"Jika aku dapat mengatur waktu. Maka aku memberhentikan waktu ketika bersamamu" –Kim Taehyung

"Maaf atas semuanya. Tapi percayalah aku menyayangimu Jeon Jungkook" –Jung Hoseok

Title : War of Hormone

Author : Hopekies

Pairing :

Kim Taehyung x Jung Hoseok

(V-Hope)

Disclaimer :

Cerita ini hanya sebuah cerita fiktif yang tidak terinspirasi dari lagu War of Hormone. Karena saya terlalu bingung memberi judul (?) Terima kasih untuk teman-teman saya yang menginspirasi untuk menulis fanfic meskipun mereka lebih menyukai pairing VKook wkwk. Semoga summary yang mereka tulis saat pembelajaran berlangsung bisa menjadi fanfic…

Warning :

YAOI. Typo everywhere. Banyak kata yang diulang dan tidak baku. Maafkan..

.

.

Happy Reading..


"Sudah kukatakan berapa kali supaya kau mengerti? Ini sudah ke-5 kalinya aku mengulang rumus ini Kim Taehyung" Bentak Hoseok pada namja didepannya.

Sedangkan namja didepannya hanya menunduk sambil menggigit bibirnya. Menandakan dia takut dengan lawan bicaranya.

"Maaf…" ucapnya pada akhirnya.

"Arrghh" Hoseok menggaruk kepalanya frustasi mengajari namja didepannya.

"Baiklah besok aku akan datang lagi dan aku tidak mau tau kau harus bisa mengerjakan soal-soal ini" ucap Hoseok menyerah. Hanya dibalas anggukan namja didepannya.

Bagaimana tidak? Mereka belajar selama 3 jam hanya mengerjakan kurang dari 10 soal karena Taehyung yang tidak mengerti sejak tadi.

"Belajarlah sungguh-sungguh Taehyung-ah. Aku yakin kau bisa" ucap Hoseok lagi sambil mengelus surai coklat milik Taehyung.

Taehyung mengangkat wajahnya melihat wajah Hoseok tersenyum padanya.

-VHOPE-


Pagi yang cerah ini dapat dia nikmati bersama noona tercintanya. Setelah sekian lama, err ralat beberapa hari yang lalu dia tidak dapat menikmati sarapan bersama noona kesayangannya itu karena ada urusan diluar kota.

"Apa yang akan kau lakukan hari ini?" tanya Soojung menatap sang adik sedang memakan rotinya dengan lahap.

"Aku akan belajar" jawab Taehyung enteng. Masih menikmati sarapan indahnya.

"Apa aku tidak salah dengar?" tanya Soojung dengan sedikit meremehkan.

"Noonaaaa" balas Taehyung sambil mengerucutkan mulutnya lucu.

"Apa kau tidak merindukanku?"

"Kenapa kau bertanya seperti itu?"

"Aku ingin mengajakmu pergi ke pantai" Soojung menatap wajah adik kesayangannya sambil tersenyum.

"Kau tidak berbohong?"

Hanya dibalas gelengan dari Soojung.

"Bersiaplah.. 1 jam lagi kita berangkat" ucap Soojung bangkit dari meja makan dan mengelus surai coklat adiknya.

Taehyung hanya tersenyum dan semakin lahap menikmati roti selai kacang kesukaannya.

-VHOPE-


Seorang namja dengan wajah imut tengah menunggu seseorang di kafe tempat janjian mereka. Sejak tadi dia memandangi jam tangan hitam yang bertengger ditangannya.

10 menit kemudian seorang yang ditunggunya datang. Dia hanya mengenakan kaos putih dengan balutan jaket jeans dan celana jeans dengan warna senada dengan warna jaketnya. Tak lupa masker putih yang sering dipakainya tiap kali pergi.

"Apakah aku datang terlambat" ucapnya saat duduk di depan namja imut itu. Diapun hanya melepas maskernya dan menatap namja didepannya.

