"Disaat semua orang menemukan cinta, kadang aku bertanya kapan itu terjadi padaku" –Kim Taehyung
"Mungkin aku hanya seorang pecundang, yang hanya bisa melihatmu tanpa mendapatkanmu" –Jung Hoseok
Title : War of Hormone
Author : Hopekies
Pairing :
Kim Taehyung x Jung Hoseok
(V-Hope)
Disclaimer :
Cerita ini hanya sebuah cerita fiktif yang tidak terinspirasi dari lagu War of Hormone. Karena saya terlalu bingung memberi judul (?) Terima kasih untuk teman-teman saya yang menginspirasi untuk menulis fanfic meskipun mereka lebih menyukai pairing VKook wkwk. Selamat akhirnya terciptalah satu fanfic diantara beberapa summary yang dibuat.
Warning :
YAOI. Typo everywhere. Banyak kata yang diulang dan tidak baku. Maafkan..
.
.
Happy Reading..
"Ne eomma. Ini bahkan masih setengah perjalanan,"
"…"
"Aniya. Aku sudah mengatakan padamu aku berbeda profesi dengan Taehyung,"
"…"
"Iya. Aku akan tidur dan makan dengan baik. Kau tidak akan mendapati pipi chubby anakmu ini menjadi tirus,"
"…"
"Aku juga akan menghubungi Taehyung jika sampai,"
"…"
"Eomma.." suara Jimin terdengar merengek manja membuat beberapa siswa disekitarnya menatapnya dengan pandangan aneh. Hanya dibalas cengiran polos khas Park Jimin.
"…"
"Baiklah. Nado saranghae," ucapnya diakhir sambungan telepon.
Klik.
Jimin menatap ponselnya penuh rasa bersalah. Pasalnya dia tidak membalas satupun pesan dari sahabatnya itu. Dan orang tuanya mengingatkan untuk memberi kabar pada sahabatnya. Namun sangat disayangkan, baterei ponselnya telah habis sejak dia mengakhiri panggilan pada ponsel dari orang tuanya itu. Salahkan si pelupa Park Jimin yang lupa men-charge setelah bermain dengan 'Suga' tadi malam. Jangan berfikir siapa itu Suga. Dia adalah nama panggilan ponsel Park Jimin. Bukan namja atau yeoja!
"Taehyung-ah mianhe," ucapnya bermonolog menatap 'Suga'nya itu lalu memasukkannya dalam saku kirinya.
"Sebentar lagi kita akan tiba dipantai. Ku harap kalian jangan bermain air dahulu. Dengarkan semua instruksi dari Seonsaengnim" interupsi suara pria paruh baya dengan mikrofon dalam bus.
"Ah.. aku tidak sabar." senyum mengembang tak lepas dari wajahnya hingga menampakkan eye smile –tampan- nya itu.
Tak jauh dari tempatnya ada seseorang yang memperhatikannya dengan tatapan tidak suka.
-VHOPE-
Taehyung memasuki kamar yang disiapkan Yoongi untuknya. Dia berada di rumah salah satu warga dan berpisah dengan kedua temannya. Namun, dia tinggal satu rumah dengan mantan tetangganya itu.
"Kau bisa memakai kamar ini Tae-ya," ucap Yoongi membuka pintu salah satu ruangan dirumah itu.
"Terima kasih hyung." Balas Taehyung sopan dan menyinggungkan senyum.
Dia menatap takjub dan antusias kamar yang akan ditempatinya selama beberapa bulan itu. Dia berlari menuju balkon kamar itu dan melihat betapa indahnya pemandangan langit diangkasa.
"Woah hyung. Ini indah sekali" ucap Taehyung tanpa berkedip memandang langit. Matanya berbinar.
Yoongi hanya menyunggingkan senyum melihat tingkah kekanakan Taehyung.
"Sebaiknya kau segera beristirahat Tae-ya. Harimu besok cukup berat" ucap Yoongi sambil menutup kamar Taehyung (saat ini).
Lalu perhatiannya tertuju pada kasur tingkat di pojok kamar. Kasur tingkat dengan seprai berwarna biru, warna kesukaannya. Dia sedikit bimbang untuk memilih. Dia ingin diatas namun ia merasa takut tiba-tiba tak sadar dan jatuh. Pada akhirnya pilihannya jatuh pada bagian bawah.
"Sepertinya aku masih menyayangi semua otot, tulang dan dagingku" ucapnya bermonolog sambil mengganti pakaiannya menjadi piyama biru kesukaannya.
-VHOPE-
Jimin menghirup udara segar khas pantai dengan deru ombak serta angin sepoi-sepoi yang menggoyangkan pohon-pohon kelapa disekitar pantai. Pasalnya dia baru sampai ke pantai setelah menempuh perjalanan lebih lama dari Taehyung. Dan kini dia dan rombongan tiba dini hari tepat sebelum sang surya menampakkan dirinya di atas sana.
