"Kim, kau kuat. Tetaplah tersenyum dan semangat," –Kim Taehyung

"Aku memang bodoh. Tapi, aku takut kembali mengulang sakitnya masa itu," –Jung Hoseok

Title : War of Hormone

Author : Hopekies

Pairing :

Kim Taehyung x Jung Hoseok

(V-Hope)

Disclaimer :

Cerita ini hanya sebuah cerita fiktif yang tidak terinspirasi dari lagu War of Hormone. Karena saya terlalu bingung memberi judul (?) Terima kasih untuk teman-teman saya yang menginspirasi untuk menulis fanfic meskipun mereka lebih menyukai pairing VKook wkwk.

Selamat akhirnya terciptalah satu fanfic diantara beberapa summary yang dibuat.

Warning :

YAOI. Typo everywhere. Banyak kata yang diulang dan tidak baku. Maafkan..

.

.

Happy Reading..


Tap. Tap. Tap..

Taehyung mulai berjalan menghentak-hentakkan tangga dengan senyum merekah dari bibirnya. Memulai harinya dengan semangat.

"Selamat pagi semua." Sapanya masih dengan senyuman. Dan perubahan ekspresi wajahnya terkejut melihat Hoseok duduk disalah satu kursi di meja makan.

Sekali lagi dia hanya mengucak matanya mencoba meyakinkan kenyataan bahwa dia melihat Hoseok sedang meminum susu putih dari gelas yang dipakainya.

"Ya! Apa yang kau lakukan disini." Taehyung menatap sinis kearah Hoseok dan berpura-pura kesal. Lihatlah ke kaca Kim Taehyung, wajahmu mulai memerah.

"Mwo? Tentu saja aku disini. Tanya saja pada Yoongi hyung." Balas Hoseok acuh dan melanjutkan meminum susunya hingga habis.

"Hyung.." Taehyung menatap Yoongi, namun dia tidak ditanggapi apapun oleh mantan tetangganya itu.

-VHOPE-


Yoongi sedang duduk bersila disalah satu pohon bernama Fellicium decipiens yang berusia puluhan tahun. Meskipun diameter batangnya tidak terlalu besar namun memiliki tajuknya yang cukup lebar sehingga dapat dijadikan tempat berteduh disiang hari. Yoongi mulai membagi jadwal kegiatan yang dilakukan dalam kurun waktu sebulan ini pada murid-muridnya.

Taehyung tampak antusias. Hoseok hanya membolak-balik kertas yang diberikan Yoongi. Dan sisanya mendesah frustasi.

"Hyung, kenapa aku hanya mendapat jatah sekali memasuki Green house?" protes Myungsoo.

"Semua juga sama." Jawab Yoongi datar.

"Hyung, disini tertulis aku harus melakukan pengamatan. Jadi kira-kira apa yang akan aku amati pada setiap tumbuhan yang ada disini?" kini sang magnae Woohyun bertanya.

"Ya! Woohyun-ah, aku sudah memperingatkanmu. Jangan gunakan istilah tumbuhan jika sedang disini." Yoongi melirik Woohyun dengan ekspresi datarnya namun sedikit menusuk, itu menurut Woohyun.

"Hehe, mianhe hyung." Woohyun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Chagi, apakah jadwal kita sama?" tanya Myungsoo pelan tapi bisa di dengar oleh semuanya.

'Sial. Sejak kapan mereka sudah berpacaran' batin Taehyung.

Tentu saja, hanya mereka berlima disini dan sejak tadi Hoseok belum juga bersuara. Dia sedikit kesal dengan Yoongi karena sudah memberikan materi ini jauh sebelum dia disini.

"Kurasa Hoseok sudah mengerti. Dia akan banyak membantu kalian disini." Ucap Yoongi yang dihadiahi pelototan dari Hoseok.

Taehyung hanya melihat Hoseok sambil tersenyum.

"Mohon bantuannya Hoseok-ah." Ucap Taehyung dengan aegyo andalannya.

Hoseok pun menarik Yoongi sedikit menjauhi yang lain. Dan sedikit berbisik pada mantan kakak kelasnya dulu.