"Aniya hyung.. aku saja yang datang sebelum jam janjian kita" jawab namja imut itu menggeleng dan tersenyum pada namja di depannya.

"Apa yang ingin kau bicarakan dengan ku Jungkook-ah? Kenapa serius sekali?" tanya namja tadi pada namja imut itu.

"Hoseoki hyung..aku ingin kita seperti dulu.." jawab Jungkook dengan wajah serius.

"Jungkook-ah"

"Hyung, kumohon…" Jungkook memelas menatap Hoseok.

"Kita sudah pernah membicarakan ini sebelumnya. Dan jawabanku tetap sama" Hoseok menjawab mantap menatap Jungkook.

Jungkook menunduk. Air matanya mulai mengalir dari mata indahnya. Hoseok menghapus jejak air mata di mata Jungkook dengan tangannya.

"Aku tidak suka kau menangis. Itu membuatku semakin merasa bersalah"

Jungkook hanya diam tak membalas satu katapun.

-VHOPE-


"Apakah kau sudah siap?" tanya Soojung sambil menyiapkan bekalnya.

"Sudah noona.." balas Taehyung tersenyum.

Oh lihatlah lucunya pakaian Kim Taehyung. Dia mengenakan celana biru muda selutut dan kemeja pendek motif polkadot. Tak lupa kacamata yang sedikit mencolok menurut Soojung. Namun dia hanya menggeleng menatap penampilan adiknya. Tidak berkomentar apapun.

"Noona..let's go!" ucapnya beranjak ke mobil.

.

.

.

Dalam perjalanan Taehyung banyak bersenandung sambil mendengarkan setiap lagu yang diputar. Soojung mengerti jika adiknya sedang dalam mood baik. Diapun mencoba membuka percakapan diatara mereka..

"Tae-ya, apa yang membuatmu sesenang ini?" tanya Soojung disela-sela menyetir.

"Maksud noona apa?" Taehyung menoleh kearah kakaknya.

"Jangan berpura-pura tidak mengerti maksudku Kim Taehyung-ssi"

"Hehe. Tidak, akhir-akhir ini aku mulai tertarik belajar"

"Wah, aku turut bersedih dengan koleksi komik dikamarmu yang siap aku jual lagi" balas Soojung dengan tertawa.

"Yaaa! Noona..berani sekali kau menyentuh barang berhargaku satu itu" Taehyung mengerucutkan bibirnya lucu.

"Hahaha.. siapa yang membuatmu rajin belajar seperti ini?"

Taehyung hanya tersenyum menjawab pertanyaan kakaknya barusan. Pipinya memerah lagi.

-VHOPE-


"Baiklah. Kalian bisa beristirahat sampai sebelum makan malam nanti" ucap Jin mengakhiri rapat mereka pada seluruh pengurus OSIS.

Dia melihat Hoseok yang tampak tidak semangat hari ini. Oh, Seokjin. Bukankah wakilmu memang seperti itu?

"Kau kenapa? Kau terlihat tidak sehat" tanya Jin tampak khawatir melihat Hoseok.

Hoseok hanya membalas dengan tersenyum yang dipaksakan.

"Ceritalah pada Hyung" balas Jin sambil merangkul pundak Hoseok.

Sebenarnya usia Jin dengan Hoseok berbeda 1 tahun, dan Jin lebih tua darinya. Hanya saja si keras kepala Hoseok tidak pernah menganggap Jin sebagai kakaknya. Namun, terkadang dia memanggil Jin panggilan 'hyung' jika dia benar-benar terdesak.

-VHOPE-


Setelah menempuh waktu beberapa jam. Sampailah Taehyung dipantai. Soojung melihat adiknya yang terlelap saat perjalanan terlihat semakin lucu.

"Tae-ya..kita sudah sampai" ucapnya sambil menggoyangkan lengan adiknya.

"Eungggghh" Taehyung hanya menggeliat. Saat kesadarannya penuh dia melihat hamparan warna biru dengan kilauan pantulan cahaya matahari siang. Ya, dia sampai dipantai.