"Ini sangat menyenangkan!" ucapnya antusias berteriak melihat hamparan laut biru di depannya.
"Bisakah kau diam!" ucap seorang disebelahnya.
"Yaaa! Jeon Jungkook? Apa yang kau lakukan disini?" tanya Jimin kaget melihat Jungkook yang sudah berada disebelahnya. Oh, jadi itu suara sinis dari Jungkook.
"Bisakah kau bertanya sesuatu yang lebih penting dari itu" jawab Jungkook menatap Jimin tidak suka.
"Ah mianhe.." balas Jimin akhirnya sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
-VHOPE-
Jika kau berfikir Taehyung akan terbangun karena sinar matahari yang menyeruak memasuki jendela kamarnya, tapi ini salah. Suara keributan diluar kamar lebih menarik perhatiannya untuk bangun. Diapun segera mandi dan mengganti baju cukup 3apid an turun ke bawah. Bau wangi khas nasi goreng serta roti panggang membuat perutnya kian membunyikan irama dengan kencang. Oh, Kim Taehyung sedang lapar rupanya.
"Kau sudah turun" sapa Yoongi melihat Taehyung mendekati meja makan.
Hanya dibalas senyuman oleh Kim Taehyung.
Lelaki cantik paruh baya menoleh kearahnya dan tersenyum manis "Selamat pagi Kim Taehyung-ssi. Maaf semalam ahjjuma tidak dapat menyambutmu karena ahjjuma sedikit kurang sehat," ucapnya menatap Taehyung yang duduk dihadapannya dengan antusias.
"Hngg..gwenchana..ahjjuma," ucapnya ragu ketika menekan kata 'ahjjuma' karena Taehyung masih sadar benar bahwa di hadapannya adalah seorang laki-laki yang memang cukup cantik.
"Eomma jangan menatapnya seperti itu. Kau membuatnya takut!" ucap Yoongi datar sambil memakan roti bakar di hadapannya.
"Ah mianhe..Yeobo~ apakah nasi goreng Beijing mu masih lama?" tanya lelaki paruh baya cantik itu berteriak pada lelaki paruh baya lainnya.
"Sebentar lagi yeobo" jawab lelaki yang ditanya.
"Kau dapat memanggilku Kim ahjjuma dan dia yang sedang memasak adalah Han ahjusshi. Jangan sungkan jika kau butuh sesuatu. Kau bisa mengatakan pada ajjumah, ajusshi, atau Yoongi" ucap Kim ahjjuma sambil mengelus surai cokelat milik Taehyung. Hanya dibalas dengan anggukan dan tatapan bingung pada Yoongi yang duduk diseberangnya seolah meminta penjelasan.
-VHOPE-
Taehyung, Woohyun dan Myungsoo tengah duduk disalah satu pohon besar untuk mendengarkan beberapa penjelasan dari Pembimbing atau Songsaenim mereka itu. Cuaca pagi hari yang tidak begitu panas ditambah angin sepoi-sepoi yang berhembus semilir membuat suasana menjadi nyaman.
"Namaku Min Yoongi. Kalian bisa memanggilku Yoongi-hyung karena usiaku tak jauh dari kalian. Disini aku berperan sebagai pembimbing serta pengajar kalian selama 4 bulan disini." Ucap Yoongi sambil berdiri di depan ketiga orang di depannya duduk memperhatikannya.
"Jadi apa yang akan kami lakukan selama disini hyung?" ini suara Myungsoo. Dia terlihat paling berani diantara mereka bertiga.
"Pada minggu pertama aku akan mengajari kalian hal apapun yang dilakukan kalian disini. Namun, pada minggu kedua dan selanjutnya kalian akan melakukan hal ini tanpa aku. Aku hanya sebagai pengawas dan kita mengadakan evaluasi pertembuan dalam seminggu sebanyak tiga atau empat kali denganku" jawab Yoongi panjang lebar.
Taehyung bahkan sampai cengo memandang Yoongi yang notabete sering berekspresi datar dan jarang berbicara bisa menjelaskan panjang lebar seperti ini.
"Jika ada sesuatu yang perlu ditanyakan. Tanyakan saja padaku. Karena aku disini ditugasi akan bertanggung jawab penuh dengan kalian semua. Seperti yang kalian tau, kalian mengambil tema pertanian dalam ke profesian kalian. Kuharap kalian bisa banyak menghargai dan mencintai alam" ini suara Yoongi.