"Apa kau gila? Aku satu kelompok dengan Taehyung? Dia sangat merepotkan." Bisik Hoseok ditelinga Yoongi.

Yoongi hanya menyeringai sebagai tanggapannya "Kenapa?"

"Tidak. Pasti kau sudah merencanakan hal ini padaku." Tuduh Hoseok menatap Yoongi penuh selidik

"Hoseok-ah, aku tau kau masih menyukainya bukan?" Tanya Yoongi tak menanggapi pertanyaan Hoseok barusan.

"Apa maksudmu?"

Seketika Hoseok teringat kejadian tiga tahun lalu…

*Flashback ON*

Hoseok sedang mengerjakan tugas kelompok menggunakan laptop miliknya. Tangannya mengetik dengan lincah cerita yang dibuat untuk pertunjukan drama dua minggu lagi bersama teman kelompoknya. Sayangnya dikelas hanya ada dirinya dan namja imut yang dihadpannya yang sesekali mengerjap karena bosan. Sejak tadi Hoseok melarangnya untuk bergerak dari tempatnya saat ini. Sesekali Hoseok menatap namja itu atau bahkan menyinggungkan senyum melihat depannya. Namun, tiba-tiba Hoseok memerintah Taehyung untuk mengusir kebosanannnya.

"Suapi aku." Perintah Hoseok.

Taehyung pun menyuapinya dengan kue cookies yang dibawanya. Dia juga memasukkan kue itu ke dalam mulutnya sesekali.

"Hoseok-ah, aku akan pindah." Ucap Taehyung tiba-tiba.

Seketika Hoseok tersedak. Taehyung membantu memukul punggungnya agar tidak batuk. Dia mengambil air minum dalam botol 600ml terdekatnya. Hoseokpun meminum air dengan perlahan.

"Gwenchana?" tersirat kekhawatiran dari ucapan Taehyung barusan.

"Apa kau serius?" Hoseok tidak menanggapi pertanyaan Taehyung tapi malah balik bertanya.

"Ya~ Appa mengatakan akan mengurus kepindahanku secepatnya."

Keduanya hening. Tidak melanjutkan pembicaraan. Hanya terdengar suara kipas angin yang tepat berada diatas mereka yang berputar dengan kencang hingga menerbangkan beberapa kertas. Sibuk dengan pikiran masing-masing.


"Kau jaga diri Hoseok-ah. Aku pasti akan segera ke Seoul lagi." Ucap Taehyung ketika Hoseok mengantar di bandara.

"Aku pasti merindukan si bodoh Taehyung" Hoseok mencoba mencairkan suasana canggung diantara mereka.

"Ya! Aku pintar.." Taehyung mengerucutkan bibirnya lucu.

Terdengar suara speaker di bandara yang menandakan sebentar lagi ada penerbangan pesawat ke Jepang.

"Tae-ya." Ucap Hoseok menatap intens Taehyung.

"Hmm?" Taehyung mendongkak menatap balik manik Hoseok.

"Aniya..jaga kesehatan Tae-ya" ucapnya lagi sambil mengusak rambut surai hitam milik Taehyung. Diapun membalik wajah dan membelakangi Taehyung "Naiklah.."

Taehyung hanya membalas dengan senyuman dan berjalan menjauhinya.

Setelah Hoseok menatap kepergian pesawat Taehyung dia diam tak mengatakan apapun hingga seseorang menepuk punggungnya.

"Kau pasti sedih kepindahan Taehyung yang mendadak. Percayalah dia sengaja karena tidak ingin membuatmu sedih." Ucap Yoongi mengusap punggung Hoseok. Mencoba menenangkan keadaan mantan adik kelasnya saat di Sekolah Menengah Pertama itu.

"Hyunggggg.." cairan putih benih bernama air mata turun perlahan dari mata Hoseok dan tersenyum kearah Yoongi.

"Menangislah. Kau pasti lelah menahannya di depan Taehyung." Yoongi mendekap tubuh Hoseok.

Hoseok pun menangis sesenggukan hingga dia merasa tenang.