Diapun berlari sambil membawa bola kesayangannya ke arah pantai. Mulai melepas sepatunya dibibir pantai dan bermain air dengan ombak yang tidak terlalu besar.

"Yaaa! Kim Taehyung!" teriak Soojung terpaksa membawa perlengkapan nya sendirian.

"Hehehe" hanya dibalas cengiran tanpa dosa dari seorang Kim Taehyung.

Setelah dia puas bermain dengan air laut. Dia kembali ke bibir pantai dan menikmati makan siang yang dibawa kakaknya dari Seoul.

"Saat melihat pantai suasana hatiku selalu membaik" ucapnya bermonolog.

"Apakah kau ingin menjadi nelayan?"

"Noona! Sudah ku katakan padamu. Aku ingin meneruskan usaha appa di Jepang" jawabnya masih melahap makan siangnya.

.

.

.

"Hoseok-ah, aku akan beli minum sebentar. Tunggulah disini" ucap Jin beranjak dari duduknya.

Hoseok mengedarkan pandangannya hingga tak sengaja menangkap sosok yang menyita perhatiannya. Ya, dia Kim Taehyung sedang bermain air dan melempar bola yang cukup besar di sekitar bibir pantai. Secara tak sadar mulutnya terangkat keatas melihat pemandangan yang dilihatnya.

'Kau tampak bahagia sekali Kim. Bersabarlah sedikit lagi' ucapnya dalam hati.

"Hei.. apa yang kau lihat?" tanya Jin tiba-tiba sudah datang dengan membawa 2 botol softdrink.

"Ahhniya" jawab Hoseok sedikit gagap.

-VHOPE-


"Lihatlah!" ucap Taehyung menyodorkan kertas soal yang diberikan Hoseok beberapa hari lalu.

"Pede sekali kau Kim..apakah kau sudah banyak belajar" balas Hoseok meremehkan sambil memeriksa hasil pekerjaan Taehyung.

"Hmm.. tidak buruk. Kau hanya salah sedikit. Apakah kau yakin mengerjakan semua ini sendiri?"

"Tentu saja" ucap Taehyung bangga.

"Bagaimana dengan materi ini?" Hoseok menunjuk salah satu materi yang ada dalam buku pelajarannya itu.

"Tidak buruk" balas Taehyung.

Dia mulai terbiasa dengan kehadiran Hoseok di dekatnya. Dia tidak banyak menunjukkan respon seperti saat awal mereka dekat. Jangan tanya hubungannya dengan Jimin. Mereka sangat jarang bahkan bertegur sapa. Jimin lebih sering menghabiskan waktunya dengan teman-teman barunya.

-VHOPE-


Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu. Setelah melewati ujian semester, ini adalah saat-saat yang cukup menegangkan ditunggu seluruh siswa di SMA Bangtan. Ya, ini tempat penentuan profesi yang diambil serta lokasi penempatan. Banyak yang mengatakan bahwa kegiatan ini semacam 'magang' hanya saja profesi yang diambil tidak boleh menunjukkan tingkat kedudukan dalam masyarakat. Jadi, disini tidak boleh mengandalkan peran orang tua.

Kim songsaenim tampak membawa tumpukan amplop berwarna coklat berisi profesi untuk siswa dikelasnya. Kelas yang awalnya tampak ricuh setelah Kim songsaenim datang tampak lebih tenang bahkan tidak ada suara apapun.

"Selamat siang anak-anak" ucap Kim Songsaenim ramah menyapa seluruh siswa dikelasnya.

"Selamat siang songsaenim" balas mereka bersamaan.

"Kalian pasti sudah mengerti maksud kedatangan saya kesini. Baik, saya akan membagikan hasil keputusan sekolah mengenai pemilihan profesi kalian. Kalian masih memiliki sekitar 1 minggu untuk mempersiapkan apa yang kalian disana dan sedikit mengenal profesi yang kalian ambil" ucap Kim Songsaenim panjang lebar.