Yoongi mulai menjelaskan satu persatu apa materi yang disampaikan seputar budidaya tanaman hingga bagaimana pengolahan tanah di desa itu. Namun, sesekali dia memberi pertanyaan pada ketiga anak didiknya itu. Seperti…
"Ada yang tau apa itu tanaman dan gulma? Dan kaitannya keduanya?" oke, pertanyaan Yoongi sedikit sulit menurut mereka bertiga.
Sejak tadi Woohyun, siswa notabete magnae disana hanya mencatat semua perkataan Yoongi pada buku note kecil miliknya.
"Taehyung? Kau bisa menjawab?" tanya Yoongi pada Taehyung yang tampak sedikit bingung dalam menjawab pertanyaan itu. Terlihat sekali keringat yang bercucuran dari pelipisnya.
"Hmm.. aku..aku hanya membaca.. sedikit dari buku hyung." Jawab Taehyung terbata
"Jawab saja. Aku ingin mendengar penjelasanmu," balas Yoongi melempar senyum.
'Kenapa disaat Yoongi hyung tersenyum lebih menyeramkan dibanding berekspresi datar' ucap Woohyun dalam hati dan tanpa sadar melihat Myungsoo yang tersenyum kearahnya.
Oh Kim Taehyung, sepertinya hanya kau sendiri yang tidak menaburkan benih-benih cinta disini. Mungkin kau butuh 'pupuk' yang menyuburkan benih cintamu.
-VHOPE-
Taehyung mengerucutkan bibirnya lucu saat mulai mengolahan tanah. Dia memakai sepatu boots hitam dan meraih cangkul yang sudah menapak tanah sejak tadi. Dia sedikit kesal melihat pemandangan menjijikkan didepannya. Dua makhluk sedang love-dovey ria tanpa memperdulikan tempat. Bagaimana tidak, saat Yoongi membagi menjadi dua kelompok, dia yang mendapat bagian sendiri. Ditatapnya Myungsoo dan Woohyun secara bergantian yang tampak berbicara berdua dan sesekali bercanda. Hey, disini hanya ada mereka bertiga dan mereka mengabaikan pelaku utama disini.
"Kau kenapa?" tanya Yoongi melihat Taehyung tidak mencangkul hanya mengkorek tanah.
"Kenapa hanya bertiga disini? Kau tau pasti aku akan sendiri," balasnya masih tetap mengerucutkan bibirnya.
"Diamlah Kim! Jangan protes atau kau tidak mendapat makan siangmu," ancam Yoongi sarkastik.
-VHOPE-
Setelah kegiatan yang cukup melelahkan hari ini akhirnya Taehyung dapat beristirahat karena matahari mulai menghilang dan digantikan sang bulan yang siap bersinar terang diiringi ratusan bintang dilangit.
"Hyung, aku ingin bertanya beberapa hal padamu," Taehyung mencoba membuka percakapan ketika mereka berjalan beriringan.
"Baiklah. Tentang apa?" tanya Yoongi.
"Sebenarnya siapa Han ahjjushi dan Kim ahjumma?"
Pertanyaan yang sedikit mengganggu pikiran Taehyung sejak tadi. Pasalnya dia masih mengingat dengan jelas wajah kedua orang tua Min Yoongi karena tidak satu atau dua tahun mereka bertetangga namun sejak dia bayi hingga sekolah dasar.
"Mereka berdua orang tua angkatku" jawab Yoongi sambil tersenyum menatap Taehyung.
"Lalu Min ahjjushi dan Kwon ahjjuma dimana?"
"Disana" balas Yoongi menunjuk ke langit.
"Maksud Hyung?" oke, sepertinya otak Taehyung sedikit –lelah- akibat kerjanya hari ini.
"Mereka sudah meninggal. Setahun setelah kepindahan kalian kedua orang tuaku terlibat kecelakaan pesawat ketika terbang ke China."
"Mianhe hyung..aku benar-benar tidak tau," ujar Taehyung merasa bersalah.
"Gwenchana, aku sudah memiliki mereka berdua. Mereka teman baik kedua orang tuaku," balas Yoongi sambil mengusap rambut Taehyung.
Taehyung hanya tersenyum kearah Yoongi.
-VHOPE-
Sudah beberapa hari menjalani profesinya, Taehyung sedikit demi sedikit mengerti pentingnya pengembangan dalam sistem pertanian. Dan apa jadinya jika tidak ada yang mau bertani. Siapa yang akan menghidupi ribuan bahkan ratusan mulut di dunia ini. Apakah mereka akan memakan robot sebagai penggantinya?
Jika kau saat ini berfikir Taehyung tampak keren, tapi akan berbanding terbalik saat dilapangan.
Lihatlah, dia berlari-lari ketika Myungsoo memberinya cacing. Dan berteriak memaki kakak kelasnya itu.