*Flasback Off*

"Maksudku adalah dia.." jawab Yoongi menunjuk kearah Taehyung yang sibuk berfoto dengan kamera ponselnya.

"Aarrghhhh.." Hoseok menggaruk rambutnya frustasi melihat kelakuan Taehyung dan menatap Yoongi dengan memelas.

Yoongi hanya membalas senyum manis seolah berkata 'Jaga kekasihmu itu Hoseok'.

-VHOPE-


Benar saja, setelah pembagian kelompok tadi siang. Hoseok tampak sedikit serius belajar daripada Taehyung. Dia tidak mungkin mengandalkan Taehyung yang notabete mengandalkannya. Hoseok yang sibuk membaca buku refensi seputar Sustainable Agriculture berbeda dengan Taehyung yang sejak tadi tersenyum menatap layar sentuh bernama ponsel itu.

"Ya! Apa kau tidak ingin membaca?" tanya Hoseok geram.

Bagaimana tidak. Dia–Hoseok– yang sudah cukup pintar saja masih membaca. Dia masih merasa kurang paham mengenai hal yang akan dilakukan beberapa bulan ke depan. Dan ini adalah kerja tim. Taehyung lebih akan memahami setelah mendengarkan penjelasan Hoseok daripada belajar sendiri—dengan catatan jika sedang malas—. Tapi sayangnya kadar tingkat kemalasan sang alien sangat besar menurut hipotesis seorang Jung Hoseok. Itulah alasan dibalik sesungguhnya Hoseok berubah menjadi se-rajin ini. Hey, ingatlah Hoseok peringkat kedua disekolah setelah Seokjin. Artinya dia peringkat pertama dikelasnya. Sedangkan Taehyung? Peringkat ke-34 dari 36 siswa dikelas. Sedang bersantai memainkan ponselnya.

Hoseokpun sengaja mengambil ponsel Taehyung dan mendapat protesan dari namja bersurai cokelat itu.

"Ya! Kembalikan Jung Hoseok!" Taehyung sedikit berjinjit ketika Hoseok menaikkan tangannya.

"Aku hanya ingin melihat. Apa yang kau lakukan dengan benda ini." ucap Hoseok sedikit penasaran.

"Aniyaaa. Andwae!" protes Taehyung.

"Kau memilih membaca buku itu atau aku membuang ponselmu," ancam Hoseok.

"Ya!" Taehyung mendelik kearah Hoseok.

Lalu dia mengambil buku yang tadi dibaca oleh Hoseok terkait sub bab Emisi Karbon.

Hoseok mulai membuka beberapa aplikasi di ponsel putih milik Taehyung. Dan memeriksa galeri milik Taehyung. Dan dia sedikit bertanya ketika sebuah pesan atas nama 'J-Hope'masuk di kakaotalk-nya.

"J-Hope? Nugu?" tanya Hoseok masih sibuk mengotak-atik ponsel itu.

"Mana? Aku ingin membalasnya.." Taehyung tidak menanggapi malah ingin merebut ponselnya.

"Tapi kenapa dia sangat familiar. Seperti pernah bertemu." Ucap Hoseok bermonolog melihat foto orang bernama J-Hope di-kakaotalk Taehyung.

Taehyung hanya memutar bola matanya malas. Sungguh dia sedang tidak dalam mood belajar saat ini.

"Ah, bukankan dia salah satu anggota BTS?" tanya Hoseok menatap penasaran kearah Taehyung.

Hanya dibalas anggukan antusias oleh Taehyung.

"Bagaimana bisa kalian saling kenal?"

Taehyung mengerdikkan bahu.

"Ya! Kim Taehyung jawab aku!" kini Hoseok memegang dan menggoyangkan pundak Taehyung.

"Ceritanya panjang.." balas Taehyung menggantungkan kalimatnya.

*Flasback ON*

Beberapa bulan lalu..

Koridor sekolah cukup sepi. Hanya beberapa anak saja yang berkeliaran karena sebagian memenuhi aula tempat konser dan berada di bazar. Setelah melihat Jungkook di dekat Hoseok terus menerus. Membuat hatinya memanas, Taehyung mencoba melupakan kejadian itu dengan mencuci muka di toilet sekolah. Membasuh seluruh wajahnya dengan air yang mengalir sambil bergumam..