Taehyung hanya dapat berdoa dalam hati. Semoga dia mendapatkan hal yang diinginkannya selama ini.

"Choi Hansol" ucap Kim Songsaenim mulai memanggil satu persatu anak didiknya.

Choi Hansol pun maju di depan kelas dan menerima amplop coklat dan membawanya menuju bangkunya. Beberapa anak tampak bersorak menyuruhnya membuka amplopnya.

"Choi Minjae"

.

.

"Kim Taehyung" ucap Kim Songsaenim ke sekian kalinya memanggil seluruh murid-muridnya.

Taehyung pun menuju depan kelas dan meraih amplop coklat dari songsaenim. Jimin menoleh kebelakang karena penasaran, sedikit melirik Taehyung yang gugup melihat amplopnya.

"Cepat buka tae-ya" ucap Jimin.

Sejak tadi dia sudah membuka amplopnya dan benar. Dia akan berlayar ke laut. Menjadi Nelayan tidak buruk Park Jimin.

"Kau sudah membukanya?" ucap Hoseok tiba-tiba.

"Belum" jawab Taehyung sambil menggeleng.

"Kau harus banyak belajar jika kita berada dalam 1 profesi"

Belum juga Taehyung membuka amplopnya dia sudah bergidik ngeri menatap Hoseok. Seolah semua yang dilakukannya tidak salah. Bukankah dia sudah menunjukkan sedikit peningkatan dari peringkat kelas ke-34 menjadi ke-29. Itu cukup meningkat menurut seorang Kim Taehyung meskipun Hoseok masih tidak puas. Dan jangan tanya dia peringkat berapa. Dia masih berada pad peringkat no.2 dalam lingkup sekolah.

"Taehyung-ah buka cepat" Jimin memecah keheningan beberapa saat.

Dengan hati-hati dia mulai membuka amplopnya dan membaca tiap kalimat yang diucapkan dalam amplop cokelat itu. Senyum kotak mengembang dari wajah tampannya.

"Jimin-ah akhirnya" ucapnya dengan bahagia.

"Maksudmu?" balas Jimin agak bingung melihat ekspresi sahabatnya itu. Meskipun mereka jarang berbicara tidak menutup kemungkinan bahwa Jimin masih memperdulikan sahabatnya itu.

"Hehehe.." hanya cengiran itu yang menjadi jawaban atas rasa penasaran Jimin.

"Yaa! Kim Taehyung kau membuatku penasaran bodoh" ucap Jimin kesal.

"Tunggu 1 minggu lagi. Kau akan mengetahui apa yang akan kupilih. Kurasa profesi kita tidak berbeda jauh"

Hoseok yang mendengarkan obrolan dua sejoli 'bodoh' itu hanya memutuskan memilih diam. Sebenarnya dia sudah penasaran. Namun karena rasa gengsinya terlalu tinggi membuatnya tetap diam ditempat duduknya sambil memasang earphone.

'Jangan-jangan dia' ucap Hoseok menggantung dalam hati.

Taehyung menoleh kearah Hoseok sekilas sambil menjulurkan lidah.

'Jika Tuhan menyayangiku. Aku tidak akan bertemu denganmu Hoseok-ssi' ucap Taehyung dalam hati.

'–sama sepertiku?'

.

.

.

TBC? END?

Maaf, jika mungkin fanfic ini semakin lama kurang menarik sehingga yang review-pun semakin berkurang. Saya masih belajar membuat jalan cerita. Memang saya belum memunculkan konflik sampai chapter ini. Saya tidak menyalahkan reader yang membaca cerita saya. Saya justru berterima kasih pada mereka yang masih menyempatkan membaca fanfic saya. Jika reviews nya semakin berkurang mungkin saya tidak akan meneruskan cerita ini hingga akhir :')

Sekali lagi minta maaf jika saya sedikit mengecewakan kalian.

Terima kasih yang sudah meninggalkan jejak di chapter kemarin.

Last. Mind to reviews?