Kagami duduk di bench di pinggir lapangan. Aomine menyusul, melempar sebotol pocari pada Kagami.

Tanpa menunggu lagi, Kagami langsung menghabiskan botol itu.

"Sudah cukup untuk hari ini"

Kagami menatapnya tidak percaya. "Belum! Aku masih mau bermain lagi, tadi aku hampir menang!"

Aomine mengacak rambutnya gemas. "Permainan tambahan itu tidak gratis Kagami"

Kagami menggembungkan pipinya. Walau Aomine hanya memintanya traktir majiba atau membuatkan makan malam untuknya tapi tetap saja..

Iris navy menatap Kagami yang memalingkan wajahnya kesal. Ia ingin jahil sedikit boleh kan?

Aomine menyeringai, mengeluarkan sesuatu dari katungnya.

Mendengar sesuatu dibuka Kagami menoleh kearah Aomine. Menatapnya dengan mata berbinar.

Aomine tertawa. "Apa?"

Kagami menggeleng. Memalingkan wajahnya lagi.

Mungkin kalian tidak tahu tapi, kelemahan Kagami adalah makanan. Yang pertama, cheeseburger dan.. tahukah kalian kalau Kagami suka permen strawberry? Yah, mungkin itulah kenapa bibirnya terasa begitu manis..

Huh? Tidak kok, Aomine tidak pernah mencicipinya. Mereka hanya teman...

Alex yang memberitahunya.

Dan.. ya, ia cemburu akan itu.

"Hoi, kau mau tidak?"Aomine memegang permen yang sudah terbuka itu. Kagami menoleh, mengangguk mantap.

"Aaaa~"Aomine memajukan tangannya. Mengkode Kagami untuk membuka mulutnya lebar.

"A-Aaaaaa~"Kagami mengerucutkan bibirnya namun akhirnya menurut.

Aomine menyeringai, memajukan tangannya sampai permen itu setengah masuk kedalam mulut Kagami.

Lalu menarik tangannya dengan cepat saat Kagami hendak menutup mulutnya. Lalu Aomine memasukkan permen itu ke mulutnya sendiri.

Aomine berniat untuk tertawa. Meledek wajah Kagami yang terlipat namun tidak jadi.

Kenapa? Karna ia tidak bisa.

Kagami menciumnya. Di bibir.

Uh.. tapi sepertinya itu bukan ciuman.

Aomine membeku, mulutnya terbuka. Kagami memasukkan lidahnya, mengambil permen merah muda itu dari mulut Aomine.

Lalu ia mundur. Mengeluarkan lidahnya, meledek Aomine.

Aomine tidak membalas. Ia masih membeku. Rasa bibir manis dan lembut itu masih menempel di lidahnya.

"Aomine, ini sudah hampir malam. Aku pulang ya-umfh"Aomine telah sadar dari lamunannya, mendorong Kagami dan menindihnya ke lantai.

"Bakagami.. kau harus bertanggung jawab atas ini.."Aomine menyeringai, menunjuk juniornya yang terbangun.

Kagami menelan ludah. Wajahnya merah padam. Rupanya baru sadar apa yang baru saja ia lakukan.

Melepaskan panther liar yang sedari dulu tertahan rantai friendzone.

.

.

A/N: Kok.. pendek.. (That's what she said!)/yha

Maaf ya pendek :'v tadi lagi bengong dikelas makan permen terus yaa gitu tapi namanya juga ide terlintas sementara jadinya pendek.

Btw, terimakasih sudah membaca~