"Kau bodoh Kim! Bagaimana bisa kau masih berharap padanya," runtuknya sambil memegang kepalanya dan memukul dengan tangannya.

"Tidak mungkin dia melihat kearahmu! Jangan bermimpi Kim Taehyung." ucapnya meyakinkan dirinya sambil tersenyum.

Kemudian salah satu bilik terbuka. Taehyung kaget melihat tiba-tiba bilik kamar mandi terbuka. Jadi, sejak tadi ada orang disana? Batin Taehyung mulai gelisah.

"Hai..Kim Taehyung." Sapa orang itu menjabat tangan Kim Taehyung.

Taehyung mencoba menelan ludahnya susah payah sebagai jawaban dan segera menjabat sosok tampan dan tak asing dimatanya.

"Kenalkan aku BTS J-Hope." Tentu saja dia mengenalnya. Bahkan Taehyung sangat menyukai cara J-Hope saat menyanyikan rapp dibagiannya.

"Aku..aku..Kim Taehyung," balasnya sedikit terbata.

"Aku sudah mengerti. Aku sudah mendengar semuanya tadi."

"Apa yang kau lakukan disini J-Hope-ssi?" tanya Taehyung pelan. Dia sangat gugup sekarang. Keringat mulai bercucuran dari pelipisnya.

"Jangan terlalu formal padaku. Panggil saja aku J-Hope hyung," balas J-Hope masih tersenyum.

Taehyung hanya menggaruk tengkuknya yang tak gatal dan tersenyum kaku.

"Kau sangat mirip dengannya.." ucap J-Hope menggantung.

"Ne?" tanya Taehyung memastikan apa yang diucapkan sang idola barusan.

"Kau sangat mirip dengan kekasihku,"

"Siapa?"

Bukannya menjawab pertanyaan Taehyung, J-Hope malah mengajaknya untuk berfoto.

"Ap..apa yang kau lakukan J-Hope-ssi? Ah, maksudku Hyung," ucapnya terbata. J-Hope mendekap tubuhnya. Tangan J-Hope sudah berada dipundaknya.

"Aku ingin berfoto denganmu."

"Apa? Maksudnya kenapa aku?" tanya Taehyung sedikit ragu. Tentu saja, dia masih menyayangi nyawanya untuk tidak dihabisi oleh fans BTS atau J-Hope.

"Tidak hyung," tolak Taehyung halus.

"Ayolah. Aku akan menutupi wajahmu agar kau tidak diterror oleh fans kami," ucap J-Hope seolah mengerti isi pikiran Taehyung.

Dengan malu-malu diapun mau berfoto. Tidak satu atau dua kali pose. Mungkin sudah lebih dari sepuluh kali. Daebak Taehyung! Kau bilang tadi malu dan tidak ingin. Beberapa detik kemudian J-Hope mengupload di akun twitter mereka.

"Hyung, kau benar-benar tidak menunjukkan wajahku bukan?" tanya Taehyung sedikit meragukan J-Hope.

"Aniya," Jawab J-Hope sambil menggeleng.

"Hufftt.." Taehyung bernafas lega sambil memegang dadanya.

"Oh ya, konser kami HYYH pt 2 di Seoul sebulan lagi. Ku harap kau bisa datang. Aku akan memperkenalkannya padamu. Kalian sangat mirip," ucap J-Hope meninggalkan Taehyung di toilet seorang diri.

"Oh ya, aku sudah memberikan ID kakaotalk milikku. Kau bisa chat padaku agar aku bisa menyimpan ID mu," ucap J-Hope lagi sebelum benar-benar pergi menjauh.

Jantungnya berdegup kencang. Perasaan senang membuncah dalam hatinya.

Malam harinya dia mencoba mengirim pesan pada J-Hope

KimTaehyung : Hyung, ini Kim Taehyung yang tadi.

J-HopeBTS : Ah, iya. Hai, Taehyung.

Diapun saling mengirim pesan pada J-Hope hingga cukup larut. Lalu J-Hope berpamitan duluan karena dia besok harus ke Jepang untuk syuting video music bersama BTS.