"YAAAA! KIM MYUNGSOO! BERHENTI BERMAIN-MAIN DENGANKU" ancamnya dengan nada sarkasratik. Jangan lupakan nafasnya yang tersenggal akibat acara jogging-nya itu.
"Ini hanya cacing. Kenapa kau bisa seperti ini?" balas Myungsoo semakin mendekat pada Taehyung.
"Buang saja! Ku bilang buang! Dia berguna bagi tanah bukan bagiku," sepertinya otak Taehyung mulai sedikit pintar dari biasanya
"Aniyaaa" Myungsoo menggeleng.
"Yaaaa!" Taehyung semakin berlari menjauhi Myungsoo yang siap mengejarnya dibelakangnya.
Sang mangnae hanya tertawa terbahak melihat kelakuan dua seniornya.
-VHOPE-
"Apakah kau akan kembali ke Korea?" tanya namja bersurai hitam sama seperti miliknya. Dari raut wajahnya sedikit terlihat kekecewaan.
"Tentu saja. Kenapa?" tanya Hoseok menatap manik namja itu.
"Aku pasti akan merindukanmu" dia mengerucutkan bibirnya lucu.
Hoseok hanya mengusak rambut namja didepannya itu sambil tersenyum "Aku tidak akan lama, aku janji jika libur akan kesini."
"Tapi itu lama" namja di depannya sedikit berkaca-kaca.
Hoseok meraih kepala namja itu dan menatapnya sambil tersenyum manis. Ya, mungkin sangat manis.
"Kau bisa meneleponku jika kau butuh sesuatu. Ingat, jangan merepotkan harabeoji dan halmeoni"
"Aku berjanji" balas namja didepannya membalas senyumnya.
-VHOPE-
Taehyung masih mengerjap matanya setelah beberapa detik lalu mematikan alarm dari ponsel. Dia sedikit bangun lebih pagi dari biasanya. Suara air kamar mandi semakin menyadarkannya,
'Apakah Yoongi hyung menumpang mandi di kamar ini?' pikirnya.
Akan tetapi, beberapa saat kemudian sosok yang ditunggu-tunggunya muncul. Dia hanya memakai balutan handuk dan berjalan mendekatinya. Taehyung hanya berkedip, menjawab respon dari orang yang mendekatinya itu.
"Kau sudah bangun?" Tanya sosok itu padanya, ya. Itu bukan Yoongi, namun Hoseok. Sosok yang dirindukannya akhir-akhir ini.
"Kau? Jung Hoseok?" pertanyaan bodoh yang meluncur dari mulutnya.
"Hey, Alien. Cepat bangun," gertak Hoseok dengan suara meninggi.
"Jadi kau benar Hoseok?" rona merah bak tomat segar muncul dari pipi tirusnya.
"Tentu saja bodoh." Balas Hoseok sedikit kesal melihat Taehyung yang sejak tadi hanya melihatnya.
"Baiklah..aku akan mandi dulu," pamitnya dan berlari ke kamar mandi.
Taehyung berharap bukan bayangan Hoseok yang membangunkannya pagi ini. Jika benar, dia cukup bersyukur karena membangunkannya lebih awal dari biasanya. Setidaknya dia tidak merepotkan Yoongi hyung, pikirnya.
.
.
.
TBC?
Hayo, itu Taehyung mimpi apa bukan? Mimpi? Bukan? Tebak coba XD
Hahaha. Maaf sedikit terlambat update chapter ini, ya mungkin saya tidak janji bisa update minggu depan karena kesibukan saya akhir-akhir ini. Tapi, saya akan usahakan tetap melanjutkan fanfic ini semampu saya. Mungkin chapter ini sedikit annoying? Maafkanlah..saya akan berusaha memunculkan banyak moment vhope di chapter selanjutnya.
Last, mind to reviews?
Reply reviews :
LayChen Love Love : Hayo tebak ama sapa? Jelas banget loh di chapter ini dia ngomong ama sapa btw TFR :)
Kahoriken : Hoseok super sibuk disini wkwk. Maklum dia wakil ketua osis (ini tidak nyambung). Haha untuk Yoongi terjawab sudah di chapter ini hehe. Btw TFR :)
Jhoseok30 : Hahaha maaf, saya memang sedikit sengaja ingin membuatmu penasaran. Biar greget kalo lama. Btw TFR :)
Guest : hehe makasihhh. Semoga tetep penasaran ya hihi. TFR yaaa :D
Meede :Duh di notice meede-ssi jadi malu. Saya sebenernya penggemar ff anda meski updatenya kadang nunggu lama sekali (?). bahkan teman saya sampai bertanya pada saya 'Kapan meede update' meski sesungguhnya dia penggemar vkook daripada vhope. Btw TFR :)
