curcol*
Dan untuk fanfic 'Who I'm For U' akan saya lanjutkan jika fanfic ini end (?) *entah kapan* hehe
.
.
Reply for riviews :
RyuYeka : hehe ini dilanjut kok. Oh ya terima kasih untuk reviews di chapter sebelumnya ^^
Nathaline : ini sudah dilanjut kok. Thanks sudah reviews di chapter sebelumnya ^^
DozhilaChika : hehe kamu bener banget. Emang masih samar ceritanya (?) terima kasih untuk pujiannya dan sudah meninggalkan jejak di chapter sebelumnya. Jadi terharu :') ini udah mulai banyak munculin moment VHOPE kok hehe
KahoriKen : hayooo sapa? Coba tebak nanti klo bener dapet piring pecah *abaikan* hehe. Maafkan terkadang HopeKook sedikit greget *ini apa* ehehe iya kemarin sempat aktif tapi sekarang sedang hiatus. Ciee jangan-jangan kita temenan di timeline wkwk. Oh ya terima kasih sudah me-reviews chapter sebelumnya ^^