J-HopeBTS : Jika kau datang pada saat konser bulan depan, aku akan memberikanmu kursi VIP.

KimTaehyung : Benarkah hyung? Wah, aku sangat senang sekali.

J-HopeBTS : Kau hanya mengucapkan kata sandi berbisik pada manajer kami.

KimTaehyung : Kau bisa memberitahunya padaku?

J-HopeBTS : Tentu saja. Bukankah aku berjanji mengenalkan kekasihku padamu?

J-HopeBTS : ….

KimTaehyung : Haha aku tidak sabar hyung, apakah itu benar kata sandinya?

J-HopeBTS : Tentu.


One month later..

Taehyung berdiri di depan Seoul's Olympic Park dengan mengenakan mantel berwarna cokelat dan tak lupa masker putih dan kacamata. Dia melihat antrian para fans dengan antusias. Persiapan sangat matang. Berbeda dengannya. Bahkan 'lightstick' saja dia tidak punya. Lalu dia mencoba mencari salah satu security dan memanggilkan sang manajer.

Awalnya sang manajer sedikit menatap curiga kearah Taehyung. Mengingat dia seperti bukan salah satu fans mereka. Namun, ketika dia membisikkan kata sandi dari J-Hope melalui pada pesan kakaotalknya itu. Sang manajer langsung mengantarnya masuk.

"Apa kau teman J-Hope?" tanya sang manajer hanya dibalas anggukan oleh Taehyung.

"Mereka sedang bersiap di backstage. Kau boleh menemuinya sebentar. J-Hope sedang berada di biliknya.."

Sang manajer mengantar Taehyung di depan pintu bertuliskan 'J-Hope'.

Dengan ragu Taehyung mengetuk pintu itu. Dan kemudian melihat sang idola sedang dalam penataan rambut oleh seorang hair stailish.

"Taehyung? Apa itu kau?" Tanya J-Hope tersenyum.

Taehyung mendekat pada J-Hope. Dan melihat kearah kaca besar dimana J-Hope dapat melihatnya darisana.

"Aku senang kau bisa datang."

"Terima kasih mengundangku hyung,"

"Apa kau datang sendiri?"

"Tentu saja."

"Ku kira kau datang bersama wakil ketua OSIS sekolahmu," goda J-Hope.

Tentu saja J-Hope tau hal itu. Karena setelah dari toilet dia selalu saja bertemu dengan Hoseok yang menjaga ketat ruang artis bersama beberapa rekannya.

"Hyunggg," Taehyung mengerucutkan bibirnya. Hal ini membuat J-Hope tertawa.


Konser pun dimulai kurang lebih tiga jam. Taehyung ikut terhanyut dalam euphoria dalam konser itu. Dimana semua lightstick diangkat keatas ketika seluruh lampu dimatikan. Matanya menatap takjub. Ini pertama kalinya dia menonton konser secara langsung. Biasanya dia akan menolak kakaknya saat mengajak menonton konser karena dianggap membosankan. Taehyung mengawasi J-Hope sejak tadi. Dia benar-benar penasaran karena beberapa Army—sebutan fans BTS—berteriak heboh di sebelah kanan dan kirinya.

Now playing Move..

[V] Isa gaja. jeongdeureossdeon igosgwaneun annyeong.

isa gaja. ijeneun deo nopeun goseuro.

"Ahh..V..sangat keren, aku menyukai suaranya," Terdengar suara fans dari sebelah kanan Taehyung.

"Aku juga menyukainya.." balas teman lainnya.

teong bin bangeseo majimak jimeul deulgo nagaryeodaga.

jamsi dorabonda

ulgo usdeon sigandeura. ijen annyeong..

V pun menoleh kearah J-Hope sambil tersenyum. Kini membuat fans disebelah kiri histeris.

"Kyaaa~ VHOPE!" Teriak salah satu fans dari kiri.

"Benar. VHOPE is real," Timbal temannya.

[J-Hope] Setnyeonui salm cham jjalpgodo gireossji

manheun ildeuri issgo manheun chueogui gieogi

mak tteooreugon hae, tteonal ttaega doenikka

sayongui heunjeokdeul like tongjangnaeyeok keurediskadeu

"Kau bisa melihat tatapan V kearah J-Hope. Kenapa dia bisa tersenyum seperti itu." Ini suara tepat dari depan Taehyung.

Sepertinya suara-suara teriakan fans membuatnya sedikit kehilangan konsentrasi menonton konser. Ya, sesekali dia berfikir 'Apakah V kekasih J-Hope hyung?'

jim nalla, wichi jaba, meonji dakka

Jimin melihat kearah J-Hope yang menyanyikan rapp bagiannya. Melihat kearah sabatnya V yang antusias menatap J-Hope sambil tersenyum. Lalu diapun menoleh membelakangi panggung dengan menyeringai.

"Hey, kenapa Jimin membelakangi panggung?"

"Apakah dia tidak ingin merusak moment V dan J-Hope?"

"Entahlah.."

Asumsi demi asumsi dilontarkan oleh para fans BTS menanggapi setiap interaksi yang berada diatas panggung. Taehyung hanya dapat menggeleng. Tidak habis fikir dengan semua ini. Nampaknya sekarang dia sudah menikmati jalannya konser sepenuhnya.

kkeutnagoseoneun sugoui jjajangmyeon

hana that's right

Setelah J-Hope menyanyi bagiannya, V menoleh di depan kamera lagi.


Taehyung berdiri di bilik ruang ganti milik J-Hope. Saat ini semua anggota BTS tengah beristirahat setelah konser beberapa menit lalu. J-Hope yang melihat kehadiran Taehyung menyuruhnya masuk dalam ruang ganti BTS bersama yang lain. Tapi tak lama, V datang dengan wajah lelahnya. Dia menyandarkan dagunya dan memeluk J-Hope dari belakang.

"Hyung, aku lelah," ucapnya dengan nada manja.

J-Hope melepas pelukan V dan menyeka keringat V dengan handuk yang dibawanya saat konser tadi.

"Istirahatlah sayang . Bersama dengan yang lain, aku akan menyusulmu." Ucap J-Hope saat menyeka keringat kekasihnya itu.

"Tapi, kau harus janji malam ini mengizinkanku tidur diranjangmu?" ucap V sambil mengurucutkan bibirnya.

"Iya sayangku," balas J-Hope sambil mengusak rambut surai coklat kehijauan milik kekasihnya.

"Ehem.." merasa terabaikan, akhirnya Taehyung berdeham.

J-Hope dan V refleks menoleh kearah Taehyung sambil nyengir tanpa bersalah.

"Sepertinya aku mengganggu kalian," ucap Taehyung sangat pelan namun masih bisa didengar mereka berdua.

"Aniya." Balas J-Hope sambil menggeleng.

"Hyung, nugu?" tanya V penuh selidik.

"Dia Kim Taehyung. Anak yang kuceritakan padamu saat itu. Kau ingat kan? Saat aku mengunggah foto di toilet SMA Bangtan dan banyak mengira itu adalah dirimu," jawab J-Hope panjang lebar.

V tampak mengangguk mencoba mengingat penjelasan kekasihnya.

"Hai, kenalkan aku V," ucap V menjabat tangan Taehyung sambil tersenyum.

"Dia, pacarku.." timbal J-Hope sedikit tersipu.

Dan mereka berdua sama-sama tersipu. Taehyung menatap pasangan ini bergantian. Wajah V kian memerah.

Sebenarnya tanpa dikenalkan pun, Taehyung sudah mengetahuinya setelah melihat konser tadi.

*Flashback OFF*

"Sejak saat itu, aku dekat dengan V ataupun J-Hope BTS..hehe," ucapnya menerawang kejadian yang dialaminya beberapa bulan yang lalu.

Hoseok hanya mengangguk sebagai jawaban, sedikit tidak percaya dengan cerita Taehyung yang menurutnya tidak masuk akal. Namun, melihat foto Taehyung dengan kedua anggota BTS itu membuatnya percaya dengan cerita Taehyung yang menurutnya konyol itu.

"Ah, sudahlah. Aku percaya kau memang pandai mengarang.." ucap Hoseok sambil merebahkan tubuh dikasur miliknya yang berada diatas.

"Ya! Jung Hoseok, aku tidak mengarang." Protes Taehyung atas tuduhan Hoseok.

"Yayaya~ terserahmu saja." Balas Hoseok mengeratkan selimutnya sambil memejamkan matanya sambil tersenyum. Ya, dia sangat menyukai melihat ekspresi kesal Taehyung akibat ulahnya.

"Aku benar-benar tidak mengarang!" dari bawah terlihat Taehyung yang masih kesal dengan tuduhan Hoseok.

"Baiklah. Tidurlah Alien. Jika kau tidak segera tidur. Aku tidak akan membangunkanmu esok.." ucap Hoseok tegas namun beberapa detik kemudian dia menahan tawanya.

"Jaljayo.." ucap Taehyung menyerah. Ancaman Hoseok sepertinya membuatnya tidur lebih pagi dari biasanya.

Beberapa menit kemudian Hoseok mendengar dengkuran halus milik Taehyung. Kemudian dia tersenyum dan mengeratkan selimutnya.

"Jaljayo Taehyung-ah" ucapnya sebelum terlelap ke alam mimpi.

.

.

.

TBC

Maaf updatenya sedikit telat. Menurut kalian gimana chapter ini? Apa masih kurang moment VHOPE-nya? Jadi disini jika ada yang masih bingung kenapa ada V ama J-Hope?

Ya, saya menggunakan nama Taehyung dan Hoseok (dalam cerita saya) dan nama panggungnya saat mereka jadi artis. Intinya V ama Taehyung beda tapi mirip (?) /abaikan.

Maaf jika dalam penggunaan tempat konser HYYH pt 2 di Seoul itu salah. Sesungguhnya aku benar-benar tidak tau tempatnya dimana.

Last, mind to reviews?

Reply reviews :

Anniehobie : Hehe terima kasih chingu~ btw TFR ^^

Ria487 : Hehe Taehyung tidak bermimpi kok (?). Menurutku bagian itu sedikit tidak sinkron..duh makasih dibilang lucu, cute, gemesin (?) kan jadi terharu. Ini sudah ku berikan moment VHOPE. Semoga suka. TFR yaa ^^

LayChen Love Love : Hehe gimana yaaa..enaknya mereka disatuin atau diputusin (?) TFR yaaa ^^

JeonJeonzKim : Wah, gamau maafin jeonz ah /bercanda. Hehe baiklah aku akan hilangkan tanda koma mulai saat ini. Haha, semoga kamu juga demikian jeonz dan tetep semangat nulisnya. Jangan pake acara hapus lagi ya kkk. Btw TFR ^^

Jhoseok30 : Haha Hoseok kan emang bukan manusia makanya bisa dikamar tiba-tiba (?). hehe maafkan diriku ini sudah menjadi hobi sepertinya (?). TFR yaaa ^^

Jii-chan O3O : di Chapter ini sudah ku beri moment VHOPE. Semoga suka yaaa~ maaf ya, di chapter ini tidak membahas mengenai Jin (?) btw TFR ^^

Kahoriken : Nah bener sekali hehe. Hayo, tebak sama sapa? Tebak lagi coba biar dapet hadiah (?). btw TFR ya ^^

Feniasyj : Maafkan diriku ini karena sedikit sibuk belakangan ;_; /sungkem/ btw TFR ya ^^

Guest : hehe maaf agak lama updatenya. Semoga tetep penasaran ya sama chapter selanjutnya/? TRF yaaa ^^

Little vkook : Maaf ya, sebenarnya aku masih merasa kurang formal dalam penggunaan setiap katanya. Aku menggunakan embel-embel '—ssi' untuk orang-orang yang tidak terlalu dikenal baik. Misalkan Taehyung memanggil Seokjin dengan embel-embel "Seokjin—ssi" karena Taehyung tidak dekat dengan Seokjin. Tapi ketika memanggil Hoseok/Jimin dia tidak akan memakai embel-embel itu.